Anda di halaman 1dari 7

TRANSKRIP TANYA JAWAB

TRAINING OF TRAINERS PMKP


GRAGE RAMAYAN HOTEL, 29 November 1 Desember 2016

Hari Pertama, 29 November 2016


SESI 1
RSUD Sinjai
Dari pemaparan narasumber, kami sudah mengikuti QPS Level 1 dan 2, kami sudah
mencoba menjalankan PMKP di rumah sakit kami. Tapi ada beberapa hal yang sulit
kami buktikan. Contohnya yang manajerial. Karena ketika di survei, kita sulit
membuktikan bagaimana kita melakukan itu? Trimakasih
Jawab (Dr. Hanevi) : pertanyaan mohon disimpan dulu, Karena akan dibahas siang
nanti pada Modul 2.

RS Mata Undaan Surabaya


Misalnya dalam suatu proses di RS kita sudah mendapatkan indicator-indikator
mutu yang harus diperbaiki, kemudian menurut pengalaman Narasumber. Di RS
saya ada indicator mutu ketepatan kedatangan dokter. Kemudian terlambatnya
waktu operasi tunggu terlampau panjang. Menurut Narasumber berapa besar
indicator mutu yang dapat kita perbaiki secara bersama-sama?
Jawab (Dr. Hanevi) : ini lebih jauh lagi dok, ini akan dibahas di modul 3 tentang
indicator.

SESI 2
RSUD Banyumas
Terimakasih, ada 2 pertanyaan yang akan saya tanyakan, pertama terkait dengan,
didalam pembuatan target indicator yang tadi dicontohkan, misalnya terkait
dengan assesmen awal medis. Jadi, misalnya di data awal ditemukan bahwa hasil
pengisian assesmen itu 60%, kemudian apakah ini ditetapkan 100%? Atau
bertahap? Kemudian yang kedua, ini mengenai CP. Terkait dengan part dua ini
adalah yang terkait dengan kepatuhanya ini. Teknis yang baik seperti apa ? apakh
CP ini dimasing2 rekam medis ini kita cantumkan 1 CP atau ada form khusus untuk
menilai. kemudian yang menilai CP ini kan dari ebrbagai profesikan? Siapakh yang
melakukan efektivitas CP ini, ataukah oleh dokter yang bersangkutan atau kah
dikroscek dengan profesi yang lain?
Jawab (Dr. Hanevi) : jadi, kalua kita menetapkan maka nanti aka nada beberpa
pilihan. Pilihanya adalah membandingkan dnegan yang seharusnya. Atau
membandingkan dengan dislektis. Atau kita membandingkand engan RS lain.
Semua ini tergantung. Kalua asesmen awal ini terisi dalam waktu 24 jam. Kalua

memang harus 100%. Nah bagaimaan kalau diawal kita mendapatkan 60%.maka
disana tetap 100%. Lalu 40 % yang belum tercapai itulah yang kita lakukan
analysis. Kenapa dia belum tercapai. Jangan sampai nanti kita berfikirnya begini
saya ini tdiak pernah tercapa, jangan-jangan standar nya terlalu tinggi. Its oke,
untuk sesuatu yang memang tidak mandatory. Tapi memang untuk sesuatu yang
kurang dari 24jam, itu memang harus diisi 100%. Akan sedikit aneh, apabila kita
turunkan itu. Jadi, untuk yang tidak mandatory, dituliskan 100%. Namun untuk
yang mandatory, sesuai kesepakatan kelompok.

SESI 3
RSMM Jawa Timur
Kunjungan kelapangan atau study banding kerumah sakit lain, kebetulan rumah
sakit kami rumah sakit khusus mata, nah itu apakah kira-kira harus sama kerumah
sakit khusus mata ataukah kerumah sakit umum kemudian kita ambil semuanya
ataukah khusus mata saja? Trimakasih
Jawab (dr. Puti ) : itu semua tergantung dan kembali kepada kebijakan Rumah
Sakit ya bu. Topik dan pelayanan apasih yang akan kita redesign. Jadi, mislakan
rumah sakit ibu rumah sakit khusus mata dan ingin meredesign pelayanan mata,
ya khusus mata saja.

RS Mata Undaan Surabaya


Saya pernah mendengar atau membaca, pada kolom variansi ada istilah CP close
sama CP open, itu maksudnya bagaimana?seperti yang disebutkan tadi, untuk CP
direview ulang setiap dua bulan sekali, sehingga itu CP nya di revisi atau kah
diganti?
Jawab (dr. Puti dan dr. Hanevi) : kalau ada evident base terbaru, maka misalkan
ada PNPK terbaru maka diganti PPK1. Begitu juga misalkan kita temukan bahwa CP
ada yang praktek-praktek dilapangan dan tidak sesuai dengan CP kita, kita ganti
PPK berdasarkan informasi dari CP. Jadi bisa dari PNPK diganti, PPK nya diganti
bersama CP . untuk CP Open dan CP close, saya tidak terlalu jelas dengan CP open
dan CP close. Atau mungkin CP Open itu yang misalkan antibiotic nya disuruh
mengisi titik-titik dan diisi sendiri begitu. Jadi, jangan dilupakan bahwasanya CP itu
abgian dari PPK. Karena bunyinya di permenkes adalah PPK dapat dilengkapi
dengan CP. Gak ada ceritanya itu CP tnpa PPK.

RSUD Bekasi
CP itu kan digunakan untuk kendali mutu dan kendali biaya , boleh ndak kita
mikirnya terbalik? Jadi, sekarang kan BPJS. Bahwasanya di INA CBGs, kasusnya
sekian, kalau kita menerapkan CP kita yang berpedoman pada PPK yang
merupakan dari PNPK. Maka ada 20 item yang dilakukan. Tapi ternyata tekor, jadi
CP bisa nggak menyesuaikan dengan hal itu tadi, sehingga tidak semua item tadi
dilaksanakan?

Jawab (dr. Puti ): enggak boleh, jadi CP itu adalah salah satu instrument kendali
mutu dan kendali biaya. Jadi mutu nya harus dikedepankan.

RSJ Bali
Mengenai alur CP, seperti apa kita mencentang CP tersebut? Terimakasih.
Jawab (dr. Puti ) : jadi begini, setiap tiga bulan itu kita mau mengaudit CP topik
DHF. Kita kumpulkan 30 CP yang sudah diisi. Nah kotak-kotak ini kan nanti akan
diisi. Jadi CP nya nanti akan terisi kotak-kotak seperti ini, ini menandakan kapan
pelayanan itu diberikan. Tapi dari atas sampai bawah kita tuliskan kegiatan
pelayanan nya apa. Kemudian kotak-kotak ini diiskan kapan kegiatan ini harus
diberikan. Secara keseluruhan, berapa lama kasus itu akan dilayani. Untuk
evaluasi, CP ini nantinya akan diisi dengan contreng-contreng. Contreng itu yang
akan kita hitung, misalnya dibagi dengan kotak-kotak yang kecil itu. Dan apabila
yang tidak dicontreng tadi ada penjelasanya di bagian variansi, maka kepatuhanya
100%. Dan apabila kepatuhanya tidak ada dikolom variansi, maka kepatuhanya
hanya 80% saja.
SESI 4
Bagaimana cara emilih dari 3 itu, yang dari indicator kunci. Lalu apakah
yang
dipatok hanya indicator kunci saja, atau disertai oleh indicator kunci yang lain?
Jawab (dr. Hanevi ): jadi mikirnya harus kebalik ya, mikirnya bukan laboratorium
punya beberpa indicator dan dijadikan indicator kunci, bukan. Mikirnya adalah,
apabila di RS saya, indicator untuk Lab itu apa? Tentukan dulu Indikator untuk level
rumah sakit.

RSUD Bekasi
Mengenai kalau kita punya banyak indicator, kalau ada yang harus kita prioritaskan
untuk diperbaiki terlebih dahulu? Karena kalau langsung semuanya akan sulit.
Jawab (dr. Hanevi ) : kita punya data menunjukkan kita banyak kelemahnkelemahan disini. Sekarang indicator mana yang akan kita pilih dulu. Jadi yang
dipilih tadi 26 indikator. Kalau semua nya terpilih, masih ada sisa, maka indicator
yang sisa itu untuk tahun depan.

Disalah satu area penilaian PMKP adalah membandingkan inidikator mutu dengan
Best Practice. Jadi maksudnya Best Practice itu apa? Kemudain kriteria benchmark
internal dengan rumah sakit lain itu apakah adakriteria khusus atau PPK tersebut
bisa ditetapkan oleh RS tersebut.
Jawab (dr. Hanevi ): mohon dicatat dulu pertanyaanya akan saya jelaskan nanti
pada modul 4.

RSUD Depok
Mohon maaf mungkin selama ini saya salah mempersepsikan menentukan
indicator mutu, itu dari unit-unit itu kita minta mereka seperti yang disampaikan dr.
Hanevi , mereka mengerjakan laboratorium, rawat inap, kamar oprasi, itu ternyata
emilih indicator atau mehyusun indicator di unitnya . kemudian untuk indicator
yang telah disusun oleh unit tersebut, itu dikumpulkan ke mutu. Dari tim mutu ini
tadi, kita akan memilih mana dari sekian seluruh unit, itu yang sesuai dengan IAK
dan IAN dan SKP. Dan dari situ baru kita dari manajemen itu untuk menetapkan
indicator kunci. Bagaimana dok?
Jawab (dr. Hanevi ): jadi di akreditasi itu yang harus dibuktikan oleh RS, yang
pertama ini menetapkan area prioritas. Tapi boleh tidak apabila direktur
menetapkan prioritas, masukanya berdasarkan unit, itu boleh. Tapi kalau judulnya
memilih indicator dari unit, dijadikan indicator kunci, itu yang tidak cocok.
Manjemen harus meluruskan dulu area prioritas. Setelah itu, kita meminta unit
untuk mengusulkan indicator.

Hari kedua, 30 November 2016


SESI 5

Itu kan contohnya penurunan phlebitis, kalau mislakan data nya tentang (kurang
jelas), itu kan berarti (kurang jelas) pasien. Yang saya tanyakan, itu apakah semua
itu dari staf rekam medisnya itu dicari semua dalma sebulan. Kalau misalkan itu
sebulan kan berarti banyak sekali, Karena dalam sehari kan ada 300 pasien rawat
jalan. Kemudian kalau 300 dikali ini kan banyak sekali sampai ribuan. Nah
bagaimana cara mevalidasi data yang dibuat ke pasien itu (kurang jelas)
Jawab (dr. Hanevi) : Jadi ini terkait dengan sample. Pada waktu membuat kamus
indicator utama, kepatuhan assessment pasien rawat jalan, itu sudah ditentukan
metodenya. Kalaus ehari pasien saya 300, ya jangan semua di audit. Ambil
misalnya 10% nya saja. Jadi auditnya cukup 30. Auditor utama mengaudit 30.
Auditor berikutnya, ambil sample dari sample.

Dr. Linda Devita, RS Awal Bros Pekanbaru


Jadi kami sekarang memvalidasi, jadi kami memang punya indicator pada
manajerial, klinis dan patient savety. Setelah narasumber menyampaikan kalau itu
adalah minimal 90%. Berapakah kita harus memmvalidasi data kalau ternyata itu
tidak akurat dok?
Jawab : jadi validasi itu hanya dilakukan kalau ada ini, metode pengukuranya baru
atau sampai ke subjeck pengumpulan datanya berubah. Jadi 11 area klinis cukup
di validasi 1 kali.
Kalau di Rumah Sakit kami, terakhir pengumpulan data kan tanggal 30. Nah
misalkan pad atanggal itu datanya tidak valid, dan sudah masuk akhir bulan juga,

nah itu yang saya bingungkan. Jadi bagaiman cara mevalidasi data dibulan yang
sama? Contohnya observasi cuci tangan.
Jawab : kalau datanya dalam bentuk dokumen, kelengkapan inform konsen. Maka
meskipun skrang tanggal 30, datanya tidak valid. Maka kita bisa perbaiki dan kita
ambil ulang datanya.
Kan ada di rekam medis kan datanya, jadi diulang
lagi.mungkin datanya dikerjakan tanggal 1 atau 2 dibulan berikutnya, tidak apa2,
tapi itu masih menganalisa data bulan januari. Yang jadi masalah kalau ini
perspektif, misalkan saya mengamati kepatuhan cuci tangan, minggu ini saya
mengamati 10, minggu berikutnya 10, sehingga dalam satu bulan ada 40. Maka
validasinya jangan dilakukan pada minggu ke 4 terkahir. Setiap minggu 10 itu
langsung divalidasi. Wah ternyata beda, maka pada minggu kedua, kita double,
mengulang data minggu pertama sekaligus data minggu kedua.

Dr. Hari Purnama, Sp.THT.KL, RSUD Kab. Bekasi


Ada beberapa kasus, mungkin kita bisa berpatokan pada akar masalahnya ya dok,
tapi pada ebebrapa kasus yang saya perhatikan, masa bayar besar-besar jadi kecil.
Jadi malah dari top level management nya menginginkan jalan ramai. Padahal itu
kalau mau selesai ya selesai, seperti itu. Mungkin perlu pedoman khususnya, ini
tidak bisa diselesaikan. Pedoman nya apa saja ya dok?
Jawab : pedoman nya pakai risk grading dari KKP RS . setiap maslah itu dinilai dari
severity dan frequency. Begitu severity nya masuks entinel, itu udah pasti
warnanya merah, meskipun itu jarang terjadi, jadi harus masuk level rumah sakit.
Meskipun yang tau hanya kita saja, tanpa di blow up di masyarakat.
Apriliana LM, SKM, RSMM Jawa Timur.
Untuk
analisi data, tadi kan dokter menjelaskan bahwa ini harus dianalisi
setiap 3 bulan sekali. Untuk PDSA itu, analisi nya setiap bulan, Karena kami
berusaha dibulan selanjutnya itu , katakanlah kepatuhan cuci tangan masih 70%.
Sedangkan standar kami 100%. Nah, disetiap bulan itu kita melakukan PDSA tadi.
Apakah standard nya harus 3 bulan, atau boleh kalau kami melakukan itu setiap
bulan? Kemarin sudah disampaikan tentang indicator, bahwa ada indicator yang
sama seperti pencegahan di IAK-9, serta di FKP 4, itu kan biliknya PPI, nah
sebenarnya bukan di PMKP. Bagaimanakah caranya kita menghubungkan antara
PMKP, FMK dan PPI. Dalam hal tentang KTD, KNC dan keterkaitanya seperti apa ?
Jawab : baik ini, contoh knapa Analisa dan rekomendasi dalam siklus PDCA/PDSA
dilakukan sebulans ekali? Karena yang kita lihat adalah yang pertama trend. Yang
kedua kita bandingkan dengan rumah sakit lain. Yang kita bandingkan dengan
standart. Yang berikutnya adalah refrensi. Inilah pentingnya Analisa dilakukan 3
bulan sekali. Tapi misalkan ada penurunan, maka harus segera dilakukan validasi.

SESI 6
Diana Setiawati, RSJ Bali
Untuk kepatuhan cuci tangan, itu analsiisnya tidak mencapai target. Dari 100% kita
masih 40% begitu. (tidak jelas) untuk PDCA kita melakukan dengan sosialisasi pada

saat apel atau


dengan poster-poster jadi ada peningkatan
walaupun tidak mencapai 100% tapi ada kenaikan seperti itu.

keberhasiln

Jawab : jadi ingat ya, pertanyaan saya adalah apa contoh upaya atau kegiatan
mutu di RS anda. Contihnya pemasangan poster cara mencuci tangan. Itu sudah
merupakan upaya peningkatan mutu. Yang bertanggung jawab pemasangan gigi
dan poster cuci tangan. Jadi, PPI yang merancang posternya, tapi yang membuat
posternya bisa rekanan rumah sakit, dikoordinir oleh bagian humas, itu dikoordinir
oleh komkes atau humas. Tapi penanggung jawabnya adalah PPI.

SESI 8
Komentar Narasumber mengenai Role Play oleh Dr. Thahjono
Kelompok 5
-

Ini penting nya eye contact., jangan terlalu focus sama layer
Karena ini role play, jadi agak kaku
Paparanya mungkin bisa diimprovisasi

Kelompok 3
-

eye contact dengan peserta masih belum, jadi masih terfokus ke layar.
Intro nya, tidak membangun bina suasana dulu . terlalu tergesa gesa.

Kelompok 4
-

(komentar dr. Hanevi ) ternyata sudah lahir fasilitator-fasilitator baru, kata


kuncinya harus menguasai materi terlebih dahuu, kemudian memastikan
tujuan nya apa, sebagai fasilitator, kita harus mendorong agar peserta yang
menjawabnya. Kegiatannya apa supaya muncul sendiri. Setelah memahami
isi, juga tujuan nya apa. Pada waktu awal sebaiknya punya kontrak. Pada
waktu emfasilitasi, jadi harus faham mengelola waktu. Terkait dengan
penggunaan power point, harus powerfull. Jadi harus menampilkan point
nya. Untuk potong memotong tadi, kita dengarkan saja. Itu bisa jadi lempar
masalah ke teman-teman yang lain.
Jadi sebagai fasilitator harus
membuat timnya ikut bekerja.

Kelompok 2
-

Jadi intonasinya cukup bagus , tadi diingatkan untuk tidak berhenti


Secara keseluruhan bagus

Kelompok 1
-

jadi secara keseluruhan cukup bagus


untuk prosesnya juga cukup bagus
yang perlu diingat adalah pada waktu memfasilitasi, kesiapan dari bapak ibu
sekalian. Kesiapan untuk memfasilitasi. Bekal-bekalnya harus cukup banyak,

kemudian tahapan nya juga diperhatikan. Tahapan yang akan dilakukan


dalam proses fasilitasi itu apa saja yang tentunya tidak lepas dari tujuan
section tersebut.