Anda di halaman 1dari 44

LENGKONG PARK

PROPOSAL ECO WISATA EDUCATION

LENGKONG PARK
TANGERANG SELATAN PROPINSI BANTEN

Desa

: Lengkong Wetan

Kecamatan

: Serpong

Kota

: Tangerang Slatan

Provinsi

: Banten

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
1.

LATAR BELAKANG
Pariwisata adalah suatu kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan
masyarakat sehingga membawa berbagai dampak terhadap masyarakat setempat, bahkan
pariwisata dikatakan mempunyai energy trigger yang luar biasa, yang membuat masyarakat
setempat mengalami metamorphose dalam berbagai aspeknya. Di samping berbagai dampak
yang dinilai positif, hampir semua penelitian juga menunjukkan adanya berbagai dampak yang
tidak diharapkan, seperti semakin buruknya kesenjangan pendapatan antara kelompok
masyarakat, memburuknya ketimpangan ekonomi, dan lain-lain.
Dampak-dampak negatif tersebut di atas disebabkan karena pengembangan pariwisata
semata-mata dilakukan dengan pendekatan ekonomi dan pariwisata dipersepsikan sebagai
instrumen untuk meningkatkan pendapatan, terutama oleh bidang usaha swasta dan
pemerintah. Sementara itu banyak pakar yang mengadari bahwa pariwisata, meskipun
membutuhkan lingkungan yang baik, namun bilamana dalam pengembangannya tidak
memperhatikan daya dukung lingkungan dan kerentanan lingkungan terhadap jumlah
wisatawan akan menimbulkan dampak negatif. Dengan tingginya wisatawan yang berkarakter
Nature Based, pada satu sisi sangat positif dan bermanfaat, akan tetapi pada sisi lain terlihat
belum adanya pendalaman terhadap fungsi lingkungan atau masih banyak masyarakat yang
belum sadar akan pentingnya
Nature Related Tourism. Salah satu faktor terpenting untuk
menangani hal tersebut yaitu dengan cara merubah prilaku pengunjung dari sekedar
mengetahui menuju kepada suatu pemahaman keterkaitan alur dengan kehidupan manusia, dan
pendalaman terhadap sumber daya alam hayati atau ekosistemnya menjadi satu prioritas utama
dibandingkan dengan hanya memikirkan luas kawasan atau keindahan kawasan saja.
Sejalan dengan dinamika, gerak perkembangan pariwisata merambah dalam berbagai
terminologi seperti, sustainable tourism development, village tourism, ecotourism,
merupakan pendekatan pengembangan kepariwisataan yang berupaya untuk menjamin agar
wisata dapat dilaksanakan di daerah tujuan wisata bukan perkotaan. Salah satu pendekatan
pengembangan wisata alternatif adalah desa wisata untuk pembangunan pedesaan yang
berkelanjutan dalam bidang pariwisata. Ramuan utama desa wisata diwujudkan dalam gaya
hidup dan kualitas hidup masyarakatnya. Keaslian juga dipengaruhi keadaan ekonomi, fisik
dan sosial daerah pedesaan tersebut, misalnya ruang, warisan budaya, kegiatan pertanian,
bentangan alam, jasa, pariwisata sejarah dan budaya, serta pengalaman yang unik dan eksotis
khas daerah. Dengan demikian, pemodelan desa wisata harus terus dan secara kreatif
mengembangkan identitas atau ciri khas daerah.
Ramuan penting lainnya dalam upaya pengembangan desa wisata yang berkelanjutan
yaitu pelibatan atau partisipasi masyarakat setempat, pengembangan mutu produk wisata
pedesaan, pembinaan kelompok pengusaha setepat. Keaslian akan memberikan manfaat
bersaing bagi produk wisata pedesaan. Unsur- unsur keaslian produk wisata yang utama adalah
kualitas asli, keorisinalan, keunikan, ciri khas daerah dan kebanggaan daerah diwujudkan
dalam gaya hidup dan kualitas hidup masyarakatnya secara khusus berkaitan dengan prilaku,
integritas, keramahan dan kesungguhan penduduk yang tinggal dan berkembang menjadi milik
masyarakat desa tersebut.

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
Oleh sebab itu, pemodelan desa wisata bagi pembangunan pedesaan yang
berkelanjutan harus terus secara kreatif mengembangkan identitas atau ciri khas yang baru bagi
desa untuk memenuhi tujuan pemecahan masalah yang berkaitan dengan krisis ekonomi daerah
pedesaan, semakin bertambah akibat adanya berbagai kekuatan yang rumit, yang menyebabkan
baik berkurangnya kesempatan kerja maupun peningkatan kekayaan masyarakat desa, salah
satu jalan keluar yang dapat mengatasi krisis tersebut adalah melalui pembangunan industri
desa wisata skala kecil, sehingga mampu bersaing dan unggul dalam pembangunan daerah
pedesaan, dan dalam penciptaan lapangan kerja baru serta peningkatan kesejahteraan
masyarakat.
Prinsip pengembangan desa wisata adalah sebagai salah satu produk wisata alternatif
yang dapat memberikan dorongan bagi pembangunan pedesaan yang berkelanjutan serta
memiliki prinsip- prinsip pengelolaan antara lain, ialah: (1) memanfaatkan sarana dan
prasarana masyarakat setempat, (2) menguntungkan masyarakat setempat, (3) berskala kecil
untuk memudahkan terjalinnya hubungan timbal balik dengan masyarakat setempat, (4)
melibatkan masyarakat setempat, (5) menerapkan pengembangan produk wisata pedesaan, dan
beberapa kriteria yang mendasarinya seperti antara lain:
1. Penyediaan fasilitas dan prasarana yang dimiliki masyarakat lokal yang biasanya
mendorong peran serta masyarakat dan menjamin adanya akses ke sumber fisik
merupakan batu loncatan untuk berkembangnya desa wisata.
2. Mendorong peningkatan pendapatan dari sektor pertanian dan kegiatan ekonomi
tradisional lainnya.
3. Penduduk setempat memiliki peranan yang efektif dalam proses pembuatan keputusan
tentang bentuk pariwisata yang memanfaatkan kawasan lingkungan dan penduduk
setempat memperoleh pembagian pendapatan yang pantas dari kegiatan pariwisata.
4. Mendorong perkembangan kewirausahaan masyarakat setempat. Sedangkan dalam
prinsip perencanaan yang perlu dimasukkan dalam prelemenay, planning yaitu (1)
meskipun berada di wilayah pariwisata tak semua tempat dan zona lingkungan harus
menjadi daya tarik wisata dan (2) potensi desa wisata tergantung juga kepada kemauan
masyarakat setempat untuk bertindak kreatif, inovatif, dan kooperatif. Tidak semua
kegiatan pariwisata yang dilaksanakan di desa adalah benar-benar bersifat desa wisata,
oleh karena itu agar dapat menjadi pusat perhatian pengunjung, desa tersebut pada
hakikatnya harus memiliki hal yang penting, antara lain:
a) Keunikan, keaslian, sifat khas
b) Letaknya berdekatan dengan daerah alam yang luar biasa
c) Berkaitan dengan kelompok atau masyarakat berbudaya yang secara hakiki
menarik minat pengunjung
d) Memiliki peluang untuk berkembang baik dari sisi prasarana dasar, maupun
sarana lainnya.

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
Dalam upaya menjalankan Undang-Undang Otonomi Daerah (UU. No.22/99) yang
diberlakukan mulai tahun 2000, program desa wisata di TanahAir akan tuntas pada 2014.
Departemen Pariwisata mengembangkan pembangunan desa wisata dengan dua konsep utama,
yaitu akomodasi, dimana menjadikan unit-unit tempat tinggal penduduk sebagai konsep tempat
tinggal wisatawan, dan atraksi, integrasi wisatawan sebagai

partisipasi aktif dalam

keseharian penduduk, seperti bertani, bahasa, kerajinan tangan, dan hal-hal lain yang lebih
spesifik. Produk pariwisata ini nantinya akan menjadi daya tarik wisata lokal maupun
internasional, dengan difokuskan pada bentang alam, budaya , dan artificial (buatan manusia)
atau basis lainnya. Ada macam-macam daya tarik wisata yang menunjang pengembangan desa
wisata, seperti daya tarik yang berfokus pada alam,budaya, kenyamanan, dan keramah
tamahan. Di desa Lengkong Wetan, program pengembangan desa wisata ini, dikemas secara
terintegrasi oleh Yayasan Bangun Bina Anak Indonesia (YBBAI) dalam sebuah
lokalisasi yang dinamakan Kampung Pendidikan Mandiri (KPM). Di dalam kompleks KPM di
desa Lengkong Wetan ini desa wisata berada dibawah wadah yang dinamakan Lengkong
Park.
Lengkong Park adalah salah satu dari fasilitas penunjang dari konsep pendidikan
terpadu seperti juga halnya dengan Lengkong Agro, Perpustakaan Bumi, Rumah Sehat, dan
Lengkong Adventure. Rencana perluasan, pembentukan dan pembangunan struktur serta
infrastruktur KPM ini diharapkan dapat menjadi tempat tujuan bagi peminat pendidikan dan
pariwisata di tanah air. Dengan demikian desa wisata dalam konsep KPM yang merupakan alur
fikir dari YBBAI ini dapat menunjang pendapatan Pemerintah Daerah Provinsi Banten pada
khususnya.
Lengkong wetan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Serpong kotaTangerang
Selatan ini bermayoritas penduduk asli Betawi juga penduduk pendatang dari berbagai daerah
lain di Indonesia. Kepala keluarga di desa ini kebanyakan bermata pencaharian sebagai buruh
atau petani. Dengan tingkat pendidikan tertinggi yang kebanyakan lulusan sekolah dasar
mencapai persentase terbesar, menunjukkan bahwa akses pendidikan yang murah dan mudah
masih sangat jarang dijumpai dengan Luas desa Lengkong wetan 250,25 yang 50 % dai luas
wilayahnya merupakan bagian dari Kota Mandiri Internasional BSD, sedangkan yang 50 %
sisanya adalah desa asli yang dihuni warga pribumi desa ini.
Berpijak pada kenyataan yang ada, Yayasan Bangun Bina Anak Indonesia (YBBAI) sebuah
yayasan nirlaba yang perduli terhadap nasib putra-putri desa tergerak untuk mendirikan pusat

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
fasilitas pendidikan terpadu di Lengkong Wetan. Adapun pusat fasilitas pendidikan terpadu
tersebut kemudian di deklarasikan dengan nama Kampung Pendidikan Mandiri (KPM). Di
dalam KPM telah berdiri beberapa sekolah binaan YBBAI seperti TK, SMP dan SMK Plus
Berkualitas Lengkong Mandiri. Fasilitas penunjang pendidikan berupa pengembangan
kewisataan desa telah pula direncanakan untuk di integrasikan. Sehingga konsepnya tepat pula
bagi desa Lengkong wetan untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Pengembangan desa
wisata di Lengkong Wetan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Lengkong
Wetan, ditujukan agar dapat menjadi pusat tujuan wisata bagi masyarakat BSD City dan
Bintaro juga bagi kalangan peminat kewisataan dari Tanah Air. Lengkong Park memiliki paket
lengkap berwisata sambil belajar dengan karena di kemas dengan kelengkapan fasilitas
penunjang sepergi Lengkong Agro, Outbond, pusat turisme, relaksasi dan bungalow.
Kelengkapan akan bertambah dengan rencana pendirian sebuah perpustakaan museum
perjuangan di desa Lengkong Wetan yang mengangkat perjuangan tokoh terkenal seperti Daan
Mogot dan rekan-rekan. Di dalam DesaWisata ini, jelas akan dapat terlihat oleh pengunjung
sebuah integrasi antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung lain termasuk penyajikan
kultur dan tradisi kehidupan masyarakat desa adat Betawi.Serpong

1.

NAMA DAN ALAMAT YAYASAN


1. Nama dan alamat Yayasan
Nama Yayasan
Alamat

: YBBAI (Yayasan Bangun Bina Anak Indonesia )


: Jln. Raya Parigi, Lengkong Wetan, Serpong, TangSel
Provinsi Banten

2.

Nama dan alamat penanggung jawab


Nama Ketua

: Dr. Rizal Sikumbang

Alamat

: Jl. Mandar Utama No. 57 Bintaro sector 3 A


Kecamatan Pondok Aren Tangerang Selatan

3.

RANGKUMAN KEGIATAN
A.

Maksud Kegiatan
Sebagai tempat wisata yang dapat dinikmati oleh para wisatawan lokal
maupun wisatawan asing.

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
Meningkatkan pendapatan desa pada khususnya serta pendapatan
Daerah dan masyarakat pada umumnya, perluasan kesempatan dan
lapangan kerja, mendorong kegiatan industri penunjang pariwisata dan
industri sampingan lainnya.
Memperkenalkan dan mendayagunakan keindahan alam kawasan
Lengkong Wetan kepada para wisatawan.
B.

Tujuan Kegiatan
Menata kawasan Lengkong Wetan dengan desain yang artistik menarik

dan unik sebagai daerah kunjungan wisata domestic dan Internasional.


Tersedianya parasarana dan sarana fasilitas wisata yang memadai.
Tersedianya fasilitas yang memadai bagi pedagang lokal.

C.

Lokasi Kegiatan
Kawasan Lengkong wetan

yang di Kecamatan Serpong kota Tangerang

Selatan yang terletak diantara Bintaro dan BSD . desa ini mempunyai Karakter desa
yang masih murni, terdiri dari persawahan, perkebunan, sungai, empang dan desanya
mempunyai potensi-potensi yang dapat dikembangkan. Tetapi karena keterbatasan
kemampunya masyarakat setempat sehingga potensi potensi yang ada kurang dapat
dikembangan secara maksimal . Desa Lengkong wetan secara Administratif masuk
dalam Kecamatan Serpong Kota Tangerang Prpisi Banten berbatsan dengan Desa
Lengkong Karya dan desa Perigi. Jarak dari desa ke BSD hanya ditempuh dalam waktu
10 menit sementara jarak dari BSD kekota Tangerang hanya sekitar 12 km ata jarak 30
km dari jakarta. Desa Lengkong wetan memepunyai 10 RW yaitu , 4 RW di Kawasan Kota
BSD ( 850 KK) dan 6 RW dilingkungan diluar BSD( 800 KK ) atau 5.714 jiwa penduduk.

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK

Kawasan Perencanaan

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
D.

Rencana Kegiatan Pembangunan LENGKONG PARK

LENGKONG PARK
a) LENGKONG PARK adalah suatu bentuk perpaduan antara atraksi dan
akomodasi yang tersedia. Akomodasi serta fasilitas pendukung lainnya harus
disajikan secara bersamaan dengan keadaan dari struktur kehidupan masyarakat
di daerah tersebut, terutama unsur kedaerahan. Proses pengembangan desa
wisata selayaknya dilaksanakan dengan menekankan pada dua konsep yaitu,
penekanan pada akomodasi dan atraksi. Kemudian baru di tambahkan
kelengkapan lain yang mendukung seperti sarana transportasi, telekomunikasi
dan pusat pelayanan kesehatan. Tidak terkecuali kesiapan serta dukungan dari
aparat desa dan masyarakat umum di desa tersebut. Hal-hal lainnya seperti
makanan khas daerah, sistem pertanian, sistem sosial, alam yang asri serta
lingkungan yang masih terjaga adalah hal yang tidak kalah penting untuk
ditonjolkan demi terwujudnya desa yang layak disebut sebagai desa wisata.
b) Pertimbangan pemilihan lokasi kawasan desa wisata di Lengkong wetan
Kecamatan serpong kota Tangerang selatan adalah :
1. Akses jalan yang menghubungkan relatif baik.
2. Potensi sumber daya alam yang dapat berkembang.
3. Sebagai upaya penyebar luasan kunjungan wisatawan di ketiga kecamatan
tersebut mewakili wilayah di Kota Tangerag Selatan
4. Kapasitas sumber daya air yang memadai seperti Kali Angke,
5. Factor lingkungan desa alami berada pada desa desa di wilayah
kecamatan tersebut.
6. Memiliki pola transportasi yang mudah dicapai dari kota terdekat.
7. Dukungan hasil agrobisnis dan hasil pertanian, perikanan, [eternakan dan
perkebunan mendukung bagi pengembangan daya tarik wisata.
8. Aspek fisik yang meliputi : elemen tanah, elemen air ,dan elemen iklim di
ketiga kecamatan cukup memadai.
9. Aspek social, kehidupan penduduk sebagai layaknya mereka hidup dalam
pedesaan, pola usaha berkaitan dengan komposisi ekonomi yang dapat
berkembang dari berbagai potensi produksi. Lembaga masyarakat yang
hidup dalam kerukunan dan gotong royong.
10. Aspek biotis tersedia dari berbagai jenis seperti flora dan fauna.
11. Aspek topologis letak ketiga kecamatan desa wisata mudah dijangkau.
12. Aspek tata ruang lahan masih terbuka untuk dikembangkan.
13. Aspek kebudayaan dilatar belakangi kehidupan masyarakat petani yang
dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.
14. Aspek kerajinan merupakan kreatifitas dan inovasi masyarakat yang
mengembangkan produksi agrobisnis dari berbagai bahan mentah lokal.

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
c) Rencana Fasilitas yang akan dibangun di LENGKONG PARK
1. Luas lokasi LENGKONG PARK (EXISTING ) 5 Ha
2. Rencana Tapak Lengkong Park
3. Pengembangan Agro Wisata organic
4. Pengembangan Industri kreatif Masyarakat setempat (Bambu)
5. Pembangunan traning Center
6. Pengembangan Budaya Banten ( Betawi, Baduy )
7. Pembangunan Healt Food Resto
8. Pengembangan/peningkatan Pendidikan Formal
9. Pembangunan area wisata/taman bermain
10. Pembangunan guset house
11. Pembangunan Area Kali Angke
12. Pengembangan area Pemancingan dan Rumah Makan

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK

1. Perencanaan Tapak
Denah pembagian tapak

Tapak Lengkong Park

Sirkulasi Jalan Tapak Pariwisata

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
2.

Perencanaan Lingkungan Persawahan Organik

Rencana Petak Sawah Organik

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
3. Area Perkebunan Organik

4.

Pengembangan Industri Kreatif Bamboo UMKM

5. Perencanaan training Center

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
6.

Rencana Perumahan Kampung Betawi

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
Perumahan Penduduk Baduy
Lokasi Existing Rencana Kampung Baduy

Rencana Perumahan Baduy

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
7.

Healt Food Resto

RENCANA RESTAURANT DAN TEMPAT PEMANCINGAN

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
RESTAURAN DAN PEMANCINGAN EXISTING

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK

8. Pengembangan Penididikan Formal

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
9.

Perencanaan perbaikan Kali angke ( SEPERTI ZAMAN DULU )

KALI ANGKE EXISTING ( SAAT INI )

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
10. Perencanaan Tempat Parkir
Tempat Parkir Existing

Perencanaan Tempat Parkir Wisata

Taman Untuk Tempat Parkir Belakang

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
11. Perencanaan Fasilitas Barugak
Penahan Kerangka dari semen (Beton)

Kerangka Bangunan dari Bambu

Atap Alang alang (Jerami)

12. Perencanaan Faslitas Permandian Air Bersih dan MCK

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
13. Perencanaan Fasilitas Pedagang Lokal ( UMKM )
Atap bangunan dari atap alalng-alang jemamik

Kerangka Bangunan yang terbuat dari Bambu

14. Perencanaan Taman Bermain Anak

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
15. Perencanaan Lampu Taman

16. Rencana Taaman dan jembatan


Exixting

Rencana Perubahan

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
17. Rencana Guest house
Existing

Rencana Perubahan

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
18. Taman Untuk Jalan Turun Ke Lokasi Wisata
Jalan Turun Existing

Re

Rencana Jalan Turun Keloksi

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
19. Rencana jalan Masuk Lokasi Wisata
Jalan Masuk Existing

Rencana Perubahan

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
20. Taman depan SMK BLM

Taman dekat Parkiran Motor SMK

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
Rencana Taman Depan Lobi SMK

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
4.

ANALISA
A.

Analisa Prespektif
Perencanaan Lengkong Park dapat memberikan dampak pada masyarakat

kawasan sekitar baik dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positif yang di
timbulkan yakni terciptanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar (penjaga
parkir) dan juga sebagai wadah bagi pedagang lokal. Namun dampak negatif yang di
timbulkan dari perencanaan ini yakni terganggunya bagi masyarakat disana karena
sebagian Lengkong Park terdapat lahan produksi (pertanian).
Selain itu, adanya perencanaan ini dapat menambah jumlah pengunjung dan
juga menunjang kebutuhan wisatawan dengan berbagai fasilitas serta memberikan
estetika untuk tempat wisata tersebut dengan penataan yang sesuai dengan
peruntukanya.
B.

Analisa Masa Depan


Untuk 5 tahun kedepan dan seterusnya Lengkong Park akan menjadi kawasan

wisata utama di Tangerang selatan, karena dilihat dari pertumbuhan masa kini pada
Perkembangan Kota BSD dan Bintaro sudah mulai terdapat fasilitas penginapan. Selain
itu, Lengkong Park juga memiliki potensi yang sangat menarik untuk dikembangkan
dalam sektor Pariwista.
Untuk mencapai hal-hal tersebut dengan cara pengawasan dan penjagaan
terhadap Lengkong Park baik secara fisik maupun mutu dari LengkOng Park sebagai
kawasan wisata yang selalu dapat menunjang pertumbuhan ekonomi Daerah.
C.

Analisa Segmentasi Pasar


Segmentasi pasar sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di sektor

Pariwisata. Sasaran perencanaan ini atau segmentasi pasarnya adalah kepada kalangan
pemerintah dan kalangan masyarakat sekitar sebagai stakeholder dalam membantu
pembangunan. Dengan ini kami akan mempresentasikan atau memperkenalkan
perencanaan Lengkong Park kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Kota
Tangerang selatan guna mencapai target pasaran. selain itu, juga perlu mengadakan
sosialisasi terhadap masyarakat setempat untuk mengetahui perencanaan pada
LENGKONG PARK dalam melibatkan masyarakat sebagai stakeholder.

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
5.

RENCANA ANGGARAN BIAYA

No.

Nama

Jumlah

Harga Satuan Jumlah (Rp)


(Rp)

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
Ethnografi Baduy
A. Pengertian Etnografi
Etnografi berasal dari kata etnos yang berarti suku bangsa dan graphein yang berarti gambaran.
Jadi etnografi adalah gambaran tentang suku-suku bangsa. Menurut J.A. Cliffton, kesatuan
social dalam etnografi ditandai oleh:
1. Dibatasi oleh 1 desa atau lebih
2. Bahasa dan logat
3. Political Administracion
4. Identitas bersama
5. Wilayah geografi
6. Kesatuan ekologi
7. Ilmu penetahuan dan sejarah yang sama
8. Frekuensi interaksi yang tinggi
9. Susunan social mempunyai kecenderungan yang seragam
B. Kajian Etnografi Baduy
Adapun yang termasuk kajian etnografi pada masyarakat Baduy terdiri dari:
1. Lokasi dan Tempat Demografi
Baduy yang berlokasi di desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Rangkasbitung
Banten terdiri dari kampung Gajebo, Cikeusik, Cibeo,dan Cikertawana.dan terbagi atas abaduy
luar dan baduy dalam.Daerah yang berluas 138 ha, terdiri atas 117 kk yang menempati 99
rumah yang dinamakan Culah Nyanda atau rumah panggung, sedangkan rumah kokolot atau
duku dinamakan Dangka, yang menghadap keselatan.Masyarakat suku baduy yang
berpenduduk kurang lebih 10 ribu jiwa ini tinggal di wilayah yang berbukit-bukit, dan
berhutan-hutan, dengan memilki lembah yang curam sedang, sampai curam sekali.
Berdasarkan hasil pengukuran langsung di lapangan wilayah-wilayah pemukiman baduy ratarata terletak pada ketinggian 250 m diatas permukaan laut, dengan wilayah pemukiman di

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
daerah yang cukup rendah 150 m diatas permukaan air laut dan pemukiman yang cukuop tinggi
pada ketinggian 400 m diatas permukaaan laut.
Wilayah Baduy itu berdasarkan lokasi geografinya terletak pada 60 27 27 60 30 LU
dan 1080 3 9 1060 4 55 BT. wilayahnya berbukit bukit dengan rata rata terlelak pada
ketinggian 250m diatas permukaan laut.
b. Asal Muasal Sejarah Tempat
Mengenai asal usul orang Baduy, jawaban yang akan diperoleh adalah mereka keturunan dari
Batara Cikal, salah satu dari tujuh dewa atau batara yang diutus ke bumi. Asal usul tersebut
sering pula dihubungkan dengan Nabi Adam sebagai nenek moyang pertama. Menurut
kepercayaan mereka, Adam dan keturunannya, termasuk warga Baduy mempunyai tugas
bertapa atau asketik (mandita) untuk menjaga harmoni dunia. Mereka juga beranggapan bahwa
suku Baduy merupakan peradaban masyarakat yang pertama kali ada di dunia.
Pendapat lainnya yang membuktikan orang Baduy manusia tertua setidaknya di Pulau Jawa ,
berdasarkan bukti-bukti prasejarah dan sejarah, punden berundak Lebak Sibedug di Gunung
Halimun 3 km lebih dari Cibeo berusia 2500 SM masa neolitik, memiliki kesamaan simetris
dengan peninggalan yang sama dengan piramida di Mesir dan Kuil Mancu Pichu di Peru
ribuan tahun silam.
Sedangkan Arca Domas hingga kini masih misterius, terletak disebelah selatan Cikeusik
dihulu sungai Ciujung, pegunungan Kendeng. bagian selatan dan dipublikasikan pertamakali
oleh Koorders yang datang pada tanggal 5 Juli 1864 (Djoewisno, 1987). Arca domas adalah
menhir berukuran besar diatas punden berundak paling atas. Bangunan punden berundak ini
juga dilengkapi menhir lainnya. Mereka percaya arca domas adalah lambang Batara
Tunggal tempat dimana roh diciptakan dan berkumpul. Selain itu arca domas merupakan pusat
bumi dan asal muasal manusia diturunkan ke bumi dan menjadi nenek moyang orang
Baduy. Karena itu arca domas merupakan daerah larangan yang tidak boleh dimasuki orang
luar (purwitasari, 2000)
Asal-usul orang Baduy tersebut berbeda dengan pendapat para ahli sejarah, yang mendasarkan
pendapatnya dengan cara sintesis dari beberapa bukti sejarah berupa prasasti, catatan
perjalanan pelaut Portugis dan Cina, dan ceritera rakyat mengenai Tatar Sunda yang cukup

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
minimal keberadaannya. Masyarakat Baduy dikaitkan dengan Kerajaan Sunda atau yang lazim
disebut sebagai Kerajaan Pajajaran pada abad 15 dan 16, atau kurang lebih enam ratus tahun
yang lalu. Wilayah Banten pada waktu itu merupakan bagian penting dari Kerajaan Pajajaran,
yang berpusat di Pakuan (wilayah Bogor sekarang). Banten merupakan pelabuhan dagang yang
cukup besar. Sungai Ciujung dapat dilayari berbagai jenis perahu, dan ramai digunakan untuk
pengangkutan hasil bumi dari wilayah pedalaman. Dengan demikian penguasa wilayah
tersebut, yang disebut sebagai Pangeran Pucuk Umum menganggap bahwa kelestarian sungai
perlu dipertahankan. Untuk itu diperintahkanlah sepasukan tentara kerajaan yang sangat
terlatih untuk menjaga dan mengelola kawasan berhutan lebat dan berbukit di wilayah Gunung
Kendeng tersebut. Keberadaan pasukan dengan tugasnya yang khusus tersebut tampaknya
menjadi cikal bakal Masyarakat Baduy yang sampai sekarang masih mendiami wilayah hulu
Sungai Ciujung di Gunung Kendeng tersebut (Adimihardja, 2000). Perbedaan pendapat
tersebut membawa kepada dugaan bahwa pada masa yang lalu, identitas dan kesejarahan
mereka sengaja ditutup, yang mungkin adalah untuk melindungi komunitas Baduy sendiri dari
serangan musuh-musuh Pajajaran
c. Sistem Kepercayaan dan Religi
Suku Baduy yang merupakan suku tradisional di Provinsi Banten hampir mayoritasnya
mengakui kepercayaan sunda wiwitan.
Yang mana kepercayaan ini meyakini akan danya Allah sebagai Guriang Mangtua atau
disebut pencipta alam semesta dan melaksanakan kehidupan sesuai ajaran Nabi Adam sebagai
leluhur yang mewarisi kepercayaan turunan ini. Kepercayaan sunda wiwitan berorientasi pada
bagaimana menjalani kehidupan yang mengandung ibadah dalam berperilaku, pola kehidupan
sehari-hari,langkah dan ucapan, dengan melalui hidup yang mengagungkan kesederhanaan
(tidak bermewah-mewah) seperti tidak mengunakan listrik,tembok, mobil dll.
Ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Baduy menurut kepercayaan
sunda wiwitan:
1. Upacara Kawalu yaitu upacara yang dilakukan dalam rangka menyambut bulan kawalu
yang dianggap suci dimana pada bulan kawalu masyarakat baduy melaksanakan ibadah
puasa selama 3 bulan yaitu bulan Kasa,Karo, dan Katiga.

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
2. Upacara ngalaksa yaitu upacara besar yang dilakukan sebagain uacapan syukur atas
terlewatinya bulan-bulan kawalu, setelah melaksanakan puasa selama 3 bulan.
Ngalaksa atau yang bsering disebut lebaran.
3. Seba yaitu berkunjung ke pemerintahan daerah atau pusat yang bertujuan
merapatkan tali silaturahmi antara masyarakat baduy dengan pemerintah, dan
merupakan bentuk penghargaan dari masyarakat baduy.
4. Upacara menanam padi dilakukan dengan diiringi angklung buhun sebagai
penghormatan kepada dewi sri lambing kemakmuran.
5. Kelahiran yang dilakukan melalui urutan kegiatan yaitu:
1. Kendit yaitu upacara 7 bulanan ibu yang sedang hamil.
2. saat bayi itu lahir akan dibawa ke dukun atau paraji untiuk dijampi-jampi.
3. setelah 7 hari setelah kelahiran maka akan diadakan acara perehan atau selametan.
4. Upacara Angiran yang dilakukan pada hari ke 40 setelah kelahiran.
5. Akikah yaiotu dilakukannya cukuran, khitanan dan pemberian nama oleh dukun
(kokolot) yuang didapat dari bermimpi dengan mengorbankan ayam.
1. Perkawinan, dilakukan berdasarkan perjodohan dan dilakukan oleh dukun atau kokolot
menurut lembaga adat (Tangkesan) sedangkan Naib sebagai penghulunya. Adapun
mengenai mahar atau seserahan yakni sirih, uang semampunya, dan kain poleng.
Dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari tentunya masyarakat baduy disesuaikan
dengan penanggalan:
1. Bulan Kasa
2. Bulan Karo
3. Bulan Katilu
4. Bulan Sapar
5. Bulan Kalima
6. Bulan Kaanem
7. Bulan Kapitu
8. Bulan Kadalapan
9. Bulan Kasalapan

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
10. bulan Kasapuluh
11. Bulan Hapid Lemah
12. Bulan Hapid Kayu
Seperti yang telah diuraikan diatas, apabila ada masyarakat baduy yang melanggar
asalah satu pantangan maka akan dikenai hukuman berupa diasingkan ke hulu atau dipenjara
oleh pihak polisi byang berwajib.
d. Bahasa
Mayoritas masyarakat Baduy Sunda namun mereka tak menutup diri untuk terus mempelajari
Bahasa nasional yalkni bahasa Indonesia. Terbukti, tidak sedikit masyarakat Baduy yang dapat
berbahasa Inbdonesia.
e. Sistem Pemerintahan
Orang Baduy mengnggap dirinya sebagai keturunan jauh dari 7 Batara atau Dewa, yang
dikierim ke dunia di Sasaka Pusaka Buana oleh Batara Batara tunggal. Mereka membagikan
diri kedalam beberapa kelompok berdasarkan keturunan mereka. Karena itu mereka hidup
dalam pemukiman yang berbeda. Ada 3 pemukiman di Tangtu ( daerah bagian dalam ), yaitu
Cibeo,Cikeusek, dan Cikartawana.Setiap daerah pemuk,iman memiliki puun sendiri yang
secara adapt memiliki tugas khusus dan mengadakan hubungan dengan sejumlah pemukiman
di Dangka (daerah bagian luar Baduy).Setiap pemukiman luar memiliki pemimpin sendiri yang
disebut Jaro. Seluruh organisasi ini disebut Masyarakat tiga Tangtu dan tujuh Jaro. Dengan
semakin banyak penduduk ada juga orang Baduy yang kini tinggal diluar tata susun resmi,
yaitu di pemukiman tambahan yang disebut penamping atau pajaroan.
f. Kesenian
Dalam melaksanakan upacara tertentu, masyarakat Baduy menggunakan kesenian untuk
memeriahkannya. Adapun keseniannya yaitu:
1. Seni Musi (Lagu daerah yaitu Cikarileu dan Kidung ( pantun) yang digunakan dalam
acara pernikahan).
2. Alat musik (Angklung Buhun dalam acara menanan padi dan alat musik kecapi)
3. Seni Ukir Batik.

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK
g.Peralatan dan Teknologi
Kehidupan orang Baduy berpusat pada daur pertanian yang diolah dengan menggunakan
peralatan yang masih sangat sederhana. Dalam adapt Baduy terutama Baduy Dalam,
masyarakat tidak boleh menggunakan peralatan yang sudah modern. Mereka mengandalkan
peralatan yang masih sangat primitive seperti bedog, kampak, cangkul, dll.
h.Mata Pencaharian
Kehidupan orang Baduy berpenghasilan dari pertanian, dimulai pada bulan kaampat kalender
Baduy yang dimulai dengan kegiatan nyacar yakni membersihkan semua belukar untuk
menyiapkan ladang. Ada 4 jenis lading untuk padi gogo yaitu humas serang, merupakan suatu
lading suci bagi mereka yang berpemukiman dalam. Huma tangtu merupakan lading yang
dikerjakan oleh orang Baduy Dalam yang meliputi Huma tuladan atau huma jaro. Huma
penamping merupakan ladang yang dikerjakan oleh orang Baduy diluar kawasan tradisional.
i. Sistem Pengetahuan
Sistem pengetahuan orang Baduy adalah Pikukuh yaitu memegang teguh segala perangkat
peraturan yang diturunkan oleh leluhurnya. Dalam hal pengetahuan ini, orang Baduy memiliki
tingkat toleransi, tata krama, jiwa social, dan teknik bertani yang diwariskan oleh leluhurnya.
Dalam pendidikan modern orang Baduy masih tertinggal jauh namun mereka belajar secara
otodidak. Jadi sebetulnya orang Baduy sangat informasional sekali sebetulnya, tahu banyak
informasi. Hal ini ditunjang karena kegemaran sebagai orang rawayan (pengembara).
Sebagai penutup dan catatan penulis, kemungkinan bahwa budaya lama telah banyak
digantikan dengan budaya baru menandakan sebetulnya budaya sangat relatif dan adaptif di
lingkungan Suku Baduy, terutama Baduy luar. Namun, sebagai pelengkap yang lebih akurat
dibandingkan foklore (cerita rakyat) dan narasumber lainnya, adalah peninggalan sejarah dan
prasejarah yang tertinggal sebagai bukti terkuat, bahwa mereka termasuk komunitas
masyarakat yang tertua di Banten.

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)

LENGKONG PARK

YBBAI (YAYASAN BANGUN BINA ANAK INDONESIA


)