Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN TETAP

AGROKLIMATOLOGI

OLEH:
NAMA

: DESTANIA SANSUARI

NIM

: C1G115032

KELOMPOK

:I

GELOMBANG

:I

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MATARAM

2016/2017HALAMAN PENGESAHAN

Laporan ini disusun dan disahkan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti
respon akhir praktikum agroklimatologi.

Mataram,24 Desember 2016


Asisten Praktikum

Praktikan,

Suprapti Rahayu

Destania Sansuari

C1M014206

C1G115032

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.


Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
terselesaikannya laporan tetap praktikum ini. Karna hanya dengan rahmat dan
hidayahnya kami dapat menyelesaikan laporan ini untuk memenuhi syarat untuk
mengikuti respon akhir Agroklimatologi.
Kami ucapkan terimakasih kepada co.asisiten praktikumAgroklimatologi
kami yang telah membimbing dan membina kami dalam membuat laporan ini. Tidak
lupa kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman dan orangtua kami yang telah
membantu kami dalam mengumpulkan data.
Kami berharap laporan ini dapat digunakan sebagai referensi untuk menyusun
laporan serupa pada masa yang akan datang. Dan semoga laporan ini dapat
menambah pengetahuan pembaca. Kami menyadari bahwa laporan yang kami susun
jauh dari kata sempurna. Kami sangat mengharapkan partisipasi semua pihak dalam
bentuk kritik dan saran yang konstruktif guna menyempurnakan laporan berikutnya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Mataram,

Desember 2016

Penyusun

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


1.1.1 Radiasi Matahari
Klimatologi pertanian merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan tentang
hubungan antara keadaan cuaca dan problema-problema khusus kegiatan pertanian,
terutama membahas pengaruh perubahan cuaca dalam jangka pendek. Pengamatan
dan penelaahan ditekankan pada data unsur cuaca mikro yakni keadaan dari lapisan
atmosfer permukaan bumi kira-kira setinggi tanaman atau obyek pertanian tertentu
yang bersangkutan. Selain itu dalam hubungan yang luas, klimatologi pertanian
mencakup pula lama musim pertanian, hubungan antara laju pertumbuhan tanaman
atau hasil panen dengan faktor atau unsur-unsur cuaca dari pengamatan jangka
panjang.
Untuk menentukan iklim suatu tempat atau daerah diperlukan data cuaca yang
telah terkumpul lama (10-30 tahun)yang didapatkan dari hasil pengukuran cuaca
dengan alat ukur yang khusus atau instrumentasi klimatologi. Alat-alat yang
digunakan harus tahan lama dari pengaruh-pengaruh buruk cuaca untuk dapat setiap
waktu mengukur perubahan cuaca. Alat dibuat sedemikian rupa agar hasil
pengukuran tidak berubah ketelitiannya. Pemeliharaan alat yang baik membawa
keuntungan pemakaian lebih lama.
Pengetahuan akan Agriklimatologi sangat dibutuhkan guna menunjang
kemampuan praktikan dalam melakukan kegiatan pertanian. Pada praktikum ini
dibahas tentang pengenalan alat pengukuran lama penyinaran matahari dan suhu
udara serta suhu tanah.
Di bidang meteorologi dan klimatologi pertanian, data tentang lama
penyinaran sinar matahari sangat penting. Pengukuran dilakukan terhadap cahaya
surya yang sampai ke permukaan bumi. Ada beberapa alat yang biasa digunakan

dalam melakukan pengukuran penyinaran matahari ini diantaranya Tipe Campbel


Stokes, Tipe Jordan, Tipe Martin dan Tipe Foster.
1.1.2 Suhu Udara dan Suhu Tanah
Suhu adalah tingkat kemampuan benda dalam memberi atau menerima panas.
Suhu seringkali juga dinyatakan sebagai energi kinetis rata-rata suatu benda yang
dinyatakan dalam derajat suhu.Suhu juga dinyatakan sebagai ukuran energi kinetik
rata-rata dari pergerakkan molekul suatu benda. Suhu menunjukkan sangkar cuaca
yang dipergunakan untuk pengamatan suhu. Pengukuran dilakukan dengan
menggunakan thermometer air raksa dan alkohol. Dengan thermometer air raksa
pengukuran dapat dilakukan dari suhu 35o C 350o C, hasilnya adalah cukup bagus
karena mengingat angka pengembangan air raksa pada tiap suhu lebih merata dari
alkohol, sehingga untuk pengukuran suhu udara biasanya digunakan thermometer air
raksa.
Alat untuk mengukur suhu dinamakan Termometer. Termometer yang biasa
digunakan adalah thermometer air raksa dan alkohol. Termometer alkohol biasanya
digunakan untuk daerah daerah yang dingin karena titik beku alkohol lebih rendah
dari air raksa yaitu 114,7 C. Temperatur tanah juga akan mempengaruhi komposisi
udara tanah, kejadian ini disebab kanoleh peningkatan dan penurunan aktivitas
mikroorganisme tanah.
1.1.3 Kelembaban Nisbi
Kelembaban udara merupakan salah satu unsur penting bagi manusia, hewan
dan tumbuhan. Kelembaban udara juga menentukan bagaimana makhluk tersebut
dapat beradaptasi dengan kelembaban yang ada di lingkungannya.Dalam atmosfer
senantiasa terdapat uap air. Kadar uap air dalam udara disebut kelembaban. Kadar ini
selalu berubah-ubah tergantung pada temperatur udara setempat. Kelembaban udara
adalah persentase kandungan uap air dalam udara. Kelembaban udara ditentukan
oleh jumlah uap air yang terkandung di dalam udara. Total massa uap air per satuan
volume udara disebut sebagai kelembaban absolut. Perbandingan antara massa uap air

dengan massa udara lembab dalam satuan volume udara tertentu disebut sebagai
kelembaban spesifik. Massa udara lembab adalah total massa dari seluruh gas-gas
atmosfer yang terkandung, termasuk uap air, jika massa uap air tidak diikutkan, maka
disebut sebagai massa udara kering.Di Indonesia, perhatian dan kerjasama antara para
ahli klimatologi dengan ahli pertanian semakin meningkat terutama dalam rangka
menunjang produksi tanaman pangan. Daya hasil beberapa tanaman pangan di
Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Jepang
dan Amerika Serikat. Perbedaan ini disebabkan oleh pemakaian teknologi tinggi dan
pengelolan yang baik. Penigkatan produksi tanaman pangan selain dengan panca
usaha tani juga dilakukan dengan pemanfaatan iklim.Dalam bidang pertanian
kelembaban udara biasanya digunakan untuk meningkatkan produktifitas dan
perkembangan tumbuhan budidaya. Dengan mengetahui kelembaban udara yang ada
di lingkungan tempat yang akan di tanam tumbuhan, kita dapat menentukkan
pemilihan jenis tanaman yang sesuai, misalnya tanaman bakau yang ditanam pada
daerah yang berkelembaban tinggi, bakau tersebut akan berkembang dan
berproduktifitas dengan maksimal, sebaliknya jika bakau tersebut di tanam pada
daerah yang mempunyai kelembaban yang rendah maka bakau tersebut tidak akan
berproduktifitas dan berkembang secara maksimal.
1.1.4 Evaporasi
Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan
cair(contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Proses ini
adalah kebalikandari kondensasi. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya
cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan.
Rata-rata molekul tidak memilikienergi yang cukup untuk lepas dari cairan. Bila tidak
cairan akan berubah menjadi uapdengan cepat. Ketika molekul-molekul saling
bertumbukan mereka saling bertukar energidalam berbagai derajat, tergantung
bagaimana mereka bertumbukan. Terkadang transferenergi ini begitu berat sebelah,
sehingga salah satu molekul mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik
didih cairan. Bila ini terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebutdapat terbang

ke dalam gas dan "menguap"Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu
tertentu di dalam gas tertentu(contohnya minyak makan pada suhu kamar). Cairan
seperti ini memiliki molekul-molekulyang cenderung tidak menghantar energi satu
sama lain dalam pola yang cukup buatmemberi satu molekul "kecepatan lepas" energi panas - yang diperlukan untuk berubahmenjadi uap. Namun cairan seperti ini
sebenarnya menguap, hanya saja prosesnya jauh lebihlambat dan karena itu lebih tak
terlihat.
Penguapan

adalah

bagian

esensial

dari

siklus

air.

Energi

surya

menggerakkan penguapan air dari samudera, danau, embun dan sumber air lainnya.
Dalam hidrologi penguapan

dan transpirasi (yang

melibatkan penguapan

di dalam stomata tumbuhan) secarakolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi.

1.1.5 Curah Hujan


Hujan merupakan massa air baik dalam bentuk cair atau padat yang
merupakan hasil akhir proses pendinginan awan(kondensasi) di atmosfer yang jatuh
ke permukaan bumi. Curah hujan adalah unsure iklim yang selalu berubah-ubah dari
tahun ke tahun karena besarnya curah hujan ini bergantung pada besarnya evaporasi
yang terjadi ketika air dipanaskan oleh sinar matahari. Data hidrologi semacam curah
hujan, sangat perlu untuk memperkirakan kabutuhan air di lahan pertanian. Ini terkait
untuk mendukung program ketahanan pangan di daerah pertanian. Suburnya lahan
pertanian di sebagian besar dataran sangatlah bergantung dari limpahan air hujan.
Dengan adanya air hujan, diperkirakan sekitar 150 ton nutrisi jatuh ke Bumi setiap
tahunnyan. Untuk mengetahui banyaknya curah hujan di suatu wilayah maka dapat
menggunakan alat penakar hujan ombrometer.
1.1.6 Angin
Angin adalah aliran udara yang terjadi diatas permukaan bumi, yang
disebabkan oleh perbedaan tekanan udara pada dua arah yang berdekatan. Perbedaan

tekanan ini disebabkan oleh suhu udara sebagai akibat perbadaan pemanasan
permukaan bumi oleh matahari. Semakin besar tekanan udara maka semakin kencang
pula angin yang akan ditimbulkan. Angin lokal contohnya terjadi karena adanya
perbedaan tekanan udara di dua tempat yang berdekatan seperti di laut dan di darat.
Ada 3 hal yang penting menyangkut sifat angin yaitu : kekuatan angin, arah angin,
dan kecepatan angin.
Tekanan udara dipermukaan bumi diakibatkan oleh lapisan udara yang berada
pada atmosfer bumi. Semakin bertambah ketinggian suatu tempat, maka makin
rendah tekanan udara. Lapisan udara pada permukaan bumi memberikan tekanan
sebesar 1033,3 gram/cm2. Ini berarti pada saerah seluas 1 cm2 udara memberikan
tekanan sebesar 1033 gram. Tekanan udara pada permukaan bumi oleh lapisan
atmosfer adalah sebesar 1 atmosfer. Tekanan udara sebesar 1 atmosfer ini sama
dengan 76 cm Hg, didalam metereologi, satuan udara yang dipakai adalah Bar.
Faktor pendorong bergeraknya massa udara adalah perbedaan tekanan udara
antara satu tempat dengan tempat yang lain. Angin selalu bertiup dari tempat dengan
udara tekanan tinggi ke tempat yang tekanan udaranya lebih rendah. Jika tidak ada
gaya lain yang mempengaruhi, maka angin akan bergerak secara langsung dari udara
bertekanan tinggi ke udara bertekanan rendah. Akan tetapi, perputaran bumi pada
sumbunya akan menimbulkan gaya yang akan mempengaruhi arah pergerakan angin.
Berdasarkan uraian diatas bahwa unsue-unsur cuaca seperti radiasi
matahari, suhu, kelembaban, evaporasi, curah hujan dan angin saling berkaitan
satu sama lain dan memiliki pengaruh yang penting dalam bidang pertanian. Maka
kita sebagai serjana pertanian perlu untuk mengetahui alat-alat yang digunakan
untuk mengukur unsur-unsur cuaca tersebut.Oleh karena itu dilakukan Pratikum
agoklimatologi ini.

1.2 Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu :


1. Untuk mengenal alat yang digunakan untuk mengukur lama penyinaran dan
intensitas cahaya
2. Untuk mengenal alat yang digunakan untuk mrngukur suhu udara dan suhu
3.
4.
5.
6.

tanah
Untuk mengenal alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban nisbi
Untuk mengenal alat yang digunakan untuk mengukur evaporasi
Untuk mengenal alat yang digunakan untuk mengukur banyaknya curah hujan
Untuk mengenal alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin dan
menentukan arah angin

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Radiasi Matahari


Fotoperiodisme merupkan tanggapan tanaman terhadap panjang hari. Jadi
disini bukanlah intensitas cahaya yang penting tetapi lama penyanaran oleh matahari.
Lamanya penyinaran matahari berpengaruh terhadap kemampuan tanaman untuk
menghasilkan bagian tanaman yaitu kemampuan untuk berbunga. Di alam banyak
tanaman tidak menghasilkan bunga apabila panjang hasilnya kurang dari yang
seharunya dibutuhkan tanaman ( Subroto, 1999 ).
Matahari terbit sampai kira-kira satu atau setelah setangah hari jumlah energi
yang diterima temperature terus-menerus menaik. Sebaliknya kira -kira jam 13.00
sampai matahari terbenam, jumlah energi yang dilepas oleh bumi lebih besar dari
pada yang diterima. Oleh karena itu, kurva temperatur harian turun. Perlu diingat
temperature maksimum selama sehari tidak bertepatan dengan insolasi maksimum
(Fahry, 2010 ).
Radiasi matahari adalah pancaran energi matahari yang berasal dari proses
thermonuklir yang terjadi di matahari. Energi matahari berbentuk sinar dan
gelombang elektromagnetik. Spectrum sinar radiasi matahari terdiri dari sinar radiasi
gelombang pendek dan panjang. Sinar yang termasuk dalam gelombang pendek
adalah sinar X, sinar Gamma dan sinar Ultraviolet. Sedangkan sinar yang termasuk
gelombang panjang adalah sinar inframerah ( Anonym, 2011).
Radiasi surya yang dipancarkan keperukaan bumi merupakan gelombang
pendek dan selanjutnya sebagian energy diteruskan kedalam tanah (bumi) dan energy
radiasi gelombang panjang yang dipancarkan diserap atmosfer bumi dan sebagian
lainnya akan diteruskan keluar sistem atmosfer bumi.Alat ukur radiasi memegang
peran yang sangat penting dalam setiap kegiatan yang memanfaatkan radiasi. Dengan

mengambil tindakan yang paling tepat untuk menghindari terjadinya penerimaan


dosis yang berlebihan (Sukartono, dkk, 2006).

2.2 Suhu Udara dan Suhu Tanah


Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara. Alat untuk mengukur
suhu udara atau derajat panas disebut thermometer. Biasanya pengukur dinyatakan
dalam skala Celcius (C), Reamur (R), dan Fahrenheit (F). Suhu udara tertinggi
simuka bumi adalah didaerah tropis (sekitar ekoator) dan makin ke kutub semakin
dingin. Di lain pihak, pada waktu kita mendaki gunung, suhu udara terasa terasa
dingin jika ketinggian semakin bertambah. Kita sudah mengetahui bahwa tiap
kenaikan bertambah 100 meter maka suhu akan berkurang (turun) rata-rata 0,6 C.
Penurunan suhu semacam ini disebut gradient temperatur vertikal atau lapse rate.
Pada udara kering, lapse rate adalah 1 C (Benyamin, 1997).
Suhu tanah merupakan hasil dari keseluruhan radiasi yang merupakan
kombinasi emisi panjang gelombang dan aliran panas dalam tanah. Suhu tanah juga
disebut intensitas panas dalam tanah dengan satuan derajat celcius, derajat farenheit,
derajat Kelvin dan lain-lain. Suhu tanah berpengaruh terhadap penyerapan air. Makin
rendah suhu, makin sedikit air yang di serap oleh akar, karena itulah penurunan suhu
tanah mendadak dapat menyebabkan kelayuan tanaman (Soleh,2013).
Suhu tanah biasanya diamati pada kedalaman 5, 10, 20, 50, dan 100 cm.
Untuk keperluan ini telah dibuat termometer

sesuai dengan kedalamannya.

Pengukuran suhu tanah dilakukan pada tanah yang tertutup oleh rumput maupun
tanah yang terbuka. Pengukuran biasanya dilakukan dalam areal stasiun pengamatan.
Areal tidak boleh ternaungi dan tergenang air, hal ini harus dihindari.
Termometer dilindungi dengan pagar kawat dan dijaga agar tanah disekitarnya tidak
terganggu. Prinsip kerja termometer tanah hampir sama dengan termometer biasa,
hanya bentuk dan panjangnya berbeda. Pengukuran suhu tanah lebih teliti daripada

suhu udara. Perubahannya lambat sesuai dengan sifat kerapatan tanah yang lebih
besar daripada udara (Sumini,2013).
Suhu dipermukaan bumi makin rendah dengan bertambahnya lintang seperti
halnya penurunan suhu menurut ketinggian. Bedanya, pada penyeberan suhu secara
vertikal permukaan bumi merupakan sumber pemanas sehingga semakin tinggi
tempat maka semakin rendah suhunya. Rata-rata penurunan suhu udara menurut
ketinggian contohnya di Indonesia sekitar 5 C 6 C tiap kenaikan 1000 meter.
Karena kapasitas panas udara sangat rendah, suhu udara sangat pekat pada perubahan
energi dipermukaan bumi. Diantara udara, tanah dan air, udara merupakan konduktor
terburuk, sedangkan tanah merupakan konduktor terbaik (Handoko, 1994).
Temperatur (suhu) adalah salah satu sifat tanah yang sangat penting secara
langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan juga terhadap kelembapan,
aerasi, stuktur, aktifitas mikroba, dan enzimetik, dekomposisi serasah atau sisa
tanaman dan ketersidian hara-hara tanaman. Tenperatur tanah merupakan salah satu
faktor tumbuh tanaman yang penting sebagaimana halnya air, udara dan unsur hara.
Proses kehidupan bebijian, akar tanaman dan mikroba tanah secara langsung
dipengaruhi oleh temperatur tanah (Hanafiah, Kemas Ali, 2005).
Tentang suhu tanah pengaruhnya penting sekali pada kondisi tanah itu sendiri
dan pertumbuhan tanaman. Pengukuran dari suhu tanah biasanya dilakukan pada
kedalaman 5 cm, 10 cm, 20 cm, 50 cm, dan 100 cm. Faktor pengaruh suhu tanah
yaitu faktor luar dan faktor dalam. Yang dimaksud dengan faktor luar yaitu radiasi
matahari, awan, curah hujan, angin, kelembapan udara. Faktor dalamnya yaitu faktor
tanah, struktur tanda, kadar iar tanah, kandungan bahan organik, dan warna tanah.
Makin tinggi suhu maka semakin cepat pematangan pada tanaman(Kartasapoetra,
2005).
Suhu tanah beraneka ragam dengan cara khas pada perhitungan harian dan
musiman. Fluktasi terbesar dipermukaan tanah dan akan berkurang dengan
bertambahnya kedalaman tanah. Kelembapan waktu musiman yang jelas terjadi,
karena suhu tanah musiman lambat bantuk fluktasi suhu pada peralihan suhu diudara

atau dibawah tanah yang lebih besar. Suhu total untuk semalam tanaman mungkin
terjadi pada tengah hari. Dibawah 6 inch atau 15 inch terdapat variasi harian pada
suhu tanah (Sostrodarsono, 2006).

2.3 Kelembaban Nisbi


Kelembapan adalah konsentrasi uap air di udara. Angka konsentasi ini dapat
diekspresikan dalam kelembapan absolut, kelembapan spesifik atau kelembapan
relatif. Alat untuk mengukur kelembapan disebut higrometer. Kelembaban nisbi pada
suatu tempat tergantung pada suhu yang menentukan kapasitas udara untuk
menampung uap air serta kandungan uap air aktual di tempat tersebut. Kandungan
uap air yang aktual ini ditentukan oleh ketersediaan air tempat tersebut serta energi
untuk menguapkannya. Jika daerah tersebut basah dan panas seperti daerah-daerah di
kalimantan, maka penguap akan tinggi yang berakibat pada kelembaban mutlak serta
kelembaban nisbi yang tinngi. Sedangkan daerah pegunungan di Indonesia umumnya
mempunyai kelembaban nisbi yang tinggi karena suhunya rendah sehingga kapasitas
udara untuk menampung uap air relatif kecil (Handoko, 1986).
Kelembaban nisbi merupakan perbandingan antara kelembaban aktual dengan
kapasitas udara untuk menampung uap air. Bila kelembaban aktual dinyatakan
dengan tekanan uap aktual, maka kapasitas udara untuk menampung uap air tersebut
merupakan tekanan uap jenuh. Sehingga kelembaban nisbi (RH) dapat ditulis dengan
persen ( Sutrisno, 1986 ).
Kelembaban udara dalam ruang tertutup dapat diatur sesuai dengan keinginan.
Pengaturan kelembaban udara ini didasarkan atas prinsip kesetaraan potensi air antara
udara dengan bahan padat tertentu. Jika suatu ruang tertutup dimasukkan larutan,
maka air dari larutan larutan air tersebut akan menguap sampai terjadi keseimbangan
antara potensi air dengan potensi air larutan. Potensi air udara ber hubungan dengan
kelembaban relatif udara tersebut (Lakitan,2002).

Jumlah uap air dalam udara ini sebetulnya hanya merupakan sebagian kecil
saja dari seluruh atmosfer, yaitu hanya kira-kira 2 % dari jumlah masa. Akan tetapi
uap air ini merupakan komponen udara yang sangat penting ditinjau dari segi cuaca
dan iklim.Uap air adalah suatu gas, yang tidak dapat dilihat, yang merupakan salah
satu bagian dari atmosfer. Kabut dan awan adalah titik air atau butir-butir air yang
melayang-layang di udara.Kabut melayang-layang dekat permukaan tanah, sedangkan
awan melayang-layang di angkasa. Banyaknya uap air yang di kandung oleh awan
tergantung pada temperatur. Makin tingggi temperatur makin banyak uap air yang
dapat dikandung oleh awan (Hardjodinomo,1975).

2.4 Evaporasi
Proses perubahan air menjadi uap air disebut penguapan (vaporisasi atau
evaporasi). Molekul-molekul air yang mempunyai energi kinetik yang cukup untuk
mengatasi gaya-gaya tarik yang cenderung untuk menahannya dalam badan air di
proyeksikan melalui permukaan air. Oleh karena energi kinetik bertambah dan
tegangan permukaan berkuranng ketika temperatur naik, maka laju pernguapan naik
menurut temperatur. Hampir semua uap di atmosfer adalah hasil penguapan dari
permukaan air (Linsley,1989).
Evaporasi merupakan konversi air kedalam uap air. Proses ini berjalan terus
hamper tanpa berhenti disiang hari dan kerap kali di malam hari, perubahan dari
keadaan cair menjadi gas ini memerlukan energi berupa panas laten untuk evaporasi,
proses tersebut akan sangat aktif jika ada penyinaran matahari langsung, awan
merupakan penghalangan radiasi matahari dan penghambat proses evaporasi
(Wahyuningsih, 2004).
Penguapan berasal dari laut dan uap air diserap dalam arus udara yang bergerak
melintasi permukaan laut. Udara bermuatan embun terus menyerap uap air tersebut
hingga menjadi dingin mencapai temperatur di bawah temperatur titik embun,

sehingga terjadilah presipitasi (hujan). Jika temperaturnya rendah, terbentuklah hujan


es atau salju. Menurunnya temperatur massa udara disebabkan oleh konveksi, yaitu
udara yang mengandung embun panas yang temperaturnya bertambah kemudian
berkurang lagi sehingga membentuk awan dan selanjutnya dengan cepat
menimbulkan hujan. Hal ini disebut presipitasi konvektif. Presipitasi orografis berasal
dari arus udara di atas lautan yang bergerak melintasi daratan dan membelok ke atas
karena adanya pegunungan sepanjang pantai, dan akhirnya berubah menjadi dingin di
bawah temperatur jenuh dan menjadi embun (Subroto, 1999).
Evapotranspirasi ialah gabungan penguapan oleh semua permukaan dan
transpirasi. Evapotranspirasi ialah gabungan penguapan oleh semua permukaan dan
transpirasi tumbuhan penguapan oleh tumbuhan dapat berupa penguapan biasa secara
fisika (evaporasi). Kalau penguapan tersebut berasal dari air yang melengket pada
organ tumbuhan dan dapat pula berupa transpirasi, kalau berasal dari proses
fisiologis. Penyediaan energi luar untuk evaporasi permukaan organ-organ yang
prinsipnya oleh perubahan energi radiasi menjadi energi panas, jenis vegetasi alam,
dan keadaan tanah (..).
Kebutuhan air tanaman (crop water requirement) didefinisikan sebagai
banyaknya air yang hilang dari areal pertanaman setiap satuan luas dan satuan waktu,
yang digunakan untuk pertumbuhan, perkembangan (transpirasi) dan dievaporasikan
dari permukaan tanah dan tanaman. Kebutuhan air tanaman adalah transporasi.
Evapotranspirasi dipengaruhi oleh kadar kelembaban tanah, suhu udara, cahaya
matahari, dan angin. Evapotranspirasi dapat ditentukan dengan cara, yaitu (1)
menghitung jumlah air yang hilang dari tanah dalam jangka waktu tertentu, (2)
menggunakan factor-faktor iklim yang mempengaruhi evapotranspirasi, (3)
menggunakan Iysimeter (Hasan Basri Jumin, 2002).

2.5 Curah Hujan


Hujan adalah kebasahan yang jatuh ke bumi dalam bentuk cair. Butirbutir hujan mempunyai garis tengah 0,08 6 mm. Hujan terdapat dalam beberapa
macam yaitu hujan halus, hujan rintik-rintik dan hujan lebat. Perbedaan terutama
pada besarnya butir-butir. Hujan lebat biasanya turun sebentar saja jatuh dari awan
cumulonimbus. Hujan semacam ini dapat amat kuat dengan intensitas yang besar
(Karim,1985).
Hujan yang jatuh ke bumi baik langsung menjadi aliran maupun tidak
langsung yaitu melalui vegetasi atau media lainnya akan membentuk siklus aliran air
mulai dari tempat tinggi (gunung, pegunungan) menuju ke tempat yang rendah baik
di permukaan tanah maupun di dalam tanah yang berakhir di laut (Anonim,2011).
Curah hujan yaitu jumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dalam
waktu tertentu. Alat untuk mengukur banyaknya curah hujan disebut Rain gauge.
Curah hujan diukur dalam harian, bulanan, dan tahunan. Curah hujan yang jatuh di
wilayah Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah bentuk
medan/topografi, arah lereng medan, arah angin yang sejajar dengan garis pantai dan
jarak perjalanan angina diatas medan datar. Hujan merupakan peristiwa sampainya air
dalam bentuk cair maupun padat yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi
(Handoko, 2003).
Curah hujan dapat diukur dengan alat pengukur curah hujan otomatis atau
yang manual. Alat-alat pengukur tersebut harus diletakkan pada saerah yang alamiah,
sehingga curah hujan yang terukur dapat mewakili wilayah yang luas. Salah satu tipe
pengukur hujan manual yang paling banyak dipakai adalah tipe observatorium (obs)
atau sering disebut Ombrometer. Data yang didapat dari alat ini adalah curah hujan
harian. Curah hujan dari pengukuran alat ini dihitung dari volume air hujan dibagi
dengan luas mulut penakar. Alat tipe observatorium ini merupakan alat baku dengan

mulut penakar seluas 100 cm2 dan dipasang dengan ketinggian mulut penakar 1-2 m
dari permukaan tanah.
Alat pengukur hujan otomatis biasanya memakai prinsip pelampung,
timbangan dan jungkitan. Keuntungan menggunakan alat ukur otomatis ini antara lain
seperti, waktu terjadinya hujan dapat diketahui, intensitas setiap terjadinya hujan
dapat dihitung, pada beberapa tipe alat, pengukuran tidak harus dilakukan tiap hari
karena periode pencatatannya lebih dari sehari, dan beberapa keuntungan lain
(Sutedjo, Mul Suryani dan Kartasapoetra. 2005).

2.6 Angin
Angin adalah gerakan atau perpindahan masa udara pada arah horizontal yang
disebabkan oleh perbedaan tekanan udara dari satu tempat dengan tempat lainnya.
Angin diartikan pula sebagai gerakan relatif udara terhadap permukaan bumi, pada
arah horizontal atau hampir horinzontal. Masa udara ini mempunyai sifat yang
dibedakan antara lain oleh kelembaban (RH) dan suhunya, sehingga dikenal adanya
angin basah, angin kering dan sebagainya. Sifat-sifat ini dipengaruhi oleh tiga hal
utama, yaitu (1) daerah asalnya dan (2) daerah yang dilewatinya dan (3) lama atau
jarak pergerakannya.
Dua komponen angin yang diukur ialah kecepatan dan arahnya. Lamanya
pengamatan

maupun

data

hasil

pencatatan

biasanya

disesuaikan

dengan

kepentingannya. Untuk kepentingan agroklimatologi umumnya dicari rata-rata


kecepatan dan arah angin selama periode 24 jam (nilai harian). Berdasarkan nilai ini
kemudian dapat dihitung nilai mingguan, bulanan dan tahunannya.
Kecepatan angin diukur dengan menggunakan alat yang disebut Anemometer
atau Anemograf. Ada beberapa beberapa tipe Anemometer , yaitu :Anemometer
dengan tiga atau empat mangkokSensornya terdiri dari tiga atau empat buah mangkok
yang dipasang pada jari-jari yang berpusat pada suatu sumbu vertikal atau semua

mangkok

tersebut

terpasang

pada

poros

vertikal..

Anemometer

propeller

:Anemometer ini hampir sana dengan anemometer di atas, bedanya hanya


mangkoknya terpasang pada poros horozontal.. Anemometer tabung bertekanan.
Kerja Anemometer ini mengikuti prinsip tabung pitot, yaitu dihitung dari
tekanan statis dan tekanan kecepatan Sehubungan dengan adanya perbedaan
kecepatan angin dari berbagai ketinggian yang berbeda, maka tinggi pemasangan
anemometer ini biasanya disesuaikan dengan tujuan atau kegunaannya
Yang dimaksud dengan arah angin adalah arah dari mana tiupan angin berasal.
Bila angin itu datang dari Selatan, maka arah anginnya adalah Utara, datangnya dari
laut, dinyatakan angin laut. Arah angin untuk angi di daerah permukaan biasanya
dinyatakan dalam 16 arah kompas yang dikenal dengan istilah Wind Rose, sedangkan
untuk angin di daerah atas dinyatakan dengan derajat dimulai dari arah Utara
bergerak searah jarum jam sampai di arah yang bersangkutan.
Angin sangat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan dari tanaman
tersebut, karena angin bisa membantu proses perkembangbiakan tanaman-tanaman
pertanian. Angin sangat berpengaruh pada curah hujan suatu daerah, karena yang
menentukan dimana hujan turun adalah angin yang menghembuskan awan mendung
ke suatu daerah.
Variasi arah dan kecepatan angin dapat terjadi jika angin bergeser dengan
permukaan yang licin (smooth), variasi yang diakibatkan oleh kekasaran permukan
disebut turbulensi mekanis. Turbulensi daat pula terjadi pada saat udara panas pada
permukaan bergerak ke atas secara vertikal, kaena adanya resistensi dari lapisan udara
di atasnya. Turbulensi yang disebabkan perbedaan suhu lapisan atmosfer ini disebut
turbulensi termal atau kadang disebut turbulensi konfektif. Fluktuasi kecepatan angin
akibat turbulensi mekanis umumnya lebih kecil tetapi frekuensinya lebih tinggi (lebih
cepat) dibandingkan dengan fluktuasi akibat turbulensi termal (Karim, 1985).

BAB III. METODE PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat Praktikum.


Kegiatan praktikum Agroklimatologi ini telah dilaksananakan mulai dari
tanggal 27Oktober s/d 17November 2016, di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas
Pertanian, Universitas Mataram dan di Taman Alat BMKG, Kediri, Kabupaten
Lombok Barat.

3.2. Alat dan Bahan Praktikum


Alat-alat yang digunakan dalam praktikum Agroklimatologi ini diantaranya
adalah SunShine recorder type Jordan, thermometer selubung plastik, thermometer
ruangan, thermohygrograph mini, thermometer sangkar, botol semprot, tabel RH,
ombrograf, anemometer, sangkar cuaca, psikrometer (terdiri dari 4 themometer :
thermometer max, min, bola basah dan bola kering), rain water sampler, anemometer
cup counter, open van evaporimeter, thermometer apung, ASRS, Sun Shine recorder
type Campbell Stokes, penakar hujan tipe observatorium, penakar hujan tipe
Hellman, aktinograf, lisimeter, kamera handphone dan alat tulis-menulis. Bahanbahan yang digunakan dalam praktikum Agroklimatologi ini antara lain adalah kertas
pias dan aquades.

3.3. Prosedur Kerja


3.3.1 Pengukuran Lama Penyinaran Dan Pengukuran Suhu Udara Dan Suhu
Tanah
1. Diamati alat-alat praktikum.
Diamati macam-macam alat dan bagian-bagiannya.
2. Dicatat hasil dari materi yang telah dijelaskan oleh co.asst.
Dicatat nama-nama alat seperti;alat pengukur lama penyinaran tipe Campbell

stokes,kertas paias,water pass,thermometer suhu udara,termometer tanah


selubung plastik dan termometer tanah selubung logam,bagian-bagian dari
masing-alat,fungsi alat dan cara kerja alat.
3. Diphoto alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum.
3.3.2 Pengukuran Suhu dan KelembabanNisbi
1. Diamati alat-alat praktikum, dan macam-macam alat serta bagian-bagiannya.
2. Dicatat materi yang telah dijelaskan oleh co.asst.
Dicatat nama-nama alat seperti; Termohigrograf, Higrograf, psikrometer.
nama bagian-bagian dari masing alat,fungsi alat dan cara kerja alat.
3. Diphoto bahan-bahan yang telah dijelaskan oleh co.asst.
Dilakukan pemotretan terhadap masing-masing alat yang akan digunakan
untuk kegiatan praktikum.
3.1.3

Pengukuran Kecepatan dan Arah Angin dan Curah Hujan


1. Diamati macam-macam alat dan bagian-bagiannya.
2. Dicatat nama-nama dan bagian-bagian dari masing-masing alat serta fungsi
alat.
3. Diphoto alat dan bahan yang telah dijelaskan oleh anggota BMKG.

BAB IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1. HASIL
4.1.1.Radiasi Matahari

Silinder
jordan
Pengatur
inklinasi
Dasar Alat

``
Gambar1. Alat pengukuran lama sinar matahari
tipe jordan

Pembacaan
kemeringan
Celah Sinar

Gambar 2. Water
pass

Skala
penera

Gambar 2. Kertas
pias

4.1.2. Suhu Udara dan Suhu Tanah


Tutup
Selubung
Celah
pembaca
Selubung
plastik
Lubang
Lensa
Ujung
Selubung
Gambar4.Termometer tanah selubung
plastik
Ujung
Selubung
Tutup
Selubung
Celah
pembaca
Selubung
logam
Lubang
Lensa
Gambar5.Termometer tanah
selubung

Celah
pembaca
Skala pembaca
Celcius
Skala
pembaca
Fahrenhait

Gambar 6.Termometer
ruangan

4.1.3. Kelembaban Nisbi


Thermometer bola kering
Thermometer bola basah
Tiang statif
Kain muslim
Gambar 1. Psikrometer sangkar

Skala pembaca
kelembaban
Skala pembaca
suhu
Gambar 2. Higrometer
Pengatur
putaran
Kertas
pias
Pencatat suhu udara
(Bimetal
Pencatat)
kelembaban(rambut)
Gambar3.
Termohigrograf

4.1.4.Pengukuran Curah Hujan dan Pengukuran Kecepatan Dan Arah Angin

Penampung air
hujan

Keran air
hujan

Gambar 4.1.1 Ambrometer tipe Observatorium

Penampun air hujan

Kertas pias
Lengan pen

Penampung air hujan


yang telah diukur

Gambar 4.1.2 Ambrograf tipe Hellman

Stilling
Well

Termometer
air

Panci
penguapan

Gambar 4.1.3. Panci penguapan

Sensor

Rain
Water
Sampler

Gambar 4.1.4. Rain Water Sampler

Solar
Cell

Gambar 4.1.5. Solar Cell

Cup
Counter

Gambar 4.1.6. Anemometer cup counter

Cup anemometer
Penunjuk arah
angin

Gambar 4.1.7. Anemometer

Termometer
tanah pada
tanah gundul

Gambar 4.1.7. Termometer tanah

Thermometer
tanah pada tanah
berumput

Gambar4.1.8. Termometer tanah

Gambar 4.1.9. Campbell Stokes

Bola
Kertas letak
Pengatur
gelas
pias
pias
Konvek
s
Tempat
menyisipkan
kertas pias

HV
Sampler

Gambar 4.1.10. HV Sampler

Sangkar
Meteorologi
Termometer
bola kering
Thermomete
r bola basah
Termometer
maksimum
Thermomete
r minimum

Gambar 4.1.11. Sangkar meteorologi

5.2. Pembahasan
5.2.1. Radiasi Matahari
Pada praktikum ini telah dijelaskan beberapa jenis alat untuk mengukur
beberapa unsur iklim,dalam hal ini yaitu pengukuran lama penyinaran matahari.
Adapun alat dan bahan tersebut yaitu; pengukur lamanya penyinaran matahari tipe
Jordan,kertas pias,dan waterpas.Alat pengkur lama penyinaran matahari ini terdiri
dari beberapa bagian diantaranya penutup silinder tipe Jordan,silinder Jordan,celah
sinar,pengatur inklinasi dan dasar alat.
Berdasarkan pengamatan terhadap bagian alat pengukur lama penyinaran
matahari serta penjelasan dari Co. ass, dapat diketahui bahwa pengukuran lama
penyinaran matahari dimulai dari jam 07.00 sampai jam 18.00, karena jangka waktu
penyinaran matahari di hitung dalam priode satu hari. Sebagaimana telah dijelaskan,
alat untuk mengukur lama penyinaran matahari adalah alat tipe Jordan, penempatanya
diletakkan di tempat terbuka dan dihadapkan arah utara-selatan, agar sinar matahari
dapat melaui celah sinar dan membakar kertas pias secara sempurna. Alat tipe Jordan
ini juga ditempatkan di tempat yang cukup tinggi tujuannya untuk memperoleh
penyinaran matahari secara sempurna sepanjang hari serta untuk menghindari
terganggunya alat oleh aktifitas manusia yang dapat menganggu fungsi dari alat
tersebut.
Kertas pias yang digunakan pada alat tipe jordan ini berwarna biru dongker
(tua) dimana kertas pias ini mempunyai skala tertentu yang dibaca sebagai gambaran
lama penyinaran sinar matahari, yaitu skala yang bergaris hitam tebal yang
merupakan skala hitung persatu jam dan skala yang bergaris hitam tipis yang
merupakan skala hitung persepuluh menit. Kertas pias ini dipasang dengan cara
melingkarkan pada tabung silinder alat ukur tipe Jordan, hal tersebut memudahkan
kita dalam mengetahui berapa lama kertas tersebut terbakar. Adapun bagian-bagian
dari alat tipe jordan tersebut yaitu antara lain tutup silinder, celah sinar, silinder
Jordan, pengatur inklinasi, skala angka dan dasar alat. Tutup silinder berfungsi

sebagai penutup tabung (silinder) Jordan, hal tersebut juga bertujuan agar kertas pias
tidak terbakar habis oleh sinar matahari.
Celah sinar berfungsi sebagai jalan masuknya sinar matahari yang akan
membakar kertas pias sehingga dapat di ukur lamanya penyinarannya. Celah sinar ini
berjumlah 2 buah, masing-masing berjumlah satu disisi kiri dan kanan silinder.
Silinder Jordan berfungsi sebagai tempat meletakkan kertas pias dan juga sebagai
penangkap sinar. Pengatur inklinasi berfungsi sebagai pengatur dan penunjuk arah
sinar matahari yang datang sehingga matahari dapat masuk dalam silinder melalui
celah sinar. Skala angka berfungsi untuk mengatur kemiringan dari alat tipe Jordan
tersebut. Dasar alat berfungsi agar alat alat tipe Jordan ini bisa duduk pada tempat
dimana diletakkan.
Dalam praktikum ini diperkenalkan juga alat yang digunakan untuk mengukur
suhu tanah dan suhu ruangan,Alat pengukur suhu tanah ada 2 tipe yaitu thermometer
tanah selubung plastik dan thermometer tanah selubung logam.Dikatan thermometer
tanah selubung plastik karena selubung dari thermometer tersebut terbuat dari plastik
sedangkan thermometer tanah selubung logam yaitu terbuat dari logam.
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa
suhu pada kedua tempat pengujian relativesama,hal ini disebabkan karena posisi
pemasangat alat berdekatan pada area yang sama pula sehinggasuhu tanah yang
terbaca pada kedua alat tersebut tidak jauh berbeda.Perbedaan suhu pada kedua alat
tersebut sangatlah tipis, ini menandakan bahwa kondisi lapangan pada penempatan
kedua alat tersebut sama. Adapun adanya perbedaan yang tipis tadi disebabkan karena
kedalaman alat yang ditancapkan berbeda-beda. Seandainya alat pertama dipasang
pada lokasi lapangan terbuka penyinarannya lebih tinggi karena sinar matahari yang
datang dapat langsung diserap oleh permukaan tanah karena tidak adanya penahan
secara langsung. Dan alat kedua dipasang dengan tingkat penyinaran pada lokasi
dibawah tajuk tanaman, dimana tingkat penyinaran pada lokasi ini lebih sedikit
rendah dibandingkan dengan lokasi pada lapangan terbuka.Tentu akan didapat

perbedaan suhu yang relatif tinggi pada kedua alat tersebut. Karena sinar matahari
memiliki pengaruh yang besar terhadapa fluktuasi suhu tanah, selain air, kandungan
bahan organik, kedalam, dan tanaman disekitarnnya.
Pada pengamatan terlihat pula perbadaan suhu tanah pada waktut pengukuran
dan kedalaman yang berbeda,hal ini dapat terlihat dari hasil percobaan dengan
beberapa kali pengulangan yakni pada waktu antara pukul 13:00, pukul 14:00, pukul
15:00 dan pada pukul 16:00.Pada umumnya suhu tanah akan lebih tinggi pada
permukaan yaitu pada kedalaman 5 cm dibandingkan dengan kedalaman 10 cm.Hal
ini disebabkan karena semakin dalam suatu tanah maka suhunya akan semakin
rendah,karena pada kedalaman tersebut mengandung kadar air yang banyak. Akan
tetapi pada saat praktikum berjalan suhu pada kedalaman 10 cm lebih tinggi daripada
suhu pada kedalaman 5 cm, hal ini disebabkan karena hujan sudah turun beberapa
saat yang lalu dan kondisi atmosfer yang sedang mendung. Selain itu juga bisa
disebabkan kesalahan dalam pembacaan suhu oleh praktikan.
5.2.2.Suhu dan KelembabanNisbi
Kelembaban udara adalah tingkat kebasahan udara karena dalam udara, air
selalu terkandung dalam bentuk uap air. Kandungan uap air dalam udara hangat lebih
banyak daripada kandungan uap air dalam udara dingin.Apabila udara banyak
mengandung uap air didinginkan maka suhunya turun dan udara tidak dapat menahan
lagi uap air sebanyak itu.Uap air berubah menjadi titik-titik air.Udara yang
mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut udara jenuh.
Kelembapan juga dapat di definisikan sebagai konsentrasi uap air di udara. Angka
konsentasi ini dapat diekspresikan dalam kelembapan absolut, kelembapan spesifik
dan kelembapan relative.
Pada praktikum ini telah dijelaskan beberapa jenis alat untuk mengukur
beberapa unsur iklim seperti; suhu dan kelembaban nisbi udara.Adapun alat dan
bahan tersebut yaitu; higrometer, psikrometer sangkar dan higrotermograf.Higrometer
yaitu suatu alat yang digunakan utuk mengukur suhu dan kelambaban udara disuatu

tempat.Pada alat ini terdapat dua bagian pembacaan yaitu skala pembacaan
kelembaban yang dinyatakan dalam % (bagian atas) dan skala pembacaan suhu yang
dinyatakan dalam OC (bagian bawah),lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di atas.
Termohigrograf,juga memiliki dua tipe pencatat yaitu jarum bagian bawah
untuk mencatat kelembaban udara,jarum pencatat ini sangat erat hubungannya degan
senseor rambut,digunakan sensor rambut karena rambut sangat peka terhadap
kelembaban.Jarum bagian atas untuk mencatat suhu udara yang berkaitan langsung
dengan sensor yang terbuat dari tembaga.Pada alat ini terpasng kertas pias yang
berfungsi sebagai tempat pencatatan dari masing-masing jaraum pencatat.Kerts pias
ini terdiri dari dua kolom,kolom bagian atas untuk pembacaan suhu dan kolom bawah
untuk pembacaan kelembaban.
Psikrometer atau disebut juga thermometer bola basah-bola kering yang
berfungsi untuk mengukur suhu udara.Pada alat ini terdapat dua tipe alat pembaca
yang dipadukan untuk mendapatkan data atau menentukan suhu udara yang
sebenarnya.
Pada umumnya kelembaban udara pada sore hari lebih tinggi dibandingkan
pada siang hari.Hal ini disebabkan karena suhu udara pada sore hari lebih rendah
sehingga kelembaban tinggi namun dari hasil pengamatan yang telah dilakukan
kelembaban udara lebih tinggi pada siang hari.Hal ini disebabkan karena perubahan
cuaca yang terjadi secara tidak menentu.Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan
diperoleh data kelembaban udara dari jam 13:00 16:00 secara berurutan yaitu
74%,75%,62% dan 73% dengan suhu berturut-turut 32 OC,32OC,32OC,34OC.
Kelembaban udara sangat berpengaruh dalam bidang pertanian yaitu apabila
kelembaban tinggi maka mikroorganisme akan lebih cepat berkembang biak pada
suhu optimal dan tanaman akan cepat terserang penyakit sehingga produksi menurun.

5.2.3Pengukuran Kecepatan dan Arah Angin, dan Curah Hujan


Dalam praktikum ini telah dijelaskan beberapa alat yang digunakan untuk
mengukur kecepata dan arah angin. Kecepatan angin adalah jarak tempuh angin atau

pergeraakan udara per satuan waktu dan dinyatakan dalam satuan meter per detik
(m/d), kilometer per jam (km/j), dan mil per jam (mi/j). Satuan mil (mil laut) per jam
disebut juga knot (kn). Kecepatan angin bervariasi dengan ketinggian dari permukaan
tanah, sehingga dikenal adanya profil angin, dimana makin tinggi dari permukaan
tanah maka gerakan angin makin cepat.
Tingginya kecepatan angin pada tempat yang tinggi disebabkan angin dapat
berhembus tanpa penghalang, sedangkan di tempat yang rendah angin tidak dapat
berhembus dengan bebas karena terhalang gunung-gunung, bangunan, pepohonan
dan lain-lain. Di permukaan bumi, gunung, pohon, dan topografi yang tidak rata
lainnya memberikan gaya gesekan yang besar. Semakin tinggi suatu tempat, gaya
gesekan ini semakin kecil.
Pembacaan arah angin yaitu dengan menentukan Dari dan Ke yaitu dari
mana tiupan angin berasal. Bila angin itu datang dari Selatan, maka arah anginnya
adalah utara, datangnya dari laut, dinyatakan angin laut. Arah angin untuk angin di
daerah permukaan biasanya dinyatakan dalam 16 arah kompas yang dikenal dengan
istilah Wind Rose, sedangkan untuk angin di daerah atas dinyatakan dengan derajat,
dimulai dari arah Utara bergerak searah jarum jam sampai di arah yang bersangkutan.
Bila tidak ada tiupan angin maka arah angin dinyatakan dengan kode 00.
Dalam praktikum ini telah dijelaskan juga beberapa alat yang biasa digunakan
untuk mengukur curah hujan. Ombrometer tipe observatorium merupakan alat yang
berfungsi untuk mengukur curah hujan harian dan dapat diamati setiap waktu dengan
cara mengukur air yang berada di dalam ombrometer dengan gelas ukur. Penempatan
atau penanaman tiang kolektor ombrometer tipe observatorium ini jika terlalu dekat
dengan tanah bisa menimbulkan kesulitan yang diakibatkan percikan air dari
permukaan tanah, sehingga ketinggian telah dibakukan untuk menyamakan
pengamatan yaitu,120 cm dari permukaan tanah, pengaturan ini berfungsi agar
turbulensi dan percikan air hujan yang memantul dari tanah sangat kecil
kemungkinannya. Kelebihan alat ini yaitu pemakaiannya mudah dan praktis, selain

itu, ketelitian alat cukup kecil sehingga memungkinkan untuk memperoleh data hasil
pengukuran yang lebih valid. Kekurangan peralatan ini yaitu memerlukan
pengamatan berulang untuk mendapatkan data hasil karena diamati harian.
Ombrograf tipe Hellman Merupakan alat yang digunakan untuk mengukur
curah hujan dalam periode mingguan dengan dilengkapi pena beserta silinder kertas
grafik yang digunakan untuk mencatat curah hujan. Pada umumnya, ombrograf ini
ditempatkan di atas permukaaan tanah dengan prinsip kerja berdasarkan sistem
pelampung. Kelebihan dari ombrograf tipe ini yaitu pengamatannya lebih efisien
karena grafik akan terbentuk secara otomatis dengan perubahan volume air di dalam
tabung penampung. Dengan data yang berbentuk grafik dapat diperoleh informasi
mengenai curah hujan secara bersinambungan dalam periode tertentu. Namun, alat ini
mempunyai kelemahan yaitu daya tampungnya hanya 60 mm sehingga tidak bisa
mengamati curah hujan lebih dari ukuran itu. Selain itu juga kelemahan pada
ketelitian alat yang mencapai 2 mm sehingga data yang dihasilkan kurang valid
dibandingkan ombrometer. Hal ini disebabkan data yang dihasilkan berdasarkan
gerakan pena yang dimungkinkan bisa bergerak juga akibat faktor selain pena seperti
halnya akibat tersenggol pengamat.
Dalam bidang pertanian pengaruh kecepatan angin dan curah hujan sangat
berpengaruh terhadap produksi dan pengelolaan tanaman.Dalam hal ini, misalnya
terhadap hasil tanaman mempunyai pengaruh terhadap besarnya jumlah produksi
tanaman, kurangnya efektivitas dan efisiensi pestisida untuk pengendalian hama dan
penyakit. Selain itu, curah hujan, kecepatan angin dan faktor cuaca lainnya juga dapat
mempengaruhi cara dan keberhasilan pengendalian hama penyakit, baik yang
dilakukan dengan cara kimiawi, hayati maupun kultur teknis

BAB V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasil praktikum diatas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Alat yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya ialah Solarimeter
2. Alat yang digunakan untuk mengukur lama penyinaran ialah Sun Shine
Recorder Type Jordan
3. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu udara ialah Thermometrer ruangan
4. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu tanah ialah Thermomrter tanah
berselubung plastic
5. Alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban nisbi ialah Psikrometer dan
Thermohigrograf Mini
6. Alat yang digunakan untuk mengukur besarnya evaporasi ialah Van
Evaporimeter
7. Alat yang digunakan untuk mengukur banyaknya curah hujan ialah
Ombrograf
8. Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin dan menentukan arah
angin ialah Anemometer
5.2 Saran
1. Pencatatan, perhitungan, dan analisis data cuaca ini dapat dimanfaatkan dalam
bidang pertanian, khususnya oleh petani agar dapat menentukan hasil produksi
tanaman sehingga kegagalan panen dapat diantisipasi dengan baik dan lebih
dahulu.
2. Dalam melakukan tindak budidaya hendaklah memperhatikan faktor-faktor
cuaca. Dalam hal ini lama penyinaran, suhu tanah, suhu udara, kelembaban
nisbi, curah hujan dan kecepatan dan arah angin agar tanaman yang
dibudidayakan dapat berproduksi maksimal sesuai yang diharapkan.

DAFTAR PUSTAKA
Anonym. 2009. Klimatologi Dasar. Bogor: Pustaka Jaya.
Anonym. 2011. Faktor-Faktor Iklim. Jakarta: UI
Benyamin, Lakitan. 1997.Klimatologi Dasar. Jakarta: Radja Grafindo Persada.
Benyamin. 1994. Dasar-Dasar Klimatologi.Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.
Fahry. 2010. Alat pengukur suhu. http://fahry31.blogspot.com
Hanafiah,

Kemas

Ali.

2005.

Dasar-dasar

IlmuTanah.

Jakarta:

PT.RadjaGrifindoPersada.
Handoko, Ir. 1999. Klimatologi Dasar. FMIPA. Bogor: IPB.
Handoko. 1986. Pengamatan Unsur Unsur Cuaca di Stasiun Klimatologi
Pertanian. Bogor: Jurusan Geofisika dan Meteorologi FMIPA-IPB.
Handoko. 1994. Klimatologi Dasar, landasan pemahaman fisika atmosfer dan unsurunsuriklim. Jakarta: PT.Dunia Pustaka Jaya.
Hardjodinomo, Soekirno. 1975. Ilmu Iklim dan Pengairan.Bandung: Binacipta.
Karim, Kamarlis. 1985. Dasar-dasar Klimatologi. Banda Aceh: UNSYIAH.
Kartasapoetra, dkk. 2005. Teknologi Konservasi Tanah.Jakarta:Rineka jaya.
Kartasputra. 1998. Klimatologi Pengruh Iklim Terhadap Tanah dan Tanaman.
Jakarta: Bina Aksara.
Kristanto, Kensaku. 2002. Hidrologi Untuk Pertanian.Jakarta: PT. Pradya Paramita.
Lakitan, Benyamin. 2002.Dasar-Dasar Klimatologi.Jakarta: PT.Raja Grafindo
Persada.
Linsley, dkk. 1989. Hidrologi Untuk Insinyur.Jakarta: Erlangga.
Soleh,Adi Wawan. 2013. Pengukuran Suhu dan Kelembaban Udara di Beberapa
Vegetasi. http://awansatya0711.wordpress.com.Diakses 7 Desember 2015
pukul 16.00

Sosrodorsono. 2006. Variasi Tanah. Bogor: Rineka Jaya.


Subroto. 1999. Klimatologi Umum. Bandunng: ITB Bandung.
Sukartono, dkk.2006. Agroklimatologi. Mataram: UPT Mataram University Press.
Sumini. 2013. Pengukuran Suhu tanah menggunakan Termometer Digitan dan
Termometer Biasa. http://suminiagribusiness11.wordpress.com. Diakses 7
Desember 2015 pukul 16.00
Sutrisno.1986. Fisika Dasar. Bandung: ITB.
Wahyuningsih, Utami. 2004. Geografi. Jakarta: Pabelan.