Anda di halaman 1dari 4

Di setiap negara memiliki kebijakan terkait pemberian pelayanan sosial kepada lanjut Usia.

Program tersebut tentu saja memiliki keunikan terkait dengan karakteristik dan kemapanan
sebuah bangsa. Negara maju dengan negara berkembang memiliki perbedaan dalam
pelayanan lansia, akan tetapi tidak ada salahnya jika kita mengenal program-program tersebut
dan Semoga tulisan ini memberi inspirasi dalam pengembangan program pelayanan lanjut
usia di Indonesia.

The National Family Caregiver Support Program (NFCSP)


Merupakan program yang diamanatkan oleh Older Americans Act atau undang-undang
Lanjut Usia di Amerika serikat, program ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada
anggota keluarga yang menjalankan peran perawatan kepada seorang lansia di rumahnya,
kebanyakan mereka adalah anggota keluarganya sendiri misalnya (ayah, ibu, mertua, paman,
bibi, atau anggota keluarga yang lain).
Program ini diselenggarakan oleh pemerintah Amerika Serikat mengingat bahwa pemberian
perawatan kepada anggota keluarga lansia adalah lumrah terjadi di Amerika Serikat, sekitar
21-23 persen rumah tangga amerika serikat memberikan perawatan gratis (unpaid care)
kepada anggota keluarganya. kegiatan ini bertujuan untuk membatu para caregiver mengelola
berbagai tanggung jawab dan beban perawatan.
Bentuk Pelayanan yang diberikan dalam program ini adalah :
1; Individual counseling,
2; Support group.
3; Pelatihan,
4; Respite care.
Departemen kesehatan dan pelayanan kemanusiaan Amerika Serikat, pada tahun 2004
melalui program ini telah membantu sekitar 4 juta caregiver di seluruh Amerika serikat
dengan memberikan informasi mengenai Program dan pelayanan kepada lansia, selain itu
NFCSP juga memberikan bantuan kepada 436.000 caregiver untuk mengakses pelayanan
yang mereka butuhkan dalam rangka memberikan perawatan yang terbaik kepada keluarga
yang mereka rawat, memberikan pelayanan kepada 180,000 caregiver dengan pemberian
konseling dan pelatihan, serta menyediakan respite care kepada 70.000 caregiver.

Program NFCSP secara konseptual mirip dengan pelaksanaan program home care yang
dilaksanakan oleh kementerian sosial RI melalui panti werdha, yang berbasis keluarga
(family base). Bedanya bahwa NFCSP ini sasaran langsungnya adalah pihak keluarga yang
memberikan perawatan, sementara home care adalah sasaran langsungnya adalah lansia itu
sendiri, baik yang tinggal dengan keluarganya maupun yang hidup sendiri di rumahnya,
berupa pemberian pelayanan kesehatan, bantuan gizi, termasuk bimbingan sosial dan mental,
serta bantuan usaha ekonomi produktif.
Jika kita lihat bahwa Amerika saja individualis ternyata memiliki program atau perhatian
kepada penduduknya yang memiliki perhatian kepada lansia. Sementara kita tahu bahwa di
Indonesia hampir setiap keluarga memiliki anggota keluarga lansia dan memberikan
perawatan. Program seperti pemberian informasi, konseling dan pelatihan dirasakan perlu
dilakukan kepada para keluarga yang memiliki tanggung jawab merawat lansia.
Selain itu kelelahan merawat lansia sering kali memicu stress yang dapat memicu terjadinya
kekerasan pada lansia yang dirawatnya, sehingga sesekali caregiver ini diberikan kesempatan
untuk istirahat merawat lansianya dalam kurung waktu tertentu untuk selanjutnya diambil
lagi, solusinya dapat berupa lansia tersebut dititip untuk sementara waktu pada sebuah panti
werdha. Jika kegiatan ini dilaksanakan dapat mengurangi tindak kekerasan serta perlakuan
salah terhadap lansia. Kurangnya pemahaman, pengetahuan serta keterampilan sering kali
berdampak pada perlakuan salah kepada lansia. Sehingga program ini dirasakan cukup
menarik untuk dikaji lebih jauh untuk dilaksanakan di Indonesia.
Komunitas Pensiunan (retirement community)
Program ini merupakan sebuah program yang diselenggarakan oleh pemerintah inggris. Yakni
sebuah program yang dinamakan Berryhill Retirement Village atau desa pensiunan. Berryhill
Retirement Village diperuntukkan bagi mereka yang berusia diatas 55 tahun atau lansia dan
pra-lansia yang berlokasi di wilayah perkotaan, berupa sebuah bangunan gedung yang
berbentuk T, terdiri atas 148 flat yang terdiri atas kamar tidur, sitting room, ruang masuk
(hallway), dapur dan kamar mandi. Semua kamar tidur dan sitting room menghadap keluar.
Semua flats cocok untuk pengguna kursi roda (wheelchair). Semua warga mendapatkan
layanan dukungan setiap hari, dan mereka juga memperolah bantuan berupa, housekeeping,
shopping, pengambilan gaji pension dan laundry.
Kategori warga berdasarkan tingkat bantuan yang diperlukan :

Level 1 : lansia yang dapat tinggal seorang diri dalam rumah, membutuhkan bantuan
dukungan yang minimal, mungkin *****a sekitar 2 atau 3 kali dalam seminggu melakukan
panggilan untuk mendapatkan bantuan. Berupa bantuan pengambilan pensiun, dan mungkin
bantuan untuk mandi.
Level 2 : sama seperti level satu, masih mampu hidup dalam rumah mereka sendiri tetapi
melakukan panggilan telepon sebanyak 2 atau 3 kali sehari. Mungkin pada malam dan pagi
hari.
Level 3 : lansia yang pindah ke perawatan utama, menelepon petugas untuk minta bantuan
lebih dari 4 kali sehari, bantuan yang diperlukan seperti, waktu makan, bangun tidur,
berangkat tidur, dan sebagainya.
Pada level 4 ini orang ini sangat tergantung. Membutuhkan bantuan sama seperti pada level 3
tapi hampir sepanjang malam, karena itu perlu dikunjungi setiap 3-4 jam dalam sehari
semalam.
Berryhill memiliki beberapa fasilitas untuk penghuni termasuk ruang senan (gym) dan
Jacuzzi (ruang untuk mandi), ruang keterampilan, bengkel kayu, dan ruang komputer, Aula,
area bar dan restauran, green house, dan kebun bersama, telepon umum.
Pengembangan program dilakukan dengan cara pembentukan kelompok berdasarkan minat
yang dimulai dengan sebuah pertemuan bersama untuk mengidentifikasi cara dan alat-alat
yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Seorang staf bertugas sebagai
koordinator kegiatan dan mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Untuk pengembangan
partisipasi warga, maka dilakukan pertemuan bulanan yang dilaksanakan di jalan
Program Bantuan menjelang kematian.
Bantuan menjelang kematian bagi lansia yang mengalami sakit kronis dan mengalami sebuah
penderitaan yang sangat luar biasa yang sering dikenal dengan istilah Euthanasia. Bantuan ini
tentu saja masih sangat kontroversial, kecuali di beberapa Negara yang telah melegalkannya
seperti Belanda. Secara konseptual euthanasia dibagi atas euthanasia aktif dan euthanasia
pasif. Euthanasia aktif merupakan tindakan sengaja untuk memendekkan umur sebagai upaya
mengakhiri penderitaan yang berpenyakit permanen, untuk dapat meninggal dengan
terhormat, seperti dengan pemberian suntik mati. Euthanasia pasif adalah tindakan disengaja
untuk menunda atau menghentikan perawatan, sistem penunjang kehidupan, atau selain
makan yang dapat memperpanjang kehidupan pasien dengan penyakit tak tersembuhkan.

Meskipun kontroversi, secara tidak sadar bahwa masyarakat telah sering mempraktekkan
euthanasia pasif dalam bentuk penghentian pengobatan. Sehingga dalam pemberian layanan
kepada lansia di PSTW meskinya kita berhati-hati untuk melaksanakan euthanasia pasif ini,
minimal ada sebuah case conferencee yang membahas kasus tersebut untuk dihasilkan sebuah
kesepakan untuk melakukan penghentian pengobatan dengan alasan kemanusiaan.
Penghentian pengobatan sebaiknya berdasarakan atas kesepakatan atau permintaan pasien
dan atau keluarga, disetujui dokter dan termasuk pihak PSTW.
Program Living Arrangement bagi lansia
1; Retirement hotel. Bangunan hotel atau apartemen yang didesain ulang untuk
memenuhi kebutuhan kemandirian lansia. Pelayanan hotel secara umum meliputi :
layanan operator, layanan kamar, dan pusat pesan.
2; Perumahan bersama. Rumah dapat dibagi secara informal oleh orang tua dan anak
atau bersama teman, terkadang beberapa lembaga sosial menyatukan antara orangorang yang membutuhkan tempat tinggal dengan orang-orang yang memiliki rumah
atau apartemen dengan kamar ekstra. Lansia biasanya memiliki kamar pribadi tetapi
berbagi tempat untuk memasak, makan, dan dapat bertukar layanan seperti pengerjaan
pekerjaan rumah sebagai biaya sewa.
3; Congregate Housing. Kompleks apartemen sewaan swasta atau disubsidi pemerintah
yang didesain untuk lansia, menyediakan makanan, pengerjaan urusan rumah tangga,
transportasi, aktivitas sosial, rekreasi, dan terkadang perawatan kesehatan. Salah satu
tipe perumahan Congregate Housing adalah group home, yakni menyewa seorang
pembantu untuk berbelanja, memasak, melakukan pekerjaan bersih-bersih rumah, dan
memberikan konseling.
4; Foster care home. Sebuah keluarga menerima seorang lansia untuk tinggal bersama
dengan mereka dengan memberikan makanan, perawatan, dan perlindungan, dimana
diantara mereka tidak terdapat hubungan keluarga.

http://3tutorialgrt2.blogspot.co.id/2016_03_01_archive.html