Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN KEGIATAN

MEMBACA BUKU
Bahasa Indonesia

Identitas Pembaca :
Nama : Ummi Salamah
TTL : Batulicin, 23 April 1999
Kelas : XII Administrasi Perkantoran E

SMKN 2 SIMPANG EMPAT

A. Identitas Buku
Judul Buku

: HAJAR Rahasia Hati Sang Ratu Zamzam

Pengarang

: Sibel Eraslan

Penerbit

: Kaysa Media (PuspaSwara Grup AnggotaIkapi)

Kota Terbit

: Depok, Jawa Barat

Tahun Terbit

: 2015, Cetakan I

Jumlah Halaman

: 438 halaman

B. Kegiatan Prabaca
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Pertanyaan Membaca Buku


Bagaiman kehidupan Hajar sebelum menjadi tawanan Raja Awemeleh?
Apa yang dialami oleh Hajar ketika berada di Kerajaan Awemeleh?
Apa yang diketahuai Hajar tentang kehidupan Hazyerec?
Bagaimana kehidupan Hajar setelah bertemu dengan Nabi Ibrahim as dan Sarah?
Mengapa Nabi Ibrahim as menjahui Hajar?
Apakah Nabi Ibrahim as menikahi Hajar dengan tepaksa?
Apakan Nabi Ibrahim as dan Hajar akan di karuniai oleh seorang anak?
Bagaimana kehidupan Mereka setelah Ismail lahir?
Mengapa Hajar dan Ismail Meninggalkan Nabi Ibrahim as dan Sarah?
Mengapa Hajar di kenal sebagai Ratu Zamzam?

C. Kegiatan Pascabaca
No

Bab

1.

Perpisahan,
Kekalahan, dan
Kebebasan

2.

Hari Penyerangan

3.

Awan Putih yang


Terhempas dari
Pandangan Sarah

4.

Cerita Sarah

Butir-Butir Penting
Hajar terlahir sebagai putri Col Mirleri, dia seorang anak yang
berasal dari Kabilah Sanaa. Dia terlahir pada hari yang cerah
penuh kebahagiaan, pada masa generasi keseratus dua puluh
lima. Ibunya telah meninggal ketika dia masih kecil. Dia
tumbuh dewasa bersama pamannya. Kakeknya seorang yang
dijuluki Col MirlerPenguasa Padang Pasir.
Selain menjadi tawanan Raja Awemeleh, dia juga akan
menjadi selir Raja, tetapi saat Hajar di minta untuk berdandan
untuk menemui sang Raja dia selalu saja memberontak. Sejak
itu dia bertemu dengan HazyerecTuan Kepedihan. Hazyerec
seorang wanita yang selalu membawa cemetinya kemanamana dan ditakuti oleh para budak-budak/para selir.
Saat Hazyerec mengetahui bahwa Hajar memiliki tanda bunga
lotus dibahu kanannya. Tiba-tiba Hazyerec menangis tersedusedu. Ternyata Hazyerec juga memiliki tanda yang sama
dengan Hajar yang hanya dimilki oleh wanita dari keturunan
Bangsa Col Mirleri. Sejak itulah Hazyerec menjadi sahabat
dan juga seorang ibu bagi Hajar, dan membatu Hajar untuk
keluar dari Kerajaan Awemeleh hingga Hajar bertemu dengan
Sarah dan Nabi Ibrahim.
Setelah bertemu dengan Sarah dan Nabi Ibrahim, Hajar Pun

kepada Hajar

5.

Hari Penyatuan

6.

Embusan Awan
dari Hati Sarah

7.

Angin dengan
Angin

8.

Surat Hajar
Kepada Angin
Sakinah

9.

Awan Kerinduan
dalam Hati Hajar

10

Awan Kerinduan

mengabdi kepada keduannya dan selalu melayani Sarah. Sejak


itu kemanapun Sarah dan Nabi Ibrahim pergi Hajar akan
selalu bersama mereka. Sehingga Hajar juga mengetahui hal
yang selalu diinginkan oleh kedua pasangan itu, dan Hajar
selalu berdoa kepada Allah untuk kebahaagian mereka. Selain
itu Sarah juga mengajari Hajar tetang beriman kepada Allah
dan mengajarinya bagaimana Adab berpakaian yang benar.
Dan juga Hajar selalu bercerita tentang kehidupan Nabi
Ibrahim dari masa kecilnya hingga Nabi Ibrahim bersamanya.
Saat Sarah bercerita tentang kehidupan Nabi Ibrahim Hajar
merasakan perasaan yang bergejolak. Dan Hajar pun berpikir
mengapa Tuanku Sarah begitu ingin menceritakan tentang
perjalanan hidup suaminya?. Dan saat itu juga Nabi Ibrahim
menjahui Hajar. Dan Hajar pun merasa seperti dia berbuat
kesalahan sehingga Nabi Ibrahim menjahuinya. Ternyata dari
kejadian itu semua Sarah pun memerdekakan Hajar dan Nabi
Ibrahim pun menikahi Hajar.
Setelah pernikahannya dengan Nabi Ibrahim, Hajar pun
berpikir Bagaimana jika beliau terpaksa menikah tanpa
mencintaiku?. Sarah pun memberitahukan kepada Hajar
bahwa Nabi Ibrahim pun sama seperti aku yang tidak ingin
jauh darimu. Hajar pun mengetahui bahwa pernikahannya
dengan Nabi Ibrahim terikat oleh cinta bukan karena terpaksa.
Dan saat itu Sarah pun berdoa kepada Allah agar Nabi Ibrahim
di karunia oleh anak yang saleh yang bias mendengar,
meneladani, dan mendakwahkan ajaran-ajarannya.
Pada saat Hajar bersama dengan Nabi Ibrahim, dia
mengatakan dalam hati Betapa indahnya kehidupan jika
tanpa bebicara pun sudah dapat saling memahamin satu sama
lain. Setelah itu Sarah selalu mengingatkan Hajar agar selalu
mengenakan jubah sampai ke ujung kaki, karena ini adalah
sebuah nasihat yang baik untuk Hajar agar dia lebih menjaga
Ismail yang ada dalam kandungannya dari mata orang-orang
yang mungkin berniat jahat.
Saat Ismail dilahirkan, bulan mencapai purnama dengan
cahayanya yang bersinar begitu terang berbinar-binar. Begitu
Ismail lahir semua orang dan keluarga Nabi Ibrahim sangat
bahagia. Terutama Sarah yang selalu ingin menggendong
Ismail kecil. Inilah saat ketika Nabi Ibrahim berbinar-binar
wajahnya memerhatikan Ismail yang sedang meminum air
susu ibu dalam pelukan Hajar.
Saat Hajar dan Ismail meninggal tempat tinggalnya, begitupun
suaminya dan juga Sarah, dia pun berpikir bahwa ini takdir
atas kehendak Allah. Dan semua orang pun mengetahui
kepergiannya dari Sarah. Hajar berharap semua orang
memahami bahwa Allah yang telah menitahkan takdir ini
pastilah mahatahu akan segala hal yang hanya dia sendiri yang
tahu.
Ketika Nabi Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail di suatu

dalam Hati Nabi


Ibrahim

tempat, di tengah-tengah gurun pasir yang sangat jauh. Dan


saat itu hajar menemukan sumber air Zamzam dan ketika
Ismail kelaparan dan kehausan, mereka hanya meminum air
Zamzam. Dia juga terkenal sebagai pendiri mekah yang akan
menjadi al-Mukarramah dan sejak itu Hajar dan anaknya
Ismail adalah dua orang yang menjadi cikal bakal Baitullah.
Inilah yang telah dititahkan oleh Allah atas dirinya. Di pinggir
sumur Zamzam ini semua orang akan mengenang Hajar dan
Ismail.

D. Kesimpulan atau Uraian umum dan Pesan/Amanat


Novel ini berkisah tentang istri dan ibunda seorang Nabi. Lahir sebagai putri
bangsawan, lalu dijadikan budak, hingga tampil sebagai istri sang Nabi. Dengan alur
kehidupan seperti itu, kisahnya tentu luar biasa. Begitu banyak penderitaan dan
pengorbanan yang dilakukannya. Begitu banyak pula jeritan hati yang dirasakannya.
Namun, semua itu pada akhirnya membuat Hajar menjadi wanita yang terus dikenang
hingga akhir zaman.
Kita mengenal Hajar sebagai seorang istri Nabi Ibrahim. Air zamzam dan Mekah
adalah tanda kehadiran dirinya. Anaknya bernama Ismail yang akan meneruskan dakwah
Nabi Ibrahim dan kelak akan menjadi Nabi.