Anda di halaman 1dari 11

TKM 213

PERPINDAHAN PANAS II
(KONVEKSI)

Agung Sugeng Widodo,Ph.D


E-mail : agung_swd@yahoo.com
Universitas Brawijaya

Jurusan Teknik Mesin

PERPINDAHAN PANAS II

Po k o k
1.

2.
3.
3.
4.
5

Bahasan

INTRODUCTION
Perpindahan panas konveksi
Mekanisme fisik konveksi
Lapisan batas kecepatan
Lapisan batas termal
KONVEKSI PAKSA EKTERNAL
KONVEKSI PAKSA INTERNAL
KONVEKSI ALAMIAH
PENDIDIHAN & KONDENSASI
ALAT PENUKAR KALOR

Kepustakaan

Yunus A. Cengel, Heat Transfer A Practical Approach.,


McGraw-Hill Inc. 1988
Holman J.P. Perpindahan Panas, Erlangga, 1991
Incropera F. P & Dewwit D. P., Fundamental of Heat Transfer
and Mass Transfer. 4th Edition. John Willey & Son, 1996
Kreith --- Principles of HEAT TRANSFER dll

EVALUASI

Tugas-tugas : Soal / jurnal


Quiz : minimal 1 kali
Ujian Akhir Semester (UAS)
Aktivitas di kelas
dll

Mekanisme Perpindahan Panas

Konduksi : perp. panas melalui sebuah zat


padat/fluid jika tidak ada gerakan fluida
Konveksi : perp. panas pada fluida akibat
adanya gerakan fluida
Radiasi : perp. panas tanpa adanya medium
perantara

Perp. panas Konveksi


Konv. Paksa (forced convection)
perp. panas akibat adanya gaya
luar

Konv. Alamiah (natural


convection)
perp. panas akibat adanya gaya
apung

ADA HIPOTESA :
Bahwa perpindahan panas konveksi melalui
fluida lebih baik dari pada perpindahan panas
konduksi ???

Eksperimen menunjukkan bahwa perpindahan


panas konveksi dipengaruhi oleh banyak hal :

Viskositas
Konduktivitas termal
Densitas
Panas jenis
Kecepatan fluida
Bentuk geometri
Kekasaran permukaan
Tipe aliran : lamiar / turbulen
8

Meskipun kompleks, laju perpindahan panas konveksi


mengikuti hukum Newton untuk pendinginan (Newtons Law
of Cooling)

Dimana :

h = koefiesien perpan konveksi ( W/m2.K)


As = luas permukaan perpindahan panas (m2)
Ts = temperatur permukaan (K)
T= temperatur jauh dari permukaan (K)

Jika suatu fluida mengalir melalui sebuah permukaan solid,


maka akan membentuk lapisan batas dan kecepatan fluida
yang menempel dinding adalah nol (no slip)

10

Pada lapisan fluida yang tak bergerak maka


perpindahan panas yang terjadi adalah murni
konduksi.

11

Dalam mempelajari konveksi akan lebih praktis u/ menggunakan parameter non dimensional u/ mereduksi variabel.

NUSSELT NUMBER (Nu)

dimana :

h = koef. Perpan koveksi


k = konduktivitas termal
Lc = panjang karakteristik

Diketahui :

Nu >> maka perpan konveksi efektif


Nu = 1 perpan murni konduksi
12

-- daerah aliran dimana gaya2 viscous masih dirasakan

13

Dalam lapisan batas, lap. berkec. lebih tinggi akan


dihambat oleh lap. berkec. lebih rendah sampai keluar
dari lap. batas. Gaya yang menghambat tersebut
dinamakan DRAG FORCE (friction force). Jika
persatuan luas dinamakan SHEAR STRESS. Eksperimen
menunjukkan bahwa shear stress adalah proporsional
thd gradien kecepatan.

u
y

( N / m2 )
y 0

14

Persamaan shear stress diatas memerlukan pengetahuan


tentang profil kec. aliran (tidak praktis). Akan lebih
mudah jika menggunakan hubungan antara shear stress
dengan kecepatan :
Dimana :

s = shear stress
= viskositas dinamik
Cf = koefisien drag/friction
Fs = Drag force
As = luas pemukaan
= densitas fluida
15

-- angka yg menunjukkan transisi aliran dr laminar ke turbulen

Di mana : V = kec. Aliran bebas


Lc = panjang karakteristik
= / = viskositas kinematis

16

17

--daerah dimana temperatur masih dirasakan


(terdapat gradient temperatur)
Tebal lap. Batas termal didefinisikan sbg jarak dari permukaan dimana
perbedaan temperatur (T Ts) = 0,99 (T - Ts)
Searah aliran semakin tebal
Kec. fluida akan mempengaruhi grad. temperatur shg akan mempengaruhi
perpan konveksi

Ts 0,99(T Ts )
18

Tebal lap. batas kecepatan & lap. Batas termal akan lebih
jelas jika digambarkan sbg parameter non dimensional dgn
Angka Prandtl

Dimana : = viskositas kinematis


= diffusifitas termal
cp = panas jenis
Angka Prandtl bervariasi antara 0,01 (logam cair) 100.000 (minyak berat)

19

Minyak berat
Pr >> 1 ; < T

Logam Cair
Pr << 1 ; > T

T
T

Gas
Pr 1 ; T

20

10

21

11