Anda di halaman 1dari 5

1.

LAPORAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL


2. PERLUASAN DAN REHABILITASI GEDUNG KANTOR
3. KEJAKSAAN TINGGI KALIMANTAN TIMUR
4. Gedung Kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2016
merupakan bangunan kantor operasional baru bagi pegawai Kejaksaan Tinggi
Kalimantan Timur yang dilengkapi dengan sistem tata udara (Air Conditioning)
dan penerangan buatan (lampu), dimana geduung ini dilengkapi ruang rapat dan
teleconference serta dilengkapi dengan aula. Untuk keperluan air bersih disuplay
dari ground water tank baru, sanitasi air kotor dan bekas disediakan septitank
dan sumur resapan.
5. Adapun dasar perhitungan Mekanikal dan Elektrikal sebagai berikut :

1. Kebutuhan Daya Listrik


6. Untuk me menuhi kebutuhan da ya listrik yang ada pada Gedung
Kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi Kalimantan Timur Tahun 201 6 yang
berfungsi sebagai ruang kerja, ruang rapat dan teleconference serta aula
membutuhkan

daya

listrik

60w/m2

(PUIL th

2011,

bangunan

menggunakan fasilitas AC), maka dapat dihitung kebutuhan daya listrik:


7. P daya gedung = Luas Gedung x 60 W/m2
8. = 1722,37 m2 x 60 VA/m2
9. = 105000 VA
10.

= 105 kVA

11. Sedangkan untuk kebutuhan kabel dan penampang dapat diketahui dari
perhitungan dibawah ini :
12.

I (Arus) = P(daya)N(tegangan)
13.

= 105000 VA/5300

14.

= 19,81 Ampere
1. 1

2.

15. Kabel yang digunakan untuk kapas itas arus s ebes ar 19,81 Ampere
dapat digunakan kabel feeder NYY 3 x 2,5 mm2 yang mampu dilalui
arus listrik sebesar 25 Ampere

2. Kebutuhan Pencahayaan Dalam Gedung


16. Ses uai fungs i dari Gedung Kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi Kalimantan
Timur Tahun 201 6 dengan pencaha yaan buatan yang diperlukan
mengacu pada standar peraturan s ebes ar 350 lux (PU IL th 2000,
Ins talasi Penerangan).

3. Instalasi Sistem Tata Udara Gedung (Tug)


3.1.

Lingkup Pekerjaan
17. Lingkup pekerjaan dari instalasi sistem tata udara adalah:
18. Sistem Air Conditioning.
19. Sistem Ventilasi, Udara Segar dan Exhaust.

3.2.

Kriteria Perancangan
20. Kriteria perancangan disusun berdasarkan standar dan peraturan yang
beriaku untuk memenuhi kebutuhan udara nyaman di dalam gedung.
Kriteria perancangan tersebut mencakup:
21.

a.

Kondisi udara luar untuk perancangan ( outdoor design

conditions)

22. Parameter

25. Kondisi udara luar


26. Beda temperatur harian rata - rata

23. Temperatu
r
27. 34CD
B 10

24. Kelembab
an Relatif
28. 74% RH

29.

30.

b.

Kondisi udara ruangan yang direncanakan (indoor design

conditions)
1. 2
2.

31. Ruang
34. Ruang kerja

32. Temperatur
35. 23 2C

33. Kelembaban Relatif


36. 55-65% RH : 55-65% RH :

37. Aula

DB
38. 232C

39. 55-65% RH

40. Ruag Rapat

41. 23 DB
2C

42. 55-65% RH : 55-65%

43.

4. Standar Dan Peraturan Yang Berlaku


44. Standar dan peraturan yang dipakai sebagai acuan dalam perancangan sistem
adalah:
1

American Society of Heating Refrigeration and Air Conditioning Engineers


(ASHRAE). Untuk pedoman dari ASHRAE, digunakan ASHRAE Pocket Guide
for Air Conditioning, Heating, Ventilation, Refrigeration terbitan 2002 terutama
chapter 1-7 dan 11-13, dan ASHRAE Handbook of Fundamentals, 2001.

Sheet

Metal

and Air

Conditioning

Contractors

National Association

(SMACNA).
45.

Untuk pedoman dari SMACNA, digunakan HVAC System Duct Design

Third Edition, terbitan 1990 terutama chapter 1,3 s/d 12 dan 14.
46.

National Fire Protection Association (NFPA) Approval Guide 2003, chapter

5, 7, 13 & 14 dan NFPA Standar 90 A & 90S.


47. Standar Nasional Indonesia (SNI) :

Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara Pada


Bangunan Gedung (SNI 03-6572-2001),

Tata Cara Perencanaan Teknis Konservasi Energi pada Bangunan Gedung


(SK SNI T-14-1993-03)

48. 5.

Perhitungan Teknis

49. Perhitungan yang dibuat meliputi perhitungan beban pendinginan ruangan


(AC) untuk membantu pemilihan jenis dan kapasitas unit mesin pendingin (AC)
yang akan digunakan, dan perhitungan beban ventilasi udara supply dan exhaust untuk
menentukan pemilihan jenis dan kapasitas unit fan yang digunakan.
50. Sistem Pendinginan Udara Ruangan (AC)
1. 3
2.

51. Sistem AC yang dipilih untuk digunakan pada Gedung Kantor Kejaksaan
Tinggi Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2016 dan fasilitasnya adalah AC air cooled
individual unit tipe split wall mounted untuk pemakaian di kantor dan AC di
ruangan publik. Sistem ini dipilih karena:
Sistem individual sangat efisien dari segi operasionainya. Indoor unit AC
dan control dipasang pada masing-masing ruangan secara terpisah sehingga
pemakaiannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Unit AC dapat dipasang secara gradual (dapat dipasang untuk ruang-ruang
yang akan digunakan segera).
Unit indoor pada setiap ruangan tidak membutuhkan ruang tersendiri.
Panjang pipa refrigeran antara unit indoor dan outdoor relatif jauh, sehingga
penempatan unit outdoor lebih fleksibel, dapat ditempatkan di balkon atau
di atap.
Andal operasinya.
Biaya perawatan dan perbaikan rendah.
Suara yang ditimbulkan mesin rendah.
Dapat memberikan suatu kondisi temperatur yang diinginkan sesuai dengan
kisaran spesifikasiunit AC.
52. Kontrol AC
a. Unit AC yang terdapat di setiap ruangan, dihidupkan/dimatikan dan diatur
temperatur keluarannya secara manual oleh penghuni ruangan tersebut dengan
menggunakan remote control yang terdapat pada setiap unit.
b. Unit AC untuk ruang publik dihidupkan/dimatikan dan diatur pemakaiannya
oleh operator dari pihak pengelola.
53.

54.Material Dan Peralatan


a. Pekerjaan Pipa
55.

Pipa refrigeran : Cooper ASTM B.280


1. 4

2.

56.
57. b.
58.

Pipa condensasi : Pipa PVC klas AW


Isolasi
Pekerjaan pipa dan asesoris: Polyethelene foam, density 7 Ib/cuft, K

value 0,26 Btuh/F Sqft


59.

Pekerjaan ducting : Glasswool, density 1,5 Ib/cuft, aluminium foil

vapour barrier, K value 0,26 Btuh/FSqft


c. AC unit
60.

Panasonic CS/CU PN 09 RKJ 800 W Split 1 PK

61.

Sharp AH-AP9NHL New Plasmacluster 1 PK

62.

Panasonic CS/CU PN 18 RKP 1700 W Split

63.

1. 5
2.