Anda di halaman 1dari 4

Sensor Kimia

PENGERTIAN SENSOR KIMIA DAN CONTOH APLIKASINYA


Sensor kimia adalah sensor yang mendeteksi jumlah suatu zat kimia dengan
cara mengubah besaran kimia menjadi besaran listrik. Biasanya ini
melibatkan beberapa reaksi kimia. Yang termasuk kedalam jenis sensor kimia
yaitu :

Sensor PH
Sensor Gas
Sensor oksigen
Sensor Ledakan
dll

Ada dua elemen penting pada sensor kimia:


1. Elemen tempat reaksi kimia terjadi. Pada elemen ini
reaksi yang terjadi diharapkan adalah reaksi yang
selektif terhadap partikulat yang diinginkan. Reaksi
kimia ini biasanya akan menghasilkan perubahan
warna, cahaya fluoresen, perubahan potensial atau
panas.
2. Transduser yang bertugas merubah respons tersebut
menjadi sinyal dan menerjemahkan besaran sinyal
tersebut ke dalam besaran yang terukur.
Sensor kimia pun dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis berdasarkan
jenis transduser yang digunakan, antara lain sensor elektrokimia, sensor
optik, sensor yang peka terhadap massa dan sensor yang peka terhadap panas.
Sensor kimia didesign dan digunakan untuk menganalissa keadaan ataupun
adanya kadar suatu zat kimia.Sensor ini termasuk non-essensial ( bukan
sensor dasar)
1. Klasifikasi sensor kimia
Sensor ini diklasifikasikan berdasarkan cara deteksinya :

direct sensor

yaitu sensor yang bekerja berdasarkan reaksi kimia yang menhasilkan besaran
elektrik seperti resistansi, tegangan, arus atau kapasitas ( tidak ada proses
tranduser)

Complex sensor

Yaitu sensor yang tidak secara lansung menghasilkan besaran elektrik


melainkan dibutuhkan bantuan tranduser lain pada sensornya unutk
menhasilkan besaran elektrik

Contoh direct sensor

1. Metal Oxide Chemical Sensor


Contoh sensor ini yaitu Tin Dioxide SnO2, sensor ini digunakan untuk
mendeteksi gas seperti Methyl Mercaption (CH3SH) dan Ethyl Alcohol
(C2H5OH).

Prinsip kerjanya :
Pada saat SnO2 menerima konsentrasi Methyl Mercaption (CH3SH)
dan Ethyl Alcohol (C2H5OH) maka SnO2 akan memanas, oksigen dihisap
oleh permukaan kristal pada SnO2 maka aliran electron pada SnO2 akan
terhalangi, sebaliknya jika konsentrasi Methyl Mercaption (CH3SH) dan Ethyl
Alcohol (C2H5OH) maka permukaan kristal berkurang kadar oksigen, aliran
electron yang terhalang dapat mengalir dan konduktivitas SnO2 meningkat.

2. ChemFET
ChemFET adalah sebuah field effect taransistor kimia.
Sensor ini mendeteksi H2 di udara, O2 didarah, dan beberapa gas yang
digunakan dalam militer seperti NH3, CO2, dan explosive gas

Pada sensor ini memiliki beberapa part penting p-type silicon pada body (lihat
gbr Si) dan n-type silicon pada FET-surce dan FET-drain (lihat FET sourcedrain), dan ketiga part tadi dilapisi silicon dioxide (lihat oxide FET gate),
kemudian diaasnya yaitu hydrogel (Ag/AgCl) dan yang apling atas adalah
selective membrane (polyvinyl chloride PVC atau polyurethane, silicone
rubber, polystyrene)
cara kerja :
operasi pada ChemFET membutukan tegangan agar silicon dan gate elektroda
dapat bekerja, Pada saat cairan yang dianalisa memilki konsentrasi bahan
H2/O2 atau yang lainnya maka electron pada permukaan semikonduktor
akan membentuk jalan konduksi antara souce-drain, jadi ChemFET bekerja
seperti tahanan-konduktansi, konduktansi inilah yangdapat diukur pada opamp (diferensiator)

Contoh Complex sensor

1. Biochemical sensor
Sensor ini adalh klas specila dari sensor kimia, sensor ini digunakan untuk
mendeteksi organisme, sel, organel, enzim, receptor, antibodi, dan lainnya.
Contoh disini yaitu bichemical sensor untuk mendeteksi enzim

Cara kerja biochemical sensor


Elemen sensor disini biasanya digunakan bioreactor untuk mendeteksi dan
memberikan respon biosensor, kemudian akan dianalisa secara difusi, reaksi
dari bireactor, koreaktans, interfering species dan kinetiknya
2. Sensor kimia dalam kehidupan sehari-hari
Sensor kimia sudah banyak digunakan secara luas dalam kehidupan
sehari-hari. Ada beberapa bidang di mana sensor kimia sering digunakan
seperti di bidang medis, industri dan monitor kualitas lingkungan.
Dalam bidang medis misalnya banyak sensor sudah difabrikasi untuk deteksi
glukosa, urea, kolesterol, hepatitis B dan bahkan sejumlah bakteri penyebab
penyakit sudah dapat dideteksi dengan menggunakan sensor kimia atau
biosensor.

Contoh sensor pendeteksi glukosa (gambar kiri). Contoh sensor pendeteksi


gas CO (gambar kanan).
Di industri, aplikasi sensor digunakan kebanyakan untuk mengontrol proses
pada industri. Dan aplikasi yang digunakan juga cukup luas, mulai dari
mengukur suhu, pH, CO2 dan oksigen. Aplikasi yang lebih spesifik adalah
sensor juga digunakan untuk mendeteksi senyawa tertentu yang tidak
diinginkan seperti alkohol atau senyawa tertentu yang menghasilkan bau yang
bisa merusak kualitas produk. Aplikasi terakhir banyak digunakan pada
industri makanan.
Salah satu aplikasi paling populer pada sensor kimia adalah untuk memonitor
kualitas lingkungan. Baik itu kualitas air maupun kualitas udara. Untuk
memantau kualitas air telah banyak dikembangkan sensor untuk mendeteksi
parameter-parameter penting penentu kualitas air seperti BOD, DO, asam,
garam-garaman bahkan sejumlah sensor dibuat untuk mendeteksi
kontaminasi logam berat pada air. Sementara itu, beragam sensor juga sudah
dikembangkan untuk mendeteksi gas baik untuk memonitor kualitas udara
ataupun untuk mendeteksi kebocoran gas pada kendaraan atau industri
seperti sensor untuk mendeteksi gas , , , , atau senyawa hidrokarbon.
Penggunaan sensor gas untuk digunakan dalam ruangan juga sudah cukup
umum. Misalnya pada sensor pendeteksi gas kebakaran atau sensor gas LPG
untuk mendeteksi kebocoran gas LPG di rumah tangga atau perkantoran.
Dengan semakin luasnya aplikasi dalam teknologi sensor tentunya menjadi
motivasi untuk mendorong semakin intensifnya riset dibidang ini. Untuk
menjawab tantangan dalam penelitian di bidang sensor ini tentunya
pemikiran-pemikiran yang segar, baru, kreatif dan inovatif sangat diperlukan
dalam pengembangan teknologi sensor.
referensi: