Anda di halaman 1dari 9

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PROGRAM PERENCANAAN

PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) DI DESA TEGARON


KECAMATAN BANYUBIRU KABUPATEN SEMARANG
Dian Ayu Lestari1), Surjani2), Ninik Christiani3)
Akademi Kebidanan Ngudi Waluyo
Email: UP2M@AKBIDNgudiWaluyo
ABSTRAK
Ayu Lestari, Dian. 2014. Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil tentang Program Perencanaan
Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) di Desa Tegaron Kecamatan Banyubiru
Kabupaten Semarang. Karya Tulis Ilmiah. D III Akademi kebidanan Ngudi Waluyo Ungaran.
Pembimbing I : Surjani, S,SiT MPH. Pembimbing II : Ninik Christiani, S.SiT.
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia saat ini masih sangat
penting untuk mendapatkan perhatian khusus menurut data Survey Demografis Kesehatan
Indonesia (SDKI) tahun 2007 diperkirakan sekitar 1 orang ibu meninggal setiap jam akibat
kehamilan, bersalin dan nifas serta setiap hari 407 bayi meninggal. Pada tahun 2007 menteri
kesehatan merencanakan program persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) dengan stiker yang
merupakan upaya terobosan dalam percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru
Lahir melalui kegiatan peningkatan akses dan kualitas pelayanan, yang sekaligus merupakan
kepedulian masyarakat untuk persiapan dan tindakan dalam menyelamatkan ibu dan Bayi Baru
Lahir.
Tujuan penelitian mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang program perencanaan
persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) yang meliputi persalinan yang aman dan persiapan
untuk menghadapi komplikasi dan tanda bahaya di Desa Tegaron Kecamatan Banyubiru Kabupaten
Semarang.
Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan teknik
sampling total population, sampel yang digunakan yaitu ibu hamil di wilayah Desa Tegaron
Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang yang berjumlah 45 ibu hamil. Data diperoleh dari
kuesioner yang dibagikan dan digunakan analisis univariat untuk menggambarkan variabel
pengetahuan.
Hasil penelitian yang didapatkan mengenai pengetahuan ibu tentang program perencanaan
persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) yang paling banyak adalah kategori kurang yaitu 23
responden (51,1%) sedangkan kategori cukup sebanyak 14 responden (31,1%) dan kategori baik
sebanyak 8 responden (17,8%)
Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran kepada ibu agar dapat menyikapi
dengan baik dalam merencanakan persalinan melalui stiker P4K
Kata kunci : Pengetahuan ibu hamil dan program perencanaan persalinan dan pencegahan
komplikasi (P4K)

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K)

ABSTRACT
Ayu Lestari, Dian. 2014. Descriptive Study on Knowledge of Pregnant Women about Delivery
Planning and Prevention of Complication Program in Tegaron Banyubiru District, Semarang
Regency. Scientific Writing, Diploma III Ngudi Waluyo Midwifery Academy Ungaran.
Supervisor I : Surjani, S.SiT,MPH., and Supervisor II : Ninik Christiani, S.SiT.
Maternal Mortality (MMR) and Mortality (INR) in Indonesia is currently need of special
attention According to data of Indonesian demographic health survey in 2007 it is estimated 1
mother died every hour due to pregnancy, delivery and postpartum, and also 407 babies died
everyday. In 2007 the minister of health planned using stickers as a break through effort to
accelerate decreasing maternal mortality and infant mortality through health insurance and quality
of service, which is also public concern for preparation and action in saving mothers and new borns.
This research is purposed to know the schema of pregnant woman about the planning of birth
and preventing complication that include safety birth and preparation to face the complication and
dangerous sign in Tegaron village in Banyubiru Semarang.
The design of the research was a descriptive study with cross sectional approach with a total
population sampling techniques, samples used were pregnant women in Tegaron village Banyubiru
districts Semarang regency with total sample 45 pregnant women. Data were obtained from
question naires that was distributed and used univariate analysis to describe the knowledge variable.
The results of the study the mothers know ledge about the delivery planning and complication
prevention program, the most result obtained is bad category that is 23 respondents (51,1%) then for
the sefficient category is 14 respondent (31,1%) and good category is 8 respondents (17,8%)
It is expected that the result the research can provide in sight to the mother in order to respond
properly to plan the child birth via P4K stickers
Keywords : Delivery planning and complication prevention program
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka
Kematian Bayi (AKB) di Indonesia saat ini
masih sangat penting untuk mendapatkan
perhatian khusus menurut data survey
demografis kesehatan Indonesia (SDKI) tahun
2007 diperkirakan sekitar 1 orang ibu
meninggal setiap jam akibat kehamilan,
bersalin dan nifas. Serta setiap hari 407 bayi
meninggal (Pusat Promkes RI, 2010).
Tingginya AKI dan AKB di Indonesia
disebabkan berbagai faktor diantaranya
kurangnya informasi saat pelayanan ante natal
care (ANC), keterlambatan dalam sistem
rujukan, taksiran persalinan yang tidak tepat,
penanganan-penanganan komplikasi yang
terlambat, donor darah yang tidak tersedia,
dan tenaga kesehatan yang tidak berkompeten
(Pusat Promkes RI, 2010).
Upaya penurunan kematian ibu dan bayi,
dapat dilakukan dengan peningkatan cakupan

dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan


anak. Salah satu upaya yang dilakukan adalah
mendekatkan jangkauan pelayanan kesehatan
kepada
masyarakat
melalui
Program
Perencanaan Persalinan dan Pencegahan
Komplikasi
(P4K)
yang
memerlukan
dukungan keterlibatan keluarga, kader,
masyarakat serta petugas kesehatan. Melalui
program P4K, ibu, keluarga dan masyarakat
diberdayakan untuk meningkatkan kemandirian
antara lain dengan membuat perencanaan
persalinan dan mengetahui tanda-tanda
bahaya pada kehamilan persalinan dan nifas
serta memanfaatkan buku kesehatan ibu dan
anak (KIA) (Pusat Promkes RI, 2010).
Program pemerintah dalam upaya
menurunkan AKI dan AKB, pada tahun 1978
Indonesia ikut mengambil kesepakatan global
dengan
menyatakan
untuk
mencapai
kesehatan bagi semua tahun 2000 adalah PHC
(Primary Health Care), tahun 1988
diselenggarakan workshop nasional mengenai
Save Motherhood yang dibuka oleh presiden

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K)

RI merupakan upaya untuk menyelamatkan


wanita agar kehamilan dan persalinannya
dapat dilalui dengan sehat dan aman serta
menghasilkan bayi yang sehat.
Dalam upaya mempercepat penurunan
AKI sekaligus untuk mencapai target AKI
menjadi 125/100.000 kelahiran hidup pada
tahun 2010 dan sasaran millennium
Development Goals (MDGs) menjadi
102/100.000 kelahiran hidup pada tahun
2015, salah satu upaya yang dilakukan adalah
Making Pregnancy Safer (MPS) atau
membuat kehamilan lebih aman yang
merupakan penajaman sebelumnya tentang
penyelamatan ibu hamil dibentuk pada
tanggal 12 Oktober 2000 sebagai strategi
sector kesehatan yang bertujuan untuk
mempercepat penurunan AKI dan AKB
Pada tahun 2007 menteri kesehatan
merencanakan program perencanaan persalinan
dan pencegahan komplikasi (P4K) dengan
stiker yang merupakan upaya terobosan
dalam percepatan penurunan angka kematian
ibu dan bayi baru lahir melalui kegiatan
peningkatan askes dan kualitas pelayanan,
yang sekaligus merupakan kepedulian
masyarakat untuk persiapan dan tindakan
dalam menyelamatkan ibu dan bayi baru lahir.
Program P4K ini sangat memiliki arti
penting bagi ibu hamil, tenaga kesehatan,
keluarga dan masyarakat pada umumnya. Ibu
hamil yang mengetahui P4K dapat mengerti
dan melakukan persiapan tentang taksiran
persalinan, tempat persalinan yang sesuai,
pendamping saat persalinan, transportasi yang
akan digunakan dan calon pendonor darah.
Persiapan tersebut dapat mencegah kejadian
komplikasi sehingga ibu mendapatkan
pertolongan segera (Prasetyowati, 2012).
P4K dengan stiker adalah suatu kegiatan
yang difasilitasi oleh bidan desa khususnya,
dalam rangka peran aktif suami, keluarga dan
masyarakat dalam merencanakan persalinan
yang aman dan persiapan menghadapi
komplikasi bagi ibu hamil, termasuk
perencanaan penggunaan KB pasca persalinan
dengan menggunakan stiker sebagai media
notifikasi sasaran dalam rangka meningkatkan
cakupan dan mutu pelayanan kesehatan bagi
ibu dan bayi baru lahir (Prasetyawati, 2012).
Melalui P4K dengan stiker, masyarakat
diharapkan dapat mengembangkan norma

sosial bahwa cara yang aman untuk


menyelamatkan ibu hamil, bersalin, nifas dan
bayi lahir kebidan dengan memeriksakan
kehamilan, bersalin, perawatan nifas, dan
perawatan bayi baru lahir ke bidan atau
tenaga kesehatan terampil di bidang
kebidanan. Sehingga kelak dapat mencapai
dan mewujudkan visi departemen kesehatan,
yaitu masyarakat mandiri untuk hidup sehat
(Depkes, 2007).
Dengan program P4K diharapkan ibu
mengetahui persalinan yang aman dan adanya
stiker P4K yang berisi nama ibu, tafsiran
persalinan, penolong persalinan, tempat
persalinan,
pendamping
persalinan,
transportasi dan calon pendonor darah yang di
isi bersama ibu hamil dan bidan sehingga
dapat mempermudah pemasangan stiker pada
ibu hamil yang sudah mengetahui tentang
program P4K.
Pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini
terjadi setelah orang mengadakan pengindraan
terhadap suatu obyek tertentu. Pengetahuan
ibu tentang P4K tidak terlepas dari berbagai
faktor antara lain pendidikan (informasi),
pekerjaan, umur, lingkungan dan budaya.
Informasi erat kaitannya dengan pengetahuan
informasi yang kurang menjadikan ketidak
tahuan seseorang terhadap suatu pengetahuan
(Notoatmodjo, 2007).
P4K di Desa Tegaron Kecamatan
Banyubiru Kabupaten Semarang ini dibentuk
segera setelah mendapatkan pemberitahuan
dari pemerintah. Diberikan dengan adanya
kelas ibu hamil dan pada saat ibu hamil ANC
di bidan. Dari hasil study pendahuluan yang
dilakukan di beberapa wilayah sebagian besar
P4K sudah terlaksana dengan baik seperti
kesiapan ibu hamil untuk menghadapi
persalinan dan bidan yang sudah siap siaga
jika terjadi komplikasi pada ibu hamil.
Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan
di Desa Tegaron Kecamatan Banyubiru yang
terdiri dari 10 dusun didapatkan data ibu
hamil 45 orang. Dari 10 ibu hamil hanya ada
40% yang sudah mengetahui tentang program
P4K dengan stiker yang telah terisi dan
terpasang dengan benar dan 60% belum
mengetahui tentang program P4K yang
stikerya belum terpasang dan terisi dan
kebanyakan masih disimpan di buku ANC.
pada umumnya mereka belum mengetahui

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K)

tujuan dan maksud dari P4K yang berisi


tentang nama ibu, tafsiran persalinan,
penolong persalinan, tempat persalinan,
pendamping persalinan, transportasi, calon
pendonor darah. Karena kurangnya informasi
yang diperoleh ibu tentang program P4K dan
berdasarkan penuturan ibu hamil tentang
pengetahuan stiker P4K ibu sudah mengerti
tentang taksiran persalinannya dan memilih
untuk bersalin di tempat bidan Rukhayah
dengan alasan tempatnya yang dekat, pernah
bersalin disana dan merasa yakin kemudian
untuk pendamping persalinan yaitu suami
atau keluarga terdekatnya.
Tujuan Penelitian
1.
Tujuan umum
Mengetahui gambaran pengetahuan
ibu hamil tentang program perencanaan
persalinan dan pencegahan komplikasi
(P4K) yang meliputi persalinan yang
aman dan persiapan untuk menghadapi
komplikasi dan tanda bahaya di Desa
Tegaron Kecamatan Banyubiru Kabupaten
Semarang.
2.
Tujuan khusus
a. Mengidentifikasi pengetahuan ibu
hamil tentang program perencanaan
persalinan dan pencegahan komplikasi
(P4K) di Desa Tegaron Kecamatan
Banyubiru Kabupaten Semarang.
b. Mengidentifikasi pengetahuan ibu hamil
tentang program P4K berdasarkan
umur di Desa Tegaron Kecamatan
Banyubiru Kabupaten Semarang.
c. Mengidentifikasi pengetahuan ibu hamil
tentang program P4K berdasarkan
pendidikan di Desa Tegaron Kecamatan
Banyubiru Kabupaten Semarang.
Manfaat Penelitian
1.
Bagi masyarakat
Sebagai informasi bagi masyarakat
umum, khususnya bagi ibu-ibu hamil
untuk lebih meningkatkan pengetahuan
mereka tentang program pengetahuan
persalinan dan pencegahan komplikasi
(P4K) sehingga dapat berpartisipasi atau
membantu mensukseskan program P4K.
2.
Bagi
tenaga
kesehatan

Memberikan
informasi
tentang
gambaran pengetahuan ibu hamil tentang
program perencanaan persalinan dan
pencegahan komplikasi (P4K) sehingga
dapat meningkatkan pengetahuan kepada
ibu hamil tentang program P4K.
3.
Bagi
institusi
kesehatan
Sebagai masukan untuk membuat
arahan kebijakan yang berhubungan
dengan Program Perencanaan Persalinan
dan Pencegahan Komplikasi (P4K)
4.
Bagi peneliti
Menambah
pengetahuan
tentang
program P4K, serta mengetahui bagaimana
gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil
tentang Program Perencanaan Persalinan
dan Pencegahan Komplikasi (P4K) di
Desa Tegaron Kecamatan Banyubiru
Kabupaten Semarang.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan variabel
tunggal yaitu yaitu pengetahuan ibu hamil
tentang program perencanaan persalinan dan
pencegahan komplikasi. Penelitian dilakukan
di Desa Tegaron Kecamatan Banyubiru
Kabupaten Semarang, pada bulan Juni 2014.
Jenis penelitian yang digunakan adalah
metode
penelitian
diskriptif,
yaitu
menggambarkan pengetahuan ibu hamil di
Desa
Tegaron
Kecamatan
Banyubiru
Kabupaten Semarang. Populasi dalam
penelitian ini adalah semua ibu hamil di
wilayah Desa Tegaron Kecamatan Banyubiru
Kabupaten Semarang, sebanyak 45 ibu hamil.
Sampel dalam penelitian ini seluruh total
populasi. Alat pengumpulan data pada
penelitian ini berupa kuesioner yang dibuat
sendiri oleh peneliti berdasarkan konsep teori,
yang terdiri dari 20 pertanyaan. Sebelum
kuesioner dipakai dalam penelitian ini,
terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan
reliabilitas untuk menguji kevalidan kuesioner
tersebut. Uji validitas dilakukan pada 20
responden di Desa Rowoboni Kecamatan
Banyubiru Kabupaten Semarang. Nilai r tabel
untuk N = 20 dan = 5% sebesar = 0,444.
Hasil uji validitas dari 20 pertanyaan
kuesioner diperoleh 18 pertanyaan kuesioner
dinyatakan valid dan 2 pertanyaan dinyatakan

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K)

tidak valid, sehingga tidak dipakai pada


kuesioner yang akan digunakan dalam
penelitian ini. Mengetahui validitas suatu
kuesioner dilakukan dengan cara membandingkan r tabel dengan r hitung. Hasil
perhitungan uji reliabilitas pada penelitian
didapatkan nilai alpha cronbach >0,6 yaitu
sebesar 0,885, sehingga instrument penelitian
yang digunakan dinyatakan reliable.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Karakteristik Responden
Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden
Berdasarkan Umur Ibu Hamil di
Wilayah Desa Tegaron Kec.
Banyubiru Kab. Semarang 2014
Umur
< 20 Tahun
20-35 Tahun
Jumlah

Frekuensi
4
41
45

Persentase
8,9
91,1
100,0

Berdasarkan tabel 1, dapat diketahui


bahwa dari 45 responden ibu hamil di wilayah
Desa Tegaron Kec. Banyubiru Kab.
Semarang, sebagian besar berumur 20-35
tahun, yaitu sejumlah 41 orang (91,1%).
Tabel 2 Distribusi Frekuensi Responden
Berdasarkan Pendidikan Ibu
Hamil di Wilayah Desa Tegaron
Kec. Banyubiru Kab. Semarang
2014
Pendidikan
SD
SMP
SMA
Jumlah

Frekuensi
14
20
11
45

Persentase
31,1
44,4
24,5
100,0

Berdasarkan tabel 2, dapat diketahui


bahwa dari 45 responden ibu hamil di wilayah
Desa Tegaron Kec. Banyubiru Kab.
Semarang, lebih banyak yang berpendidikan
SMP, yaitu sejumlah 20 orang (44,4%).
Analisis Univariat
Tabel 3 Distribusi Frekuensi Pengetahuan
Ibu Hamil tentang Program P4K
di Wilayah Desa Tegaron Kec.
Banyubiru Kab. Semarang 2014
Pengetahuan
Kurang
Cukup
Baik
Jumlah

Frekuensi
23
14
8
45

Persentase
51,1
31,1
17,8
100,0

Berdasarkan tabel 3, dapat diketahui


bahwa pengetahuan ibu hamil tentang
program P4K di wilayah Desa Tegaron Kec.
Banyubiru Kab. Semarang sebagian besar
dalam kategori kurang, yaitu sejumlah 23
orang (51,1%).
Tabel 4 Distribusi Frekuensi Pengetahuan
Ibu Hamil tentang Program P4K
Berdasarkan Umur di Wilayah
Desa Tegaron Kec. Banyubiru
Kab. Semarang, 2014
Pengetahuan
Total
Kurang
Umur
Cukup
Baik
Baik
f % f
%
F % f
%
< 20 Tahun
3 75,0 1 25,0 0 0,0 4 100
20-35 Tahun 20 48,8 13 31,7 8 19,5 41 100
Jumlah
23 51,1 14 31,1 8 17,8 45 100

Berdasarkan tabel 4.4 dapat diketahui


bahwa orangtua dengan berumur < 20 tahun
sebagian besar memiliki pengetahuan kurang
baik tentang program P4K sejumlah 3 orang
(75,0%), sedangkan orangtua dengan berumur
20-35 tahun juga lebih banyak memiliki
pengetahuan kurang baik tentang program
P4K sejumlah 20 orang (48,8%). Namun
pengetahuan yang baik hanya terjadi pada ibu
dengan umur 20-35 tahun sejumlah 8 orang
(19,5%).
Tabel 5 Distribusi Frekuensi Pengetahuan
Ibu Hamil tentang Program P4K
Berdasarkan
Pendidikan
di
Wilayah Desa Tegaron Kec.
Banyubiru Kab. Semarang 2014
Pengetahuan
Kurang
Pendidikan
Cukup Baik
Baik
f % f % f %
SD
13 92,9 1 7,1 0 0,0
SMP
8 40,0 11 55,0 1 5,0
SMA
2 18,2 2 18,2 7 63,6
Jumlah
23 51,1 14 31,1 8 17,8

Total
f
14
20
11
45

%
100
100
100
100

Berdasarkan tabel 5 dapat diketahui


bahwa orangtua dengan pendidikan SD
sebagian besar memiliki pengetahuan kurang
tentang program P4K sejumlah 13 orang
(92,9%), sedangkan orangtua dengan
pendidikan SMP sebagian besar memiliki
pengetahuan cukup tentang program P4K
sejumlah 11 orang (55,0%), orangtua dengan
pendidikan SMA sebagian besar memiliki
pengetahuan baik tentang program P4K
sejumlah 7 orang (63,6%).

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K)

Pembahasan
1. Umur responden
Berdasarkan penelitian didapatkan
hasil bahwa sebagian besar responden
adalah berumur 20-35 tahun sebanyak 41
orang (91,1%). Umur 20-35 tahun
merupakan umur reproduksi sehat. Pada
usia ini wanita dalam keadaan optimal
dengan kata lain, resiko angka kesakitan
dan kematian pada ibu dan bayi yang
terjadi akibat kehamilan dan persalinan
dalam kelompok usia tersebut paling
rendah dibandingkan dengan kelompok
usia lainnya.
2. Pendidikan responden
Dari hasil penelitian diketahui bahwa
44,4% responden berpendidikan SMP,
sebanyak 31,1% perpendidikan SD dan
24,5% berpendidikan SMA.
Responden dengan tingkat pendidikan
yang rendah biasanya akan mempunyai
tingkat pengetahuan yang kurang terhadap
sesuatu termasuk diantaranya tentang
Program Perencanaan Persalinan dan
Pencegahan Komplikasi (P4K). logikanya,
jika pengetahuan ibu tentang P4K baik,
maka ibu akan sangat bisa ikut berpartisipasi dalam merencanakan persalinan
dan pencegahan komplikasi lebih dini
supaya dapat menjadikan persalinan yang
aman bagi ibu hamil. Dengan pengetahuan
yang baik akan lebih mempersiapkan ibu
untuk menghadapi persalinan secara baik.
3. Pengetahuan ibu tentang program P4K
Berdasarkan hasil penelitian yang
dilakukan terlihat bahwa 23 responden
(51,1%) mempunyai pengetahuan kurang
tentang program P4K, 14 responden (31,1%)
mempunyai pengetahuan yang cukup dan 8
responden (17,8%) mempunyai pengetahuan
baik tentang program P4K.
Pengetahuan P4K yang kurang
berdasarkan pengisian kuesioner terdapat
pada mekanisme dan tujuan P4K,
mekanisme P4K disini berisi tentang
komponen-komponen stiker P4K, proses
program P4K dan langkah-langkah P4K
dalam pesangan stiker, dan tujuan yang
dimaksud adalah tujuan umum yaitu
meningkatkan persalinan oleh tenaga
kesehatan terlatih sehingga menurunkan

unmet neeed KB pada ibu (Anonim,


2008), serta meningkatkan pelayanan ibu
hamil agar melahirkan dengan aman dan
selamat (Pambudi, 2008)
Dari hasil yang didapat banyak
pengetahuan ibu tentang program P4K
yang kurang yaitu 23 responden
dikarenakan sebagian besar berpendidikan
SD dan SMP dan bekerja sebagian besar
yaitu petani dan pada saat bidan
melakukan sosialisasi tentang P4K banyak
ibu yang kurang aktif dalam bertanya
sehingga ibu belum mengerti P4K secara
keseluruhan.
Banyaknya responden dengan tingkat
pengetahuan yang kurang perlu mendapatkan
perhatian dari petugas kesehatan termasuk
bidan. Sejauh mana sosialisasi program
P4K kepada masyarakat. Logikanya,
apabila pengetahuan tentang program P4K
saja kurang bagaimana akan bisa
mensukseskan program P4K. oleh karena
itu perlu diadakan penyuluhan kepada
masyarakat
dan membantu
dalam
pengisian stiker P4K.
Pengetahuan ibu tentang program P4K
banyak dipengaruhi oleh beberapa hal,
antara lain umur responden, dan tingkat
pendidikan, sosial ekonomi, kultur
(budaya dan agama), pengalaman,
informasi, dan lain-lain.
4. Pengetahuan ibu tentang program P4K
berdasarkan umur responden
Berdasarkan hasil penelitian pada
tabulasi silang antara umur dengan
pengetahuan responden tentang program
P4K, bisa dilihat bahwa responden dengan
umur kurang dari 20 tahun mempunyai
tingkat pengetahuan tentang program P4K
yang kurang yaitu sebanyak 3 responden
(75,0%) sedangkan 1 responden (25,0)
yang mempunyai tingkat pengetahuan
cukup. Responden dengan umur 20-35
tahun mempunyai tingkat pengetahuan
lebih banyak yang kurang baik tentang
program P4K sejumlah 20 responden
(48,8%). Namun, pengetahuan yang baik
hanya terdapat pada ibu dengan umur 2035 tahun sejumlah 8 responden (19,5%)
dan 13 responden dengan pengetahuan
cukup.

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K)

Dengan demikian bisa disimpulkan


bahwa ibu dengan umur 20-35 tahun
memiliki tingkat pengetahuan yang lebih
baik dibandingkan dengan umur yang <20
tahun. Hal ini karena pengetahuan dengan
umur 20-35 tahun lebih memiliki banyak
pengalaman dari pada usiayang lebih
muda. Usia reproduktif lebih bisa
menerima dan memahami tentang
informasi baru selain itu juga mereka bisa
mempunyai kesempatan untuk mengakses
informasi misalnya dari internet, televisi,
majalah, dan lain-lain tentang program
P4K.
Semakin tinggi tingkat pendidikan
seseorang, makin mudah menerima
informasi sehingga makin banyak pula
pengetahuan yang dimiliki, sebaliknya
pendidikan yang kurang akan menghambat
perkembangannya sikap seseorang terhadap
nilai-nilai yang baru diperkenalkan.
Pendidikan adalah suatu proses belajar
yang berarti didalam pendidikan itu terjadi
proses pertumbuhan, perkembangan dan
berubah kearah yang lebih dewasa, lebih
baik dan matang pada diri individu,
kelompok atau masyarakat.
5. Pengetahuan ibu tentang program P4K
berdasarkan pendidikan.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan
data bahwa responden dengan pendidikan
SD semuanya mempunyai tingkat
pengetahuan tentang program P4K yang
kurang yaitu sebanyak 13 responden
(92,9%) dan 1 responden (7,1%) dengan
tingkat pengetahuan cukup. Responden
dengan pendidikan SMP sebagian besar
memiliki pengetahuan cukup tentang
program P4K sebanyak 11 responden
(55,0%) dan 8 responden (40,0%) dengan
tingkat pengetahuan kurang sedangkan 1
responden
(5,0%)
dengan
tingkat
pengetahuan cukup. Responden dengan
pendidikan SMA sebagian besar memiliki
pengetahuan baik yaitu sebanyak 7
responden (63,6%) dan 2 responden
(18,2%) dengan pengetauan cukup
sedangkan 2 responden (18,2%) dengan
pengetahuan kurang.
Dengan responden diatas didapatkan
data bahwa 1 responden berpendidikan SD
mempunyai pengetahuan cukup dikarenakan

responden tersebut dapat bersosialisasi di


masyarakat dengan baik sehingga dapat
menambahkan pengetahuan dengan baik
dan 1 responden berpendidikan SMP
mempunyai pengetahuan baik dikarenakan
sudah memiliki pengalaman dari hamil
yang sebelumnya dan 2 responden berpendidikan SMA dengan pengetahuan
kurang dikarenakan oleh factor usia dan
kehamilan yang pertama sehingga belum
memiliki pengetahuan tentang kehamilan
dan rencana persalinan dengan baik.
Semakin tinggi tingkat pendidikan
seseorang, makin mudah menerima
informasi sehingga makin banyak pula
pengetahuan yang dimiliki, sebaliknya
pendidikan
yang
kurang
akan
menghambat perkembangannya sikap
seseorang terhadap nilai;nilai yang baru
diperkenalkan.
PENUTUP
Kesimpulan
1. Responden mempunyai pengetahuan
tentang program P4K sebagian besar
berpengetahuan kurang sebanyak 23 orang
(51,1%). Pengetahuan P4K yang kurang
berdasarkan pengisian kuesioner terdapat pada
mekanisme dan tujuan P4K

2. Responden sebagian besar adalah berumur


20-35 tahun sebanyak 41 orang (91,1%).
Responden yang berusia 20-35 tahun lebih
banyak memiliki pengetahuan kurang baik
tentang Program P4K yaitu sebanyak 20
responden (48,8%) dan lebih banyak memiliki
pengetahuan baik tentang program P4K yaitu
8 responden (19,5%), dan memiliki
pengetahuan cukup yaitu sebanyak 13
responden. Sedangkan usia <20 tahun
memiliki pengetahuan kurang baik sebanyak 3
responden (75,0%).

3. Responden mempunyai tingkat pendidikan


sebagian besar adalah SMP sebanyak 20
orang
(44,4%).Responden
yang
berpendidikan SMA memiliki pengetahuan
baik sebanyak 7 responden (63,6%),
responden yang berpendidikan SMP memiliki
pengetahuan cukup sebanyak 11 responden
(55,0%), dan sebagian responden yang
berpendidikan SD memiliki pengetahuan
kurang yaitu sebanyak 13 responden (92,9%).

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K)

Saran
1. Bagi masyarakat
Diharapkan
masyarakat
dapat
meningkat-kan
pengetahuan
tentang
program P4K dengan memalui informasi
tentang P4K. Ibu hamil dapat memahami
tentang pentingnya program P4K sehingga
dapat membantu ibu hamil dan keluarga
untuk mengikuti program P4K sehingga
program dapat berjalan dengan baik untuk
meningkatkan persalinan ibu yang aman.
2. Bagi tenaga kesehatan
Diharapkan bidan dapat meningkatkan
sosialisasi yang telah diberikan dan
membantu dalam pengisian stiker P4K
sehingga ibu hamil dan masyarakat dapat
mengerti tentang program P4K sehingga
dapat berperan aktif untuk mensukseskan
program P4K.
3. Bagi institusi kesehatan
Diharapkan institusi dapat mengevaluasi pelaksanaan program P4K yang
sudah dilaksanakan sehingga dapat
mengetahui hambatan dan sejauh mana
program P4K sudah berjalan, agar
program P4K dapat bekerja dengan baik
lagi.
4. Bagi peneliti selanjutnya
Disarankan peneliti untuk mengadakan
penelitian tentang P4K dengan metode
yang berbeda sehingga data yang
diperoleh lebih lengkap dan lebih akurat,
serta diperoleh pengetahuan-pengetahuan
yang baru tentang program P4K ataupun
permasalahannya sehingga didapatkan
penyelesaiannya.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta : Rineka Cipta.
Departemen Kesehatan RI. 2009. Buku saku
Pedoman
Program
Perencanaan

Persalinan dan Pecegahan Komplikasi


dengan Stiker. Jakarta : Depkes.
JNPK-KR. Asuhan Persalinan Normal.
Jakarta : 2008.
Kementrian Kesehatan RI. Buku Profil
Kesehatan Indonesia 2010. Jakarta :
Kemenkes RI.
Maryunani,
Anik.
2013.
Program
Perencanaan Persalinan dan Pecegahan
Komplikasi (P4K). Jakarta : Trans Info
Media.
Muliono, Iwan M. 2007. Pedoman
Pengembangan Desa Siaga. Surabaya :
Dinkes Jatim.
Nursalam. 2003. Konsep dan Penerapan
Metodologi Penelitia Ilmu Keperawatan.
Jakarta : Salemba Medika.
Notoatmodjo, soekidjo. Promosi Kesehatan:
Teori dan Aplikasi. 2010. Jakarta : Rineka
Cipta.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Promosi
Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta :
Rineka Cipta.
Notoatmodjo,
Soekidjo.
2003.
Ilmu
Kesehatan Masyarakat. Jakarta : PT.
Rineka Cipta.
Pambudi,
Imran.
2008.
Program
Perencanaan Persalinan dan Pencegahan
Komplikasi. Jakarta : Depkes RI.
Prasetyowati, Isna. 2011. Kesehatan Ibu dan
Anak. Yogyakarta : Nuha Medika.
Program Perencanaan Persalinan, Proyek
Kesehatan Perempuan dan Kesejahteraan
Keluarga. Jakarta : Depkes RI . 2005.
Srikandi. 2008. Program Perencanaan
Persalinan dan Pencegahan Komplikasi
dengan Stiker dalam Mendukung Desa
Siaga. Jakarta : Depkes RI.
Supari, Siti Fadillah. 2008. Ikut Program
Pemerintah Aisiyah Luncurkan Program
Perencanaan Persalinan dan Pencegahan
Komplikasi. Jakarta : Mediakom.
Syafrudin, SKM, M.Kes, Hamidah, S.Pd,
M.Kes,& 2009. Kebidanan Komunitas.
Jakarta : EGC.
Wawan, dkk. 2010. Teori & Pengukuran
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku
Manusia. Yogyakarta : Nuha Medika.

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K)

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PROGRAM PERENCANAAN


PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) DI DESA TEGARON
KECAMATAN BANYUBIRU KABUPATEN SEMARANG

ARTIKEL

Disusun Oleh :
DIAN AYU LESTARI
NIM : 0111408

AKADEMI KEBIDANAN NGUDI WALUYO


UNGARAN
2014

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K)