Anda di halaman 1dari 5

Uraian Proses :

Boiler merupakan alat yang banyak digunakan di berbagai industri untuk


menghawsilkan steam yang akan digunakan untuk berbagai keperluan dalam proses pabrik.
Pada praktikum ini dapat dipelajari proses yang terjadi pada boiler secara sederhana ( skala
pilot plant ), namun umumnya prinsip kerja dengan alat yang asli tidak terlalu berbeda,
adapun uraian proses dari PFD / Diagram alir adalah sebagai berikut :
Untuk bahan bakar yang digunakan berupa bahan bakar cair, dimana bahan bakar
langsung dialirkan menuju boiler yang akan digunakan pada proses pembakaran. Sedangkan
untuk BFW berasal dari tangki air yang kemudian air dari tangki akan dialirkan dengan
bantuan pompa - 1 dan pompa 2, kemudian aliran air akan dialirkan menuju ion exchanger.
Pada ion exchanger terjadi proses pertukaran ion karena memang salah satu syarat BFW
adalah terbebas dari ion ion yang dapat mengganggu jalannya proses. Pertama tama air dari
sumber akan dialirkan melewati ion exchanger kation untuk menghilangkan ion-ion positif
(+) kemudian dilanjutkan ke ion exchanger anion untuk menghilangkan ion-ion negatif (-)
sehingga akan didapatkan air bebas ion yang akan digunakan untuk air umpan boiler.
Air kemudian dialirkan menuju tangki BFW setelah keluar dari ion exchanger anion.
Pada tangki BFW ini terdapat juga aliran masuk dari kondensat. Kondensat ini sendiri berasal
dari peralatan peralatan yang ada di lab pilot plant, jika steam yang didapat tidak terpakai
maka steam akan terkondensasi kemudian mengalir kembali ke dalam BFW ini. Air yang
telah terakumulasi pada tangki BFW ini kemudian dipompakan dengan pompa masuk ke
dalam boiler sebagai feed air. Boiler pada lab merupakan boiler water tube dimana air
mengalir di dalam tube tube dan dipanaskan oleh api di luar tube. Api sendiri berasal dari
pemantik yang ada di bagian atas boiler , dimana api inilah yang akan memanaskan air. Pada
boiler juga terdapat sensor pada air yang masuk sebagai feed berupa sensor level, dimana saat
level air umpan mulai menurun maka sensor akan mengirimkan sinyal ke eleman kontrol
akhir berupa pompa untuk memompakan air, dan bila level telah tercapai maka sensor
kembali mengirimkan sinyal ke pompa untuk berhenti. Dengan demikian kondisi level air
pada boiler dapat terjaga.

Level air perlu dijaga agar proses dapat berlangsung dengan baik. Jika level air
kurang dan pemanasan berlanjut maka akan meningkatkan tekana dan temperature di dalam
boiler sehingga dapat menyebabkan boiler meledak, selain itu panas yang tinggi dengan
kondisi air yang kurang juga dapat membuat panas yang ada di dalam boiler mengalir ke
bagian dinding dan dapat melelehkan lapisan isolasi bioler. Sebaliknya, kondisi air yang
terlalu banyak dapat meningkatkan beban boiler dan membuat waktu untuk menghasilkan
steam menjadi lebih lama, bahan bakar yang digunakan menjadi lebih banyak, dan efisiensi
menurun.
Setelah didapat steam, steam tersebut kemudian dialirkan ke berbagai alat yang ada di
lab pilot plant. Secara umum distribusi steam pada lab terbagi menjadi dua aliran. Dimana
aliran pertama menuju alat distilasi, sedangkan aliran kedua menuju alat alat lain di dalam
lab pilot plant. Pada alat distilasi steam masuk ke bagian Re-boiler dan pre-heater sebagai
media pemanas. Sedangkan pada alat lain steam dimanfaatkan pada pemanas Leaching, pada
Heat Echanger di fluidized bed Dryer, Heat Exchanger di falling film evaporator, dan
pemanas pada Stirred Tank reactor. Steam yang tidak terpakai akan terkondensasi pada steam
trap yang kembali dialirkan menuju tank feed BFW bercampur dengan feed baru untuk
kembali menghasilkan steam.

Reboiler Pada
Distilasi

BOILER

Preheater pada
Distilasi

Pemanas

Heat Exchanger

Heat Exchanger di

Pemanas pada

Leaching

Fluidized bed dryer

falling film evaporator

stirer tank reactor

Alat distilasi
Alat lain
kondensat

TANGKI

TANGKI BFW

MINYAK

BOILER
A
N
I
O
N

POMPA

K
A
T
I
O
N

GAMBAR ALAT

BOILER

TANGKI BFW

TANGKI BAHAN BAKAR