Anda di halaman 1dari 19

Unsur-Unsur

Transisi Periode
Keempat

KIMIA

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Irmas Miranti
Mahmudatunnisa
Maman Rukmana
M.Yusuf Fauzi
Nurzanah Febriyanah
Risna Dwi Ayuni

XII MIPA 2

KELOMPOK 3

Unsur-unsur Transisi Periode

Keempat

Skandium (Sc)
Titanium (Ti)
Vanadium (V)
Cromium (Cr)
Mangan (Mg)
Besi (Fe)
Kobalt (Co)
Nikel (Ni)
Tembaga (Cu)
Seng (Zn)

Unsur-unsur transisi ini semuanya adalah


logam, sehingga sering disebut sebagai Logam
Transisi.
Secara umum, Unsur transisi adalah
kelompok unsur yang terletak pada blok d di
dalam sistem periodik unsur.
Sedangkan, Unsur transisi menurut IUPAC adalah
unsur yang mempunyai subkulit d yang tidak
terisi penuh atau unsur yang dapat membentuk
kation dengan subkulit d yang tidak terisi penuh.

Konfigurasi elektron

Sifat Unsur Transisi Periode Keempat


1.

Bersifat logam. Semua unsur transisi tergolong logam karena dengan


titik leleh dan titik didih yang relatif tinggi ( unsur unsur golongan
utama ada yang tergolong logam, metalloid, dan logam).

2.

Bersifat paramagnetik (sedikit tertarik ke dalam medan magnet).

3.

Membentuk senyawa senyawa yang berwarna (senyawa dari unsur


logam golongan utama tidak berwarna)

4.

Mempunyai beberapa tingkat oksidasi (unsur logam golongan utama


umumnya hanya mempunyai sejenis tingkat oksidasi).

5.

Membentuk berbagai macam ion kompleks (unsur logam golongan


utama tidak banyak yang dapat membentuk ion kompleks).

6.

Berdaya katalik. Banyak unsur transisi atau senyawanya yang


berfungsi sebagai katalisator, baik dalam proses industri maupun
dalam metabolisme.

Bilangan oksidasi unsur transisi


Selain Sc dan Zn , unsur-unsur transisi periode keempat
mempunyai bilangan oksidasi lebih dari satu tingkat.
Bervariasinya bilangan oksidasi dari unsur transisi
disebabkan oleh adanya subkulit 3d yang belum terisi
penuh.

Warna unsur transisi

Sifat kemagnetan
Adanya elektron-elektron yang tidak
berpasangan pada sub kulit d menyebabkan
unsur-unsur transisi bersifat paramagnetic
(sedikit ditarik ke dalam medan magnet).
Unsur dikatakan mempunyai sifat diamagnetik
jika unsur atau senyawa tersebut ditolak oleh
medan magnet.

KEGUNAAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


1. Skandium (Sc)
Penggunaan utamanya dari
segi isi padu adalah aloi
aluminium-skandium untuk
industri aeroangkasa dan
juga untuk peralatan sukan
(basikal, bet besbol, senjata
api, dan sebagainya) yang
memerlukan bahan
berprestasi tinggi.

2. Titanium (Ti)
Titanium digunakan sebagai
badan pesawat terbang dan
pesawat supersonik, karena
pada temperatur tinggi
tidak mengalami perubahan
kekuatan (strenght).

3. Vanadium (V)

4. Kromium (Cr)

Vanadium untuk membuat


peralatan yang
membutuhkan kekuatan
dan kelenturan yang tinggi
seperti per mobil dan alat
mesin berkecepatan tinggi,
umumnya digunakan untuk
paduan dengan logam lain
seperti baja tahan karat dan
baja untuk peralatan.

Digunakan untuk katalis dan


untuk pewarna gelas.
Suatu senyawa kromium
yang indah sekali adalah
jamrud (emerald). Batu
permata ini terbentuk jika
sebagian ion aluminium
dalam mineral
beril, Be3Al2(Si6O18) diganti
oleh ion kromium (III).

5. Mangan (Mn)

6. Ferrum (Fe)

Fungsi Mn adalah untuk


meningkatkan kekerasan
baja. Baja yang
mengandung Mn dengan
proporsi besar bersifat
sangat keras dan tahan
lama. Oleh karena itu
digunakan dalam kereta api
dan mesin-mesin buldoser.

Manfaat ferrum atau besi


antara lain sebagai bahan
utama pembuatan baja.
Adapun manfaat baja
adalah Fe(OH)3 digunakan
untuk bahan cat seperti cat
minyak, cat air, atau cat
tembok.

7.Kobalt (Co)

8. Nikel (Ni)

Alloy stellit, mengandung


kobalt, khromium, dan
wolfram, yang bermanfaat
untuk peralatan berat,
peralatan yang digunakan
pada suhu tinggi, maupun
peralatan yang digunakan
pada kecepatan yang tinggi.

Perunggu-nikel digunakan
untuk uang logam.
Perak jerman (paduan Cu, Ni,
Zn) digunakan untuk barang
perhiasan.
Pembuatan aloi, battery
electrode, dan keramik,dll.

9. Cuprum (Cu)

10. Seng (Zn)

Cuprum atau tembaga


banyak digunakan sebagai
kabel jaringan listrik karena
sifatnya yang
menghantarkan listrik.

Zink digunakan untuk


melapisi besi dan baja
untuk mencegah karat.