Anda di halaman 1dari 4

Jl.

Raya Utara No 03 Sutojayan Blitar


Telp. (0342)444168 Fax. (0342)444289
Email : rsuaulia@yahoo.com
KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM AULIA BLITAR
NOMOR :
T E N TAN G
KEBIJAKAN ASESMEN PASIEN RSU AULIA BLITAR
DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM AULIA BLITAR
Menimbang : a. bahwa dalam rangka upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah sakit umum
aulia blitar, maka dipandang perlu untuk membuat kebijakan tentang Asesmen
Pasien Rumah sakit umum aulia blitar;
b. Bahwa untuk maksud sebagaimana huruf a, maka perlu ditetapkan dengan
Keputusan Direktur Rumah sakit umum aulia blitar.
Mengingat : 1. Undang Undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran;
2. Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5063);
3. Undang Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 153, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5072);
4. Keputusan Presiden RI Nomor 40 Tahun 2001 tentang Pedoman Kelembagaan
dan Pengelolaan Rumah Sakit Daerah;
5. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 512 / MENKES / PER / IV / 2007
tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran;
6. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 269 / MENKES / PER / III / 2008
tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran;
7. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 17 Tahun 2013 tentang perubahan atas
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/ MENKES / 148 / I / 2010
tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Perawat;
8. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Standar
Pelayanan Kefarmasian di Apotek;
9. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 436 / MENKES / SK / VI / 1993
tentang Berlakunya Standar Pelayanan Rumah Sakit dan Standar Pelayanan
Medis di Indonesia;
10.Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 374 / Menkes / III / 2007 tentang
Standar Profesi Gizi;

Jl. Raya Utara No 03 Sutojayan Blitar


Telp. (0342)444168 Fax. (0342)444289
Email : rsuaulia@yahoo.com
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
PERTAMA : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM AULIA BLITAR
TENTANG ASESMEN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM AULIA BLITAR;
Kedua
: Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan disampaikan kepada pihak
terkait untuk diketahui dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dengan
ketentuan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini,
maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di Blitar
Pada tanggal
Direktur,

dr. Maria Yohana

KEBIJAKAN ASESMEN PASIEN

Jl. Raya Utara No 03 Sutojayan Blitar


Telp. (0342)444168 Fax. (0342)444289
Email : rsuaulia@yahoo.com
RUMAH SAKIT UMUM AULIA BLITAR
Kebijakan Umum:
1. Asesmen pasien terdiri dari tiga proses utama:
a. Pengumpulan informasi dan data mengenai status fisik, psikologis, sosial dan ekonomi serta
riwayat kesehatan pasien;
b. Analisis data dan informasi, termasuk hasil tes laboratorium dan pencitraan diagnostic
(imaging diagnostic) untuk mengidentifikasi kebutuhan perawatan kesehatan pasien;
c. Pengembangan rencana perawatan untuk memenuhi kebutuhan pasien yang telah
diidentifikasi.
2. Semua pasien yang dirawat di RSU Aulia Blitar diidentifikasi kebutuhan perawatan
kesehatannya melalui proses asesmen awal yang ditetapkan dan akan menghasilkan suatu
diagnosis awal. Hal ini berlaku pada pasien rawat inap , rawat jalan, atau gawat darurat.
3. Asesmen pasien terdiri dari asesmen awal dan asesmen ulang.
4. Asesmen awal terdiri dari asesmen awal medis dan asesmen awal keperawatan untuk
menentukan kebutuhan medis dan keperawatan pasien.
5. Semua pasien harus mendapatkan asesmen awal medis dan keperawatan minimal 24 jam
pertama perawatan.Untuk pelaksanaan asesmen rawat jalan dan gawat darurat harus memenuhi
standart waktu tertentu.
6. Hasil asesmen awal medis pasien rawat inap, asesmen awal medis yang dilakukan sebelum
pasien rawat inap atau sebelum tindakan rawat jalan, bila lebih dari 30 hari harus diperbaharui
dan pemeriksaan fisik diulangi. Bila dilakukan kurang dari 30 hari perubahan yang signifikan
harus dicatat.
7. Asesmen awal termasuk menentukan kebutuhan rencana pemulangan pasien pada pasien yang
membutuhkan pelayanan medis dan keperawatan berkelanjutan.
8. Isi minimal asesmen pasien rawat inap dan rawat jalan mengacu pada kebutuhan pasien sesuai
dengan masing-masing disiplin klinis (asesmen medis, keperawatan gizi dan farmasi).
9. Semua pasien rawat inap dan rawat jalan diskrining untuk rasa sakit dan dilakukan asesmen
apabila ada rasa nyerinya.
10. Ahli kesehatan yang melakukan asesmen memenuhi kualifikasi yang ditetapkan oleh RSU
Aulia Blitar dalam melaksanakan asesmen dan asesmen ulang. Yang termasuk ahli kesehatan
adalah dokter dan paramedis (perawat, ahli fisioterapis, ahli gizi dan ahli farmasi).
11. Semua pasien di asesmen ulang berdasar interval tertentu sesuai kondisi dan pengobatan
yang diterimanya untuk mengetahui respon pasien terhadap pengobatannya. Interval dapat
ditetapkan dalam ukuran hari, minggu, bulan atau sewaktu-waktu(akut) tergantung kondisi
pasien.
12. Semua hasil asesmen harus diinformasikan kepada pasien dan atau keluarga pasien.
13. Semua hasil asesmen harus dianalisis dan diintegrasikan serta didokumentasikan dalam
rekam medis Rumah sakit umum aulia blitar.
14. Asesmen pasien pada pelayanan penunjang (laboratorium dan pencitraan diagnostik) diatur
sesuai kebijakan masing-masing pelayanan tersebut.

Kebijakan Khusus

Jl. Raya Utara No 03 Sutojayan Blitar


Telp. (0342)444168 Fax. (0342)444289
Email : rsuaulia@yahoo.com
1. Untuk pasien populasi tertentu dilakukan asesmen tambahan dengan melakukan asesmen
individual untuk:
Neonatus.
Anak-anak.
Usia lanjut.
Sakit terminal.
Pasien dengan rasa nyeri yang kronis dan intens.
Kebidanan.
Pasien dengan kelainan emosional atau gangguan jiwa.
Pasien diduga ketergantungan obat atau alkohol.
Korban kekerasan.
Pasien yang mendapatkan kemoterapi.
2. Untuk setiap pasien yang akan meninggal dan keluarganya dilakukan asesmen dan asesmen
ulang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
3. Asesmen awal dapat mengidentifikasi kebutuhan akan asesmen lain, pasien dapat dirujuk
didalam atau keluar rumah sakit.
Direktur,

dr. Maria Yohana