Anda di halaman 1dari 2

Resume Kuliah Umum

How ecophysiology can help defining plant types and revealing favorable
alleles
(Tanguy Lafarge, 2016)
M. Laily Qadry Sukmana
1620523310009
Kondisi ekofisiologis tanaman sangat mempengaruhi pertumbuhan dan
produktivitas suatu tanaman. Kondisi ekofisiologis yang optimal merupakan
syarat agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Perubahan iklim
dan kondisi lahan yang tidak optimal menyebabkan terjadinya cekaman abiotik
yang berpengaruh sangat besar terhadap keberhasilan budidaya tanaman. Kondisi
ini secara langsung mempengaruhi proses fisiologis karena berhubungan
lingkungan tanaman sejak pembenihan hingga panen. Penyebaran berbagai jenis
tumbuhan akan dibatasi oleh kondisi iklim dan tanah serta daya adaptasi dari
masing-masing spesies tanaman tersebut, sehingga diperlukan system budidaya
dan varietas yang memiliki daya adaptasi yang tinggi sehingga memberikan
produktivitas yang maksimal.
Penelitian yang dilakukan terhadap respon tanaman padi pada 3 (tiga)
lokasi yang berbeda menunjukkan perbedaan respon fisiologi yang nyata yang
berpengaruh terhadap produktivitas padi. Pada lokasi yang memiliki kondisi
perbedaan temperature yang tinggi antara pagi (8 am) dan siang (1 pm) seperti di
negara Senegal, respon tanaman padi menunjukkan perbedaan temperature
tanaman yang nyata, akan tetapi pada daerah yang perbedaan temperaturnya
rendah (Filipina), tanaman padi dapat mempertahankan stabilitas temperature
dalam tanaman tersebut.
Perbedaan musim juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi, pada
musim kering lebih berpengarup pada distribusi hasil fotosintesis dan pada musim
hujan menyebabkan masa vegetative yang lebih panjang. Kondisi ini disebabkan
oleh ketersedian radiasi matahari sebagai bahan baku utama pada proses
fotosintesis karena ketika musim hujan, proses fotosintesis tidak berlangsung

optimal disebabkan radiasi matahari yang tidak optimal karena terjadi naungan
oleh awan.
Respon tanaman padi terhadap temperature yang tinggi dapat dijelaskan
menjadi 3 cara yaitu melakukan pembungaan lebih pagi ketika temperature masih
rendah (escape), mengatur temperature malai melalui proses transpirasi sehingga
temperature malai tetap rendah (avoidance) dan tanaman tetap dapat
menghasilkan biji walaupun temperature malai yang tinggi (tolerance). Begitu
pula respon tanaman padi terhadap kondisi lingkungan dengan kadar air yang
kurang

yakni

dengan

cara

mempercepat

siklus

hidupnya

(escape),

mengembangkan system perakaran yang lebih dalam untuk mendapatkan air yang
lebih banyak (avoidance) dan dengan mengatur kemampuan stomata tetap tinggi
walaupun kondisi lingkungan dalam keadaan kurang air (tolerance). Respon yang
berbeda tersebut disebabkan karena keragaman genetik yang dimiliki masingmasing varietas tanaman padi tersebut. Respon tanaman terhadap kondisi
lingkungan sangat dipengaruhi oleh keanekaragaman genetik yang dimiliki
tanaman tersebut, dimana renson tanaman dapat berupa satu atau kombinasi dari
beberapa respon di atas.