Anda di halaman 1dari 10

UJIAN AKHIR PERPAJAKAN 2

SOAL KASUS

Selama takwim 2015, PT SUMSANG sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri elektronik memiliki bebe
pembayaran gaji dan imbalan lain baik yang dibayarkan kepada pegawai tetap maupun bukan pegawai tetap, diantar
berikut :

Untuk pegawai tetapnya, PT SUMSANG mengikuti program Jamsostek, premi Jaminan Kecelakaan Kerja, dan prem
yang dibayar perusahaan dengan jumlah masing-masing 0,40% dan 0,20% dari gaji pokok. Disamping itu, PT SUM
iuran Tunjangan Hari Tua setiap bulan sebesar 2,5% dari gaji pokok. PT SUMSANG juga mengikuti program pensi

1 Tn. Helmi, usia 65 tahun menikah dan memiliki 2 orang anak yang telah dewasa dan bekerja adalah seorang direktu
SUMSANG. Setiap bulannya, Tn. Helmi memperoleh gaji sebesar Rp30.000.000,00. Selain itu Tn. Helmi menerima
transport, dan makan dengan total keseluruhan sebesar Rp20.000.000 Tn. Helmi membayar iuran Tunjangan Hari Tu
pokok setiap bulan. PT SUMSANG membayar iuran pensiun untuk Tn. Helmi ke dana pensiun yang pendiriannya te
Menteri Keuangan setiap bulan sebesar Rp200.000,00 sedangkan Tn.Helmi membayar sendiri iuran pensiun sebesar

Terhitung mulai bulan Juli 2015, Tn. Helmi tidak bekerja lagi di PT SUMSANG karena meninggal dunia.

Pertanyaan :
1. Hitung berapakah Penghasilan Kena Pajak yang dipergunakan di dalam penghitungan PPh Pasal 21 yang
penghasilan Tn. Helmi di tahun 2015 tersebut!

2. Berapakan besarnya PPh Pasal 21 yang sebenarnya terutang di tahun 2015 selama Tn. Helmi bekerja di P

a. Perhitungan PPh Pasal 21 atas gaji


Gaji sebulan
Tunjangan jabatan, transport, makan
Premi JKK (0,4% x Rp30.000.000)
Premi JKM (0,2% x Rp30.000.000)
Penghasilan bruto
Pengurangan
Biaya jabatan
Iuran Pensiun
Iuran JHT (2% x Rp30.000.000)
Penghasilan Neto
Penghasilan Neto Disetahunkan
PTKP (K/0)
Penghasilan Kena Pajak
PPh Pasal 21 Terutang
5% x Rp50.000.000
15% x Rp200.000.000

25% x Rp250.000.000
30% x Rp48.760.000
PPh Pasal 21 terutang atas gaji sebulan
1/12 x Rp111.140.000

b. Perhitungan PPh Pasal 21 saat Tn. Helmi tidak bekerja lagi (meninggal)
atau telah kehilangan kewajiban subjektifnya
Gaji selama 6 bulan (Jan-Juni)
Tunjangan jabatan, transport, makan 6 bulan
Premi JKK 6 bulan
Premi JKM 6 bulan
Penghasilan bruto 6 bulan
Pengurangan
Biaya jabatan
Iuran Pensiun
Iuran JHT
Penghasilan Neto
Penghasilan Neto disetahunkan 12/6
PTKP (K/0)
Penghasulan Kena Pajak
PPh Pasal 21 Terutang
5% x Rp50.000.000
15% x Rp200.000.000
25% x Rp250.000.000
30% x Rp48.760.000
PPh Pasal 21 terutang 6 bulan (6/12)
PPh Pasal 21 telah dipotong sampai bulan Juni
6 x Rp9.135.667
PPh Pasal 21 yang masih harus dipotong

1. Besarnya Penghasilan Kena Pajak yang digunakan untuk menghitung PPh Pasal 21 terutang Tn, Helmi pada tahu
Rp548.760.000,00
2. Besarnya PPh Pasal 21 terutang yang sebenarnya selama 6 bulan (Januari-Juni) adalah Rp54.814.000

2 Sanusi, belum menikah, sebelumnya belum pernah bekerja, "fresh graduated" dari Universitas Sebelas Gadjah Mada
perusahaan diterima bekerja di PT SUMSANG mulai tanggal 1 November 2015 langsung sebagai pegawai tetap den
Rp7.000.000,00/bulan. Belum menerima tunjangan transport dan makan, Sanusi membayar sendiri iuran pensiun se
Rp50.000,00/bulan

Berapakan besarnya pemotongan PPh Pasal 21 atas penghasilan Sanusi di Bulan November 2015 tersebut?

Perhitungan PPh Pasal 21 Tahun 2015


Gaji sebulan
Premi JKK (0,4% x Rp7.000.000)
Premi JKM (0,2% x Rp7.000.000)
Pegahsilan bruto
Pengurangan
Biaya Jabatan 5% x Rp7.042.000
Iuran Pensiun
Penghasilan Neto sebulan
Penghasilan Neto Setahun
(2bulan x Rp6.600.000)
PTKP (TK/0)
Penghasilan Kena Pajak setahun
PPh Pasal 21 terutang setahun
PPh Pasal 21 terutang sebulan

Karena Ph Neto setahun Sanusi belum melebihi PTKP maka atas penghasilan Sanusi di Bulan November belum dip

3 Sampai tahun 2015, Umar telah bekerja selama 20 tahun pada PT SUMSANG dengan menerima gaji sebesar Rp9.0
Sampai saat ini Umar masih bekerja di perusahaan tersebut. PT SUMSANG telah membayarkan iuran pensiun sebes
bulannya kepada dana pensiun hari tua yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan. Sedangkan Umar
iuran pensiun ke dana pensiun yang sama sebesar Rp75.000,00.

Selama tahun 2015, Umar telah melakukan 2 kali penarikan dana pensiun tersebut karena memerlukan biaya untuk m
membayar "down payment" pembelian rumah sederhana. Penarikan pertama di bulan Maret sebesar Rp10.000.000,0
di bulan Juli sebesar Rp20.000.000,00

Hitung besarnya PPh Pasal 21 atas seluruh penarikan dana pensiun yang dilakukan Umar!
Atas Penarikan dana pensiun terutang PPh Pasal 21 sebesar :
a. Penarikan Bulan Maret
PPh Pasal 21 = 5% x Rp10.000.000
b. Penarikan Bulan Juli
PPh Pasal 21 = 5% x Rp20.000.000
Total PPh Pasal 21 atas seluruh penarikan dana pensiun

(Penarikan dana pensiun saat masih berstatus sebagai pegawai akan dikenakan tarif perhitungan Pasal 17 ayat (1)
kumulatif jumlah penarikan)

4 Amir bekerja sebagai Direktur Utama di salah satu grup usaha PT SUMSANG yang bergerak di bidang jasa pelayar
DALAM". Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, PT LAUT DALAM adalah Wajib Pajak yang dikenakan PPh yan
yang dikenakan PPh berdasarkan "deemed profit". Setiap bulan Amir menerima gaji pokok sebesar Rp10.500.00000
menerima tunjangan transport dan makan masing-masing tunjangan besarnya adalah Rp750.000,00 dibayarkan pula
DALAM premi asuransi kecelakaan kerja dan kematian masing-masing sebesar Rp52.500 dan Rp26.250. Di bulan N
prestasinya sangat baik, maka ia menerima imbalan dalam bentuk natura (fringe benefit) yaitu 1 (satu) buah mobil in
Rp186.000.000,00 yang langsung diatasnamakan kepada Amir (on the road)

Berapakah penghasilan bruto Amir yang harus diperhitungkan di bulan November 2015 tersebut?

Penghasilan Bruto Amir yang harus diperhitungkan pada bulan November 2015:
Gaji pokok
Tunjangan Transport
Tunjangan makan
Premi JKK
Premi JKM
Natura
Total Penghasilan Bruto Amir November 2015

Pasal 4 ayat (3)d UU PPh Nomor 36 Tahun 2008


Tidak termasuk objek pajak penghasilan adalah penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa
bentuk natura dan/atau kenikmatan dari Wajib Pajak atau pemerintah, kecuali yang diberikan oleh bukan Wajib Pa
dikenakan pajak secara final, atau Wajib Pajak yang menggunakan norma penghitungan khusus (deemed profit) seb
dalam Pasal 15 UU PPh

Maka, natura yang diterima oleh Amir merupakan komponen penambah Ph Bruto

5 Rahmad, belum menikah, adalah karyawan kontrak PT LAUT DALAM dengan dasar upah harian yang akan dibaya
tiap bulannya. Dalam bulan September 2015, Rahmad bekerja selma 17 hari kerja, dengan upah harian sebesar Rp85

Berapakah PPh Pasal 21 yang harus dipotong di bulan September tersebut?


Perhitungan PPh Pasal 21 terutang
Upah harian
Dikurangi batas upah harian tidak dilakukan
pemotongan PPh
Penghasilan Kena Pajak sehari
PPh Pasal 21 dipotong atas upah harian

Dikarenakan upah sehari belum melebihi batas minimum upah harian tidak kena pajak, maka atas upah harian Rah
PPh Pasal 21
(Pasal 12 ayat 1 Per-32/PJ/2015)
6 Pada bulan Agustus 2015, PT LAUT DALAM melakukan pembayaran atas jasa notaris yang dilakukan oleh Ridha,
Rp30.000.000,00
Berapakah pembayaran yang diterim aoleh Ridha, S.H., LLM, setelah dipotong PPh Pasal 21?

Perhitungan PPh Pasal 21 Terutang atas jasa notaris


Penghasilan jasa
Dasar Pemotongan PPh Pasal 21
50% x Rp30.000.000
PPh Pasal 21 Terutang 5% x Rp15.000.000
Pembayaran yang diterima Ridha, S.H. LLM., setelah dipotong PPh Pasal 21 :
Rp30.000.000 - Rp750.000 =
(asumsi Ridha, S.H., LLM. memiliki NPWP)

RPAJAKAN 2

SUS

i bidang industri elektronik memiliki beberapa transaksi


etap maupun bukan pegawai tetap, diantaranya adalah sebagai

remi Jaminan Kecelakaan Kerja, dan premi Jaminan Kematian


dari gaji pokok. Disamping itu, PT SUMSANG menanggung
UMSANG juga mengikuti program pensiun untuk pegawainya.

ewasa dan bekerja adalah seorang direktur utama pada PT


00.000,00. Selain itu Tn. Helmi menerima tunjangan jabatan,
Helmi membayar iuran Tunjangan Hari Tua sebesar 2% dari gaji
elmi ke dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh
mi membayar sendiri iuran pensiun sebesar RP100.000,00

SANG karena meninggal dunia.

dalam penghitungan PPh Pasal 21 yang terutang atas

hun 2015 selama Tn. Helmi bekerja di PT SUMSANG?

Rp30,000,000
Rp20,000,000
Rp120,000
Rp60,000
Rp50,180,000
Rp500,000
Rp100,000
Rp600,000

Rp1,200,000
Rp48,980,000
Rp587,760,000
Rp39,000,000
Rp548,760,000

Rp2,500,000
Rp30,000,000

Rp62,500,000
Rp14,628,000

Rp109,628,000

Rp9,135,667

Rp180,000,000
Rp120,000,000
Rp720,000
Rp360,000
Rp301,080,000
Rp3,000,000
Rp600,000
Rp3,600,000

Rp7,200,000
Rp293,880,000
Rp587,760,000
Rp39,000,000
Rp548,760,000

Rp2,500,000
Rp30,000,000
Rp62,500,000
Rp14,628,000

Rp109,628,000
Rp54,814,000
Rp54,184,000
NIHIL

Ph Pasal 21 terutang Tn, Helmi pada tahun 2015 adalah

ri-Juni) adalah Rp54.814.000

ed" dari Universitas Sebelas Gadjah Mada jurusan ekonomi


2015 langsung sebagai pegawai tetap dengan gaji pokok sebesar
Sanusi membayar sendiri iuran pensiun sebesar

usi di Bulan November 2015 tersebut?

Rp7,000,000
Rp28,000
Rp14,000
Rp7,042,000
Rp352,100
Rp50,000

Rp402,100
Rp6,639,900
Rp13,279,800
Rp36,000,000
Rp0
Rp0
Rp0

ilan Sanusi di Bulan November belum dipotong PPh Pasal 21

ANG dengan menerima gaji sebesar Rp9.000.000,00 per bulan.


G telah membayarkan iuran pensiun sebesar Rp100.000,00 tiap
oleh Menteri Keuangan. Sedangkan Umar sendiri telah membayar

tersebut karena memerlukan biaya untuk membayar sekolah dan


ma di bulan Maret sebesar Rp10.000.000,00 dan penarikan kedua

ang dilakukan Umar!

Rp500,000

Rp1,000,000
Rp1,500,000

nakan tarif perhitungan Pasal 17 ayat (1) UU PPh atas

ANG yang bergerak di bidang jasa pelayaran nasional 'LAUT


alah Wajib Pajak yang dikenakan PPh yang bersifat final dan
erima gaji pokok sebesar Rp10.500.00000. Selain itu Amir juga
nya adalah Rp750.000,00 dibayarkan pula oleh PT LAUT
besar Rp52.500 dan Rp26.250. Di bulan November 2015 karena
fringe benefit) yaitu 1 (satu) buah mobil innova seharga
d)

lan November 2015 tersebut?

Rp10,500,000
Rp750,000
Rp750,000
Rp52,500
Rp26,250
Rp186,000,000
Rp198,078,750

n sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima dalam


cuali yang diberikan oleh bukan Wajib Pajak, Wajib Pajak yang
a penghitungan khusus (deemed profit) sebagaimana dimaksud

Ph Bruto

engan dasar upah harian yang akan dibayarkan setiap tanggal 30


ari kerja, dengan upah harian sebesar Rp85.000/hari

Rp85,000
Rp300,000
Rp0
Rp0

ak kena pajak, maka atas upah harian Rahmad tidak dipotong

s jasa notaris yang dilakukan oleh Ridha, S.H., LLM sebesar

h dipotong PPh Pasal 21?

Rp30,000,000
Rp15,000,000
Rp750,000

Rp29,250,000