Anda di halaman 1dari 4

Pengertian Tes Bakat

Menurut Fudyartanta, bakat adalah kemampuan yang lebih menonjol atau istimewa pada
seseorang.
Tes bakat adalah tes yang mengungkap bakat seseorang, yang juga merupakan kemampuan
intelegensi khusus. Dengan mengetahui bakat seseorang maka proses pendidikan dapat
diarahkan pada bidang-bidang yang sesuai, sehingga lebih mudah mencapai hasil.
Menurut F.S. Freeman, tes bakat adalah yang dirancang untuk mengukur kemampuan
potensial seseorang dalam suatu kegiatan jenis yang khusus dan dalam kisaran terbatas
(1976).
2. Tujuan Tes Bakat
Tes bakat memiliki tujuan, antara lain:
a. Untuk membantu merencanakan dan membuat keputusan mengenai pilihan pendidikan
maupun pekerjaan,
b. Untuk mendiagnosa masalah belajar yang dialami seseorang,
c. Sebagai sarana untuk mengetahui sedini mungkin bakat-bakat yang dimiliki seseorang.
Tes bakat dilakukan dengan tujuan yang berkaitan dengan bidang pendidikan dan bidang
industry. Dalam bidang pendidikan, dengan mengetahui bakat siswa maka ia dapat diarahkan
sesuai dengan bakatnya tersebut agar siswa dapat mencapai prestasi sesuai dengan bakat yang
dimilikinya. Hasil tes bakat sangat bermanfaat khususnya pada saat penjurusan, baik di SMA
maupun SMK, dan untuk menentukan pilihan fakultas atau jurusan yang diinginkan di
perguruan tinggi.
Dalam bidang industry bakat seseorang perlu diketahui apakah ia tepat menduduki jabatan
tertentu. Hasil tes bakat dapat membantu suatu perusahaan atau lembaga untuk menempatkan
karyawan atau calon karyawan pada posisi yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan.
Orang yang dapat memilih, meyesuaikan dengan pekerjaan yang sesuai dengan bakatnya
akan membuat seseorang tersebut mempunyai semangat kerja yang tinggi dan kepuasan kerja
akan tercapai. Sebaliknya seseorang individu yang dipaksa atau terpaksa bekerja tidak sesuai
dengan bakatnya akan menimbulkan kelesuan kerja, semangat kerja rendah,

ketidakpercayaan pada diri sendiri, banyak membuat kesalahan-kesalahan dan menimbulkan


frustasi bagi individu yang bersangkutan.
3. Instrumen Tes Bakat
a. DAT (Differential Aptitude Test)
Tes ini berusaha untuk menentukan ke arah manakah kecenderungan bakat seseorang itu.
Dari hasil tes tersebut dapat diperoleh skor seseorang dari masing-masing sub tes, yaitu:
1. Tes Kemampuan Verbal (Verbl Reasoning)
Untuk mengetahui seberapa jauh seseorang dapat mengerti ide-ide dan konsep-konsep yang
dinyatakan dalam bentuk kata-kata.
2. Tes Kemampuan Numerik (Numerical Reasoning)
Untuk mengetahui seberapa baik seseorang dapat mengerti ide-ide dan konsep-konsep yang
dinyatakan dalam bentuk angka-angka.
3. Tes Penalaran abstrak (Abstract Reasoning)
Untuk mengetahui kemampuan dalam memberikan pengertian dan pemahaman materi yang
bersifat abstrak.
4. Tes Kecepatan dan Ketelitian (Clerical speed and accurary)
Untuk mengetahui kemampuan di dalam hal kecepatan dan ketelitian dalam memberikan
jawaban atau tanggapan.
5. Tes Pengertian Mekanik (Machanical Reasoning)
Untuk mengetahui kemampuan khusus dalam bidang kemampuan mekanik.
6. Tes Ruang Bidang (Space Relation)
Tes ini mengukur kemampuan berpikir secara visual dari bentuk geometris memahami
gambar dari dua dimensi untuk menjadi bentuk tiga dimensi.
7. Pemakaian Bahasa Mengeja (Language Usage)
Untuk mengukur kemampuan membedakan tata bahasa yang baik dan benar, tanda baca, dan
penggunaan kata.

Adapun tujuan dari DAT adalah :


1. Untuk mendapat prosedur penilaian yang ilmiah, terintegrasi, dan standar.
2. Untuk melakukan prediksi dalam bidang pendidikan dan pekerjaan.
3. Untuk pelajaran atau pekerjaan/profesi yang memerlukan persepsi hubungan antara bendabenda.
4. Untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu agar lebih spesifik (kemampuan
khusus).
b. Kraeplin
Tes kraeplin adalah tes bakat tunggal. Tes kraeplin ini untuk mengetahui bakat (kemampuan)
seseorang dalam bekerja. Faktor-factor yang diungkap dalam tes ini adalah:
a. Kecepatan kerja (Panker), yang ditunjukan pada beberapa prestasi yang dicapai dalam
mengerjakan tes.
b. Ketelitian kerja (Tianker), yang ditunjukan pada beberapa kesalahan yang diperbuat dalam
mengerjakan tes.
c. Keajegan kerja (Janker), yang ditunjukan dengan irama kerja seseorang di dalam
mengerjakan tes.
d. Ketahanan kerja (Hanker), yaitu ditunjukan oleh garis ausdaner dalam mengerjakan tes.
B. TES MINAT
1. Pengertian Tes Minat
Minat merupakan faktor dari dalam individu yang menunjuk pada typical performance.
Dalam konteks pekerjaan, tampilan ini mengacu pada senang atau tidak senangnya individu
pada suatu bidang pekerjaan. Seseorang akan menjadi berhasil apabila dirinya memiliki
kemampuan yang disertai dengan minat yang tinggi terhadap suatu pekerjaan yang
diembannya.
Tes minat merupakan suatu alat ukur yang dirancang untuk mangukur dan manganalisis
minat seseorang.
2. Tujuan Tes Minat
Tujuan dari tes ini, adalah membantu menemukan minat dasar yang dimiliki seseorang,
setelah diketahui minat dasar yang dimiliki seseorang (ada tidaknya minat terhadap sesuatu,
arah minat individu, serta kuat lemahnya minat yang dimiliki), maka dapat digunakan untuk

membantu individu yang bersangkutan menjadi pekerja keras atau orang yang berminat,
memiliki penyesuaian diri yang baik dan efektif.
Tujuan dari tes minat, antara lain :
a. Untuk menunjukkan jabatan-jabatan bagi studi lebih lanjut. Jabatan-jabatan ini meliputi
tipe kerja yang disukai, tetapi disamping itu siswa harus memperhatikan tentang kemampuan
yang dimilikinya.
b. Untuk menguji seseorang yang telah memilih suatu jabatan tertentu.
c. Untuk mengcek pilihan karier sebelum meningkat lebih lanjut.

KESIMPULAN
A. TES BAKAT
Tes bakat memiliki tujuan, antara lain:
a. Untuk membantu merencanakan dan membuat keputusan mengenai pilihan pendidikan
maupun pekerjaan,
b. Untuk mendiagnosa masalah belajar yang dialami seseorang,
c. Sebagai sarana untuk mengetahui sedini mungkin bakat-bakat yang dimiliki seseorang.
B. TES MINAT
Tujuan dari tes minat, antara lain :
a. Untuk menunjukkan jabatan-jabatan bagi studi lebih lanjut. Jabatan-jabatan ini meliputi
tipe kerja yang disukai, tetapi disamping itu siswa harus memperhatikan tentang kemampuan
yang dimilikinya.
b. Untuk menguji seseorang yang telah memilih suatu jabatan tertentu.
c. Untuk mengcek pilihan karier sebelum meningkat lebih lanjut.

Anda mungkin juga menyukai