Anda di halaman 1dari 6

Pintu klep adalah salah satu pintu air yang pengoperasiannya dilakukan secara otomatis

dengan membuka dan menutupnya pintu pada setiap perubahan muka air baik diudik/hulu
maupun dihilir.
Fungsi dan Manfaat Pintu Klep
1. Menahan intrusi salinitas
2. Mampu bekerja pada tinggi muka air (head) yang rendah.
3. Menunjang system tata air satu arah.
4. Pembuatan dan control mutu (pabrikasi, pemasangan, operasional, dan pemeliharaan yang
praktis/efisien.
Kelebihan Pintu Klep
1. Bobot pintu (berat jenis0 yang relative lebih kecil dibandingkan dari bahan lain.
2. Lebih tahan terhadap keretakan (fracture) dibandingkan dengan bahan kayu.
3. Pembuatan dan control mutu (pabrikasi) lebih terjamin.
4. Mobilisasi dan transportasi relative lebih rendah.
5. Pemasangan dan pengoperasian lebih muda.
6. Kebocoran yang terjadi lebih kecil, sehingga mengurangi biaya pemeliharaan (maintenance)
7. Telah didukung oleh penguian di laboratorium dengan uji model fisik dan kekuatan bahan.
Kekurangan Pintu Klep
1. Dari segi kekuatan tekan (durability), pintu dari bahan beton/ferrocement lebih kuat
dibandingkan dengan pintu dari bahan fiber resin.
2. Dari segi harga pabrikasi, bahan fiber resin lebih mahal dari pada bahan kayu ataupun
beton/ferrocement, terutama untuk produksi jumlah sedikit.
Keunggulan Pintu Klep
Dengan membandingkan kelebihan dan kekurangan antara pintu fiber terhadap pintu beton dan
pintu kayu melalui parameter uji berdasarkan data yang ada (table 5.1) lampiran B, maka
diketahui bahwa secara keseluruhan pintu fiber lebih unggul dari pintu kayu, atau pintu beton
dengan perbandingan 1,5 x (150%) lebih unggul secara efisiensi
Prinsip Kerja Pintu Klep
Prinsip kerja dari pintu klep tersebut pada dasarnya pada perioda AB dapat membuka dan
menutup secara otomatis karena MA di udik/hulu pintu lebih tinggi dari muka air di hilir pintu,
tetapi hal ini tidak akan terjadi tepat pada titik A, disebabkan adanya gesekan pada pintu dan
besarnya komponen berat sendiri dari pintu. Pintu klep akan menutup secara otomatis pada titik
B , pada saat air di hilir pintu lebih tinggi dari muka air di udik pintu.
Pengoperasian pintu ini dilakukan secara otomatis dengan memanfaatkan tinggi tekan yang
ada. Beda tekan yang ada dibagian hulu dan hilir pintu atau menggerakkan pintu, sehingga
terjadi aliran air melalui pintu. Apabila tinggi muka air di muara lebih tinggi, sehingga tinggi
tekan di hilir pintu akan menyebabkan pintu akan tertutup sehingga air dibagian hilir tidak akan
mengalir. Demikian pula sebaliknya, apabila tinggi MA di bagian hulu pintu lebih tinggi, sehingga

tinggi tekan di bagian hulu pintu akan lebih tinggi daripada dibagian hilir pintu yang meyebabkan
pintu akan terbuka dan air dari bagian hulu pintu akan mengalir keluar.
Pengoperasian pintu tersebut dilakukan dengan menggunakan/tanpa alat Bantu untuk
mengatur keseimbangan pitu dengan fluktuasi muka air udik/hulu dan hilir, Adapun alat Bantu
yang dipakai yaitu berupa bandul, engsel, tabung air dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya
prinsip kerja pintu klep dapat dilihat pada gambar :
Jenis Aliran dan besarnya Debit.
Jenis aliran yang terjadi pada saat pintu membuka dan besarnya debit yang melalui pintu
adalah tergantung dari muka air di hilir dan di hulu pintu, secara umum 3 jenis aliran yang
mungkin terjadi :
a). tidak ada aliran Q =0
untuk kondisi hu
b). aliran bebas Q =c1*B* (hu+hp)*1,5
untuk kondisi hd
c). aliran tenggelam
Q =C2*B*(hu-hp)*(2g*(hu-hd))*0.5
Untuk kondisi hd>hp
Dengan Q = debit aliran yang melalui pintu (m3/det)
hu = tinggi MA di udik pintu (m)
hp = tinggi elevasi ambang pintu (m)
hd = tinggi MA di hilir pintu (m0
C1=C2 = koefisien pengaliran pintu.
Kekuatan Bahan
Pada umumnya fiber resin mempunyai sifat abrasi yang tidak tinggi dan tidak tahan
terhadap pengaruh sinar ultra violet, bahan pintu terbuat dari fiberglass sangat ringan dan tahan
terhadap korosi, sehingga dapat meningkatkan umur ekonomis dari pintu tersebut. Pintu
dengan bahan dari fiber glass ini pemasangannya sesuai ditempatkan di daerah yang tidak
mengandung angkutan sediment yang keras yaitu di daerah pertanian rawa pasang surut
dengan kondisi tanah yang lemebek dan lingkungan yang masam, serta mudah didalam
pemasangan serta pengoperasian dan pemeliharaannya.
Berat Jenis Bahan
Fiber glass mempunyai berat jenis bervariasi atau sesuai dengan yang dibutuhkan yaitu
berkisar 0,5 t/m3 1,5 t/m3.
Kinerja Pintu Klep.
Pintu klep otomatis yang terbuat dari fiberglass ternyata mempunyai respon yang cepat
terhadap perubahan Muka air, sehingga tidak perlu lagi tenaga manusia untuk mengaturnya
dan mengoperasikannya pintu. Tenaga manusia diperlukan hanya sewaktu-waktu untuk

membersihkan apabila terdapat sampah atau kotoran yang tersangkut di pintu yang dapat
mengakibatkan pintu menjadi tidak rapat.
Dimensi Pintu dan Bangunan Pelengkap
Untuk menentukan dimensi pintu klep otomatis dan bangunan pelengkapnya didasarkan
atas data-data yang diperoleh seperti :
Gambar peta lokasi, penampang memanjang dan melintang saluran dari rencana lokasi
penempatan pintu klep.
Dari data-data tersebut selanjutnya dilakukan pekerjaan desain pintu klep lengkap
dengan konstruksi bangunan pelengkapnya. Perencanaan tersebut dengan mempertimbangkan
kondisi MA yang ada berdasarkan hasil pengukuran fluktuasi MA pada lokasi tersebut.
Bentuk daun pintu klep dari fiberglass dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan. Adapun
bentuk daun pintu yang dibuat dalam penelitian ini adalah empat persegi panjang dengan
ukuran, dimana masing-masing daun pintu diberi suatu tabung untuk memasukkan air agar
dapat mengatur operasi pintu yang sesuai dengan kondisis MA di saluran. Selain itu pada
tabung tersebut dibuat lunag-lubang kecil dengan diameter 2 cm, pada bagian atas dan bawah
tabung dengan maksud untuk mengatur pemasukkan air dalam pengopertasian pintu. Daun
pintu ini dilengkapi dengan bingkai untuk meletakkan daun pintu, engsel untuk membuka dan
menutup pintu serta karet untuk mencegah kebocoran.
Untuk lebih jelas dari hasil perencanaan pintu klep otomatios tersebut yang telah
dilakukan maka dimensi dari pintu klep otomatis beserta bangunan pelengkapnya dapat dilihat
pada gambar berikut :
Proses Pembuatan Pintu Klep.
Pada prinsipnya pembuatan pintu klep fiberglass memerlukan suatu cetakan khusus, bahan
yang digunakan untuk pembuatan pintu dari jenis bahan tersebut sebelumnya diolah terlebih
dahulu kemudian dimasukkan dalam suatu cetakan yang telah disediakan dan dibiarkan
beberapa lama.
Setelah bahan yang dimasukkan dalam cetakan tersebut keadaannya cukup stabil, kemudian
cetakannya dibuka dan dibiarkan untuk sementara hingga pintu tersebut betul-betul sudah
keras.
Perlu diketahui bahwa pembuatan pintu klep beserta bangunan pelengkapnya dilakukan
diruang kerja (workshop). Hal ini untuk memudahkan baik pada saat pengangkutan dari
workshop ke lokasi maupun pada saat pemasangan/pelaksanaan dari lapangan. Oleh karena
itu konstruksi pintu beserta bangunan pelengkap lainnya didesain dengan sitem bongkar
pasang (knockdown).
Dengan konstruksi system knockdown tersebut maka pemasangan/penerapan di
lapangan akan lebih cepat bila dibandingkan dengan menggunakan pasangan batu kali/beton.
Mengingat pembuatan konstruksi yang terbuat dari bahan fiber glass memerlukan ketelitian

serta kecermatan tinggi maka didalam pengerjaannya harus dikerjakan oleh tenaga yang
berpengalaman.
Pintu klep fiberglass dibuat dengan bentuk empat persegi panjang dan cara
pembuatannya yaitu dengan beberapa tahapan sebagai berikut ;
1. pembuatan cetakan daun pintu dan bingkai.
2. pengolahan bahan fiberglass yang terdiri dari fiber dengan resin.
3. pemasukkan bahan fiberglass kedalam cetakan.
4. fiberglass didalam cetakan dibiarkan kurang lebih satu hari satu malam.
5. pembukaan cetakan daun pintu dan bingkai pintu.
6. pemasangan engsel pintu pada daun pintu dengan bingkainya.
7. pemasangan karet pada sisi pintu untuk mencegah kebocoran.
8. pintu siap untuk digunakan.
Untuk memudahkan dalam pengerjaan maka terlebih dahulu disusun dalam 2 tahap
pengerjaan yang disesuaikan dengan dari bahan yang akan dipergunakan serta bagian-bagian
dari konstruksi.
Tahap Pengerjaan Konstruksi
Pekerjaan konstruksi bangunan pelengkap adalah menggunakan duia jenis bahan yaitu bahan
dari kayu dan fiberglass, sedangkan untuk daun pintu sendiri hanya menggunakan bahan dari
bahan fiberglass, pengerjaan dari masing-masing bahan berlainan sebagai berikut :
1.

Pengerjaan kayu.

Kerangka dari bagian-bagian konstruksi bangunan seluruhnya menggunakan bahan dari kayu.
Setelah direncanakan sesuai dengan kebutuhan maka kerangka dari konstruksi yang terbuat
dari bahan kayu tersebut di stel untuk mengetahui ketepatan terutama dalam posisi
penyangga/penyokong(sponning) yang sesuai dengan perencanaa. Setelah penyetelan
dilakukan dan dianggap sudah sesuai dengan perencanaan kemudiam pengerjaan dilakukan ke
tahap berikutnya .
2.

Pengerjaan lapisan

Setelah penyetelan kerangka konstruksi dilakukan dan sudah dianggap memenuhi syarat dan
sesuai dengan yang diinginkan lalu bagian-bagian dari kerangka tersebut dibuka kembali,
selanjutnya bagian-bagian dari kerangka tersebut dilapisi/dicor dengan bahan fiberglass yang
telah dipersiapkan sebelumnya dengan maksud agar bahan dari kayu tersebut dapat tahan
koros. Oleh karena itu dala pemebrian lapisan tersebut harus seteliti mungkin sehingga tidak
terdapat bagian yang tidak terlapisi. Tebal lapisan fiberglass dari masing-masing bagian
konstruksi tidak sama karena ketebalan disesuaikan dengan perencanaan dari bangunan
tersebut.
Pengerjaan Daun Pintu
Dalam pengerjaan daun pintu dilakukan dalam beberapa proses sebagai berikut :

1.

Setelah gambar desain pintu klep selesai kemudian dibuatkan model fositif atau bahan

pembuat cetakan dari bahan dasar kayu, pembuatan model tersebut dilakukan secara teliti
sehingga diperoleh suatu permukaan yang cukup halus.
2.

Dari model positif kemudian dibuatkan cetakan (matrass) negative dari bahan fiberglass

yang terdiri dari 2 bagian yaitu bagian depan dan bagian belakang pintu klep yang sekaligus
dilengkapi dengan cetakan bagian engsel yang akan menempel pada pintu klep.
3.

Setelah selesai cetakan negative dapat dilakukan pembuatan pintu klep dengan cara di

cor dengan bahan fiber resin masing-masing yang terdiri dari bagian depan dan bagian
belakang pintu dengan pewarna fiber yang digunakan adalah warna kuning. Pengecoran
dilakukan berulang-ulang sesuai dengan ketebalan/kekuatan yang akan dicapai. Pintu klep
yang dibuat dilengkapi dengan jendela ukur dari bahan flexiglass bening dengan maksud agar
tembus pandang, jendela ukur tersebut adalah dengan maksud untuk mengetahui berat volume
air yang dapat diizinkan kedalam tubuh pintu sebagai bahan pemberat keseimbangan pintu
klep, kemudian kedua bagian ini disatukan serta dirapikan bagian dari kusen/dudukan atau
frame pintu terbuat dari bahan kayu multipleks yang dilapisi juga dengan bahan fiberglass
sehingga bagian inipun menjadi kedap air sehingga dapat tahan lapukan dan tahan korosi.
4.

Pada bagian belakang pintu klep dipasang karet sebagai ambang (sill) yang akan

menghubungkan pintu dengan lubang pintu/kusen dengan maksud untuk mengurangi


kebocoran pada saat pintu klep tertutup. Karena konstruksi pintu klep sangat ringan maka
dengan mudah dilakukan pemasangan sill ataupun perbaikannya di lapangan.
Pembuatan pintu klep otomatis dari bahan fiber glass berdasarkan hasil pengkajian ternyata
tidak selalu harus dibuat oleh pabrik yang tentunya harus memproduksi besar2ran . Konstruksi
pintu dari bahan tersebut ternyata da[pat pula dibuat oleh industri rumah (hom,e industri)
dengan partai yang tidak terlalu banyak namun demikian untuk mendapatkan hasil yang
memuaskan dalam pembuatan pintu dari bahan ini harus dikerjakan oleh tenaga ahli yang telah
berpengalaman.
Berdasarkan uraian diatas maka pintu klep otomatis ini dipakai pada ruas sungai yang terbatas
baik kedalamannya maupun lebarnya.
Pada umumnya digunakan pada ruas sungai atau saluran yang kecil yang sesuai dengan
kondisi bahan pintu.
Pintu air ini sesuai dipasang di daerah sebagai berikut ;
1.

Ruas sungai bagian hilir/muara.

2.

daerah yang terpengaruh oleh pasut air laut atau sungai.

3.

cabang-cabang saluran pembuang di daerah rawa pasang surut .

4.

pembuangan dari folder.

5.

daerah banir .

6.

irigasi tambak.