Anda di halaman 1dari 3

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan YME yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga tugas kepaniteraan di UPT Puskesmas Kebomas
dapat diselesaikan dengan baik. Kegiatan yang kami laksanakan merupakan upaya
untuk memahami kejadian di masyarakat terutama mengenai penyakit Skabies. Hal ini
akan sangat bermanfaat bagi kami di masa mendatang.
Dalam penyusunan laporan kegiatan ini, kami mendapat banyak bantuan dari
semua pihak. Oleh karena itu kami ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada :
a dr. Soegeng Widodo, selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik beserta
staff.
b dr. Rahaju Nugrahani, selaku Kepala UPT Puskesmas Kebomas Gresik, beserta
seluruh tenaga kesehatan dan pegawai di UPT Puskesmas Kebomas Gresik.
c

dr.Titik Rahmawati, selaku Pembimbing UKP

d dr. Efyluk Garianto, M.Kes, selaku Kepala Departemen IKM-KP, beserta staff.
e dr. Merdiastuti W.P, selaku pembimbing IKM-KP.
f

Semua pihak yang telah membantu kami yang tidak dapat kami sebutkan satu
persatu.

Semoga Tuhan YME member balasan atas segala kebaikan yang telah diberikan
kepada kami.
Kami menyadari bahwa laporan UKP yang kami susun masih jauh dari sempurna
sehingga kritik dan saran sangat kami harapkan. Semoga laporan ini bermanfaat bagi
semua pihak yang membutuhkan.
Gresik, 25 Maret 2015
5

Penyusun

ABSTRAK
Skabies dengan Infeksi Sekunder di MTBS UPT Puskesmas Kebomas. Laporan
Kegiatan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) Kepaniteraan Klinik IKM di Puskesmas.
Universitas Hang Tuah Surabaya.
Skabies merupakan salah satu dari berbagai penyakit kulit yang mudah menular
dan sering terjadi di negara-negara berkembang. Skabies merupakan penyakit endemik
pada banyak masyarakat dengan prevalensi yang bervariasi. Prevalensi skabies di
Indonesia menurut Departemen Kesehatan RI berkisar 4,6 - 12,9% dan skabies
menduduki urutan ketiga dari 12 penyakit kulit tersering. Skabies dapat menyerang
setiap orang, namun lebih rentan pada anak-anak di lingkungan yang padat penduduk
dan sanitasi yang buruk sehingga menimbulkan angka kesakitan dan angka absensi
tinggi pada anak usia sekolah.
Berdasarkan statistik di Puskesmas Kebomas Tahun 2014, data penyakit
berbasis lingkungan terbanyak adalah diare (63.64%), pneumonia (27.96%), skabies
(6.37%), kecacingan (1.82%), DBD/DHF (0.32%) dan TB paru (0.07%). Sementara itu,
di poli MTBS scabies menduduki peringkat kedua penyakit kulit tersering pada balita
dengan persentase 10,5% dari seluruh penyakit kulit. Oleh karena itu kami mengangkat
kasus skabies sebagai UKP Kepaniteraan Klinik IKM di Puskesmas Kebomas.
Pada kesempatan ini ditemukan kasus di poli MTBS yaitu seorang anak berusia
4 tahun yang merupakan warga Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik, datang
dengan keluhan gatal pada sela jari tangan dan kaki sejak satu bulan yang lalu.
Berdasarkan pemeriksaan dermatologis dan pemeriksaan lainnya, pasien didiagnosa
skabies.

Untuk menurunkan angka kejadian skabies dibutuhkan penyuluhan Perilaku


Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) disamping edukasi tentang kebersihan perorangan.
Kasus ini kami pelajari sesuai dengan teori Bluum dengan pendekatan holistik dan
penatalaksanaan komprehensif yang mencakup upaya promosi, prevensi, protektif,
kuratif dan rehabilitatif.
Kata kunci: Skabies, poli MTBS, kulit, perilaku hidup bersih dan sehat, Bluum.