Anda di halaman 1dari 2

Kesimpulan

Kami melakukan pengamatan yang berlokasi di belakang Fakultas


Kedokteran dan Lapangan Rektorat Universitas Brawijaya dengan mengamati
berbagai aspek diantaranya pembahasan pengukuran di UB dan pembahasan
pengukuran dari Stasiun Klimat.
Data yang telah kami deskripsikan kami dapat menyimpulkan bahwa
pengukuran intensitas cahaya matahari tiap waktunya memiliki perubahan nilai.
Hal ini dikarenakan oleh adanya awan yang dapat menghalangi cahaya matahari
sampai ke bumi. Selain itu naungan seperti tajuk juga dapat menjadi penghalang
cahaya matahari yang jatuh ke permukaan bumi. Laju evaporasi pada umumnya
pada siang hari lebih tinggi karena intensitas cahaya matahari dan suhu lebih
tinggi dibandingkan dengan sore hari sehingga laju evaporasi lebih cepat.
Sedangkan kelembaban pada dua tempat yang kami lakukan sebagai tempat
percobaan juga memiliki perbedaan hasil, hal ini dikarenakan intensitas cahaya
matahari yang turun ke bumi terhalang oleh awan maupun tajuk pepohonan.
Data yang kami peroleh dari stasiun klimat kami dapat menyimpulkan
bahwa yang pertama ditinjau dari aspek radiasi matahari. Lamanya penyinara
setiap harinya berbeda beda, Perubahan nilai periodisitas tersebut disebabkan karena
tutupan awan yang berbeda tiap harinya. Sehingga menyebabkan intensitas lama
penyinaran yang berbeda pula. Hal ini akan berpengaruh terhadap Intensitas lama
penyinaran yang ada, perubahan nilai periodisitas tersebut disebabkan karena tutupan
awan yang berbeda tiap harinya, sehingga menyebabkan intensitas lama penyinaran yang
berbeda pula. Yang kedua ditinjau dari aspek suhu udara. Suhu udara juga dipengaruhi
oleh intensitas radiasi matahari yang jatuh ke permukaan bumi, semakin tinggi radiasi
matahari yang jatuh ke permukaan bumi maka semakin tinggi pula suhu pada permukaan
bumi. Yang ketiga ditinjau dari aspek kelembaban, Kelembaban udara adalah

banyaknya uap air yang terkandung dalam udara atau atmosfer. Besarnya
tergantung dari masuknya uap air ke dalam atmosfer karena adanya penguapan
dari air yang ada di lautan, danau, dan sungai, maupun dari air tanah. Ditinjau dari
aspek evaporimeter, proses evaporasi terjadi karena adanya ketersediaan energi
bahang dan gradient/defisit tekanan uap air yang tergantung pada faktor cuaca

seperti suhu udara, kecepatan angin, tekanan atmosfer, radiasi matahari, kualitas
air dan bentuk serta sifat dari permukaan yang berevaporasi. Curah hujan
merupakan tinggi rendahnya hujan yang terjadi di wilayah tertentu. Tinggi
rendahnya curah hujan dipengaruhi oleh jarak antara daratan dan laut atau luas
laut, pengaruh angin, dan ada tidaknya pegunungan. Tekanan udara adalah tenaga
yang bekerja untuk menggerakkan massa udara dalam satuan wilayah tertentu
dari suatu tempat ke tempat lainnya. Tekanan udara antara tempat satu dengan
tempat

lainya

di permukaan bumi

berbeda-beda. Faktor

utama

yang

mempengaruhi tekanan udara adalah temperatur udara. Angin merupakan udara


yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya
perbedaan tekanan udara (tekanan tinggi ke tekanan rendah) di sekitarnya, angin
terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara atau perbedaan suhu udara pada
suatu daerah atau wilayah. Dan yang terakhir adalah awan, hasil yang kami
dapatkan dari stasiun klimat adalah pengamatan daerah yang tertutup oleh awan.