Anda di halaman 1dari 5

RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN PEMBANGUNAN JANTHI

FLY OVER YOGYAKARTA


PEKERJAAN
STUDI AMDAL JALAN PERKOTAAN PAKET IV ANDAL IV
TUGAS TEKNIK LINGKUNGAN
DISUSUN OLEH:
David Oscar Y.

(1801449230)

Dhina Nisrina S.

(1801395291)

Ferdion Absari

(1801440963)

Khegan Fadholi

(1801454294)

Laurensius Rendi

(1801386513)

Muhamad Aziz Wahyudi

(1801437874)

Rianty Daleno

(1801427974)
Dosen :

Dr. Ir. Dwi Dinariana, MT

D2550

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA
JAKARTA
2017

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem jaringan jalan di Yogyakarta, mempunyai pola grid dengan 2 poros
utama yang membelah kota dari barat ke timur. Selain itu, terdapat pula jalan lingkar
utara dan selatan Yogyakarta yang sebagian besar terlah beroperasi untuk melayani
arus lalu lintas dari luar kota dengan volume lalu lintas yang cukup padat.
Jalan lingkat luas selatan Yogyakarta tersebut berpotongan dengan rel kereta
api jurusan Yogyakarta Surakarta di Dukuh Janthi, Desa Banguntapan dengan
frekuensi yang cukup padat.
Untuk mengurangi kepadatan/kemacetan lalu lintas di sekitar perlitasan kereta
api tersebut, telah dibangun jembatan (fly over) Janthi yang akan melintasi rel kereta
api tersebut, termasuk pelebaran jalan di sekitarnya. Dengan adanya jembatan (fly
over) tersebut, diharapkan akan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas yang menuju
pusat kota, terutama arus lalu lintas luar kota dari arah timur yang dapat dialihkan
melalui jalan lingkar luar selatan Yogyakarta.
Kegiatan tersebut diperkirakan akan menimbulkan dampak penting terhadap
lingkungan sehingga kegiatan tersebut wajib dilengkapi dengan Studi ANDAL berikut
RKL dan RPL
B. Tujuan
Tujuan pemantauan lingkungan adalah sebagai berikut:
Terpantaunya perubahan lingkungan sebagai akibat adanya rencana kegiatan

dan telah dilakukan pengelolaan lingkungan


Penyampaian informasi mengenai perubahan lingkungan kepada berbagai
instansi dengan kondisi lingkungan tersebut.

BAB 2
PEMBAHASAN TOPIK
2.1. Sistem Yang Digunakan
Untuk dapat mencapai tujuan pemantauan lingkungan tersebut, maka
pemantauan lingkungan dilakukan dengan sistem/metode:

Memanfaatkan sistem pelaporan proyek, sebagai upaya untuk

memberikan informasi tentang pelaksanaan kegiatan proyek.


Melakukan pengamatan dan pengukuran setempat, sebagai upaya
untuk mengamati dan menilai keberhasilan kegiatan pengelolaan
lingkungan di lapangan, baik dengan melakukan pemotretan,

pengukuran setempat, maupun analisis laboratorium


Melakukan pengawasan dan inspeksi mendadak sebagai upaya
pengawasan

terhadap

pelaksanaan

pengelolaan

lingkungan

di

lapangan.
2.2. Dampak Yang Ditimbulkan
2.2.1. Dampak Saat Tahap Pra Konstruksi
Dampak yang terjadi pada tahap pra konstruksi ini disebabkan oleh kegiatan
pembebasan tanah dan bangunan adalah:
Hilangnya mata pencaharian penduduk. Pemantauan lingkungan
dilakukan

terhadap

kondisi

social

ekonomi

penduduk

yang

dipindahkan, terutama mata pencaharian dan taraf hidupnya, terkait


dengan kegiatan pembebasan tanah dan bangunan yang dipakai untuk

mata pencaharian.
Tidak Puas atas

Besarnya

Ganti

Rugi/Kompensasi

yang

Diterapkan.
2.2.2. Dampak Saat Tahap Konstruksi
Dampak yang terjadi pada tahap konstuksi ini berhubungan dengan kondisi
lalu lintas di jalan saat konstruksi yaitu:
Meningkatnya Kemacetan Lalu Lintas.

Kondisi lalu lintas di

wilayah studi, terutama di Jalan Janthi yang terkai dengan kegiatan


pengangkutan material bangunan, pembersihan dan pematangan tanah
serta konstruksi fly over, dan bangunan perlengkapanya. Kemacetan
lalu lintas ini menganggu aktifitas dan kegiatan ekonomi masyarakat

sekitar.
Gangguan Aliran Permukaan. Kondisi saluran drainase yang
menganggu jalannya arus lalu lintas dan adanya genangan air disekitar
lokasi kegiatan yang terkait dengan kegiatan pembersihan dan
pematangan tanah menyebabkan arus lalu lintas terganggu.

Gangguan berfungsinya Prasarana dan Utilias Umum. Prasarana


dan utilitas umum yang ada disekitar lokasi kegiatan menjadi
terganggu oleh kegiatan pembersihan dan pematangan tanah, serta
pelaksanaan fisik konstruksi.

2.2.3. Dampak Saat Pasca Konstruksi


Dampak yang terjadi setelah konstruksi selesai lebih mengarah ke dampak
positif mengenai arus lalu lintas disekitar yaitu:
Meningkatnya Kelancaran Lalu Lintas. Setelah konstruksi selesai,
arus lalu lintas di sekitar kawasan studi, terutama di Jalan Janthi dekat
perlintasan dengan rel kereta api yang terkait dengan pengoperasian fly

over menjadi lebih lancar dibandingkan sebelum konstruksi.


Perubahan Pola Arus Lalu Lintas. Meningkatnya lalu lintas yang

melalui Jalan Janthi dari arah Solo, ke arah kota dan sebaliknya
Perubahan Peruntukan Lahan. Perubahan peruntukan tanah yang
tidak sesuai dengan RDTRK, yang terkait dengan keberadaan dan

pengoperasian fly over Janthi.


Meningkatnya Kegiatan Perekonomian. Karena tahap konstruksi
telah selesai, kegiatan perekonomian disekitar wilayah studi yang
sempat tertunda/hilang mulai kembali berjalan sehingga kegiatan
perekonomian menjadi meningkat.