Anda di halaman 1dari 37

Tanaman Tingkih / Kemiri (Aleurites moluccana)

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malpighiales
Famili: Euphorbiaceae
Genus: Aleurites
Spesies: A. moluccana
Nama binomial: Aleurites moluccana
Morfologi tanaman:
Pohon kemiri atau Aleurites moluccana Wild, dapat dijumpai hampir
sebagian besar Indonesia, pohon ini dapat tumbuh pada ketinggian 0-800 m diatas
permukaan laut. Tinggi pohon sampai 35 cm, panjang batang bebas cabang 10-14 m ,
diameter sampai 100 cm, kulit luar berwarna kelabu, beralur sedikit dan dangkal,
tidakmengelupas. Kemiri mulai berbuah pada umur 3,5 sampai dengan 4 tahun. pada
umur 5 tahun produksi buah rata-rata 200 kg/pohon/tahun. Dari biji kemiri dapat
diolahmenjadi minyak atau lemak kemiri yang digunakan sebagai bahan obat-obatan,
kosmetik, coating dan industri cat. Kayu teras berwarna putih kekuning-kuningan, mudah
diserang jamur biru, gubal tidak dapat dibedakan dari kayu teras. Kemiri dikenal
masyarakat barat dengan sebutan candleberry, Indian Walnut dan Cadlenut, sekarang
sudah tersebar luas di daerah-daerah tropis. Tinggi tanaman mencapai sekitar 15-25
meter. Daunnya berwarna hijau pucat. Kacangnya memiliki diameter sekitar 46 cm. Biji
yang terdapat di dalamnya memiliki lapisan pelindung yang sangat keras dan mengandung
minyak yang cukup banyak
Kandungan:
Kemiri mengandung zat gizi dan nongizi, zat non gizi dalam dalam kemiri misalnya
saponin, falvonoida dan polifenol. Banyak peneliti telah membuktikan bahwa ketiga
komponen ini memiliki arti besar bagi kesehatan. Kandungan zat gizi mikro yang
terda[pat dalam kemiri adalah protein, lemak dan karbohidrat. Mineral dominan yang
terdapat dalam kemiri adalah kalium, fosfor, magnesium, dan kalsium. Dalam kemiri juga
terkandung zat besi, seng, tembaga dan selenium dalam jumlah sedikit. Kandungan
penting lainnya adalah vitamin, folat, serta fitosterol yang dapat merusak enzim
pembentuk kolesterol dalam hati sehingga dapat menghambat pembentukan kolesterol.
Protein pada biji kemiri terdiri dari asam amino essensial maupun non esensial, fungsi

asam amino esensial antara lain untuk pertumbuhan karena asam amino terdapat di
semua jaringan dan membentuk protein dan antibody. Asam amino non esensial yang
menonjol pada kemiri yaitu asam glutamate dan asam aspartat. Keberadaan asam
glutamate yang memberikan rasa nikmat ketika kemiri digunakan sebagai bumbu dapur
yang dapat menjadi pengganti penyedap masakan seperti MSG.
Manfaat
Tumbuhan kemiri memiliki banyak khasiat diantaranya untuk:
1.
Buang
Air
Besar
Berdarah
Gunakan 20 gr kulit batang kemiri direbus dengan 400 cc air sampai tersisa 200 cc,
saring dan
airnya diminum hangat-hangat.
2.
Disentri
Gunakan 10 gr kulit batang kemiri direbus dengan 400 cc air sampai tersisa 200 cc, saring
dan airnya diminum hangat-hangat. Sedangkan untuk diare, gunakan 20 gr kulit batang
kemiri segar ditumbuk halus kemudian direbus dengan 600 cc air sampai tersisa 300 cc,
saring dan airnya diminum 2 kali sehari. Setiap kali minum sebanyak 150 cc.
3.
Sembelit
Gunakan 1 buah kemiri, ditambah 2 siung bawah merah, 30 gr daun urang aring, 10 gr
kayu manis, 5 gr pulosari, ditambah 6 gr adas, setengah sendok teh garam, dihaluskan
kemudian direbus dengan 800 cc air sampai tersisa 400 cc. Saring dan airnya diminum 2
kali sehari. Setiap kali minum 200 cc.
4.
Demam
Gunakan minyak kemiri secukupnya, kemudian tambahkan 15 gr akar pulutan direbus
dengan air secukupnya sampai mendidih. Kemudian minum ramuan saat masih hangat.
Ada baiknya lakukan pengobatan ini secara teratur dan untuk penyakit berat disarankan
untuk tetap berkonsultasi ke dokter.
5.

Sakit Gigi

Gunakan 3 tetes getah daun kemiri dilumaskan ke bagian yang sakit. Lakukan sebanyak 3
kali seminggu. Jika anda mempunyai bisul, gunakan 10 lembar daun pukul 4, ditambah 15
lembar daun kangkung dihaluskan, tambahkan minyak kemiri dan minyak kelapa
secukupnya. Aduk rata kemudian dioleskan pada bisul. Lakukan 2 kali sehari.
6. Mengalami Rambut Rontok : Gunakan 60 gr daun lidah buaya, dikupas kulitnya,
ditambah 30 gr daun mangkokan, ditambah 30 gr daun waru muda kemudian dihaluskan.
Setelah itu, tambahkan 50 gr minyak kemiri hangat, aduk rata kemudian dioleskan pada
kulit kepala dan rambut sampai rata. Diamkan beberapa saat. Setelah itu, bilas sampai
bersih.

7. Memperkuat Dan Memperbaiki Tumbuhnya Rambut: Gunakan 6 buah kemiri ditumbuk


halus, tambahkan air secukupnya dan dimasak sampai mengeluarkan minyak. Gosokkan
minyak tersebut ke kulit kepala dan rambut sampai merata. Lakukan 3 kali seminggu.
Sumber:
Kajian dari Dr. Ir. Listyanto, MSc, Tanaman Kemiri, jumat, 1 maret 2013.
http://tanaman.co/tips-budidaya-kemiri-dan-khasiat-buah-kemiri/
Direktorat budidaya tanaman tahunan direktorat jenderal perkebunan 2008, Budidaya
Kemiri, jumat, 1 maret 2013 http://ditjenbun.deptan.go.id/budtanan/images/copy
%20of%20budidaya%20kemiri.pdf
CBN , portal cyberhealth, Jumat, 1 maret 2013,
http://portal.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/detail.aspx?
x=Natural+Healing&y=cybermed|20|0|3|72
Tanaman Bunga jepun / Kamboja (P. rubra var. Acutifolia)
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Gentianales
Famili: Apocynacea
Genus: Plumeria
Spesies: Plumeria rubra
Varietas: P. rubra var. Acutifolia
Morfologi tanaman:
Tanaman kamboja mempunyai pohon dengan tinggi batang 1,5-6 m, bengkok, dan
mengandung getah. Tumbuhan asal Amerika ini biasanya ditanam sebagai tanaman hias di
pekarangan, taman, dan umumnya di daerah pekuburan, atau tumbuh secara liar.
Tumbuh di daerah dataran rendah 1-700 m di atas permukaan laut. Rantingnya besar,
daun berkelompok rapat pada ujung ranting, bertangkai panjang, memanjang berbentuk
lanset, panjang daun 20-40 cm, lebar 6-12,5 cm, ujung meruncing, pangkal menyempit,
tepi rata, tulang daun menyirip. Bunga dalam malai rata, berkumpul diujung ranting,
kelopak kecil, sisi dalam tanpa kelenjar, mahkota berbentuk corong, sisi dalam berambut,
sisi luar kemerahan atau putih, sisi dalam agak kuning, putih atau merah, berbau harum.
Tangkai putik pendek, tumpul, lebar, bakal buah 1 atau 2, saling berjauhan, berbentuk
tabung gepeng memanjang, panjang 18-20 cm, lebar 1-2 cm, berbiji banyak, biji bersayap,
tanpa kuncung rambut, ketika masih muda berwarna hijau, setelah tua hitam kecoklatan
(Steenis, 1976; Dalimartha, 1999).
Kandungan Kimianya:

BATANG : mengandung getah putih yang mengandung damar, kautscuk, senyawa sejenis
karet, senyawa triterpenoid amytin dan lupeol. Khusus pada kulit batang berkhasiat untuk
menumpas rasa sakit karena bengkak dan dan pecah-pecah pada telapak kaki.
Mengandung senyawa plumeirid, yakni senyawa glikosida yang bersifat racun. Karena
bersifat racun dan bisa mematikan kuman. Getah kamboja dengan dosis yang tepat
berguna sebagai obat sakit gigi atau obat luka, dan berkhasiat pula bagi penderita
frambusia. Namun getah ini jangan sampai kena mata karena bisa mengakibatkan
kebutaan.
BUNGA : untuk mencegah rematik atau asam urat (digunakan sebagai teh), meredakan
demam, menghentikan batuk, melancarkan keluar air seni, menghentikan mencret karena
disentri, mencegah pingsan karena hawa panas dan menyembuhkan sembelit (jika
dikonsumsi dalam jumlah banyak). Oleh sebab itu wangi bunga kamboja dapat digunakan
sebagai bahan campuran sabun, obat nyamuk, dan minyak wangi.
GETAH : mengandung sejenis antiseptik yang mampu menyembuhkan gatal-gatal di selasela jari kaki karena kuman air dan sejenisnya, seperti tumit pecah-pecah ataupun lukaluka kecil ditangan dan kaki, tetapi untuk kulit lunak dari bagian tubuh kita tidak
dianjurkan menggunakan getah plumeria ini, karena bisa mengakibatkan iritasi ataupun
luka yang lebih serius, bahkan bisa menimbulkan kebutaan jika terkena mata
Kandungan kimia
Tanaman kamboja (Plumeria acuminate, W.T.Ait) mengandung senyawa agoniadin,
plumierid, asam plumerat, lipeol, dan asam serotinat, plumierid merupakan suatu zat
pahit beracun. Menurut Sastroamidjojo (!967). kandungan kimia getah tanaman ini adalah
damar dan asam plumeria C10H10O5 (oxymethyl dioxykaneelzuur) sedangkan kulitnya
mengandung zat pahit beracun. Menurut Syamsulhidayat dan Hutapea (1991) akar dan
daun Plumeria acuminate, W.T.Ait mengandung senyawa saponin, flavonoid, dan polifenol,
selain itu daunnya juga mengandung alkaloid. Tumbuhan ini mengandung fulvoplumierin,
yang memperlihatkan daya mencegah pertumbuhan bakteri, selain itu juga mengandung
minyak atsiri antara lain geraniol, farsenol, sitronelol, fenetilalkohol dan linalool
(Tampubolon, 1981). Kulit batang kamboja mengandung flavonoid, alkaloid, polifenol
(Dalimartha, 1999 ; Prihandono, 1996).
Manfaatnya:
Manfaat dan khasiat lain tanaman kemboja antara lain:
1. Teh bunga kemboja
Bunga kamboja yang diseduh bersama teh atau tanpa teh dipercaya bermanfaat
memberikan efek adem, sejuk dan baik bagi pencernaan. Sehingga teh bunga kamboja
ini sangat baik dikonsumsi secara rutin bagi seseorang yang ingin sehat secara alami.
2. Pelengkap sayuran
Bunga kamboja segar yang dimasak sebagai pelengkap sayuran memberikan cita rasa
sedap, memberikan efek terapi dan bermanfaat bagi kesehatan.
3. Sebagai Antibiotik

Karena bersifat racun dan bisa mematikan kuman, getah kamboja dengan dosis yang
tepat dapat dimanfaatkan sebagai antibiotik. Dalam getah kemboja terkandung
alkaloid, tanin, flavonoid dan tripterpenoid, tapi yang terdeteksi pada ekstrak getah
hanya triterpenoid pentasiklik.
4. Mengobati bisul
Daun bunga kamboja bisa dimanfaatkan sebagai obat bisul. Cara pemakaian; daun
kamboja yang masih muda dan segar dipanaskan diatas api sampai layu, kemudian
olesi dengan sedikit minyak zaitun. Selanjutnya daun tersebut ditempelkan pada bisul
selagi masih panas. Ulangi hingga bisul mengempes.
5. Mengobati kaki bengkak
Sementara itu akar dan batangnya dipercaya bisa mengatasi kaki bengkak dan tumit
pecah-pecah. Caranya: akar dan daun bunga kamboja direbus hingga mendidih,
kemudian tambahkan garam mineral secukupnya. Gunakan air rebusan tersebut
untuk merendam kaki dua kali sehari.
6. Mengobati sakit gigi
Untuk menghilangkan rasa sakit pada gigi berlubang. Ambillah beberapa tetes getah
kamboja dengan menggunakan kapas, kemudian letakkan si kapas di gigi yang sakit.
Hati-hati, jangan sampai mengenai gigi yang tidak sakit. Dosisnya 1-2 kali sehari.
Namun, pengobatan dengan getah ini hanya bersifat sementara saja, dan tak bisa
menyembuhkan secara tuntas.
7. Mengobati frambusia
Untuk obat frambusia, ambillah kulit batang kamboja sebanyak 3 telapak tangan,
kemudian dicuci dan dipotong-potong. Rebus dengan air bersih sebanyak kira-kira 3
liter sampai mendidih, selama 15 menit. Tunggu sampai hangat atau suam-suam kuku.
Selanjutnya, manfaatkan air rebusan ini untuk mandi atau berendam.
8. Gonorrhoea / kencing nanah
Ada yang meyakini bahwa dengan meminum rebusan akar semboja, penderita
penyakit menular seksual (PMS) kencing nanah atau gonorrhoea / GO dapat
disembuhkan.
9. Borok Oleskan getah kamboja pada borok yang sudah dicuci dengan air hangat.
10. Kutil Oleskan 1 sendok teh getah pohon kamboja pada kulit beberapa kali selama
beberapa hari sampai kutil hilang.
11. Mengeluarkan duri Oleskan getah kamboja pada bagian yang sakit, maka benda
yang masuk akan keluar.
12. Tumit pecah-pecah
Sepotong kulit kamboja direbus dengan 3 liter air sampai mendidih. Hangat-hangat
rendamkan kaki yang sakit.
Hasil penelitian
oleh: Luh Putu Wrasiati, Amna Hartati, Dewa Ayu Anom Yuari ni
Bidang Ilmu : Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian,
Universitas Udayana
Judul penelitian: KANDUNGAN SENYAWA BIOAKTIF DAN KARAKTERISTIK
SENSORIS EKSTRAK SIMPLISIA BUNGA KAMBOJA (Plumeria sp.)

Ekstrak simplisia bunga kamboja mengandung senyawa bioaktif berupa tannin, total fenol
dan vitamin C. Ekstrak simplisia bunga kamboja Cendana mengandung kadar tannin
dan vitamin C paling tinggi, sedangkan ekstrak simplisia bunga kamboja Sudamala
memiliki kadar total fenol yang paling tinggi. Penilaian panelis terhadap warna, berkisar
antara kuning dan coklat sampai dengan merah kecoklatan, aroma bunga kamboja
berkisar antara kriteria agak khas bunga kamboja sampai dengan khas bunga kamboja.
Sementara itu penilaian panelis terhadap rasa berkisar antara kriteria agak sepat dan
sedikit asam sampai dengan sepat. Skor tertinggi untuk rasa yaitu sepat dimiliki oleh
ekstrak simplisia bunga kamboja Sudamala, skor tertinggi untuk warna yaitu merah
kecoklatan juga dimiliki oleh ekstrak simplisia bunga kamboja Sudamala. Skor tertinggi
untuk aroma dimiliki oleh ekstrak simplisia Bunga Kamboja Cendana.
Resep herbal dengan Kamboja
Ada berbagai penyakit yang dapat diobati denga tanaa kamboja. Dan ada juga resep
tanaman kaboja antara lain :
1. Kencing Nanah (Gonorrhea)
Bahan:
1 Potong akar kamboja
Cara membuat:
direbus dengan gelas air sampai mendidih.
Cara menggunakan:
diminum 1 kali sehari 1 cangkir.
2. Patek, Puru (Frambusia)
Bahan:
2 Sirap kulit kamboja
Cara membuat:
ditumbuk halus dan direbus dengan 1 cerek air sampai mendidih.
Cara Menggunakan:
digunakan untuk mandi dan menggosok yang luka.
3. Memulihkan Bengkak
Bahan:
1 Sirap kulit kamboja
Cara membuat:
ditumbuk halus dan direbus dengan 0,5 cerek air sampai mendidih.
Cara menggunakan:
digunakan untuk merendam bagian tubuh yang bengkak.
4. Bisul
DAUN KAMBOJA
Bahan:
daun kamboja dan minyak kelapa
Cara membuat:
daun kamboja dilemaskan dan diolesi dengan minyak kelapa.

Cara menggunakan:
ditempelkan pada bagian yang bisul
AKAR KAMBOJA Bahan:
Getah Kamboja
Cara membuat:
ambil getah kamboja dari pohonnya
Cara menggunakan:
oleskan pada bagian yang bisul.
Sumber:
Dalimartha, S., dr., 1999, Ramuan Tradisional untuk Pengobatan Kanker, hal 62-63,
Penebar Swadata, Jakarta. http://www.ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=656
Kementrian Kesehatan 2011, Pedoman kader Pemanfaatan tanaman obat untuk
kesehatan, Jakarta: Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan R.I
(hal. 54)
Tanaman Kelor (Moringa oleifera L.)
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Brassicales
Famili : Moringaceae
Genus : Moringa
Spesies : Moringa oleifera L.
Morfologi Tanaman:
Moringa oleifera L. dapat berupa semak atau dapat pula berupa pohon dengan tinggi
12 m engan diameter 30 cm. Kayunya merupakan jenis kayu lunak dan memiliki kualitas
rendah. Daun tanaman kelor memiliki karakteristik bersirip tak sempurna, kecil,
berbentuk telur, sebesar ujung jari. Helaian anak daun memiliki warna hijau sampai hijau
kecoklatan, bentuk bundar telur atau bundar telur terbalik, panjang 1-3 cm, lebar 4 mm
sampai 1 cm, ujung daun tumpul, pangkal daun membulat, tepi daun rata. Kulit akar
berasa dan berbau tajam dan pedas, dari dalam berwarna kuning pucat, bergaris halus,
tetapi terang dan melintang. Tidak keras, bentuk tidak beraturan, permukaan luar kulit
agak licin, permukaan dalam agak berserabut, bagian kayu warna cokelat muda, atau
krem berserabut, sebagian besar terpisah.
Kandungan kimia dan manfaat tumbuhan
Moringa oleifera L. mengandung kombinasi senyawa yang unik yaitu isotiosianat
dan glukosinolat. Isotiosianat (ITC) merupakan zat yang terdapat dalam berbagai

tanaman, termasuk Moringa oleifera L., dan memiliki potensi sebagai agen kemopreventif.
Secara in vivo, isotiosianat telah menunjukkan aktivitas sebagai agen antikanker. Di alam
isotiosianat berada dalam bentuk benzil isotiosianat (BITC) [Gambar 2.A], phenetil
isotiosianat (PEITC) [Gambar 2.B], atau phenyl isotiosianat (PITC) [Gambar 2.C] (Bose,
2007). Isotiosianat terlepas dari tanamannya melalui aksi enzim mirosinase setelah sel
tanaman itu rusak, seperti saat dipanen atau saat dikunyah (Zhang dkk., 2009). Atas dasar
fakta-fakta tersebut berbagai penelitian mengenai isotiosianat telah banyak dilakukan.
Manfaat:
Manfaat obat dan kesehatan daun kelor pada tubuh manusia, di antaranya adalah:
Daun kelor mampu menurunkan kadar gula darah.
Daun kelor sangat baik untuk pengobatan dan mengatasi rematik.
Daun kelor adalah obat pegal linu,ecok dan Pereda Nyeri alami.
Untuk memenuhi kebutuhan segala macam jenis Vitamin A,Vit
C,Kalsium,Potasium,Protein,Zat besi dan mineral-mineral yang lain.
Juga sangat bermanfaat untuk pencegah:

Rematik, Nyeri dan Pegal Linu. Tumbuk halus dua gagang daun kelor dan
setengah sendok makan kapur sirih lalu gosok ke bagian tubuh yang sakit sebagai
param.

Sakit Mata. Tumbuk halus tiga gagang daun kelor dan diberi air satu gelas, aduk
sampai merata, diamkan sampai ampasnya mengendap dan gunakan airnya sebagai tetes
mata.

Cacingan. Rebus tiga gagang daun kelor, satu gagang daun cabai, 1-2 batang meniran
dengan dua gelas air sampai mendidih hingga tinggal satu gelas, saring rebusan air
tersebut dan diminum rutin setiap hari.

Alergi. Rebus tiga gagang daun kelor, satu siung bawang merah, adas pulasari
secukupnya tambahkan tiga gelas air sampai mendidih hingga tinggal dua gelas, kemudian
disaring dan minum rutin setiap hari.

Herpes,Kurap dan Luka Bernanah. Tujuh gagang daun kelor ditumbuk sampai halus
dan tempelkan ke bagian yang luka sebagai obat luar.

Menghilangkan Flek Wajah. Pilih beberapa lembar daun kelor yang masih muda,
ditumbuk sehalus mungkin dan gunakan sebagai bedak atau dicampur dengan bedak.

Penghancur Batu Ginjal. Daun kelor dibuat sayur bening, dimakan rutin setiap hari
selama kurang lebih satu bulan, batu ginjal akan luruh dan keluar bersama air kencing.

Penelitian:
Penelitian mekanisme antikanker
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa mekanisme aksi isotiosianat adalah melalui
induksi enzim pemetabolisme fase 1 dan enzim pemetabolisme fase 2. (Hetch, 1999).
Efektifitas tanaman ini sebagai agen antikanker juga terbukti dari beberapa publikasi
penelitian yang menyatakan bahwa benzyl isothiosianat (BITC) secara in vitro mampu
menginduksi apoptosis terhadap sel kanker ovarium (Bose, 2007). BITC juga dapat
menginhibisi pertumbuhan sel kanker pankreas BxPC-3 secara signifikan dengan IC50 8
M melalui fase G2/M cell cycle arrest serta induksi apoptosis (Srivastava dan Singh,
2004). Bharali dkk melaporkan bahwa ekstrak etanolik dari Moringa oleifera L.
berpotensi sebagai agen kemoprefentif terhadap karsinogenesis yang disebabkan oleh
bahan kimia. PEITC mampu menginhibisi induksi kanker paru-paru oleh NNK melalui
mekanisme pengurangan pembentukan DNA adduct dan juga dapat menginduksi
apoptosis (Sticha dkk., 2002)
Sumber:
CCRC Farmasi UGM, Berbagi Ilmu dan Aplikasi Kemoprevens , Kamboja (Plumeria
acuminate), 1 maret 2013, http://www.ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=656
Ir. Ida Ayu Rusmiarini, MP. 2010. Bahan Kuliah F.kes UNHI tanaman-tanaman obat.
Denpasar. hal. 44
Padma Herbal, 2012. Materi Pelatihan dan Pengenalan dan Pemanfaatan Tanaman Obat.
(hal. 44)
Kementrian Kesehatan 2011, Pedoman kader Pemanfaatan tanaman obat untuk
kesehatan, Jakarta: Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan R.I
(hl. 71)
4

Tanaman ceramai (Phyllanthus acidus)

Nama tanaman
Indonesia:

Ceremai, cereme

Bahasa asing: Otaheite gooseberry, malay gooseberry (Inggris), Cermai (Melayu), Ma-yom (Thailand).
Divisi : Spematophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Euphorbiales
Suku : Euphorbiaceae
Marga : Phyllanthus
Jenis : Phyllanthus acidus (L.) Skeels

Morfologi Tanaman
Habitus : pohon, tinggi 10 cm. Batang : tegak, bulat, berkayu, mudah patah, kasar,
percabangan monopodial, coklat muda. Daun : majemuk, lonjong, berseling, panjang 5-6
cm, lebar 2-3 cm, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, pertulangan menyirip, halus,
tangkai silindris, panjang 2 cm, hijau muda. Bunga : majemuk, bulat, di ranting, tangkai
silindris, panjang 1 cm, hijau muda, kelopak bentuk bintang, halus, mahkota merah
muda. Buah : bulat, permukaan berlekuk, kuning keputih-putihan. Biji : bulat pipih,
coklat muda. Akar : tunggang, coklat muda (Hutapea, 1994)
Kandungan Kimia
Daun, kulit batang, dan kayu mengandung saponin, flavonoid, tanin, dan polifenol. Akar
mengandung saponin, asam galus, zat samak, dan zat beracun (toksik). Buah mengandung
vitamin C. Daun berkhasiat sebagai peluruh dahak, pencahar (purgatif), mual, kanker,
dan sariawan. Kulit berkhasiat mengatasi penyakit asma dan sakit kulit. Kulit akar dan
buah berkhasiat sebagai pencahar. Biji untuk mengobati sembelit dan mual. Di Thailand,
akar tanaman dimanfaatkan sebagai rehabilitasi dari seseorang yang kecanduan alkohol.
Pengobatan ini sangat efektif, namun ternyata menimbulkan efek samping kronis yang
cukup serius.
Manfaat Buah Ceremai
Berikut ini cara pemanfaatan buah ceremai untuk pengobatan.
Sembelit
- Siapkan biji ceremai sebanyak ? sendok teh, dicuci lalu digiling sampai halus. Seduh
dengan ? cangkir air panas. Sewaktu masih hangat tambahkan 1 sendok makan madu,
aduk sampai rata kemudian diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari.
- Siapkan daun ceremai segar sebanyak 3 gr, dicuci lalu ditumbuk halus. Seduh dengan 2
gelas air panas lalu didinginkan . Hasil seduhan diminum sekaligus bersama ampasnya.
Asma
Siapkan biji ceremai sebanyak 6 biji, bawang merah 2 butir, akar kara (dolichos lablab) ?
genggam, buah lengkeng (nephelium longanum) 8 butir, dicuci lalu ditumbuk seperlunya.
Bahan-bahan tersebut lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 ? gelas.
Setelah dingin disaring, lalu diminum dengan air gula secukupnya, sehari 2 kali, masingmasing ? gelas.
Kanker
Siapkan daun ceremai yang masih muda sebanyak ? genggam, daun belimbing 1/3
genggam, bidara upas ? jari, gadung cina ? jari, gula enau 3 jari, dicuci lalu dipotong-

potong seperlunya. Bahan-bahan tadi direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tertinggal
kira-kira ? bagian. Setelah dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, masingmasing cukup ? gelas.
Melangsingkan Badan
Minum air rebusan daun ceremai. Obat ini bekerja kuat, jangan menggunakan dalam
jangka waktu lama.

Peringatan; Cairan akar beracun. Sebaiknya tidak menggunakan akar ceremai untuk
pengobatan.
Penelitian:
Vongvanich et al (2000) melaporkan penemuan senyawa glikosida Norbisabolane yaitu
Phyllanthusols A and B yang bersifat sitotoksik terhadap BC dan KB cell lines.
Phyllanthusols A (1) dan B (2) menunjukkan sitotoksisitas terhadap BC (EC50 pada 4.2
dan 4.0 g/mL untuk 1 and 2, masing-msaing) dan KB (EC50 pada 14.6 dan 8.9 g/mL
untuk 1 dan 2, respectively) cell lines, sedangkan aglikon 3 dan sakarida 4 tidak
menunjukkan efek toksik. Senyawa ini ada dalam tanaman dengan karadar yang cuku p
tinggi (ca. 1 mg/g berat basah) dan senyawa sitotoksik glikosida norbisabolane g 1 pada
akar P. acidus, yang mungkin bertanggung jawab terhadap penyakit kronis ketika
sesorang meminum ektrak akar tanaman ini.
Sumber:
CCRC Farmasi UGM, Berbagi Ilmu dan Aplikasi Kemoprevens , Kamboja (Plumeria
acuminate), 1 maret 2013, http://www.ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=116
Buku Pengenalan tanaman obat dan khasiatnya (hl. 18)
Ir. Ida Ayu Rusmiarini, MP. 2010. Bahan Kuliah F.kes UNHI tanaman-tanaman obat.
Denpasar. Hal 28
5 Awar awar (Ficus septica Burm.L)
Nama daerah : Kiciyat (Sunda), Awar-awar (Jawa Tengah, Belitung), Barabar (Madura),
Sirih popar (Ambon), Bei, Loloyan (Minahasa); Tobotobo (Makasar); Dausalo (Bugis);
Bobulutu (Halmahera Utara); Tagalolo (Ternate) (Hutapea, 1991).
Nama asing : Papua Nugini : Omia (Kurereda), Manibwohebwahe (Wagawaga, Milne
Bay), Bahuerueru (Vanapa); Filipina: Hauili (Filipino), Kauili (Tagalog), Sio (Bikol).
Nama simplisia adalah Fici septicae folium (daun awar-awar).
Morfologi tanaman:

Pohon atau semak tinggi, tegak 1-5 meter. Batang pokok bengkok-bengkok, lunak,
ranting bulat silindris, berongga, gundul, bergetah bening. Daun penumpu tunggal, besar,
sangat runcing, daun tunggal, bertangkai, duduk daun berseling atau berhadapan,
bertangkai 2,53 cm. Helaian berbentuk bulat telur atau elips, dengan pangkal membulat,
ujung menyempit cukup tumpul, tepi rata, 9-30 x 9-16 cm, dari atas hijau tua mengkilat,
dengan banyak bintik-bintik yang pucat, dari bawah hijau muda, sisi kiri kanan tulang
daun tengah dengan 6-12 tulang daun samping; kedua belah sisi tulang daun menyolok
karena warnanya yang pucat. Bunga majemuk susunan periuk berpasangan, bertangkai
pendek, pada pangkalnya dengan 3 daun pelindung, hijau muda atau hijau abu-abu,
diameter lebih kurang 1,5 cm, pada beberapa tanaman ada bunga jantan dan bunga gal,
pada yang lain bunga betina. Buah tipe periuk, berdaging , hijau-hijau abu-abu, diameter
1,5-2 cm. Waktu berbunga Januari-Desember. Tumbuhan ini banyak ditemukan di Jawa
dan Madura; tumbuh pada daerah dengan ketinggian 1200 m di atas permukaan laut,
banyak ditemukan di tepi jalan, semak belukar dan hutan terbuka.
Kandungan Kiminya:
Daun Ficus septica mengandung senyawa flavonoid genistin dan kaempferitrin,
kumarin, senyawa fenolik, pirimidin dan alkaloid antofin, 10S,13aR-antofin N-oxide,
dehidrotylophorin,
ficuseptin
A,
tylophorin,
2-Demetoksitylophorin,
14Hidroksiisotylopcrebin N-oxide, saponin triterpenoid, sterol (Wu et al., 2002 cit Lansky et
al., 2008, Yang et al., 2005, Damu et al., 2005). Akar mengandung sterol dan polifenol
(Hutapea, 1991). Alkaloid yang terkandung pada batang antara lain adalah
fenantroindolisidin (ficuseptin B, ficuseptin C, ficuseptin D, 10R,13aR-tylophorin N-oxide,
10R,13aR-tylocrebrin N-oxide, 10S,13aR-tylocrebrin N-oxide, 10S,13aR-isotylocrebrin Noxide, dan 10S,13aS-isotylocrebrin N-oxide (Damu et al., 2005). Daun dan akar
mengandung stigmasterol dan -sitosterol. Daun dan batang mengandung alkaloid
isotylocrebin dan tylocrebin (Wu et al., 2002 cit Lansky et al., 2008). Struktur kimia
senyawa kandungan Ficus septica. Kandungan alkaloid berupa senyawa antofin (1), 2Demethoxytylophorine (2), Isotylocrebine (3), Tylocrebine (4),Tylophorine (5), 10S,13aRanofine N-oxide (6), Dehydrotylophorine (7), dan Ficuseptine A (8), kandungan flavonoid
berupa kaempferitrin (10) dan genistin (11), serta senyawa kumarin (9) (Wu et al., 2002 cit
Lansky et al., 2008).
Manfaatnya:
Daun digunakan untuk obat penyakit kulit, radang usus buntu, mengatasi bisul,
gigitan ular berbisa dan sesak napas. Akar digunakan untuk penawar racun ikan dan
penanggulangan asma. Perasan air dari tumbukan akar awar awar dan adas pulowaras
dapat digunakan untuk mengobati keracunan ikan, gadung (Dioscorea hispida dennst) dan
kepiting. Jika ditumbuk dengan segenggam akar alang-alang dan airnya diperas
merupakan obat penyebab muntah yang sangat manjur. Untuk obat bisul dipakai 5 gram
daun segar Ficus septica, ditumbuk sampai lumat, kemudian ditempelkan pada bisul.
Getah dimanfaatkan untuk mengatasi bengkak-bengkak dan kepala pusing. Buah untuk
pencahar.
Penelitian Antikanker

Alkaloid fenantroindolisidin dalam daun Ficus septica memiliki efek sitotoksik


terhadap sel kanker. Aktivitas sitotoksik komponen fenantroindolisidin menunjukkan nilai
poten yang tinggi pada cell lines carcinoma KB-VI (multidrugs resistance cell) dan KB-3-1
(sensitive cell). Salah satu komponen fenantroindolisidin berupa 6-O-desmethylantofine
dari Tylophora tanakae mempunyai IC50 7 3 nM untuk sel KB-3-1dan IC50 10 4 nM
untuk sel KB-VI (Staerk et al., 2002). Batang Ficus septica yang terbukti mengandung
alkaloid fenantroindolisin mempunyai aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker nasofaring
HONE-1 (human nasopharyngeal carcinoma) dan sel kanker lambung NUGC (human
gastric cancer) (Damu et al., 2005). Penelitian Yang et al. (2005) menyebutkan daun
tanaman ini memiliki efek anti inflamasi melalui penghambatan inducible nitic oxide
synthase (iNOS) dan enzim siklooksigenase-2 (COX-2).
Ekstrak etanolik daun Ficus septica memberikan efek sitotoksik terhadap sel
kanker payudara T47D dengan IC50 59 g/ml (unpublished data, CCRC). Isoflavonoid
genistin memiliki aktivitas sitotoksik melalui pemacuan apoptosis pada sel kanker ovarian,
SV-OV-3. Isoflavonoid genistin menginduksi apoptosis pada sel kanker ovarian SK-OV-3
melalui peningkatan aktivitas caspase 3 (Choi et al., 2006). Kumarin umbelliprenin dan
senyawa fenolik resveratrol diketahui memiliki aktivitas stotoksik pada sel MCF7 ( Lim et
al., 2008; Guisado et al., 2002). Penelitian Chu et al. (2001) membuktikan kumarin
eskuletin mampu menginduksi apoptosis dan menurunkan ekspresi protein Bcl-2 hingga
58% pada sel leukemia HL-60 selama inkubasi 9 jam. Penelitian Guisado et al. (2005)
menyatakan bahwa senyawa fenolik resveratrol menginduksi apoptosis melalui downregulation NFB pada penghambatan jalur signaling PI3K/Akt yang mengakibatkan
penurunan ekspresi protein Bcl-2. Triterpenoid Amooranin dari tanaman tropis India
Amoora rohituka menginduksi apoptosis dengan menurunkan ekspresi protein Bcl-2 serta
memotong caspase 8, 9, 6, Bid pada sel kanker payudara MCF-7 (Rabi et al., 2007).

Sumber:
CCRC Farmasi UGM, Berbagi Ilmu dan Aplikasi Kemoprevens , Kamboja (Plumeria
acuminate), 1 maret 2013, http://www.ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=67
Lansky, E. P., Paavilainen, H. M., Pawlus, A. D., and Newman, R. A., 2008, Ficus spp. (fig):
Ethnobotany and potential as anticancer and anti-inflammatory agents, Journal of
Ethnopharmacology, 119 : 195-213.
6 Gedang / pepaya (Carica papaya L.)
Klasifikasi tanaman:
Divisio : Spermathophyta
Subdivision : Angiospermae

Class : Dicotyledonae
SubClass : Sympetalae
Ordo : Cystales/Parietales
Famili : Caricaceae
Genus : Carica
Spesies : Carica papaya L. (Steenis, 1992)

Morfologi tanaman:
Carica papaya L. adalah semak berbentuk pohon dengan batang yang lurus dan
bulat. Bagian atas bercabang atau tidak, sebelah dalam berupa spons dan berongga,
sebelah luar banyak tanda bekas daun. Tinggi pohon 2,5-10 m, tangkai daun bulat
berongga, panjang 2,5-10 m, daun bulat atau bulat telur, bertulang daun menjari, tepi
bercangap, berbagi menjari, ujung runcing garis tengah 25-75 cm, sebelah atas berwarna
hijau tua, sebelah bawah hijau agak muda daun licin dan suram, pada tiap tiga lingkaran
batang terdapat 8 daun. Bunga hampir selalu berkelamin satu atau berumah dua, tetapi
kebanyakan dengan beberapa bunga berkelamin dua pada karangan bunga yang jantan.
Bunga jantan pada tandan yang serupa malai dan bertangkai panjang, berkelopak sangat
kecil mahkota berbentuk terompet berwarna putih kekuningan, dengan tepi yang bertaju
lima, dan tabung yang panjang, langsing, taju berputar dalam kuncup, kepala sari
bertangkai pendek, dan duduk bunga betina kebanyakan berdiri sendiri, daun mahkota
lepas dan hampir lepas, putih kekuningan, bakal buah beruncing satu, kepala putik lima
duduk,. Buah buni bulat telur memanjang, biji banyak, dibungkus oleh selaput yang berisi
cairan, didalamnya berduri. Berasal dari Amerika, ditanam sebagai pohon buah (Steenis,
1992). Tanaman ini dapat dijumpai hampir di seluruh kepulauan Indonesia. Di Jawa
tengah dikenal dengan nama kates, di Sunda dinamakan gedang, orang sulawesi
menyebutnya kapaya dan di Ambon dikenal dengan nama papas.
Kandungan kimianya:
anaman papaya mempunyai kandungan kimia yang berbeda-beda pada buah, daun, akar
maupun biji. Pada buah terkandunga asam butanorat, metal butanoat, benzilglukosinolat,
linalool, papain, asam alfa linoleat, alfa filandren, alfa terpinen, gamma terpinen, 4terpineol, dan terpinolen. Pada daun terkandung alkaloid, dehidrokarpain, pesedokarpain,
flavonol, benzilglukosinolat, papain dan tannin.
Seratus gram daun dilaporkan mengandung 74 kalori, 77.5 g H2O, 7 g protein, 2 g lemak,
11.3 g karbohidrat total, 1.8 g serat, 2.2 g abu, 344 mg kalsium, 142 mg fosfor, 0.8 mg besi,

18 g natrium, 652 mg kalium, 11.565 g beta karoten, 0.09 mg thiamin, 0.48 mg riboflavin,
2.1 mg niasin, 140 mg asam askorbat dan 136 mg vitamin E (Duke, 1983).

Manfaatnya:
Tanaman papaya ini mempunyai banyak sekali manfaat dan kegunaan dan telah
digunakan secara tradisional untuk: arthiris dan reumatik di Indonesia dan Haiti; asma
dan infeksi pernapasan di Mauritius, Meksiko dan Filipina; kanker di Australia dan
Meksiko; konstipasi dan laksatif di Honduras, Panama dan Trinidad; meningkatkan
produksi susu di Indonesia dan Malaysia; tumor (Uterus) di Ghana, Indochina, dan
Nigeria; dan sifilis di Afrika.
Papain adalah enzim yang terkandung dalam papaya dan telah banyak diteliti
manfaatnya. Dalam industri, papain mempunyai banyak kegunaan antara lain dalam
proses penggumpalan susu (rennet), proses penguraian protein, pembuatan bir,
mengempukkan daging, proses ekstraksi minyak hati ikan tuna, dan membersihkan sutra
dan wool sebelum pewarnaan (Duke, 1983).

Untuk pemakaian luar, caranya pepaya direbus lalu airnya digunakan untuk mencuci
bagian yang sakit, atau getah dioleskan pada bagian yang sakit. Sedangkan untuk
pemakaian dalam, gunakan 30-60 gram bahan segar yang direbus atau dihaluskan
menjadi jus.
Gunakan untuk kapalan, tumit pecah-pecah, luka, panu, digigit serangga. Caranya, buah
pepaya muda dipotong ujungnya lalu ambil getahnya dengan menggunakan kapas, lalu
oleskan pada bagian kulit yang sakit. Buah pepaya mengkal diblender atau dihaluskan,
lalu airnya dioleskan pada bagian yang sakit. Lakukan secara rutin.
Mengatasi ubanan sebelum waktunya. Caranya, gunakan 30 gram biji pepaya yang telah
matang disangrai kemudian dihaluskan hingga menjadi bubuk, tambahkan 1 sendok
makan minyak kelapa, aduk rata lalu dioleskan pada rambut hingga merata. Biarkan
selama 1-2 jam setelah itu bersihkan. Lakukan 1 kali seminggu.
Untuk melancarkan ASI. Gunakan 30 gram daun pepaya diremas-remas, lalu diletakan di
atas api hingga daun menjadi layu, dan tempelkan daun pepaya selagi hangat di sekeliling
payudara, kecuali bagian putingnya.
Pada penderita luka bakar, gunakan getah pepaya muda dioleskan pada luka bakar, atau
pepaya muda dihaluskan kemudian dibalurkan pada bagian yang sakit (dikompres).
Untuk mengobati jerawat, gunakan 30 gram daun pepaya yang sudah tua dijemur
sebentar kemudian dihaluskan tambahkan 30 cc air, kemudian gunakan sebagai masker

pada bulit yang berjerawat. Getah pohon pepaya muda dioleskan pada kulit yang
berjerawat. Lakukan seacra rutin hingga jerawat kering. Hindari terkena mata.
Pada pasien rematik, gunakan 30 gram akar pepaya, 20 gram daun jeruk nipis, 15 gram
sambiloto segar, 20 gram daun ketepeng china, 30 gram daun sirih segar, 5 buah cabai
rawit, semuanya dihaluskan lalu direndam dalam alkohol 75 persen selama 7 hari,
kemudian diperas dan disaring. Airnya digunakan untuk menggosok dan mengurut bagian
yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari. Atau gunakan 1/2 sendok teh getah pepaya gantung,
1/2 sendok teh getah batang sesuru, minyak kayu putih secukupnya diaduk rata lalu
digunakan untuk menggosok bagian yang sakit.
Bila menderita susah buang air besar, gunakan 300 gram pepaya masak yang telah
dikupas kulitnya kemudian direncam dengan air garam secukupnya lalu dimakan.
Lakukan dua kali sehari. Konsumsikan pepaya matang secara teratur.
Mengobati radang ginjal, dapat menggunakan 30 gram akar pepaya dibersihkan, direbus
dengan 800 cc hingga tersisa 450 cc, saring tambahkan madu secukupnya dan diminum 3
kali sehari masing-masing 150 cc. Atau gunakan 30 gram akar pepaya dibersihkan, 30
sendok, 15 gram tanaman kumis kucing segar, 30 akar alang-alang direbus dengan 800 cc
air hingga tersisa 400 cc, kemudian disaring dan diminum. Lakukan 2 kali sehari masingmasing 200 cc.
Bila menderita sakit perut saat haid, gunakan 30 gram daun pepaya, 30 gram kencur, 15
gram buah asam, garam secukupnya ditumbuk hingga halus tambahkan air masak
secukupnya lalu diperas hingga tertampung 200 cc, dan diminum pada saat haid.
Untuk haid yang berlebihan, gunakan 200 gram pepaya muda, 100 gram rimpang teratai
direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu airnya diminum dan bahan lainnya
dimakan. Sedangkan untuk mengobati panas dalam pada anak-anak, gunakan 200 gram
buah pepaya matang, 300 gram labu parang/labu kuning, gula batu secukupnya, diblender
dengan air secukupnya dan diminum.
Mengatasi influenza, gunakan 20 gram biji pepaya, 10 gram jahe, 15 gram lempuyang
wangi, 2 siung bawang putih direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 300 cc, tambahkan 2
sendok makan air jeruk nipis, madu secukupnya dan diminum 3 kali sehari, setiap kali
minum 100 cc. Untuk pasien rematik, gunakan 60 gram daun pepaya, 15 gram jahe merah
direbus dengan 400 cc air hingga 200 cc lalu disaring dan diminum selagi hangat. Atau
gunakan 30 gram buah pepaya setengah matang, 15 gram jahe merah direbus dengan 600
cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan airnya diminum 2 kali sehari masing-masing
150 cc.
Mengobati penderita anemia, gunakan 30 gram daun pepaya, 20 gram daun blustru, 20
gram daun selasih, 10 gram lempuyang direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc lalu
disaring, dan diminum airnya 2 kali sehari masing-masing 200 cc.

Menderita masuk angin, gunakan 60 gram daun pepaya, 20 gram daun sembung, 10 gram
jahe, 3 batang sereh, 10 butir cengkeh, 1/2 sendok teh jintan, 30 gram gula aren/gula
merah direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 450 cc, lalu disaring dan diminum airnya 3
kali sehari masing-masing 150 cc. Untuk meningkatkan nafsu makan, gunakan 100 gram
daun pepaya muda segar dihaluskan, tambahkan 200 cc air masak lalu disaring dan
tambahkan madu secukupnya lalu diminum, lakukan 2-3 kali sehari.
Sumber:
CCRC Farmasi UGM, Berbagi Ilmu dan Aplikasi Kemoprevens , Kamboja (Plumeria
acuminate), 1 maret 2013, http://www.ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=477
Kementrian Kesehatan 2011, Pedoman kader Pemanfaatan tanaman obat untuk
kesehatan, Jakarta: Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan R.I
(Hal. 50, 68)
Ir. Ida Ayu Rusmiarini, MP. 2010. Bahan Kuliah F.kes UNHI tanaman-tanaman obat.
Denpasar. (hal.106)
Padma Herbal, 2012. Materi Pelatihan dan Pengenalan dan Pemanfaatan Tanaman Obat.
(hal 84)
7 Sotong / Jambu biji (Psidium guajava)
Divisi: Spermatophyta
Subdivisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledonae
Bangsa: Myrtales
Suku: Myrtaceae
Marga: Psidium
Jenis : Psidium guajava (Anonim,1985).
Jambu biji ini akrab juga dengan nama Psidium guajava (Inggris/Belanda), Jambu klutuk,
Bayawas, tetokal, Tokal (Jawa); Jambu klutuk, Jambu Batu (Sunda), Jambu bender
(Madura). (11 January 2006).

Kandungan Kimia
Buah, daun, dan kulit batang pohon jambu biji mengandung tanin, sedang pada bunganya
tidak banyak mengandung tanin. Daun jambu biji juga mengandung zat lain kecuali
tannin, seperti minyak atsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam
oleanolat, asam guajaverin dan vitamin. Kandungan buah jambu biji (dalam 100 gr), yaitu

Kalori 49 kal; Vitamin A 25 SI; Vitamin B1 0,02 mg; Vitamin C 87 mg; Kalsium 14 mg;
Hidrat Arang 12,2 gram; Fosfor 28 mg; Besi 1,1 mg; Protein 0,9 mg; Lemak 0,3 gram; dan
Air 86 gram. ( IPTEKnet, 15 Januari, 2007).
Diantara berbagai jenis buah, jambu biji mengandung vitamin C yang paling tinggi dan
cukup mengandung vitamin A. Dibanding buah-buahan lainnya seperti jeruk manis yang
mempunyai kandungan vitamin C 49 mg/100 gram bahan, kandungan vitamin C jambu
biji 2 kali lipat. Vitamin C ini sangat baik sebagai zat antioksidan. Sebagian besar vitamin
C jambu biji terkonsentrasi pada kulit dan daging bagian luarnya yang lunak dan tebal.
Kandungan vitamin C jambu biji mencapai puncaknya menjelang matang. Selain
pemasok andal vitamin C, jambu biji juga kaya serat, khususnya pectin (serat larut air),
yang dapat digunakan untuk bahan pembuat gel atau jeli. Manfaat pectin lainnya adalah
untuk menurunkan kolesterol yaitu mengikat kolesterol dan asam empedu dalam tubuh
dan membantu pengeluarannya.
Manfaat:
Berikut ini adalah manfaat jambu biji untuk kesehatan:
Diare & disentri: Jambu biji sangat kaya astringents (senyawa yang membuat gusi Anda
terasa lebih kencang dan segar setelah Anda mengunyah daun jambu atau makan jambu
mentah) yang melindungi perut dari diare. Astringents bersifat alkali dan memiliki
desinfektan serta anti-bakteri, sehingga membantu penyembuhan disentri dengan cara
menghambat pertumbuhan mikroba dan menghilangkan lendir ekstra di usus. Nutrisi lain
dalam jambu biji, seperti vitamin C, karotenoid dan kalium memperkuat sistem
pencernaan dan disinfeksi itu. Jambu biji juga bermanfaat dalam gastroenteritis karena
alasan tersebut di atas.
Mengatasi Sembelit: Jambu biji adalah salah satu sumber serat makanan. Bijinya, jika
tertelan keseluruhan atau dikunyah, berfungsi sebagai obat pencahar yang sangat baik.
Kedua sifat jambu biji membantu membentuk perut, menahan air dan membersihkan usus
Anda dan sistem ekskretoris secara menyeluruh.
Untuk Obat Batuk & Demam: Jus jambu biji mentah atau rebusan daun jambu biji sangat
membantu dalam memberikan bantuan batuk dan dingin dengan melonggarkan batuk,
mengurangi lendir, desinfektan saluran tenggorokan, pernapasan dan paru-paru dan
menghambat aktivitas mikroba. Jambu biji banyak mengandung vitamin-C dan zat besi
yang terbukti ampuh mencegah infeksi dingin dan virus. Di beberapa daerah di India,
panggang matang jambu biji digunakan sebagai obat terhadap kasus-kasus ekstrim batuk
dan dingin serta hidung mampet.
Untuk Perawatan Kulit: Jambu dapat membantu meningkatkan tekstur kulit Anda dan
menghindari masalah kulit lebih dari baik dibandingakan krim kecantikan atau toner
kulit. Hal ini terutama karena banyaknya astringents dalam buah-buahan (yang belum
matang) dan daun. Anda bisa mendapatkan keuntungan dengan mengonsumsi buahbuahan (bantuan ini mengencangkan otot kulit) atau dengan mencuci kulit Anda dengan

rebusan buah yang belum matang dan daun buah. Hal ini akan mencerahkan dan
mengencangkan kulit kendur. Selain astringents, jambu biji sangat-sangat kaya akan
vitamin A, B, C dan kalium, anti oksidan yang sangat baik dan pendetoks dan menjaga
kulit Anda bercahaya dan bebas dari penuaan, keriput, dan gangguan lainnya.
Obat Tekanan darah tinggi: Jambu membantu mengurangi kolesterol dalam darah dan
mencegah dari penebalan, sehingga mempertahankan fluiditas darah dan mengurangi
tekanan darah. Penelitian telah menunjukkan bahwa bahan makanan yang kurang serat
(seperti tepung halus) menambah tekanan darah, karena konversi cepat untuk gula.
Jambu sangat kaya serat dan hipoglikemik sehingga efektif membantu menurunkan
tekanan darah.
Untuk Diet atau Menurunkan Berat Badan: Jambu biji sangat membantu bagi mereka
yang ingin menurunkan berat badan tanpa kompromi dengan asupan protein, vitamin dan
serat. Jambubanyak mengandung serat dan sangat kaya akan vitamin, protein dan
mineral, tetapi tanpa kolesterol dan karbohidrat sehingga membuat anda merasa lebih
cepat kenyang. Hanya dengan mengkonsumsi jambu berukuran menengah pada waktu
makan siang maka Anda tidak akan merasa lapar sampai malam. Namun ironisnya, hal itu
membantu kenaikan berat badan pada orang ramping dan tipis. Hal ini mungkin karena
kekayaan dalam nutrisi, yang menjaga metabolisme Anda benar membantu penyerapan
nutrisi yang tepat.
Manfaat lain: Jambu biji membantu mengendalikan diabetes, Lypocene mengurangi risiko
kanker, jus daun jambu untuk obat sakit gigi, gusi bengkak & ulkus oral, menyembuhkan
luka bila diterapkan secara eksternal, kejang-kejang, epilepsi, infeksi bakteri dan
seterusnya dan sebagainya.
Kegunaan secara empiris lainnya dalam usada Bali:
Antidiare dan obat jerawat.

Bagian tanaman yang dipakai dalam usada: Daun

Cara pengolahan dan pemakaian dalam usada:

Untuk mengobati diare, daun jambu biji diulek ditaruh diatas pusar. Pucuk jambu biji, 3
ketumbar bolong, asam ireng, kemudian dicampur. Untuk mengobati jerawat, daun jambu
biji muda diulek halus, dipakai bedak pada bekas jerawat dan diamkan hingga kering lalu
bilas dengan air hangat. Dilakukan secara rutin.

Efek farmakologi berdasarkan hasil penelitian ilmiah sesuai khasiat usada Taru Premana:
Jambu biji dapat menghambat pertumbuha Shigella dysenteriae dan Escherichia coli yang
dapat menyebabkan diare (Adnyana, 2004). Namun, belum ditemukan kajian ilmiah
mengenai efek jambu sotong dalam mengobati jerawat.

Efek farmakologi berdasaran hasil penelitian ilmiah lain:


Flavonoid yang dikandung jambu biji dapat digunakan sebagai antibakteri (Sanches dkk.,
2005). Jambu biji juga dapat digunakan sebagai antioksidan (Rusdiana dkk., 2007)
Penelitian lainnya:
Activity test of guava (psidium guajava l.)
leaf methanol extract as contraception antifertility to white MICE (Rattus norvegicus)
Uji Aktivitas Ekstrak Metanol Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.)
sebagai Antifertilitas Kontrasepsi pada Tikus Putih (Rattus norvegicus)
Sri Retno Dwi Ariani*, Endang Susilowati, Elfi Susanti VH and Setiyani
Chemistry Study Program, Faculty of Educations, Sebelas Maret University
Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta
Penelitian yang ia beri judul Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Biji
(Psidium guajava L) bertujuan untuk mengetahui aktibitas antioksidan ekstrak daun
jambu biji sekaligus membandingkan potensi antioksidan dari beberapa jenis Daun Jambu
biji local sehingga diperoleh jenis daun Jambu biji local yang mempunyai potensi
antioksidan terbaik. Dalam penelitian saya melakukan beberapa uji yakni uji aktivitas
antioksidan secara kimia dengan metode tiosianat, uji ektivitas antioksidan secara kimia
dengan metode tiobarbiturik (TBA), dan analisa fisika, kimia serta mikrobiologi ekstrak
terpilih. Susi menggunakan bahan baku daun jambu biji merah local dan jambu biji putil
local yang diperoleh dengan cara mengumpulkan dari pohon yang tumbuh di pekaranganpekarangan rumah di daerah Bantar Kambing Bogor. Daun tersebut sebelum di analisa
dikeringkan terlebih dahulu.
Walhasil, pada pengujian menggunakan metode tiosianat, ekstrak daun jambu biji putih
local mempunyai faktor protektif (kemampuan proteksi) mendekati vitamin E atau
tokoferol yaitu sebesar 1.10. Tokoferol sendiri mempunyai faktor protektif sebesar 1.16.
Sedangkan daun jambu biji merah faktor protektifnya lebih rendah yakni kurang dari 1.
Pada pegujian menggunakan metode TBA, ekstrak etanol dari daun jambu biji putih local
dapat menghambat oksidasi lipida sampai 94,19 % terhadap control yang tidak diberi
antioksidan. Ini berarti daun biji jambu terbukti memiliki kemampuan antioksidan. Susi
juga meneliti kandungan daun jambu biji putih local. Hasil uji fitokimia ekstrak daun
jambu biji menunjukkan senyawa yang terdapat dalam ekstrak adalah tannin, fenol,
flavonoid, kuinon, dan steroid. Mengenai senyawa aktif yang mempunyai aktivitas
aktioksidan Susi mengatakan,Perlu penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut.
Pada penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa pada dosis 10,5 mg dan 21,0 mg
ekstrak metanol daun jambu biji tidak menunjukkan efek antifertilitas kontrasepsi pada
tikus putih, tetapi pada dosis tersebut ekstrak metanol daun jambu biji telah menunjukkan
adanya efek antiimplantasi pada tikus putih.

Penelitian yang dilakukan Singh Medical Hospital and Research center Morrabad,
India menunjukkan jambu biji dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida
darah serta tekanan darah penderita hipertensi essensial.

Sumber:
Geningsih widyawati. Tanaman Berkhasiat Obat. Jambu biji, surakarta 2009.
http://khasiat.wordpress.com/2009/01/17/jambu/
Kementrian Kesehatan 2011, Pedoman kader Pemanfaatan tanaman obat untuk
kesehatan, Jakarta: Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan R.I
(Hal. 100)
8 Silikaya / srikaya (Annona squamosa)
Nama yang dimiliki
Setiap daerah menyebutnya berbeda-beda seperti
Sumatera: delima bintang, serba bintang, sarikaya, seraikaya. Jawa: sarikaya, srikaya,
serkaya, surikaya, srikawis, sarkaja, serakaja, sirikaja. Kalimantan: sarikaya. Nusa
Tenggara: sirkaya, srikaya, garoso, ata. Sulawesi: atis soe walanda, sirikaya, sirikaja,
perse, atis, delima srikaya, srikaya. Maluku: atisi, hirikaya, atis. Dalam bahasa Waerana
disebut Keroso. Srikaya sejenis dengan sirsak.

Kandungan Zat Kimia Pada Srikaya:


Akar dan kulit batangnya mengandung flavonoida, borneol, kamphor, terpene, dan
alkaloid anonain. Di samping itu, akarnya juga mengandung saponin, tanin, dan polifenol.
Biji mengandung minyak, resin, dan bahan beracun yang bersifat iritan. Buah
mengandung asam amino, gula buah, dan mucilago. Buah muda mengandung tanin.
Tumbuhan ini pada umumnya mengandung alkaloid tipe asporfin (anonain) dan
bisbenziltetrahidroiso kinolin (retikulin). Pada organorgan tumbuhan ditemukan
senyawa sianogen. Daun, kulit dan akar mengandung WN. Pulpa buah yang telah masak
ditemukan sitrulin, asam aminobutirat, ornitin, arginin. (Pada Annona muricata : prolin,
asam aminobutirat). Pada jenis Annona yang lain yaitu pada Annona glabra, Annona
muricata ditemukan golongan senyawa polifenol (kuersetin, asam kafeat,
leukoantosianidin, asam kumarat). Biji mengandung senyawa poliketida dan suatu
senyawa turunan bistetrahidrofuran; asetogenin (skuamostatin C, D, anonain, anonasin A,
anonin 1, IV, VI, VIII, IX, XVI, skuarnostatin A, bulatasin, bulatasinon, skuamon,
ncoanonin B, neo desasetilurarisin, neo retikulasin A, skuamosten A, asmisin, skuamosin,
sanonasin, anonastatin, neoanonin) Penemuan hasil penelitian lain yaitu skuamosisnin A,
skuamosin B, C, D, E, F, G, H,1, J, K, L, M, N; skuamostatin B, asam lemak, asam amino
dan protein. Komposisi asam lemak penyusun minyak lemak biji Srikaya terdiri dari metil

palmitat, metil stearat, metil linoleat. Daun mengandung alkaloid tetrahidro isokinolin, phidroksibenzil-6,7- dihidroksi- 1,2,3,4- tetrahidroisokinolin (demetilkoklaurin =
higenamin). Bunga mengandung asarn kaur-1 6-ene- 1 9-oat diinformasikan sebagai
kornponen aktif bunga srikaya. Selain lezat, buah yang mudah ditanam ini juga memiliki
kandungan vitamin dan mineral yang memberikan berbagai manfaat kesehatan. United
States Department of Agriculture (USDA) menyebutkan, srikaya mengandung vitamin C
(mencegah asma), serat (mengontrol kadar gula darah), vitamin B6 (menjaga kesehatan
jantung), potasium (menurunkan tekanan darah), thiamin (membantu memproduksi
energi) , riboflavin (memelihara cadangan vitamin B lain di dalam tubuh yang penting
untuk pertumbuhan dan perkembangan fungsi-fungsi tubuh), magnesium (menjaga
kekuatan tulang), niacin (membantu menurunkan kadar kolesterol), tembaga (memelihara
kesehatan tiroid), folat (vitamin B9, yang membantu mencegah cacat tabung saraf pada
bayi).
Manfaat Daun Sirsak Secara Detail :
1. Mengobati Kanker
Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Purdue University Amerika
Serikat, menyatakan bahwa daun sirsak ini memiliki kandungan yang sangat baik untuk
pengobatan berbagai macam penyakit terutama penyakit kanker. Pada penelitian tersebut
membuhktikan bahwa daun sirsak mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Adapun
beberapa jenis kanker yang diklaim dapat diobati adalah kanker payudara, kanker
prostat, kanker paru-paru dan 12 jenis kanker lainya. Cara yaitu ambil 10 lembar daun
sirsak tua, lalu rebuslah dengan 3 gelas air. Biarkan hingga tersisa 1 gelas air, minumlah 2
kali setiap harinya selama 2 minggu
2. Mengobati Asam Urat
Daun sirsak juga dapat digunakan sebagai obat asam urat. Banyak pengobatan
alternatif yang menggunakan daun sirsak untuk pengobatan asam urat. Caranya sangat
mudah yaitu dengan daun sirsak yang sudah cuku tua tapi masih hijau, kira-kira 6 sampai
10 lembar kemudian cuci bersih. Selanjutnya daun sirsak dipotong-potong dengan tujuan
memastikan kandungan pada daun benar benar keluar. Rebus daun tersebut dengan 2
gelas air, biarkan mendidih hingga air tersisah 1 gelas. Minum ramuan tersebut sehari dua
kali yaitu pagi dan malam hari.

3. Manfaat Daun Sirsak untuk mengobati Sakit Pinggang.


Jika kamu mempunyai masalah dengan pinggang kamu, cobalah untuk membuat
ramuan daun sirsak ini. Ambillah 20 lembar daun sirsak lalu rebuslah dengan 5 gelas air.
Biarkan hingga mendidih dan tersisa 3 gelas. Minumlah gelas ramuan ini 1 kali sehari.

4. Membantu system kekebalan tubuh dan menghindari infeksi.


Kandungan yang terdapat pada daun sirsak dipercaya mampu meningkatkan
sistem kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya infeksi pada tubuh. Caranya, siapkan
4/5 lembar daun sirsak, rebus dengan 4 gelas air biarkan mendidih hingga tersisa 1 gelas.
Minumlah 1 kali sehari.
5. Manfaat Daun Sirsak untuk mengobati Eksim dan Rematik.
Tumbuk daun sirsak sampai halus dan tempelkan di bagian tubuh yang dirasa ngilu
atau sakit karena rematik atau eksim secara teratur 1 hari dua kali.
6. Manfaat daun Sirsak untuk mengobati Bisul.
Petiklah daun sirsak yang masih muda kemudian tempelkan pada tubuh terkena
bisul.
Itulah beberapa manfaat daun sirsak yang dapat anda jadikan rujukan pengobatan
tradisional. Namun masih ada beberapa manfaat lainya jika anda mengkonsumsi ramuan
daun sirsak secara rutin berikut ini manfaatnya:
Membantu menyehatkan jantung
Membantu untuk menurunkan kadar gula dalam darah
Membantu untuk menurunkan tekanan darah tinggi
Mampu menghambat pertumbuhan bakteri
Membantu menghambat perkembangan virus dalam tubuh
Membantu menghambat perkembangan parasit
Membantu menghambat pertumbuhan tumor
Membantu merileksasi oto-otot dalam tubuh
Mampu menjadi obat anti kejang
Membantu meredakan nyeri
Mampu mengobati dan menekan adanya peradangandalam tubuh
Mampu membantu untuk menurunkan demam

Menguatkan saraf
Membantu melebarkan pembuluh darah pada tubuh
Membantu untuk membunuh cacing parasait
Menguatkan dan melancarkan pencernaan serta meningkatkan nafsu makan.

Manfaat Buah Sirsak lainnya:


Buah sirsak mengandung banyak vitamin, namun yang paling dominan pada buah
sirsak adalah vitamin C, yaitu sekitar 20 mg per 100 gram daging buah. Kebutuhan
vitamin C per orang per hari (yaitu 60 mg), telah dapat dipenuhi hanya dengan
mengkonsumsi 300 gram daging buah sirsak. Kandungan vitamin C yang cukup tinggi
pada sirsak menjadikan buah ini sebagai antioksidan yang sangat baik untuk
meningkatkan daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan.
Sementara itu kandungan lain yang terdapat pada buah sirsak adalah Mineral,
yaitu fosfor dan kalsium, masing-masing sebesar 27 dan 14 mg/100 g. Kedua mineral
tersebut penting untuk pembentukan massa tulang, sehingga berguna untuk membentuk
tulang yang kuat serta menghambat osteoporosis atau tulang kropos.
Bukan hanya gizi, buah sirsak juga sangat kaya akan komponen non gizi. Salah
satu diantaranya adalah mengandung banyak serat pangan (dietary fiber), yaitu mencapai
3,3 g/ 100 g daging buah.
Jika kita mengkonsumsi 100 g daging buah sirsak maka kita sudah memenuhi 13
persen kebutuhan serat pangan sehari. Buah sirsak juga kaya akan senyawa fitokimia,
sehingga dapat dipastikan bahwa buah tersebut sangat banyak manfaatnya bagi
kesehatan.
Berbagai manfaat sirsak untuk terapi antara lain pengobatan batu empedu,
antisembelit, asam urat, dan meningkatkan selera makan. Selain itu, kandungan seratnya
juga berfungsi untuk memperlancar pencernaan, terutama untuk pengobatan sembelit
(susah buang air besar).
Manfaat lainya secara turun temurun yaitu:
1. Mengobati Bayi Mencret (diare).
Siapkan buah sirsak yang sudah masak, kemudian peras dan disaring untuk
diambil airnya. Minumkan pada bayi yang mencret sebanyak 2-3 sendok makan.
2. Mengobati Ambeien.

Peras buah sirsak yang sudah masak, ambil airnya sebanyak 1 gelas, minum
sebanyak 2 kali sehari, pagi dan sore.
3. Mengobati kencing sedikit sedikit (Anyang-anyangen).
Siapkan buah sirsak setengah masak dan gula pasir secukupnya. Sirsak dikupas dan
direbus dengan gula bersama-sama dengan air sebanyak 2 gelas, disaring dan diminum
airnya.
4. Sakit Kandung Air Seni.
Siapkan buah sirsak yang setengah masak, gula dan garam secukupnya. Masak semua
bahan menjadi kolak. Dimakan biasa, dan dilakukan hal tersebut rutin setiap hari
selama 1 minggu berturut-turut.
5. Mengobati Penyakit Liver.
Untung mengobati liver maka anda puasa makanan makanan lain. Anda hanya perlu
meminum juice sirsak selama 1 minggu sebagai pengganti makanan. Manfaat kulit
manggis ini dikutip dari detik.com ada sekitar 75 manfaat yang dapat kita peroleh dari
kulit manggis, jika kita rutin meminumnya. Asalkan telaten hasil yang maksimal pasti
akan kita dapatkan, diantaranya :
Untuk Kesehatan Tubuh Menyeluruh :
1. Memperkuat sistem kekebalan.
2. Menyembuhkan peradangan.
3. Memperbaiki komunikasi antar sel.
4. Mengagalkan kerusakan DNA.
5. Alat bantu sistem getah bening.
6. Memelihara optimal fungsi kelenjar gondok.
7. Mengurangi resistensi insulin.
8. Membantu penurunan berat badan.
9. Menyembuhkan kerusakan urat syaraf.
10. Menyeimbangkan sistem kelenjar endokrin.
11. Alat bantu dari sinergi tubuh.
12. Meringankan wasir.

13. Membantu menurunkan kadar gula dalam darah (hypoglycemia).


14. Meringankan penyakit kulit kemerah-merahan/bersisik (psoriasis).
15. Membantu menyembuhkan luka.
16. Meringankan sakit akibat carpal tunnel syndrome (penyakit yang terjadi pada
pergelangan tangan serta jari yang disebabkan oleh tekanan yang sering terjadi
pada bagian tersebut. Dan biasanya sering diakibatkan karena terlalu sering
memakai keyboard dan mouse).
17. Menghilangkan penyakit kulit kering bersisik kronis (neurodermatitis).
Kandungan anti peradangan dari manggis dapat mengurangi sisik dan gatal pada
penyakit kulit.
Untuk Kesehatan Jantung :
18. Membantu mencegah penyakit jantung.
19. Memperkuat pembuluh darah.
20. Menurunkan kolesterol LDL.
21. Menurunkan tekanan darah tinggi.
22. Membantu mencegah arteriosclorosis.
Kesehatan Pencernaan :
23. Membantu mengatasi penyakit GERD (penyakit kronik yang ditandai dengan
mengalirnya asam lambung ke dalam kerongkongan).
24. Membantu menyembuhkan borok/bisul.
25. Meringankan syndrome kelainan usus besar (IBS).
26. Membantu menghentikan diare.
27. Dapat meringankan peradangan usus besar ataupun kecil yang dikenal dengan
Crohn`s disease.
28. Bisa mencegah salah satu penyakit radang usus besar (diverticulitis).

Membuat Lebih Awet Muda :


29. Menambah energi, meningkatkan kegembiraan dan menaikkan stamina.

30. Memperlambat proses penuaan.


31.Membantu menghindari penyakit
Alzheimer`s).

kemerosotan

pada

otak

(dementia

&

32. Membantu mencegah batu ginjal.


33. Membantu mencegah penyakit sistem syaraf (parkinson).
34. Meredakan sakit akibat radang sendi.
35. Memperbaiki kerusakan dari penggunaan obat penghilang rasa sakit (NSAID).
36. Alat bantu untuk mata.
Kesehatan keluarga :
37. Menurunkan demam.
38. Mengatasi keracunan makanan.
39. Menyembuhkan luka tenggorakan.
40. Membantu menyembuhkan sariawan.
41. Mengatasi sesak nafas.
42. Membantu mengurangi migran (sakit kepala sebelah).
43. Mengurangi sakit gigi.
44. Alat bantu tidur yang alami.
45. Meningkatkan kemampuan untuk mengatasi stess.
46. Meningkatkan mood dan menurunkan depresi.
47. Alat bantu kesehatan otot dan sendi.
48. Menghilangkan jerawat dan cacat pada kulit.
49. Menghilangkan bekas gigitan, terbakar dan keracunan.
50. Meringankan keseleo, ketegangan otot dan sendi.
51. Meringankan sakit perut.
52. Meringankan radang tenggorokan (bronchitis), pembengkakan paru-paru
(emphysema), dan radang paru-paru (pneumonia).

53. Bekerja sebagai obat penghilang rasa sesak/mampat pada hidung (decongestant).
Kesehatan Pria :
54. Membantu mencegah kemandulan.
55. Membantu mencegah pembesaran prostat.
Kesehatan Wanita :
56. Meringankan kesulitan buang air kecil.
57. Sebagai obat pencuci perut yang lembut.
58. Meminimalkan gejala sakit sebelum menstruasi (PMS).
59. Meringankan gejala menopause.
60. Menurunkan pembengkakan saat menstruasi.
61. Meringkan sakit pada otot, ligamen, atau tendon (fibromyalgia).
62. Meringankan sakit akibat penyakit menurunnya kepadatan tulang/pengapuran
tulang (osteoporosis).
Kesehatan Anak-Anak :
63. Membantu meringkan penyakit asma.
64. Bisa mencegah gangguan hyperaktif dan kurang perhatian (ADHD) dan alergi
makanan.
65. Membentuk gigi dan tulang yang lebih kuat.
Mengatasi Penyakit :
66. Mencegah penyakit gusi.
67. Memberantas penyakit TBC.
68. Menurunkan efek samping ketidaktoleranan laktosa.
69. Membantu mencegah disentri.
70. Membantu mencegah penyakit sistem syaraf pusat (multiple sclerosis).
71. Bisa mencegah kanker.
72. Meringankan penyakit inflamasi kronik (peradangan menahun) yang menyerang
struktur tulang belakang dan terutama sendi panggul (Ankylosing Spondylitis).
73. Membantu mencegah infeksi paru-paru dan pernafasan kronis (cyctic fibrosis).
74. Mencegah gejala yang berhubungan dengan penyakit lupus.
75. Mengurangi penyakit lemas otot yang parah (Myasthenia Gravis).
Resep dan Cara Meramunya
1. Pengobatan Kanker:
10 lembar daun sirsak yg tua direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas,
minum 2 kali per hari selama 2 minggu. Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti
kemoterapi, bahkan lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel-sel
yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel-sel yang tumbuh normal.
2 Sakit Pinggang:
20 lembar daun sirsak, direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 3
gelas, diminum 1 kali sehari 3/4 gelas.
3. Bayi Mencret:

Buah-sirsak yang sudah masak. Buah sirsak diperas dan disaring untuk diambil
airnya, diminumkan pada bayi yang mencret sebanyak 2-3 sendok makan.
4. Ambeien:
Buah sirsak yang sudah masak. Peras untuk diambil airnya sebanyak 1 gelas,
diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
5. Bisul:
Daun sirsak yang masih muda secukupnya, tempelkan di tempat yang terkena bisul.
6. Anyang-anyangen:
Sirsak setengah masak dan gula pasir secukupnya. Sirsak dikupas dan direbus
dengan gula bersama-sama dengan air sebanyak 2 gelas, disaring dan diminum.
7. Sakit Kandung Air Seni:
Buah sirsak setengah masak, gula dan garam secukupnya. Semua bahan tersebut
dimasak dibuat kolak. Dimakan biasa, dan dilakukan secara rutin setiap hari
selama 1 minggu berturut-turut.
8. Penyakit Liver:
Puasa makanan lain, hanya minum juice sirsak selama 1 minggu
9. Eksim dan Rematik:
Tumbuk daun sirsak sampai halus dan tempelkan di bagian yang sakit. .
Sumber:
Pusat penjualan Herbal Sedaten. Penelitian dari Sendaten Herbal , 1 maret 2013.
http://sedanten-herbal.com/artikel/penelitian-buah-srikaya-usu/
CCRC Farmasi UGM, Berbagi Ilmu dan Aplikasi Kemoprevens , Kamboja (Plumeria
acuminate), 1 maret 2013, http://www.ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=2288
Ir. Ida Ayu Rusmiarini, MP. 2010. Bahan Kuliah F.kes UNHI tanaman-tanaman obat.
Denpasar. (hal 133)
dr. Setiawan Daimarta, Jakarta 2010, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia (Buku Panduan
herbal penyembuh dari alam).
9 Bunga Teleng (Clitoria ternatea)
Nama daerah Kembang Telang:
Nama-nama daerah tanaman Kembang Telang tersebut antara lain bunga biru (Melayu),
kembang telang (Sunda), kembang teleng (.Jawa), bunga temen raleng (Bugis). bunga
telang (Makasar), saya ma gulele (Ternate), bisi (Galelo)
Morfologi tanaman:

Terna memanjat, melata atau tak beraturan dengan rimpang berkayu. Batang
lampai dengan panjang 0.5-3 m, berbulu atau gundul, kadang-kadang pangkalnya agak
tegak. Daun menyirip dengan 5-7 helai, berbentuk menjorong, lonjong, lonjong-melanset
atau hampir membundar, permukaan daun bagian atasnya gundul, sedangkan permukaan
bawahnya berbulu. Bunga di ketiak, tunggal atau berpasangan, berwarna putih atau putih
kehijauan seringkali dengan pinggiran biru atau seluruhnya biru seringkali daerah dasar
tengah berwarna kuning atau kehijauan, berbulu tebal, tepinya kadang-kadang bersilia.
Polong berbentuk memita-lonjong, gundul atau dengan campuran rambut panjang
melekap dan rambut yang sangat pendek. Biji berjumlah 8-10, menjorong, lonjong atau
lonjong-mengginjal, berwarna hijau zaitun, coklat muda atau coklat kemerahan tua
dengan loreng gelap atau hampir gelap.
Kembang atau bunga telang (Clitoria ternatea) adalah tumbuhan merambat yang biasa
ditemukan di pekarangan atau tepi hutan. Tumbuhan anggota suku polong-polongan
ini berasal dari Asia tropis, namun sekarang telah menyebar ke seluruh daerah tropika.
Sejak dulu tumbuhan ini ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias karena
bunganya yang berwarna biru terang.
Kandungan Kimia dan Efek farmakologis Kembang Telang :
Kembang telang mempunyai akar yang beracun. Beberapa bahan kimia yang
terkandung pada kembang telang di antaranya saponin, alkaloid, flavonoid, ca-oksalat
dan sulfur. Daun tumbuhan ini mengandung kaemferol 3-glucoside, dan triterperroid,
sedangkan bunganya mengandung delphirridin 3,3,5, triglucoside dan fenol. Efek
farmakologis yang dimiliki oleh akar kembang telang di antaranya laxative (pencahar),
diuretic, perangsang muntah, dan pembersih darah. Daun kembang telang dapat
mempercepat pematangan bisul, sedangkan bijinya dapat digunakan untuk obat cacing
dan pencahar ringan.
Khasiat dan Manfaat Kembang Telang
1.
Abses dan bisul
Tumbuk halus bunga kembang telang berwarna biru secukupnya, lalu tambahkan
gula jawa secukupnya. Gunakan campuran kedua bahan tersebut untuk menurap
bisul atau abses. Selain itu, rebus akar kembang telang putih, lalu minum air
rebusannya. Air rebusan ini bermanfaat untuk mencuci darah.
2.
Demam, menghilangkan dahak pada bronkhitis kronis, iritasi kandung kemih, dan
saluran kencing Rebus 0,3 g akar kembang telang kering dengan 4 gelas air sampai
tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring air rebusan lalu minum 2 kali sehari masingmasing 1 gelas.
3.
Radang mata merah
Rendam bunga kembang telang yang berwarna biru secukupnya dalam 1 gelas air
hingga air rendaman menjadi bin. Gunakan air rendaman untuk mencuci mata.
4.

Sakit telinga
Cuci bersih daun kembang telang, lalu lumatkan. Ambil air perasannya, tambahkan
garam, lalu oleskan di sekitar telinga yang sakit saat masih hangat.
5
Pewarna alami untuk makanan:
Dengan menyaring air perasan kutum bunga (5 s/d 10 kuntum) yang ditambah 4 sampai 5
sendok air atau dengan cara : Merebus 20 kuntum bunga dengan air 100 cc hingga

bunga layu. Air rebusan/ air perasaan bunganya yang telah disaring yang digunakan
untuk mewarnai makanan.
Penelitian:
Menurut Peneliti Dr. Ir. Nuri Andarwulan, M.Si. Jurusan Ilmu dan teknologi Pangan
dari Fakultas Teknologi Pertanian, IPB, Bogor, kepada femina.com, penggunaan ekstrak
bunga telang tidak akanmemengaruhi aroma atau cita rasa masakan. Sebab, ekstrak
pewarna yang didapat dari mahkota bunga telang ini, hanya mengandung zat warna yang
dikenal sebagai antosianin. Dalam keadaan asam, contohnya di dalam puding rasa buah,
zat tersebut akan menghasilkan warna ungu violet. Sedangkan dalam keadaan basa,
contohnya pada adonan ketan, ekstrak bunga ini akan berubah menjadi biru.
Sumber:
PROSEA dan Yayasan KEHATI dalam rangka memanfaatkan kekayaan pangkalan data
tumbuhan untuk mendorong upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.
1 maret 2013. http://www.proseanet.org/prohati2/browser.php?
docsid=195http://www.proseanet.org/prohati2/browser.php?docsid=195
Ir. Ida Ayu Rusmiarini, MP. 2010. Bahan Kuliah F.kes UNHI tanaman-tanaman obat.
Denpasar. Tanaman obat diindonesia seri I (hal. 54)
10 Miana / Iler (Coleus atropurpureus L.)
Nama lain dari iler adalah miana, kentangan (Jawa) daii jawerkotok(Sunda). Iler dengan
nama Latin Coleus scutellarioides, L Benth sering tumbuh liar di pematang sawah, atau di
tepi-tepi jalan. Namun, ada juga yang sengaja menanamnya sebagai tanaman hias atau
tanaman pagar. Tanaman ini tumbuh subur di daerah dataran rendah sampai ketinggian
1500 m di atas permukaan laut (dpl.)
Morfologi tanaman:
Memiliki batang yang tegak dan merayap dengan tinggi berksiar 30150 cm, mempunyai
penampang batang berbentuk segiempat. Daun tanaman iler berbentuk hati dan pada
setiap tepi daun dihiasi oleh jorong-jorong atau lekuk-lekuk tipis yang bersambungan dan
didukung oleh tangkai daun dan memiliki warna yang beraneka ragam. Bunganya
berbentuk untaian bunga bersusun dan muncul pada pucuk tangkai batang.
Kandungan Kimiawinya:
Tanaman iler mengandung senyawa kimia yang bermanfaat di antaranya: alkaloid, etil
salisilat, metil eugenol timol, karvalenol dan mineral. Daun miana mengandung minyak
atsiri, antara lain karvakrol yang bersifat antibiotik, antibiotik eugenol bersifat
menghilangkan nyeri, etil saliailat menghambat iritasi. Selain itu juga mengandung sedikit
lendir. Iler baunya harum, rasanya agak pahit, sifatnya dingin. Berkhasiat sebagai peluruh
haid (emenagog), perangsang nafsu makan, penetralisir racun (antitoksik), menghambat

pertumbuhan bakteri (antiseptik), menbuyarkan gumpalan darah, mempercepat


pematangan bisul dan pembunuh cacing (vermisida).
Kasihatnya:
Khasiat dan tanaman iler yaitu dapat mengobati ambeien, diabetes mellitus, demam, diare
(sakit perut), datang bulan (haid) terlambat, bisul dan sakit telinga.

Ramuan denagn bunga miana


1. Ambeien
Bahan yang diperlukan: 17 lembar daun iler, 7 lembar daun kejibeling dan 3 rimpang
umbi kunyit (3 cm).
Cara meracik: semua bahan tersebut direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih.
Cara pemakaian: airnya diminum 1 kali sehari sebanyak 1 gelas.
2. Diabetes mellitus (kencing manis)
Bahan yang diperlukan: tanaman iler (termasuk batang daun dan bunga) dan adas
pulawaras secukupnya.
Cara meracik: semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih.
Cara pemakaian: airnya diminum 2 kali sehari sebanyak 1/2 gelas.
3. Sakit telinga
Bahan yang diperlukan: 15 gr dan iler, 10 gr biji kapas tahu, 9 gr kencur dan 200 cc
gliserine.
Cara meracik: tumbuklah biji kapas tahu hingga halus, lalu semua bahan dimasak
dengan api kecil selama 1 jam. Setelah dingin masukkan ke dalam botol dan tutup
rapat. Cara pemakaian: teteskan pada telinga yang sakit sampai sembuh.
4. Demam dan sembelit
Bahan yang diperlukan: 1 potong daun dan batang iler.
Cara meracik: bahan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tersisa 2 gelas.
Cara pemakaian: airnya dirninum 2 kali sehari sebanyak 1/ 2 gelas.
5. Sakit perut
Bahan yang diperlukan: 3 potong akar tanaman iler.

Cara meracik: akar tersebut dicuci hingga bersih lalu direbus dengan 2 gelas air sampai
mendidih hingga tersisa 1 gelas.
Cara pemakaian: airnya diminum 2 kali sehari yaitu pagi dan sore.
6. Haid terlambat
Bahan yang diperlukan: daun iler secukupnya.
Cara meracik: bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga
tersisa I gelas.
Cara pemakaian: airnya dimimum menjelang datang haid.
7. Bisul
Bahan yang diperlukan: daun iler secukupnya dan minyak kelapa secukupnya.
Cara meracik: daun iler dicuci hingga bersih, lalu diolesi minyak kelapa, kemudian
dipanggang.
Cara pemakaian: dalam keadaan hangat-hangat, ditempelkan ramuan pada bagian
yang ada bisulnya.
Kasihat lainnya: Tumbuhan ini bersifat : penambah nafsu makan, menetralisir racun,
menghilangkan gumpalan darah, mempercepat pematangan bisul, obat cacing. peluruh
haid. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa agak pahit dan
baunya harum.
Cara meramunya:
. Wasir Cuci 25g daun iler sampai bersih, lalu rebus dalam dua gelas air sampai mendidih
(selama 15 menit). Tambahkan 5g gula merah sambil diaduk rata. Setelah dingin, saring
dan air saringannya diminum sekaligus.
Cuci daun iler, daun wungu, dan daun sambiloto masing-masing 7 lembar sampai
bersih. Lalau rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring
dan tambahkan satu sendok makan madu sambil diaduk rata. Minum ramuan ini
sekaligus. Lakukan dua kali sehari sampai sembuh.
Bisul, Abses, Borok
Daun iler segar sebanyak 10 lembar dicuci lalu digiling halus. Tambahkan sedikit air
masak sambil diaduk sampai menyerupai bubur kental. Turapkan pada bisul, abses
atau borok, lalu dibalut. Lakukan 2 kali sehari sampai sembuh.
Bisul
Cuci daun segar sampai bersih. Setelah kering, olesi dengan minyak kelapa. Layuakn
diatas api dan tempelkan pada bisul selagi hangat. Pengobatan ini dilakukan tiga kali
sehari.
Demam, Demam Nifas
Sediakan daun iler, daun jinten (Coleus amboinicus Lour), daun sambiloto, daun
srigading, daun legundi (Vitex trifolia L.), daun sendok, maisng-masing 1/4 genggam,
asam kawak sebesar telur ayam, gula enau sebesar tiga jari. Cuci bahan-bahan tersebut,

lalu rebus dalam empat gelas air sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin, saring dan
air saringannya diminum sehari tiga kali, masing-masing 3/4 gelas.
Radang Telinga
Cuci 10 lembar daun iler segar, lalu tumbuk sampai halus. peras dan saring
menggunakan sepotong kain. Air perasan yang terkumpul dapat diteteskan pada telinga
yang sakit. Lakukan 4-6 kali sehari, setiap kali 2-3 tetes. Untuk keesokan harinya
gunakan cairan yang baru.
Sembelit
Cuci daun iler dan daun jinten (masing-masing 5 lembar), pegagan dan daun saga
(masing-masing 1/2 genggam), 1/2 lembar daun pepaya, rimpang kunyit dan rimpang
temu lawak (masing-masing sebesar 1/2 jari tangan) dan gula enau sebesar 3 jari.
Selanjutnya potong bahan-bahan seperlunya, kemudian rebus dalam empat gelas air
sampai tersisa separonya. Setelah dingin saring dan air saringannya siap untuk
diminum. Ramuan ini dapat diminum sehari dua kali, masing-masing satu gelas.
Terlambat Haid
Cuci enam lembar daun iler segar sampai bersih, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih
sampai tersisa separonya. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum
seklaigus.
Cuci 7 lembar daun iler segar dan kunyit sebesar satu jari sampai bersih. Tambahkan
garam seujung sendok teh, lalu tumbuk. Setelah halus, masukkan satu sendok makan
air jeruk nipis dan tiga sendok makan air masak. Aduk rata, lalu peras dan saring.
Minum air saringannya sekaligus. Lakukan 2 kali sehari, pagi dan sore hari.
Mengeluarkan cacing gelang dari perut
Cuci 7 lembar daun iler segar, lalu giling sampai halus. Tambahkan 1/2 cangkirair
minum dan satu sendok makan madu. Aduk ramuan tersebut sampai rata, lalu peras
dan saring. Air saringannya dapat diminum sekaligus diwaktu malam sebelum tidur.
Ramuan ini dianjurkan selama 3 malam berturut turut.
Kencing manis
Cuci daun iler, daun salam dan daun sambiloto segar masing masing 6 lembar, lalu
rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan air
saringannya diminum sekaligus sekaligus 1/2 jam sebelum makan. Lakukan 2 kali
sehari pagi dan sore.
Keputihan
Cuci 7-10 lembar daun iler yang baru dipetik sampai bersih. Masukkan ke dalam panci
email, lalu tuangkan tiga gelas air bersih kedalamnya. Selanjutnya rebus sampai airnya
tersisa separonya, setelah dingin. Saring dan tembahkan satu sendok makan madu dan
diaduk rata. Bagi ramuan ini menjadi tiga bagian yang sama banyak, untuk diminum
pagi, sing dan sore hari.
Mulas, Sakit perut
Cuci tiga potong akar iler segar sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya.
Selanjutnya rebus dalam dua gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin,
saring dan air saringannya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.
Gangguan pencernaan (Dispepsi)

Cuci 10 lembardaun iler segar, lalu rebus dalam 2 gelas air sampai tersisa satu gelas.
Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sehari dua kali. Masing-masing 1/2
gelas.
Catatan: Ibu hamil dilarang minum ramuan rebusan daun iler karena bisa menyebabkan
keguguran.
Sumber:
Abu Al Maira, Obat Herbal Iler. 1 maret 2013
http://jacksite.wordpress.com/2007/08/14/obat-herbal-iler/
Padma Herbal, 2012. Materi Pelatihan dan Pengenalan dan Pemanfaatan Tanaman Obat
(Hal 32)
11 PULE
Nama tanaman : Pohon Pule
Nama ilmiah

: Alstonia scholaris

Klasifikasi: Divisio : Magnoliophyta


Class

: Magnoliopsida

Ordo

: Gentianales

Family

: Apocynaceae

Genus

: Alstonia

Spesies

: Alstonia scholaris

(Suwandi, 2008)

Kandungan kimia:
Alstonia scholaris mengandung alkaloid yang terdiri dari alstonidine, alstonine, asam
klorogenik, klorogenin, ditain, esitamin, dan esitenin. Triterpenoid terdiri dari lupeol dan
lupeol linoleat. Loganin dan senyawa lain seperti terpen dan flavonoid (Jin Lee, 2011).
Berikut adalah gambar struktur dari alstonin dan echitamine: Alstonin Echitamine (Dey,
2011)
Kegunaan secara empiris dalam usada:
Untuk mengobati luka bakar.
Bagian tanaman yang dipakai dalam usada: Pucuk daun.
Cara pengolahan dan pemakaian dalam usada:
Pucuk daun pule ditambahkan dengan gula dan kelapa kemudian dicampur lalu
diulek dan ditempelkan pada luka bakar.

Efek farmakologi
berdasarkan hasil penelitian ilmiah sesuai khasiat usada Taru Premana:
Pule memiliki aktivitas anti-inflamasi, dimana aktivitas ini disebabkan dari komponen
utamanya yaitu esitamin dan loganin bersama senyawa lain seperti flavonoid dan terpen.
Aktivitas anti-inflamasinya yaitu kemampuan untuk menghambat induksi retinoid yang
menyebabkan peradangan pada kulit manusia, selain itu juga mampu mendorong
kemampuan retinoid untuk mengekspresi protein sehingga meningkatkan kemampuan
anti kerut (Lee, 2011).
Efek farmakologi berdasaran hasil penelitian ilmiah lain:
Kulit pule juga mampu memberikan efek antibakteri, dimana ekstrak dalam fase air
mampu menghambat semua bakteri baik bateri gram positif maupun gram negatif,
sedangkan fase metanol aktif terhadap bakteri gram positif tetapi untuk gram negatif
masih tergantung dari dosis yang digunakan (Hussain, 2009).
12. JERUK
Nama tanaman : Jeruk
Nama ilmiah

: Citrus sp.

Klasifikasi: Divisi : Spermatophyta Subdivisi:Angiospermae


Kelas

: Dicotyledoneae

Bangsa : Geraniales
Suku

: Rutaceae

Marga

: Citrus

Jenis

: Citrus sp. (Widyarto, 2009)

Kandungan kimia:
Flavonoid (hisperidin), monoterpen (d-Linonen, sabinen, mirsen, minyak atsiri, gama
terpinen) (Mizrahi, 2004). Selain itu jeruk juga mengandung saponin dan polifenol
(Hutapea,1993), glikosida, hidroksinamat, analog flavon, diosmin (Rather, 2010).
Kegunaan secara empiris dalam usada:
Mengobati sakit tuju.
Bagian tanaman yang dipakai dalam usada: Buah.

Cara pengolahan dan pemakaian dalam usada:


Jeruk dicampur air cuka dan temutis tiga iris lalu diulek kemudian dipakai boreh pada
bagian yang sakit.
Efek farmakologi berdasarkan hasil penelitian ilmiah sesuai khasiat usada Taru Premana:
Hisperidin yang diisolasi dari kulit buah jeruk berfungsi sebagai antiinflamasi dan
analgesik. Minyak atsirinya berupa minyak jeruk diteliti sebagai anastesi dan antimikroba
(Mizrahi, 2004). Dalam usada dijelaskan bahwa jeruk digunakan sebagai obat sakit tuju,
dimana sakit tuju merupakan sakit nyeri pada tulang atau sejenis rematik. Kandungan
hisperidin pada jeruk yang memiliki famakologi sebagai analgesik dan antiinflamasi.
Sehingga sifat analgesiknya dapat digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri pada tulang
dan apabila terjadi peradangan dapat diatasi dengan sifatnya sebagai antiinflamasi. Akan
tetapi penggunaan hisperidin dari jeruk bukan obat utama dalam dunia kefarmasian
sebagai obat rematik. Hal ini sesuai dengan penggunaannya dalam usada.
Efek farmakologi berdasaran hasil penelitian ilmiah lain:
Dalam penelitian pada jurnal Screening of Peel Ekstracts As Antioxidant, Anticancer
Agents and Antimikrobials dijelaskan bahwa ekstrak dari kulit buah jeruk dapat
dimanfaatkan sebagai antikanker pada payudara dan sel hati. Efeknya sebagai antikanker
mengingat fungsinya sebagai antioksidan dimana ekstrak methanol dari kulit buah jeruk
sebagai antioksidan dapat menginhibisi dari radikal yang terdapat dalam sel (Rather,
2010).
Sumber: