Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN ASISTENSI

PRAKTIKUM MANAJEMEN PERSEDIAAN DAN PENGADAAN


MODUL 6
DESAIN LAYOUT GUDANG PT. ADVICS

Nama Instruktur : Muchammad Fauzi, S.T.


Nama Asisten

: Dewi Nur Holipah


Alfi Herdiansyah

Disusun oleh Kelompok 3 :


Muhammad Syahidil Islam

0516124022

Ahmad Rivai

0516124023

Riki Rhamdani

0516124025

LABORATORIUM PERANCANGAN OPTIMASI DAN SISTEM INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS WIDYATAMA
BANDUNG
2016

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.........................................................................................................................
2
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................................
3
1.1

LATAR BELAKANG MASALAH.......................................................................

3
1.2

TUJUAN PRAKTIKUM.......................................................................................

4
BAB II LANDASAN TEORI..............................................................................................
5
2.1

GUDANG................................................................................................................
5

2.1.1

Pengertian Gudang.............................................................................................

5
2.1.2

Fungsi Gudang...................................................................................................

5
2.1.3

Jenis-Jenis Gudang.............................................................................................

6
2.2

LAYOUT GUDANG...............................................................................................

10
2.2.1

Pengertian Layout Gudang ................................................................................

10
2.2.2

Jenis-Jenis Layout Gudang.................................................................................

2.2.3

Prinsip merancang Layout Gudang ...................................................................

11
14
2.2.4

Point Penting Layout Gudang ...........................................................................

14
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA..............................................
16

4.1

PENGUMPULAN DATA......................................................................................

16
4.2

PENGOLAHAN DATA.........................................................................................

16
BAB V ANALISIS................................................................................................................
31
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN.............................................................................
34
6.1

KESIMPULAN.......................................................................................................

34
6.2

SARAN....................................................................................................................

34
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................
35

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Setiap

perusahaan

baik

perusahaan

besar

maupun

perusahaan kecil akan menghadapi persoalan lay out. Semua


fasilitas-fasilitas untuk produksi baik mesin-mesin, buruh dan
fasilitas-fasilitas

lainnya

harus

disediakan

pada

tempatnya

masing-masing dan peralatan produksi dalam pabrik. Pengaturan


tata latak (layout) fasilitas pabrik dan area kerja merupakan
masalah yang sering dijumpai bahkan tidak dapat dihindari
dalam dunia industry meskipun untuk lingkup yang lebih kecil
dan sederhana, dapat berlaku untuk fasilitas pabrik yang sudah

ada maupun pengaturan tata letak fasilitas untuk pabrik yang


sama sekali baru.
Perusahaan logistik dapat dikatakan baik, apabila sebuah perusahaan dapat
menerapkan serta menjalankan proses logistik yang baik dalam kegiatannya,
khususnya pada perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur, mulai dari bahan
baku hingga barang jadi dan berakhir pada konsumen. Karena logistik merupakan
suatu ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan proses perencanaan dan penentuan
kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran bahan baku, bahan setengah
jadi, serta barang jadi ataupun alat-alat yang mendukung dalam kegiatan proses
produksi di sebuah perusahaan.
Perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur, terdapat fasilitas yang
berfungsi untuk menyimpan barang, baik itu bahan baku, barang setengah jadi dan
barang jadi yang akan dikirimkan dari suatu tempat ke tempat yang lain yang
disebut dengan gudang. Gudang sangat berperan penting dalam sebuah
perusahaan, karena gudang merupakan fasilitas yang digunakan untuk menimbun,
menyimpan, dan mengepak suatu barang dengan tujuan agar barang-barang
tersebut terhindar dari kerusakan dan kehilangan akibat ulah manusia, binatang
maupun karena suhu atau cuaca.
1.2 TUJUAN PRAKTIKUM
Adapun tujuan penulisan dari laporan ini adalah sebagai berikut :
1. Memahami bagaimana desain Layout gudang dilakukan
2. Menentukan luas lantai suatu gudang
3. Mengaplikasikan desain Layout gudang

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 GUDANG
2.1.1 Pengertian Gudang
Gudang merupakan fasilitas khusus yang bersifat tetap, yang dirancang untuk
mencapai target tingkat pelayanan dengan total biaya yang paling rendah. Gudang
pada dasarnya adalah bangunan yang secara fisik mempunyai kriteria tertentu
sebagai tempat penyimpanan barang, yang mana di dalamnya terdapat proses
pergudangan (warehousing) berupa storage dan material handling.
Pengertian gudang menurut beberapa ahli :
1. Menurut Perpu Nomor 5 Tahun 1962 Gudang adalah ruangan yang
tidak bergerak yang dapat ditutup dengan tujuan tidak untuk dikunjungi
untuk umum, melainkan untuk dipakai khusus sebagai tempat barang.

2. Menurut John Warman (2004), gudang (kata benda) adalah bangunan


yang dipergunakan untuk penyimpan barang dagangan. Pergudangan (kata
kerja) adalah kegiatan menyimpan dalam gudang
3. Menurut Ibnu syamsi (1997 : 28) Gudang adalah ruangan untuk
menyimpan barang yang berdinding, beratap dan terkunci.
2.1.2 Fungsi Gudang
1. John Warman (Managemen Pergudangan, 1988) menyatakan bahwa
fungsi utama pergudangan adalah tempat penyimpanan bahan mentah (raw
material), barang setengah jadi (intermediate goods), maupun tempat
penyimpanan produk yang telah jadi (final goods), selain itu juga menjadi
tempat penampungan barang yang akan dikirim atau barang yang baru
datang. Dan gudang mempunyai peran penting guna mendukung keberhasilan
perusahaan dalam mencapai tujuannya.
2. Donal J. Bowersox (Managemen Logistik, Tahun 2000)mengatakan bahwa
gudang dapat digambarkan sebagai suatu sistem logistik dari perusahaan
yang berfungsi untuk menyimpan produk dan erlengkapan produksi lainnya
(bahan baku, good-in-process, barang jadi, spareparts, supplies dan dead
stock) dan menyediakan informasi status kondisi material/produk yang
disimpan di gudang sehingga informasi tersebut mudah diakses oleh siapapun
yang berkepentingan dan selalu up-to-date. gudang mempunyai peran penting
guna mendukung keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya.
3. Donal J. Bowersox (Managemen Logistik, Tahun 2000) mengatakan
bahwa gudang dapat digambarkan sebagai suatu sistem logistik dari
perusahaan yang berfungsi untuk menyimpan produk dan rlengkapan
produksi lainnya (bahan baku, good-in-process, barang jadi, spareparts,
supplies dan dead stock) dan menyediakan informasi status kondisi
material/produk yang disimpan di gudang sehingga informasi tersebut mudah
diakses oleh siapapun yang berkepentingan dan selalu up-to-date.

2.1.3 Jenis Jenis Gudang


Gudang Umum yaitu gudang yang digunakan untuk kepentingan umum (Public
Warehouse); Kegiatan perusahaan jasa pergudangan bagi siapapun dalam
menyewakan ruangan gudang untuk penimbunan dan jasa-jasa lainnya dengan
pungutan biaya. Karena kegiatan penyelenggaraan kegiatan warehousing ini
menyangkut penyimpanan / penimbunan barang milik pihak ketiga, maka
kegiatannya biasanya diatur oleh ketentuan-ketentuan Pemerintah, misalnya yang
menyangkut syarat-syarat penyelenggaraan kegiatan, perizinan, tanggung jawab,
tarif, dan lain-lain.

Gudang umum / Public Warehouse terdiri dari :


1). General Purpose Warehouse (Distribution Warehouse)
General Purpose Warehouse adalah gudang yang diusahakan didaerah market
/distributor,khususnya dalam rangka penimbunan barang-barang general cargo
untuk kepentingan penyaluran barang selanjutnya kepada manufacturers,
wholesaller atau retailers/pengecer, dengan melakukan kegiatan penerimaan,
penimbuanan, penyererahan barang-barang,pengangkutan,pengapalan dan lainlain.
2). Cold Storage
Cold Storage merupakan gudang untuk penyimpanan/penimbunan barang-barang
yang mudah rusak karena pembusukan ataupun penurunan kualitas, untuk
pengamanannya diperlukan fasilitas gudang yang dilengkapi dengan alat-alat
pengontrol temperatur, kelembaban udara ataupun sistem ventilasi tersendiri.
3). Special Commodity Warehouse
Special Commodity Warehouse adalah gudang yang dipergunakan untuk
menyimpan/menimbun barang-barang hasil pertanian/agriculture yang biasa
terdapat di daerah produksi pertanian, khusus kepentingan para pedagang

perantara/tengkulak atau produsen. Selain kegiatan-kegiatan sebagaimana


dalam General Purpose, biasanya juga dilakukan kegiatan-kegiatan processing,
sorting, balling dan bagging. Sebagai contoh : Gudang Kakao, Lada, Kapas, dan
lain-lain.
4). Gudang Api
Gudang Api adalah gudang yang disediakan untuk menyimpan/menimbun barangbarang yang berbahaya karena mudah terbakar/explosive.

5). Gudang di dalam wilayah Bonded Warehouse/Kawasan Berikat


Gudang di dalam wilayah Bonded Warehouse/Kawasan Berikat merupakan
gudang yang berada dalam pengawasan pabean untuk menyimpan/menimbun
termasuk didalamnya kegiatan processing, asembling, repacking dan lain-lain
terhadap barang impor dengan mendapat fasilitas kepabeanan selama barang
tersebut tidak dikeluarkan ke daerah pabean Indonesia lainnya.
6). Gudang Pelabuhan
Gudang Pelabuhan adalah gudang yang berlokasi di pelabuhan-pelabuhan di-lini I
yang dikuasai oleh penguasa pelabuhan dan gudang-gudang ini digunakan untuk
menyimpan/menimbun barang-barang dalam rangka impor/ekspor, pemasukan
dan pengeluaran barang dari dan ke daerah pabean Indonesia lainnya, yang
sepenuhnya menjadi kewenangan Administrator Pelabuhan dan pengawasan
petugas pabean.
7). Gudang berbentuk Tangki dan Silo
Gudang berbentuk Tangki dan Silo adalah gudang atau tempat atau ruangan yang
pada umumnya digunakan untuk menyimpan/menimbun barang berbentuk cair
dan gas, misalnya : minyak goreng, minyak tanah, bensin, gas dan lain-lain.

Gudang Khusus yaitu gudang yang digunakan untuk kepentingan pemilik


gudang itu sendiri (Private Warehouse): Pemanfaatan gudang untuk pemiliknya
sendiri, adalah fasilitas pergudangan yang khusus untuk meyimpan/menimbun
barang memilikinya sendiri dan tidak berkewajiban untuk menerima barangbarang milik orang lain.
Dalam bukunya yang berjudul Manajamen Logistik & Supply Chain
Manajement, th 200l. Miranda, S.T. & Drs Amin Widjaja Tunggal Ak, MBA
menyatakan bahwa bila perusahaan memutuskan untuk menyimpan produk di
tanah lapang, ia harus secara khusus memilih suatu celah ruangan, yang disebut
pergudangan umum (public warehousing) atau ruang sendiri maupun ruang sewa,
yang disebut pergudangan pribadi (private warehousing). Terdapat 6 jenis gudang
yang biasa digunakan, yaitu:
1. Gudang barang dagangan umum untuk barang hasil pabrik (general
merchandise warehouses for manufactured goods).
2. Gudang untuk penyimpanan yang bersifat dingin (refrigerator or coldstorage
warehouses). Gudang ini menyediakan lingkungan penyimpanan yang dapat
dikendalikan temperaturnya.
3. Gudang dengan bea/pajak (bonded warehouses) Barang-barang seperti
tembakau dan minuman beralkohol impor disimpan di gudang ini.
4. Gudang barang-barang rumah tangga (household goods warehouses).
Digunakan untuk penyimpanan property pribadi. Properti ini secara khusus
disimpan dalam jangka panjang yang sifatnya sementara.
5. Pergudangan komoditas khusus (special commodity warehouses).
Pergudangan komoditas khusus digunakan untuk produk pertanian khusus
seperti butir padi, wol dan katun.
6. Pergudangan penyimpanan barang penting (Bulk storage warehouses).
Pergudangan bulk storage memberikan tangki penyimpanan cairan dan

penyimpanan terbuka atau tersembunyi untuk produk kering seperti batu


bara, pasir dan barang-barang kimia.

2.2 LAYOUT GUDANG


2.2.2 Pengertian Layout Gudang
Menurut James M.Apple ,perancangan tata letak (layout) didefinisikan sebagai
perencanaan dan integrasi aliran komponen-komponen suatu produk untuk
mendapatkan intelerasi yang paling efektif dan efisien antar operator, peralatan
dan proses tranformasi material dari bagian penerimaan sampai ke bagian
pengiriman produk jadi, selain ditentukan oleh besarnya ruangan ditentukan juga
oleh cara mengaturlayoutbarang yang disimpan(layout ruang gudang). Gudang
dengan tataruang sembarangan dan berserakan tentunya kurang efisien
dibandingkan dengan tata ruang yang diatur dengan rapih.
Bila gudang tidak sepenuhnya digunakan, maka hal tersebut merupakan suatu
pemborosan. Baik pemborosan modal maupun pemborosan biaya dan tenaga
kerja. Sebaiknya kapasitas gudang direnanakan dengan baik. Selain ditentukan
oleh besarnya ruangan, kapasitas gudang juga ditentukan oleh cara mengatur letak
barang yang disimpan (Layout gudang). Tata letak gudang merupakan salah satu
keputusan untuk menentukan efisiensi operasi gudang perusahaan dalam jangka
panjang. Dampak strategi layout adalah:
a) Desain system produksi atau kerja di gudang
b) Daya saing perusahaan dalam hal kapasitas
c) Fleksibilitas

10

d) Mutu kehidupan kerja


Ttata letak yang efektif dapat membantu perusahaan dalam mencapai hal-hal
sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.

Pemanfaatan yang lebih besar atas ruangan, peralatan dan manusia.


Arus informasi bahan baku dan manusia akan lebih baik.
Lebih memudahkan konsumen.
Peningkatan moral karyawan dan kondisi kerja yang lebih aman

Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan besar kapasitas


gudang antara lain:
1. Besar ukuran dari masing-masing barang yang hendak disimpan. Semakin
besar ukuran barang akan memerlukan ruang yang sangat besar.
2. Waktu tenggang (lead time) dari pemesanan barang, jika waktu tenggang lebih
cepat maka ruang penyimpanan harus semakin besar.
3. Jumlah atau banyaknya barang yang harus disimpan dan frekuensi keluar
masuknya barang.
4. Faktor yang hendak diambil oleh pihak manajemen gudang yang meliputi
faktor kehabisan barang, faktor kekurangan tempat penyimpanan pada saat
barang tiba di gudang.
Selain ditentukan oleh besar ruangan, kapasitas gudang juga ditentukan oleh cara
mengatur letak barang yang disimpan (layout ruang gudang). Gudang dengan tata
ruang sembarangan dan berserakan tentunya kurang efisien dibandingkan dengan
gudang yang tata ruangnya diatur dengan rapi. Selain hal tersebut diatas, terdapat
hal lain yang harus diperhatikan, yaitu jenis barang yang disimpan apakah barang
tersebut termasuk:
1. Fast moving, yaitu barang sirkulasinya cepat, biasanya berupa barang-barang
yang laku cepat.

11

2. Slow moving, yaitu barang yang sirkulasinya lambat, biasanya berupabarangbarang yang lakunya lambat.
2.2.2 Jenis Layout Gudang
Berdasarkan arus keluar masuk barang, terdapat beberapa bentuk layout gudang
yang dapat diterapkan, yaitu:

1.)

Arus Garis Lurus Sederhana

Dengan menggunakan layout arus garis lurus sederhana , arus barang akan
membentuk garis lurus. Proses keluar masuk barang tidak melalui lorong atau
gang yang berkelok kelok sehingga proses peyimpanan dan pengambilan barang
relatif lebih cepat. Lokasi barang yang disimpan dibedakan antara barang yang
bersifat fast moving dan slow moving. Barang yang bersifat fast moving disimpan
di lokasi yang dekat dengan pintu keluar sebaliknya , barang yang bersifat slow
moving disimpan di lokasi yang dekat dengan pintu masuk. Arus garis lurus
sederhana adalah seperti pada gambar berikut :

Gambar 2.1 Arus Garis Lurus Sederhana


(Sumber : Modul 6 Praktikum MPP)

2.)

Arus U

12

Dengan menggunakan layout arus U , arus barang berbentuk U. Proses keluar


masuk barang melalui lorong atau gang yang berkelok-kelok sehingga proses
penyimpanan dan pengambilan barang relatif lebih lama. Lokasi barang yang akan
disimpan dibedakan antara barang yang bersifat fast moving dan slow moving.
Barang yang bersifat fast moving disimpan dilokasi yang dekat dengan pintu
keluar sebaliknya barang yang bersifat slow moving disimpan dilokasi yang dekat
dengan pintu masuk. Layout dengan arus U adalah seperti gambar berikut :

Gambar 2.2 Arus U


(Sumber : Modul 6 Praktikum MPP)

3.)

Arus L

Dengan menggunakan layout arus L, arus barang berbentuk L. Proses keluar


masuk barang melalui lorong atau gang yang tidak terlalu berkelok-kelok
sehingga proses penyimpanan dan pengambilan barang relatif cepat. Lokasi
barang yang akan disimpan dibedakan antara barang yang bersifat fast
moving dan slow moving. Barang yang bersifat fast moving disimpan dilokasi
yang dekat dengan pintu keluar sebaliknya barang yang bersifat slow
moving disimpan dilokasi yang dekat dengan pintu masuk layout dengan arus L
adalah seperti gambar berikut :

13

Gambar 2.3 Arus L


(Sumber : Modul 6 Praktikum MPP)

2.2.3 Prinsip merancang Layout Gudang:


Terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam merancang layout
gudang untuk arus gudang yg dirancang dapat digunakan sepenuhnya, yaitu :
a. Barang-barang fast moving diletakkan dekat dengan pintu keluar
b. Barang-barang slow moving diletakkan jauh dari pintu keluar
c. Jalan masuk dan jalan keluar harus sedemikian rupa agar memudahkan keluar
masuk barang baik dengan atau tanpa bantuan alat pemindah.
d. Bila frekuensi keluar masuk barang sangat tinggi, maka pisahkan antara pintu
masuk dan pintu keluar.
e. Minimasi rintangan keluar masuk barang.
f. Lorong atau gang harus memiliki lebar sedikit lebih besar disbanding alat
pemindah yang digunakan.
g. Tumpukan barang harus diletakkan pada tempatnya masing-masing agar
lorong-lorong mudah dilalui. Janganlah sampai tumpuannya meonjol keluar,
sehingga menyempitkan lorong dan akan terlihat kurang rapih.
h. Usahakan tersedia gudang sementara, berupa tempat untuk meletakkan
barang-barang sambal menunggu penempatan atau pengeluaran barang.
Sekaligus dapat digunakan untuk tempat pemeriksaan kualitas dan kuantitas
barang.
Siapkan pintu darurat sebagai jalan keluar dan masuk apabila akan menanggulangi
kebakaran ataupun musibah lainnya. Usahakan letaknya mudah dijangkau, mudah
diketahui, bentuknya cukup lebar, dan bahannya harus kuat dan tahan api.

14

2.2.4 Point Penting Layout Gudang


Selain prinsip di atas, masih terdapat hal penting yang perlu diperhatikan dalam
merancang layout gudang, yaitu :

1) Rintangan keluar masuknya barang


Adanya rintangan dapat menyebabkan tertundanya pengangkutan barang atau
bahkan sampai menghentikan arus keluar masuknya barang tersebut. Rintangan
yang terjadi dapat berupa menumpuknya barang didekat pintu masuk atau keluar,
alat-alat pemindah diletakkan di lorong-lorong yang dilalui sebagai jalan
masuknya keluar barang, atau banyaknya bekas pembungkus kemasan yang
dibiarkan begitu saja.
2) Lorong / Gang
Lebar lorong yang digunakan haruslah direncanakan dengan cermat dan harus
sedikit lebih lebar dibandingkan dengan alat pemindah yang digunakan, agar alat
pemmindah dapat bergerak dengan leluasa.
3) Letak tumpukan barang
Tumpukan barang harus diletakkan ditempat masing-masing agar loronglorongnya mudah dilalui. Jagalah jangan sampai tumpukannya menonjol keluar
sehingga akan menyempitkan lorong dan akan terlihat kurang rapi. Selain itu, jika
barang ditumpuk tidak beraturan maka akna diperlukan tenaga khusus untuk
memindahkan tumpukan barang-barang lain untuk mencari barang yang
dibutuhkan.
4) Gudang sementara

15

Sebaiknya disediakan gudang sementar untukmeletakan barang-barang sambil


menunggul penempatan atau pengeluaran barang. Gudang sementara bisa juga
digunakn untuk menila kualitas dan kuantitas barang.
5) Pintu darurat
Adanya pintu darurat berfungsi sebagai akses jalan masuk serta jalan keluar
apabila terjadi kebakaran atau musibah lain, pintu darurat diletakan di tempat
yang mudah dijangkau, mudah dlihat oleh orang, dan ukurannya dibuat lebih
besar agar bisa dilalui orang banyak.

BAB IV
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
4.1 PENGUMPULAN DATA
PT. Advics ingin membangun sebuah distribution center. Ia ingin melakukan
pembuatan layout dari distribution yang dimilikinya untuk mengetahui kebutuhan
tanah yang dibutuhkan. Pembuatan layout dilakukan berdasarkan produk yang
akan disimpan dan pallet yang digunakan. Penulis diminta untuk melakukan
pembuatan layout untuk distribution center tersebut.
4.2 PENGOLAHAN DATA
Langkah 1
Tentukan komoditas dan spesifikasi produk yang akan disimpan
dalam gudang.
Tabel 4.1 Data Awal 1

16

(Sumber : Pengumpulan Data)

Perhitungan

kelas

produk

didapatkan

dari

perhitungan

menggunakan rumus ABC sebagai berikut:


Tabel 4.2 Klasifikasi Rumus ABC 1

(Sumber : Pengolahan Data)

17

Nilai Penyerapan dana didapatkan dari rumus :

Nilai Penyerapan dana =

Harga

Presentase Kuantitas Barang Didapatkan dari rumus :


Presentase Kuantitas Barang=

Kuantitas (Unit)

Kuantitas Unit Produk


Jumlah Total Kuantitas Unit Produk

Presentase penyerapan dana didapatkan dari rumus :


Presentase Penyerapan Dana=

Nilai Penyerapan Dana


Jumlah Total Nilai Penyerapan Dana

Selanjutnya dari hasil perhitungan dilakukan kategori produk


berdasarkan presentase nilai penyerapan dana yang paling besar
hingga yang terkecil, dari 0% s/d 80% merupakan kategori
Produk A, 80% s/d 95% merupakan kategori Produk B, dan dari
95% s/d 100% merupakan kategori Produk C.
Berikut tabel hasil perhitungan klasifikasi rumus ABC:
Tabel 4.3 Klasifikasi Rumus ABC 2

18

(Sumber : Pengolahan Data)

Langkah 2
Tentukan jenis dan ukuran pallet yang digunakan untuk setiap
produk lalu tentukan kebutuhan pallet untuk masing-masing
produk.
Jenis Pallet : Pallet Plastik
Ukuran Pallet : Panjang 1,2m x Lebar 1m x Tinggi 1,5m
Kebutuhan Pallet untuk masing-masing produk sebagai berikut:
Tabel 4.4 Total Jumlah Pallet

19

(Sumber : Pengolahan Data)

P (Panjang) Tumpukan didapatkan dari hasil perhitungan:


PTumpukan=

Panjang Pallet
Lebar Box Produk

PTumpukan=

1,2 m
=3,15 m 3 m
0,38 m

L (Lebar) Tumpukan didapatkan dari hasil perhitungan:


LTumpukan=

Lebar Pallet
Panjang Box Produk

PTumpukan=

1m
=2 m
0,5 m

20

T (Tinggi) Tumpukan merupakan standar yang diberlakukan


dalam perusahaan maksimal untuk penumpukan produk yaitu
3 tumpukan.

Safety Stock merupakan nilai 20% dari demand masingmasing produk

Total Inventory merupakan jumlah dari Demand + Safety Stock


tiap produk

Daya tampung ialah jumlah produk yang tersimpan dalam


sebuah pallet, jumlah ini didapatkan dari perkalian
DayaTampung=PTumpukan x LTumpukan x T Tumpukan
DayaTampung=3 x 2 x 3=18 Produk (Box)

Jumlah Pallet merupakan hasil dari Total Inventory dibagi


dengan

DayaTampung

Jumlah Pallet =

Total Inventory
Daya Tampung

Total Pallet adalah jumlah keseluruhan dari masing-masing


produk yang didapatkan yaitu sejumlah 4183 buah pallet.

21

Gambar 4.1 Layout Pallet & Rak


(Sumber : Pengolahan Data)

Langkah 3
Tentukan jumlah pallet / rak berdasarkan kategori bararang
klasifikasi ABC, dan menentukan kebutuhan luas gudang untuk
ruang penyimpanan produk. Berikut ini merupakan tabel hasil
perhitungan yang didapatkan dalam menentukan jumlah rak
total pada masing-masing kategori.
*Tinggi gudang adalah 3 meter, jumlah stage dapat ditentukan
sesuai kebutuhan.
Tabel 4.5 Jumlah Rak Total

22

(Sumber : Pengolahan Data)

Jumlah Pallet merupakan hasil dari Total Inventory dibagi


dengan

DayaTampung

Jumlah Pallet =

Total Inventory
Daya Tampung

Tinggi stage yang ditentukan adalah sebesar 1.14 meter


merupakan hasil perhitunagan dari:
Tinggi Stage=Tinggi Pallet +(Tinggi Box ProdukT Tumpukan)

Tinggi Stage=0.15 m+(0.33 m3)

Tinggi Stage=1.14 m

23

Jumlah Rak didapatkan dari perhitungan dibawah, dengan


ketentuan daya tamping satu buah rak bisa menyimpan 4
buah pallet:
Jumlah Rak=

Jumlah Pallet
DayaTampung Rak

Tentukan kebutuhan luas gudang untuk ruang penyimpanan


produk dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

1
2 M ( Ay + Wy)
2
Nx=
AxNz

Ny=

Nx = Jumlah Rak pada arah sumbu X

MAx
1
2 Nz Ay+ Wy
2

Ny = Jumlah Rak pada arah sumbu Y


Lx=( AxNx ) + ( Wx3 )+(2Wy )

Lx = Panjang Total keseluruhan gudang arah sumbu X


1
1
Ly= Ay+ Wy Ny+ Wy
2
2

Ly = Panjang Total keseluruhan gudang arah sumbu Y

Diketahui :
M : Jumlah Pallet / Rak

= 2092 Rak

Ax : Panjang Rak

= 3 meter

24

Ay : Lebar Rak

=1.5 meter

Wx : Lebar Gang Utama

= 8 meter

A : Panjang Forklift

= 3.5 meter

Wk : Lebar Pejalan Kaki

= 1 meter

Wy : Lebar Aisle

= 4.5m (A : 3.5m + Wk : 1m)

Nz : Jumlah Stage dalam Rak = 2

1
2 M ( Ay + Wy)
2
Nx=
AxNz

1
22092(1.5+ 4.5)
2
Nx=
32
Nx= 51,14

Nx= 52

Ny=

Ny=

M Ax
1
2 Nz( Ay+ Wy )
2

20923
1
22(1.5+ 4.5)
2
Ny= 20.45

Ny= 21

25

Lx=( AxNx ) + ( Wx3 )+(2Wy )

Lx=( 352 )+ ( 83 )+(24.5)


Lx=189 m

1
1
Ly= Ay+ Wy Ny+ Wy
2
2

1
1
Ly= 1.5+ 4.5 21+ 4.5
2
2

Ly=81m
Sehingga untuk mendapatkan Luas Gudang dapat diperoleh dari perkalian Lx
(luas keseluruhan arah sumbu X) dan Ly (luas keseluruhan arah sumbu X).
Luas Gudang=LxLy

Luas Gudang=189 m81 m


Luas Gudang=15309 m2

Setelah itu klasifikasikan jumlah rak berdasarkan kategori:


Tabel 4.6 Jumlah Rak per Baris Produk

(Sumber : Pengolahan Data)

Jumlah Rak per Baris merupakan Hasil pembagian Nx dibagi 4 (dari penentuan 3
buah gang utama /Wx)

26

Jumlah Rak per Baris=

Nx
52
;= =13 Baris
4
4

Langkah 4
Menentukan desain layout gudang dan material handling yang akan digunakan,
Design Layout Gudang yang kelompok kami gunakan adalah dengan layout
gudang lurus sederhana.

Gambar 4.2

Layout Gudang Arus Lurus Sederhana

(Sumber : Laporan Praktikum MPP Modul 6)

Material Handling
Menentukan tipe MHE (Material Handling Equipment) disesuaikan
dengan rencana operasional warehouse perusahaan, sedangkan
untuk menentukan jumlah MHE setiap tipe harus dilakukan
dengan analisa aktifitas operasional. Berikut ini merupakan
spesifikasi dari MHE pada gudang yang digunakan:
a) Forklift 2.5 ton diesel model CPCD25FR

; 10 unit

27

b) Hand Lift HULK 5 Ton


c) Peti Kemas (Informasi Keterangan)

; 12 unit

a) Forklift 2.5ton diesel forklift model CPCD25FR

Gambar 4.3 Forklift 2.5 ton CPCD25FR


(Sumber : https://www.alibaba.com)
Tabel 4.7 Spesifikasi Forklift

Brand /Model
Loading capacity
Load center
H1 lifting height
Tilting angles(forward/ backward)
Min right angle aisle width
A overall length including fork
B overall width
Dimensions
H overall height mast lowered
H2 overall height mast extend
Total weight
B3 Fork width
H4 Fork thickness
A3 Fork length
Engine Engine model
Rated power
Rotate speed at rated power

CPCD25FR
2500kgs
500mm
3000mm
6/ 12
2050mm
3500mm
1160mm
2095mm
4080mm
3600 kg
122mm
40 mm
1070 mm
490
39 kw
2650 rpm

28

Max. Torque
Rotate speed at max. Torque
Type of power shift

157 nm
1980 rpm
Hydraulic transmission

(Sumber : Pengumpulan Data)

b) Hand Lift HULK 5 Ton

Tabel 4.8 Spesifikasi Hand Lift

Model

SOLO5.0S

Fork Fork
Capacity
Span Length

Min.
Fork
Max.Fork
Steering
Fork
WheelHeight
Wheel
Height
tandem

Kg

(W)

(L)

(mm)

(mm)

(mm)

(mm)

5000

685

1220

85

195

80x70

180x50

(Sumber : Pengumpulan Data)

Gambar 4.4 Forklift 2.5 ton CPCD25FR


(Sumber : https://www.lokpal.com)

29

c) Ukuran Peti Kemas Berdasarkan Standar ISO

Penentuan lebar peti kemas diperlukan untuk menentukan load pengangkutan


barang dan juga untuk menentukan ukuran lebar pintu atau dek masuk dan
keluarnya aliran barang menggunakan truk kontainer.

Gambar 4.5 Peti Kemas Spesifikasi


(Sumber : https://www.google.com)

International Standart Organization [ISO] telah menetapkan ukuran-ukuran dari


peti kemas adalah sebagai berikut :
Kontainer Ukuran 20 Feet
Ukuran Luarnya : 20 [panjang] x 8 [lebar] x 8,6' [tinggi] atau 6.058 x 2.438 x
2.591 M.
Ukuran Dalamnya : 5.919 x 2.340 x 2.380 M.
Kapasitasnya : Cubic Capasity : 33 Cbm.
Pay Load : 22.1 Ton.
Kontainer Ukuran 40 Feet
Ukuran Luarnya : 40 [panjang] x 8 [lebar] x 8,6' [tinggi] atau 12.192 x 2.438 x
2.591 M.
Ukuran Dalamnya : 12.045 x 2.309 x 2.379 M.
Kapasitasnya : Cubic Capasity : 67.3 Cbm.
Pay Load : 27.396 Ton.

30

Kontainer Ukuran 45 Feet


Ukuran Luarnya : 40 [panjang] x 8 [lebar] x 9,6' [tinggi] atau 12.192 x 2.438 x
2.926 M.
Ukuran Dalamnya : 12.056 x 2.347 x 2.684 M.
Kapasitasnya : Cubic Capasity : 76 Cbm.
Pay Load : 29.6 Ton.
Langkah 5
Menentukan kebutuhan ruang fasilitas untuk aktivitas yang ada pada gudang
(operasional dan non-operasional), kemudian tentukan kebutuhan luas untuk
setiap aktivitas tersebut.
Tabel 4.9 Kebutuham ruang fasilitas

No

Fasilitas

Keterangan

Luas (m2)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Ruang Direksi
Resepsionis
Ruang Meeting
Office
Toilet 1
Toilet 2
Toilet 3
Mushola
Kantin
Pejalan kaki
Loker
Ruang Absen

Direksi Perusahaan
Penerima Tamu
Keperluan Kantor
Keperluan Kantor
Untuk Karyawan
Untuk Karyawan
Untuk Karyawan
Untuk Karyawan
Untuk Karyawan
Untuk Karyawan
Untuk Karyawan
Untuk Karyawan

16
44
84
144
27.5
55
55
27.5
64
354
66
24

(Sumber : Pengumpulan Data)

Langkah 6
Membuat rancangan layout gudang berdasarkan langkah-langkah sebelumnya.
Berdasarkan hasil perhitungan sebelumnya yang telah dilakukan, berikut ini
layout gudang berdasarkan klasifikasi produk ABC yang telah dibuat.

31

32

Gambar 4.6 Layout Gudang


(Sumber : Pengolahan Data)

33

BAB V
ANALISIS
5.1 ANALISIS
Penentuan design layout gudang dengan menggunakan layout arus
garis lurus sederhana ini lebih dipilih dibandingkan dengan desain layout Arus U
dan Arus L karena paling sederhana, dimana arus barang akan membentuk garis
lurus. Desain ini dipilih karena proses keluar masuk barang tidak melalui lorong
atau gang yang berkelok kelok sehingga proses peyimpanan dan pengambilan
barang relatif lebih cepat. Lokasi barang yang disimpan dibedakan antara barang
yang bersifat fast moving dan slow moving. Barang yang bersifat fast moving
disimpan di lokasi yang dekat dengan pintu keluar sebaliknya , barang yang
bersifat slow moving disimpan di lokasi yang dekat dengan pintu masuk.
Tabel 5.1 Data Analisis

(Sumber : Pengolahan Data)

34

Berdasarkan data tabel analisis diatas yang diperoleh dari


pengolahan
penentuan

data,

hal

kategori

pertama
prodak

yang

harus

berdasarkan

dicari

adalah

perhitungan

menggunakan rumus ABC, pengklasifikasian tersebut dilakukan


agar dapat mengetahui kelas dari masing-masing produk yang
nantinya akan disimpan dan dikelompokkan dalam gudang
antara barang yang bersifat fast moving dan slow moving.
Selanjutnya menyesuaikan kuantitas produk pada pallet yang telah dipilih dan
menghitung jumlah pallet pada masing-masing produk, hasil perhitungan
dibulatkan ke atas atau roundup. Sehingga didapatkan jumlah keseluruhan dari 20
produk sebanyak 4183 Pallet.
Pada gudang penyimpanan yang dibuat akan menggunakan rak sehingga jumlah
pallet pada masing-masing produk dibagi dengan daya tamping rak yang
digunakan yaitu sebanyak 4 buah pallet untuk satu buah rak. Hasil perhitungan
kembali dibulatkan ke atas atau roundup. Maka didapatkan jumlah rak
keseluruhan dari 20 produk sebanyak 1052 rak. Lakukan penjumlahan banyaknya
rak berdasarkan masing-masing kategori A, B, dan C untuk dapat menyusun
layout gudang sesuai dengan kategori barang fast moving dan slow moving.
Diperoleh hasil penjumlahan berdasarkan klasifikasi produk untuk kategori A
sebanyak 807 rak, kategori B sebanyak 163 rak dan kategori C sebanyak 82 rak.
Untuk mempermudah dalam penyimpanan dan layout produk dalam gudang,
maka jumlah rak dibagi menjadi sebuah baris dengan jumlah yang proposional
dengan mempertimbangkan jumlah dari gang utama yang akan dibuat, pembagian
dalam kasus layout gudang ini penulis membagi kedalam 13 buah rak dalam satu
baris untuk penyimpanan pada gudang, maka jumlah rak per kategori dibagi
dengan 13 maka didapatkan jumlah rak per 13 baris masing-masing kategori
produk. Diperoleh hasil penjumlahan berdasarkan klasifikasi produk untuk
kategori A sebanyak 62 baris, kategori B sebanyak 13 baris dan kategori C
sebanyak 6 baris. Jumlah total keseluruhan baris untuk 3 kategori A, B, dan C
adalah sebanyak 81 baris.

35

Pada

Layout

gudang

yang

telah

dibuat,

dengan

mempertimbangkan kebutuhan sipil pembuatan gedung maka


gudang dibagi 2 yaitu gudang gedung A dan gudang gedung B
yang bersebelahan, posisi penyimpanan produk dari perhitungan
pengolahan data pada gudang adalah sebagai berikut:
1) Gedung gudang A
A. Kategori Produk Kelas A
Baris Rak A1 kolom 13 -26 sampai dengan H1 kolom 13 -26
B. Kategori Produk Kelas B
Baris Rak H2 sampai dengan I2
Ditambah Baris Rak J1 kolom 14 -26
C. Kategori Produk Kelas A
Baris Rak J1 kolom 1 13 sampai dengan Baris Rak K kolom
1 13
Ditambah Baris Rak J2 kolom 14 26
2) Gedung Gudang B
A. Kategori Produk Kelas A
Baris Rak A1 kolom 13 -26 sampai dengan H2 kolom 13 -26
B. Kategori Produk Kelas B
Baris Rak I1 kolom 13 -26 sampai dengan J1 kolom 13 -26
C. Kategori Produk Kelas C
Baris Rak J2 kolom 13 -26
Luas gudang dari hasil perhitungan pengolahan data didapatkan:

Luas gedung gudang ( Gedung A & B)


Luas gedung barang masuk dan keluar
Luas gedung ruang fasilitas

= 15309 m2
= 3780 m2
= 111 m2

Luas keseluruhan gedung

=20200 m2

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

36

6.1 KESIMPULAN
Kesimpulan dari praktikum Layout Gudang pada PT. ADVICS ini menggunakan
klasifikasi produk dengan menggunakan rumus ABC, desain Layout gudang
dengan menggunakan jenis alur lurus sederhana karena merupakan desain yang
paling efektif dan efisien. Dan setelah melalui proses perhitungan desain Layout
gudang yang dibuat menggunakan luas gudang penyimpanan sebesar 15309 m2,
dan luas total keseluruhan bangunan Gudang sebesar 20200 m2.
6.2 SARAN
Penulis

menyarankan

sebaiknya

dalam

memperhatikan

pembuatan

faktor

Layout

keamanan

gudang

(safety)

baik

keamanan bangunan gudang itu sendiri ataupun keamanan yang


menyangkut karyawan yang bekerja pada gudang penyimpanan.

37

DAFTAR PUSTAKA
http://stiebanten.blogspot.co.id/2011/06/perencanaan-kebutuhan-material.html
http://lingkupmanajeman.blogspot.co.id/2016/06/manajemen-ruang-untuk-bahangudang.html
https://pakchandrablog.wordpress.com/category/tak-berkategori/

38

LAMPIRAN

39