Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENGUJIAN ANALISIS SARINGAN AGREGAT HALUS DAN KASAR


(SNI 03-1968-1990)

Gradasi agregat adalah pembagian ukuran butiran yang dinyatakan dalam persen dari
berat total. Tujuan utama pekerjaan analisa ukuran butir agregat adalah untuk pengontrolan
gradasi agar diperoleh konstruksi campuran yang bermutu tinggi. Batas gradasi diperlukan
sebagai batas toleransidan merupakan suatu cara untuk menyatakan bahwa agregat yang
terdiri atas fraksi kasar, sedang dan halus dengan suatu perbandingan tertentu secara teknis
masih diijikan untuk digunakan.
Gradasi di tentukan dengan melakukan penyaringan terhadap contoh bahan melalui
sejumlah saringan yang tersusun sedemikian rupa dari ukuran besar hingga kecil, bahan yang
tertinggal dalam tiap saringan kemudian ditimbangkan.
Spesifikasi gradasi campuran beraspal panas sering dinyatakan dengan ukuran
nominal maksimum dan ukuran maksimum agregat. Ukuran maksimum agregat merupakan
ukuran agregat dimana 100 % agregat lolos pada saringan pertama urutan nomor susunan
saringan.
Hasil analisa saringaan harus mencerminkan keadaanciri khas dari semua agregat
darimana contoh tersebut diperoleh. Oleh karena itu ketelitian dalam pengambilan contoh,
sama pentingnya dengan ketelitian dalam melakukan percobaan.
Tabel. Amplop Gradasi Agregat Gabungan Untuk Campuran Aspal
Ukur
an
Ayak
an

Latasir (SS)

Kls.A

Kls.B

100

100

37,5
25
19
12,5
9,5

90100

% Berat Yang Lolos Terhadap Total Agregat Dalam Campuran


Lataston (HRS)
Laston (AC)
Grad.Semi
Grad.Senjang
Gradasi Halus
Gardasi Kasar
Senjang
WC
Base
WC
Base
WC
BC
Base
WC
BC
Base
100
100
9090100
100
100
100
9090100
100
100
100
100
73-90
100
73-90
100
100
909090909087-100
74-90 61-79
71-90 55-76
100
100
100
100
100
75-85

65-90

55-88

55-70

4,75
2,36

75100

50-72

35-55

50-62

32-44

35-60

15-35

20-45

15-35

1,18
0,60

72-90

64-82

54-69

47-64

39,153
31,640
23,1-

34,649
28,338
20,7-

47-67
39,550
30,837
24,128
17,6-

72-90

58-80

43-63

37-56

2839,1
1925,6
13-

2334,6
1522,3
10-

LAPORAN PRAKTIKUM KEL III

45-66
2839,5
1926,8
1218,1
7-

|1

0,30
0,15
0,075

10-15

8-13

6-10

2-9

15-35

5-35

6-10

4-8

30
15,522
9-15
4-10

28
13,720
4-13
4-8

22
11,416
4-10
3-6

19,1
915,5
6-13
4-10

16,7
713,7
5-11
4-8

13,6
511,4
4,5-9
3-7

1.1 Maksud
Analisis saringan agregat ialah penentuan persentase berat butiran agregat yang lolos
dari suatu set saringan kemudian angka-angka persentase digambarkan pada grafik
pembagian butir. Pengujian ini mengaacu ke sni 03-1968-1990.
1.2 Peralatan
Peralatan yang dipergunakan adalah sebagai berikut :
1) Timbangan dan neraca dengan ketelitian 0,2 % dari berat benda uji,
2) Satu set saringan, 50,8 mm (2), 19,1 mm (3/4), 12,5 mm (1/2), 9,5 mm (3/8),
no. 4 (4,75 mm), no. 8 (2,36 mm), no. 16 (1,18 mm), no 30 (0,600 mm), no. 50
(0,300 mm), no. 100 (0,150), no. 200 (0,075),
3) Oven yang dilengkapi dengan pengatur duhu untuk memanasi sampai (110 + 5) 0
C,
4) Alat pemisah contoh,
5) Mesin pengguncang saringan,
6) Talam-talam,
7) Kuas, sikat kuningan, sendok, dan alat-alat lainnya.
1.3 Benda uji
Benda uji diperoleh dari alat pemisah contoh atau cara perempat banyak, benda uji
disiapkan berdasarkan standart yang berlaku dan terkait kecuali butiran yang melalui
saringan no. 200 tidak perlu diketahui jumlahnya dan bila syarat-syarat ketelitian tidak
menghendaki pencucian.
1. Agregat halus terdiri dari :
a) Ukuran maksimum 4,75 mm, berat minimum 500 gram
b) Ukuran maksimum 2,38 mm, berat minimum 100 gram
2. Agregat kasar terdiri dari :
a) Ukuran maks. 3,5 , berat minimum 35 kg
b) Ukuran maks. 3 , berat minimum 30 kg
c) Ukuran maks. 2,5 , berat minimum 25 kg
d) Ukuran maks. 2 , berat minimum 20 kg
e) Ukuran maks. 1,5 , berat minimum 15 kg
f) Ukuran maks. 1 , berat minimum 10 kg
g) Ukuran maks. 3/4 , berat minimum 5 kg
h) Ukuran maks. 1/2 , berat minimum 2,5 kg
i) Ukuran maks. 3/8, berat minimum 1 kg
3. Bila agregat berupa campuran dari agregat halus dan agregat kasar, agregat
tersebut dipisahkan menjadi 2 bagian dengan saringan no 4, selanjutnya
agregat halus dan agregat kasar disediakan sebanyak jumlah seperti tercantum
diatas.
1.4 Cara pengujian
LAPORAN PRAKTIKUM KEL III

|2

Analisa saringan ada 2 macam yaitu analisa saringan kering dan analisa saringan
dicuci. Analisa saringan kering biasanya digunakan untuk pekerjaan rutin untuk
agregat normal. Namun bila agregat tersebut mengandung abu yang sangat halus atau
mengandung lempung, maka diperlukan analida saringan dicuci. Untuk agregat halus
umumnya digunakan analisa saringan dicuci (basah). Garis besar pengujian sebgai
berikut :
1. Analisa saringan kering
Contoh disiapkan dengan menggunakan metode perempat (quartering) atau pembagi
contoh (samlple splitter).
a) Agregat yang terdiri dari agregat kasar dan halus dipisahkan menjadi dua
bagian dengan saringan 4,75 mm (no. 4)
b) Contoh dikeringkan sampai berat konstan (Wt)
c) Contoh disaringan secara terpisah dengan menggunakan satu set saringan
yang sesuai.
d) Berat fraksi agregat yang tertahan pada setiap saringan dan pan
menunjukan gradasi dari masing-masing contoh.
2. Analisa saringan basah (dicuci)
Contoh dipersiapkkan seperti uji untuk analisa saringan kering,tetapi sebelum
penyaringan perlu dilakukan hal-hal sbb :
a) Penimbangan contoh dilakukan setelah pengeringan sampai berat konstan
(Wt).
b) Contoh ditempatkan pada panic dan direndam dalam dalam air berisi
bahan khusus.
c) Contoh dalam panic kemudian diaduk perlahan-lahan dan air pencuci
dituangkan pada saringan halus.
d) Ulang kegiatan diatas beberapa kali hingga air pencuci jernih.
e) Agregat tertahan pada saringan disatukan kembali dengan contoh pada
panic dan contoh yang teah dicuci dikeringkan hingga berat konstan.
f) Agregat ditimbang dan berat yang menghilang merupakan material yang
lebih kecil dari saringan 0,074 mm (no. 200).
g) Contoh yang telah dicuci saringan dengan cara yang sama seperti analisa
saringan kering.
h) Berat dikonversikan dalam persen, dengan catatan bahwa berat asli kering
sebelum dicuci erupakan berat awal. (100%).

1.5 Perhitungan
Hitunglah persentase berat benda uji yang tertahan diatas masing-masing saringan
terhadap berat total benda uji setelah disaring.

LAPORAN PRAKTIKUM KEL III

|3

LAPORAN PRAKTIKUM KEL III

|4

FORMULIR PENGUJIAN ANALISA SARINGAN


AGREGAT HALUS DAN KASAR
Nama instansi/jawatan : UIR
Lamp. Surat/lapor. No : 1
Nomor contoh
:1
Pekerjaan
: Uji Analisa Saringan
Diperiksa
: Miswarti, ST

Dikerjakan : 10 orang
Dihitung : Digambar : -

TABEL PENGUJIAN ANALISA SARINGAN AGREGAT KASAR


Berat bahan kering = 2035 gr

Inchi

mm

Berat
Tertahan +
Berat
Cawan
A

Berat
Tertahan Berat
Cawan
C

1"

25.4

255

255

100

3/4 "

19

448

255

193

193

4.764

95.236

1/2"

12.7

1442

255

1187

1380

64.293

35.707

3/8"

9.6

765

255

510

1890

89.870

10.130

No. # 4

4.8

365

255

110

2000

95.386

4.614

No. # 8

2.4

262

255

2007

95.737

4.263

No. #
16

1.2

259

255

2011

95.938

4.062

No. #
30

0.6

258

255

2014

96.088

3.912

No. #
50

0.3

259

255

2018

96.289

3.711

No. #
100

0.15

262

255

2025

96.640

3.360

No. #
200

0.075

262

255

2032

96.991

3.009

Ukuran
Saringan

Berat
Cawan (gr)

Jumlah
Persentase
Berat
Tertahan Tertahan Lolos
(gr)
(%)
(%)
F
D
E

FORMULIR PENGUJIAN ANALISA SARINGAN


AGREGAT HALUS DAN KASAR
LAPORAN PRAKTIKUM KEL III

|5

Nama instansi/jawatan : UIR


Lamp. Surat/lapor. No : 1
Nomor contoh
:1
Pekerjaan
: Uji Analisa Saringan
Diperiksa
: Miswarti, ST

Dikerjakan : 10 orang
Dihitung : Digambar : -

TABEL PENGUJIAN ANALISA SARINGAN UKURAN SEDANG (MEDIUM)


Berat bahan kering = 1362 gr

Inchi

mm

Berat
Tertahan +
Berat
Cawan
A

Berat
Tertahan Berat
Cawan
C

1"

25.4

142

142

100

3/4 "

19

142

142

100

1/2"

12.7

142

142

100

3/8"

9.6

211

142

69

69

5.066

94.934

No. #
4

4.8

887

142

745

814

59.765

40.235

No. #
8

2.4

388

142

246

1060

77.827

22.173

No. #
16

1.2

214

142

72

1132

83.113

16.887

No. #
30

0.6

176

142

34

1166

85.609

14.391

No. #
50

0.3

177

142

35

1201

88.179

11.821

No. #
100

0.15

188

142

46

1247

91.557

8.443

No. #
200

0.075

180

142

38

1285

94.347

5.653

Ukuran
Saringan

Berat
Cawan (gr)

Jumlah
Persentase
Berat
Tertahan Tertahan Lolos
(gr)
(%)
(%)
F
D
E

FORMULIR PENGUJIAN ANALISA SARINGAN


AGREGAT HALUS DAN KASAR
Nama instansi/jawatan : UIR
Lamp. Surat/lapor. No : 1
LAPORAN PRAKTIKUM KEL III

|6

Nomor contoh
Pekerjaan
Diperiksa

:1
: Uji Analisa Saringan
: Miswarti, ST

Dikerjakan : 10 orang
Dihitung : Digambar : -

TABEL PENGUJIAN ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUS (ABU BATU)


Berat bahan kering = 1477 gr

Ukuran
Saringan

Berat
Tertahan +

Berat

Berat Cawan Cawan (gr)

Berat
Tertahan Berat Cawan

Jumlah
Persentase
Berat
Tertahan Tertahan Lolos
(gr)
(%)
(%)
F
D
E

Inchi

mm

1"

25.4

120

120

100

3/4 "

19

120

120

100

1/2"

12.7

120

120

100

3/8"

9.6

124

120

0.271

99.729

No. # 4

4.8

315

120

195

199

13.473

86.527

No. # 8

2.4

620

120

500

699

47.326

52.674

No. #
16

1.2

355

120

235

934

63.236

36.764

No. #
30

0.6

241

120

121

1055

71.429

28.571

No. #
50

0.3

231

120

111

1166

78.944

21.056

No. #
100

0.15

237

120

117

1283

86.865

13.135

No. #
200

0.075

191

120

71

1354

91.672

8.328

FORMULIR PENGUJIAN ANALISA SARINGAN


AGREGAT HALUS DAN KASAR
Nama instansi/jawatan : UIR
Lamp. Surat/lapor. No : 1
Nomor contoh
:1

Dikerjakan : 10 orang
LAPORAN PRAKTIKUM KEL III

|7

Pekerjaan
Diperiksa

: Uji Analisa Saringan


: Miswarti, ST

Dihitung : Digambar : -

TABEL PENGUJIAN ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUS ( PASIR )


Berat bahan kering = 1392 gr
Ukuran
Saringan

Berat
Tertahan +

Jumlah
Berat
Tertahan
Berat Cawan Cawan (gr) Berat Cawan
(gr)
A
B
C
D
Berat

Berat
Tertahan -

Persentase
Tertahan
(%)
E

Lolos
(%)

Inchi

mm

1"

25.4

122

122

100

3/4 "

19

122

122

100

1/2"

12.7

122

122

100

3/8"

9.6

139

122

17

17

1.221

98.779

No. # 4

4.8

302

122

180

197

14.152

85.848

No. # 8

2.4

454

122

332

529

38.003

61.997

No. #
16

1.2

312

122

190

719

51.652

48.348

No. #
30

0.6

299

122

177

896

64.368

35.632

No. #
50

0.3

400

122

278

1174

84.339

15.661

No. #
100

0.15

247

122

125

1299

93.319

6.681

No. #
200

0.075

162

122

40

1339

96.193

3.807

%LOLOS AGREGAT

% PEMAKAIAN AGREGAT

LAPORAN PRAKTIKUM KEL III

|8

Inchi

1"

mm

25.4

Agg.
Kasar

100

Agg.
Sedang

100

Agg.
Halus

100

PASIR

100

Agg.
Kasar

Agg.
Sedang

Agg.
Halus

20.989

15.545

50.289

20.989

15.545

50.289

LAPORAN PRAKTIKUM KEL III

|9

3/4 "

19

95.236

100

100

100

19.989

15.545

50.289

1/2"

12.7

35.707

100

100

100

7.495

15.545

50.289

3/8"

9.6

10.130

94.934

99.729

99

2.126

14.758

50.152

No. # 4

4.8

4.614

40.235

86.527

85.848

0.968

6.255

43.513

No. # 8

2.4

4.263

22.173

52.674

61.997

0.895

3.447

26.489

No. # 16

1.2

4.062

16.887

36.764

48.348

0.853

2.625

18.488

No. # 30

0.6

3.912

14.391

28.571

35.632

0.821

2.237

14.368

No. # 50

0.3

3.711

11.821

21.056

15.661

0.779

1.838

10.589

No. # 100

0.15

3.360

8.443

13.135

6.681

0.705

1.313

6.605

No. # 200

0.075

3.009

5.653

8.328

3.807

0.632

0.879

4.188

100
90
80
70
60

Persentase Lolos

50

BATAS BAWAH
40

BATAS ATAS

GRADASI GABUNG

30
20
10
0
0.01

0.1

1
UKURAN SARINGAN

LAPORAN PRAKTIKUM KEL III

| 10