Anda di halaman 1dari 1

Abdul Muiz Maulana

115020301111014

Olah Rasa Kasih Sayang pada Benda Mati


Semua ciptaan Tuhan dalam semeta ini disebut dengan makhluk. Dalam dunia ini ada
kategori makhluk hidup dan makhluk mati atau yang biasa disebut dengan benda mati.
Menurut saya benda mati di dunia ini ada dua kategori: 1. Benda mati alamiah; seperti
bebatuan, tanah, dan lain sebagainya. Meskipun bersifat alami, bukan berarti keberadaannya
jauh dari kita, melainkan sangat dekat sekali bahkan kemanapun kita berada tetap kita
berpijak di atas tanah. 2. Benda mati olahan (buatan); yaitu alat-alat yang
mempermudah/membantu dalam hidup kita seperti Kompor, kendaraan, televisi, handphone
dan lain-lain atau berupa fasilitas yang memberikan kenyamanan bagi kita seperti kursi untuk
membuat duduk kita lebih enak, tempat tidur untuk membuat tidur kita nyaman, bahkan
rumah yang melindingi kita dari panas dan hujan.
Meskipun benda mati adalah bukan makhluk hidup, namun keberadaanya memiliki manfaat
dan sangat berguna bagi kehidupan manusia atau mahluk hidup lainnya. Oleh karenanya
senantiasa kita harus menghargai keberadaannya dengan berbagai cara perlakuan atau
tindakan seperti menjaga dan merawat fasilitas-fasilitas seperti yang termuat dalam kategori
benda mati kedua di atas. Demikian juga dengan benda mati alamiah, kita harus
memperlakukannya dengan baik sembari mengingat bahwa benda-benda tersebut adalah
buatan Tuhan yang semestinya harus disyukuri, karena tanpa kekuatan Tuhan niscaya
benda-benda alam dapat dibuat oleh manusia.
Banyak kita dengar di media massa, berita yang isinya berupa kepintaran manusia dalam
menciptakan sesuatu kebendaan yang mungkin membuat manusia tercengang akan buatan
manusia tersebut, namun pada hakekatnya adalah apapun yang dibuat manusia tidak dapat
menyeruapai atau menyamai apa yang diciptakan oleh Tuhan, tidak sebanding dan jauh tak
terkira perbedaan antara ciptaanNYA dengan yang dibuat oleh mahlukNYA bahkan bahanbahan atau alat-alat yang digunakan oleh manusia untuk menciptakan sesuatu itu sendiri tak
terlepas dari zat-zat atau unsur yang pada dasarna hanya Tuhan-lah yang dapat membuatnya.
Abstraksi di atas yang penulis buat semata-mata guna menguatkan kita bahwa benda mati
juga harus kita sayangi. Menyayangi benda mati bukan dengan kasih sayang jiwa kita, namun
dengan rasa kita, sekalipun benda mati itu tidak memeliki rasa atau perasaan. Tapi
berangkat dari asal-usul benda mati itu sama halnya dengan asal-usul kita sebagai manusia,
yakni asal penciptanya Allah tuhan kita.
Hal lain yang patut kita pertimbangkan untuk menyayangi benda-benda mati, khususnya
benda mati kategori kedua adalah bahwa untuk memperolehnya tentunya dibutuhkan
pengorbanan, selain berkorban atas materi, tenaga, waktu, bahkan pengorbanan batin. Kita
mendirikan rumah bukan dengan bergotong royong tenaga dan patungan uang dan untuk
membuatnya tidak instan, kita membeli handphone bukan dengan daun atau membayarnya
dengan selembar kerta , dan lain sebagainya.
Secara pribadi penulis katakan bahwa semua benda mati tidak butuh disayang, namun kitalah
yang membutuhkan keberadaan mereka, oleh karenanya sekalipun tidak ada permintaan atau
tuntutan kasih sayang dari benda-benda mati tersebut kepada kita, maka kitalah yang wajib
menyayangi mereka dengan berbagai cara yang wajar, bukan menyayangi dengan kasih atau
cinta dari rasa tentunya, melainkan wujud sayang dengan perlakuan-perlakuan yang baik.