Anda di halaman 1dari 20

DAFTARISI

Halaman
1. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pendahuluan................................................. 1
2. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Galian..............................................................1
3. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Urugan TanahKembali.................................1
4. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Penyiapan dan Pemadatan Badan Jalan. 1
5. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Paving Blok................................................... 1
6. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pemadatan dan Pemerataan Paving Blok
.....................................................................................................................................1
7. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Kansteen........................................................1
8. Spesifikasi Teknis Pekerjaan ParitPracetak.................................................1
9. Spesifikasi Teknis Pekerjaan BatuMiring..................................................... 1
10. Spesifikasi Teknis Pekerjaan PembongkaranBeton...................................1
11. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Biaya Penimbunan Tanah...........................1
12. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Beton K225.................................................... 1
13. Spesifikasi Teknis Pekerjaan UruganPasir.................................................. 1
14. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembersihan Akhir...................................... 1
1. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pendahuluan

A. PEMBERSIHAN LOKASI
1. Lokasi pekerjaan terlebih dahulu harus dibersihkan dari segala
kotoran, rumput, semak, akar-akar pohon dan dan material
lainnya.
2. Sebelum pekerjaan lain dimulai, lokasi pekerjaan harus selalu
dijaga, tetap bersih dan rata.
B. PENGUKURAN
1.

Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali lokasi


pembangunan dengan dilengkapi keterangan-keterangan mengenai peil ketinggian
tanah, letak pohon, letak batas-batas tanah dengan alat-alat yang sudah ditera
kebenarannya.

2. Ketidakcocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan


lapangan yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada
direksi pekerjaan/konsultan pengawas dan untuk dimintakan
keputusannya.
3. Segala pekerjaan pengukuran persiapan termasuk tanggungan
kontraktor.
C. PAPAN NAMA PROYEK

1. Kontraktor harus menyediakan papan nama proyek yang mencantumkan nama


pemberi tugas, nama program/kegiatan/pekerjaan, nilai kontrak, waktu
pelaksanaan, konsultan pengawas, kontraktor pelaksana, dan informasi lainnya
yang dianggap perlu.

2. Ukuran layout dan peletakan papan nama harus dipasang sesuai


dengan pengarahan direksi pekerjaan/konsultan pengawas..
3. Segala biaya dalam rangka penyediaan papan nama proyek
termasuk tanggungan Kontraktor.
D. KESELAMATAN KERJA (K3)
1. Kontraktor wajib untuk melindungi tenaga kerjanya dalam program
BPJS Ketenagakerjaan sektor jasa Konstruksi.
2. Kontraktor harus menjamin bahwa semua pekerjaan dan perlengkapan
konstruksi yang dipakai sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan
sehingga dapat menjamin keselamatan yang ditentukan oleh direksi
pekerjaan.

3. Tenaga kerja yang bekerja di lapangan harus mengikuti peraturan


keselamatan kerja dan pelaksanaan pekerjaan dan jam kerja.
4. Kontraktor dengan persetujuan direksi pekerjaan, harus menciptakan
system pengamanan terhadap peralatan-peralatan yang digunakan pada
lokasi pelaksanaan pekerjaan sedangkan biaya atas keperluan tersebut
ditanggung oleh kontraktor.

a. Kontraktor wajib menyediakan perlengkapan dan peralatan K3


antara lain alat-alat pelindung anggota badan, terdiri dari :
- Pelindung tangan
- Pelindung kaki
- Pelindung kepala
1. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pendahuluan

E. PENGENDALIAN KEMAJUAN PELAKSANAAN PEKERJAAN


1. Kontraktor wajib menyediakan 5 (lima) foto copy laporan kemajuan
pekerjaan terdiri dari laporan harian, mingguan, bulanan, back up data, Shop
drawing/asbuilt drawing, dan dokumentasi pelaksanan pekerjaan kepada
direksi pekerjaan yang merupakan ringkasan dari jadwal pekerjaan,
kemajuan yang dicapai, rencana kegiatan yang akan datang dan semua
permasalahan dan tindakan perbaikan.

Setiap laporan kemajuan pekerjaan minimal meliputi :


a. Laporan status pekerjaan
b. Perbandingan status pekerjaan terhadap jadwal pelaksanaan
pekerjaan.
c.

Garis besar permasalahan yang mempengaruhi waktu pemenuhan target


pekerjaan.

d. Kurva S terbaru/actual dan jadwal terinci.


e. Semua informasi yang diminta direksi pekerjaan.
2. Segala biaya dalam rangka penyiapan pelaporan kemajuan
pekerjaan termasuk tanggungan Kontraktor.
3. Pertemuan/rapat teknis dan evaluasi pekerjaan dilaksanakan
dengan interval yang teratur dan tempat pertemuan harus disetujui
oleh peserta rapat koordinasi. Pertemuan yang dilaksanakan harus
dihadiri wakil dari kontraktor, direksi pekerjaan dan konsultan
pengawas.
F. PEKERJAAN LAIN-LAIN
Kontraktor wajib memperbaiki segala kerusakan yang timbul akibat
kesalahan kontraktor, antara lain :
a. Kerusakan jalan akibat kendaraan pengangkut bahan-bahan yang
tidak sesuai dengan kelas jalan yang dilewati.
b. Kerusakan turap-turap jalan / saluran serta jalan karena kendaraan
pengangkut bahan-bahan yang pergi pulang ke lokasi proyek.
c. Lain-lain kerusakan akibat kelalaian kontraktor dalam pelaksanaan
pekerjaan.
2. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Galian

A. U M U M
1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat-alat
dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua
pekerjaan galian tanah seperti tertera pada gambar rencana.
B. PELAKSANAAN
a. Semua galian harus dilaksanakan sesuai dengan
gambar rencana dan syarat-syarat yang ditentukan
menurut keperluan.
b. Dasar dari semua galian harus rata, apabila pada dasar setiap
galian masih terdapat akar-akar tanaman atau bagian-bagian
gembur, maka harus dibuang keluar.
c.

Terhadap kemungkinan adanya air didasar galian, baik pada


waktu penggalian maupun pada waktu pelaksananpekerjaan
harus disediakan pompa air, jika diperlukan dapat bekerja terus
menerus, untuk menghindari tergenangnya air pada dasar galian.

d. Kontraktor harus memperhatikan pengamanan terhadap dinding

tepi galian agar tidak longsor dengan memberikan suatu dinding


penahan atau penunjang sementara.

e. Kontraktor
diwajibkan
mengambil
langkah-langkah
pengamanan terhadap bangunan lain yang berada dekat
sekali dengan daerah galian yaitu dengan memberikan
pengaman sementara pada bangunan tersebut sehingga
dapat dijamin bangunan tersebut tidak akan mengalami
kerusakan.

f. Sisa galian tanah yang berasal dari pekerjaan galian,


setelah mencapai jumlah tertentu dan tidak diperlukan
harus segera disingkirkan dari lokasi pekerjaan pada
setiap saat yang dianggap perlu dan atas petunjuk
direksi pekerjaan/konsultan pengawas.
g. Jika tidak ditentukan lain, maka pemanfaatan hasil
galian tanah untuk menimbun badan jalan di sekitar
lokasi penggalian dan/atau sesuai petunjuk direksi
pekerjaan/konsultan pengawas.
3. Spesifikasi Teknis Pekerjaan UruganTanahKembali

A. U M U M
1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja dan alat-alat yang dibutuhkan
untuk menyelesaikan semua pekerjaan urugan tanah kembali dari pekerjaan
galian saluran, galian kansteen, dan pekerjaan galian lainnya seperti tertera
pada gambar rencana.

B. PELAKSANAAN
a. Pekerjaan urugan tanah kembali dilakukan dengan
mengurug/menimbun kembali sisa galian/celah-celah
lubang yang berada di sisi-sisi parit parcetak, kansteen
dan celah dari pekerjaan galian lainnya.
b. Celah-celah lubang yang sudah ditimbun dengan tanah
bekas galian harus dipadatkan, agar tidak terjadi
penurunan permukaan tanah nantinya.

c. Pemakaian tanah bekas galian untuk penimbunan


kembali harus mendapatkan persetujuan dari direksi
pekerjaan/konsultan pengawas.
d. Bagian-bagian yang akan diurug kembali harus
diurug dengan tanah dan memenuhi syarat-syarat
sebagai tanah urug
4. Spesifikasi Teknis PekerjaanPenyiapan danPemadatan BadanJalan

A. U M U M
1. Lingkup Pekerjaan
a. Penyediaan tenaga kerja, bahan, alat-alat dan
pengangkutan
yang
dibutuhkan
untuk
menyelesaikan semua pekerjaan penyiapan dan
pemadatan badan jalan seperti tertera pada
gambar rencana/BQ.
b. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pembentukan
tanah dasar dan pemadatan seluruh badan jalan
agar
elevasinya
sesuai
dengan
yang
ditunjukkan gambar rencana atau sesuai
dengan petunjuk direksi pekerjaan, dan
termasuk pekerjaan pemadatan tanah dasar
B. BAHAN/ALAT
a. Pekerjaan ini menggunakan alat berupa baby
roller/stemper dan peralatan lainnya yang dibutuhkan
dalam pelaksanaan pekerjaan.
C. PELAKSANAAN
1. Pekerjaan penyiapan dan pemadatan badan jalan dilaksanakan
sebelum pemasangan paving blok.
2. Tahapan pekerjaan penyiapan dan pemadatan badan jalan yaitu :
a. Pekerjaan galian yang diperlukan baik dengan menggunakan alat
maupun dengan cara manual untuk membentuk tanah dasar sesuai
gambar atau sesuai dengan petunjuk direksi pekerjaan/konsultan
pengawas

b. Pemadatan tanah dasar dilakukan dengan menggunakan alat


baby roller/stemper pada daerah badan jalan.
c.

Badan jalan yang sudah dibentuk sesuai ukuran yang tercantum dalam
gambar rencana harus dipadatkan hingga badan jalan tersebut benarbenar padat.

3. Sebelum pemadatan dilakukan, badan jalan yang memerlukan


penimbunan baik dengan tanah hasil galian secara manual maupun
timbunan tanah yang didatangkan, harus dilakukan penimbunan terlebih
dahulu, baru setelah itu timbunan tanah yang sudah diratakan tersebut
dipadatkan dengan alat.

4.

Seluruh pekerjaanpenyiapan dan pemadatan badan jalan ini harus mendapat


persetujuan dari direksi pekerjaan/konsultan pengawas .
5. Spesifikasi Teknis Pekerjaan PavingBlok

A. U M U M
1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahanbahan, peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan
dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk mendapatkan
hasil yang baik.
b.

Pekerjaan ini meliputi pekerjaan perkerasan jalan berupa pemasangan


paving

blok sesuai detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar


rencana.

2. Standard.
-

Semen Portland harus memenuhi NI-8.


Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14 ayat 2.
Air harus memenuhi PVBI-1982 Pasal 9.
Kerikil/split harus memenuhi PBBI 82 pasal 12

B. BAHAN/PRODUK
1. Paving Blok.
a. Kuat tekan yang harus dicapai adalah 200
kg/cm2, dengan toleransi yang diperkenankan 5
kg/cm2.
b. Menggunakan type/model Hexagon (polos)
tebal 8 cm dengan toleransi ketebalan yang
diperkenankan adalah 2 mm
2. Pasir Pasang.
C. PELAKSANAAN
a. Sebelum pemasangan paving blok dimulai, kontraktor harus
memperlihatkan dahulu jenis paving blok yang akan digunakan,
dan paving blok yang diajukan tersebut harus dilakukan
pengujian/test kuat tekan beton di laboratorium yang disetujui
oleh direksi pekerjaan/konsultan pengawas untuk mendapatkan
mutu rata-rata.

b. Pengujian mutu paving blok selama pelaksanaan


pekerjaan akan dilakukan sesuai kebutuhan dan
penentuan jumlah paving blok yang akan di uji akan
tentukan oleh direksi pekerjaan/konsultan pengawas.
c. Seluruh biaya yang berhubungan dengan pengujian
bahan tersebut di atas, menjadi tanggung jawab
Kontraktor.
d. Dalam hal diperlukan guna pemeriksaan hasil
pekerjaan di laboratorium, maka kontraktor wajib

melaksanakan pengujian tersebut dengan


menambah beban biaya bagi pemberi tugas.

tidak

e. Bahan-bahan lain yang akan dipergunakan dalam pekerjaan ini


harus diperlihatkan dahulu kepada direksi pekerjaan/konsultan
pengawas untuk mendapatkan persetujuannya. Jika contoh
bahan tersebut telah disetujui oleh direksi pekerjaan/konsultan
pengawas, barulah kontraktor melanjutkan pekerjaan.

f.

Paving block yang dikirim ke lapangan harus diterima dalam


keadaan utuh tanpa adanya cacat yang akan
mempengaruhi hasil akhir pemasangan.

g. Sebelum
melaksanakan
pekerjaan
kontraktor
harus
mengadakan pemeriksaan/ pengukuran guna menentukan
dengan pasti kondisi lapangan, serta keadaan lapangan yang
nanti mungkin akan mempengaruhi jalannya pekerjaan.
2
5. Spesifikasi Teknis Pekerjaan PavingBlok

h. Penyusunan paving block dilakukan serapat mungkin dengan arah


melebar dan sejajar serta rata, sesuai dengan as jalan.
i.

Paving block dipasang/disusun setelah permukaan badan jalan diberi urugan pasir
pasang tebal 5 cm (sesuai gambar rencana) yang telah diratakan/padatkan.

j.

Pemotongan paving blok harus dilakukan dengan menggunakan alat


khusus pemotong paving blok (Cutter), dan tidak dibenarkan
menggunakan
alat
lain
kecuali
atas
persetujuan
direksi
pekerjaan/konsultan pengawas.
6. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pemadatandanpemerataan PavingBlok

A. U M U M
1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja,
bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu
yang dibutuhkan dalam terlaksananya pekerjaan
ini untuk mendapatkan hasil yang baik.
b. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan antara lain
pemadatan dan pemerataan paving blok dengan
stamper, serta penaburan pasir di atas permukaan
pasangan paving blok sesuai yang ditunjukkan
dalam gambar rencana.

B. BAHAN/ALAT
1. Plate Compactor (Stamper Kodok)

2. Pasir Pasang.
C. PELAKSANAAN
a. Pemadatan dan pemerataan paving blok dilakukan setelah
pasangan paving blok selesai dikerjakan, pemadatan dan
pemerataan dengan stamper ini dilakukan di atas
permukaan paving blok dengan disertai penaburan pasir di
atas permukaan paving blok secara merata, hal ini untuk
mengisi celah pada spesi paving blok agar paving blok
tersebut rapat dan kuat.

b. Hasil pekerjaan pemadatan dan pemerataan paving


blok ini adalah terbentuknya pasangan paving blok
yang rapi, rata, tidak terdapat gelombang dan atau
cekungan yang dapat mempengaruhi estetika.
c. Seluruh pekerjaan pemadatan dan pemerataan paving blok
harus mendapat persetujuan dari direksi pekerjaan/konsultan
pengawas.
7. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Kansteen

A. U M U M
1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja,
bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu
yang dibutuhkan dalam terlaksananya pekerjaan
ini untuk mendapatkan hasil yang baik.
b. Meliputi
pekerjaan
pemasangan
kansteen
sepanjang jalan paving blok sesuai detail yang
disebutkan/ditunjukkan dalam gambar rencana.

2. Standard.
- Semen Portland harus memenuhi NI-8.
- Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal
14 ayat 2. - Air harus memenuhi
PVBI-1982 Pasal 9.

- Kerikil/split harus memenuhi PBBI 82 pasal 12


B. BAHAN/PRODUK
a. Kansteen yang digunakan adalah yang berkualitas baik (cetak
pabrik).
b. Ukuran Kansteen yaitu panjang 50 cm, lebar atas 9 cm dan
bawah 13 cm, serta tinggi 20 cm.
C. PELAKSANAAN
a. Bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam pekerjaan ini

harus diperlihatkan dahulu kepada direksi pekerjaan


/konsultan pengawas untuk mendapatkan persetujuannya.
Jika contoh bahan tersebut telah disetujui oleh direksi
pekerjaan/konsultan
pengawas,
barulah
kontraktor
melanjutkan pekerjaan.
b. Sebelum melaksanakan pekerjaan kontraktor harus
mengadakan pemeriksaan/ pengukuran guna menentukan
dengan pasti kondisi lapangan, serta keadaan lapangan
yang nanti mungkin akan mempengaruhi jalannya
pekerjaan.
c. Sebelum memulai pekerjaan galian tanah, lokasi pekerjaan
sudah siap dibersihkan terlebih dahulu dan kotoran/sampah
dibuang ketempat yang ditentukan.
d. Galian tanah kansteen dilaksanakan sesuai gambar rencana,
dibuat sedemikan rupa agar pengerjaan pemasangan
kansteen cetak dapat dilakukan dengan mudah.

e. Penumpukan tanah galian jangan sampai merusak halaman dan


jalan.
f. Kansteen yang rusak/patah tidak diperkenankan untuk di pasang.
g. Pemasangan kansteen harus rapi, rata, dan lurus sesuai kondisi
lapangan.
h. Sambungan antara kansteen menggunakan spesi, tebal
minimal 2 cm dengan campuran 1 Pc : 4 Psr, sedangkan
dibawah kansteen (alas kansteen) harus diberi beton
dengan campuran 1 pc : 4 ps (sesuai gambar rencana).

i.

Setelah pemasangan selesai, sisa galian/celah-celah


lubang yang berada di sisi-sisi kansteen harus
ditutup/ditimbun kembali dan dipadatkan.
8. Spesifikasi Teknis Pekerjaan ParitPracetak

A. U M U M
1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahanbahan, peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan
dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk mendapatkan
hasil yang baik.
b. Pekerjaan ini meliputi pemasangan saluran parit pra
cetak dan seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan
dalam gambar rencana.
2. Standard.
- Semen Portland harus memenuhi NI-8.
- Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal
14 ayat 2. - Air harus memenuhi

PVBI-1982 Pasal 9.

- Kerikil/split harus memenuhi PBBI 82 pasal 12


B. BAHAN/PRODUK
a. Parit cetak yang digunakan adalah yang berkualitas baik,
produksi dalam negeri (cetak pabrik)
b. Saluran Pracetak menggunakan type V Ukuran 30 x 38 x 60 cm dan 38 x 47 x
60 Cm

C. PELAKSANAAN
a. Bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam pekerjaan ini
harus diperlihatkan dahulu kepada direksi pekerjaan
/konsultan pengawas untuk mendapatkan persetujuannya.
Jika contoh bahan tersebut telah disetujui oleh direksi
pekerjaan/konsultan
pengawas,
barulah
kontraktor
melanjutkan pekerjaan.
b. Sebelum
melaksanakan
pekerjaan
kontraktor
harus
mengadakan pemeriksaan/pengukuran guna menentukan
dengan pasti kondisi lapangan, serta keadaan lapangan yang
nanti mungkin akan mempengaruhi jalannya pekerjaan.
c. Sebelum memulai pekerjaan galian tanah, lokasi pekerjaan
sudah siap dibersihkan terlebih dahulu dan kotoran/sampah
dibuang ketempat yang ditentukan.

d. Sebelum pemasangan parit pracetak, di atas tanah harus


diberi lapisan urugan pasir pasang sebagai dudukan parit
pracetak, dan harus diperhatikan elevasi kemiringan saluran
agar air dapat mengalir sempurna tanpa ada genangan.
e. Sambungan antara parit cetak menggunakan spesi dengan tebal
minimal 2 cm.
f.

Setelah pemasangan selesai, sisa galian/celah-celah


lobang yang berada di sisi-sisi parit parcetak harus
ditutup/ditimbun kembali dan dipadatkan, agar tidak terjadi
penurunan permukaan tanah nantinya (Pek. Urugan tanah
kembali)
9. Spesifikasi Teknis Pekerjaan PasanganBatuMiring

A. U M U M
1. Lingkup Pekerjaan
a. Lingkup pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga
kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu yang
diperlukan dalam terlaksananya pekerjaan ini sehingga
dapat diperoleh hasil pekerjaan yang baik.
b. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pasangan batu belah
(batu
miring),
dan
seluruh
detail
yang

disebutkan/ditunjukkan dalam gambar rencana.

2. Standard
a.
b.
c.
d.

NI-3, Standard untuk pasir.


NI-8, Standard untuk PC.
PUBI-9 Standard untuk air agregate.
ASTM : C144, Agregate for masonry mortar.
C150, Portland cement
C270, Mortar for unit masonry

B. B A H A N
1. Batu belah yang digunakan adalah batu belah jenis granit dia. 9 dengan
kualitas baik.

2. Semen yang memenuhi persyaratan ASTM C-150.


3. Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak
mengandung minyak, asam, alkali dan bahan-bahan
organis/bahan lain yang dapat merusak beton dan harus
memenuhi NI-3 pasal 10.
4. Pasir harus memenuhi NI-3 pasal 14 dan PUBI 1982.
C. PELAKSANAAN
1. Semua bahan sebelum digunakan harus ditunjukkan kepada
direksi

pekerjaan/konsultan

pengawas

untuk

mendapatkan

persetujuan. Material yang tidak disetujui harus diganti dengan


material lain yang mutunya sesuai dengan persayaratan biaya
tambahan.

2. Sebelum memulai pekerjaan, kontraktor diharuskan


memeriksa site yang telah disiapkan apakah sudah
memenuhi persyaratan untuk dimulai pekerjaan.

3. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar,


spesifikasi dan lainnya, Kontraktor harus segera
melaporkan kepada direksi pekerjaan/konsultan
pengawas. Kontraktor tidak diperkenankan melakukan
pekerjaan ditempat tersebut sebelum kelainan /
perbedaan diselesaikan.
4. Pekerjaan pasangan batu miring ini merupakan
susunan dari batu belah yang dibuat sedemikian rupa
sehingga membentuk dimensi yang telah ditentukan,
diantara susunan batu belah tersebut diberikan
adukan antara semen dan pasir pasang dengan
komposisi adukan 1 pc : 4 psr.
5. Pemasangan batu miring di pasang setelah permukaan tanah
dasar rata dan tanahnya sudah stabil.
6. Setelah pemasangan, sisi bagian dalam pasangan batu miring harus ditimbun

dengan tanah dan dipadatkan, penimbunan harus disetuju oleh direksi


pekerjaan/konsultan pengawas.

10. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembongkaranbeton

A. U M U M
1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat-alat
dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua
pekerjaan pembongkaran beton seperti tertera pada gambar
rencana/BQ.
B. BAHAN/ALAT
a. Pekerjaan ini menggunakan alat berupa pahat
beton, palu, dan jika diperlukan dapat
menggunakan alat pemecah beton, serta alat
lainnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan
pekerjaan.
C. PELAKSANAAN
1. Pekerjaan pembongkaran beton existing yang akan dilaksanakan
yaitu :
a. Pembongkaran plat beton jalan existing , plat beton dwiker, pasangan batu
miring
existing, dan beton existing lainnya yang dalam pelaksanaannya harus
dibongkar, sehingga memungkinkan pembangunan atau perluasan atau
perbaikan struktur yang mempunyai fungsi yang sama seperti struktur
yang lama.

b. Pengangkutan/pembuangan hasil pembongkaran beton ke


tempat lain yang ditunjuk oleh direksi pekerjaan/konsultan
pengawas.
2. Pelaksanaan seluruh pekerjaan tersebut harus memperhatikan faktor
kebersihan dan keamanan area sekitarnya agar tidak terjadi kerusakankerusakan yang menimbulkan kerugian akibat kesalahan dalam proses
pengerjaan.

3. Apabila terjadi kerusakan sebagai akibat dari kesalahan dalam


pengerjaan menjadi tanggung jawab kontraktor.
4. Kontraktor harus melakukan seluruh pengaturan pekerjaan yang
diperlukan dengan pemilik tanah dan menanggung semua biaya,
untuk pembuangan akhir sisa pembongkaran.
5. Seluruh pekerjaan pembongkaran beton harus
persetujuan dari direksi pekerjaan/konsultan pengawas .

mendapat

6. Pekerjaan-pekerjaan lainnya yang belum tertuang spesifikasi teknis


ini akan di tentukan kemudian pada saat pelaksanaan.

11. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Biaya PenimbunanTanah

A. U M U M
1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, alat-alat, dan
pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua
pekerjaan biaya penimbunan tanah seperti tertera pada gambar
rencana.
B. PELAKSANAAN
a.

Pekerjaan ini berupa pemanfaatan tanah dari hasil pekerjaan galian


tanah dengan memindahkan tanah hasil galian saluran/pekerjaan
galian lainnya ke lokasi pekerjaan lain yang memerlukan timbunan
tanah seperti yang tertera pada detail gambar rencana.

b. Pelaksanaan
pekerjaan
timbunan
tanah
dengan
memanfaatkan sisa hasil galian (Biaya Penimbunan tanah)
sesuai petunjuk direksi pekerjaan/konsultan pengawas.
12. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Beton K225

A. U M U M
1. Lingkup Pekerjaan
a. Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan
dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan
pekerjaan seperti dinyatakan dalam gambar, dengan
hasil yang baik dan sempurna.
b. Pekerjaan ini termasuk pekerjaan beton, pembesian
dan bekisting sesuai yang ditunjukkan dalam detail
gambar.
2. Standard.
Pengendalian pekerjaan ini harus sesuai dengan :
a. Peraturan-peraturan/standar setempat yang biasa dipakai.
b. Peraturan-peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971, NI 2.
c. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961, NI - 5.
d. Peraturan Semen Portland Indonesia 1972, NI - 8.
e. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat.
f.

Ketentuan-ketentuan Umum untuk pelaksanaan Pemborong


Pekerjaan Umum (AV) No. 9 tanggal 28 Mei 1941 dan

Tambahan Lembaran Negara No. 1457.

g. Petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan


lisan
maupun
tertulis yang
diberikan
Perencana/Konsultan Pengawas.
h. Standar Normalisasi Jerman (DIN).
i. American Society for Testing and Material (ASTM).
j. American Concrete Institute (ACI).
B. BAHAN / PRODUKSI
1. Persyaratan Bahan
a. Semen Portland :
Yang digunakan harus dari mutu yang terbaik, terdiri dari satu jenis
merk dan atas persetujuan Direksi Pekerjaan/Konsultan Pengawas
dan harus memenuhi NI-8. Semen yang telah mengeras
sebagian/seluruhnya
tidak
dibenarkan
untuk
digunakan.
Penyimpanan Semen Portland harus diusahakan sedemikian rupa
sehingga bebas dari kelembaban, bebas dari air dengan lantai
terangkat dari tanah dan ditumpuk sesuai dengan syarat
penumpukan semen.

b. Pasir Beton :
Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas
dari bahan-bahan organis, lumpur dan sebagainya dan
harus memenuhi komposisi butir serta kekerasan yang
dicantumkan dalam PBI 1971.
c. Koral Beton/Split :
Digunakan koral yang bersih, bermutu baik tidak berpori
serta mempunyai gradasi kekerasan sesuai dengan syaratsyarat PBI 1971.
Penyimpanan/Penimbunan pasir koral beton harus dipisahkan
satu dengan yang lain, hingga dapat dijamin kedua bahan
tersebut tidak tercampur untuk mendapatkan perbandingan
adukan beton yang tepat.
12. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Beton K225

d. Air :
Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak
mengandung minyak, asam, alkali dan bahan-bahan organis/bahan
lain yang dapat merusak beton dan harus memenuhi NI-3 pasal 10.
Apabila dipandang perlu Direksi Pekerjaan/Konsultan Pengawas
dapat minta kepada Kontraktor supaya air yang dipakai diperiksa di
laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya
Kontraktor.
e. Besi Beton :

Besi tulangan menggunakan besi Ulir Dia. 10 dan 12 mm (sesuai detail


gambar rencana), besi harus bersih dari lapisan minyak/lemak dan bebas
dari cacat seperti serpih-serpih. Penampang besi bulat serta memenuhi
persyaratan NI-2 (PBI 1971). Bila dipandang perlu Kontraktor diwajibkan
untuk memeriksa mutu besi beton ke laboratorium pemeriksaan bahan yang
resmi dan sah atas biaya Kontraktor.

f. Kawat Ikat :
Standar material : SII O162-81: ekuivalen dengan JIS 63532
Diameter
: 0.91 mm atau lebih
Tegangan Tarik : 60 75 Kg/mm2
g. Begesting :
Bahan : Plywood, tebal 9 mm dan Balok Kayu Kelas III, Dolken Kayu, Paku,
Minyak Begesting (tidak berwarna, yang tidak menimbulkan karat pada
permukaan beton dan tidak mempengaruhi rekatan maupun warna bahan
finishing permukaan beton)

Begesting dibentuk menurut rencana beton sesuai yang


ditunjukan dalam detail gambar.
2. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, kontraktor harus memberikan
contoh-contoh material misalnya : besi, koral, pasir, PC, dan
material begesting untuk mendapatkan persetujuan dari direksi
pekerjaan/konsultan pengawas.
3. Contoh-contoh
yang
telah
disetujui
oleh
direksi
pekerjaan/konsultan
pengawas,
akan
dipakai
sebagai
standard/pedoman untuk memeriksa/menerima material yang
dikirim oleh kontraktor ke lokasi pekerjaan.

4. Syarat-syarat Pengiriman dan Penyimpanan Bahan


a. Bahan harus didatangkan ketempat pekerjaan dalam keadaan
utuh dan tidak bercacat. Beberapa bahan tertentu harus
masih di dalam kotak/kemasan aslinya

yang masih tersegel dan berlabel pabriknya.


b. Bahan harus disimpan ditempat yang terlindung dan tertutup, kering, tidak
lembab dan bersih sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan
pabrik.

c. Tempat penyimpanan harus cukup, bahan ditempatkan dan


dilindungi sesuai dengan jenisnya.
d. Kontraktor bertanggung jawab terhadap kerusakan selama
pengiriman dan penyimpanan.
Bila ada kerusakan, Kontraktor wajib mengganti atas beban
Kontraktor.
12. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Beton K225

C. PELAKSANAAN
1. Pekerjaan beton K225 meliputi pekerjaan beton
pengunci paving, plat beton penutup parit, plat beton
pada dwiker dan beton bak kontrol dengan bentuk dan
ukuran sesuai gambar rencana.
2. Pembesian :
a. Pembuatan tulangan-tulangan untuk batang
lurus atau yang dibengkokkan, sambungan
kait-kait, persyaratannya harus sesuai
SK.SNII-1991.

b. Pemasangan dan penggunaan tulangan


beton, harus disesuaikan dengan
gambar rencana.
c. Tulangan beton harus diikat dengan kuat untuk
menjamin besi tersebut tidak berubah tempat selama
pengecoran dan harus bebas dari papan acuan atau
lantai kerja dengan memasang selimut beton sesuai
dengan ketentuan dalam SK.SNI-1991.

d. Besi beton yang tidak memenuhi syarat harus


segera dikeluarkan dari lapangan kerja dalam
waktu 24 jam setelah ada perintah tertulis dari
direksi pekerjaan/konsultan pengawas.
3. Cara Pengadukan :
a. Cara pengadukan sebaiknya menggunakan
concrete mixer/molen untuk volume adukan di atas
1 m3 di satu tempat pekerjaan, sedangkan untuk
adukan dengan volume kecil (dibawah 1m3) di satu
tempat pekerjaan dapat dikerjakan secara manual
sesuai
petunjuk
dan
persetujuan
direksi
pekerjaan/konsultan pengawas.

b. Takaran untuk Semen Portland, pasir dan koral


harus disetujui terlebih dahulu oleh Direksi
Pekerjaan/Konsultan Pengawas.
c.

Selama pengadukan kekentalan adukan beton


harus
diawasi
dengan
jalan

memeriksa slump pada setiap campuran baru. Pengujian slump


(12 2) cm.

4. Pengecoran Beton :
a. Kontraktor diwajibkan melaksanakan pekerjaan persiapan dengan
membersihkan dan menyiram cetakan-cetakan sampai jenuh,
pemeriksaan ukuran-ukuran dan ketinggian, pemeriksaan penulangan
dan penempatan penahan jarak.

b. Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan


persetujuan Direksi Pekerjaan/ Konsultan Pengawas.

atas

c. Pengecoran harus dilakukan dengan sebaik mungkin untuk


menjamin beton cukup padat dan harus dihindarkan terjadinya
cacat pada beton seperti keropos dan sarang-sarang koral/split
yang dapat memperlemah konstruksi.
d.

Apabila pengecoran beton akan dihentikan dan diteruskan


berikutnya maka

pada hari

tempat perhentian tersebut harus disetujui oleh direksi


pekerjaan/konsultan pengawas.

5. Pekerjaan Bekisting :
a. Begesting harus dipasang sesuai dengan bentuk dan
ukuran-ukuran yang telah ditetapkan/yang diperlukan dalam
detail gambar.
b. Begesting harus

dipasang

sedemikian

rupa

dengan perkuatan-

perkuatan, sehingga

12. Spesifikasi Teknis Pekerjaan Beton K225

cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan


kedudukannya selama pengecoran dilakukan.

c. Begesting harus bebas dari kotoran-kotoran (tahi gergaji),


potongan kayu, tanah/lumpur dan sebagainya, sebelum
pengecoran dilakukan dan harus mudah dibongkar tanpa
merusak permukaan beton.
d. Bahan-bahan yang digunakan harus tersimpan dalam tempat
penyimpanan yang aman, sehingga mutu bahan dan mutu pekerjaan
tetap terjamin sesuai persyaratan.
e. Beton harus dilindungi dari pengaruh panas, hingga tidak terjadi
penguapan cepat. Persiapan perlindungan atas kemungkinan
datangnya hujan, harus diperhatikan.

6. Pekerjaan Pembongkaran Bekisting :


Pembongkaran bekisting hanya boleh dilakukan dengan ijin tertulis dari direksi
pekerjaan/konsultan pengawas. Setelah bekisting dibuka, tidak diijinkan mengadakan
perubahan apapun pada permukaan beton tanpa persetujuan dari direksi
pekerjaan/konsultan pengawas.

7. Job Mix Formula dan pengujian


a. Jika tidak ditentukan lain, maka Job Mix Formula untuk
mendapat mutu beton, sesuai Job Mix Formula yang di

keluarkan oleh Laboratorium Dinas Pekerjaan Umum Kota


Tanjungpinang.
b. Jika diperlukan pengguna jasa dapat meminta kontraktor
melakukan pengujian dengan mengambil benda uji berupa kubus
beton dan diperiksa di laboratorium konstruksi beton yang ditunjuk
oleh direksi pekerjaan /konsultan pengawas.

c. Seluruh biaya yang berhubungan dengan pengujian


bahan/mutu tersebut, menjadi tanggung jawab kontraktor.
8. Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan
a.

Beton yang telah dicor dihindarkan dari benturan benda keras setelah pengecoran.

b.

Beton
lain.

dilindungidari

kemungkinan cacat yang diakibatkan dari pekerjaan- pekerjaan

c. Bila terjadi kerusakan, kontraktor diwajibkan untuk memperbaikinya


dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan. Seluruh biaya perbaikan
menjadi tanggung jawab Kontraktor.
d. Bagian beton setelah dicor selama dalam pengerasan harus
dirawat.
13. Spesifikasi Teknis Pekerjaan UruganPasir

A. U M U M
1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahanbahan, peralatan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan
dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk mendapatkan
hasil yang baik.
b. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan urugan pasir dibawah parit
pracetak dan seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan
dalam gambar rencana.

B. BAHAN/PRODUK
a. Pasir Pasang
Pasir harus memenuhi NI-3 Pasal 14 ayat 2.
C. PELAKSANAAN
a. Bahan-bahan yang akan dipergunakan dalam pekerjaan ini
harus diperlihatkan dahulu kepada direksi pekerjaan
/konsultan pengawas untuk mendapatkan persetujuannya.
Jika contoh bahan tersebut telah disetujui oleh direksi
pekerjaan/konsultan
pengawas,
barulah
kontraktor
melanjutkan pekerjaan.

b. Sebelum memulai pekerjaan, area yang akan di beri

urugan pasir harus bebas dari kotoran/sampah yang


dapat mempengaruhi hasil pekerjaan.
c. Pekerjaan
urugan
pasir
dikerjakan
sebelum
pemasangan parit pracetak, yaitu sebagai dudukan
parit pracetak, agar memudahkan pada saat
pemasangan/penyetalan elevasi saluran parit pracetak.
d. Pekerjaan urugan pasir ini menggunakan pasir pasang
dengan ketebalan lapisan 5 cm di atas tanah atau
sesuai detail gambar rencana.
14 . Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembersihanakhir

A. U M U M
Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, peralatan dan alat-alat
bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk
mendapatkan hasil yang baik.

b. Pekerjaan ini meliputi pembersihan lokasi pekerjaan dari


segala kotoran, dan sisa material pekerjaan yang sudah tidak
digunakan lagi, sesuai petunjuk direksi pekerjaan/konsultan
pengawas.

B. PELAKSANAAN
1

Setelah seluruh pekerjaan selesai, maka kontraktor harus melaksanakan


pekerjaan pembersihan akhir dengan membersihkan lokasi pekerjaan dari
segala kotoran-kotoran, termasuk material sisa pekerjaan yang ada di lokasi
kegiatan.

Sebelum pekerjaan diserah terimakan, kontraktor wajib meneliti semua bagian


pekerjaan yang belum sempurna, dan harus diperbaiki, semua barang yang tidak
berguna harus disingkirkan dari lokasi pekerjaan, sehingga pada saat serah terima
pertama dilaksanakan, kondisi jalan paving blok/semenisasi dalam keadaan bersih dan
rapi.