Anda di halaman 1dari 28

1

JUDUL
: PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR DI RUMAH
TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MURID KELAS IV SD
NEGERI TIDUNG MAKASSAR BAB I
I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Banyaknya orang tua yang kurang memperhatikan kebutuhan anaknya,
membuat anak kurang mampu

mengembangkan kemampuan mereka sehingga

potensi dalam diri anak tidak dapat tereksplorasi secara maksimal. Salah satu
kebutuhan anak yakni pembimbingan anak saat belajar di rumah. Disamping itu,
banyaknya perubahan yang terjadi pada dunia sekolah menyebabkan sebagian murid
(anak) tidak dapat memaksimalkan kemampuan mereka sebagai individu yang
memiliki potensi yang bervariasi.
Pendidikan merupakan bimbingan yang diberikan oleh orang dewasa
kepada

anak

atau

siswa

untuk

mencapai

tujuan

yaitu

kecerdasan

dan

kedewasaan. Dalam batasan tersebut terdapat beberapa aspek yang berhubungan


dengan usaha pendidikan yaitu bimbingan sebagai suatu proses orang dewasa sebagai
pendidik anak dan tujuan belajar.
Bimbingan
pendidikan
Dengan
pribadi

yaitu

demikian,
anak

maupun sosial.

didik

mempunyai
membantu
hasil
yang

peranan
siswa

pendidik

yang

agar

sangat

berkembang

sesungguhnya

berkembang

baik

secara

akan

penting
secara

dalam
optimal.

tercermin

akademik,

pada

psikologis

Bimbingan

merupakan

pemberian

bantuan

yang

dilakukan

oleh guru atau ahli pendidik kepada seorang individu atau kelompok baik
anak-anak

atau

remaja

agar

dapat

mengembangakan

kemampuannya

sesuai dengan norma-norma yang berlaku.


Kebanyakan orang tua memilih untuk mendaftarkan putra dan putri mereka ke
bimbingan belajar agar anak mereka dapat memahami pelajaran lebih cepat

di

banding teman-temannya yang lain. Hal ini tentu saja berdampak pada penambahan
dana serta waktu pada anak-anak mereka. Implikasi yang muncul adalah anak
kekurangan waktu untuk menikmati masa anak-anak mereka dan menambah beban
kepada anak untuk memahami pelajaran yang di berikan kepada mereka pada saat
mengikuti bimbingan belajar.
Bimbingan belajar yang dipilih oleh orang tua biasanya berdasarkan mata
pelajaran yang tidak dapat dimengerti oleh anak mereka atau mata pelajaran yang
dianggap penting oleh orang tua untuk masa depan anak mereka. Menurut A J Jones
(www.makalahdanskripsi.blogspot.com/2008/07/konsep-dasar-bimbinganbelajar.html, 2010: 1), bimbingan belajar merupakan suatu proses pemberian bantuan
seseorang pada orang lain dalam menentukan pilihan dan pemecahan masalah dalam
kehidupannya. Oleh karena itu, bimbingan belajar bukan hanya dapat di lakukan oleh
suatu badan pendidikan yang berpengalaman tapi dapat pula dilakukan oleh orang tua
di rumah dengan mengatur jadwal bimbingan berdasarkan waktu anak dan orang tua,
dimana orang tua berperan sebagai guru dari anak-anak mereka.

Ditingkat sekolah dasar, kebanyakan murid mengalami kesulitan di beberapa


mata pelajaran, salah satunya mata pelajaran matematika. Kebanyakan murid merasa
bahwa mata pelajaran matematika merupakan mata pelajaran tersukar dan susah
dimengerti. Meskipun sebagian guru kelas ataupun mata pelajaran telah menerapkan
beberapa metode namun tetap saja beberapa murid menganggap matematika
bagaimanapun cara dan metodenya tetaplah sukar dan tidak dapat dimengerti.
Adanya asumsi bahwa matematika merupakan pelajaran yang susah dan
sangat sukar disebabkan oleh beberapa hal antara lain: daya tanggap dari murid serta
kurangnya minat murid terhadap pelajaran tersebut, perhatian orang tua terhadap pola
pelajaran murid di rumah, serta metode dan sistem pengajaran yang ditetapkan oleh
guru di sekolah.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan prestasi
belajar matematika yang maksimal sesuai kemampuan, bakat dan minat
untuk mencapai dan mendukung tujuan tersebut perlu adanya layanan bimbingan
belajar secara efektif oleh orang tua atau orang yang berpengalaman di rumah .
Kenyataan yang terjadi saat peneliti berada di SD Negeri Tidung
menunjukkan bahwa kebanyakan murid tidak merespon bahkan bosan dalam
mengikuti

pelajaran

matematika,

hanya

sebagian

kecil

dari

murid

yang

memperhatikan penjelasan dari guru. Meskipun guru telah menerapakan beberapa


model pembelajaran guna peningkatan kualitas tetapi pada kenyataannya masih
banyak murid yang mendapatkan nilai dibawah standar yang ditentukan oleh sekolah.

Berdasarakan hal tersebut maka penulis mengangkat judul skripsi,


yakni:Pengaruh Bimbingan Belajar Di Rumah Terhadap Hasil Belajar Matematika
Murid Kelas IV SD Negeri Tidung Makassar. Dengan alasan bahwa murid dapat
menemukan potensi diri mereka dengan mengembalikan fungsi utama keluarga
khususnya orang tua sebagai pendidik paling utama dan pertama sehingga mata
pelajaran metematika bukan lagi momok yang menakutkan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam
skripsi ini, yakni: Bagaimana pengaruh bimbingan belajar di rumah terhadap hasil
belajar matematika murid kelas IV SD Negeri Tidung.
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan penulisan, yakni: Untuk
mengetahui pengaruh bimbingan belajar di rumah terhadap hasil belajar matematika
murid kelas IV B SD Negeri Tidung.
D. Manfaat Penulisan
Hasil dari penelitian ini, diharapkan dapat memberikan manfaat baik manfaat
teoritis maupun manfaat praktis, sebagai berikut:

1.

Manfaat teoritis
a. Sebagai bahan informasi bagi akademis untuk peningkatan kualitas
pendidikan, khususnya penanganan terhadap anak yang memiliki
kesulitan dalam belajar.
b. Sebagai bahan pertimbangan bagi peneliti selanjutnya yang akan

mengkaji masalah yang relevan dengan penelitian ini.


2. Manfaat praktis:

a. Sebagai bahan informasi untuk menambah wawasan orang tua, bahwa


pendidikan tidak sepenuhnya di serahkan kepada guru di sekolah.
b. Sebagai masukan bagi murid bahwa belajar dapat lebih menyenangkan
apalagi belajar bersama keluarga.

II. KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, DAN RUMUSAN HIPOTESIS


A. Kajian Pustaka
1. Pengertian Bimbingan
Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada individu dari seorang
yang ahli kepada orang yang membutuhkannya. Namun beberapa pengertian
bimbingan yang dikemukakan oleh para ahli (www.Eko13.com, 2010: 1-2) antara
lain:
a. Bimbingan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat
memilih,mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan dan mendapat
kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya (Frank Parson ,1951).
b. Bimbingan membantu individu untuk lebih mengenali berbagai
informasi tentang dirinya sendiri (Chiskolm,1959).
c. Bimbingan merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan
realisasi pribadi setiap individu (Bernard & Fullmer ,1969).
d. Bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yang menekankan proses
belajar yang sistematik (Mathewson,1969).
Namun pengertian bimbingan menurut Smith (Priyanto dan Erman, 1994: 95)
adalah:

Bimbingan sebagai proses layanan yang diberikan kepada individuindividu guna membantu mereka memperoleh pengetahuan dan
keterampilan-keterampilan yang diperlukan dalam membuat pilihanpilihan, rencana-rencana, dan interpretasi-interpretasi yang diperlukan
untuk penyesuaian diri yang baik.
Sedangkan menurut Crow & Crow, 1960 (Priyatno & Erman, 1994: 95)
menyatakan bahwa:
Bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang laki-laki atau
perempuan, yang memiliki kepribadian yang memadai dan terlatih dengan
baik kepada individu setiap setiap usia untuk membantunya mengatur
kegiatan hidupnya sendiri, mengembangkan pandangan hidupnya sendiri,
membuat keputusan sendiri dan menanggung bebannya sendiri.
Dan menurut Jones, Stafflre & Stewart, 1970 (Priyatno & Anti Erman,
1994: 95) menyatakan bahwa:
Bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam membuat
pilihan-pilihan dan penyesuaian-penyesuaian yang bijaksana. Bantuan ini
berdasarkan atas prinsip demokrasi yang merupakan tugas dan hak setiap
individu untuk memilih jalan hidupnya sendiri sejauh tidak mencampuri
hak orang lain. Kemampuan membuat pilihan seperti itu tidak diturunkan
(diwariskan) tetapi harus dikembangkan. Jadi, bimbingan adalah bantuan
yang diberikan kepada seseorang untuk membantu mengembangkan
kemampuan-kemampuannya.
Maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian
bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis, yang dilakukan oleh
seorang ahli yang telah mendapat latihan khusus untuk itu, dimaksudkan agar
individu dapat memahami dirinya, lingkunganya serta dapat mengarahkan diri dan
menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk dapat mengembangkan potensi dirinya
secara optimal untuk kesejahteraan dirinya dan kesejahteraan masyarakat.

2. Pengertian Bimbingan Belajar


Menurut L D Crow dan A Crow (www.makalah dan skripsi.blogspot.com,
2010: 1) menyatakan bahwa:
Bimbingan belajar merupakan suatu bantuan yang dapat diberikan oleh
seseorang yang telah terdidik pada orang lain yang mana usianya tidak
ditentukan untuk dapat menjalani kegiatan dalam hidupnya.
Jadi, bimbingan belajar adalah suatu bentuk kegiatan dalam proses belajar
yang dilakukan oleh seseorang yang telah memiliki kemampuan lebih dalam banyak
hal untuk diberikan kepada orang lain yang mana bertujuan agar orang lain dapat
menemukan pengetahuan baru yang belum dimilikinya serta dapat diterapkan dalam
kehidupannya.
Sehingga bimbingan belajar di rumah adalah proses belajar yang di berikan
oleh orang tua murid di rumah guna membantu murid dalam memahami suatu
masalah yang dapat membantunya dalam menyelesaikan suatu permasalahan.
3.

Latar Belakang Bimbingan Belajar


Suatu kegiatan yang dilaksanakan sudah pasti memiliki latar belakang.

Demikian pula halnya dengan layanan bimbingan belajar. Kegiatan bimbingan belajar
dilaksanakan karena dilatar belakangi oleh beberapa hal (www.makalah dan
skripsi.blogspot.com, 2010: 2-3), sebagai berikut:
a. Adanya criterion referenced evaluation yang mana mengklasifikasikan siswa
berdasarkan keberhasilan mereka dalam menguasai pelajaran. Dan kualifikasi
itu, antara lain :
1) Siswa yang benar-benar dapat meguasai pelajaran.
2) Siswa yang cukup menguasai pelajaran.

3) Siswa yang belum dapat menguasai pelajaran.


b. Adanya kemampuan/tingkat kecerdasan dan bakat yang dimiliki oleh tiap siswa
yang mana berbeda dengan siswa yang lainnya. Dimana klasifikasi siswa
tersebut antara lain :
1) Siswa yang prestasinya lebih tinggi dari apa yang diperkirakan
berdasarkan hasil tes kemampuan belajarnya.
2) Siswa yang prestasiya memang sesuai dengan apa yang diperkirakan
berdasarkan tes kemampuan belajarnya.
3) Siswa yang prestasinya ternyata lebih rendah dai apa yang diperkirakan
berdasarkan hasil tes kemampuan belajarnya.
c. Adanya penerapan waktu untuk menyelesaikan suatu program belajar. Dan
klasifikasi siswa dalam hal ini antara lain :
1) Siswa yang ternyata dapat menyelesaikan pelajaran lebih cepat dari waktu
yang disesuaikan.
2) Siswa yang dapat menyelesaikan pelajaran sesuai waktu yang telah
disesuaikan.
3) Siswa yang ternyata tidak dapat menyelesaikan pelajaran sesuai dengan
waktu yang telah ditentukan.
d. Adanya penggunaan norm referenced yang mana membandingkan prestasi
siswa yang satu dengan yang lainnya. Dan klasifikasi siswa berdasarkan
perstasinya itu antara lain :
1) Siswa yang prestasi belajarnya selalu berada di atas nilai rata-rata prestasi
kelompoknya.
2) Siswa yang prestasi belajarnya selalu berada di sekitar nilai rata-rata dari
kelompoknya.
3) Siswa yang prestasinya selalu berada di bawah nilai rata-rata prestasi
kelompoknya.
4. Sistem dan Teknik Layanan Bimbingan
Beberapa

sistem

pendekatan

dan

teknik

(www.makalahdanskripsi.blogspot.com, 2010: 2), yakni:

layanan

bimbingan

a. Pendekatan Direktif
Adalah suatu proses pendekatan yang mana yang menjadi pusatnya yaitu
konselor, bukan klien. Dalam pendekatan ini, Wiliamson mengemukakan
beberapa alasan dilakukannya pendekatan ini, antara lain:
1) Anak yang belum matang mendiagnosis sendiri, sukar memecahkan
masalah yang dihadapinya tanpa bantuan pihak lain.
2) Anak yang berkesulitan, walaupun telah diberi arahan untuk melakukan
sesuatu agar dapat mengatasi masalahnya, tetap saja tidak berani
melakukannya.
3) Mungkin ada masalah yang berat untuk dipecahkan oleh anak tanpa
bantuan orang lain.
b. Pendekatan Non-Direktif
Adalah suatu proses pendekatan yang mana yang menjadi pusatnya yaitu klien,
bukan konselor. Dalam pendekatan ini, Cart Rogers mengemukakan beberapa
alasan dilakukannya pendekatan ini, antara lain:
1) Tiap individu mempunyai kemampuan yang besar untuk menyesuaikan
diri serta mempunyai dorongan yang kuat untuk berdiri sendiri.
2) Pembimbing hanya sebagai pengantar dan membantu klien dalam
menciptakan suasana damai.
c. Pendekatan Eclective
Dalam pendekatan ini, FP Robinson mengemukakan beberapa alasan
dilakukannya pendekatan ini, antara lain:
1) Masalah dan situasi penyuluh selalu berbeda yang tak terbatas pada satu
bidang kehiudpan.
2) Langkah-langkah pembimbing harus selalu disesuaikan dengan keperluan
yang dituntut oleh situasi bimbingan.
Dan beberapa teknik dalam bimbingan belajar yang dapat dilakukan oleh guru
pembimbing antara lain:
a. Menghimpun data dan informasi mengenai individu yang bersangkutan.

10

b. Menciptakan hubungan yang baik dengan klien serta memberikan informasi


yang meyakinkan dan memberikan pilihan rencana yang dapat dilakukan untuk
mengatasi masalahnya.
5. Tujuan dan Manfaat Bimbingan Belajar
Tujuan dan manfaat bimbingan belajar (www.gyzcha.blogspot.com, 2010: 1),
secara umum tujuan bimbingan belajar adalah tercapainya penyesuaian akademis
siswa sehingga dapat mengembangkan potensinya secara optimal.
Secara khusus, tujuan bimbingan belajar agar siswa dapat:
a. Mengenal, memahami, menerima, mengarahkan dan mengaktualisasikan
potensi secara optimal,
b. Mengembangkan berbagai keterampilan belajar,
c. Mengembangkan suasana belajar yang kondusif, dan
d. Memahami lingkungan pendidikan.
Manfaat bimbingan belajar bagi siswa adalah tersedianya kondisi belajar yang
nyaman, terperhatikannya karakteristik pribadi siswa, dan siswa dapat mereduksi
kemungkinan kesulitan belajar, sedangkan manfaat bagi guru/konselor adalah
membantu menyesuaikan program pembelajaran agar sesuai dengan karakteristik
siswa dan memudahkan dalam pengembangan potensi siswa secara menyeluruh.
6. Bentuk-bentuk Bimbingan Orang Tua
Adapun

bentuk-bentuk

bimbingan

orang

tua

di

rumah,

(www.pangandaraninfo.com) yaitu:
a. Memberikan Nasihat
Bentuk dari bimbingan orang tua adalah memberikan nasihat kepada anak.
Menasihati anak berarti memberi saran-saran untuk memecahkan suatu masalah,

11

berdasarkan pengetahuan, pengalaman dan pikiran sehat. Nasihat dan petuah


memiliki pengaruh yang cukup besar dalam membuka mata anak-anak terhadap
kesadaran akan hakikat sesuatu serta mendorong mereka untuk melakukan sesuatu
perbuatan yang baik.
Nasihat dapat diberikan orang tua pada saat anak belajar di rumah. Dengan
demikian maka orang tua dapat mengetahui kesulitan-kesulitan anaknya dalam
belajar. Karena dengan mengenai kesulitan-kesulitan tersebut dapat membantu usaha
untuk mengatasi kesulitannya dalam belajar, sehingga anak dapat meningkatkan
prestasi belajarnya.
Dalam upaya memberikan bimbingan, di samping memberikan nasihat,
kadang kala orang tua juga dapat menggunakan hukuman. Hukuman diberikan jika
anak melakukan sesuatu yang buruk, misalnya ketika anak malas belajar atau malas
masuk ke sekolah. Tujuan diberikannya hukuman ini adalah untuk menghentikan
tingkah laku yang kurang baik, dan tujuan selanjutnya adalah mendidik dan
mendorong anak untuk menghentikan sendiri tingkah laku yang tidak baik.
b. Pengawasan Belajar
Orang tua perlu mengawasi pendidikan anak-anaknya, sebab tanpa adanya
pengawasan yang kontinu dari orang tua besar kemungkinan pendidikan anak tidak
akan berjalan lancar. Pengawasan orang tua tersebut dalam arti mengontrol atau
mengawasi semua kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh anak baik secara
langsung maupun tidak langsung. Pengawasan yang diberikan orang tua dimaksudkan
sebagai penguat disiplin supaya pendidikan anak tidak terbengkelai, karena

12

terbengkelainya pendidikan seorang anak bukan saja akan merugikan dirinya sendiri,
tetapi juga lingkungan hidupnya.
Pengawasan orang tua terhadap anaknya biasanya lebih diutamakan dalam
masalah belajar. Dengan cara ini orang tua akan mengetahui kesulitan apa yang
dialami anak, kemunduran atau kemajuan belajar anak, apa saja yang dibutuhkan
anak sehubungan dengan aktifitas belajarnya, dan lain-lain. Dengan demikian orang
tua dapat membenahi segala sesuatunya hingga akhirnya anak dapat meraih hasil
belajar yang maksimal.
Pengawasan orang tua bukanlah berarti pengekangan terhadap kebebasan anak
untuk berkreasi tetapi lebih ditekankan pada pengawasan kewajiban anak yang bebas
dan bertanggung jawab. Ketika anak sudah mulai menunjukkan tanda-tanda
penyimpangan, maka orang tua yang bertindak sebagai pengawas harus segera
mengingatkan anak akan tanggung jawab yang dipikulnya terutama pada akibatakibat yang mungkin timbul sebagai efek dari kelalaiannya.
c. Pemberian Motivasi
Sebagai pendidik yang utama dan pertama bagi anak, orang tua hendaknya
mampu memberikan motivasi dan dorongan. Sebab tugas memotivasi belajar bukan
hanya tanggungjawab guru semata, tetapi orang tua juga berkewajiban memotivasi
anak untuk lebih giat belajar. Jika anak tersebut memiliki prestasi yang bagus
hendaknya orang tua menasihati kepada anaknya untuk meningkatkan aktivitas
belajarnya.

13

Untuk mendorong semangat belajar anak hendaknya orang tua mampu


memberikan semacam hadiah untuk menambah minat belajar bagi anak itu sendiri.
Namun jika prestasi belajar anak itu jelek atau kurang maka tanggung jawab orang
tua tersebut adalah memberikan motivasi atau dorongan kepada anak untuk lebih giat
dalam belajar.
Dorongan orang tua kepada anaknya yang berprestasi jelek atau kurang itu
sangat diperlukan karena dimungkinkan kurangnya dorongan dari orang tua akan
bertambah jelek pula prestasinya dan bahkan akan menimbulkan keputusasaan.
Tindakan ini perlu dilakukan oleh orang tua baik kepada anak yang berprestasi baik
ataupun kurang baik dari berbagai jenis aktivitas, seperti mengarahkan cara belajar,
mengatur waktu belajar dan sebagainya, selama pengarahan dari orang tua itu tidak
memberatkan anak.
d. Pemenuhan Kebutuhan Belajar
Kebutuhan belajar adalah segala alat dan sarana yang diperlukan untuk
menunjang kegiatan belajar anak. kebutuhan tersebut bisa berupa ruang belajar anak,
seragam sekolah, buku-buku, alat-alat belajar, dan lain-lain. Pemenuhan kebutuhan
belajar ini sangat penting bagi anak, karena akan dapat mempermudah baginya untuk
belajar dengan baik.
Tersedianya fasilitas dan kebutuhan belajar yang memadai akan berdampak
positif dalam aktivitas belajar anak. Anak-anak yang tidak terpenuhi kebutuhan
belajarnya sering kali tidak memiliki semangat belajar. Lain halnya jika segala

14

kebutuhan belajarnya tercukupi, maka anak tersebut lebih bersemangat dan


termotivasi dalam belajar.
Mengenai perhatian terhadap kebutuhan belajar, kaitannya dengan motivasi
belajar mempunyai pengaruh yang sangat kuat. Hal itu dapat diketahui bahwa dengan
dicukupinya kebutuhan belajar, berarti anak merasa diperhatikan oleh orang tuanya.
Kebutuhan belajar, seperti buku termasuk unsur yang sangat penting dalam
upaya meningkatkan prestasi belajar. Karena buku merupakan salah satu sumber
belajar, di samping sumber belajar yang lain. Dengan dicukupinya buku yang
merupakan salah satu sumber belajar, akan memperlancar proses belajar mengajar di
dalam kelas dan mempermudah dalam belajar di rumah. Dan juga akan dapat
meningkatkan semangat belajar bagi anak. Dengan demikian sudah sepatutnya bagi
para orang tua untuk memperhatikan dan berusaha memenuhi kebutuhan belajar anak.
7. Pengertian Belajar
Beberapa

pengertian

belajar

dari

para

ahli

dalam

negeri

(www.indramunawar.blogspot.html, 2009:1-2):
a. Moh. Surya (1997) : Belajar dapat diartikan sebagai suatu proses
yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan
perilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman
individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
b. Menurut Thursan Hakim, belajar adalah suatu proses perubahan di
dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan
dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku
seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan,
pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain-lain kemampuan.
c. Menurut Slameto, belajar merupakan suatu proses usaha yang
dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah

15

laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya


sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
d. M. Sobry Sutikno mengemukakan, belajar merupakan suatu proses
usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu
perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam
interaksi dengan lingkungannya.
Beberapa pengertian belajar dari para ahli luar negeri:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

g.

Witherington (1952) : Belajar merupakan perubahan dalam


kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru
berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan.
Crow & Crow dan (1958) : Belajar adalah diperolehnya kebiasaankebiasaan, pengetahuan dan sikap baru.
Hilgard (1962) : belajar adalah proses dimana suatu perilaku muncul
perilaku muncul atau berubah karena adanya respons terhadap sesuatu
situasi.
Di Vesta dan Thompson (1970) : Belajar adalah perubahan perilaku
yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman.
Gage & Berliner : Belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang
yang muncul karena pengalaman".
Menurut Skinner yang di kutip oleh Dimyati dan Mudjiono dalam
bukunya yang berjudul Belajar dan pembelajaran, bahwa belajar
merupakan hubungan antara stimulus dan respons yang tercipta melalui
proses tingkah laku.
R. Gagne seperti memberikan dua definisi belajar, yaitu:
a. Belajar ialah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam
pengetahuan,
keterampilan,
kebiasaan,
dan
tingkah
laku.
b. Belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang
diperoleh dari instruksi.
Belajar matematika pada hakekatnya adalah suatu aktivitas mental, untuk

memahami arti hubungan-hubungan atau simbol-simbol, kemudian menerapkan


konsep-konsep yang dihasilkan ke situasi nyata. Jadi belajar matematika adalah
proses yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan melalui penggunaanpenggunaan simbol-simbol dalam struktur sehingga terjadi perubahan tingkah laku
kearah berpikir matematis.

16

8. Tujuan Belajar
Tujuan adalah batas cita-cita yang diinginkan dalam suatu usaha, tujuan dapat
pula diartikan sebagai sesuatu yang ingin dicapai dalam suatu kegiatan. Dalam usaha
pencapaian tujuan belajar perlu diciptakan adanya sistem lingkungan belajar yang
kondusif melalui kegiatan pembelajaran. Dengan kata lain, untuk mencapai tujuan
belajar tertentu harus diciptakan sistem lingkungan belajar tertentu pula.
Pada dasarnya, belajar pada diri manusia, merupakan suatu kegiatan yang
dilakukan secara sadar dan mempunyai tujuan serta sasaran yaitu:
a. Tujuannya mengubah tingkah laku ke arah yang lebih berkualitas.
b. Sasarannya meliputi tingkah laku penalaran (kognitif), keterampilan
(psikomotor), dan sikap (afektif).
Menurut Sardiman (Surianti, 2008:12) mengemukakan bahwa pada dasarnya
tujuan belajar terdapat tiga jenis, yaitu:
a. Untuk mendapatkan pengetahuan, yaitu suatu cara untuk mengembangkan
kemampuan berpikir bagi anak untuk memperoleh pengetahuan dan
kemampuan berpikir.
b. Untuk penanaman konsep dan keterampilan, yaitu suatu cara belajar
menghadapi dan menangani objek-objek secara fisik dan psikhis.
c. Untuk pembentukan sikap, yaitu suatu kegiatan untuk menumbuhkan sikap
mental, perilaku dan pribadi anak.
9. Matematika
Dalam kurikulum 2004 di jelaskan bahwa matematika merupakan ilmu
universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peranan
penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan
pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh

17

perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang


dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan
diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.
Sedangkan tujuan dari mata pelajaran matematika adalah agar peserta didik
memiliki kemampuan memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar
konsep dan mengaplikasikan konsep atau alogaritma secara luwes, akurat, efesien,
dan tepat dalam pemecahan masalah; menggunakan penalaran pada pola dan sifat,
melakukan manipulasi matematilka dalam membuat generalisasi, menyusun bukti,
atau menjelaskan gagasan dan pertanyaan matematika; memecahkan masalah yang
meliputi

kemampuan

memahami

masalah,

merancang

model

matematika,

menyelesaikan model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang


diperoleh; mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media
lain untuk memperjelas keadaan atau masalah; memiliki sikap menghargai kegunaan
matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat
dalm mempelajarai matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan
masalah.
Sehingga mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik
mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir
logis, analisis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama.
Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan
memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada
keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif.
10. Hasil Belajar Matematika

18

Proses belajar mengajar merupakan suatu sistem yang terdiri dari komponen
yang saling berkaitan. Salah satu komponen tersebut adalah evaluasi. Evaluasi
didalam sistem pengajaran menduduki peranan yang sangat penting, karena dengan
evaluasi prestasi belajar yang dicapai oleh siswa akan dapat diketahui setelah
menyelesaikan program belajar dalam kurung waktu tertentu.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia (Naz Mia Fuadi, 2009: 10), hasil
diartikan sebagai sesuatu yang diadakan (dibuat, dijadikan, dan sebagainya).
Menurut Oemar Malik (2004: 45), belajar mengandung pengertian terjadinya
perubahan dari persepsi dan perilaku, termasuk juga perbaikan perilaku, misalnya
pemuasan kebutuhan masyarakat dan pribadi secara lengkap.
Sedangkan menurut Sumadi Suryabrata (2004: 231), belajar adalah perubahan
yang terjadi sebagai buah dari kegiatan belajar yang diperoleh oleh peserta didik
melalui proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas.
Proses perubahan tingkah laku tersebut ditunjukkan murid dengan menjadi
tahu, menjadi terampil, menjadi berbudi, dan menjadi manusia yang mampu
menggunakan akal pikirannya sebelum bertindak dan mengambil keputusan untuk
melakukan sesuatu.
Berdasarkan pengertian hasil dan belajar di atas, maka dapat dipahami makna
dari hasil dan belajar. Sehingga hasil belajar dapat diartikan sebagai suatu
kemampuan yang menyatakan sejauh mana tujuan pengajaran yang telah dicapai oleh
murid.
Hasil belajar adalah sesuatu yang telah dicapai oleh murid setelah melakukan
kegiatan belajar. Proses belajar yang dialami oleh murid menghasilkan perubahanperubahan di bidang pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai dan sikap.

19

Hasil belajar merupakan suatu ukuran berhasil atau tidaknya seorang murid
dalam proses pembelajaran. Hasil belajar tidak akan pernah dihasilkan selama
seorang tidak melakukan kegiatan belajar.
Menurut Abdurrahman (1996: 10), hasil belajar adalah prestasi aktual yang
ditampilkan oleh anak, hasil belajar dipengaruhi oleh besarnya usaha (perbuatan yang
terarah pada penyelesaian tugas-tugas belajar) yang dilakukan oleh anak.
Pengertian hasil belajar menurut Djamarah (Surianti, 2008: 13): Hasil belajar
adalah penilaian pendidikan tentang kemajuan siswa tentang segala yang terjadi di
sekolah yang menyangkut pengetahuan atau kecakapan/keterampilan yang dinyatakan
sesudah hasil penilaian.
Dengan berbagai defenisi yang dipaparkan di atas dapat disimpulkan bahwa
hasil belajar adalah tingkat keberhasilan dalam menguasai bahan pelajaran setelah
memperoleh pengalaman dalam kurun waktu tertentu yang akan diperlihatkan melalui
skor yang diperoleh dalam tes hasil belajar.
Dari uraian di atas, maka hasil belajar dapat diartikan sebagai hasil yang
diperoleh dan dimiliki setelah melibatkan dirinya secara aktif, baik dari segi fisik
maupun mental dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berhubungan dengan
matematika.
Maka hasil belajar matematika yang dimaksud dalam penelitian ini adalah
ukuran kemampuan murid dalam menguasai materi pelajaran matematika yang
diperoleh berdasarkan uasaha yang telah dilakuakn yang biasa diwujudkan dalam
angka setelah melalui kegiatan belajar matematika melalui pemberian bimbingan di
rumah.

20

B. Kerangka Pikir
Kerangka pikir dari penelitian ini, yakni pemberian bimbingan belajar di
rumah oleh orang tua terhadap murid, dengan harapan dapat meningkatkan hasil
belajar matematika murid, sebagai berikut:
Matematika

Bimbingan Belajar Di Rumah

Hasil Belajar
Matematika
Meningkat

Gambar 2.1 Kerangka Pikir Penelitian

C. Hipotesis Penelitian
Rumusan hipotesa pada penelitian ini yakni:
Ho = Tidak ada pengaruh yang signifikan antara pemberian bimbingan belajar
di rumah terhadap peningkatan hasil belajar matematika murid.
Ha = Ada pengaruh yang signifikan antara pemberian bimbingan belajar di
rumah terhadap peningkatan hasil belajar matematika murid.

III.

METODE PENELITIAN

21

A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif, dimana
penelitian ini dimaksudkan untuk mengangkat fakta, keadaan, dan fenomenafenomena yang terjadi sekarang dan menyajikan apa adanya (Subana dan Sudrajat,
2005: 26).
Penelitian ini menggunakan beberapa langkah antara lain:
1. Observasi
Observasi adalah pegamatan langsung, yaitu cara mengumpulkan data
berdasarkan pengamatan yang menggunakan mata atau telinga secara langsung tanpa
melalui alat bantu yang terstandar (Subana dan Sudrajat, 2005: 143). Hal ini diadakan
untuk mengetahui berapa tingkat keberhasilan siswa kelas IV B dalam menyerap
mata pelajaran matematika melalui ulangan harian terakhir.
2. Pemberian bimbingan belajar di rumah
Kelas IV B, di berikan bimbingan dengan melibatkan orang tua masingmasing siswa dalam proses pembelajaran mereka di rumah, sehingga orang tua dapat
mengontrol dan ikut serta dalam proses perkembangan pembelajaran putra dan
putrinya, dengan sistem yang sama dengan cara guru di sekolah. Banyaknya
bimbingan yang diberikan kepada murid kelas IV B berdasarkan hasil ulangan
terakhir yang diperoleh oleh murid di sekolah. Hasil bimbingan ini dilihat dari
perolehan ulangan murid setelah diadakan bimbingan belajar.
B. Subjek Penelitian

22

Subjek penelitian yang akan diambil dalam penelitian biasanya disebut


populasi. Jika jumlah populasi terlalu besar, maka peneliti dapat
mengambil sebagian dari jumlah total populasi. Sedangkan untuk jumlah
populasi kecil, sebaiknya seluruh populasi digunkan sebagai sumber
pengambilan data (Sukardi, 2003: 55).
Dalam penelitian ini, yang menjadi subjek penelitian adalah siswa dan orang
tua siswa kelas IV B SD Negeri Tidung Makassar. Dimana

siswa kelas IV B

dianggap lebih rendah hasil belajar dalam pelajaran matematika dibanding kelas IV A
sehingga dijadikan subjek penelitian. Sedangkan banyaknya bimbingan yang
diberikan kepada murid tergantung dari hasil belajar matematika yang diperoleh oleh
murid.
Daftar murid dari kelas IV B dapat dilihat pada tabel. 3.2 di bawah in
Tabel. 3.1 Daftar Nama Murid Kelas IV B SD Negeri Tidung Makassar
NO
.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.

Daftar Murid
IV B
Vincentius Mario Devico
Khalil Jaymar
Charlie Evren
Nur Ibnu Wahyu
Muh. Alfarel Fadhlu. R
Chandra Yulianto. B
Agung Khaliq Pratama
Dzahwan Dwi Sakti
Odi Smith
Awaluddin
Arya Kusumawardana
Gabriel Dundu
A. Mulikul Mulki
Azzahro Nurul Amimi
Nasyatul Aisyiah
Nurtasya
Eka Putri Nurul Azisah

23

18. A. Masitha
19. Zalzabil Zakiah
20. Nurul Pratiwi
21. Anastasya Ramadiana
22. Dea Resky Ananda
23. Nurul Hidayah
24. Audry Aulia. N.
Sumber: Data Murid Kelas IV SD Negeri Tidung tahun 2009 2010
C. Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini, variabel penelitian terdiri atas variabel bebas dengan
variabel terikat.
Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau memiliki dampak
terhadap variabel terikat yakni bimbingan belajar di rumah dan variabel terikat adalah
variabel yang dipengaruhi oleh variabel terikat yakni hasil belajar siswa.
D. Definisi Operasional
Definisi operasional adalah defenisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang
didefenisikan yang dapat diamati (diobservasi) (Sumadi Suryabrata, 2003: 29).
Untuk

lebih

memudahkan

dalam

pembahasan

dan

menghindari

kesalahpahaman dalam memahami maksud dari judul penelitian ini, maka penulis
menguraikan beberapa pengertian sesuai dengan variabel dan judul proposal ini
sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran dalam pembahasan selanjutnya.
Bimbingan belajar di rumah adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh orang
tua di rumah guna membantu murid dalam memahami suatu masalah, sehingga murid
dapat

menemukan

pengetahuan

baru

menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

dan

dapat

menggunakannya

dalam

24

Bimbingan belajar matematika adalah kegiatan bimbingan atau bantuan yang


diberikan kepada seseorang yang mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran
matematika yang diberikan kepadanya.
Hasil belajar adalah segala hasil yang diperoleh oleh seorang siswa dalam
proses pendidikan, berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dapat di ketahui
dengan memberikan evaluasi.
Maka hasil belajar matematika adalah hasil belajar murid yang diperoleh
dalam pelajaran matematika setelah diadakan evaluasi.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah:
1. Angket
Angket adalah seperangkat pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab
atau dilengkapi oleh responden (Subana dan Sudrajat, 2005: 135).
Angket digunakan untuk mendapatkan data mengenai keikut sertaan orang tua
dalam proses pembelajaran siswa di rumah. Hal ini dilakukan baik untuk orang tua
kelas IV A maupun IV B.
2. Dokumentasi
Dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data berupa hasil belajar siswa
dalam bentuk nilai pada ujian terakhir yang diadakan oleh sekolah serta foto- foto
dari kegiatan bimbingan yang dilakukan.
F. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data pada penelitian ini, menggunakan teknik statistik
deskriptif dan teknik analisis inferensial.
1. Pengujian hipotesis

25

Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji satu pihak. Dengan hipotesis


statistiknya:
Ho

1 = 0

Ha

1 0

Dengan kriteria pengujian:


Jika t hitung +t tabel, maka Ho diterima. Dimana untuk mencari t
dengan rumus:
x o
s
n

t hitung =

x = rata-rata data yang ada

dimana:

o = rata-rata sekarang
s

= simpangan baku

n = jumlah data

z hitung =

x o

dimana: o = rata-rata sekarang

hitung

dan z hitung

26

= simpang baku
n = jumlah data sampel
2. Uji PPM
Uji PPM ( Pearson Product Moment) adalah uji untuk mencari satu hubungan
antara satu variabel dengan variabel lainnya. Korelasi yang sering digunakan oleh
peneliti terutama peneliti yang mempunyai data-data interval adalah korelasi product
moment correlation.
Adapun uji PPM ( Pearson Product Moment) dengan rumus:
X
X

Y
Y

r =
2

{( X X ) ( Y Y ) }

Dengan taraf signifikasi yang digunakan adalah 0,05 atau 5 % .


DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman. 1996. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta:


Depdikbud.

27

Eko. 2010. Pengertian bimbingan. (Online), (http://www.eko13.wordpress.com). (26


Maret 2010).
Faudi, Naz Mia. 2009. Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Perencanaan
Pembelajaran Model DAVIS Pada Siswa Kelas IX IPA MA Madani Alauddin
Paopao Kabupaten Gowa. Makassar: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN
Alauddin Makassar.
Geogle.
2010.
Bentuk-bentuk
Bimbingan
Orang
(http://www.pangandaraninfo.com). (26 Maret 2010).
Gyzcha.
2010.
Manfaat
Bimbingan
(http://www.gyzcha.blogspot.com). (26 Maret 2010).

Tua.

Belajar.

(Online).
(Online).

Haling, Abd., Parumbuan, MT., Pattaufi, Arsal, H, Nurhikmah, Arnidah dan Pebrianti,
Faridah, 2006. Belajar dan Pembelajaran. Makassar: Badan Penerbit UNM.
Irianto Agus. 2004. Statistik Konsep Dasar & Aplikasinya. Jakarta: Kencana Prenada
Media.
Makalah dan Skripsi. 2010. Konsep Dasar Bimbingan Belajar. (Online).
(http://www.makalahdanskripsi.blogspot.com/2008/07/konsep-dasarbimbingan-belajar.html). (26 Maret 2010).
Malik Oemar. 2004. Psikologi Belajar dan Mengajar. Jakarta: PT. Algesindo.
Priyanto dan Anti,Erman. 1994. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta:
Direktorat Jendral Pendidikan.
Subana, Sudrajat. 2005. Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: PT. Bumi Aksara.
Surianti. 2008. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think
Pair Share Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIIC SMPN 3
Lembang Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang. Makassar: Fakultas
Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Suryabrata Sumadi. 2003. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.
. 2004. Psikologi pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

28

Usman, Husain, dan Akbar, Setiady, Purnomo, R. 2006. Pengantar Statistik.


Yogyakarta: PT. Bumi Aksara.
2004. Kurikulum Standar Kompetensi SD dan Madrasah Ibtidayah Pedoman
Khusus Mata Pelajaran. Jakarta: Penerbit Dharma Bakti