Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

1.

Permasalahan
Penggunaan serbuk logam untuk membuat berbagai macam produk telah

lama dilakukan. Misalnya serbuk emas yang dibuat perhiasan oleh suku Inca, dan
bangsa mesir menggunakan serbuk besi sejak 3000 tahun sebelum masehi.
Selama tahun 1800-an penggunaan teknik metalurgi serbuk semakin meningkat.
Kebutuhan akan alat laboratorium yang terbuat dari platina mendorong
pengembangan presipitasi serbuk secara kimia dan konsolidasi serbuk tanpa
penerapan suhu tinggi. Pada era modern, penerapan metalurgi serbuk semakin
meningkat, seperti penggunaan serbuk tungsten untuk filamen lampu, cemented
carbide, porous bronze bearing, ferrous structural alloys, tungsten alloys
(German, 1994 ). Penggunaan komponen dari serbuk logam yang semakin
banyak mendorong pengembangan proses pembentukan komponen dari serbuk.
Dimana proses metalurgi serbuk dalam perkembangannya mampu menggantikan
proses produksi yang dilakukan dengan pengecoran, permesinan dan penempaan.
Terutama proses ini cocok untuk volume produksi medium atau lebih dan
memiliki keunggulan yang kompetitif ( Kalpakjian, 1995 ). Beberapa keuntungan
produksi dengan metalurgi serbuk, antara lain; serbuk yang murni dapat
menghasilkan produk yang murni, ketelitian dimensi produk tinggi, dapat
menghasilkan karbida sinter, produk bimetal yang terdiri dari lapisan logam
1

yang berbeda, proses ekonomis karena tidak ada material yang terbuang. Tetapi
ada kelemahannya, antara lain; peralatan pembuatan serbuk mahal dan sangat
rumit, untuk benda dengan bentuk rumit sulit dibuat, hasil produknya cenderung
porous (Amstead, 1990 ).
Pembentukan komponen dengan proses metalurgi serbuk melalui beberapa
tahapan, yaitu pembuatan dan penyiapan serbuk, kompaksi dan sintering, serta
untuk menambah densitas dapat dilakukan proses infiltrasi. Proses sintering
merupakan tahapan yang memegang peranan penting dalam menentukan sifatsifat produk yang dihasilkan, sehingga pengendalian dari proses sintering sangat
diperlukan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan dari
proses metalurgi serbuk. Ada beberapa variabel yang berpengaruh pada proses
sintering yaitu green compact, jenis bahan, ukuran serbuk, lingkungan sintering,
suhu, waktu dan laju pemanasan.
Metalurgi serbuk (P/M) aluminium menawarkan komponen dengan densitas
rendah, tahan korosi, konduktifitas listrik dan panas yang baik, mudah dikenai
proses finishing dengan harga kompetitif. Alasan utama penggunaan P/M
aluminium adalah kemampuan untuk menghasilkan komponen dengan bentuk
yang rumit dengan ongkos produksi rendah, disamping sifat-sifat diatas
(Anonim,2002).
Atomisasi air merupakan salah satu cara pembuatan serbuk logam tetapi
jarang digunakan untuk pembuatan serbuk aluminium,. Hal ini disebabkan oleh
dua alasan utama : (1) risiko ledakan proses atomisasi karena emisi hidrogen yang
cepat selama interaksi bubuk-air, (2) reaktivitas aluminium yang sangat tinggi

yang dapat menyebabkan oksidasi berat dari permukaan serbuk yang dihasilkan
dengan proses atomisasi air. Serbuk yang dihasilkan biasanya berbentuk irregular
dan terlapisi oksida. Oksida ini memiliki ketebalan yang tidak seragam pada
semua permukaan serbuk (Niekov dkk, 2001), struktur oksidanya amorphous dan
berwarna gelap (Glazoff dan Novak, 1999)
Serbuk aluminium yang dihasilkan dengan atomisasi air sangat jarang
dipakai sebagai bahan penelitian dalam metalurgi serbuk. Laboratorium Bahan
Teknik jurusan Teknik Mesin UGM telah melakukan rekayasa pembuatan alat
atomisasi air untuk serbuk aluminium dan dihasilkan serbuk aluminium yang
bentuk partikelnya tidak beraturan (irregular) dan permukaannya terlapisi oleh
oksida , sehingga perlu dipelajari sifat fisik dan mekanik serbuk aluminium hasil
atomisasi air tersebut setelah dikenai proses metalurgi serbuk, supaya dapat
dimanfaatkan dalam rekayasa teknik.
.

2.

Faedah yang diharapkan

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi peneliti yang akan
mempelajari mengenai metalurgi serbuk khususnya sintering serbuk aluminium
dari atomisasi air, dan secara umum dapat mendorong pengembangan teknologi
serbuk di Indonesia sebagai salah satu teknologi manufakturing yang cukup
potensial dimasa datang.

B. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu sintering dan


lamanya waktu sintering terhadap sifat fisik ( konduktifitas panas, densitas) dan
sifat mekanik (bending, kekerasan ) dari serbuk aluminium hasil atomisasi air
setelah mendapatkan perlakuan metalurgi serbuk dengan beban kompaksi tetap
(150 MPa ). Penelitian ini juga mempelajari fenomena fisik pada hasil proses
sintering dengan pengujian SEM. Tujuan akhir dari penelitian ini adalah
menghasilkan data empiris yang menunjukan kencenderungan pengaruh
perubahan suhu dan

waktu sintering serbuk aluminium hasil atomisasi air

terhadap konduktifitas panas, densitas, kekuatan bending, dan kekerasan .