Anda di halaman 1dari 20

BAB II

PEMBAHASAN
A. Pengertian dan Tujuan Simulasi
Sebagai metode mengajar, simulasi dapat diartikan cara penyajian
pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami
tentang konsep, prinsip, atau keterampilan tertentu. Simulasi dapat digunakan
sebagai metode mengajar dengan asumsi tidak semua proses pembelajaran dapat
dilakukan secara langsung pada objek yang sebenarnya.
Simulasi dapat digunakan sebagai metode mengajar dengan asumsi tidak
semua proses pembelajaran dapat dilakukan secara langsung pada objek yang
sebenarnya.
Gladi resik merupakan salah satu contoh simulasi, yakni memperagakan
proses terjadinya suatu upacara tertentu sebagai latihan untuk upacara
sebenarnya supaya tidak gagal dalam waktunya nanti. Demikian juga untuk
mengembangkan pemahaman dan penghayatan terhadap suatu peristiwa,
penggunaan simulasi akan sangat bermanfaat.
Permainan adalah suatu aktivitas yang menyenangkan, ringan bersifat
kompetitif,atau kedua-duanya.Permainan merupakan aktivitas yang dilakukan
baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Permainan simulasi adalah permainan
yang di maksudkan untuk merefleksikansituasi-situasi yang terdapat dalam
kehidupan yang sebenarnya.

B. Tujuan Metode Simulasi


1. Melatih keterampilan tertentu baik bersifat profesional maupun bagi
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

kehidupan sehari-hari
Memperoleh pemahaman tentang suatu konsep atau prinsip
Melatih memecahkan masalah
Meningkatkan keaktifan belajar
Memberikan motivasi belajar kepada siswa
Melatih siswa untuk mengadakan kerjasama dalam situasi kelompok
Menumbuhkan daya kreatif siswa, dan
Melatih siswa untuk mengembangkan sikap toleransi.

C. Kelebihan dan Kelemahan Metode Simulasi

Terdapat beberapa kelebihan dengan menggunakan simulasi sebagai metode


mengajar, di antaranya adalah:
1. Simulasi dapat dijadikan sebagai bekal bagi siswa dalam menghadapi
situasi yang sebenarnya kelak, baik dalam kehidupan keluarga,
masyarakat, maupun menghadapi dunia kerja.
2. Simulasi dapat mengembangkan kreativitas siswa, karena melalui
simulasi siswa diberi kesempatan untuk memainkan peranan sesuai
dengan topik yang disimulasikan.
3. Simulasi dapat memupuk keberanian dan percaya diri siswa.
4. Memperkaya pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan
dalam menghadapi berbagai situasi sosial yang problematis.
5. Simulasi dapat meningkatkan gairah siswa dalam proses permbelajaran.
Di samping memiliki kelebihan, simulasi juga mempunyai kelemahan, di
antaranya:
1. Pengalaman yang diperoleh melalui simulasi tidak selalu tepat dan
sesuai dengan kenyataan di lapangan.
2. Pengelolaan yang kurang baik, sering simulasi dijadikan sebagai alat
hiburan, sehingga tujuan pembelajaran menjadi terabaikan.
3. Faktor psikologis seperti rasa malu dan takut sering memengaruhi siswa
dalam melakukan simulasi.
D. Jenis-jenis Simulasi dan Langkah langkah simulasi
Simulasi terdiri dari beberapa jenis, diantaranya:
1.

Sosiodrama. Sosiodrama adalah metode pembelajaran bermain peran


untuk

memecahkan

masalah-masalah

yang

berkaitan

dengan

fenomena sosial, permasalahan yang menyangkut hubungan antara


2.

manusia
Psikodrama. Psikodrama

adalah

metode

pembelajaran

dengan

bermain peran yang bertitik tolak dari permasalahan-permasalahan


3.

psikologis
Role Playing. Role playing atau bermain peran adalah metode
pembelajaran sebagai bagian dari simulasi yang diarahkan untuk
mengkreasi peristiwa sejarah, mengkreasi peristiwa-peristiwa aktual,
atau kejadian-kejadian yang mungkin muncul pada masa mendatang.

4.

Peer Teaching. Peer teaching merupakan latihan mengajar yang

5.

dilakukan oleh siswa kepada teman-teman calon guru.


Simulasi Game. Simulasi game merupakan bermain peranan, para
siswa berkompetisi untuk mencapai tujuan tertentu melalui permainan
dengan mematuhi peraturan yang ditentukan.

E. Langkah Langkah Simulasi


Persiapan Simulasi
1. Menetapkan topik atau masalah serta tujuan yang hendak dicapai oleh
simulasi.
2. Guru memberikan gambaran masalah dalam situasi yang akan
disimulasikan.
3. Guru menetapkan pemain yang akan terlibat dalam simulasi, peranan
yang harus dimainkan oleh para pemeran, serta waktu yang disediakan.
4. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya khususnya
pada siswa yang terlibat dalam pemeranan simulasi.
Pelaksanaan Simulasi
1. Simulasi mulai dimainkan oleh kelompok pemeran.
2. Para siswa lainnya mengikuti dengan penuh perhatian.
3. Guru hendaknya memberikan bantuan kepada pemeran yang mendapat
kesulitan.
4. Simulasi hendaknya dihentikan pada saat puncak. Hal ini dimaksudkan
untuk mendorong siswa berpikir dalam menyelesaikan masalah yang
sedang disimulasikan.
Penutup
1. Melakukan diskusi baik tentang jalannya simulasi maupun materi cerita
yang disimulasikan. Dosen harus mendorong agar mahasiswa dapat
memberikan kritik dan tanggapan terhadap proses pelaksanaan simulasi.
2. Merumuskan kesimpulan.
F. Faktor Faktor dalam Permainan Simulasi
1. Faktor yang menunjang:
a. Tidak bertentangan dengan hakekat manusia sebagai mahluk bermain
( Homo Luden ).

b. Praktis, artinya perminan simulasi sangat mudah dilaksanakan


karena peraturan-peraturan permainannya dapat dicerna oleh semua
usia.
c. Ekonomis, sarana murah dan mudah didapat.
d. Tepat guna, permainan dapat menyampaikan informasi kesadaran
bersosial, dll.
2. Faktor penghambat:
a. Terdapat ketidaksamaan latar belakang dan tingkat pengetahuan
fasilitator tentang materi permainan dan pesan-pesan yang ingin
dimunculkan.
b. Adanya pandangan

bahwa

metode

ini

mengganggu

proses

pembelajaran yang lain sehingga menghambat kegairahan bermain


kelompok simulasi.
c. Masih adanya suasana yang kurang menunjang dalam bidang
sosial,ekonomi politik, maupun budaya sekitar lingkungan sekolah.
G. Langkah Langkah Permainan Simulasi
1. Meneliti masalah yang banyak dialami anak.
2. Merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam permainan itu.
3. Membuat daftar sumber-sumber yang dapat dipakai untuk membantu
menyelesaikan topik yang akan digarapnya.
4. Memilih situasi dalam kehidupan sebenarnya yang ada kaitannya dengan
kehidupan siswa.
5. Membuat model atau sekenario dari situasi yang sudah dipilih.
6. Identifikasi siapa saja dan berapa orang yang akan terlibat dalam
permainan tersebut.
7. Membuat alat-alat permainan simulasi, misalnya: beberan, kartu-kartu
pesan, kartu-kartu yang berisi kegiatan yang harus dilakukan untuk
mengisi kegiatan selingan, dsb.
H. Cara Melaksanakan Permainan Simulasi
1. Menentukan peserta permainan.
a. Fasilitator yaitu individu yang memimpin permainan simulasi.
b. Penulis bertugas mencatat segala sesuatu yang terjadi selama
permainan berlangsung.
c. Pemain yaitu individu-individu yang memegang tanda bermain ,
menjawab dan mendiskusikan pesan-pesan permainan simulasi.
4

d. Pemegang peranan, yaitu individu individu yang berperan sebagai


orang-orang yang ada dalam sekenario permainan.
e. Penonton yaitu mereka yang ikut menyaksikan permainan simulasi
dan berhak mengemukakan pendapat, menjawab pertanyaan dan ikut
berdiskusi.
2. Setelah permainan ditentukan, permainan dapat dilaksanakan dengan
memperhatikan langkah-langkah sbb:
a. Menyediakan alat permainan beserta kelengkapannya.
b. Fasilitator menjelaskan tujuan permainan.
c. Menentukan pemain, pemegang peran dan penulis.
d. Bermain dan berdiskusi.
3. Menyimpulkan hasil diskusi setelah seluruh permainan selesai dan
mengemukakan masalah-masalah yang belum sempat diselesaikan.
4. Menutup permainan dan menentukan waktu dan tempat bermain
berikutnya. Gambar
Media Beberan Simulasi

K.

Peraturan dalam Permainan Simulasi


1.

Permainan terdiri dari 4-6 siwa, selebihnya sebagai penonton dan guru
sebagai fasilitator.

2.

Langkah pertama,salah satu siswa dari kelompok pertama mengambil


kertas urutan kemudian membukanya, selanjutnya siswa nomor sesuai yang
diambilnya dan membaca pertanyaan, Jika kertas urutan yang diambil
adalah hiburan, maka siswa tersebut membuka nomor/angka hiburan dan
melaksanakan apa yang diperintahkan.

3.

Setelah membaca pertanyaan, kelompok mendiskusikan jawaban dari


pertanyaan selama kurang lebih 4 menit.

4.

Apabila habis waktu yang ditentukan, salah satu atau keseluruan dari
kelompok membacakan hasil diskusi atau melakukan yang diperintahkan
dalam pesan didalam kelas..

5.

Jika jawaban tersebut benar, maka giliran kelompok yang kedua


mengambil kertas urutan.tetapi jika jawaban salah malah kelompok yang
lain bisa menjawab masih salah makadilemparkan pada penonton.kelompok

pertama harus melaksanakan hukuman sesuai dengan perintah pada pesan


dikolom.
6.

Setelah kelompok pertama melaksanakan hukuman, giliran kelompok


kedua mengambil kertas urutan dan seterusnya.

7.

Permainan ini berakhir setelah semu kertas urutan habis.

ISI
Satuan Acara Penyuluhan (SAP)
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
Pokok bahasan
Sub Pokok Bahasan
Hari, tanggal
Waktu Pertemuan
Tempat
Sasaran
I.

:
:
:
:
:
:

DBD
Program Penanggulangan DBD
Jumat, 30 Desember 2016
09.00-10.00 WIB
Balai desa Karang Tapen
Semua Warga di RT

Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Setelah mendapatkan penyuluhan simulasi tentang penanggulangan
penyakit DBD, diharapkan masyarakat mampu memahami dan menerapkan
penanggulangan DBD dalam kehidupan sehari-hari secara mandiri meliputi
program 3M plus (3M plus abatisasi).

II.

Tujuan Instruksional Khusus (TIK)


Setelah mendapatkan penyuluhan simulasi tentang penanggulangan penyakit
DBD selama 1x60 menit diharapkan masyarakat mampu:
1.
Memahami pengertian penyakit DBD
2.
Memahami penyebab dan cara penularan DBD
3.
Mengenali tanda dan gejala DBD
4.
Menerapkan pertolongan pertama pada penderita DBD

5.

Menerapkan cara pencegahan dan penanggulangan DBD yaitu 3M

6.

plus, pelaksanaan fogging


Memperagakan simulasi tentang cara pencegahan dan penanggulangan
DBD dan melakukan pertolongan pertama pada penderita DBD.

III.

Materi Pembelajaran
Pokok Bahasan:
Penanggulangan penyakit DBD (materi terlampir)
Sub Pokok Bahasan:
1. Pengertian DBD
2. Penyebab dan cara penularan DBD
3. Tanda dan gejala pada DBD
4. Pertolongan pertama pada penderita DBD
5. Pencegahan dan penanggulangan DBD
6. Penanggulangan DBD dengan 3M plus (3M plus abatisasi)

IV.

Metode Pembelajaran
Simulasi

V.

Media dan alat


LCD, layar, laptop, peralatan simulasi : bubuk abate, tempat penampungan
air, skop, lahan (tanah) sebagai tempat penguburan sampah, tempat sampah.

VI.

Kegiatan Simulasi

Tahap
Introduksi
(15 menit)

Waktu
Kegiatan Penyuluh
Kegiatan Peserta
30
Desember o Salam
pembuka Peserta menjawab
2016
09.00-09.15

salam
dari
oleh moderator
o Perkenalan diri
moderator,
o Pembukaan acara
memperhatikan
oleh
moderator
dan
(dengan doa)
mendengarkan
o Penyampaian
secara
seksama
kontrak :
o Waktu
tentang simulasi
o Materi
yang
akan
(simulasi)
dilaksanakan,
o Susunan acara
mengajukan
o Orientasi
1. Menyajikan topik pertanyaaan jika
simulasi
konsep-konsep

dan ada yang belum


dimengerti.
7

yang

akan

diintegrasikan
dalam

proses

simulasi

tentang

penanggulangan
DBD
2. Menjelaskan prinsip
simulasi

dan

permainan

tentang

penanggulangan
DBD
3. Memberikan
gambaran

teknis

secara

umum

tentang

proses

simulasi

tentang

penanggulangan
DBD

yaitu

pertolongan
pertama

pada

penderita

DBD,

pelaksanaan
plus,

3M

pemberian

bubuk abate.
4. Menetapkan pemain
yang akan terlibat
dalam

simulasi,

peranan yang harus


dimainkan oleh para
pemeran,

serta

waktu

yang

disediakan
5. Memberikan
kesempatan

pada
8

peserta

untuk

bertanya khususnya
pada peserta yang
terlibat

pemeranan simulasi
Desember o Latihan
bagi Memperagakan

Enactment

30

(Pelaksanaan

2016
09.15-09.35

simulasi)
(20 menit)

dalam

dan
peserta
1. Membuat skenario memainkan
yang berisi aturan, simulasi
peranan,

ikut

langkah,

pencatatan, bentuk
keputusan

yang

harus dibuat, dan


tujuan yang akan
dicapai.
2. Menugaskan
pemeran

para
dalam

simulasi
penanggulangan
DBD
3. Mencoba

secara

singkat

suatu

episode

tentang

penanggulangan
DBD
o Proses simulasi
1. Melaksanakan
aktivitas permainan
dengan pengaturan
kegiatan tersebut.
2. Memperoleh umpan
balik dan evaluasi
dari hasil
pengamatan

terhadap
performansi
pemeran.
3. Menjernihkan halhal yang
miskonsepsional
4. Melanjutkan
permainan/simulasi.
Meringkas
(diskusi
evaluasi)
(25 menit)

30

Desember

dan 2016
09.35-10.00

Pemantapan

atau Masyarakat aktif

debriefing:
1. Memberikan
ringkasan

bertanya
materi
simulasi

mengenai

tentang
dalam
yang

tidak dipahami

kejadian

dan

persepsi

yang

timbul selama
simulasi
penanggulanga
n DBD
2. Memberikan
ringkasan
mengenai
kesulitankesulitan

dan

wawasan para
peserta
3. Menganalisis
proses
4. Membandingk
an

aktivitas

simulasi
dengan

dunia

nyata
5. Menghubungk

10

an isi simulasi
dengan

isi

pelajaran
6. Menilai

dan

merancang
kembali
simulasi
7. Merumuskan
kesimpulan
8. Penutupan
a. Mengucapkan
terima kasih dan
permohonan
maaf

kepada

peserta jika ada


kesalahan
b. Menutup

acara

dengan doa
VII.

Pengorganisasian
Penanggung Jawab
Penyaji/penyuluh
Moderator
Notulen
Fasilitator
Observer
Perlengkapan
Dokumentasi

VIII.

: Ni Made Sukaryani Wintari


: Oktaviana Mia Rinanti
Maya Putri Utami
: Ridha UlfaLutpiana
: Angtyas Nurakhmadya Saren
: Septian Dwi Abdillah
: Ida Ayu Arundita Rani Putri
:
:

Evaluasi
Evaluasi dilaksanakan melalui :
1) Evaluasi Struktur
a) Alat-alat yang mendukung pelaksanaan penyuluhan simulasi
tersedia dan dapat berfungsi dengan baik dalam proses kegiatan
penyuluhan simulasi
b) Mahasiswa mampu memberikan penyuluhan dan informasi
dalam bentuk simulasi yang dapat dimengerti dan dipahami
oleh peserta
11

2) Evaluasi Proses
a) Kehadiran peserta saat diadakan penyuluhan dan simulasi dapat
mencapai target yang diinginkan
b) Peserta dapat mengikuti proses simulasi dengan baik dari awal
sampai akhir acara
c) Peserta aktif dalam mengikuti simulasi dengan berperan sesuai
perannya secara aktif
d) Peserta dapat melakukan simulasi dengan baik
3) Evaluasi Hasil
a) Peserta dapat menerapkan bagaimana cara penangggulangan
DBD yang telah disimulasikan
b) Jumlah peserta ditargetkan 20 orang.

12

Lampiran
Materi Penyuluhan Simulasi Penanggulangan DBD di RT
A. Pengertian DBD
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh Arbovirus (arthro
podborn virus) dan ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes (aedes albopictus dan aedes
aegepty).
Demam berdarah adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue yangdibawa
oleh nyamuk Aedes Aegypti.
B. Penyebab dan Cara Penularan
Penyebab DHF adalah Arbovirus (Arthropodborn Virus) melalui gigitan nyamuk Aedes
(Aedes Albopictus dan Aedes Aegepty)
Terdapat 3 hal penting dalam penularan, yaitu: manusia, virus & vektor perantara yaitu
nyamuk Aedes Aegypti.
Nyamuk dapat mengandung virus Dengue pada saat menggigit manusia. Sekali virus masuk
dan berkembang biak dalam tubuh nyamuk, nyamuk tersebut akan menularkan virus selama
hidupnya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penularan DBD antara lain:
1. Demam berdarah hanya dapat ditularkan oleh nyamuk penular Demam Berdarah (Aedes
Aegypti).
2. Nyamuk Aedes Aegypti mendapatkan virus Demam Berdarah dari orang yang didalamnya
terdapat virus tersebut. orang ini disebut " Carrier
3. Orang yang di dalam tubuhnya terdapat virus dengue mungkin sakit demam berdarah,
tapi mungkin juga tidak, yaitu bila orang tersebut bertepatan memiliki kekebalan terhadap
4.

virus tersebut.
Sebagai orang yang tidak sakit, ia bisa pergi kemana saja dan menularkan virus tersebut

kepada orang lain.


5. Bila orang yang ditulari virus dengue tidak memiliki kekebalan ( umumnya anak - anak )
orang itu akan segera menderita demam berdarah.
Berikut hal-hal yang mempengaruhi terserang DBD :
1. Kekebalan tubuh
2. Kepadatan vektor nyamuk
3. Perpindahan virus Dengue
4. Keganasan virus Dengue
5. Kondisi geografis
C. Tanda dan Gejala
Tanda dan gejala penyakit DBD sebagai berikut :
13

1.
2.
3.
4.

Mendadak panas tinggi selama 2 sampai 7 hari


Tampak lemah dan lesu
Sering terasa nyeri di ulu hati
Kadang tibul bintik - bintik merah pada kulit. untuk membedakan dengan bintik merah
bekas gigitan nyamuk : renggangkan kulit , bila bintik merah itu hilang, itu bukan tanda

demam berdarah.
5. Bila sudah parah penderita gelisah. tangan dan kakinya dingin dan berkeringat (pre

7.

shock) kematian terjadi dalam 2-3 hari akibat turunya tekanan darah.
6. Perdarahan berupa:
a) Ptekia (bercak merah pada kulit)
b) Perdarahan gusi
c) Perdarahan saluran pencernaan
Hasil pemeriksaan Laboratorium: Trombosit turun (Trombositopenia < 100.000/ul)
D. Pencegahan dan Pemberantasan DBD
1. Menghindari atau mencegah berkembangnya nyamuk Aedes Aegepty dengan cara:
a) Rumah selalu terang (penerangan cukup)
b) Tidak menggantung pakaian di kamar atau ruangan lain
c) Bak atau tempat penampungan air sering dibersihkan dan diganti airnya minimal 4
hari sekali
d) Kubur barang-barang bekas yang memungkinkan sebagai tempat terkumpulnya air
hujan
e) Tutup tempat penampungan air
2. Pemberantasan penyakit DBD antara lain :
A. Pengelolaan Lingkungan
1. Upaya pencegahan atau mengurangi perkembangbiakan nyamuk, sehingga
mengurangi kontak dengan manusia dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk
(PSN)atau 3M
2. Sumber utama perkembangbiakan Aedes Aegypti adalah di wadah penampungan
air untuk keperluan rumah tangga, vas bunga, wadah air di bawah meja, ban mobil
bekas,dan sejenisnya merupakan tempat perkembangbiakan Aedes Aegypti.
B. Perlindungan diri
Dengan pakaian pelindung, obat nyamuk atau repellent yang intinya mengurangi
gigitan nyamuk.
C. Pengendalian biologik
Pengendalian Jentik vektor dengan ikan pemakan jentik (ikan cupang)
D. Pengendalian dengan bahan kimiawi
Dapat dilakukan dengan cara pengasapan terhadap insektisida (Fogging). Cara ini
sebenarnya tdk efektif krn hanya berpengaruh kecil terhadap nyamuk.
3. Penanganan penderita di rumah
a) Kompres dengan air biasa
b) Pemberian obat penurun panas
14

c) Makan makanan bergizi


d) Istirahat yang cukup
e) Banyak minum air putih
f) Segera bawa ke pelayanan kesehatan
E. Metode penanggulangan DBD (pemberantatasan sarang nyamuk/PSN)
Masing-masing metode penanggulangan DBD mempunyai kelebihan dan kekurangan,
akan tetapi dari semua metode yang ada, metode yang paling efektif dan efisien adalah
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) atau yang biasa disebut 3M (Menguras bak mandi,
Menutup tempat penampungan air, dan Mengubur barang bekas). Umumnya PSN disertai
dengan abatisasi sehingga disebut 3M Plus (plus abatisasi).
Metode

Efektivitas

Efisiensi

Fogging atau

Untuk mengurangi

Tidak efisien

pengasapan

populasi vektor

(mahal)

Keterangan
-

(sesaat)
Abatisasi selektif Efektif jika

Efisien, tergantung Cocok untuk

(dengan larvasida digunakan sesuai

penggunaannya. (1 tempat

misalnya

sendok=10 gram

penampungan

untuk 100 L air)

yang jarang/sulit

anjuran.

abate/altosid)

dikuras
Penyuluhan

Kurang efisien

Cukup efisien

PSN atau 3M

Efektivitas

Efisien

Paling rasional
(efektif serta
efisien)

Posko DBD

Efektif

Kurang efisien
(biaya besar)

Penggunaan Bubuk Abate


Takaran : 1 gram / 10 liter air
1 sendok makan ( 10 gram ) untuk 100 liter air.
Cara Penggunaan :
Tempat penampungan air ( bak mandi, tempayan, dll) harus diisi penuh dahulu, baru ditaburi
bubuk Abate.
Banyaknya bubuk Abate disesuaikan dengan volume/isi tempat penampungan tersebut. Misalnya

15

bak mandi dengan kapasitas volume 200 liter air, maka bubuk abate yang ditaburkan = 20 gram
abate.
Daftar Gambar
1. 3 M (Menguras bak mandi, Menutup tempat penampungan air, dan Mengubur barang
bekas).

2. Pemberian bubuk abate (abatisasi)

Fogging (pengasapan)

3. Juru pemantau jentik (jumantik)

(www.google.com)
Sumber:
16

Agatha. (2009). Field Lab: Pengendalian Penyakit Menular: Demam Berdarah Dengue di
Puskesmas Masaran II Kabupaten Sragen.
Djopie. (2008). Penanggulangan Bemam Berdarah Dengue.
http://www.wonosari.com.title="WONOSARI.COM - Forum Komunitas Online
Gunungkidul" border="0"
dikutip dari : PROYEK PKM PROP.DIY.TH.1998/1999 NO.12/PKM DIY/VI/1998 . Akses
tanggal 20 November 2010. Pukul 10.20 WIB
Kristina. Isminah. Wulandari, Leny. 2004. Demam Berdarah Dengue.
http://www.litbang.depkes.go.id/maskes/052004/demamberdarah1.htm Akses tanggal 29
September 2010. Pukul 20.00 WIB

2. Skenario
Anak
Ibu
Bu RT
Bu Dokter
Mahasiswa
Peserta penyuluhan

: Ridha Ulfa
: Bahjatunssani
: Angtyas N. Saren
: Ni Made Sukaryani Wintari
: Ida Ayu Arundita Rani Putri
:
Skenario

Prolog
17

Pada musim hujan seperti ini biasanya banyak menyebabkan penyakit demam berdarah
karena banyak tempat yang tergenang dan menjadi sarang nyamuk. Marilah kita simak
bagaimana tempat tersebut menjadi sarang nyamuk
Suatu pagi, seorang mahasiswi bernama Ridha hendak berangkat ke kampus. di teras
rumahnya dia digigit nyamuk Aides Aigepty yang membawa virus DBD.
Ridha
:
bu, saya langsung berangkat ya (sambil memakai sepatu)
Sanni
:
yaaa (dari dalam rumah)
Ridha
:
aduh, kok banyak nyamuk! (sambil menepuk tangannya) ibuuu,
Sanni
Ridha

:
:

banyak nyamuknya nih, aku gatal-gatal


(datang menghampiri) wah iya, ya sudah nanti ibu bersihkan
aku berangkat, assalamu alaikum (sambil mencium tangan

Sanni

ibunya)
waalaikum salam, hati-hati

Beberapa hari kemudian...


Ridha
:
Sanni

ibuuuu, badanku rasanya dingin, pusing bu... (sambil menggigil


diatas tempat tidur)
aduh tapi badanmu panas sekali nak, ini juga kok mucul merah
merah kenapa ya... bagaimana ini... (kebingungan)sebentar ibu

cari bantuan dulu...!


Lalu pergilah bu Sanni ke rumah bu RT untuk meminta bantuan...
Sanni
:
bu RT... bu RT... (sambil mengetuk-ketuk pintu)
Saren
:
ada apa bu? Ayo masuk dulu...
Sanni
:
nggak usah bu, cepet ikut saya.... Anak saya bu, Ridha, badannya
panas sekali tapi dia merasa pusing
Saren
:
ya sudah ayo kesana
Setelah melihat keadaan Ridha, bu RT mengusulkan supaya cepat dibawa ke Puskesmas
Wiwin
:
silakan masuk. Siapa yang sakit, bu?
Sanni
:
ini bu dokter, anak saya sudah 2 hari badannya panas kalau malam.
Wiwin

Beberapa saat kemudian...


Wiwin
:

Ini juga mucul merah-merah di tubunya kenapa dok?


coba lihat tangannya (mengamati)
tidur disana ya mbak, biar saya periksa
menurut hasil pemeriksaan saya, anak ibu menderita DBD.
Untung cepat dibawa kemari, karena penyakit itu sangat

Saren

Sanni
Wiwin

:
:

berbahaya
iya, dok. Di kawasan tempat tinggal saya sudah ada 2 orang yang
terkena penyakit ini
anak saya tidak apa-apa kan dok??
tidak usah terlalu khawatir, insya Allah anak ibu tidak apa-apa.Oh
18

ya, sebaiknya ibu bisa menjaga kebersihan lingkungan tempat


tinggal ibu karena nyamuk suka tempat yang lembab dan kotor..
Sanni
Saren
Wiwin

nah ini resepnya silakan diambil di loket obat


terima kasih
terima kasih dok... (sambil bersalaman)
semoga cepat sembuh

:
:
:

Setelah terdengar ada kejadian DBD, tim mahasiswa keperawatan mendatangi puskesmas untuk
mendata kasus DBD di tempat itu.
Dayu
:selamat pagi dok, kami mahasiswa dari POLTEKKES KEMENKES
MATARAM ingin mengadakan penyuluhan tentang demam berdarah di
Wiwin

wilayah kerja puskesmas ini. Kira-kira daerah mana dok?


:oh kalau begitu di desa Karang Malang saja, karena ada beberapa
warga yang datang kesini menderita DBD. Nah trus mbak mbak ini kalau
bisa memberikan metode simulasi, mungkin dalam tema 3M sehingga

Dayu
Seminar DBD
(slide)
Simulasi jumantik
Dayu

warga bisa mencegah serangan penyakit ini


:iya dok, baiklah, terima kasih

b:

sebelum melakukan 3M, yang kita lakukan adalah mengadakan


jumantik atau Juru Pemantau Jentik. Tugas jumantik adalah:
Melihat adanya jentik pada tempat penampungan air atau tempat
yang tergenang air
1. Mengecek kain-kain yang tergantung atau pakaian yang
tergantung di rumah
2. Melihat kolam renang dan kolam ikan apakah terdapat jentik
3. Menyambangi rumah kosong
Alat yang dibutuhkan jumantik adalah senter, lalu matikan lampu
kamar mandi. Kita susuri bak dengan dengan senter apakah
terdapat jentik. Bila didapatkan jentik, kita dapat melaporkan ke
kelurahan agar dilakukan abatesasi.

Simulasi 3M
Enny

penanggulangan demam berdarah yaitu dengan 3M plus.

19

Yang pertama adalah menguras kamar mandi. Tujuannya agar kamar mandi tidaak
ditempati sebagai sarang nyamuk atau jentik-jentik nyamuk. (simulasi menguras
Enny

Enny

kamar mandi)
:
selanjutnya adalah program abatesasi. Caranya letakkan abate ke
dalam kain atau kasa, lalu celupkan pada bak mandi. Ukurannya kira-kira 1 gram
abate dalam 10 L air. (simulasi pemberian abate)
:
3M yang kedua yaitu menutup tempat penampungan air yang

terbuAnggi

ka (simulasi menutup tong air)


:
3M yang ketiga adalah mengubur kaleng bekas atau plastik-plastik.
Tujuannya agar tidak dipakai sarang nyamuk. (simulasi mengubur kaleng bekas
dan plastik)

Evaluasi acara seminar dan simulasi


Anggi
:
nah, ibu-ibu... itu tadi adalah simulasi tentang 3M plus. Ada yang
ditanyakan?
Peserta
:
tidaaak
Anggi
:
baiklah kalau begitu saya yang akan tanya. Siapa yang tau tanda dan
gejala terkena demam berdarah?
Irma
:
saya mbak. Gejalanya panas, pusing, keluar bintik-bintik merah
Anggi
:
benar. Lalu bagaimana cara mencegah demam berdarah?
Massayu: dengan cara 3M plus. Yaitu menguras kamar mandi, menutup tempat penamp
ungan air, mengubur kaleng bekas dan abatesasi
Anggi
:
sepertinya semua sudah memahami dan mengetahui tentang demam
berdarah dan cara pencegahannya. Marilah kita bersama-sama menjaga lingkungan tetap
bersih agar tidak dipakai sebagai sarang nyamuk. Terima kasih atas partisipasi ibu-ibu
sekalian. Semoga bermanfaat
Selesai

20