Anda di halaman 1dari 4

SATUAN ACARA KEGIATAN

1.

Topik

2.

Sasaran

3.

Waktu dan Tempat

Tempat

: Rumah Tn.S Rt.02 Rw.03 Kelurahan Merjosari

Waktu

: 15.00-15.30

4.

Alokasi Waktu

: 30 menit

5.

Pemberi Materi

: Mahasiswa Praktik Profesi

6.

Metode

: ceramah dan role play

7.

: Relaksasi Otot Progresif


: Tn. S

Media

: tensi, stetoskop, catatan, leaflet relaksasi otot progresif, dan

bolpoin
8.

Latar Belakang
Hipertensi dikenal secara umum sebagai penyakit kardiovaskular. Penyakit ini

diperkirakan menyebabkan 4,5% dari beban penyakit secara global dan prevalensinya
hampir sama besar di negara berkembang maupun di Negara maju (WHO, 2003). Penyakit
ini merupakan salah satu faktor risiko utama gangguan jantung. Selain mengakibatkan gagal
jantung, hipertensi dapat mengakibatkan terjadinya gagal ginjal maupun penyakit
serebrovaskular (Depkes, 2006).
Hipertensi merupakan faktor risiko primer penyakit jantung dan stroke. Pada saat ini
hipertensi adalah faktor risiko ketiga terbesar yang menyebabkan kematian dini. Hipertensi
menyebabkan 62% penyakit kardiovaskular dan 49% penyakit jantung. Penyakit ini telah
membunuh 9,4 juta warga dunia setiap tahunnya. Badan Kesehatan Dunia (WHO)
memperkirakan jumlah hipertensi akan terus meningkat seiring dengan jumlah penduduk
yang membesar. Pada 2025 mendatang, diproyeksikan sekitar 29% atau sekitar 1,6 miliar
orang di seluruh dunia mengalami hipertensi (WHO, 2003).
Program

Pengelolaan

Penyakit

Kronis

(Prolanis)

adalah

Program

yang

diselenggarakan BPJS , merupakan sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif


yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan, dan BPJS. Kesehatan dalam rangka
memelihara kesehatan peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis, (Diabetes
dan hipertensi) sehingga dapat mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya
pelayanan kesehatan efektif dan efisien.
Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa latihan dan olah raga pada usia lanjut
dapat mencegah atau melambatkan kehilangan fungsional, bahkan latihan yang teratur
dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas yang diakibatkan oleh penyakit kardiovaskuler.
Penelitian yang telah dilakukan di Jepang memberikan salah satu bukti bahwa olahraga

yang teratur sangat efektif untuk menurunkan tekanan darah (Williams & Wilkins, 2001).
Salah satu olahraga yang bisa dilakukan adalah relaksasi otot progresif. Teknik relaksasi
otot progresif adalah teknik relaksasi otot dalam yang tidak memerlukan imajinasi,
ketekunan, atau sugesti (Herodes, 2010) dalam (Setyoadi & Kushariyadi, 2011). Terapi
relaksasi otot progresif yaitu terapi dengan cara peregangan otot kemudian dilakukan
relaksasi otot (Gemilang, 2013). Relaksasi progresif adalah cara yang efektif untuk relaksasi
dan mengurangi kecemasan (Sustrani, Alam, & Hadibroto, 2004).
9.

Tujuan Instruksional
a.

Tujuan Umum
Setelah mengikuti relaksai otot progresif selama 1 x 30 menit, warga RW 3
Kelurahan Merjosari mampu relaksai otot progresif.

b.

Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan, warga RW 3 Kelurahan Merjosari dapat:
1.

Menurunkan ketegangan otot, kecemasan, nyeri leher dan punggung,

tekanan darah tinggi, frekuensi jantung, laju metabolik.


2.

Mengurangi distritmia jantung, kebutuhan oksigen.

3.

Meningkatkan gelombang alfa otak yang terjadi ketika klien sadar dan

tidak memfokus perhatian seperti relaks.


4.

Meningkatkan rasa kebugaran, konsentrasi.

5.

Memperbaiki kemampuan untuk mengatasi stres.


6.

Mengatasi insomnia, depresi, kelelahan, iritabilitas, spasme otot, fobia

ringan, gagap ringan, dan


7.

Membangun emosi positif dari emosi negatif.

10. Kegiatan Penyuluhan

Tahap
Pendahuluan

Relaksasi Otot Progresif


Waktu

Kegiatan Perawat

5 menit 1.Memberi salam


2.Memperkenalkan diri
3.Menjelaskan kontrak waktu
dan aturan
4.Menjelaskan tujuan
penyuluhan relaksasi otot
progresif
5.Mengukur tekanan darah

Kegiatan Klien

Metode

Media

1.Menjawab salam

Ceramah

Tensi

2.Mendengarkan dan

dan

dan

observasi

stetosko

memperhatikan
3.Mengingat dan mencatat
tekanan darah sebelum
relaksasi otot progresif

sebelum relaksasi otot


Penyajian

15

progresif
Menjelaskan materi:

menit

1. Mengikuti gerakan
instruktur relaksasi otot

1. mengikuti gerakan
instruktur relaksasi

Praktek

Sound,

senam

instruktur

otot progresif

senam,

progresif

leaflet

2. Mendampingi peserta
relaksasi otot progresif
3. Mengobservasi
keaktifan dan kehadiran
peserta relaksasi otot
Diskusi

5 menit

progresif
1. Memberi kesempatan
kepada peserta untuk
bertanya.
2. Memberikan
kesempatan peserta
untuk istirahat dan

Penutup

5 menit

2. Penyaji menjawab

jawab

pertanyaan dari
peserta
3. Peserta menanggapi
jawaban dari penyaji
4. Peserta antusias

1. Meminta peserta untuk

dengan kegiatan
1.Menjawab pertanyaan

mengingat kembali

yang diberikan oleh

berapa tekanan darah

penyaji

Tanya

Tensi,

Jawab

stestosko
p,

sebelum relaksasi otot

2.Mendengarkan

catatan,

progresif

3.Menjawab salam

bolpoin

4.Peserta meminta

darah setelah relaksasi

diakukan pengukuran

otot progresif

tekanan darah

3. Mencatat tekanan darah


sebelum dan setelah
relaksasi otot progresif
4. Menjelaskan hasil
pemeriksaan tekanan
darah
5. Menutup acara dan
mengucapkan salam
Evaluasi

Tanya

minum setelah sena

2. Mengukur tekanan

11.

1. Peserta bertanya

1. Evaluasi struktur
Peserta mengikuti latihan relaksasi otot progresif dengan aktif dan antusias
Peralatan dan media relaksasi otot progresif siap
Penyelenggaraan relaksasi otot progresif dilakukan di rumah Tn.S RT 02 RW 3
Kelurahan Merjosari
Tepat waktu dalam pelaksanaan relaksasi otot progresif
2. Evaluasi Proses
Peserta memperhatikan dan mendengarkan instruktur relaksasi otot progresif
Peserta aktif mengikuti gerakan sesuai instruktur relaksasi otot progresif
Peserta mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir
3. Evaluasi hasil
Peserta mampu memahami manfaat relaksasi otot progresif
Peserta mengalami penurunan tekanan darah relaksasi otot progresif