Anda di halaman 1dari 7

BAB I

Pendahuluan
Tujuan dari manajemen logistik adalah tersedianya bahan logistik setiap saat
dibutuhkan, baik mengenai jenis, jumlah maupun kualitas yang dibutuhkan secara efisien.
Ketersediaan setiap saat dibutuhkan in isering dirancukan dengan istilah Just In Time, yang
sebenarnya adalah salah satu metode untuk mengendalikan penyediaan bahan dalam proses
produksi sesuai penahapannya.
Menurut Hartono (2004) manajemen logistik sebagai suatu fungsi mempunyai kegiatankegiatan yakni :
1.
2.
3.
4.
5.

Perencanaan kebutuhan
Penganggaran
Pengadaan
Penyimpanan
Pendistribusian

Dalam makalah ini, kami akan membahas tentang fungsi penganggaran. Fungsi
penganggaran ini merupakan usaha-usaha untuk merumuskan perincian penentuan kebutuhan
dalam suatu skala standar, yaitu skala mata uang \dan jumlah biaya dengan memperhatikan
pengarahan dan pembatasan yang berlaku.
Rumusan Masalah :
1. Bagaimana alur / tahapan dalam penganggaran logistik rumah sakit?
2. Bagaimana cara menyusun rencana penganggaran logistik rumah sakit?
3. Bagaimana menyusun anggaran logistik rumah sakit?
Tujuan :
1. Mengetahui alur / tahapan penganggaran logistik.
2. Mengetahui cara menyusun rencana penganggaran logistik rumah sakit.
3. Mengetahui cara membuat anggaran logistik rumah sakit.

BAB II
1

A. Rencana Penganggaran Logistik Rumah Sakit


Ketika sebuah rumah sakit berupa menjadi suatu Badan Layanan Umum (BLU),
maka mekanisme keuangannya tentu mengalami perubahan yang sangat mendasar, berbagai
kebijakan dalam mengatur pola pengelolaan keuangan rumah sakit telah banyak diterbitkan.
Badan Layanan Umum (BLU) ini adalah instansi dilingkungan pemerintah Pusat, yang
dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan
jasa yang dijual tanpa mengutamakan keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya
didasarkan pada prinsip-prinsip efisien dan produktifitas.
Seperti halnya sebuah organisasi atau unit kerja lainnya, maka rumah sakit yang
dalam hal ini sudah menjadi BLU, melakukan penyusunan anggaran pada setiap periode
tertentu dalam rangka untuk membiayai seluruh operasional pelayanan kesehatan. Pada setiap
BLU ada yang dinamakan rencana bisnis dan anggaran atau disingkat dengan RBA. RBA
adalah suatu dokumen perencanaan bisnis dan penganggaran tahunan, yang berisi
program,bisnis,target kinerja serta anggaran dari BLU yang bersangkutan.
BLU menyusun juga rencana strategis bisnis untuk kurun waktu 5 (lima) tahunan
dengan mengacu pada rencana strategis kementrian Negara/ lembaga (Renstra-KL). Dari
rencana lima tahunan itulah dilakukan breakdown menjadi rencana tahunan, dan disusun
berdasarkan basis kinerja dan perhitungan akuntansi biaya menurut jenis layanan. Selain itu
juga memperhitungkan kebutuhan dan kemampuan pendapatan yang diperkirakan akan
diterima dari masyarakat (sebagai jasa layanan kesehatan), dari badan lain dan APBN.
RBA yang bersumber dari pendapatan, disusun menganut pola fleksibilitas (flexible
budget) dengan suatu ambang batas tertentu, dengan mempertimbangkan fluktuasi kegiatan
oprasional BLU.
Ketika RBA yang dilampiri juga usulan standar pelayanan minimum dan biaya dari
keluaran (output) yang telah dihasilkan, telah siap, maka pimpinan BLU mengajukan kepada
mentri/pimpinan lembaga untuk dibahas sebagai bagian dari RKA-KL. RBA yang telah
disetujui mentri/ lembaga, selanjutnya diajukan kepada menkeu cq dirjen anggaran, sebagai
bagian dari RKA-KL.
Hasil kajian atas RBA akan menjadi dasar dalam rangka pemrosesan RKA-KL
sebagai bagian dari mekanisme pengajuan dan penempatan APBN departemen/lembaga.
Setelah APBN ditetapkan, maka RBA BLU akan menjadi RBA definitif tentunya
stelah dilakukan penyesuaian seperlunya. RBA definitif selanjutnya akan digunakan sebagai
acuan dalam menyusun DIPA-BLU untuk diajukan kepada menkeu cq ditjen perbendaharaan.
DIPA-BLU ini akan berisi seluruh pendapatan dan belanja ,proyeksi harus kas jumlah dan
kualitas barang dan / jasa yang dihasilkan,rencana penarikan dana yang bersumber dari
APBN serta besaran presentasi dari ambang batas dari fleksibel budget tsb.DIPA-BLU ini
selambat-lambatnya diterima tanggal 31 desember tentunya setelah disahkan oleh menkeu cq
ditjen perbendaharaan.
2

Berdasarkan hal tersebut,maka pimpinan BLU selaku kuasa pengguna anggaran


mengajukan surat perintah membayar langsung (SPM-LS) kepada kantor pelayanan
perbendaharaan negara (KPPN) untuk digunakan sebagai operasional kegiatan, antara lain
gaji pegawai,belanja barang dan belanja modal. Pendapatan yang diperoleh BLU dari hasil
jasa pelayanan dari masyarakat, hibah tidak terikat serta hasil kerja sama BLU dengan pihak
lain/hasil usaha lainnya,dapat langsung dikelola langsung untuk membiayai belanja
operasional BLU. Pertanggung jawaban untuk itu adalah setiap triwulan BLU membuat SPM
penegesahan dan disampaikan ke KPPN, dilampiri surat pernyataan tanggung jawab belanja,
disertai kuitansi pengeluaran secara kumulatif yang ditanda tangani oleh pimpinan BLU,
selambat-lambatnya tanggal 10 bulan berikutnya

B. Alur Penganggaran Logistik Rumah Sakit


Renstra BLU
-5th
3

Renstra KL5th

Menkeu

BLU

DIPA

APBN

RBA

RKA KL

Menteri/pim
p Lemb

C. Anggaran Logistik Rumah Sakit


Sebagaimana telah disingung pada uraian diatas,maka dalam DIPA-BLU juga telah
termasuk didalamnya anggaran untuk belanja barang dan belanja modal daari penjelasan
diatas, maka dalam dokumen DIPA-BLU dapat secara garis besar 3 (tiga), yaitu:
No.

Jenis pengeluaran

1.

Belanja pegawai

2.

Belanja barang

3.

Belanja modal

Uraian
Digunakan untuk membayar gaji, tunjangan,
lembur dll yang berhubungan dengan
pegawai.
Digunakan untuk belanja alat/barang yang
dipakai sebagai operasional kegiatan rutin
dalam rangka pelayanan kesehatan.
Digunakan untuk belanja alat/barang yang
mengakibatkan alat/barang tersebut akan
menjadi aset/barang inventaris BLU.

Alokasi anggaran logistik Rumah Sakit 40-50% dalam bentuk obat dan farmasi, alat
tulis kantor, alat rumah tangga, bahan makanan, alat kebersihan dan suku cadang.

BAB III
Kasus
Rumah sakit sebagai salah satu institusi pelayanan publik diharapkan dapat
menyediakan pelayanan yang bersipat profesional dan paripurna, dengan tetap
mengedepankan pada tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Hal ini bila tidak dikelola
4

dengan baik maka akan berakibat pada hambatan dalam proses pelayanan terhadap
pasien, contoh satu kasus logistik misalnya kebutuhan obat-obatan di rumah sakit
yang tidak ready stock , pada hal obat-obatan tersebut sangat dibutuhkan oleh pasien
pada saat itu, maka konsekwensinya dapat mengakibtkan pasien mengalamai
komplikasi penyakit atau mungkin berakibat fatal pada kematian atau contoh lain
masalah yang tidak pernah kita perhatikan sebagai kebutuhan yang sangat
berpengaruh terhadap pasien misalnya masalah kebutuhan alat tulis kantor (ATK)
dimana setiap hari dokter atau tenaga paramedis dan petugas administrasi akan
membuat laporan pola penyakit pasien atau dokter untuk menuliskan resep, dan
bagian keuangan untuk rekap pembayaran dan lain sebagainya, jika hal ini tidak
tersedia maka akan berpengaruh terhadap hambatan dalam kecepatan proses
pelayanan dan penentuan diagnosa pasien.
Untuk mengatasi hal-hal demikian maka dibutuhkan suatu sistem yang baik di
RS dimana dimulai dari informasi dan penyusunan perencananan kebutuhan yang
sesuai dengan kebutuhan pelayanan dan organisasi. Barang-barang yang telah
disediakan tentunya yang tidak kalah pentingnya di bagian gudang untuk
penyimpanan maupun distribusi barang dan didukung oleh bagian keuangan untuk
ketersediaan anggaran untuk belanja, peran pengawasan dan kontrol di lapangan oleh
pihak manajemen sudah merupakan satu keharusan yang tidak dapat diabaikan.
Sumber : RSUD Dr. M. YUNUS BENGKULU

BAB IV
Kesimpulan
Pendapatan BLU harus sesuai dengan jumlah anggaran BLU yang akan
dikeluarkan. Namun, jika jumlah/besarnya anggaran melampaui perkiraan besarnya
pendapatan, maka harus diadakan upaya untuk meningkatkan pendapatan dan atau
meningkatkan efisiensi, oleh karena itu perlu dilakukan analisa kembali, belanja apa
saja yang bisa dikurangi atau dihilangkan.

Daftar Pustaka
o Imron TA Moch, DRS, MM, Manajemen Logistik Rumah Sakit, Sagung Seto,
Jakarta, 2009
o Bahankuliahkesehatan.blogspot.co.id
http://www.slideshare.net/mobile/Yonesputra90/konsep.anggaran
http://rsmybengkulu.blogspot.co.id/2009/02/manajemen-logistik.html?=1

Anda mungkin juga menyukai