Anda di halaman 1dari 18

APLIKASI GRAF DALAM KEHIDUPAN SEHARI - HARI

APLIKASI TEORI GRAF DALAM PEMBUATAN SALURAN AIR


KAMAR MANDI DI RUSUNAWA UHAMKA

TEORI GRAF

Oleh:
DETIA ANANDA ( 1301125028)
SITI CHAIRANI MAISAROH (1301125142)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.DR. HAMKA
2016

APLIKASI TEORI GRAF DALAM PEMBUATAN SALURAN


AIR KAMAR MANDI DI RUSUNAWA UHAMKA
Detia Ananda dan Siti Chairani Maiasaroh
Prodi Pendidikan Matematika FKIP
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA)
2016
Abstrak Artikel ini membahas tentang salah satu pengaplikasi graf
dalam kehidupan sehari-hari, yaitu dalam pembuatan saluran air kamar
mandi di RUSUNAWA UHAMKA. Dalam kehidupan sehari-hari, terdapat
banyak persoalan yang dapat diselesaikan dengan teori graf, seperti rute
kendaraan umum, jaringan internet, rute pesawat terbang, desain rumah,
dan lain sebagainya. Pada artikel ini, penulis akan menuliskan tentang
pengaplikasi teori graf pada pembuatan saluran air kamar mandi di
RUSUNAWA UHAMKA. Dalam artikel ini, penulis hanya akan menjelaskan
graf aliran air pada kamar mandi di rusunawa agar air tersalurkan
keseluruh saluran air dikamar madi tanpa ada hambatan. Tujuan
penulisan artikel ini adalah agar pembaca dapat mengetahui pengaplikasi
graf bisa dipelajari dari mana saja serta macam-macam graf dan
implementasi lintasan pada suatu graf.
Kata Kunci Augmenting Path, aliran air, graf, saluran air kamar mandi.

A. Pendahuluan
kota jakarta sebagai kota terbesar di Indonesia, merupakan kota
yang pesat dalam perkembangan jumlah penduduknya. Perkembangan
tersebut mengakibat-kan meningkatnya segala kebutuhan termasuk
kebutuhan air. Seiring dengan berjalannya waktu, teknologi dan informasi
menjadi kebutuhan yang penting bagi manusia. Kemajuan akan teknologi
dan informasi dan inovasi - inovasi terbaru menjadi hal mendasar yang
wajib dipenuhi dalam pemenuhan kebutuhan. Dibalik semua itu, air
menjadi hal penting dalam proses penyediaan kebutuhan sehari hari.
Dengan berkurangnya pasokan air, dan terhambatnya perngaliran air
kamar mandi akan menghambat fasilitas dari para penghuni rusunawa,
begitu pula sebaliknya. Sehingga pemenuhan pasokan air menjadi
kewajiban pokok bagi penurus rusunawa dalam memenuhi pasokan air
untuk para penghuni rusunawa .
Selain pasokan air , keberadaan jaringan air sebagai media dalam
menyalurkan air akan sangat berpengaruh dalam ketersediaan air bagi
penghuni rusun sehingga pengoptimalan jaringan aliran air akan sangat
bermanfaat bagi penghuni rusunawa maupu pihak pengurus rusunawa.
Penentuan

jaringan

air

yang

optimal

dapat

dilakukan

dengan

menggunakan ilmu teori graf salah satunya dengan menentukan aliran


saluran air kamar mandi di rusunawa.
Masalah aliran digunakan untuk mencari aliran yang dapat
dialirkan dari tiap sisi jaringan. Penelitian B.T. Mahendra dkk [1]
membahas mengenai pemaksimalan aliran air dalam distribusi air PDAM
dengan

menggunakan

algoritma-algoritma

dalam

masalah

aliran

maksimum. Dalam Tugas akhir mata kuliah teori graf ini akan dibahas
mengenai aplikasi teori graf dalam pembuatan saluran air kamar mandi di
rusunawa uhamka.

B. Kajian Pustaka
1. Sejarah Teori Graf
Teori Graf diperkenalkan oleh Leonard Euler pada tahun 1736
melalui tulisan Euler yang berisi tentang upaya pemecahan
masalah Jembatan Konigsberg. Konigsberg, sebuah kota di bagian
utara Jerman, memiliki sebuah kisah terkenal yang memberikan
pengaruh besar pada kehidupan seorang bernama Euler dan
sejarah perkembangan teori Graf. Sungai Pregel yang melalui
Konigsberg membagi wilayah daratan pada kota tersebut menjadi
empat bagian. Tujuh buah jembatan dibangun di atas sungai
tersebut pada bagian yang memungkinkan untuk bepergian antar
keempat wilayah tersebut. Pada abad ke-17, warga Konigsberg
gemar berjalan ditepi sungai, hingga beberapa

dari

mereka

memikirkan apakah mungkin untuk berjalan di Konigsberg dan


melalui setiap jembatan hanya sekali. Hal inilah yang kemudian
disebut

Teka-Teki

Jembatan

Konigsberg

yang

tidak

dapat

terselesaikan untuk waktu yang cukup lama dan menjadi terkenal di


seluruh negeri.
Teka-teki tersebut menarik perhatian Euler, yang diyakini ketika
itu berada di St. Petersburg Ia kemudian meneliti bahwa kasus
tersebut dapat direpsersentasikan dalam diagram Setelah sekian
banyak kegagalan warga Konigsberg untuk menemukan cara
melalui seluruh jembatan hanya sekali, hingga akhirnya pada tahun
1736 masalah tersebut dijadikan sebuah kasus matematika dan
kemustahilan, untuk menyelesaikan teka-teki tersebut terbukti.
Pada tahun tersebut, seorang pakar matematika ternama, Leonard
Euler, menulis sebuah artikel yang membahas tidak hanya solusi
atas teka-teki Konigsberg semata, akan tetapi juga dilengkapi
dengan metode umum untuk persoalan serupa lainnya
Masalah

jembatan

Konigsberg

adalah

mungkin

tidaknya

melewati ketujuh jembatan yang ada di Kota Konigsberg masing-

masing tepat satu kali ditempat semula. Untuk menyelesaikan


masalah tersebut, Euler memisalkan daratan yang dihubungkan
dengan titik (vertex) dan jembatan (edge). Kemudian Euler
berkesimpulan bahwa tidak mungkin seseorang dapat melalui
ketujuh jembatan itu masing-masing satu kali dan kembali ke
tempat semula.
Dalam urusan matematika, Euler khusus tertarik di bidang
kalkulus, rumus diferensial, dan ketidakterbatasan suatu jumlah.
Sumbangannya dalam bidang ini, kendati amat penting, terlampau
teknis dipaparkan di sini. Sumbangannya di bidang variasi kalkulus
dan terhadap teori tentang kekompleksan jumlah merupakan dasar
dari semua perkembangan berikutnya di bidang ini. Kedua topik itu
punya jangkauan luas dalam bidang penggunaan kerja praktek
ilmiah, sebagai tambahan arti penting di bidang matematika murni.
Formula Euler, , menunjukkan adanya hubungan antara fungsi
trigonometrik

dan

jumlah

imaginer,

dan

dapat

digunakan

menemukan logaritma tentang jumlah negatif. Ini merupakan satu


dari formula yang paling luas digunakan dalam semua bidang
matematika. Euler juga menulis sebuah textbook tentang geometri
analitis dan membuat sumbangan penting dalam bidang geometri
diferensial dan geometri biasa.
Kendati

Euler

punya

penemuan-penemuan

kesanggupan

matematika

yang

yang

hebat

untuk

memungkinkannya

melakukan praktek-praktek ilmiah, dia hampir punya kelebihan


setara

dalam

bidang

matematika

murni.

Malangnya,

sumbangannya yang begitu banyak di bidang teori jumlah, tetapi


tidak begitu banyak yang bisa dipaparkan di sini. Euler juga orang
pemula

yang

bekerja

di

bidang

topologi,

sebuah

cabang

matematika yang punya arti penting di abad ke-20.


Akhirnya, Euler memberi sumbangan penting buat sistem
lambang jumlah matematik masa kini. Misalnya, dia bertanggung

jawab untuk penggunaan umum huruf Yunani untuk menerangkan


rasio antara keliling lingkaran terhadap diameternya. Dia juga
memperkenalkan banyak sistem tanda yang cocok yang kini umum
dipakai di bidang matematika.
Tahun

1847,G.R

Kirchoft

(1824-1887)

berhasil

mengembangkan teori pohon yang digunakan dalam persoalan


jaringan listrik. Sepuluh tahun kemudian, A. Coyley (1821-1895)
juga

menggunakan

konsep

pohon

untuk

menjelaskan

permasalahan kimia dan hidrokarbon. Salah satu masalah yang


terkenal dalam teori graph adalah konjektur empat warna yang
diajukan oleh Prancis Guthrie sekitar tahun 1850. Masalah dalam
konjektur empat warna adalah mewarnai sebuah peta dengan
empat macam warna sedemikian hingga tiap negara yang
berbatasan memiliki warna yang berbeda.
2. Definisi Graph
Sebuah graf merupakan pasangan himpunan (, ), dimana
adalah himpunan berhingga tak kosong dari elemen yang disebut
simpul, dan adalah sebuah himpunan (mungkin kosong) dari
pasangan tak terurut dari simpulsimpul , yang disebut
sisi.[1] Sebagai contoh, pada Gambar 2.1 adalah graf G dengan
= {1, 2, 3, 4, 5, 6} dan = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9,
10} dengan 1 = 12, 2 = 13, 3 = 23, 4 = 24, 5 = 25,
6 = 34, 7 = 35, 8 = 45, 9 = 46, 10 = 56. Simpul 1
bertetangga dengan simpul 2 dan 3. Simpul 1 bersisian dengan
sisi 1 dan 2. Jika sisi e memiliki arah maka sisi tersebut
dinamakan arc[1]. Berdasarkan ada tidaknya orientasi arah pada
sisi, maka graf dapat digolongkan menjadi graf tak berarah
(undirected graph) dan graf berarah (directed graph). [1].
Berdasarkan ada tidaknya bobot/nilai pada sisinya, maka graf
dapat digolongkan menjadi graf berbobot dan graf tak berbobot.
Graf berbobot adalah graf yang tiap sisi memiliki bobot(nilai)[1].
6

Sehingga jika ada sebuah graf yang memiliki arah dan bobot/nilai
disebut graf berarah berbobot. Jalan (walk) v0vl pada graf G
adalah sebuah barisan berhingga 0, 1, 1, 2, , ,
bergantian simpul dan sisi pada G sedemikian hingga = 1
untuk setiap i, 1 i l. Panjang jalan adalah banyaknya sisi pada
jalan tersebut. Penentuan Kuat Arus Maksimum Jaringan Listrik
Menggunakan Algoritma Augmenting Path Rachmat Ramadhan
dan Darmaji Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl.
Arief

Rahman

Hakim,

Surabaya

60111

E-mail:

darmaji@matematika.its.ac.id K 1 3 2 4 5 6 Gambar 1: Graf


1 2 7 4 9 8 3 5 6 10 JURNAL SAINS DAN SENI
POMITS Vol. 2, No.1, (2013) 2337-3520 (2301-928X Print) 2 Jalan
0 dikatakan tertutup jika 0 = . Jika semua simpul dari jalan
0 berbeda, maka jalan tersebut dinamakan lintasan. Dan jika
lintasan tersebut tertutup dinamakan sikel. Lintasan-lintasan yang
terhubung dan memiliki suatu simpul asal dan simpul tujuan
disebut jaringan. Pada simpul asal, tidak terdapat sisi masuk,
sedangkan pada simpul tujuan tidak terdapat sisi keluar. Bobot tiap
sisi pada suatu jaringan disebut kapasitas (C) sisi tersebut
(bilangan bulat tak negatif)
3. Jenis-jenis Graf
Berdasarkan ada tidaknya gelang (loop) atau sisi ganda pada
suatu graf, secara umum graf dapat digolongkan menjadi dua
jenis, yaitu :
a. Graf Nol
yaitu graf yang tidak memiliki sisi.
Contoh :

G1


G2

b. Graf sederhana (simple graph)


yaitu graf yang tidak memiliki gelang (loop) maupun sisi ganda
Contoh :

c. Graf tak sederhana (unsimple graph)


yaitu graf yang tidak memiliki gelang (loop) maupun sisi ganda
Contoh :

d. Graf Lengkap (Complete graph)


yaitu graf yang menghubungkan ke semua titik yang lain atau
tiap titiknya bertetangga dengan semua titik yang lainnya pada graf
tersebut.

Contoh :

e. Graf Teratur (Regular graph)


yaitu graf yangmemiliki derajat yang sama atau derajat tiap
titiknya sama.
Contoh :

f. Graf Bipartite (Bipartite graph)


Suatu Graf dikatakan bipartit jika titik-titiknya dapat
dipisahkan dalam dua himpunan bagian yang saling lepas,
sedemikian hingga ujung setiap garisnya terletak pada
masing-masing himpunan.
Contoh :

4. Terminologi Dasar
Terdapat beberapa istilah penting yang berkaitan dengan
graf. Berikut ini didefinisikan beberapa terminologi yang sering
digunakan :
a. Bertetangga (adjancent)
Dua buah simpul pada graf yang tak-berarah G
dikatakan bertetangga bila keduanya terhubung langsung
dengan sebuah sisi. Dengan kata lain, v j bertetangga dengan
vk jika (vj,vk) adalah sebuah sisi pada graf G.
b. Bersisian (incident)
Untuk sembarang sisi e= (vj, vk), sisi e dikatakan
bersisian dengan simpul vk dan simpul vk.
c. Derajat (degree).
Derajat suatu simpul pada graf tak-berarah adalah
jumlah sisi yang bersisian dengan simpul tersebut. Pada graf
berarah, derajat simpul v dinyatakan dengan d in(v) dan
dout(v), yang dalam hal ini :
din(v)

= derajat masuk (in-degree) = jumlah simpul yang

masuk ke simpul v
dout(v) = derajat keluar (out-degree)= jumlah simpul yamg
keluar dari simpul v
d(v) = din(v) + dout(v) , d(v) menyatakan derajat simpul.
d. Simpul Terpencil (Isolated Vertex)
10

Jika suatu simpul tidak mempunyai sisi yang bersisian


dengan simpul itu sendiri.
e. Lintasan (Path)
Lintasan dari suatu simpul awal v0 ke simpul tujuan
vT

di dalam suatu graf G merupakan barisan sebuah sisi

atau lebih (x0, x1), (x1, x2), (x2, x3), , (xn-1, xn) pada G,
dimana x0 = v0 dan xn = vT. Lintasan ini dinotasikan oleh :
x0, x1, x2, x3, , xn.
Pada graf tersebut lintasan P, Q, R memiliki panjang
2. Sementara itu lintasan P, Q, S, R memiliki panjang 3.
Lintasan P, Q, R, S, P dinamakan siklus atau sirkuit
dengan panjang 4.
Antara simpul P dan U maupun T tidak dapat ditemukan
lintasan.
f. Cut-Set
Cut-set dari suatu graf terhubung G adalah himpunan
sisi yang

jika dibuang dari G menyebabkan

terhubung. Jadi,

G tidak

cut-set selalu menghasilkan dua buah

subgraf . Pada graf di bawah, {(1,4),

(1,5), (2, 3), (2,4)}

adalah cut-set.
Terdapat

banyak

cut-set

pada

sebuah

terhubung. Himpunan {(1,5), (4,5)} juga adalah

graf

cut-set,

{(1,4), (1,5), (1,2)} adalah cut-set, {(5,6)} juga cut-set, tetapi


{(1,4),

(1,5),

(4,5)}

bukan

cut-set

sebab

himpunan

bagiannya, {(1,5), (4,5)} adalah cut-set.


Berdasarkan tujuan kita yaitu mencari lintasan tercepat
untuk sampai ke tujuan, akan digunakan graf ganda berarah
berbobot. Mengenai graf tersebut akan dijelaskan sebagai
berikut :
a. Graf ganda

11

Graf ganda adalah graf yang memiliki lebih dari satu


sisi untuk menghubungkan dua simpul. Pada graf di bawah,
ditunjukkan graf yang memiliki sisi ganda. Sisi ganda pada
graf di bawah adalah sisi yang menghubungkan simpul A
dan simpul B karena terdapat dua sisi yang menghubungkan
simpul A dan simpul B, maka graf tersebut dinamakan graf
ganda.
b. Graf berarah
Graf yang setiap sisinya diberikan orientasi arah
disebut graf berarah. Graf yang setiap sisinya diberikan
orientasi arah. Pada graf berarah, (v k,vj) dan (vj,vk)
menyatakan dua unsur yang berbeda, dengan kata lain(v j, vk)

(vk,vj).

c. Graf berbobot
Graf berbobot adalah graf yang setiap sisinya diberi
sebuah nilai atau bobot. Bobot pada setiap sisi graf dapat
berbeda-beda bergantung pada masalah yang dimodelkan.
Bobot dapat menyatakan jarak antara dua buah kota, biaya
perjalanan antara dua buah kota, waktu tempuh antara dua
buah kota, waktu tempuh pesan antara simpul komunikasi
dengan

simpul komunikasi lainya, ongkos produksi dan

sebagainya. Graf berbobot juga sering dikaitkan dengan


istilah graf berlabel. Untuk membuat label, masing-masing
vertex diberi sebuah label dan setiap edge diberikan sebuah
nilai atau bobot. Tampilan graf berlabel dapat dilihat pada
Gambar 2.3 P Q R S T.
P

Q
6

12

T
6

S
12

d. Graf Ganda Berarah Berbobot


Graf ganda berarah berbobot adalah gabungan dari
ketiga graf di atas. Untuk lebih jelasnya, gambar di bawah ini
akan memberikan gambaran tentang graf ganda berarah
berbobot.
Teori Graf berasal dari bidang Ilmu Matematika yang
membahas tentang berbagai jenis Graf yang dapat di
aplikasikan untuk memecahkan masalah di kehidupan
sehari-hari. Teori graf dalam matematika dan ilmu komputer
adalah cabang kajian yang mempelajari sifat-sifat "graf".
Secara informal graf adalah himpunan benda-benda yang
disebut simpul (vertexatau node)

yang

terhubung

oleh

sisi (edge) atau busur (arc). Biasanya graf digambarkan


sebagai kumpulan titik-titik (melambangkan "simpul") yang
dihubungkan oleh garis-garis (melambangkan "sisi") atau
garis berpanah (melambangkan "busur"). Suatu sisi dapat
menghubungkan suatu simpul dengan simpul yang sama.
Sisi yang demikian dinamakan gelang (loop).
Fungsi graf itu sendiri digunakan untuk merepresentasikan
objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut.
Banyak sekali struktur yang bisa direpresentasikan dengan graf,
dan banyak masalah yang bisa diselesaikan dengan bantuan graf.
Contoh aplikasi graf yang sudah sering digunakan dalam
kehidupan sehari-hari yaitu, rangkaian listrik,rute transportasi dan
lain-lain.
5. Ruang Lingkup Teori Graf
Teori Graf berasal dari bidang Ilmu Matematika yang
membahas tentang berbagai jenis Graf yang dapat di aplikasikan
untuk memecahkan masalah di kehidupan sehari-hari. Teori graf

13

dalam matematika dan ilmu komputer adalah cabang kajian yang


mempelajari sifat-sifat "graf".
Secara informal, suatu graf adalah himpunan benda-benda
yang disebut "simpul" (vertexatau node) yang terhubung oleh "sisi"
(edge) atau "busur" (arc). Biasanya graf digambarkan sebagai
kumpulan titik-titik (melambangkan "simpul") yang dihubungkan
oleh garis-garis (melambangkan "sisi") atau garis berpanah
(melambangkan "busur"). Suatu sisi dapat menghubungkan suatu
simpul dengan simpul yang sama. Sisi yang demikian dinamakan
"gelang" (loop).
Fungsi graf itu sendiri digunakan untuk merepresentasikan
objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut.
Banyak sekali struktur yang bisa direpresentasikan dengan graf,
dan banyak masalah yang bisa diselesaikan dengan bantuan graf.
Contoh aplikasi graf yang sudah sering digunakan dalam
kehidupan sehari-hari yaitu, rangkaian listrik, ikatan senyawa kimia,
D. Pembahasan Aplikasi
langkah pertama : Gambar aliran air dari penampungan ke pompa air
dilantai 1, dilantai 2, dan dlantai 3
Pompa air 1
Pompa air 2
Pompa air 3

14

Langkah ke dua : dari pompa air itu disalurka ke 5 saluran air yang
lainnya ( berlaku sama ke pada ketiga lantai tersebut )
1. dari pompa ke tempat wudhu (Air mengalir dari pompa air ke 3
saluran air wudhu) b
2. dari pompa ke tempat westafel (Air mengalir dari pompa air ke 2
saluran westafel )m
3. dari pompa ke tempat sower atau mandi (Air mengalir dari pompa
air ke 5 saluran air di ruang mandi/ sower)h
4. dari pompa ke tempat wc (Air mengalir dari pompa air ke 3 saluran
air ruang wc dan 1 di ruang kamar mandi)b
5. dari pompa ke tempat cuci baju (Air mengalir dari pompa air ke 4
saluran air tempat cuci baju) k

v
v
v
v

v
v

15

Dari macam-macam jenis graf yang telah dipaparkan di atas, dapat


diketahui Graf pada saluran air tersebut termasuk jenis Graf sederhana
dan Graf berarah.
Graf minimarket juga dapat di aplikasikan dengan pewarnaan titik
pada graf untuk membedakan setiapsaluran air di dalam bentuk graf.
Langkah

pertama

yang

harus

dilakukan

ialah

menentukan

banyaknya warna minimum yang dapat diberikan pada aliran air atau
disebut juga bilangan kromatik. Karena graf

aliran air dapat diwarnai

dengan 2 atau 3 atau 4 atau 5 atau 6 atau 7 atau 8 warna berbeda.


Langkah kedua adalah menentukan warna berbeda. 4 warna,
1. dari pompa ke tempat ( graf berwarna biru)
2. dari pompa ke tempat westafel ( graf berwarna merah )
3. dari pompa ke tempat sower atau mandi ( graf berwarna hijauh)
4. dari pompa ke tempat wc ( graf berwarna biru )
5. dari pompa ke tempat cuci baju (Air mengalir dari pompa air ke 4
saluran air tempat cuci baju) ( graf berwarna kuning )
E. Penutup
1. Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa teori graf
memang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya
ialah dapat diimplementasikan dalam pembuatan saluran air

kamar

mandi di rusunawa uhamka di suatu wilayah kita dapat belajar mengenai


teori graf. Bentuk-bentuk apakah yang termasuk kedalam macammacam graf. Jadi, pembelajaran teori graf tidak hanya sebatas pada

16

buku

atau

pembelajaran

dari

dalam

kelas,

tetapi

juga

bisa

diimplementasikan dari lingkungan yang ada di sekitar kita sehingga


lebih mudah dipahami dan dimengerti.
2. Saran
Harapan besar dari penulis agar lebih banyak ide-ide tentang
aplikasi penggunaan teori graf di dalam kehidupan sehari-hari yang lain.
Aplikasi yang dapat digunakan juga bisa lebih bermanfaat dan jauh lebih
baik, sehingga bisa digunakan untuk kepentingan banyak pihak.

17

DAFTAR PUSTAKA

1. Baskoro, Edy Tri. 2005. Diktat Kuliah MA6282


Kombinatorika. Bandung: Departemen Matematika
ITB.
2. Danny Manongga dan Yessica Nataliani. 2013.
Matematika Diskrit. Prenadamedia group. Jakarta,
edisi pertama.
3. Fitri Devi.2012. Teori Graf. Jakarta : UHAMKA
4. Samuel Wibisono. 2008 Matematika Diskrit. Graha
Ilmu, Yogyakarta, Edisi 2.
5. Zaenal, dkk. 2014. Nilai Tak Keteraturan Total Sisi
Dari Graf Tunas Kelapa. (Diakses pada tanggal
26 Desember 2016)

18