Anda di halaman 1dari 6

Sebuah benda dilemparkan ke dalam sumur dengan kecepatan awal 4m/dt.

Jika g = 9,8 m/dt 2 dan


benda mencapai dasar sumur setelah 2 dt. Hitung kecepatan benda saat sampai di dasar sumur
dan hitung kedalaman sumur
Jawab:
Gerak vertikal ke bawah
v 0 =4

m
dt

g=10

m
dt 2

t=2 dt

Kecepatan benda ketika mengenai dasar sumur


v t =v 0+ =4

m
m
m
+ 10 2 2 dt =24
dt
dt
dt

Kedalaman sumur
1
m
1
m
h=v 0 t+ g t 2 = 4 2 dt + 10 2 (2 dt )2 =28 m
2
dt
2
dt

)(

Peluru meriam ditembakkan dengan kecepatan awal


dicapai berada pada jarak mendatar
untuk mengenai sasaran.
Jawab:
Gerak parabola:
v 0 =1,4 103

m
dt

2 106

v 0 =1,4 103

m/dt. Sasaran yang ingin

m. Tentukan sudut elevasi yang harus dibentuk

x maks=2 10 m
g=9,8

m
dt 2

Sudut elevasi
v 02 sin2 0
x maks=
g

sin 2 0=

sin 2 0=

g x maks
v0

( 9,8 m/dt 2 ) (2 106 m) 1,96 106


=
=1
3

(1,4 10 m/dt)

1,96 10

2 0=90
0=45 0

GERAK DAN GAYA


Hukum Newton I
Jika resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan nol

( F=0 )

, maka benda

cenderung tetap bergerak lurus beraturan (kecepatan tetap) atau diam

Hukum Newton II
Percepatan (a) yang dihasilkan oleh resultan gaya pada suatu benda sebanding dengan resultan
gaya

( F )

dn berbanding terbalik dengan massa benda (m)

F
a =
m

F1=24 N

Contoh:

45 0

F2 =32 N

F3 =20 N

4 kg

Resultan gaya yang bekerja pada benda


1

F=F 3+ F 1 cos 45F2 =20 N + 24 N 2 232 N


F=37 N 32 N =5 N
Resultan gaya sebesar 5N ke arah kanan (positif)
a=

F = 5 N =1,25 m
m

dt 2

4 kg

Jadi benda tersebut mengalami gerak lurus berubah beraturan ke arah kanan

Hukum Newton III


Jika sebuah benda I mengerjakan gaya (melakukan aksi) pada benda II, akan timbul gaya reaksi
dari benda II terhadap benda I yang besarnya sama namun berlawanan arah
Faksi=F reaksi
Contoh1:
I

II

F=6 N

Balok I massa 1 kg dan balok II massa 2 kg, terletak pada lantai yang licin. Jika F = 6N maka
gaya kontak kedua balok adalah
Hukum Newton II

F=( m1 +m2 ) a
6=( 1+ 2 ) a
a=2

m
dt 2

Gaya kontak merupakan gaya reaksi antara

m1

dan

m2

yaitu

F12=F 21

F 2=m2 a
FF21=m2 a
F21=Fm2 a=64=2 N
Penerapan Hukum Newton
1. Lift
a. Lift diam/bergerak dengan kecepatan tetap
Nw=0
N

N=w

b. Lift dipercepat ke atas


F=ma
Nw=ma

N=ma+ w=ma+mg=m ( a+ g )
c. Lift dipercepat ke bawah
F=ma
N w=ma
N=wma=mgma=m ( ga )

N = gaya
w = (m.g) = berat
a = percepatan
g = gravitasi

d. Lift diperlambat ke bawah


F=m(a)
N w=ma

N=ma+ w=ma+mg=m ( a+ g )
2.

Benda digantung di tali lalu digerakkan


a. Digerakkan ke atas dengan percepatan a :
F=ma
T w=ma

T =w+ ma=mg+ma=m ( g +a )
b. Digerakkan ke bawah dengan percepatan a
F=ma

w = m.g = berat balok

mgT =ma
T =mgma=mgma=m ( ga )
3. Katrol
Jika massa tali dan katrol diabaikan dan w2 > w1 maka
sistem bergerak ke arah w2
Benda 1: m2 bergerak ke atas
F=ma
T 1 w1=m1 a
T 1 =w1 +m1 a

T1

T2

T1

T2

(i)
w1

Benda 2: m2 bergerak ke bawah


F=ma
w 2T 2 =m2 a
T 2 =w2 m2 a

...(ii)

Dari (i) dan (ii) diperoleh

w2

a=

( m2m1 )
m 1+ m2

4. Tali setimbang
sistem berada
setimbang (

T=

dan

dalam

F=0

2 m1
w2
m 1+ m 2

keadaan

T2

T1

F x =0

T 1 cos T 2 cos =0

F y =0
T 1 sin + T 2 sin +T T w=0
T 1 sin + T 2 sin w=0
Sehingga T1 dan T2 dapat ditentukan dengan persamaan
T1
T2
w
=
=
sin ( 90 + ) sin ( 90+ ) sin ( + )
atau
T1
T
w
= 2 =
cos cos sin ( + )
=sudut di hadapanT 1
=sudut di hadapanT 2