Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

ANALISIS SESITIVITAS
METODE SIMPLEK

Disusun oleh :

Irma Oktaviani (NIM. 1341320037)


4MRK3

PROGRAM STUDI MANAJEMEN REKAYASA KONSTRUKSI


JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2017

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................
BAB II DASAR TEORI
2.1
2.2
2.3

Riset Operasi.....................................................................................
Linear Programming........................................................................
Analisis Sensitivitas..........................................................................

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1 Profil Usaha.......................................................................................
3.2 Kasus..................................................................................................
3.3 Analisa Kasus....................................................................................
BAB IV KESIMPULAN.....................................................................................
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
Analisis sensitivitas adalah analisa bagaimana pengaruh perubahan data
terhadap solusi optimum. Solusi optimum masalah linear program didasarkan
pada nilai koefisien fungsi tujuan maupun kemampuan penyediaan sumbar daya,
yang dapat diketahui secara pasti. Pada kenyataannya nilai koefisien fungsi tujuan
maupun kemampuan penyediaan sumberdaya, sangat mungkin untuk mengalami
perubahan dimasa yang akan datang.
Solusi optimum akan sangat dipengaruhi oleh perubahan koefisien fungsi
tujuan, koefisien kendala, kapasitas kendala, penambahan kegiatan baru, karena
hal ini megubah persoalan program linear. Maka untuk menghadapi perubahan
tersebut dikembangkan suatu strategi untuk menganalisis bagaimana solusi
optimum sehubungan dengan perubahan data diatas.
Analisa sensitivitas dilakukan setelah solusi optimum dari masalah program
linear ditemukan, baik secara grafik maupun metode simpleks. Maka informasi
tabel atau grafik optimum sangat dibutuhkan untuk melakukan analisis
sensitivitas, dengan demikian analisa sensitivitas berusaha menjawab seberapa
jauh perubahan data yang bagus tanpa mengubah solusi optimum.

BAB II
TEORI DAN TEKNIK ANALISIS
2. 1. RISET OPERASI
Situasi lingkungan bisnis terus berubah seiring berjalannya waktu dan
perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut setiap perusahaan ikut
terbawa arus situasi perubahan, sehingga dalam pengambilan keputusan akan
mengikuti perkembangan tersebut. Para peneliti, manajer, pendidik atau perencana
terus berpikir untuk menganalisis/memecahkan masalah dan langkah-langkah
yang perlu ditempuh untuk mecapai tujuannya. pola pikir, pola analisis, pola
pengambilan strategi secara sistematis tersebut disebut Riset Operasi.
Riset operasi telah banyak didefinisikan oleh para ahli seperti yang terdapat
di buku Quantitative Analisis For Management oleh Barry Render (2006) seperti
berikut:
Morse dan Kimball mendefinisikan riset operasi sebagai metode ilmiah (scientific
method) yang memungkinkan manager mengambil keputusan mengenai kegiatan
yang mereka tangani dengan dasar kuantitatif.
Chruchman, Arnoff dan Arkoff mengemukakan riset operasi sebagai aplikasi
metode-metode, tekini-teknik dan peralatan-peralatan ilmiah dalam menghadapi
masalah-masalah yang timbul dalam operasi perusahaan dengan tujuan
ditemukannya pemecahan masalah-masalah tersebut. sedangkan Miller dan M. K.
Starr mendefinisikan riset operasi sebagai peralatan manajemen yang menyatukan
ilmu pengetahuan, matematika, dan logika dalam kerangka pemecahan masalahmasalah sehari-hari sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan secara optimal.
Dari ketiga definisi tersebut dapat disimpullkan bahwa riset operasi adalah
pengambilan keputusan berdasarkan metode atau sistematika ilmiah dalam
kehidupan nyata.

2. 2. LINEAR PROGRAMMING
Menurut Subagyo (2000) program linear adalah suatu model umum yang
dapat digunakan dalam pemecahan masalah pengalokasian sumber-sumber yang
terbatas secara optimal. Program linear mencakup perencanaan kegiatan untuk
mencapai hasil yang optimal yaitu suatu hasil yang mencerminkan tercapainya
sasaran tertentu yang paling baik diantara alternatif-alternatif yang mungkin
dengan menggunakan fungsi linear.
Masalah keputusan yang biasa dihadapi analis adalah alokasi optimum
sumber daya yang langka yaitu modal, tenaga kerja, bahan mentah, waktu atau
teknologi. Tugas analis adalah menentukan bagaimana memaksimalkan profit,
penjualan, kesejahteraan dan meminimalisasikan biaya, waktu dan jarak.
Setelah masalah diidentifikasi dan tujuan diterapkan langkah selanjutnya adalah
formulasi 3 tahap yang meliputi:
1. Menentukan variabel keputusan dalam bentuk formulasi matematika.
2. Membentuk fungsi tujuan yang ditujukan sebagai suatu hubungan linear dari
variabel keputusan.
3. Menentukan semua kendala masalah tersebut dan mengekspresikan dalam
persamaan dan pertidaksamaan yang juga merupakan hubungan linear dari
variabel keputusan yang mencerminkan keterbtasan sumberdaya masalah itu.

2. 3. ANALISIS SENSITIVITAS
Analisis sensitivitas merupakan analisa akan dampak dari perubahan data
menngenai fungsi tujuan, fungsi kendala, atau kapasitas kendala terhadap solusi
optimum. perubahan yang mungkin dihadapi dalam analisa sensitivitas adalah
sebagai berikut:
1. Perubahan koefisien fungsi tujuan.
2. Perubahan konstanta ruas kanan.
3. Perubahan fungsi kendala.
Dari berbagai masalah yang munkin dihadapi diatas, secara umum analisa
sensitivitas berusaha untuk menjawab beberapa hal sebagai berikut:
1. Berapa besar koefisien fungsi tujuan dapat berubah tanpa mengubah solusi
optimum.
2. Seberapa besar koefisien variabel non basis dapat dinaikkan sehingga cukup
ekonomis untuk dibuat.
3. Sumber daya manakah yang dapat dinaikkan dan seberapa besar perubahan
dibolehkan, sehingga nilai Z dapat dinaikkan akan tetapi tanpa melakukan
perhitungan dari awal.
4. Sumber daya manakah yang dapat dikurang tanpa menurunkan nilai Z
maupun menghitung dari awal.
5. Sumber daya manakah yang diprioritaskan
6. Apakah penambahan kendala maupun kegiatan baru akan mempengaruhi
solusi optimum.
Namun dalam makalah ini tidak menganalisis semua tentang hal diatas, tapi kami
hanya menganalisi dari beberapa saja.

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3. 1. PROFIL USAHA
Yang menjadi objek analisis kelompok kami adalah CV. Surya Glass yang
merupakan usaha yang melayani permintaan pembuatan lemari kaca alumunium
dan rak piring alumunium. pemilik CV. Surya Glass adalah bapak Alfred Manife.
Usaha ini berlokasi di Jl. ikan Hiu blok D 7 Perumnas. Usaha ini telah berdiri dari
tahun 2007 hingga sekarang. Awal mula berdirinya usaha tersebut karena beliau
melihat akan banyaknya usah kios yang ada diwaingapu sehingga akan membuat
akan permintaan lemari kaca untuk jualan akan semakin meningkat, beliau
melihat peluang ini dan memaksimalkannya.
3. 2. KASUS
CV. Surya Glass memproduksi lemari kaca alumunium dengan ukuran 2x1x1
dengan bahan baku kaca dan alumunium. sedangkan rak piring memiliki ukuran
2x0. 5x2

dengan bahan baku yang sama. berikut informasi bahan baku dan

tenaga kerjanya:
Tabel 1
Jenis bahan baku

Kebutuhan bahan baku dan tenaga Maksimum

Bahan baku kaca


Bahan alumunium
Tenaga kerja

kerja
lemari
6 lembar
8 batang
2 jam

persediaan
Rak piring
4 lembar
10 batang
3 jam

80 lembar
60 batang
40 jam

Untuklemari kaca alumunium bisa mendapat keuntungan Rp. 200. 000,


sedangkan rak piring bisa diperolah keuntungannya sebesar Rp. 300. 000. Berapa
solusi produksi optimum dari kasus di atas?
Langkah pyang perlu dilakukan adalah dengan menentukan:

1. Variabel keputusan
X1=produk lemari kaca
X2=produk rak piring
2. Fungsi tujuan
Z max=200X1+300X2
3. Fungsi kendala
6X1+4X2
80(untuk bahan baku kaca)
8X1+10X2 60(untuk bahan baku alumunium)
2X1+3X2
40(untuk jam tenaga kerja)
X1, X2
0 (non negativity)
Dengan demikian maka solusi optimum

untuk kasus diatas berdasarkan

perhitungan dengan menggunakan aplikasi POM Windows 3 adalah sebagai


berikut:
Tabel 2
X1
Maximize
200
Bahan baku kaca
6
Bahan
baku 8

X2
300
4
10

alumunium
jam tenaga kerja
Solution->

3
6

2
0

RHS

Dual

<=
<=

80
60

0
30

<=

40
1800

Keterangan ; keuntungan adalah dalam satuan ribuan rupiah.


Berdasarkan tabel tersebut terlihat bahwa bahwa:
Produksi X1=0
X2=6
Total keuntungannya adalah 1800x1000= Rp. 1. 800. 000

3. 3. ANALISIS KASUS
Karena permintaan terhadap lemari kaca dan rak piring alumunium yang berubahubah berdasarkan permintaan maka bapak Alfred harus memenuhi permintaan
tersebut sesuai keinginan pelangga. dengan demikian bapak Alfred melakukan
pengurangan terhadap jumlah bahan baku alumunium dan kaca seperti yang
terlihat dalam tabel berikut:
Tabel 3
Jenis bahan baku

Kebutuhan bahan baku dan tenaga Maksimum

Bahan baku kaca


Bahan alumunium
Tenaga kerja

kerja
lemari
4 lembar
6 batang
2 jam

persediaan
Rak piring
3 lembar
8 batang
3 jam

80 lembar
60 batang
40 jam

Keuntungan yang didapatkan masih tetap sama yaitu Rp. 200. 000 untuk lemari
kaca dan Rp. 300. 000 untuk rak piring.
Penyelesaiaan :
Karena yang berubah adalah bahan baku kaca dan alumunium maka perubahan
yang terjadi adalah hanya terdapat pada fungsi kendala yaitu:
4X1+3X2 80 (kendala untuk bahan baku kaca)
6X1+8X260 (kendala untuk bahan baku alumunium)
2X1+3X240 (kendala untuk jam tenaga kerja)
Dengan demikian maka dapat di temukan nilai optimum atas masalah produksi
diatas dengan aplikasi POM Windows 3 seperti yang terlihat pada tabel berikut:

Tabel 5
X1
Maximize
200
Bahan baku kaca
4
Bahan
baku 6

X2
300
3
8

alumunium
Jam tenaga kerja
Solution->

3
7, 5

2
0

RHS

Dual

<=
<=

80
60

0
37, 5

<=

40
2250

Dari tabel tersebut dapat kita simpulkan bahwa terjadi kenaikan total keuntungan
optimum menjadi 2250x1000=Rp. 2. 250. 000, sehingga dapat disimpulkan
bahwa semakin berkurang bahan baku maka keuntungan akan semakin tinggi.
Dari tabel tesebut juga terlihat bahwa terjadi kenaikan jumlah produksi untuk
X1=0-0=0
X2=7,5-6=1,5
Jadi untuk mendapatkan keuntungan maksimum ketika terjadi pengurangan bahan
baku karena permintaan maka pak Alfred harus memprodusi X2 sebanyak 7, 5
atau bisa di bulatkan menjadi 7 buah Rak piring.

BAB IV
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa
setiap perubahan pada nilai koefisien fungsi kendala akan sangat mempengaruhi
solusi optimum yang dalam hal ini adalah keuntungan optimum dari produksi
yang ada. Apabila bahan baku dikurangi dalm memproduksi produk dan fungsifungsi yang lainnya tetap maka akan akan meningkatkan keuntungan dan akan
meningkatkan jumlah produksi suatu barang begitupun sebaliknya.

DAFTAR PUSTAKA
Tarawacu, Coprius, 2015, Makalah Analisis Sensitivitas, dilihat 9 Januari 2016,
http://coprius.blogspot.co.id/2015/12/contoh-makalah-analisis.html