Anda di halaman 1dari 4

Penyakit Asma

Informasi kali ini kami ingin membahas tentang penyakit asma, mungkin sebagian dari anda

sudah mengetahui apa itu


penyakit asma. Penyakit
Asma merupakan keadaan dimana saluran pernafasan yang mengalami penyempitan karena
hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, dan menyebabkan peradangan. Gejala awal dari
penyakit asma adalah dengan sesak nafas, batuk, dan suara menjadi bengek.
Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Asma sangat
rentan terhadap rangsangan seperti debu, bulu, asap, udara dingin, dan olahraga. Dan keterangan
lebih lengkap tentang Penyebab Penyakit Asma baca berikut ini

Penyebab Penyakit Asma


Bawaan atau Turunan

Jika di dalam sebuah keluarga ada yang mengidap penyakit asma, maka kemungkinan
besar keturunannya akan berakibat juga. Dan penyakit ini tidak menular, melainkan
melalui keturunan.

Udara Dingin

Suhu yang dingin akan mengakibatkan timbulnya penyakit asma. Sperti cuaca hujan,
penggunaan AC dengan suhu yang tinggi dan di daerah-daerah pegunungan.

Makanan

Makanan yang mengandung kadar MSG dan pengawet tinggi sangatlah untuk di jauhi,
salah satunya seperti kacang-kacangan, minuman es atau dingin, dan coklat.

Faktor Linkungan

Lingkungan penuh debu, kotor, dan asap merupakan tempat awalnya timbul penyakit
asma. Karena hal tersebut sangat mengganggu dan sensi sekali dengan paru-paru. Oleh
sebab itu kami sarankan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan anda dari
kotor-kotor dan tentunya menjaga pola hidup yang sehat dan bersih.

Gejala Penyakit asma


Batuk

Batuk dari asma seringkali memburuk pada malam hari atau pagi hari, sehingga sulit
untuk tidur. Kadang-kadang batuk adalah gejala satu-satunya. Kadang-kadang batuk
membawa lendir atau dahak.

Mengi

Desah adalah suara siulan melengking atau ketika Anda bernapas.

Dada sesak

Hal ini dapat merasa seperti ada sesuatu yang meremas atau duduk di dada Anda.

Sesak napas

Beberapa orang mengatakan mereka tidak bisa menangkap nafas mereka, atau mereka
merasa sesak napas, atau kehabisan napas. Anda mungkin merasa seperti Anda tidak bisa
mendapatkan cukup udara keluar dari paru-paru Anda.

8. PENGARUH ASMA TERHADAP KEHAMILAN


Pengaruh asma terhadap kehamilan bervariasi tergantung derajat berat ringannya asma
tersebut. Asma terutama jika berat bisa secara bermakna mempengaruhi hasil akhir kehamilan,
beberapa penelitian menunjukkan adanya peningkatan insidensi abortus, elahiran prematur, janin
dengan berat badan lahir rendah, dan hipoksia neonatus. Beratnya derajat serangan asma sangat
mempengaruhi hal ini, terdapat korelasi bermakna antara fungsi paru ibu dengan berat lahir
janin. Angka kematian perinatal meningkat dua kali lipat pada wanita hamil dengan asma
dibandingkan kelompok kontrol.

Asma berat yang tidak terkontrol juga menimbulkan resiko bagi ibu, kematian ibu
biasanya dihubungkan dengan terjadinya status asmatikus, dan komplikasi yang mengancam
jiwa seperti pneumotoraks, pneumomediastinum, kor pulmonale akut, aritmia jantung, serta
kelemahan otot dengan gagal nafas. Angka kematian menjadi lebih dari 40% jika penderita
memerlukan ventilasi mekanik.
Asma dalam kehamilan juga dihubungkan dengan terjadinya sedikit peningkatan
insidensi preeklampsia ringan, dan hipoglikemia pada janin, terutama pada ibu yang menderita
asma berat.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan penanganan penderita secara intensif,
akan mengurangi serangan akut dan status asmatikus, sehingga hasil akhir kehamilan dan
persalinan dapat lebih baik.
9. PENANGANAN ASMA SELAMA KEHAMILAN DAN PERSALINAN
Dasar-dasar Penanganan
Penanganan penderita asma selama kehamilan bertujuan untuk menjaga ibu hamil
sedapat mungkin bebas dari gejala asma, walauoun demikian eksaserbasi akut selalu tak dapat
dihindari.
Pengobatan yang harus diusahakan adalah :
1. Menghindari terjadinya gangguan pernapasan melalui pendidikan terhadap penderita,
menghindari pemaparan terhadap alergen, dan mengobati gejala awal secara tepat.
2. Menghindari terjadinya perawatan di unit gawat darurat karena kesulitan pernapasan atau
status asmatikus, dengan melakukan intervensi secara awal dan intensif.
3. Mencapai suatu persalinan aterm dengan bayi yang sehat, di samping melindungi
keselamatan ibu.
4. Dalam penanganan penderita asma diperlukan individualisasi penanganan, karena
penanganan suatu kasus mungkin berbeda dengan kasus asma yang lain, dalam memulai
suatu perawatan obstetri terhadap wanita hamil dengan asma perlu diperhatikan beberapa
prinsip tertentu yaitu :
5. Mendeteksi dan mengeliminasi faktor pemicu timbulnya serangan asma pada penderita
tertentu.
6. Menghentikan merokok, baik untuk alasan obstetrik maupun pulmonal
7. Mendeteksi dan mengatasi secara awal jika diduga adanya infeksi pada saluran nafas,
seperti bronkitis, sinusitis.

8. Pembahasan antara ahli kebidanan dan ahli paru, untuk mengetahui masalah-masalah
yang potensial dapat timbul, rencana penanganan umum termasuk penggunaan obatobatan.
9. Pertimbangan untuk mengurangi dosis pengobatan, tetapi masih dalam kerangka respon
pengobatan yang baik.
10. Melakukan penelitian fungsi paru dasar, juga penentuan gas darah khususnya pada
penderita asma berat