Anda di halaman 1dari 79

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:

1. menjelaskan ruang lingkup Fisika, penerapan Fisika, metode ilmiah, dan keselamatan kerja;
2. menjelaskan jenis-jenis besaran Fisika dan proses pengukurannya;
3. terampil menggunakan peralatan dan teknik yang tepat dalam melakukan pengamatan dan pengukuran.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. menghayati pentingnya kejujuran dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari;
2. menerapkan sifat teliti dalam kehidupan sehari-hari.

Ruang Lingkup
Fisika

Latihan 1

Penerapan Fisika
Metode Ilmiah
Keselamatan Kerja

Latihan 2

Soal-Soal

Materi
Besaran, Satuan,
Dimensi, dan
Pengukuran

Ulangan Harian

Besaran
Satuan
Dimensi
Pengukuran

Ruang Lingkup Fisika,


Besaran, dan Pengukuran

Penerapan Fisika dalam Kehidupan


Keselamatan Kerja Praktikum Kalor
dan Pemuaian Logam
Tugas

Jam Alam Sesium

Satuan dan Dimensi Besaran Turunan


Membuat Grafik
Pengukuran Besaran Fisika

Informasi

Air Quality Meter

Kegiatan

Praktikum

Selancar Internet

Pengukuran Besaran Fisika

Animasi Pengukuran

Fisika Kelas X

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b
Fisika merupakan bagian dari IPA dan mempunyai
beberapa ciri sebagai berikut.
1) Objek kajiannya berupa benda konkret.
2) Dikembangkan berdasarkan pengalaman.
3) Menggunakan langkah-langkah sistematis.
4) Menggunakan cara berpikir logis.
5) Hasil kajiannya bersifat objektif (memihak
kebenaran ilmiah).
2. Jawaban: a
Cabang Fisika yang mempelajari pemancaran,
perilaku, serta dampak elektron atau partikel bermuatan disebut elektronika. Adapun elektrostatis
mempelajari listrik statis, elektrodinamis mempelajari listrik dinamis, teknik elektro mempelajari
aplikasi elektronika dalam kehidupan sehari-hari,
dan bioelektromagnetik mempelajari fenomena
listrik dan magnetik yang muncul pada jaringan
makhluk hidup.
3. Jawaban: c
Planet, bulan, matahari, serta bintang-bitang
merupakan benda angkasa. Cabang Fisika yang
mempelajarinya disebut astronomi. Fisika energi
mempelajari energi bagi kehidupan makhluk
hidup. Fisika modern mempelajari materi dalam
skala atomik hingga subatomik geofisika
mempelajari keadaan bumi, sedangkan mekanika
mempelajari pergerakan benda.
4. Jawaban: c
Pemanfaatan Fisika dalam bidang kedokteran
diterapkan pada sinar rontgen untuk mendeteksi
patah tulang, penggunaan sinar laser untuk
memecahkan batu ginjal, penggunaan USG untuk
mendeteksi kondisi bayi dalam rahim, dan
penggunaan sinar gamma untuk proses sterilisasi
alat bedah. Sementara itu, penggunaan sel surya
untuk kelistrikan rumah sakit merupakan contoh
penerapan Fisika dalam bidang energi. Jadi,
jawaban yang tepat adalah pilihan c.
5. Jawaban: c
Fisika dapat diterapkan dalam bidang industri,
antara lain:
1) Penggunaan sonar untuk mengetahui dalam
industri kelautan.
2) Penggunaan gelombang akustik untuk
mendeteksi kandungan gas atau minyak bumi.
Sementara itu, penerapan lainnya seperti
penggunaan sinar gamma untuk sterilisasi alat
bedah merupakan contoh penerapan dalam bidang

Ruang Lingkup Fisika, Besaran, dan Pengukuran

6.

7.

8.

9.

10.

kedokteran, penggunaan fiber optik untuk jaringan


internet merupakan penerapan Fisika dalam bidang
komunikasi, dan pembuatan kereta maglev
menggunakan superkonduktor merupakan contoh
penerapan di bidang transportasi.
Jawaban: d
Dalam melakukan metode ilmiah diperlukan satuan
seperti kg, meter, sekon, dan meter per sekon yang
diletakkan setelah angka hasil. Kriteria tersebut
dinamakan berdasarkan teknik kuantitatif.
Jawaban: c
Tahapan-tahapan metode ilmiah sebagai berikut.
1) Identifikasi masalah dan studi pendahuluan.
2) Perumusan masalah.
3) Pengumpulan informasi.
4) Pengajuan hipotesis.
5) Melakukan eksperimen.
6) Analisis data.
7) Pengambilan kesimpulan.
Jadi, jawaban yang tepat pilihan c.
Jawaban: c
Tahapan yang telah dilakukan Arnold adalah
pengumpulan informasi dan pengajuan hipotesis.
Oleh karena itu, langkah selanjutnya berupa
melakukan eksperimen untuk membuktikan
informasi dan hipotesis tersebut.
Jawaban: c
Sikap yang dilakukan Beni adalah terbuka dan
fleksibel. Seseorang yang melakukan kegiatan
ilmiah harus terbuka dalam menyampaikan hasil
kajiannya. Terbuka diartikan sebagai menerima
masukan, saran, dan kritikan.
Jawaban: e
Tujuan penerapan keselamatan kerja sebagai
berikut.
1) Melindungi praktikan dalam melaksanakan
praktik.
2) Menjamin keselamatan bagi setiap orang yang
berada di laboratorium.
3) Menjamin sumber-sumber produksi dan peralatan laboratorium supaya terjaga, terawat,
dan aman.
4) Mencegah dan mengurangi kecelakaan di
laboratorium.
5) Memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan sebagai langkah awal penanggulangan.

B. Uraian
1. Gunung Kelud yang meletus dapat dipelajari
dengan ilmu Geofisika. Geofisika adalah ilmu yang

mempelajari bumi dengan prinsip-prinsip Fisika.


Dalam Geofisika terdapat seismologi, vulkanologi,
dan geodinamika. Gunung api adalah gunung yang
terbentuk jika magma dari perut bumi naik ke
permukaan. Sebelum terjadinya gunung api
terbentuklah gunung akibat pengaruh pergerakan
antarlempeng. Dalam geofisika terdapat
geodinamika. Geodinamika adalah ilmu yang
mempelajari pergerakan antarlempeng bumi.
Sebelum gunung api meletus, para ahli dapat
memperkirakan gunung akan meletus dan gempa
akibat gunung akan meletus. Hal ini akan dipelajari
dalam vulkanologi. Vulkanologi adalah ilmu yang
mempelajari tentang gunung api. Ketika gunung
api akan meletus, terjadilah gempa. Gempa yang
terjadi dinamakan gempa vulkanik. Gempa akan
dipelajari dalam seismologi.
2. Beberapa kejadian yang berhubungan dengan
Fisika optik sebagai berikut.
a. Terjadinya pelangi.
b. Terjadinya fatamorgana.
c. Batang yang tercelup di dalam air kelihatan
membengkok.
d. Posisi semua bintang.
e. Pemantulan sempurna pada serat optik.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Kelompok besaran yang hanya terdiri atas besaran
turunan yaitu usaha, momentum, dan percepatan.
Adapun suhu, massa, kuat arus, jumlah zat, dan
waktu merupakan bentuk besaran pokok.
2. Jawaban: d
Kuat arus listrik dan intensitas cahaya termasuk
besaran pokok. Sementara itu, massa jenis dan
tegangan listrik merupakan besaran turunan. Jadi,
jawaban yang tepat pilihan d.
3. Jawaban: c
Satuan daya dapat ditentukan dengan
perhitungan:
Usaha

Daya = Waktu
=

kgm2 /s2
s

= kgm2/s3
Satuan gaya dapat ditentukan dengan perhitungan:
Gaya = massa percepatan
= kg m/s2
= kgm/s2

3. Fisika mempunyai objek kajian berupa benda


konkret (nyata dan ada). Kajian yang dilakukan
berupa tingkah laku dan kondisi fisik benda
tersebut. Kajian yang berupa tingkah laku objek
seperti kondisi manusia yang sedang menarik atau
mendorong benda. Contoh kajian yang berupa
kondisi fisik seperti kajian mengenai pengaruh
perubahan suatu benda karena lingkungan.
4. a.
b.
c.

Penggunaan generator sebagai penghasil


energi listrik.
Penggunaan unsur radioaktif sebagai reaktor
nuklir.
Penggunaan sel surya sebagai energi
alternatif.

5. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menjaga


keselamatan di laboratorium sebagai berikut.
a. Bersikap hati-hati dalam melakukan percobaan
di laboratorium.
b. Peralatan seperti gelas, zat kimia, dan listrik
diperlakukan secara khusus.
c. Merapikan setiap peralatan jika telah selesai
menggunakannya.
d. Tidak melakukan percobaan menggunakan
api maupun pembakar spiritus jika percobaan
telah selesai.

Satuan momentum dapat ditentukan dengan


perhitungan:
Momentum = massa kecepatan
= kg m/s
= kgm/s
Satuan impuls dapat ditentukan dengan perhitungan:
Impuls = gaya perubahan waktu
= kgm/s2 sekon
= kgm/s
Jadi, jawaban yang tepat yaitu pilihan c.
4. Jawaban: a
Jenis-jenis besaran pokok beserta satuannya dapat
dilihat dalam tabel berikut.
Besaran Pokok
Panjang
Massa
Waktu
Suhu
Kuat arus
Intensitas cahaya
Jumlah zat

Satuan
m
kg
s
K
A
cd
mol

Jadi, kelompok satuan yang termasuk kelompok


besaran pokok adalah kg, cd, dan K.

Fisika Kelas X

5. Jawaban: c
Energi dapat dibedakan menjadi energi potensial
dan energi kinetik. Satuan dari energi potensial
dan energi kinetik memiliki kesamaan. Energi
potensial didefinisikan sebagai hasil kali antara
massa, percepatan gravitasi, dan ketinggian.
Oleh karena itu, satuannya sebagai berikut.
Ep = m g h = (kg)(m/s2)(m) = kgm2/s2
Sementara itu, gaya, daya, usaha, momentum, dan
tekanan memiliki satuan sebagai berikut.
Gaya
= massa percepatan
= (kg)(m/s2)
= kgm/s2
Daya
= energi : waktu
= kgm2/s2 : s
= kgm2/s3
Usaha
= gaya perpindahan
= (kgm/s2)(m)
= kgm2/s2
Momentum = massa kecepatan
= (kg)(m/s)
= kgm/s
Tekanan
= gaya : luas
= (kgm/s2) : (m2)
= kg/ms2
Jadi, usaha memiliki satuan yang sama dengan
energi.
6. Jawaban: e
Besaran daya memiliki satuan kgm2/s3 berdimensi
[M][L]2[T]3, besaran gaya memiliki satuan kgm/s2
berdimensi [M][L][T]2, dan besaran momentum
memiliki satuan kgm/s berdimensi [M][L][T]1.
7. Jawaban: c
Gaya elastis pegas dinyatakan dalam:
F = kx
Keterangan:
F = gaya elastis (kgm/s2)
k = konstanta pegas
x = perubahan panjang (m)

Satuan dari konstanta pegas


F

kgm/s2

k = x =
= kg/s2
m
Dimensi konstanta pegas
kg/s2 = kgs2 = [M][T]2
Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan c.
8. Jawaban: e
Pasangan besaran yang memiliki dimensi berbeda
adalah pasangan berat jenis dan massa jenis.
Berat jenis memiliki dimensi [M][L] 2 [T] 2 ,
sedangkan massa jenis berdimensi [M][L] 3.
Adapun besaran lain seperti berat dan gaya
memiliki dimensi yang sama yaitu [M][L][T]2,
energi dan usaha berdimensi [M][L]2[T]2, jarak
dan perpindahan berdimensi [L], sedangkan
momentum dan impuls berdimensi [M][L][T]1.
4

Ruang Lingkup Fisika, Besaran, dan Pengukuran

9. Jawaban: c
Persoalan ini dapat diselesaikan dengan analisis
dimensi
v = [L][T]1
p = [M][L]1[T]2
= [M][L]3
Jika persamaan dibentuk dalam
v = p x y
[L][T]1 = [M]x[L]x[T]2x[M]y[L]3y
[L][T]1 = [M]x + y[L]x 3y[T]2x
Melalui dimensi [T] diperoleh:
2x = 1
1

x= 2
Melalui dimensi [L] diperoleh:
x 3y = 1
1

2 3y = 1
1

3y = 1 2
3y =

3
2

y =2

Jadi, jawaban yang tepat ditunjukkan oleh


pilihan c.
10. Jawaban: b
Hasil pengukuran mikrometer sekrup berdasarkan
penjumlahan skala utama dan skala nonius. Dalam
pilihan jawaban ditunjukkan bahwa skala
tetapnya bernilai 2,50 mm. Oleh karena itu, skala
noniusnya dapat ditentukan dengan perhitungan
sebagai berikut.
Skala nonius = hasil skala tetap
= (2,74 2,50) mm
= 0,24 mm
Garis pada skala nonius:
Garis =
=

Skala nonius
Ketelitian
0,24 mm
0,01 mm

= 24
Jadi, jawaban yang benar pilihan b.
11. Jawaban: d
Hasil pengukuran mikrometer sekrup sebagai
berikut.
Skala utama = 4,50 mm
Skala nonius = (49 0,01) mm = 0,49 mm
Hasil = skala utama + skala nonius
= 4,50 mm + 0,49 mm
= 4,99 mm
Jadi, hasil pengukurannya 4,99 mm.

12. Jawaban: c
Cara membaca pengukuran diameter dalam
menggunakan jangka sorong sebagai berikut.
1) Skala utama yang berdekatan dengan angka
nol skala nonius adalah 1,9 cm.
2) Skala nonius yang berimpit tegak dengan
garis skala utama adalah skala angka tiga.
3) Bacaan jangka sorong adalah
= 1,9 cm + (0,01 3) cm
= 1,9 cm + 0,03 cm
= 1,93 cm
Jadi, diameter dalam cincin adalah 1,93 cm.
13. Jawaban: b
Cara membaca skala jangka sorong sebagai
berikut.
1) Skala utama yang berdekatan dengan angka
nol skala nonius adalah 3,0 cm.
2) Skala nonius yang berimpit tegak dengan
garis skala utama adalah angka sembilan.
3) Bacaan jangka sorong:
= 3,0 cm + (0,01 9) cm
= 3,09 cm
Jadi, tebal logam hasil pengukuran adalah
3,09 cm.
14. Jawaban: a
Massa benda yang diukur menggunakan neraca
Ohauss dapat ditentukan dengan menjumlahkan
bandul jarum penunjuk pada lengan neraca
Ohauss. Hasil pengukuran massa benda yang
dilakukan Mira yaitu:
Lengan atas = 300 gram
Lengan tengah = 40 gram
Lengan bawah = 6 gram
Total hasil pengukuran
= 300 gram + 40 gram + 6 gram
= 346 gram
Jadi, massa benda yang terukur adalah 346 gram.
15. Jawaban: c
Pengukuran adalah suatu kegiatan untuk
membandingkan suatu benda dengan benda lain
yang ditetapkan sebagai satuan. Kegiatan pada
pilihan yang merupakan jenis kegiatan
pengukuran adalah Jono menentukan panjang
meja dengan mistar. Benda yang diukur oleh Jono
adalah meja, sedangkan besaran yang ingin
diketahui Jono adalah panjang meja. Alat yang
digunakan untuk membandingkan adalah mistar
yang memiliki satuan sentimeter.
16. Jawaban: b
Jangka sorong memiliki ketelitian 0,01 cm. Ketidakpastian jangka sorong bernilai setengah dari ketelitiannya, yaitu 0,005 cm. Jadi, hasil pengukuran jangka
sorong yang dilaporkan (1,88 0,005) cm.

17. Jawaban: b
Kesalahan paralaks terjadi akibat kekeliruan
pengamat dalam melihat nilai hasil pengukuran.
Biasanya pengamat melihat hasil pengukuran
secara tidak tegak lurus.
18. Jawaban: b
Hasil pengukuran ketebalan kayu yaitu 0,0250
memiliki 3 angka penting. Angka nol yang terletak
di kanan maupun kiri koma bukan termasuk angka
penting. Sementara itu, angka nol setelah angka
bukan nol termasuk angka penting. Jadi, jawaban
yang tepat adalah pilihan b.
19. Jawaban: e
251,0 terdiri 4 angka penting
12,50 terdiri 4 angka penting
2,901 terdiri 4 angka penting
2,710 terdiri 4 angka penting
0,523 terdiri 3 angka penting
Jadi, hasil pengukuran panjang yang mempunyai
3 angka penting adalah 0,523.
20. Jawaban: e
3,625 kg
3,25 kg
3,6 kg
+
10,475 kg
Pada operasi penjumlahan ataupun pengurangan
hanya boleh mengandung satu taksiran. Hasil
pengukuran lebih dari lima angka dibulatkan ke
atas. Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan e.
21. Jawaban: a
Diketahui:
a = 14,36 cm
t = 2,90 cm
Ditanyakan: A
Jawab:
1

A = 2 at
1

= 2 (14,36 cm)(2,90 cm) = 20,822 cm2


a = 14,36 (4 angka penting)
t = 2,90 (3 angka penting)
Operasi perkalian angka penting menghasilkan
bilangan dengan angka penting berjumlah sama
seperti bilangan yang mempunyai angka penting
paling sedikit. Jadi, hasil pengukurannya 20,8
dengan 3 angka penting.
22. Jawaban: e
Diketahui: R = 0,3 ohm
V = 1,5 volt
Ditanyakan: I
Jawab:
V

I= R =

1,5 volt
0,3 ohm

= 5 ampere

Fisika Kelas X

Operasi pembagian angka penting menghasilkan


bilangan dengan angka penting yang jumlahnya
sama banyak dengan bilangan angka penting
paling sedikit. Jadi, nilai kuat arus listriknya
5 ampere.
23. Jawaban: c
1 C = 1 106 C
62,9 C = 62,9 106 C
= 6,29 105 C
Jadi, muatan listriknya sebesar 6,29 105 C.
24. Jawaban: e
4,8 102 m = 480 m
480 m
229 m

251 m
4,8 102 m 229 m = 251 m = 2,5 102 m
Jadi, hasil pengurangan bilangan tersebut sesuai
dengan aturan angka penting yaitu 2,5 102 m.
25. Jawaban: a
Diketahui: m = 30 g = 3 102 kg
= 19.320 kg/m3
Ditanyakan: V
Jawab:
m

V =

3 102 kg

= 19.320 kg/m3
= 1,552 106 m3
Jadi, volume emas sesuai dengan notasi ilmiah
adalah 1,5 106 m3.
B. Uraian
1. Dimensi pada ruas kiri memiliki kesamaan dengan
dimensi pada ruas kanan.
Untuk A
v = At 2
[L][T]1 = A[T]2
A = [L][T]3
Untuk B
v = 2Bt 3
[L][T]1 = B[T]3
B = [L][T]4
Untuk C
v = Ct 4
[L][T]1 = C[T]4
C = [L][T]5
2. Medan magnetik disimbolkan B, gaya disimbolkan
F, arus disimbolkan I, dan panjang disimbolkan ,
medan magnetik dirumuskan:

Ruang Lingkup Fisika, Besaran, dan Pengukuran

B= I
Dimensi besaran gaya adalah [M][L][T]2, besaran
arus adalah [I], dan besaran panjang adalah [L],
dimensi medan magnetik adalah:
B =

[M][L][T]2
[I][L]

= [M][T]2[I]1

(terbukti)
3. Pengukuran menggunakan jangka sorong perlu
memperhatikan skala utama dan skala nonius.
Perhitungan skala utama dan nonius sebagai
berikut.
Skala utama = 5,0 cm
Skala nonius = (3 0,01) cm = 0,03 cm
Tebal buku = skala utama + skala nonius
= (5,0 + 0,03) cm = 5,03 cm
Jadi, perhitungan ketebalan buku sebesar 5,03 cm.
4. Metode perhitungan dalam pengukuran massa
menggunakan neraca Ohauss adalah penjumlahan
nilai yang tertera pada lengan ratusan, lengan
puluhan, dan lengan satuan. Nilai tiap-tiap lengannya sebagai berikut.
Lengan ratusan = 125 gram
Lengan puluhan = 30 gram
Lengan satuan = 3 gram
Hasil = (125 + 30 + 3) gram
= 158 gram
Jadi, massa benda sebesar 158 gram.
5. Pengukuran menggunakan mikrometer sekrup
dibutuhkan mengetahui skala utama dan skala
nonius pada mikrometer sekrup.
Skala utama = 3 mm
Skala nonius = (13 0,01) mm = 0,13 mm
Hasil pengukuran = (3 + 0,13) mm = 3,13 mm
Jadi, ketebalan kaca tipis sebesar 3,13 mm.
6. Diketahui:

m = 112,4
= 3,2 g/cm3
Ditanyakan: V
Jawab:
m

112,4 g

V= =
= 35,125 cm3
3,2 g/cm3
Operasi pembagian angka penting menghasilkan
bilangan dengan angka penting yang jumlahnya
sama banyak dengan bilangan yang mempunyai
angka penting paling sedikit. Jadi, hasil
pengukurannya 35 cm3 dengan 2 angka penting.
7. Luas permukaan = 4 r 2
= 4(3,14)(6,4 103 km)2
= 514,4576 106 km2
= 5,14 108 km2
= 5,14 1014 m2

Jadi, berdasarkan aturan angka penting dan notasi


ilmiah luas permukaan bumi sebesar
5,14 1014 m2.
8. Notasi ilmiah biasa ditulis dengan a 10n. Dalam
hal ini 1 a < 10 dan n bernilai 4. Jadi, penulisan
notasi ilmiah yang benar 3,95 104.
9. 1 tahun = 365 hari
= 365 24 jam
= 8.760 jam = 31.536.000 detik
2,2 tahun = 2,2 31.536.000
= 69.379.200 detik

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b
Lensa dan cermin berhubungan erat dengan perilaku cahaya berupa pembiasan dan pemantulan.
Cabang Fisika yang mempelajari tentang cahaya
disebut fisika optik.
2. Jawaban: e
Sebagai bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam,
Fisika mempunyai ciri-ciri berikut.
a. Objek yang dikaji berupa benda konkret (nyata
dan ada).
b. Pengamatan dan penelitiannya dilakukan
secara sengaja.
c. Penelitiannya dikerjakan secara sistematis.
d. Menggunakan cara berpikir logis dan konsisten.
e. Hasil kajiannya bersifat objektif.
Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan e.
3. Jawaban: d
Besaran-besaran pokok antara lain panjang,
massa, waktu, kuat arus, intensitas cahaya, suhu,
dan jumlah zat. Gaya, usaha (tenaga), berat,
energi, dan frekuensi merupakan besaran turunan.
4. Jawaban: d
Percepatan, kecepatan, dan momentum termasuk
besaran turunan. Sementara itu, intensitas cahaya
dikelompokkan dalam besaran pokok. Jadi,
jawaban yang tepat pilihan d.
5. Jawaban: b
Besaran Pokok
Panjang
Massa
Waktu
Suhu
Kuat arus
Intensitas cahaya
Jumlah zat

Jarak bintang dalam satuan SI


2,2 tahun = (69.379.200 detik)(3 108 m/s)
= 208.137.600 108 m
= 2,08 1016 meter
Jadi, jarak bintang dalam satuan SI adalah
2,08 1016 m.
10. Kesalahan paralaks adalah kesalahan yang
disebabkan oleh pengamat kurang tepat dalam
melihat nilai dalam alat ukur. Untuk menghindari
kesalahan paralaks dengan melakukan pembacaan
tegak lurus terhadap hasil pengukuran.

Jadi, satuan-satuan Fisika yang merupakan


kelompok satuan besaran pokok yaitu meter,
ampere, dan mol (pilihan d).
6. Jawaban: b
1) Momentum = (massa)(kecepatan)
= (kg)(m/s)
= kgm/s
2) Daya = usaha : waktu
= (kgm2/s2) : (s) = kgm2/s3
3) Impuls = (gaya)(perubahan waktu)
= (kgm/s2)(s) = kgm/s
1

Energi kinetik = 2 (massa)(kecepatan)2


= (kg)(m/s)2 = kgm2/s2
Jadi, besaran yang mempunyai satuan yang
sama adalah momentum dan impuls sehingga
jawaban yang tepat pilihan b.
4)

7. Jawaban: c
Gaya = (massa)(percepatan)
= (kg)(m/s2) = kgm/s2
Jadi, satuan newton adalah kgm/s2.
8. Jawaban: e
Dimensi dari muatan
Q = I t = [I][T]
F =
k =

kQ1Q2
r2
Fr 2
Q1Q2

[M][L][T]2 [L]2
[I][T][I][T]

= [M][L]3[T]4[I]2

9. Jawaban: a
Satuan
Meter
Kilogram
Sekon
Kelvin
Ampere
Candela
Mol

Ep = 2 ky2
[M][L]2[T]2 = k[L]2
k = [M][T]2
Jadi, dimensi dari konstanta pegas adalah [M][T]2.

Fisika Kelas X

10. Jawaban: e
Dimensi dari periode adalah [T]
Dimensi dari massa adalah [M]
Dimensi dari konstanta pegas adalah [M][T]2
T = 2m xk y
[T] = [M]x([M][T]2)y
[T] = [M]x[M]y[T]2y
[T] = [M]x + y[T]2y
2y = 1
1

y=2

x + y=0

x+y=0

1
2

x 2 =0
1

x= 2

+y=0
1

y=2

Jadi, nilai x adalah 2 , sedangkan nilai y adalah


1

2.
11. Jawaban: a
Hasil pengukuran jangka sorong senilai 5,69 dapat
diketahui jika mengetahui skala utama dan skala
nonius hasil pengukurannya. Hasil 5,69 dapat
dituliskan dengan skala utama 5,60 cm dan skala
noniusnya 0,09 cm. Jika skala noniusnya sebesar
0,09 cm, letak skala nonius dan skala utama yang
berimpit terletak pada angka sembilan. Jadi,
jawaban yang tepat pilihan a.
12. Jawaban: d
Pengukuran menggunakan jangka sorong perlu
memperhatikan skala utama dan skala nonius.
Perhitungan skala utama dan skala nonius
sebagai berikut.
Skala utama = 0,2 cm
Skala nonius = (9 0,01) cm
= 0,09 cm
Tebal buku = (0,2 + 0,09) cm
= 0,29 cm
Jadi, ketebalan buku berdasarkan perhitungan
sebesar 0,29 cm.
13. Jawaban: a
Pengukuran menggunakan mikrometer sekrup
ditentukan dengan melihat skala nonius dan skala
tetap pada mikrometer sekrup. Hasil pengukuran
menggunakan skala mikrometer sekrup akan
diperoleh nilai 2,70 mm, jika skala tetap menunjuk
angka 2,5 sedangkan skala nonius menunjuk
angka 20. Apabila dilakukan perhitungan sebagai
berikut.
Skala tetap = 2,5 mm
Skala nonius = 20 0,01 mm = 0,20 mm
Hasil pengukuran total
= skala tetap + skala nonius
= 2,5 mm + 0,20 mm = 2,70 mm
Jadi, jawaban yang benar adalah pilihan a.

Ruang Lingkup Fisika, Besaran, dan Pengukuran

14. Jawaban: c
Skala tetap = 4,5 mm
Skala nonius = (11 0,01) mm
= 0,11 mm
Diameter kayu = (4,5 + 0,11) mm
= 4,61 mm
Jadi, diameter luar tabung kayu adalah 4,61 mm.
15. Jawaban: a
Massa yang diukur menggunakan neraca
Ohauss dapat ditentukan dengan menjumlahkan
nilai yang ditunjuk pada setiap lengan-lengannya.
Hasilnya sebagai berikut.
Hasil = lengan ratusan + lengan puluhan + lengan
satuan
= (200 + 40 + 8) gram
= 248 gram
Jadi, hasil pengukuran massa benda adalah 248 g.
16. Jawaban: b
Diketahui:
s = 1,50 1011 m
v = 3,00 108 m/s
Ditanyakan: t
Jawab:
s=vt
s

1,50 1011 m

t = v = 3,00 108 m/s


= 0,50 103 sekon
= 5,00 102 sekon
Jika menggunakan notasi ilmiah, waktu yang
dibutuhkan cahaya matahari sampai ke bumi
adalah 5,00 102 sekon.
17. Jawaban: c
Angka nol yang terletak di sebelah kanan maupun
kiri koma bukanlah angka penting. Sementara
itu, angka nol yang terletak di belakang angka
bukan nol termasuk angka penting. Jadi, jawaban
yang tepat adalah pilihan c.
18. Jawaban: d
Tinggi badan Andi = 1,68 m
Tinggi badan Mila = 1,7 m
Penjumlahan angka penting
1,68m
1,7 m
+
3,38m
Operasi penjumlahan angka penting hanya boleh
mengandung satu taksiran. Jadi, hasil penjumlahan
tinggi berdasarkan aturan angka penting 3,4 m.
19. Jawaban: d
42,57 (4 angka penting)
13,23 (4 angka penting)
11,9 (3 angka penting)

17,44

Operasi pengurangan angka penting hanya boleh


mengandung satu taksiran. Jadi, hasil pengurangan
bilangan-bilangan berdasarkan penggunaan angka
penting adalah 17,4.
20. Jawaban: d
Panjang = 20,5 m (3 angka penting)
Lebar = 4,3 m
(2 angka penting
Luas = panjang lebar
= (20,5 m)(4,3 m)
= 88,15
= 88 (2 angka penting)
Operasi perkalian angka penting, hasil
penjumlahan angka penting mengikuti jumlah
angka penting terkecil. Jadi, jawaban yang tepat
adalah pilihan d.
21. Jawaban: e
Diketahui:
p = 6,31 cm (3 angka penting)
= 4,2 cm (2 angka penting)
t = 2,1 cm (2 angka penting)
Ditanyakan: V
Jawab:
V =p t
= (6,31 cm)(4,2 cm)(2,1 cm)
= 55,6542 = 56
Operasi perkalian angka penting akan menghasilkan angka dengan jumlah angka penting sama
dengan angka paling kecil dari operasi perkalian
tersebut. Jadi, jawaban yang tepat pilihan e.
22. Jawaban: b
Diketahui:
A = 576 cm2
Ditanyakan: s
Jawab:
A = 576 cm2 (3 angka penting)
= s2
s = A = 576 = 24 cm
Bilangan 24 cm memiliki 2 angka penting. Dalam
operasi penarikan akar pada angka penting,
hasilnya memiliki jumlah angka penting yang sama
dengan jumlah angka penting yang ditarik akar.
Jadi, panjang sisi persegi berdasarkan aturan angka
penting adalah 24,0 cm.
23. Jawaban: e
Diketahui:
r = 4,23 cm
Ditanyakan: V
Jawab:
Vkubus = r 3
= (4,23 cm)3 = 75,686967 cm3
Operasi pemangkatan suatu bilangan penting
memiliki banyak angka penting yang sama dengan
bilangan penting yang dipangkatkan. Jika 4,23
memiliki 3 angka penting, hasilnya pun harus
memiliki 3 angka penting. Jadi, volume kubus
berdasarkan angka penting adalah 75,7 cm3.

24. Jawaban: b
Diketahui:
v = 3 108 m/s
t = 1 ns = 1 109 s
Ditanyakan: s
Jawab:
s=vt
= (3 108 m/s)(1 109 s)
= 0,3 cm
Jadi, jarak yang ditempuh cahaya yaitu 0,3 cm.
25. Jawaban: b
Diketahui:
h = 6,6 1034 Js
c = 3 108 m/s
= 2,5 107 m
Ditanyakan: E
Jawab:
c

E= h
(3 108 )

= (6,6 1034 Js) (2,5 10 7 )


= 7,92 1019 joule
Jadi, energi foton sebesar 7,92 1019 joule.
B. Uraian
1. Kejadian-kejadian yang berhubungan dengan
mekanika antara lain:
a. pembalap motor ketika di tikungan jalan;
b. benda yang dilemparkan ke atas;
c. benda yang dijatuhkan dari gedung;
d. gerak bola ketika ditendang;
e. bola lama-kelamaan berhenti ketika bergerak
di atas pasir.
2. F = m xv yr z
Dimensi F adalah [M][L][T]2
Dimensi m adalah [M]
Dimensi v adalah [L][T]1
Dimensi r adalah [L]
F = m xv yr z
[M][L][T]2 = [M]x([L][T]1)y[L]z
[M][L][T]2 = [M]x[L]y[T]y[L]z
[M][L][T]2 = [M]x[L]y + z[T]y
x=1
y+z=1
y = 2
2+z=1
y=2
z = 1
Jadi, nilai x adalah 1, nilai y adalah 2, dan nilai z
adalah 1.
3. T = k xr y z
[T] = ([M][L]3)x[L]y([M][T]2)z
[T] = [M]x[L]3x[L]y[M]z[T]2z
[T] = [M]x + z[L]3x + y[T]2z
1 = 2z
x+z=0
3x + y = 0
1

z=2

x 2 =0
1

x= 2

3( 2 ) + y = 0
3

y= 2
Fisika Kelas X

Persamaannya menjadi seperti berikut.


1 3
2 2

T = r

= k

1
2

=k

(terbukti)

4. Skala tetap = 1,5 cm


Skala nonius = (4 0,01) cm = 0,04 cm
Hasil hitungan = 1,5 cm + 0,04 cm = 1,54 cm
1

Ketidakpastian = 2 ketelitian
1

= 2 0,01 cm = 0,005 cm
Jadi, hasil pengukuran diameter dalam pada
cincin adalah (1,540 0,005) cm.
5. Diketahui:

x1
x2
x3
x4
x5
Ditanyakan: x
Jawab:

= 2,80 cm
= 2,82 cm
= 2,79 cm
= 2,81 cm
= 2,83 cm

14,05
x
x = N i = 5 cm = 2,81 cm
x 1 2 = (2,80 cm)2 + (2,82 cm)2 + (2,79 cm)2
+ (2,81 cm)2 + (2,83 cm)2
= 7,84 cm2 + 7,9524 cm2 + 7,7841 cm2
+ 7,8961 cm2 + 8,0089 cm2
= 39,4815 cm2

x = sx =

1
N

N x i2 ( x i )2
N 1

1 5(39,4815) (14,05)2
5
5 1

1 197,4075 197,4025
5
4

x
x

100%

0,01
2,81

100%

= 0,35%
Jadi, hasil pengukuran buku oleh Fani dan Novan
adalah (2,81 0,01) cm.

10

8. Pengukuran massa menggunakan neraca Ohauss


dilakukan dengan menjumlahkan angka yang ditunjuk di setiap lengannya. Hasilnya sebagai
berikut.
Hasil = (500 + 60 + 8) gram = 568 gram
Jadi, pengukuran massa sekantung gula halus
memiliki massa 568 gram.
9. Panjang = 12,61 cm (4 angka penting)
Lebar = 5,3 cm
(2 angka penting)
Keliling = 2(panjang + lebar)
= 2(12,61 + 5,3) cm
= 2(17,91) cm
= 35,82 cm = 35,8 cm
Jadi, keliling persegi panjang sebesar 35,8 cm.
10. Diameter atom = 2R = 2(0,25 1010 m)
= 0,5 1010 m
Panjang garis

= Diameter atom
=

= 5 (0,03535) 0,01

7. Skala utama dan skala nonius hasil pengukuran


diameter kelereng sebagai berikut.
Skala utama = 0,8 cm
Skala nonius = (5 0,01) cm = 0,05 cm
Hasil pengukuran = skala utama + skala nonius
= (0,8 + 0,05) cm = 0,085 cm
Jadi, hasil pengukuran diameter kelereng yaitu
0,85 cm.

Jumlah atom

= 5 0,00125

Ketidakpastian relatif =

6. Hasil pengukuran menggunakan mikrometer sekrup


dapat diketahui jika mengetahui nilai skala utama
dan skala noniusnya.
Skala utama = 4 mm
Skala nonius = (17 0,01) mm
= 0,17 mm
Hasil pengukuran = skala utama + skala nonius
= (4 + 0,17) mm = 4,17 mm
Jadi, tebal buku tulis tersebut adalah 4,17 mm.

Ruang Lingkup Fisika, Besaran, dan Pengukuran

2 cm
0,5 10 10 m
2 102 m

= 0,5 1010 m
= 4 108 atom
Jadi, banyaknya atom yaitu 4 108 atom.

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:


1. menjelaskan notasi vektor dan menggambarkannya;
2. menggambar dan menentukan resultan vektor dengan berbagai metode.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1. menghayati dan menerapkan sifat teliti dalam kehidupan sehari-hari;
2. disiplin, bertanggung jawab, dan menghargai pendapat orang lain.

Notasi Vektor dan Besar Vektor


Besaran Vektor
Latihan 1

Penguraian Vektor
Vektor Satuan

Latihan 2

Soal-Soal

Materi
Operasi Penjumlahan
dan Pengurangan
Vektor

Ulangan Harian

Penjumlahan Vektor secara Geometri


(Grafis)
Penjumlahan Vektor secara Analitis
Pengurangan Vektor
Penentuan Nilai dan Arah Resultan

Vektor
Perpindahan sebagai Vektor
Tugas

Jenis-Jenis
Kompas

Arah Kompas dan Vektor Satuan


Tarik Tambang Tiga Arah

Informasi

Vektor dalam
Sains Komputer

Kegiatan

Praktikum

Selancar Internet

Menentukan Resultan Vektor

Manfaat GPS

Fisika Kelas X

11

6. Jawaban: b

A. Pilihan Ganda

1. Jawaban: a
Jika digambarkan, perpindahan Intan adalah:
0

F1
45
45

perpindahan
F2

Jadi, perpindahan yang dilakukan Intan sebesar


3 meter ke kanan.
2. Jawaban: c
Gambar yang sesuai
seperti di samping.

F1x = F2x = (1.200 N) cos 45


K

= (1.200 N)(

Panjang L harus dua kali

120

panjang K .
Hal ini sesuai dengan aturan pelukisan vektor yang
sebanding dengan nilainya.
3. Jawaban: a
Vektor a terletak di sumbu
X sepanjang 3 satuan,
sedangkan vektor b
terletak di sumbu Y sepanjang 5 satuan. Gambar
yang benar terlihat seperti
gambar di samping.

5
4
3
2
1

a
1 2 3

= (2 N)(

12

Vektor

tan 60=

2N
Fx

3 =

2N
Fx

Fx =

2N
3

60

2
3

3 N.

8. Jawaban: d
Vektor a diuraikan pada sumbu X, Y, dan Z.

3)

= 3N
Jadi, nilai komponen vektor pada sumbu X dan
sumbu Y yang tepat adalah Fx = 1 N dan Fy =
3 N.

7. Jawaban: a
Diketahui:
Fy = 2 N
= 60
Ditanyakan: Fy
Jawab:

= (2 N)( )

1
2

di sisi kiri kapal sebesar 600 2 N.

Jadi, besar gaya pada sumbu X adalah

1
2

Fy

= 600 2 N
Jadi, nilai komponen vektor gaya pada sumbu X

Fy

Jadi, F = 4 i + 3 j.

=1N
= F sin 60

2)

tan = F
x

4. Jawaban: e
Pada gambar menunjukkan empat kotak ke arah
sumbu X positif 4 i dan tiga kotak ke arah sumbu
Y positif 3 j.
5. Jawaban: a
Fx = F cos 60

1
2

Vektor a memiliki 5 satuan pada sumbu X,


memiliki 3 satuan pada sumbu Y, dan memiliki
9 satuan pada sumbu Z. Persamaan yang benar
dituliskan a = 5i + 3 j + 9k .
9. Jawaban: e
v = 10 3 m/s
= 60
Ditanyakan: | v y|
Diketahui:

2.

Jawab:

Y (km)

| v y| = v sin
= (10 3 m/s)(sin 60)
= (10 3 m/s)(sin

1
2

3)

= 15 m/s
Jadi, kecepatan pada komponen Y sebesar
15 m/s.

Ry

Rx

10. Jawaban: a

X (km)

3. Diketahui:

F1 = 40 N
F2 = 40 N
1 = 30
2 = 60
Ditanyakan: Fy
Jawab:
F1y = F1 sin 30
F2y = F2 sin 60

Fy

Fx

Fx = F cos = (12 N) cos 30= 6 3 N


Fy = F sin = (12 N) sin 30 = 6 N

B. Uraian
Fy

1. a.
v = 80 km/jam

2 cm

B
S

b.

= 40 N 2 3

= 20 N
= F1y + F2y
= 20 N + 20 3 N

= 20 3 N

= 20(1 + 3 ) N
Jadi, besar gaya pada komponen sumbu Y adalah
20(1 + 3 ) N .
Y
F 1y

F1

F2

60 F 1x

37

Y+

60 F
3x

Sumbu Y positif dianggap berarah ke atas.

3 cm

= 40 N 2

4. Jabarkan ketiga vektor dalam komponen X dan Y.

F=8N

4 cm

c.

13

F 3y

F3

F x = F 1x + F 2 + F 3x

30

F x = F1 cos 60 + F 2 + F 3 cos 60
1

F x = (30 N)( 2 ) + 70 N + (30 N)( 2 )


= 15 N + 70 N + 15 N

2 cm

= 100 N
X+

F y = F 1y + F 3y
F y = F 1 sin 60 + F 3 sin 30
1

Fy = (30( 2 3 )) + (30 ( 2 3 ))
=0N
Komponen gaya pada sumbu X sebesar 100 N.
Komponen pada sumbu Y bernilai nol.

Fisika Kelas X

13

F 2y = F 2 sin 60

5. F 1 = 10 i

F 2x = F 2 cos 60

= 16 2 3 = 8 3

= 16 2

F 2 = 8 i + 8 3 j

=8

Jadi, vektor satuan gaya adalah F 1 = 10 i dan

F 2 = 8 i + 8 3 j .

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Jika diresultankan,
gaya di samping
sebagai berikut.
Fr =

F2
Fr

F12 + F22

82 + 6 2 N

64 + 36 N

F1

= 100 N
= 10 N
Jadi, resultan kedua gaya sebesar 10 N.

3. Jawaban: c
Diketahui:
F1 = 9 N
F2 = 15 N
F3 = 10 N
1 = 0
2 = 90 + 37 = 127
3 = 360 37 = 323
Ditanyakan: R
Jawab:
Soal ini dikerjakan dengan penguraian vektor.
Setiap vektor diuraikan ke sumbu X dan sumbu Y.
F1x = F1 cos 1 = (9 N)(cos 0)
= (9 N)(1) = 9 N
F2x = F2 cos 2 = (15 N)(cos 127)

2. Jawaban: a
Gaya Sudut
80 N

45

120 N

150

100 N

330

= (15 N)(0,6) = 9 N
Komponen X

Komponen Y

(80 N) cos 45
= 40 2 N
(120 N) cos 150
= 60 3 N
(100 N) cos 330
= 50 3 N

(80 N) sin 45
= 40 2 N
(120 N) sin 150
= 60 N
(100 N) sin 330
= 50 N

Fx = ( 40 2 10 3 ) N Fy = ( 40 2 +10) N

Fx = (40 N)(1,4) (10 N)(1,7)


= (56 17) N
= 39 N
Fy = (40 N)(1,4) + 10 N
= (56 + 10) N
= 66 N
FR =
=

(39 N)2 + (66 N)2


1.521 N2 + 4.356 N2

= 5.877 N2
= 76,67 N
Jadi, resultan gaya sebesar 76,67 N.

14

Vektor

F3x = F3 cos 3 = (10 N)(cos 323)


= (10 N)(0,8) = 8 N
F1y = F1 sin 1 = (9 N)(sin 0) = 0
F2y = F2 sin 2 = (15 N)(sin 127)
= (15 N)(0,8) = 12 N
F3y = F3 sin 3 = (10 N)(sin 323)
= (10 N)(0,6) = 6 N

Fx = F1x + F2x + F3x


= (9 9 + 8) N
=8N
Fy = F1y + F2y + F3y
= (0 + 12 6) N
=6N
R =

Fx2 + Fy2

(8 N)2 + (6 N)2

64 N2 + 36 N2

Y
F2

F2y
37
F1 F
3x
37

F2x
F3y

= 100 N2 = 10 N
Jadi, resultan ketiga vektor sebesar 10 N.

F3

4. Jawaban: e
s1 = 8 m
Diketahui:
s2 = 12 m
= 60
Ditanyakan: s1 s2
Jawab:
s1 s2 = s1 + ( s2 )
| s1 s2 | =

rx = ax + bx + c x
= (20 + 40 3 + 0) cm
= 20(1 + 2 3 ) cm

ry = ay + by + c y
= (0 + 40 + 40) cm
= 80 cm

s12 + ( s2 )2 + 2s1( s2 ) cos 60

(8 m)2 + ( 12 m)2 + 2(8 m)( 12 m)

64 m2 + 144 m2 96 m2

112 m2 = 4 7 m

r = rx + ry
1
2

= 20(1 + 2 3)i cm + 80j cm


Jadi, perpindahan partikel dapat dituliskan

20(1 + 2 3)i cm + 80j cm .

Jadi, nilai selisih kedua vektor sebesar 4 7 m.


5. Jawaban: d
100 m

p
Per

ind

aha

= rx i + ry j

500 m

7. Jawaban: d
Diketahui:
R1 = 4 km
R2 = 8 km
= 120
Ditanyakan: R
Jawab:
R =

1.200 m
100 m

Perpindahan =
=

(500 m)2 + (1.200 m)2


250.000 m2 + 1.440.000 m2

= 1.690.000 m2
= 1.300 m
= 1,3 km
Jadi, perpindahan Sinta sepanjang 1,3 km.
6. Jawaban: a
Y+
c = 40 cm

30
a = 20 cm

ax

42 + 82 + 2(4)(8) cos 120 km

16 + 64 32 km

48 km

= 4 3 km
Jadi, Perpindahan yang ditempuh mobil sebesar
4 3 km.
8. Jawaban: b
Diketahui:
P = 40
Q = 20
= 60
Ditanyakan: R
Jawab:
Selisih vektor dapat ditentukan dengan persamaan:
R =

b = 80 cm

X+

= a cos 0 = (20 cm)(1) = 20 cm

a y = a sin 0 = (20 cm)(0) = 0 cm


1
2

= b cos 30 = (80 cm)(

3 ) = 40 3 cm

= b sin 30 = (80 cm)( 1 ) = 40 cm

= c cos 90 = (40 cm)(0) = 0

= c sin 90 = (40 cm)(1) = 40 cm

R12 + R 22 + 2R1R 2 cos km

P 2 + Q 2 2PQ cos

402 + 202 2(40)(20) cos 60

1.600 + 400 800

1.200 = 20 3

Jadi, nilai P Q adalah 20 3 .


9. Jawaban: a
Diketahui:
s r = 120 m
s s = 50 m
Ditanyakan: jarak adalah lintasan total yang
dilewati

Fisika Kelas X

15

Jawab:
Jarak s = 120 m + 50 m = 170 m
|s | =
=

ax = a cos 30 = (2)( 2 3 ) = 1,7


1

(120 m)2 + (50 m)2

ay = a sin 30 = (2)( 2 ) = 1

14.400 m2 + 2.500 m2

bx = b cos 150 = (3)(

16.900 m2 = 130 m
Jadi, jarak dan perpindahan yang dilakukan Dina
secara berturut-turut adalah 170 m dan 130 m.
=

10. Jawaban: a
A =3m
Diketahui:
B =4m
Ditanyakan: C
Jawab:

c x = c cos 210 = (4)(

1
2

32 + 42 + 2(3)(4)(0,8)

9 + 16 + 19,2

R =

| A |2 + | B |2 + 2 | A | | B | cos 37

44,2
Jadi, hasil penjumlahan kedua vektor A dan B
44,2 m.

(4,25)2 + (0,5)2

= 18,3125
= 4,28
Jadi, resultan vektornya 4,28 satuan.
3. F x = 3 cos 60 + 6 cos 60 3 N

B. Uraian

b = 8 satuan
a + b =10 satuan
Ditanyakan:
Jawab:
2

= 2 N (arah ke kanan)
F x = 3 sin 60 6 sin 60
1

= (3)( 2 3 ) (6)( 2 3 )

| a | + | b | + 2 | a || b | cos

|a + b | =

= (3)( 2 )(6)( 2 ) 3

a = 6 satuan

1. Diketahui:

= 2 3 N (arah ke bawah)

2
2
10 = 6 + 8 + 2(6)(8)cos
100 = 36 + 64 + 96 cos
0 = 96 cos
cos = 0
= arc cos 0 = 90

|F R | =
F x

Jadi, vektor a dan b mengapit sudut 90.


2.

3 satuan

150
210

16

Vektor

3 ) = 3,4

c y = c sin 210 = (4)( 2 ) = 2

adalah

3 ) = 2,55

by = b sin 150 = (3)( 2 ) = 1,5

Rx = ax + bx + cx
= 1,7 2,55 3,4
= 4,25
Ry = ay + by + cy
= 1 + 1,5 2
= 0,5

|C | =

1
2

4 satuan

F y

3

2

9
4

4. Diketahui:
X

F1 = 30 N
F2 = 18 N
= 60
Ditanyakan: FR

27
4

3
2

3
36
4

9 =3
Jadi, besar resultan ketiga gaya adalah 3 N.

2 satuan
30

FR

Fx 2 + Fy 2
2

Jawab:
Gambarkan terlebih dahulu vektor perpindahan
pesawat.

Jawab:
F12

FR =

+ F12

+ 2F12F12

cos 60

(30)2 + (18)2 + 2(30)(18) 1 N

900 + 324 + 540

s1

s2

= 1.764 N
= 42 N
Jadi, resultan kedua gaya tersebut sebesar 42 N.
5. Diketahui:

37

|s | =

s 1 = 300 km

s 2 = 100 km
= 37
Ditanyakan: | s |

s12 + s 2 + 2s1s 2 cos (143)

(300)2 + (100)2 + 2(300)(100)(0,8)

90.000 + 10.000 48.000

= 100.000 48.000
= 52.000 228
Jadi, perpindahan pesawat sebesar 228 km.

A. Pilihlan Ganda
1. Jawaban: b

Vektor resultan v x = (2 3 1) m/s dan v y =


(2

Pertama digambar dahulu F 1 .


F1
F1

Kemudian, gambar 2 F 2 di

3 ) m/s.

3. Jawaban: e
v 1 = 3i + 4 j
v = 4i
2

v 3 = 7i + 3 j
+
v = 14i + 7 j

titik pangkal F 1 .

F1

Kemudian, gambar F 1 di
titik pangkal 2 F 2 dan
tarik garis resultan dari

4. Jawaban: e

2F 2

F3

Gaya Sudut

titik pangkal F 1 ke ujung


F3 .

2. Jawaban: b
Diketahui:

Jadi, resultan ketiga vektor tersebut dalam vektor


satuannya v R = 14i + 7 j .

v 1 = 4 m/s
= 30

v 2 = 2 m/s
= 240

20 N

20 N

120

24 N

240

Ditanyakan: v x dan v y
Jawab:

F =

v x = v 1 cos + v 2 cos
= (4 m/s) cos 30 + (2 m/s) cos 240
= (4 m/s)(

1
2

1
2

3 ) + (2 m/s)( )

= (2 3 1) m/s

v y = v 1 sin 30 + v 2 sin 240


1

= (4 m/s)( 2 ) + (2 m/s)(

1
2

3 ) = (2

3 ) m/s

Komponen X
(20 N) cos 0
= 20 N
(20 N) cos 120
= 10 N

Komponen Y

(24 N) cos 240


= 12 N

(20 N) sin 0
=0
(20 N) sin 120
= 10 3 N
(24 N) sin 240
= 12 3 N

Fx = 2 N

Fy = 2 3 N

Fx 2 + Fy2

(2 N)2 + (2 3 N)2

(4 + 12) N2

= 16 N2
=4N
Jadi, resultan ketiga gaya sebesar 4 N.

Fisika Kelas X

17

Fx = F cos

5. Jawaban: b
atotal = ag + ae + am
= (10k ) m/s2 + (5i + 4 j + 10k ) m/s2 +

(3i 2 j 5k ) m/s2
= (2i + 2 j 5k ) m/s2
Jadi, partikel mengalami percepatan total
(2i + 2 j 5k ) m/s2.
6. Jawaban: c
Diketahui:

A = 4 m/s

Jadi, gaya yang memengaruhi perpindahan benda


sebesar 30 N.
9. Jawaban: a
Diketahui:
F1 = F2 = 5 N
1 = 2 = 3 =
Ditanyakan: F3
Jawab:
F1
sin

B = 2 m/s
= 60

F2
sin

A2 + (B )2 + (2)(A)(B ) cos 60
1
2

42 + ( 2)2 + (2)(4)( 2)( )

16 + 4 8

12 = 2 3

Jadi, nilai A B sebesar 2 3 m/s.


7. Jawaban: c
F 1x = 4 satuan = 4 N

F3
sin

10. Jawaban: b
Diketahui:
F1 = 2 N
F2 = 3 N
F3 = 4 N

Gaya Sudut
2N
3N

0
37

4N

127

F 1y = 4 satuan = 4 N
F 2y = 5 satuan = 5 N
Fx = (4 + 8) N = 12 N
Fy = (4 + 5) N = 9 N

|F R | =

Komponen X

(2 N) sin 0 = 0
(3 N) sin 37
= 1,8 N
(4 N) sin 127
= 3,2 N

Fx = 2 N

Fy = 5 N

Fx 2 + Fy2

(2 N)2 + (5 N)2

Fx 2 + Fy2

4 N2 + 25 N2

(12 N)2 + (9 N)2

29 N2

(144 + 81) N2

29 N

= 225 N2 = 15 N
Jadi, nilai resultan kedua gaya tersebut sebesar
15 N.
8. Jawaban: e
Diketahui:
F = 60 N
= 60
m = 4 kg
Ditanyakan: Fx
Jawab:
Gaya yang memengaruhi perpindahan benda
adalah gaya yang searah dengan perpindahan
benda.

Vektor

Komponen Y

(2 N) cos 0 = 2 N
(3 N) cos 37
= 2,4 N
(4 N) cos 127
= 2,4 N

|F | =

1 = 0
2 = 37
3 = 127

Ditanyakan: Nilai dan arah F R


Jawab:

F 2x = 8 satuan = 8 N

18

Oleh karena besar sudut yang diapit ketiganya


sama besar, maka tegangan pada juga sama
besar dengan F1 dan F2, yaitu 5 N.

Ditanyakan: | A B |
Jawab:
|A B | =

= 60 N cos 60 = 60 N 2 = 30 N

Fy

5N

tan = F = 2 N = 2,5
x
68
Jadi, nilai dan arah resultan ketiga gaya tersebut
berturut-turut sebesar

29 N dan 68.

11. Jawaban: d
sR = s1 + s2 + s3
= (8i 2 j) + (6i + 5 j) + (4i 6 j)
= 10i 3 j

15. Jawaban: b
Diketahui:
s 1 = 40 m
s 2 = 100 m

Y
10

12. Jawaban: c
Diketahui:
|F1 + F 2| =
Ditanyakan:
Jawab:

3 F12 + ( F2 )2 + 2(F1)( F2 ) cos

F + F + 2F cos = 3 F 2 + F 2 2F 2 cos
2F 2 + 2F 2 cos = 3(2F 2 2F 2 cos )
2F 2 + 2F 2 cos = 6F 2 6F 2 cos
8F 2 cos = 4F 2
2

s3

3 | F 1 F 2|

|F 1 + F 2| =
F12 + F22 + 2F1F2 cos

3 | F 1 F 2|

s 3 = 100 m
1 = 37
Ditanyakan: s
Jawab:

s2

37
s1

Jika diuraikan dalam diagram kartesius, vektor di


atas sebagai berikut.

cos = 2
= 60
Jadi, sudut apit kedua vektor gaya sebesar 60.

s3

s2

13. Jawaban: b

37

Diketahui:

v = 2 m/s
= 37
Ditanyakan: |v |
Jawab:
cos =
cos 37 =
0,8 =

s1

v
v
2 m/s
v

2 m/s
v

v = 2,5 m/s
Jadi, kecepatan sepeda saat terpengaruh angin
2,5 m/s.
14. Jawaban: d
Diketahui:
v p = 10 m/s
= 60
v s = 6 m/s
t = 1 menit = 60 s
Ditanyakan: s
Jawab:
|v | =
=

v p2 + v s2 + 2v pv s cos 60
1
2

102 + 62 + 2(10)(6)( )

= 100 + 36 + 60 = 196 = 14
s = v t = (14 m/s)(60 s) = 840 m
Jadi, jarak tempuh perahu setelah 1 menit adalah
840 m.

s 2x = s 2 cos 37
= 100 m (0,8) = 80 m
s 2y = s 2 sin 37
= 100 m (0,6) = 60 m
s x = s 1 + s 2x
= 40 m + 80 m = 120 m
s y = s 3 + s 2y
= 100 m + 60 m = 160 m

|s | =

sx2 + sy2

(120 m)2 + (160 m)2

40.000 m2

= 200 m

Jadi, perpindahan yang dilakukan benda sebesar


200 m.
16. Jawaban: b
Diketahui:
s 1 = 400 m
s 2 = 300 m
s 3 = 200 m
3

tan = 4
Ditanyakan: s

Fisika Kelas X

19

Jawab:

18. Jawaban: a

B x = 4 3 cm
B y = 4 cm
Ditanyakan: B dan arah
Jawab:
Diketahui:

s3

s2

B =
s1

Jika diuraikan dalam diagram kartesius, vektor di


atas sebagai berikut.

s 3y
s2

(4 3 cm)2 + (4 cm)2

48 cm2 + 16 cm2

64 cm2 = 8 cm

3
5

sx2 + sy2

|F G | =

(560 m)2 + (420 m)2

17. Jawaban: a
p12 + p22 + 2p1p2 cos
(4 m)2 + ( 52 m)2 + 2(4 m)( 52 m)
16 m + 52 m + 8 52

4
52

4
m
52

= (68 + 32) m2 = 100 m2 = 10 m


Jadi, resultan perpindahan benda sebesar 10 m.

20

Vektor

=8m
=5m
= 37
G|

490.000 m2 = 700 m
Jadi, perpindahan yang dilakukan perahu sebesar
700 m.

1
3

|F G |

= 300 m + 120 m
= 420 m

R =

4 cm
4 3 cm

19. Jawaban: d
F
Diketahui:
G

Ditanyakan: | F
Jawab:

= 400 m + 160 m
= 560
s y = s 2 + s 3y

Jadi, besar vektor B adalah 4 cm membentuk arah


150.

4
5

= 120 m
s x = s 1 + s 3x

|s| =

By
Bx

tan1 3 3 = 150

= 160 m
s 3y = s 2 cos
= 200 m

tan =

s1

s 3x = s 3 cos

= 200 m

Oleh karena B x bertanda negatif dan B y bertanda


positif, maka vektor terletak di kuadran II.

s3

s 3x

Bx + By

F + G 2FG cos 37
(8 m)2 + (5 m)2 2(8 m)(5 m)(0,8)

= 64 m2 + 25 m2 64 m2
=5m
Jadi, selisih kedua vektor tersebut sebesar 5 meter.
20. Jawaban: b
Vektor posisi:
r = 1,5 i
x

ry = j
r = r x + ry
= 1,5 i j

b.

Besar vektor r :
2

s2

|r | =

rx + r y

(1,5) + (1)

2,25 + 1

3,25

2s1

2s1 s2

2s3
1

2s3 2 (s1 s2 )

Arah vekor posisi r :


tan =

ry
rx

1
= 0,67
1,5

3.

= tan1(0,67)
= 33,69
Oleh karena vekor posisi r di kuadran III sehingga
arahnya adalah
= 180 + 33,69
= 213,69
B. Uraian
a.
Q

2P = 3 cm
2P
+

=2

b.

8N

30

10 N

135

6N

270

Komponen X
(8 N) cos 30
=4 3 N
(10 N) cos 135
= 5 2 N
(6 N) cos 270
=0N

Komponen Y
(8 N) sin 30
=4N
(10 N) sin 135
=5 2 N
(6 N) sin 270
= 6 N

Fx = (4 3 5 2 + 0) N
= (6,8 7) N = 0,2 N
Fy = (4 + 5 2 6) N
= (4 + 7 6) N = 5 N

cm

R = 3 cm

1.

Gaya Sudut

2 (s1 s2 )

Fx 2 + Fy2

(0,2 N2 ) + (5 N)2

(0,04 + 25) N2

25,04 N2 5 N
Fy

tan = F
x

2R

= 6 cm

tan =

P Q + 2R

= 1,5 cm

4. Diketahui:

2. a.
2 s2

s1 2s2 s3

= 25

= 87,7
Nilai dan arah ketiga resultan gaya tersebut 5 N
dan 87,7.

Q = 2 cm

s1

5N
0,2 N

s3

a = 6 satuan
b = 8 satuan
Ditanyakan: sudut apit
Jawab:
a.
R12 = a2 + b2 + 2ab cos 1
142 = 62 + 82 + 2(6)(8) cos 1
196 = 36 + 64 + 96 cos 1
96 = 96 cos 1
cos 1 = 1
1 = 0

Fisika Kelas X

21

b.

c.

R22 = a2 + b2 + 2ab cos 2


22 = 62 + 82 + 2(6)(8) cos 2
4 = 36 + 64 + 96 cos 2
96 cos 2 = 96
cos 2 = 1
2 = 180
R32 = a2 + b2 + 2ab cos 3
102 = 62 + 82 + 2(6)(8) cos 3
100 = 36 + 64 + 96 cos 3
96 cos 3 = 0
cos 3 = 0
3 = 90
s 1 = 6 cm

5. Diketahui:

s 2 = 7 cm
s 3 = 5 cm
1 = 53
Ditanyakan: s
Jawab:

Jawab:
Ketiga gaya seimbang jika
|F 1 + F 2 | = F 3

agar ketiga gaya seimbang.


v p = 14 m/s

7. Diketahui:

va

Ditanyakan: a.
b.
a.

s2
s1

b.
c.

s =
=

sx + sy

122 + 142 + 2(12)(14) cos 60

144 + 196 + 2(12)(14)( )

F3 = 4 N
Ditanyakan:

22

Vektor

sin 43,86= 900 m


h = (900 m) sin 43,86 = 623,6 m
Jadi, ;ebar sungai adalah 623,6 m.

10 2 .
F2 = 2 N

= 508 22,5
Jadi, nilai resultan kecepatan perahu sebesar
22,5 m/s.
s = vR t = (22,5 m/s)(40 s) = 900 m
Jadi, jarak tempuh perahu 900 m.
vp2 = vR2 + va2 2vpvR cos
142 = (22,5)2 + (12)2 2(14)(22,5) cos
196 = 506,25 + 144 630 cos
454,25 = 630 cos
cos = 0,721
= 43,86
Jadi, sudut antara perahu dengan arah arus
sekarang 43,86.

43,86

= 200 cm2 = 10 2 cm
Jadi, perpindahan yang dilakukan partikel sebesar
F1 = 3 N

1
2

900 m

(10 cm)2 + (10 cm)2

6. Diketahui:

c.
d.

d.

sy = s2 + s3y = 7 cm + 3 cm = 10 cm
2

= 12 m/s
= 60
| vR |
s

v a2 + v p2 + 2v av p cos

| vR | =

s3

s x = s1 + s 3x = 6 cm + 4 cm = 10 cm

F2

F1

F12 + F22 + 2F1F2 cos = F32


32 + 22 + 2(3)(2) cos = 42
9 + 4 + 12 cos = 16
12 cos = 3
cos = 0,25
75,5
Jadi, sudut apit antara F 1 dan F 2 sebesar 75,5

53

Jika digambarkan dalam diagram kartesius, vektor


di atas sebagai berikut.
s 3x = s3 sin
= (5 cm)(sin 53)
= (5 cm)(0,8)
s3
= 4 cm
s2
s3y = s2 cos
53
= (5 cm)(cos 53)
s1
= (5 cm)(0,6)
= 3 cm

F3

8. a.

aR = a1 + a2 + a3
= (10 j) m/s2 + (8i 6 j) m/s2 +
(3i + 4 j) m/s2
= (5i 12 j) m/s2

Jawab:

A12 + A22 + 2A1A2 cos

A12 =

52 + 52 + 2(5)(5) cos

3 10 =

3 10 = 25 + 25 + 50 cos
90 = 50 + 50 cos
40 = 50 cos

aR

40

cos = 50 = 0,8
= arc cos 0,8 = 37
Jadi, sudut yang diapit kedua vektor kecepatan
sebesar 37.
10.
b.

| aR | =
=

(5) + (12)

m/s2

25 + 144 m/s2

= 169 m/s2
= 13 m/s2
Jadi, nilai resultan kecepatannya 13 m/s2.
9. Diketahui:

A1 = A2 = 5 m/s

A12 = 3 10 m/s
Ditanyakan:

A B
A +B

1
3

A 2 + B 2 2AB cos

1
3

2
2
3 A + B + 2AB cos

2A 2 2A 2 cos

1
3

3 2A 2 + 2A 2 cos

2A2 2A2 cos = 3 2A 2 + 2A 2 cos


2

2A2 2A2 cos = 3 A2 + 3 A2 cos


4 2
8
A = 3 A2 cos
3
4
1
cos = 8 = 2
1
= arc cos 2 = 60

Jadi, sudut apit kedua vektor sebesar 60.

Fisika Kelas X

23

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:


1. menjelaskan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan;
2. menyebutkan penerapan gerak lurus berubah beraturan;
3. membuat grafik pada peristiwa gerak.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1. menghargai jasa ilmuwan yang mencetuskan persamaan gerak;
2. bersikap teliti dalam melakukan setiap kegiatan.

Besaran pada Gerak Lurus


Gerak Lurus
Latihan 1

Latihan 2

Jenis Gerak Lurus

Soal-Soal

Materi

Ulangan Harian
Gerak Jatuh Bebas

Gerak Vertikal ke Atas


Gerak Vertikal ke Bawah

Gerak Benda pada


Lintasan Lurus

Mengenal Gerak
Tugas

Aplikasi Android
untuk Mengukur
Kecepatan

Perbedaan Gerak Benda pada Lintasan yang Berbeda


Apa yang Memengaruhi Gerak Jatuh Bebas Suatu
Benda?
Bagaimana Pengaruh Kecepatan Awal Benda
terhadap Waktu Tempuh?

Bungee Jumping

Informasi

Kegiatan

Praktikum

Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

Lepas Landas
(Take Off)
Selancar di
Internet

Sensor pada Spidometer


Sejarah Perkembangan Teori Gerak

24

Gerak Benda pada Lintasan Lurus

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b
Pada benda yang dipercepat, jarak antartitik semakin
panjang dan sebaliknya jika benda bergerak
diperlambat jarak titik semakin rapat. Pada gerak
lurus berubah beraturan, percepatan bernilai tetap.
Jadi, gambar nomor (1) dan (3) menunjukkan mobil
bergerak lurus berubah beraturan dengan percepatan tertentu.
2. Jawaban: b
Diketahui:
v0 = 50 m/s
v t = 20 m/s
s = 70 m
Ditanyakan: s
Jawab:
vt2 = v02 2as
(20 m/s)2 = (50 m/s)2 2a(70 m)
(400 2.500) m2/s2 = 140a m
a=

2.100 m2 /s2
140 m

= 15 m/s2

Partikel mengalami perlambatan 15 m/s2.


Jarak yang ditempuh partikel hingga berhenti
dihitung dalam persamaan berikut.
v t 2 = vt2 2as
02 = (20 m/s)2 2(15 m/s2) s
2
(30 m/s ) s = 400 m2/s2
400

40

s = 30 m = 3 m
13,3 m
Jadi, partikel akan berhenti setelah menempuh
jarak lagi sejauh 13,3 m.
3. Jawaban: a
Diketahui:
v0 = 0
v t = 65 m/s
s = 600 m
Ditanyakan: a
Jawab:
vt2 = v02 + 2as
(65 m/s)2 = 02 + 2a(600 m)
4.225 m2/s2 = 1.200a m
a=

4.225 m2 /s 2
1.200 m

= 3,52 m/s2

Jadi, percepatan yang dialami pesawat sebesar


3,52 m/s2.
4. Jawaban: c
Diketahui:
v0 = v
v t = 2v
s =y
Ditanyakan: a

Jawab:
vt2 = v02 + 2as
(2v)2 = v 2 + 2ay
4v 2 = v 2 + 2ay
2ay = 4v 2 v 2
2ay = 3v 2
a=

3v2
2y

Jadi, percepatan mobil sebesar

3v2
2y

5. Jawaban: e
Diketahui:
v0 = 54 km/jam = 15 m/s
t = 6 s
vt = 0
Ditanyakan: besar dan arah perlambatan
Jawab:
v

a = t =
=

vt v0
t
0 15 m/s
6s

= 2,5 m/s2
Nilai a bernilai negatif sehingga arahnya
berlawanan dengan arah kecepatan.
Jadi, besar dan arah perlambatan truk adalah
2,5 m/s2 ke utara.
6. Jawaban: d
Diketahui:
v0 = 10 m/s
v t = 20 m/s
s = 100 m
Ditanyakan: t
Jawab:
vt2 = v02 + 2as
(20 m/s)2 = (10 m/s)2 + 2a(100 m)
400 m2/s2 = 100 m2/s2 + 200a m
300 m2/s2 = 200a m
a=

300 m2 /s2
200 m

= 1,5 m/s2

v t = v0 + a t
20 m/s = 10 m/s + 1,5 m/s2 t
10 m/s = 1,5t m/s2
t=

10 m /s
1, 5 m /s 2

6,7 sekon

Jadi, waktu yang dibutuhkan bus kira-kira 6,7 s.


7. Jawaban: c
Diketahui:
a K = 1 m/s2
aD = 1,5 m/s2
s = 80 m
Ditanyakan: waktu/jarak saat mereka bertemu

Fisika Kelas X

25

Jawab:
sK + sD = s
1
a t2
2 K
1
2

+ 2 aDt 2 = 80 m

(1 m/s2)t 2 + 2 (1,5 m/s2)t 2 = 80 m


(0,5 m/s2)t 2 + (0,75 m/s2)t 2 = 80 m
(1,25 m/s2)t 2 = 80 m
t2 =

t 2 = 64 s 2
t=8s
1

80 m
1,25 m/s2

sK = 2 aKt 2 = 2 (1 m/s2)(64 s2)


= 32 m
1

sD = 2 aDt 2 = 2 (1,5 m/s2)(64 s2)


= 48 m
Jadi, mereka bertemu setelah bergerak 8 s atau
ketut menempuh jarak 32 m dan Dimas menempuh
jarak 48 m.
8. Jawaban: d
Diketahui:
vX = 10 m/s
vY = 5 m/s
tX = t
tY = (t + 2) menit
Ditanyakan: s
Jawab:
sX = sY
vXtX = vYtY
vXtX = vY(t + 2 menit)
10t = 5(t + 2 menit)
10t = 5t + 10 menit
5t = 10 menit
t = 2 menit = 120 sekon
sX = vXtX
= (10 m/s)(t)
= (10 m/s)(120 s)
= 1.200 m
sX = 1,2 km
Jadi, setelah menempuh 1,2 km mobil X bisa
menyusul mobil Y.
9. Jawaban: d
Diketahui:
v0 = 0 m/s
a = 20 cm/s2
s = 2,5 m = 250 cm
Ditanyakan: t
Jawab:
1

s = v0t + 2 at 2
1

250 cm = (0 m/s) t + 2 (20 cm/s2)t 2

26

Gerak Benda pada Lintasan Lurus

250 cm = 0 + (10 cm/s2)t 2


t 2 = 25 s2
t=5s
Jadi, balok sampai ke dasar bidang miring setelah
5 s.
10. Jawaban: a
Diketahui:
a1 = 1 m/s2
t1 = 10 s
t2 = 5 s
Ditanyakan: s2
Jawab:
vt = v0 + a1 t1
1

= 0 + (1 m/s2)(10 s)

= 10 m/s
vt = vt + a2t2
2

0 = 10 m/s + a2(5 s)
a2 = 2 m/s2
1

s2 = v0 t2 + 2 a2 t22
2
1

= (10 m/s)(5 s) + 2 (2 m/s2)(5 s)2


= (50 25) m
= 25 m
Jadi, jarak yang ditempuh kotak kayu setelah tidak
diberi gaya tarik hingga berhenti sejauh 25 m.
11. Jawaban: a
Diketahui:
vC = 57,6 km/jam = 16 m/s
vD = 79,2 km/jam = 22 m/s
t = 30 sekon
Ditanyakan: s
Jawab:
sC = vC t
= (16 m/s)(30 s) = 480 m
sD = vD t
= (22 m/s)(30 s) = 660 m
s = (660 480) m
= 180 m
Jadi, kedua mobil berjarak 180 m setelah bergerak
30 sekon.
12. Jawaban: c
1) Menghitung percepatan A B.
aAB =
=
2)

vB v A
t AB

(20 0) m/s
5s

m/s

= 4 m/s2
Jarak tempuh ABC dapat dicari dengan
menghitung luas di bawah ABC.

Luas ABC
= luas AB + luas BC
=
=

3)

(5 s) (20 m/s)
(20 + 25 ) m/s (13 s)
+
2
2
100 m
(45)(8) m
+
2
2

= 50 m + 180 m
= 230 m
Cari percepatan di BC terlebih dahulu
aBC =

4)
5)

(25 20) m/s


(13 5) s

= 8 m/s2
= 0,625 m/s2

v9 = vB + at
= 20 m/s + (0,625 m/s2)(9 5) s
= 20 m/s + (0,625 m/s2)(4 s)
= 20 m/s + 2,5 m/s = 22,5 m/s
Jarak AB seperti yang telah dihitung pada
poin 2) yaitu 50 m.
(0 25) m/s
(22 17) s

aDE =

Jadi, percepatan mobil sebesar 1,25 m/s2.


15. Jawaban: a
Diketahui:
v0 = 0 m/s
t1 = 4 sekon
a1 = 2,5 m/s2
t2 = 10 s
Ditanyakan: grafik yang sesuai
Jawab:
1) Saat t0 = 0 s, v0 = 0 m/s
2) Saat t1 = 4 s kecepatan v1 dapat dihitung
v1 = v0 + a1t1
= 0 m/s + (2,5 m/s2)(4 s)
= 10 m/s
3) Setelah itu mobil bergerak konstan selama
10 s.
4) Mobil mengalami perlambatan 5 m/s2 hingga
berhenti

= 25 m/s2 = 5 m/s2

t3 =

Jadi, jawaban yang benar adalah pilihan c.


13. Jawaban: b
Diketahui:
v0 = 72 km/jam = 20 m/s
a = 5 m/s2
v t = 0 m/s
Ditanyakan: s
Jawab:
vt2 = v02 2as
(0 m/s)2 = (20 m/s)2 2(5 m/s2)(s)
0 m2/s2 = 400 m2/s2 10s m/s2
10s m/s2 = 400 m2/s2
400 m2 /s2

s=

10 m/s2

= 40 m

Jadi, jarak mobil saat melakukan pengereman dan


garis batas pada lampu merah sejauh 40 m.
14. Jawaban: b
Diketahui:
A = 50 m2
v0 = 10 m/s
v t = 15 m/s
Ditanyakan: a
Jawab:
a=

15 10
t

s = A = v0t +
1

5
t

1
2
5

at 2

50= 10t + 2 ( t )t2


50= 10t + 2,5t
50= 12,5t
t=4

a = t = 4 = 1,25

v 2 v1
a2

(0 10) m/s
5 m/s2

= 10 m/s2 = 2 s
5 m/s

v (m/s)
10

t (s)

14 16

16. Jawaban: c
Diketahui:
v0 = 20 m/s
t = 10 sekon
v t = 30 m/s
Ditanyakan: s
Jawab:
a=

v t v0
t

(30 20) m/s


10 s

= 1 m/s2

s = v0t + 2 at2
1

= (20 m/s)(10 s) + 2 (1 m/s2)(10 s)2


1

= 200 m + ( 2 m/s2)(100 s2)

= 200 m + 50 m = 250 m
Jadi, jarak yang ditempuh benda X selama
dipercepat adalah 250 m.
17. Jawaban: c
1)
vt 2 = v0 2 + 2aA sA
A
A
(20 m/s)2 = (2 m/s)2 + 2(aA)(200 m)
400 m2/s2 = 4 m2/s2 + 400aA m
396 m2/s2 = 400aA m
aA =

396 m2 /s2
400 m

= 0,99 m/s2

Fisika Kelas X

27

2)

vt

2
B

= v0

m/s)2

+ 2(aB) sB

m/s)2

(16
= (0
+ 2(aB)(250 m)
2
2
256 m /s = 0 + 500 m aB
aB =
3)

vt

2
C

256 m2 /s2
500 m

= v0

= 0,512 m/s2

+ 2aC sC

m/s)2

(24
= (4 m/s)2 + 2aC (100 m)
576 m2/s2 = 16 m2/s2 + 200aC m
560 m2/s2 = 200aC m
aC =

560 m2 /s2
200 m

= 2,8 m/s2
Dari hitungan diperoleh bahwa aB < aA < aC. Jadi,
kesimpulan yang tepat adalah pilihan c.
18. Jawaban: d
Diketahui:
v0 = 30 m/s
v1 = 15 m/s
s1 = 75 m
v2 = 0 m/s
Ditanyakan: s2
Jawab:
v12 v02 = 2as
225 m2/s2 900 m2/s2 = (150 m)a
675 m2/s2 = (150 m)a
a = 4,5 m/s2
v22 v12 = 2as
v 22 v 12
2a

=
=

= 25 m

9 m/s 2

19. Jawaban: c
Diketahui:

vR =

28

24 m/s
10 s

= 2,4 m/s2

v tB v 0B
t

=
=

24 22 m/s
10 s

2 m/s
10 s

= 0, 2 m/s2

Kedua mobil menempuh jarak yang sama saat


sA = sB. Perhitungannya sebagai berikut.
sA = sB
1
a t2
2 A

1
2

= v0 t + 2 aBt 2
B
1

(2,4 m/s2)t 2 = (22 m/s)t + 2 (0,2 m/s2)t 2


1,2 m/s2 t 2 = 22 m/s t + 0,1 m/s2 t 2
1,1 m/s2 t 2 = 22 m/s t
22 m/s
1,1m/s2

t = 20 s
(nomor 3 salah dan nomor 4 benar)
Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan b.
B. Uraian
x1 = 1,2 km
x2 = 1,6 km
1

Arah arus

vR

v p2 + v a2 =

v t A v 0A

= 2 jam
Ditanyakan: a. jarak dan perpindahan
b. kelajuan rata-rata dan kecepatan
rata-rata
Jawab:
1,6 km
a.

aA =

vp = 3 m/s

20. Jawaban: b
Pada gambar dapat disimpulkan bahwa mobil A
bergerak dipercepat dari keadaan diam hingga
kecepatannya menjadi 24 m/s dalam waktu 10 s.
Adapun mobil B bergerak dipercepat dari 22 m/s
hingga 24 m/s dalam waktu 10 s. (Nomor 1 benar
dan 2 salah)
Hitung terlebih dahulu percepatan mobil A dan
mobil B.

1. Diketahui:

= 180 m
va = 4 m/s
vp = 3 m/s
Ditanyakan: s
Jawab:

180 m

180 m
AC

t2 =

2(4,5 m/s 2 )
225 m2 /s 2

AB

= AC

AC = 300 m
Jadi, perahu telah menempuh lintasan sejauh 300 m.

0 (15 m/s) 2

Jadi, benda akan berhenti setelah menempuh lagi


jarak sejauh 25 m.

vp
vR

3
5

aB =

(15 m/s)2 (30 m/s)2 = 2a(75 m)

s=

sin =

va = 4 m/s

32 + 42 =

Gerak Benda pada Lintasan Lurus

1,2 km

25 = 5

Jarak = x1 + x2 = (1,2 + 1,6) km


= 2,8 km
x1 + x 2

Perpindahan x =
=

(1,2 km)2 + (1,6 km)2

1,44 km2 + 2,56 km2


2

4 km

=
b.

Kelajuan rata-rata =
=

1
2

jam

= 5,6 km/jam

perpindahan
waktu
2 km
1
2

= 4 km/jam

jam

2. Partikel A bergerak lurus dipercepat. Kecepatannya


berubah dari 10 m/s menjadi 25 m/s dalam waktu
20 sekon.
Percepatan partikel A dihitung sebagai berikut.
t

(25 10) m/s


20 s

15

= 20
= 0,75 m/s2
Partikel B bergerak lurus dengan kecepatan
konstan sebesar 25 m/s. Percepatan partikel B
adalah nol.
3. Diketahui:

v0 = 5 m/s
v t = 0 m/s
s = 0,5 m
Ditanyakan: s2
Jawab:
v t 2 = v02 + 2as
0 = (5 m/s)2 + 2a(0,5 m)
25 m2/s2 = (1)a m
a=

25 m2 /s2
1m

= 25 m/s

Jadi, perlambatan sepeda Rini sebesar 25 m/s2.


4. Diketahui:

vm
ap
tm
Ditanyakan: a.
b.
c.

20(tp + 1,1) = 2 (4)tp2

= 2 km

2,8 km

aA =

vmtm = 2 aptp2

jarak
waktu

Kecepatan rata-rata =

v t A v 0A

Jawab:
a. Polisi berhasil mengejar saat sm = sp
sm = sp

= 72 km/jam = 20 m/s
= 4 m/s2
= tp + 1,1
t polisi berhasil mengejar mobil
vp saat berhasil mengejar mobil
sp

b.

c.

20tp + 22 = 2tp2
tp2 10tp 11 = 0
(tp 11)(tp + 1) = 0
tp = 11 atau tp = 1 (tidak berlaku)
Jadi, polisi berhasil mengejar mobil setelah
11 sekon.
vp = aptp = (4 m/s2)(11 s)
= 44 m/s
Jadi, kelajuan polisi saat berhasil mengejar
mobil 44 m/s.
1

sp = 2 aptp2
1

= 2 (4 m/s2)(11 s)2
= (2 m/s2)(121 s2)
= 242 m
Jadi, jarak yang ditempuh polisi saat berhasil
mengejar mobil 242 m.
vM = 4 m/s
v0 = 2 m/s
B
vt = 4 m/s
B
tB = 5 s
Ditanyakan: a. t
b. sB
Jawab:

5. Diketahui:

aB =
=

v tB v 0B
tB
4 m/s 2 m/s
5s

= 0,4 m/s2
a.
sM = sB
1

vM tM = v0 tB + 2 aBtB2
B
1

(4 m/s)t = (2 m/s)t + 2 (0,4 m/s2)t2


(2 m/s)t = (0,2 m/s2)t 2
t=

2 m/s
0,2 m/s2

= 10 sekon
Jadi, Bentar menyusul Muchtar setelah 10
sekon.

Fisika Kelas X

29

b.

8. Diketahui:

sB = v0 t + 2 aBt 2
B
1

= (2 m/s)(10 s) + 2 (0,4 m/s2)(10 s)2


= 20 m + 20 m
= 40 m
Jadi, jarak yang ditempuh Bentar sejauh 40 m.
a1 = 1,2 m/s2
t1 = 5 s
t2 = 40 s
a2 = 0,8 m/s2
Ditanyakan: a. grafik
b. jarak total
Jawab:
a. Grafik
v1 = a1t1 = (1,2 m/s2)(5 s)
= 6 m/s
v2 = v1 + a2t3
0 m/s = 6 m/s + (0,8 m/s2)t3

6. Diketahui:

t3 =

t1
s1
t2
vt
Ditanyakan: a.
b.
Jawab:
a.

=2s
= 10 m
=4s
= 11 m/s
a
v0
1

s = v0t + 2 at 12
1

10 = v0(2) + 2 a(2)2
10 = 2v0 + 2a
. . . (1)
v t = v0 + at2
11 = v0 + a(4)
11 = v0 + 4a
. . . (2)

6 m/s
0,8 m/s2

b.

= 7,5 s
v (m/s)
6

Eliminasi (1) dan (2)


2v0 + 2a = 10 1 2v0 + 2a = 10
v0 + 4a = 11 2 2v0 + 8a = 22

6a = 12
a=2
Jadi, percepatan benda 2 m/s2.
2v0 + 2a = 10
2v0 + 2(2) = 10
2v0 = 10 4
2v0 = 6
6

v0 = 2 = 3 m/s
Jadi, kecepatan awalnya 3 m/s.
5

b.

45 52,5

t (m/s)

Jarak total
= luas I + luas II + luas III
=
=

65
6(52,5 45)
m + 6(45 5) m +
2
2
30
m + 6(40) m) + 3(7,5) m
2

= 15 m + 240 m + 22,5 m
= 277,5 m
Jadi, jarak total yang ditempuh sepeda 277,5 m.

9. Diketahui:

v0 = 108 km/jam = 30 m/s


s = 50 m
a = 8 m/s2
Ditanyakan: a. keadaan akhir
b. percepatan jika . . . .
Jawab:
a. Pada keadaan akhir kecepatan harus nol.
vt2 = v02 2as
(0 m/s)2 = (30 m/s)2 2(8 m/s2) s
16 m/s2 s = 900 m2/s2
900

7. Diketahui:

v0 = 5 m/s
a = 3 m/s2
t =2s
Ditanyakan: s
Jawab:
b.

s = v0t + 2 at2
1

= (5 m/s)(2 s) + 2 (3 m/s2)(2 s)2


= 10 m + 6 m
= 16 m
Jadi, jarak yang ditempuh harimau 16 m.

30

Gerak Benda pada Lintasan Lurus

s = 16 m = 56,25 m
Jarak mobil dari pengereman hingga berhenti
adalah 56,25 m.
Jadi, mobil melewati garis batas.
Mobil tidak melewati garis batas jika s = 50 m.
vt2 = v02 2as
(0 m/s)2 = (30 m/s)2 2a(50 m)
100a m = 900 m2/s2
900

a = 100 m/s2 = 9 m/s2


Jadi, perlambatan harus 9 m/s2 agar mobil
berhenti tepat di garis batas.

10. Diketahui:

PQ = 5,0 m = 500 cm
vA = 5 cm/s
vB = 10 cm/s
Ditanyakan: a. B menyusul A
b. posisi A saat B tiba di Q
Jawab:
a. B berangkat 20 s setelah A.
tA = (tB + 20)
B menyusul A maka sA = sB
sA = sB
vAtA = vBtB
vA(tB + 20) = vBtB
5(tB + 20) = 10tB
5tB + 100 = 10tB
5tB = 100
tB = 20 sekon

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b
Diketahui:
v0 = 39,2 m/s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: grafik
Jawab:
Waktu naik dan waktu turun sama nilainya dihitung
dengan persamaan
tnaik : tturun =

v0
g

39,2 m/s

= 9,8 m/s2 = 4 s

Grafiknya sebagai berikut.


v (m/s)

b.

sB = vBtB
= (10 cm/s)(20 sekon) = 200 cm
B menyusul A di titik 200 cm dari P.
B sampai di Q
s = vBtB
500 = 10tB
tB = 50
Dalam waktu 50 sekon A berada di titik s.
s = vAtA
= vA(tB + 20)
= (5 cm/s)(50 s + 20 s)
= (5 cm/s)(70 s)
= 350 cm
Jadi, mobil A menempuh jarak 350 cm saat
B tiba di Q.

3. Jawaban: a
Diketahui:
h1 = 10 m
v0 = 2 m/s
g = 10 m/s2
Ditanyakan: vpermukaan
Jawab:
h2 = h1 + hmaks
v

= 10 + 20g

(2 m/s)2

= 10 +

2(10 m/s2 )
4 m2 /s2

= 10 +

20 m/s2

= 10 + 0,2 m = 10,2 m
v 2permukaan = 2gh2

39,2

vpermukaan =
4

t (s)

2. Jawaban: e
Diketahui:
h = 20 m
v0 = 4 m/s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: v t
Jawab:
vt2 = v02 + 2gh
= (4 m/s)2 + 2(9,8 m/s2)(20 m)
= 16 m2/s2 + 392 m2/s2
vt =

408 m2 /s2 20,2 m/s

Jadi, kecepatan air saat menyentuh dasar air terjun


kira-kira 20,2 m/s.

2gh2

(2)(10 m/s2 )(10,2 m)

204 m2 /s2
14,3 m/s
Jadi, kecepatan perenang saat menyentuh
permukaan air 14,3 m/s.
=

4. Jawaban: c
Diketahui:
h = 100 m
h = 50 m
Ditanyakan: t
Jawab:
1

h h = 2 gt 2

Fisika Kelas X

31

(100 50) m = 2 (9,8 m/s2)t2

(19,6 m/s2)htempuh = 9 m2/s2


9 m2 /s2

50 m = (4,9 m/s2)t2
t2 =

50 m
4,9 m/s2

= 10,2 s2

t 3,2 s
Jadi, material telah bergerak selama 3,2 s.
5. Jawaban: d
Diketahui:
v0 = 12 m/s
P
tP = t
tQ = t + 1 sekon
Ditanyakan: kondisi saat kedua bola berjarak 1 m
Jawab:
h P hQ = 1
1

v0 tP + 2 gtP2 2 gtQ2 = 1
P
1

12t + 2 (10)t 2 2 (10)(t + 1)2 = 1


12t + 5t 2 5(t 2 + 2t + 1) = 1
12t + 5t 2 5t 2 10t 5 = 1
2t = 6
t=3
Jadi, kedua bola berjarak 1 m saat bola P bergerak
3 s atau bola Q bergerak 4 sekon.
6. Jawaban: c
Diketahui:
tnaik-turun = 10 s
1

tmaks = 2 tnaik-turun
1

= 2 (10 s) = 5 s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: hmaks
Jawab:
tmaks=

hmaks = 20g
=

= (10 + 0,46) m = 10,46 m


Jadi, titik tertinggi yang dicapai bola kasti jika
diukur dari tanah adalah 10,46 m.
8. Jawaban: b
Diketahui:
v0 = 2,5 m/s
t =2s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: h
Jawab:
1

h = v0t + 2 gt 2
1

= (2,5 m/s)(2 s) + 2 (9,8 m/s2)(2 s)2


= 5 m + (4,9 m/s2)(4 s2)
= 5 m + 19,6 m = 24,6 m
Jadi, jarak permukaan sumur dengan titik awal
pelemparan adalah 24,6 m.
9. Jawaban: d
Diketahui:
v0 = 39,2 m/s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: kedudukan saat t = 5 s
Jawab:
Waktu saat anak panah mencapai titik tertinggi:
v t = v0 gt
0 = 39,2 m/s (9,8 m/s2)t
39,2 m/s

v0 = (tmaks)(g)
= (5 s)(9,8 m/s2) = 49 m/s
2.401m2 /s2
19,6 m/s2

hakhir = hmula-mula + htempuh

t = 9,8 m/s2 = 4 s

v0
g

htempuh = 19,6 m/s2 = 0,46 m

= 122,5 m

Jadi, ketinggian roket air maksimum 122,5 m.


7. Jawaban: e
Diketahui:
v0 = 3 m/s
hmula-mula = 10 m
Ditanyakan: hakhir
Jawab:
vt2 = v02 2ghtempuh
0 = (3 m/s)2 2(9,8 m/s2) htempuh

Setelah 4 sekon, anak panah bergerak jatuh bebas.


Anak panah masih bergerak turun 1 sekon lagi.
Jadi, setelah 5 sekon, anak panah sedang bergerak
turun.
10. Jawaban: a
Diketahui:
h = 20 m
g = 9,8 m/s2
ht = 20 m 5 m
= 15 m
Ditanyakan: v t
Jawab:
1

ht = 2 gt 2 15 m = 2 (9,8 m/s2)t 2
15 m
t2= 1
2
2

(9,8 m/s )

t = 3,06
t=

3,06

t = 1,75 s

32

Gerak Benda pada Lintasan Lurus

vt = gt
v t = (9,8 m/s2)(1,75 s) = 17,15 m/s
Jadi, kecepatan benda pada saat berada 5 m dari
permukaan tanah 17,15 m/s.
B. Uraian
1. Diketahui:

v0 = 0 m/s
A
v0 = 25 m/s
B
g = 9,8 m/s2
h = 50 m
Ditanyakan: A dan B bertemu
Jawab:
h = v0 t
A

t =

50 m
0 + 25 m/s

=2s

Kelajuan bola saat bertemu


vA = gt = (9,8 m/s2)(2 s) = 19,6 m/s
vB = v0 gt = 25 m/s (9,8 m/s2)(2 s)
B
= 25 m/s 19,6 m/s
= 5,4 m/s
Ketinggian benda B saat bertemu dengan benda A.

= 2 (9,8 m/s2)(33,64 s2)


= 164,836 m
Jadi, kedua bola bertumbukan saat bola kedua menempuh 164,836 m dan bergerak selama 2,8
sekon.
v0 = 60 m/s
a = 5 m/s2
h1 = 640 m
Ditanyakan: a. t
b. hmaks
Jawab:
a. Hitung kecepatan di h1
v12 = v02 + 2ah1
v12 = (60 m/s)2 + 2(5 m/s2)(640 m)
v12 = 3.600 m2/s2 + 6.400 m2/s2

10.000 m2 /s2 = 100 m/s


Saat mengalami kerusakan hingga berhenti
persamaannya
v2 = v1 gt
0 = 100 m/s (10 m/s2)t
v1

t = 10 m/s2 = 10 s
Jadi, roket masih bergerak ke atas selama 10 s.

= (25 m/s)(2 s) 2 (9,8 m/s2)( 2 s)2


= 50 m 19,6 m = 30,4 m
Benda A bertemu benda B setelah keduanya
bergerak 2 sekon. Kelajuan benda A pada saat
itu 19,6 m/s, sedangkan kelajuan benda B 5,4 m/s.
Kedua benda bertemu ketika B mencapai
ketinggian 30,4 m.
2. Diketahui:

v0 = 0 m
1
v0 = 45 m/s
2
t1 = t + 3
t2 = t
Ditanyakan: t dan h saat kedua bola bertumbukan
Jawab:
h1 = h2

1
(9,8)(t
2

4,9(t2

3)2

100 m/s

hB = v0 t 2 gt2
B

1
gt 2
2 1

3. Diketahui:

1 2
1
gt + v0 t gt2 = v0 t + v0 t
2
2
B
A
B

h
v 0A + v 0B

h1 = 2 gt12 = 2 (9,8 m/s2)(5,8 s)2

= v0 t2 +
2

1
gt 2
2 2

= (45)(t) +

1
(9,8)(t)2
2

+ 6t + 9) = 45t + 4,9t 2
4,9t 2 + 29,4t + 44,1 = 45t + 4,9t 2
15,6t = 44,1
t 2,8
t1 = (t + 3) s
= (2,8 + 3) s
= 5,8 s

b.

hmaks = h1 + v1t 2 gt 2
1

= 640 m + (100 m/s)(10 s) ( 2 )

(10 m/s2)(10 s)2


= 640 m + 1.000 m 500 m
= 640 m + 500 m = 1.140 m
Jadi, ketinggian maksimum roket 1.140 m.
4. Diketahui:

vA = 50 m/s
vB = 60 m/s
tA = t + 4 s
tB = t
Ditanyakan: roket B menyusul roket A
Jawab:
hA = hB
1

vAtA 2 gtA2 = vBtB 2 gtB2


1

50(t + 4) 2 (10)(t + 4)2 = 60t 2 (10)t 2


50t + 200 5(t 2 + 8t + 16) = 60t 5t 2
50t + 200 5t 2 40t 80 = 60t 5t 2
5t + 10t + 120 = 60t 5t 2
5t + 5t 2 60t + 10t = 120
50t = 120
t = 2,4

Fisika Kelas X

33

Jawab:

h B = vBtB 2 gtB2
= (60 m/s)(2,4 s)

1
2

(10 m/s2)(2,4 s)2

= 144 m 28,8 m
= 115, 2 m
Jadi, roket B menyusul roket A setelah bergerak
2,4 sekon dan menempuh jarak 115,2 m.
v0 = 7 m/s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: a. hmaks
b. tdi udara

1. Jawaban: e
Berdasarkan gambar, benda K diam karena seiring
bertambahnya waktu tetap pada posisi 80 m.
Adapun benda L bergerak lurus beraturan dengan
kecepatan yang dapat dicari dengan persamaan
berikut.
s

80 m

vL = t = 10 s = 8 m/s
Jadi, kesimpulan yang benar adalah pilihan e.
2. Jawaban: e
Pada gerak vertikal ke atas, kecepatan awal bernilai
maksimal. Saat naik ke atas, gerakan benda
diperlambat oleh nilai percepatan gravitasi dengan
nilai negatif. Saat mencapai titik tertinggi, bola
memiliki kecepatan nol. Bola berhenti sesaat
sebelum jatuh bebas. Saat bergerak jatuh bebas,
benda dipercepat oleh nilai percepatan gravitasi
dengan nilai positif. Jadi, jawaban yang tepat
adalah 3) dan 4).
3. Jawaban: a
Diketahui:
v0 = 30 m/s
v t = 5 m/s
st = 5 m
Ditanyakan: s v = 0
Jawab:
vt2 = v02 + 2ast
a =
=

v t 2 v 02
2 st
(5 m/s)2 (30 m/s)2
2(5 m)

875 m2 /s2
10 m

= 87,5 m/s2 (tanda negatif menunjukkan perlambatan)


a = konstan

34

Gerak Benda pada Lintasan Lurus

(7 m/s)2

49 m2 /s2

hmaks = 20g =

b.

Jadi, tinggi maksimum yang dicapai bola 2,5 m.


Hitung waktu saat bola mencapai titik tertinggi

2(9,8 m/s )

19,6 m/s2

= 2,5 m

v0
g

tnaik =

Lama waktu turun sama dengan naik sehingga:

5. Diketahui:

A. Pilihan Ganda

a.

tudara = 2tnaik =

2v 0
g

2(7 m/s)
9,8 m/s2
2(7 m/s)

= 9,8 m/s2 1,43 s


Jadi, lama waktu bola di udara 1,43 s.

s =

v 2 v t2
2a

0 (5 m/s)2
2(87,5 m/s2 )

0,14 m

Jadi, mobil sport akan berhenti setelah menempuh


jarak 0,14 m.
4. Jawaban: d
Diketahui:
vC = 15 m/s
vD = 0 m/s
tCD = 10 s
Ditanyakan: v saat t = 22 s (v22)
Jawab:
a =

v
t

vD vC
t CD

a=
a=
1,5 m/s2 =

(0 15) m/s
10 s

= 1,5 m/s2

v
t
v D v 22
t D t 22
0 v 22
(25 22) s

(1,5)(3) m/s = v22


v22 = 4,5 m/s
Kecepatan mobil pada detik ke-22 sebesar 4,5 m/s.
5. Jawaban: b
v0 = 0
Diketahui:
a1 = 2 m/s2
t1 = 10 s
v2 = 0
t2 = 5 s
Ditanyakan: s
Jawab:
v1 = v0 + a1t1
v1 = 0 + (2 m/s2)(10 s) =
20 m/s
v2 = v1 + a2t2
0 = 20 m/s + (a2)(5 s)
a2(5 s) = 20 m/s

a2 =

20 m/s
5s

= 4 m/s2 (tanda negatif menunjukkan


adanya perlambatan)
v22 = v12 + 2a2s
02 = (20 m/s)2 + 2(4 m/s2)(s)
s(8 m/s2) = 400 m2/s2
400 m2 /s2
8 m/s2

s=

s = v0t + 2 at 2

1 vt v0 2
t
t

= v0t + 2

= 50 m

Jadi, jarak yang masih ditempuh mobil sejauh


50 m.
6. Jawaban: a
Perpindahan

2,25 km2 + 0,64 km2


1,5 km

perpindahan
waktu

1,7 km
15 menit

Pe

1,7 km
(9 + 6) menit

1,7 km
1
4

rpi

2
= 2,89 km = 1,7 km
Kecepatan rata-rata

ah

nd

(1,5 km)2 + (0,8 km)2


an

0,8 km

jam

= 6,8 km/jam

Jadi, kecepatan rata-rata Adi saat bersepeda


sebesar 6,8 km/jam.
7. Jawaban: b
Diketahui:
aP = 2 m/s2
aQ = a
tP = tQ = 4 s
Ditanyakan: aQ
Jawab:
sP = v0t +

1
(2
2

=0+
=

1
a t2
2 P

= (20 m/s)(6 s) +

9. Jawaban: d
Diketahui:
a = 4 m/s2
s = 16 m
v0 = 0 m/s
Ditanyakan: v t
Jawab:
vt2 = v02 + 2as
= 02 + 2(4 m/s2)(16 m)
= 128 m2/s2

128 m2 /s2 = 8 2 m/s

vt =

Jadi, kecepatan bola 8 2 m/s.

1
(2
2

m/s2)(16 s2) = 16 m

= 4 m/s2

vAt = 2 aBt 2
1

(20 m/s)t = 2 (4 m/s2)t 2


20

16a
2

s2

= 8a s2

sP = sQ + 8 m
16 m = 8a s2 + 8 m
8a s2 = 8 m
8m
8 s2

20 m/s
5s

sA = sB

1
a t2
2 Q

s)2 =

(50 m/s 20 m/s)(6 s)


2

= 120 m + 90 m = 210 m
Jadi, jarak yang ditempuh selama waktu tersebut
sejauh 210 m.

1
a t2
2

1
a (4
2

a=

aB = tan =

m/s2)(4 s)2 =

sQ = v0t +

= v0t + (v t v 0 )t

10. Jawaban: c
Diketahui:
vA = 20 m/s
t = 5 s
Ditanyakan: jarak yang ditempuh kedua mobil
saat bertemu
Jawab:

1
a t2
2 P

=0+

8. Jawaban: c
Diketahui:
v0 = 20 m/s
v t = 50 m/s
v =6s
Ditanyakan: s
Jawab:

= 1 m/s2

Jadi, percepatan mobil Q = a = 1 m/s2.

t = 2 s = 10 s
sA = vAt
= (20 m/s)(10 s)
= 200 m
1

sB = 2 (4 m/s2)(10 s)2
= (2 m/s2)(100 s2)
= 200 m
Jadi, mobil B menyusul mobil A setelah menempuh
jarak 200 m.
Fisika Kelas X

35

11. Jawaban: b
Diketahui:
v0 = 16 m/s
A
tA = tB + 5 = t + 5
tB = t
aB = 2 m/s2
Ditanyakan: t saat sB = sA
Jawab:
sB = sA
1
a t 2
2 BB
1
(2)t 2
2

= v0 tA
A

= 16(t + 5)

t2

= 16t + 80
t 2 16t 80 = 0
(t 20)(t + 4) = 0
t = 20 atau t = 4 (tidak berlaku)
Jadi, waktu yang dibutuhkan polisi untuk mengejar
pengendara sepeda motor adalah 20 sekon.
12. Jawaban: c
Diketahui:
v0 = 8 m/s
P
v0 = 5 m/s
Q
vP = 17 m/s
vQ = 20 m/s
t = 5 s
Ditanyakan: t saat sP = sQ
Jawab:
v

aP = tP =
v

17 m/s
5s
20 m/s
5s

= 3,4 m/s2

aQ = tQ =
= 4 m/s2
sP = sQ
1

v0 t + 2 aPt 2 = v0 t + 2 aQt 2
P
Q
1

8t + 2 (3,4)t 2 = 5t + 2 (4)t 2
0,3t 2 = 3t
t = 10
Jadi, partikel P dan Q menempuh jarak yang sama
setelah bergerak selama 10 s.
13. Jawaban: d
Diketahui:
v1 = 18 m/s
v2 = 22 m/s
g = 10 m/s2
Ditanyakan: jarak kedua mesiu
Jawab:
Ketinggian maksimal mesiu
v

(18 m/s)2

v1
g

18 m/s

= 10 m/s2 = 1,8 s
Ketinggian mesiu kedua saat t = 1,8 s

36

= (22 m/s)(1,8 s) 2 (10 m/s2)(1,8 s)2


= 39,6 m 16,2 m = 23, 4 m
Jarak kedua mesiu = h2 h1
= 23,4 m 16,2 m = 7,2 m
Jadi, jarak kedua mesiu 7,2 m.
14. Jawaban: c
Diketahui:
m = 100 gram
v0 = 78,4 m/s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: 1) tmaks
2) hmaks
3) tnaik-turun
Jawab:
1) tmaks v = 0
v t = v0 gtmaks
0 = 78,4 m/s (9,8 m/s2)(tmaks)
tmaks =

2)

78,4 m/s
9,8 m/s2

=8s

Jadi, waktu yang dibutuhkan peluru untuk


mencapai titik tertinggi adalah 8 sekon.
hmaks tmaks
1

hmaks = v0t 2 gt2


1

= (78,4 m/s)(8 s) 2 (9,8 m/s2)(8 s)2


= 627,2 m 313,6 m = 313,6 m
Jadi, tinggi maksimum yang dicapai peluru
adalah 313,6 m.
3) tnaik-turun = 2tmaks = 2(8 s) = 16 s
Jadi, waktu yang dibutuhkan oleh peluru untuk
kembali ke posisi awal adalah 16 s.
Jadi, besaran yang benar ditunjukkan oleh nomor
2) dan 3) yaitu pilihan c.
15. Jawaban: b
h
v1 = ?
68 m
h

324 m2 /s2

h1 = 20g =
=
2(10 m/s2 )
20 m/s2
h1 = 16,2 m
Waktu saat mesiu pertama sampai di titik tertinggi:
t1 =

h2 = v0t 2 gt 2

Gerak Benda pada Lintasan Lurus

1)

Cari terlebih dahulu v1 dan h saat t1 = 2 s


v1 = v0 + gt1 = 0 + (10 m/s2)(2 s)
= 20 m/s
1

h = 2 gt 12 = 2 (10 m/s2)(2 s)2


= (5 m/s2)(4 s2) = 20 m

2)

h = 68 m 20 m = 48 m
h = v1t +
48 = 20t +

1
at2
2
1
(10
2

6)t2

48 = 20t + 2t2
+ 10t 24 = 0
(t + 12)(t 2) = 0
t = 12 (tidak berlaku) t = 2
Lama penerjun di udara = t + t
=2s+2s=4s
16. Jawaban: a
Diketahui:
h = 15 m
v0 = 2 m/s
g = 10 m/s2
Ditanyakan: v t
Jawab:
vt2 = v02 + 2gh
vt2 = (2 m/s)2 + 2(9,8 m/s2)(15 m)
vt2 = 4 m2/s2 + 294 m2/s2
t2

v t = 298 m /s 17,26 m/s


Jadi, kecepatan batu sesaat sebelum menyentuh
tanah 17,26 m/s.
17. Jawaban: b
Diketahui:
v1 = v0
v2 = v0
g1 = g
g2 = 2g
h1 = h
Ditanyakan: h2
Jawab:
v1 =

2g1h1

2g 2h2

v0 =

2(2g )h2

h = 2 gt2
t =

2h
g

2(10 m)
9,8 m/s2

= 1,4 s

Jadi, lama Selvi di udara adalah 1,4 s.


20. Jawaban: c
Diketahui:
h = 37 km
v = 1.110 km/jam
t = 35 sekon
Ditanyakan: h
Jawab:
v = 1.110 km/jam =

1.110.000 m
3.600 s

Kecepatan = 308,33 m/s


v

308,33 m/s

a = t =
35 s
Percepatan yang dialami Felix = 8,8 m/s2

= 2 (8,8 m/s2)(35 s)2


= 5.390 m
= 5,39 km
Jarak Felix dari tanah setelah 35 sekon
h = h h = (37 5,39) km = 31,61 km

v02 = 4gh2 h2 = 40g


=

19. Jawaban: d
Diketahui:
h = 10 m
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: t
Jawab:

h = 2 at2

v2 =

2gh
4g

= (21,6 m/s)(2 s) 2 (9,8 m/s2)(2 s)2


= 43,2 m 19,6 m
= 23,6 m
Jadi, jarak yang ditempuh dalam waktu tersebut
23,6 m.

v0 = 2gh
v02 = 2gh

h2 =

h = v0t 2 gt2

1
h
2

B. Uraian

Jadi, tinggi maksimum benda di planet yang


memiliki gaya gravitasi 2g adalah

1
h.
2

18. Jawaban: d
Diketahui:
v0 = v
t =2s
v t = 2 m/s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: h
Jawab:
v t = v0 gt
2 m/s = v (9,8 m/s2)(2 s)
v = 2 m/s + 19,6 m/s = 21,6 m/s

1. Diketahui:

stotal = 200 km
s1 = 80 km
t1 = 2 jam
s2 = (200 80) km = 120 km
t2 = 4 jam
Ditanyakan: a. v1
b. v2
c. v
Jawab:
a.

v1 =

s1
t1

80 km
2 jam

= 40 km/jam

Jadi, kelajuan burung saat 80 km pertama


adalah 40 km/jam.

Fisika Kelas X

37

b.

v2 =

s2
t2

120 km
4 jam

= 30 km/jam

b.

= (5 m/s)(5 s) + 2 (5 m/s2)(5 s)2

Jadi, sisa perjalanan ditempuh dengan


kelajuan 30 km/jam.
c.

s total
t1 + t 2

v=

=
=

200 km
(2 + 4) jam
200 km
=
6 jam

= 25 m + 2 (5 m/s2)(25 s2)
= 25 m + 62,5 m = 87,5 m
Jadi, jarak yang ditempuh selama waktu
tersebut 87,5 m.

33,3 km/jam

Jadi, kelajuan rata-rata seluruh perjalanan


33,3 km/jam.

4. a.

2. Diketahui:

v1 = 10 m/s
P
v1 = 0 m/s
Q
v2 = 12 m/s
P
v2 = 12 m/s
Q
t P = tQ = 4 s
Ditanyakan: kapan dan di mana P dan Q bertemu
Jawab:
a. Cari terlebih dahulu aP dan aQ
aP =

v P
tP

v Q
tQ

= 100 km
sBC = vBCtBC
= (220 km/jam)(30 menit)
1

= (220 km/jam)( 2 jam)


= 110 km

= 4 m/s2 = 0,5 m/s2

(12 0) m/s
4s

Kelajuan rata-rata =

12

=
=

10t + 2 (0,5)t 2 = 0 + 2 (3)t 2


10t + 0,25t 2 = 1,5t 2
10t = 1,25t 2
t=

10t
1,25t

=8

sQ = 2 aQt 2
1

= 2 (3 m/s2)(8 s)2
1

= 2 (3 m/s2)(64 s2) = 96 m
Jadi, kedua mobil menempuh jarak yang sama
pada detik ke-8 dan jaraknya 96 m.
3. Diketahui:

v0 = 5 m/s
v t = 30 m/s
t =5s

Ditanyakan: a.
b.
Jawab:
a.

a=

vt v 0
t

a
s
=
=

(30 5) m/s
5s
25
m/s2
5

= 5 m/s2
Jadi, percepatan mobil 5 m/s2.
38

Gerak Benda pada Lintasan Lurus

s AB + sBC
t AB + t BC

(100 + 110) km
1

( 2 + 2 ) jam
210 km
1 jam

= 210 km/jam
Jadi, kelajuan rata-rata pesawat 210 km/jam.

v1 t + 2 aPt 2 = v1 t + 2 aQt 2
P
Q
1

sAB = vABtAB
= (200 km/jam)(30 menit)
= (200 km/jam)( 2 jam)

= 4 m/s2 = 3 m/s2
Mobil P dan Q menempuh jarak yang sama
saat sP = sQ
sP = sQ
aQ =

b.

(12 10) m/s


4s

s = v0t + 2 at 2

b.

37
A

AB = 100 km
BC = BC cos 37
= (110 km)(0,8) = 88 km
CC = BC sin 37
= (110 km)(0,6) = 66 km
AC = AB + BC = (100 + 88) km
= 188 km
Perpindahan = AC
=

AC2 + CC2

(188 km)2 + (66 km)2

39.700 km2 199,25 km

Kecepatan rata-rata =
=

AC
t AB + t BC
199,25 km
1 jam

= 199,25 km/jam
Jadi, kecepatan rata-rata pesawat 199,25 km/jam.

5. Diketahui:

v0 = 54 km/jam = 15 m/s
t1 = 0,5 s
a = 5 m/s2
Ditanyakan: s hingga berhenti
Jawab:
1) Hitung jarak dari melihat pohon tumbang
hingga pengereman.
s1 = v0t1 = (15 m/s)(0,5 s) = 7,5 m
2) Jarak dari pengereman hingga berhenti
vt2 = v02 2as2
v 02 v t 2
2a

(15 m/s)2 (0 m/s)2

8. Diketahui:

v0 = 3 m/s
t = 1,5 s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: a. h
b. v
Jawab:
1

h = v0t + 2 gt2

a.

2(5 m/s )

225 m2 /s2

10 m/s

= (3 m/s)(1,5 s) + 2 (9,8 m/s2)(1,5 s)2


= 4,5 m + 11,025 m
= 15,525 m
Jadi, jarak tempat bola dilempar dan ditangkap
adalah 15,525 m.
v = v0 + gt
= 3 m/s + (9,8 m/s2)(1,5 s)
= 3 m/s + 14,7 m/s
= 17,7 m/s
Jadi, kecepatan bola saat ditangkap 17,7 m/s.

= 22,5 m
stotal = s1 + s2 = 7,5 m + 22,5 m = 30 m
Jadi, jarak yang ditempuh dari mulai melihat
rintangan hingga berhenti 30 m.
v0 = 15 m/s
a = 2,0 m/s2
Ditanyakan: a. t
b. s
Jawab:
a. v t = v0 at

b.

6. Diketahui:

9. Diketahui:

(0 15) m/s

t = a = 2 m/s2 = 7,5 s
Jadi, waktu yang dibutuhkan perahu motor
adalah 7,5 s.
b.

s t = v0t 2 at 2
1

= (15 m/s)(7,5 s) 2 (2 m/s2)(7,5 s)2


= 112,5 m 56,25 m = 56,25 m
Jadi, jarak perahu dari garis batas 56,25 m.
7. Diketahui:

v0 = 12 m/s
g = 10 m/s2
Ditanyakan: a. h
b. tnaik-turun
c. posisi bola saat t = 2,2 sekon
Jawab:
v 02
2g

a.

h=

b.

tnaik = tturun =

c.

(12 m/s)2
2(10 m/s2 )

v0
g

=
=

144 m2 /s 2
20 m/s2

(12 m/s)
10 m/s

= 7,2 m
= 1,2 s

tnaik = 2(1,2 s) = 2,4 s


Pada saat 2,2 s, bola sudah turun dari titik tertingginya. Oleh karena saat 1,2 s bola di titik
tertinggi, bola bergerak ke bawah dalam waktu
1 s. Jarak yang ditempuh bola sebagai berikut.

v0 = 30 m/s
t =2s
Ditanyakan: h
Jawab:
1

h = v0t 2 gt 2
1

= (30 m/s)(2 s) 2 (9,8 m/s2)(2 s)2


= 60 m 19,6 m
= 40,4 m
Jadi, tinggi yang dicapai benda adalah 40,4 m.
10. vt2 = v02 + 2gh
vt2 = 0 + 2(10 m/s2)(20 m)
vt2 = 400 m2/s2
vt =

400 m2 /s2

= 20 m/s

20 m

v t = v0 + gt
t =

20 m/s
10 m/s

21,8 m

s2 =

h = 2 gt 2 = 2 (10 m/s2)(1 s)2 = 5 m


Posisi bola dari atas = 5 m
Posisi bola dari titik awal = (7,2 5) m
= 2,2 m

=2s

sRudi = vRudit
1,8 m
= (60 cm/s)(2 s)
= 120 cm = 1,2 m
2 m
Jarak Rudi dari gedung =
2 m 1,2 m = 0,8 m
Jadi, posisi Rudi 1,2 m dari titik awal atau 0,8 m
dari gedung.

Fisika Kelas X

39

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Fisika sebagai IPA memiliki ciri-ciri berikut.
1) Memiliki objek kajian berupa benda konkret
(nyata dan ada).
2) Dikembangkan berdasarkan pengalaman dan
percobaan yang disengaja.
3) Sistematis, yaitu menggunakan langkahlangkah yang urut dan bersifat baku.
4) Menggunakan cara berpikir logis dan konsisten.
5) Hasil kajiannya bersifat objektif, artinya selalu
memihak pada kebenaran ilmiah.
6) Hukum-hukum fisika yang dihasilkan dari
berbagai percobaan berlaku umum tetapi
dengan beberapa ketentuan yang mendukung.
2. Jawaban: b
Mekanika adalah cabang fisika yang mempelajari
objek bergerak. Mekanika dibagi menjadi dua yaitu
kinematika dan dinamika. Kinematika adalah
cabang fisika yang mempelajari gerak benda tanpa
menyelidiki sebab-sebab dari gerak benda.
Dinamika adalah cabang fisika yang mempelajari
objek bergerak dan mempertimbangkan sebabsebab yang mengakibatkan benda bergerak. Elektrodinamika adalah cabang fisika yang mempelajari
muatan listrik bergerak. Elektrostatika adalah
cabang fisika yang mempelajari muatan listrik diam.
3. Jawaban: a
Elektrodinamika adalah ilmu yang mempelajari
muatan bergerak (arus listrik). Elektrostatika adalah
ilmu yang mempelajari muatan diam. Biolistrik
adalah ilmu yang mempelajari sistem listrik pada
sel hidup. Bioelektromagnetik adalah ilmu yang
mempelajari fenomena listrik, magnetik, dan
elektromagnet pada jaringan makhluk hidup.
Elektromagnetik adalah salah satu jenis gelombang
di samping gelombang mekanik. Alat-alat di atas
digunakan untuk membuktikan hukum Ohm yang
menjelaskan tentang arus/muatan yang mengalir.
Sehingga cabang fisika yang tepat yaitu elektrodinamika.

40

Ulangan Tengah Semester

4. Jawaban: e
F

kg m/s 2

kg

=
Tekanan = A = 2 =
m
ms 2
m2
1
2
Dimensi tekanan = [M][L] [T]
2) Usaha = Fs = Nm = (kg m/s2)(m) = kg m2/s2
Dimensi usaha = [M][L]2[T]2
3) Gaya = ma = kg m/s2
Dimensi gaya = [M][L][T]2
4) Impuls = F t = (kg m/s2)(s) = kg m/s
Dimensi impuls = [M][L][T]1
Jadi, satuan dan dimensi besaran yang benar
ditunjukkan oleh nomor 2) dan 4).
1)

5. Jawaban: a
V=p t
= (5,6)(3,2)(1,4) cm3
2 ap 2 ap 2 ap

= 25,088 cm3 25 cm3 (2 ap)


Dalam perkalian, jumlah angka penting hasil
perkalian sesuai dengan jumlah angka penting
terkecil dari angka yang dikalikan. Jadi, angka hasil
perkalian dibulatkan menjadi dua angka penting,
yaitu 25 cm3.
6. Jawaban: d
Pembacaan pada skala utama = 1,8 cm.
Skala nonius yang segaris dengan skala utama
adalah skala keempat.
Pembacaan skala nonius = 4 0,01 = 0,04 cm.
Diameter dalam = 1,8 cm + 0,04 cm = 1,84 cm.
7. Jawaban: a
Panjang pensil
1

= hasil pengukuran 2 skala terkecil


1

= 17,6 cm 2 (0,1 cm)


= 17,6 cm 0,05 cm = (17,6 0,05) cm
8. Jawaban: e
Pembacaan skala utama
= 4,5 mm
Pembacaan skala nonius = 25 0,01 mm = 0,25 mm
+
Hasil pengukuran
= 4,75 mm

Diameter kawat
= hasil pengukuran

1
2

skala terkecil

= 4,75 mm 2 (0,01 mm)


= (4,75 0,005) mm
9. Jawaban: b
Satuan jarak adalah meter (m). Jadi, satuan at dan
b t2 juga m.
at = m
as=m
m

a = s = m s1
b t2 = m
b s2 = m
b=

m
s2

= m s2

Jadi, satuan a = m s1 dan b = m s2.


10. Jawaban: c
Diketahui:
sx = 3 m
sy = 4 m
Ditanyakan:
Jawab:

12. Jawaban: c
Diketahui:
F1
F3

Ditanyakan: F
Jawab:
Fx = F2x + F3x

= F2 = 10 N
= 15 N
= 60

F1

= (10 N) cos 60 + (15 N) cos 60 10 N


1

= (10 N)( 2 ) + (15 N)( 2 ) 10 N


= (5 + 7,5 10) N
= 2,5 N
Fy = F2y + F3y
= (10 N) sin 60 (15 N) sin 60
1

= (10 N) 2 3 (15 N) 2 3
= (5 3 7,5 3 ) N

sy

tan = s
x

= 2,5 3 N

4m

= 3m
=

90

tan = v a = 250 = 0,36


p
tan = 19,8
Jadi, kecepatan pesawat 265,7 km/jam dengan
arah 19,8.

Fx 2 + Fy 2

F =

4
3

tan1( 3 ) = 53
Sudut diukur terhadap sumbu X.
Jadi, arah perpindahan Indah adalah 53 terhadap
arah timur.
11. Jawaban: a
Diketahui:
vp = 250 km/jam
va = 90 km/jam
Ditanyakan: v
Jawab:
vp

(2,5 N)2 + (2,5 3 N)2

6,25 N2 + 18,75 N2

= 25 N2
=5N
Jadi, resultan ketiga gaya adalah 5 N.
13. Jawaban: a
Diketahui:

v 1 = ( 2i + 8j ) m/s
v 2 = ( 2i 6k ) m/s

Ditanyakan: | v |
Jawab:

va

v = v1 + v 2
= ( 2i + 8j ) m/s + ( 2i 6k ) m/s

v =
=

v p2 + v a2

(250 km/jam)2 + (90 km/jam)2

(62.500 + 8.100) km2 /jam2


265,7 km/jam
=

= ( 8j 6k ) m/s
|v | =
=

(8)2 + (6)2 m/s


64 + 36 m/s

= 100 m/s
= 10 m/s
Jadi, | v | = 10 m/s.

Fisika Kelas X

41

14. Jawaban: b
Diketahui:
F1 = 20 N
F2 = 10 N

45 28, 8 km

= 16, 2
= 4,02 km 4 km
Jadi, besar perpindahan yang dilakukan Endro kirakira 4 km.

F3 = 15 3 N
Ditanyakan: R
Jawab:
Y

16. Jawaban: d
F1

F1 sin 30

10

30
F3

X
F1 cos 30

F2

10
15

Jarak = luasan bidang


=

FX = F1 cos 30 F3
= 20

1
N( 2

3 ) 15 3 N

= 5 3 N
FY = F1 sin 30 F2
= (20

1
N)( 2 )

10 N

=0
Jadi, resultan ketiga gaya adalah 5 3 N di
sumbu X.
15. Jawaban: b
Diketahui:

v 1 = v 2 = 5 m/s
t1 = 20 menit = 1.200 s
t2 = 10 menit = 600 s

Ditanyakan: s
Jawab:
s1 = v 1 t1
= (5 m/s)(1.200 s)
= 6.000 m
= 6 km
s2 = s2 t2
= (5 m/s)(600 s)
= 3.000 m
= 3 km
= 180 37
= 143
|s | =

42

s12 + s 22 + 2s1s 2 cos km

(6)2 + (3)2 + 2(6)(3)cos143 km

36 + 9 + 36(0,8) km

Ulangan Tengah Semester

(15 + 10)(10)
2

= (25)(5)
= 125
Jadi, jarak yang ditempuh setelah t = 15 s adalah
125 m.
17. Jawaban: e
Diketahui:
v x = 60 km/jam
v y = 40 km/jam
s = 15 km
1

t = 10 menit = 6 jam
Ditanyakan: spapasan
Jawab:
sx + sy = 15
vxtx + vyty = 15
1

(60)(t + 6 ) + 40t = 15
60t + 10 + 40t = 15
100t = 5
t = 0,05
ty = 0,05 jam = 3 menit
t x = (10 + 3) menit = 13 menit
s x = vxtx
= (60 km/jam)(13 menit)
= (60 km/jam)( jam)
= 13 km
Jadi, kedua mobil berpapasan pada jarak 13 km
dari kedudukan awal mobil X atau 2 km dari
kedudukan awal mobil Y.
18. Jawaban: a
Diketahui:
v0 = 20 m/s
a = 4 m/s2
t =5s
Ditanyakan: s

Perlambatan:

Jawab:
s = v0 t

1 2
at
2

= (20 m/s)(5 s)

1
2

(4 m/s2)(5 s)2

m/s2)(25

19. Jawaban: c
Diketahui:
a1 = 1 m/s2
t1 = 6 s
a2 = 2 m/s2
vt = 20 m/s
2
t4 = 5 s
ttotal = 50 s
Ditanyakan: stotal
Jawab:
Kereta api mengalami empat gerak.
1) Dipercepat dengan a = 1 m/s2 selama 6 s.
1

s1 = v0 t1 + 2 at 12
1

= 0 + 2 (1 m/s2)(6 s)2
= 18 m
Dipercepat dengan a = 2 m/s2, kecepatan
menjadi 20 m/s.
Kita tentukan kecepatan awalnya dari gerak
pertama.
v t = v0 + a1t1
= 0 + (1 m/s2)(6 s)
= 6 m/s
Kecepatan ini menjadi kecepatan awal pada
gerak kedua sehingga:
vt 2 = vt2 + 2a2s2
2

(20 m/s)2 = (6 m/s)2 + 2(2 m/s2)s2


(400 m2/s2) = 36 m2/s2 + (4 m/s2)s2
s2 =

364 m2 /s2
4 m/s2

s2 = 91 m
vt = vt + a2t2
2

(20 m/s) = (6 m/s) + (2 m/s2)t2


t2 = 14 m/s2
2 m/s

3)

4)

s2)

= 100 m (2
= 50 m
Jadi, jarak halte dengan bus sejauh 50 m.

2)

v t3 v t2

a3 =

t2 = 7 s
Gerak dengan kecepatan tetap selama
ttotal (t1 + t2 + t4) = t3
t3 = (50) s (6 + 7 + 5) s
= 32 sekon
s3 = vt2 t3
= (20 m/s)(32 s)
= 640 m
Gerak diperlambat sampai berhenti dalam
waktu 5 sekon (karena berhenti maka vt3 = 0).

t4

0 20
5

m/s2

= 4 m/s2
1

s4 = vt2 t4 + 2 a3t42
1

= (20 m/s)(5 s) 2 (4 m/s2)(5 s)2


= 100 m 50 m
= 50 m
Jarak total dari stasiun A ke stasiun B adalah
s1 + s2 + s3 + s4 = 18 m + 91 m + 640 m + 50 m
= 799 m.
20. Jawaban: b
Diketahui:
aA = 2 m/s2
aB = 3 m/s2
v0 = 0 m/s
A
v0 = 0 m/s
B
t =2s
Ditanyakan: sA : sB
Jawab:
1

sA = v0 t + 2 aAt2
A
1

= 0 + 2 (2 m/s2)(2 s)2
=4m
1

sB = v0 t + 2 aBt 2
B
1

= 0 + 2 (3 m/s2)(2 s)2
=6m
sA : sB = 4 : 6
=2:3
Jadi, perbandingan jarak yang ditempuh bola A dan
B setelah 2 sekon adalah 2 : 3.
21. Jawaban: b
Diketahui:
v0 = 20 m/s
v = 0 m/s
a = 4 m/s2
x = 60 m
Ditanyakan: x
Jawab:
vt2 = v02 2as
0 = (20 m/s)2 2(4 m/s2) s
= 400 m2/s2 (8 m/s2) s
s=

400 m2 /s2
8 m/s2

= 50 m
x = x s
= 60 m 50 m
= 10 m
Jadi, mobil tidak menabrak gerobak karena mobil
berhenti pada jarak 10 m dari gerobak.

Fisika Kelas X

43

22. Jawaban: c
Diketahui:
h1 : h2 = 2 : 1
Ditanyakan: t1 : t2
Jawab:
t1 : t2
2h1
g

2h2
g

h1 :

h2

2 :

2 :1
Jadi, perbandingan waktu jatuh benda pertama dan

Jawab:
h1

h2
y

benda kedua adalah 2 : 1.


23. Jawaban: b
Diketahui:
hmaks = 11,5 m
v t = 0 (kecepatan saat mencapai
ketinggian maksimum = 0)
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: v0
Jawab:
vt2 = v02 2gh
0 = v02 2gh
v02 = 2(9,8 m/s2)(11,5 m)
2 2
v0 = 225,4 m /s
v0 = 15,01 15 m/s
Jadi, bola dilempar dengan kecepatan 15 m/s.

24. Jawaban: b
Diketahui:
v0 = 10 m/s
Ditanyakan: tmax
Jawab:
v t = v0 gt
t=
=

vt v0
g

0 10 m/s
10 m/s2

=1s
Jadi, bola mencapai ketinggian maksimum setelah
1 sekon.
25. Jawaban: d
Diketahui:
v0 = 7 m/s
v t = 14 m/s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: y

44

Ulangan Tengah Semester

Tinggi maksimum dengan v0 = 7 m/s.


v 2 = v02 2 gh1
0 = (7 m/s)2 2(9,8 m/s2) h1
h1 =

49 m2 /s 2
19,6 m/s 2

= 2,5 s

vt2 = 2 gh2
h2 =

v t2
2g

(14 m/s)2
2(9,8 m/s2 )

196 m2 /s 2
19,6 m/s 2

= 10 m
y = h2 h1
= (10 2,5) m
= 7,5 m
Jadi, tinggi awal bola 7,5 m.
26. Jawaban: d
Diketahui:
vA = 25 m/s
vB = 20 m/s
h = 90 m
Ditanyakan: t
Jawab:
hA + hB = h
1

(vAt 2 gt 2) +(vBt + 2 gt 2) = h
vAt + vBt = h
(25 m/s)t + (20 m/s)t = 90 m
(45 m/s)t = 90 m
t=2s
Jadi, bola A dan bola B bertemu setelah bergerak
selama 2 sekon.

27. Jawaban: b
Diketahui:
v0 = 19,6 m/s
1
v0 = 28,2 m/s
2
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: h saat benda 1 mencapai ketinggian maksimum
Jawab:
Waktu yang diperlukan benda 1 mencapai titik
tertinggi:
t1 =

v 01

19,6 m/s
9,8 m/s2

h1 = v0 t1
1

gt 12

= (19,6 m/s)(2 s)

1
(9,8
2

m/s )(2 s)

h2 = v0 t1 2 gt 12
2

= (28,2 m/s)(2 s) 2 (9,8 m/s2)(2 s) 2


= 56,4 m 19,6 m = 36,8 m
Selisih ketinggian antara benda 1 dan benda 2:
h = h2 h1
= (36,8 19,6) m
= 17,2 m
Jadi, jarak antara kedua benda saat benda pertama mencapai tinggi maksimum adalah 17,2 m.
28. Jawaban: c
Diketahui:
h1 = 11,25 m
v0 = 2,2 m/s
g = 10 m/s2
Ditanyakan: t
Jawab:
Setelah melompat, untuk mencapai titik tertinggi
diperlukan waktu:
t1 =

v0
g

2,2 m/s
10 m/s2

= 0,22 s

Dari titik tertinggi hingga di permukaan air diperlukan waktu:


t2 =

2h
g

2(11,25 m)
10 m/s2

2,25 s2 = 1,5 s

t = t1 + t2
= (0,22 + 1,5) s = 1,72 s
Jadi, atlet sampai di permukaan air setelah
bergerak selama 1,72 s.

0,6 m
s

0,6 =

0,6 m
s

s=

0,6 m
0,6

= 39,2 m 19,6 m = 19,6 m


Ketinggian benda kedua saat benda 1 mencapai
tinggi maksimum:

= 37
= 60 cm = 0,6 m
=2s
= 0 m/s

sin = s
sin 37=

=2s

Ketinggian maksimum yang dicapai benda 1:


1
2

29. Jawaban: e

Diketahui:
x
t
v0
Ditanyakan: a
Jawab:

=1m

s = v0t + 2 at 2
1

1 m = 0 + 2 a(2 s)2
1

1 m = 2 a(4 s2)
2m
4 s2

a=

= 0,5 m/s2

Jadi, balok mengalami percepatan sebesar 0,5 m/s2.


30. Jawaban: e
= 53
Diketahui:
h = 80 cm = 0,8 m
t =2s
v t = 0 m/s
Ditanyakan: v0
Jawab:
Kecepatan di titik tertinggi = 0 m/s.
h

sin = s
sin 53 =
0,8 =

0,8 m
s
0,8 m
s

s=1m
1

s = v0t 2 at 2
1

1 m/s = v0(2 s) 2 ( 2 v0)(2 s)2


1 m/s = (2v0 v0) s
1 m/s = v0
Jadi, kecepatan awal kelereng 1 m/s.
B. Uraian
1. Fisika ikut berperan dalam mengembangkan
teknologi transportasi, beberapa di antaranya:
a. teknologi maglev memanfaatkan bahan
superkonduktor;

Fisika Kelas X

45

b.

konsep termodinamika berperan dalam


penciptaan mesin bensin dan mesin diesel;
konsep gaya gesek berperan dalam teknologi
ban.

c.

2. Alat ukur yang sebaiknya dipilih Irma adalah mikrometer sekrup. Mikrometer sekrup memiliki tingkat
ketelitian lebih tinggi dibandingkan jangka sorong.
Oleh karena itu, jika kertas diukur ketebalannya
dengan mikrometer sekrup maka hasilnya lebih
akurat dan presisi.
3. Diketahui:

p = 12,57 m (4 angka penting)


= 8,02 m (3 angka penting)
Ditanyakan: A
Jawab:
A =p
= 12,57 m 8,02 m
= 100,8114 m2
7 angka penting

Oleh karena angka penting terkecil adalah 3 angka


penting, luas lahan ditulis dalam 3 angka penting.
Jadi, luas lahan adalah 101 m2.
4. Skala tetap menunjukkan 3,1 cm.
Skala nonius menunjukkan 0,09 cm.
Hasil pengukuran yang didapat 3,1 cm + 0,09 cm
= 3,19 cm.
5. Diketahui:

Ls = 20 m
v s = 4 m/s
va = 3 m/s
Ditanyakan: s
Jawab:
vs

6.

B
300 m

300 m

1.700 m

Jarak = AB + BC + CD
= (300 + 1.500 + 1.700) m
= 3.500 m
jarak

Kelajuan = waktu
= 3.500 m

10 menit

= 3.500 m
600 s

= 5,833 m/s
Perpindahan = AD
=

AA 2 + A D2

(1.500 m)2 + (2.000 m)2

= 6.250.000 m2
= 2.500 m
Kecepatan = 2.500 m = 4,166 m/s.
600 s

Jadi, agar Roni tidak terlambat sekolah,


kelajuannya harus 5,83 m/s dan kecepatannya
harus 4,166 m/s.
7. Diketahui:

va

1.500 m

1.500 m

vDoni = 60 km/jam
vDono = 80 km/jam
1

v=

v s2 + v a2

(4 m/s)2 + (3 m/s)2

(16 + 9) m2 /s2

= 5 m/s
va
v

= ss

s=

Ls v
va

(60 km/jam)(t + 4 jam) = (80 km/jam)t


60t km/jam +15 km = 80t km/jam
20t km/jam = 15 km
t=

= (20 m)(5 m/s)


3 m/s

33,33 meter
Jadi, jarak yang ditempuh siswa kira-kira sejauh
33,33 meter.

46

tDono = t + 15 menit = t + 4 jam


Ditanyakan: waktu saat Doni dan Dono bertemu
Jawab:
sDoni = sDono
vDoni tDoni = vDonotDono

Ulangan Tengah Semester

15 km/jam
20 km/jam

= 4 jam = 45 menit
Waktu temu = 07.00 + 00.45
= 07.45
Jadi, Dono menyusul Doni pada pukul 07:45.

8. Diketahui:

v0
vt
t
Ditanyakan: a.
b.
c.
Jawab:
a.

a =

= 5 m/s
= 17 m/s
=6s
a
v10 saat t = 10 s
s pada t = 10 s

= (17 5) m/s

b.

6s

v10 = v0 + at
= (5 m/s) + (2 m/s2)(10 s)
= 5 m/s + 20 m/s = 25 m/s
Jadi, kecepatan mobil saat t = 10 s adalah
25 m/s.

h = h0 + v0 t1 2 gt2

= (5 m/s)(10 s) + 2 (2 m/s2)(10 s)2


= (50 + 100) m
= 150 m
Jadi, jarak yang ditempuh mobil sejauh 150 m.
h0 = 6 m
v0 = 4 m/s
g = 10 m/s2
Ditanyakan: h dari tanah
Jawab:

9. Diketahui:

19,6 m/s
9,8 m/s

=2s
Tinggi maksimum

t =

v0
g

= 6 m/s2 = 2 m/s2
Jadi, percepatan mobil sebesar 2 m/s2.

s = v0t + 2 at 2

c.

h0 = 50 m
v0 = 19,6 m/s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: v
Jawab:
Waktu mencapai tinggi maksimum
t1 =

vt v0
t

12

10. Diketahui:

v0
g

4 m/s
10 m/s2

= 0,4 s
1

h = v0t 2 gt 2
1

= (4)(0,4) 2 (10)(0,4)2
= 1,6 0,8
= 0,8
Ketinggian bola dari atas tanah
h = h0 + h
= 6 m + 0,8 m
= 6,8 m
Jadi, tinggi maksimum bola dari tanah 6,8 m.

= 50 m + (19,6 m/s)(2 s) 2 (9,8 m/s2)(2 s)2


= 50 m + 39,2 m 19,6 m
= 69,6 m
Waktu turun
1

h = 2 gt2
t2 =
=

2h
g
2(69,6 m)
9,8 m/s2

= 14,2
= 3,77 sekon
Kecepatan mencapai tanah
vt = gt2
= (9,8 m/s2)(3,77 s)
= 36,946 m/s
36,9 m/s
Atau dapat dicari dengan cara cepat v0 = 19,6 m/s2,
h = 50 m, dan kecepatan di tanah vt. Dianggap
benda jatuh vertikal ke bawah sehingga
vt2 = v02 + 2gh
vt2 = (19,6 m/s)2 + 2(9,8 m/s2)(50 m)
= 384,16 m2/s2 + 980 m2/s2
v t = 1.364,16 m2 /s2
36,9 m/s
Jadi, kecepatan batu saat mencapai tanah
36,9 m/s.

Fisika Kelas X

47

Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:


1. menganalisis gerak parabola menggunakan vektor berikut makna fisisnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari;
2. mempresentasikan data hasil percobaan gerak parabola dan makna fisisnya.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1. mengagumi dan mensyukuri alam semesta sebagai ciptaan Tuhan;
2. memiliki sikap ilmiah dalam setiap aktivitas pembelajaran dan kehidupan sehari-hari;
3. menyajikan data hasil penelitian/praktikum dan mempresentasikannya.

Vektor Satuan dan Vektor Posisi

Analisis Vektor
pada Gerak
Benda

Latihan 1

Perpindahan
Kecepatan Gerak Benda
Menentukan Posisi dari Fungsi Kecepatan
Percepatan Gerak Benda

Latihan 2

Menentukan Kecepatan dari Fungsi Percepatan

Soal-Soal

Materi

Kecepatan Gerak Parabola

Ulangan
Harian

Gerak Parabola

Persamaan Posisi Benda pada Gerak Parabola


Posisi Titik Terjauh Benda di Sumbu X
Posisi Titik Tertinggi Benda

Analisi Vektor pada Gerak


Parabola
Ilmu Fisika pada
Games Angry
Birds

Tugas

Menyelidiki Gerak Dimensi Dua


Menyelidiki Gerak Parabola
Pengaruh Sudut Elevasi pada Gerak Parabola

Mencari
Lokasi
Objek
Menggunakan
Google
Maps

48

Informasi

Kegiatan

Analisis Vektor pada Gerak Parabola

Selancar Internet

Gerak Dimensi Dua

A. Pilihan Ganda

4. Jawaban: c

1. Jawaban: a
Diketahui: = 60
v = 20 m/s
Ditanyakan: v x
Jawab:

Diketahui:

Ditanyakan: v (2)
Jawab:

v (t) =

Sinar matahari
vx

r(t) = (8t 2 5t + 2)i + (16t 6t 2 ) j

60

dr
dt
d
dt

(8t 2 5t + 2)i + (16t 6t 2 ) j

= (16t 5)i + (16 12t ) j

v (2) = (16(2) 5)i + (16 12(2)) j


= (32 5)i + (16 24) j
= 27i 8 j
Jadi, vektor kecepatan elektron saat t = 2 s

vy

v
vx

adalah ( 27i 8 j )m/s.

Bayangan burung

v x = v cos 60 = (20 m/s)(

1
2

) = 10 m/s

Jadi, kecepatan bayangan burung 10 m/s.

5. Jawaban: e
Diketahui:

2. Jawaban: e
Diketahui:

rA = i + 2 j
r = 3i + 4 j
B

Ditanyakan: r
Jawab:
r = rB rA = (3i + 4 j ) (i + 2 j ) = 2i + 2 j
Jadi, perpindahan cicak (2i + 2 j ) meter.
3. Jawaban: b
Diketahui:
r(2) = 1.000i + 320 j
= 5.000i + 4.320 j
r
(10)

Ditanyakan: v rt
Jawab:
r

v rt = t
=
=
=

r(10) r(2)
(10 2) s

(5.000i + 4.320 j) m (1.000i + 320 j) m


8s
(4.000i + 4.000 j) m
8s

= (500i + 500 j) m/s


Jadi, vektor kecepatan rata-rata pesawat terbang
(500i + 500 j) m/s.

r0 =
v0x =
v 0y =
ax =
t =

(0, 0) m
5 m/s
10 m/s
4 m/s2
2s

Ditanyakan: rt
Jawab:
vx(t) = ax dt + v0x
= 4 dt + 5
= 4t + 5
x(t) = vx dt + x0
= (4t + 5) dt + 0
= 2t 2 + 5t
x (2) = 2(2)2 + 5(2)
= 8 + 10
= 18
y(t) = vy dt + y0
= 10 dt + 0
= 10t
y(2) = 10t = 10(2) = 20
= x i + y j = 18i 20 j
r
(2)

(2)

(2)

Jadi, vektor posisi partikel setelah bergerak


selama 2 sekon sebesar (18i 20 j ) meter.
6. Jawaban: e
Diketahui: v x = 4t 2
v y = 3t 2 2
Ditanyakan: a(t = 3)

Fisika Kelas X

49

Jawab:
dv x
dt

ax =

r(1) = ((10)(1) 6)i + (8(1)2 5(1) j

b.
=

d (4t )
dt

= (10 6)i + (8 5) j

= 8t

= 4i + 3 j
Jadi, posisi benda saat t = 1 s adalah (4 m, 3 m).
Pilihan b salah.

ax(t = 3) = 8(3) = 24
dv y

ay =

dt

d (3t 2)
dt

= 6t

ay(t = 3) = 6(3) = 18

r(t ) = (10t 6) i + (8t 2 5t ) j

c.

v (t ) =

(24)2 + (18)2

a(t ) =

576 + 324

Benda mengalami percepatan 16 m/s2 pada


sumbu Y.
Dengan demikian, benda bergerak lurus
berubah beraturan.
Pilihan c salah.

= 900
= 30
Jadi, percepatan pesawat saat t = 3 sekon
sebesar 30 m/s2.
v 0 = 10i + 14 j

Diketahui:

a = (2t + 4)i + (8 4t ) j

t
Ditanyakan: v (t

e.

Jawab:

= 16 j

r(1) r(0)

(4i + 3 j) ( 6i)
1 0

v rt = r =
t

Jadi, kecepatan rata-rata benda

(10i + 3 j ) m/s.
Pilihan e salah.

v t = v 0 + a dt
= v 0 + (2t + 4)i + (8 4t ) j dt

0
= (10i + 14 j ) + (t 2 + 4t )i + (8t 2t 2 ) j
= (t 2 + 4t + 10)i + (8t 2t 2 + 14) j

v (1) = (12 + 4(1) + 10)i + (8(1) 2(1)2 + 14) j


= (1+ 4 + 10)i + (8 2 + 14) j
= 15i + 20 j

(15)2 + (20)2 = 225 + 400 = 25


Jadi, kecepatan elektron saat t = 1 s sebesar
25 m/s.
v(1) =

8. Jawaban: d
Diketahui:
r = (10t 6)i + (8t 2 5t ) j
Ditanyakan: r0 , rt
Jawab:

=1s,

vt

=1s,

v rt

r(0) = (10(0) 6)i + (8(0)2 5(0)) j = 6i


Jadi, posisi awal benda (6, 0) m.
Pilihan a salah.

50

dt

= 10i + (16t 5) j

(10i + 11j ) m/s.


Pilihan d benar.
Kecepatan rata-rata dari t = 0 s hingga t = 1 s
yaitu:

=1s
= 1)

dt
d v (t )

dr
v(t) = dt = 10i + (16t 5) j
v(1) = 10i + (16(1) 5) j = 10i + 11j
Jadi, kecepatan benda saat t = 1 s yaitu

d.

7. Jawaban: c

a.

d r(t )

ax 2 + ay2

|a | =

Analisis Vektor pada Gerak Parabola

t (1) t (0)

= 10i + 3 j

9. Jawaban: d
Diketahui:
v x = 4t
v y = 5t 4
t =2s
Ditanyakan: v(2)
Jawab:
vx = 4t = 4(2) = 8 m/s
vy = 5t 4 = 5(2) 4 = 6 m/s
v =

v x 2 + v y2 m/s

82 + 62 m/s

64 + 36

= 100
= 10
tan =

vy
vx

6
8

= arc tan

3
4

3

4

= 37

Jadi, kecepatan burung 10 m/s ke arah 37


terhadap tanah.

10. Jawaban: d
Diketahui:
vperahu = 8 m/s
v air = 4 m/s
= 500 m
Ditanyakan: arah vperahu agar tiba di A
Jawab:
Agar tiba tepat di titik A, resultan vektor kecepatan
harus tepat menuju titik A. Kecepatan perahu (vp)
membentuk sudut terhadap sumbu X. Kecepatan
air (vair) dilawan (dihilangkan) oleh kecepatan perahu
terhadap sumbu X (vpx) sehingga resultan vektor
kecepatan di sumbu X bernilai nol. Akibatnya,
perahu hanya bergerak di sepanjang sumbu Y
(vpy).

2. Diketahui:

rt = ( 12i + 5 j ) km
t = 30 menit = 0,5 jam
Ditanyakan: v , |v |
Jawab:
r

v =
t
=

vp

vair vpx =
v air =
v air =
4=

|v | =

v x 2 + v y2

(24)2 + (10)2 km/jam

576 + 100 km/jam

Jadi, vektor kecepatan sepeda motor (24i + 10 j)


km/jam dan besar kecepatannya 26 km/jam.

vair

3. Diketahui:

0
vpx
vp cos
8 cos
1

cos = 2
= 60
Jadi, arah perahu yang tepat adalah gambar d.

r = (4t + 5t 2) i + (3t 2 2) j
t1 = 2 s
t2 = 4 s

Ditanyakan: r
Jawab:
r (2) = (4(2) + 5(2)2) i + (3(2)2 2) j
= (8 + 20) i + (12 2) j
= 28 i + 10 j
r (4) = (4(4) + 5(4)2) i + (3(4)2 2) j

B. Uraian
r1 = 5i + 4 j
r2 = 10i + 8 j
t = 4 s

1. Diketahui:

Ditanyakan: a. r
b. v rt
Jawab:
a, Vektor perpindahan capung
r = r2 r1
= (10i + 8 j ) (5i + 4 j ) = 5i + 4 j
b.

km/jam

= 676 km/jam
= 26 km/jam

vp

(12i + 5 j) 0
0,5

= ( 24i + 10 j ) km/jam

vp

r0 = ( 0i, 0 j ) km

Jadi, vektor perpindahan capung ( 5i + 4 j) m.


Kecepatan rata-rata capung
r

v rt =
t
=

5i + 4 j
4

= (16 + 80) i + (48 2) j


= 96 i + 46 j
r = r (4) r (2)
= (96 i + 46 j ) (28 i + 10 j )
= 68 i + 36 j
Jadi, vektor perpindahan benda (68 i + 36 j ) m.
4. Diketahui:

Ditanyakan: a. v (t)
b. a(t)

Jadi, kecepatan rata-rata capung


(1,25i + j ) m/s.

c. r(10)

Jawab:
a.

= 1,25i + j

r = (50t + 2t 2 )i + (4t 2 ) j

v (t) =
=

dr
dt
d {(50t + 2t 2 )i + (4t 2 ) j}
dt

= (50 + 4t )i + 8t j

Jadi, kecepatan pesawat setiap saat


( (50 + 4t )i + 8t j ) m/s.

Fisika Kelas X

51

b.

a(t) =
=

c.

dv
dt

(15i 7 j) (3i + 2 j)
3

d {(50 + 4t )i + 8tj}
dt

12i 9 j
3

= 4i + 8 j
Jadi, percepatan pesawat setiap saat
( 4i + 8 j ) m/s2.
r = (50(10) + 2(10)2 )i + (4(10)2 ) j

r 0 = (2, 1) m = (2 i j ) m

= 25 m/s2
= 5 m/s2
Jadi, percepatan partikel sebesar 5 m/s2.
b.

vt = a dt + v0
= (4i 3 j ) dt + (3i + 2 j )
= 4ti 3t j + 3i + 2 j

t = 3 s
Ditanyakan: a. | a |
b. r t
Jawab:
a.

= (2t 2 + 3t + 2)i + ( 2 t 2 + 2t 1) j

vt v0
t

Jawab:

1. Jawaban: d
Diketahui:
= 37
v 0 = 15 m/s
g = 9,8 m/s2
sin 37 = 0,6
Ditanyakan: tudara
Jawab:
t udara = 2tmaks
v 0 sin
2 g

=2

(15 m/s)(0,6)
(9,8 m/s2 )

= 1,84 s

Jadi, bola melayang di udara selama 1,84 sekon.


2. Jawaban: c
Diketahui:
v0 = 14,7 m/s
= 45
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: hmaks

52

r t = vt dt + r0
= [(4t + 3)i + (3t + 2) j ] dt + (2i j )
3
= (2t 2 + 3t)i + ( 2 t 2 + 2t) j + (2i j )

A. Pilihan Ganda

= (4t + 3)i + (3t + 2) j

v
t

a =

16 + 9 m/s2

v0 = (3i + 2 j ) m/s
vt = (15i 7 j ) m/s

4 2 + (3)2 m/s2

| a| =

= (500 + 200)i + 400j


= 700i + 400 j

5. Diketahui:

m/s2

= (4i 3 j ) m/s2

(10)

Jadi, posisi pesawat saat t = 10 s yaitu


(700 m, 400 m).

m/s2

Analisis Vektor pada Gerak Parabola

hmaks =
=

v 02 sin2
2g
(14,7 m/s)2 (

1
2

2 )2

2(9,8 m/s2 )

1
2

(216,09 m2 /s2 )( )
19,6 m/s2

5,5 m
Jadi, tinggi maksimum batu kira-kira 5,5 m.
3. Jawaban: c
Diketahui:
v0 = 70 m/s
x = 500 m
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan:
Jawab:
x=
sin 2 =
sin 2 =

v 02 sin 2
g
gx
v 02
(9,8 m/s2 )(500 m)
(70 m/s)

4.900 m2 /s2
4.900 m2 /s2

sin 2 = 1
2 = 90
= 45
Jadi, sudut elevasi peluru 45.
4. Jawaban: d
Diketahui: x = 90 cm = 0,9 m
h = 44,1 cm
= 0,441 m
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: v
Jawab:
Ditinjau dari sumbu Y:
v0y = 0
1

h = v0y t + 2 g t 2
1

2h
g

0,09 s2
= 0,3 s
=

Ditinjau dari sumbu X:


v0x = v dan x = v0xt
v0x =

0,9 m
0,3 s

t =
=

2h
g
2(19,6 m)
9,8 m/s2

=2s

7. Jawaban: d
Diketahui:

(2)(0,441 m)
9,8 m/s2

x
t

h = 2 gt 2

x = vx t
= (5 m/s)(2 s)
= 10 m
Jadi, jarak mendatar yang ditempuh bola 10 m.

h = 0 + 2 gt 2
t =

6. Jawaban: d
Diketahui: v x = 5 m/s
g = 9,8 m/s2
h = 19,6 m
Ditanyakan: x
Jawab:

= 3,0 m/s

Jadi, kecepatan minimum yang diperlukan


sebesar 3,0 m/s.
5. Jawaban: c
Diketahui:
v0 = 40 m/s
sin 53 = 0,8 cos 53 = 0,6
g = 9,8 m/s2
t =2s
Ditanyakan: v
Jawab:
v x = v0x
= v0 cos
= (40 m/s)(0,6)
= 24 m/s
v y = v0y gt
= v0 sin gt
= (40 m/s)(0,8) (9,8 m/s2)(2 s)
= 32 m/s 19,6 m/s
= 12,4 m/s
Jadi, kecepatan peluru setelah bergerak 2 sekon
sebesar vx = 24 m/s dan vy = 12,4 m/s.

v0 = 30 m/s
cos 37 = 0,8
sin 37 = 0,6
t=2s
g = 10 m/s2
Ditanyakan: r
Jawab:
1

r = (v0 cos 37 t) i + (v0 sin 37 t 2 g t 2) j


1

= ((30)(0,8)(2)) i + ((30)(0,6)(2) 2 (10)(2)2) j


= 48 i + (36 20) j
= 48 i + 16 j
Jadi, posisi peluru setelah bergerak 2 sekon
dituliskan dengan persamaan (48 i + 16 j ) m.
8. Jawaban: e
Diketahui:
v0 = 8 m/s
= 30
x = 2 3m
Ditanyakan: y
Jawab:
x = v0 cos t
t =
=

x
v 0 cos

2 3 m
(8 m/s)(

1
2

3)

= 0,5 s

Fisika Kelas X

53

Jawab:

y = v0y t 2 gt 2

xH =

= v0 sin 30 t 2 gt 2
1
2

= (8)( )(0,5)

1
2

(9,8)(0,5)2

= 2 1,225
= 0,775 0,8
Jadi, ketinggian bola kira-kira 0,8 m.
9. Jawaban: d
Diketahui: h0 = 1,5 m
= 53
hmaks = 3,05 m
g = 10 m/s2
sin 53 = 0,8
Ditanyakan: v 0
Jawab:
hmaks = h0 +

v 0 2 sin2
2g

hmaks h0 =

v 0 2 sin2
2g

2(10)(3,05 1,5)

48,4375
= 6,96 m/s 7 m/s
Jadi, kecepatan awal bola 7 m/s.

10. Jawaban: c
Diketahui: vA = vB
A = 45
B = 60
Ditanyakan: yA : yB
Jawab:

=
=

= 61,25 m
Jadi, koordinat saat bola berada di titik tertinggi
(122,5; 61,25) m.
v0 = 9,8 m/s
= 45
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: x maks
Jawab:

2. Diketahui:

v 02 sin 2
g
(9,8 m/s)2 (sin 90)
(9,8 m/s2 )

= 60
v0 = 20 m/s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: hmaks
Jawab:
v 0 2 sin2
2g
1
(20 m/s)2 ( 3 )2
2

2(9,8 m/s2 )
300
m = 15,3
19,6

Jadi, tinggi maksimum yang mampu dicapai bola


15,3 m.

= 3

Jadi, yA : yB = 2 : 3.

h0

v0
g
Ditanyakan: a.
b.
c.
Jawab:
v0

1. Diketahui:

30

v0 = 49 m/s
= 45
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: (xH, yH)
Analisis Vektor pada Gerak Parabola

= 7,5 m
= 30
= 20 m/s
= 10 m/s2
hmaks
tudara
x
hmaks

B. Uraian

54

2)2

2(9,8 m/s )

4. Diketahui:

1
2
3
4

1
2
2

sin2 45
sin2 60

(49 m/s)2 (

v B 2 sin2 B
2g

v 0 2 sin2
2g

hmaks =

v A 2 sin2 A
2g

= 122,5 m

2(9,8 m/s2 )

3. Diketahui:

(0,8)2

(49 m/s)2 (1)

= (9,8 m)(1) = 9,8 m


Jadi, jarak terjauh bola 9,8 m.

sin

yA
yB

yH =

2(9,8 m/s2 )

(49 m/s)2 (sin 90)

x maks =

2g (hmaks h0 )

v0 =

v 02 sin 2
2g

||

||

7,5 m
x

a.

Waktu untuk mencapai titik tertinggi


tmaks =

v 0 sin
g

1
2

(20 m/s)( )
(10 m/s2 )

= 1 sekon

hmaks = h0 + v0y tmaks 2 gt maks2


1

= 7,5 + v0(sin )tmaks 2 gt maks2


1

b.

= 7,5 + (20)( 2 )(1) 2 (10)(1)2


= 7,5 + 10 5 = 12,5
Jadi, tinggi maksimum bola 12,5 m.
Waktu untuk turun setelah mencapai tinggi
maksimum
2hmaks
g

tturun =

2(12,5 m)

(10 m/s2 )

= 2,5 s = 1,58 s
tudara = tnaik + tturun = 1 s + 1,58 s = 2,58 s
c.

Jadi, bola melayang di udara selama 2,58 s.


Jarak terjauh bola
x = vx tudara
= v0 cos tudara
= (20 m/s)(

1
2

3 )(2,58 s)

5. Diketahui:

v x = 20 m/s
sin 37 = 0,6
g = 10 m/s2
Ditanyakan: d
Jawab:
Persamaan segitiga:
y = d sin 37
. . . (1)
x = d cos 37
. . . (2)
Persamaan gerak parabola:
1

y = 2 gt 2 = 2 (10)t 2 = 5t 2 . . . (3)
. . . (4)
x = vxt = 20t
Substitusi persamaan (1) dan (2) ke persamaan
(3) dan (4), lalu eleminasi d.
d sin 37 = 5t 2
d cos 37 = 20t
:
tan 37 =

1
4

t
0,6

t = 4 tan 37 = 4( 0,8 ) = 3
d cos 37 = 20t
d(0,8) = 20(3)
d=

60
0,8

= 75

Jadi, jangkauan pemain ski di udara 75 meter.

= 25,8 3 m = 44,7 m
Jadi, jarak terjauh bola 44,7 m.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Diketahui:
v0 = 200 m/s
a = (8t 3) m/s2
t =3s
Ditanyakan: v
Jawab:
t

v(t) = v0 + a dt
0
t

= v0 + (8t 3)dt

2. Jawaban: b
Diketahui:
r = 4t 2 2t + 8
t1 = 1 s
t2 = 5 s
Ditanyakan: v r t
Jawab:
r(1) = 4t 2 2t + 8

= 4(1)2 2(1) + 8 = 10
r(5) = 4t 2 2t + 8

= 4(5)2 2(5) + 8 = 98

= v0 + 4t 2 3t
= 200 + 4t 2 3t
v (3)
= 200 + 4(3)2 3(3)
= 200 + 36 9
= 227
Jadi, kecepatan elektron setelah bergerak 3 sekon
menjadi 227 m/s.

v rt =
=

r (5) r (1)
t (5) t (1)

98 10
5 1

88

= 4 = 22
Jadi, kecepatan rata-rata gerak partikel dalam
selang waktu t = 1 s sampai dengan t = 5 s sebesar
22 m/s.

Fisika Kelas X

55

3. Jawaban: c
Diketahui: (x0, y0) = (4, 8) m
v x = (4t 2) m/s
v y = (5t + 2) m/s
t =2s
Ditanyakan: r
Jawab:
t

Jawab:

v (t) =
=

a(t) =
=

0
t

= x0 + (4t 2)dt
= 4 + 2t 2 2t
x (2) = 4 + 2(2)2 2(2)
=4+84
=8
t

y(t ) = y0 + vy dt
0

d [(6t 3 8)i + (12t 2 ) j ]


dt

= 18t 2i + 24t j

x(t) = x0 + vx dt

dr
dt

a(1)

dv
dt
d (18t 2 i + 24t j)
dt

= 36t i + 24 j
= 36(1)i + 24 j
= 36i + 24 j

Jadi, percepatan titik materi saat t = 1 s sebesar


( 36i + 24 j ) m/s2.
6. Jawaban: a
Diketahui:
v 0 = 10 m/s

a(t) = 6t 4

= y0 + (5t + 2) dt

r0 = 4 m

y(2)

= 8 + 2,5t 2 + 2t
= 8 + 2,5(2)2 + 2(2)
= 8 + 10 + 4
= 22

r2 = x(2) i + y(2) j = 8 i + 22 j
Jadi, posisi materi setelah 2 s adalah (8 i + 22 j ) m.
4. Jawaban: d
Diketahui:
r (t) = (3t 2 4) i + (6t 8) j
Ditanyakan: vrata-rata
Jawab:
r (0) = (3(0)2 4) i + (6(0) 8) j = 4 i 8 j
r (4) = (3(4)2 4) i + (6(4) 8) j = 44 i + 16 j
vrata-rata =
=

r
t
r(4) r(0)
40

(44i + 16 j ) (4i 8 j )
4

48i + 24 j
4

= 12i + 6 j
Jadi, kecepatan rata-rata partikel ( 12i + 6 j ) m/s.
5. Jawaban: d
r = (6t 3 8)i + (12t 2 ) j
t =1s
Ditanyakan: a
Diketahui:

56

Analisis Vektor pada Gerak Parabola

Ditanyakan: r
Jawab:
t

v (t) = v0 + a(t) dt
0
t

= 10 + (6t 4) dt
0

= 10 + 3t 2 4t
t

r(t) = r0 + v(t) dt
0

= 4 + (3t 2 4t + 10) dt
0

= t 3 2t 2 + 10t + 4
Jadi, persamaan posisi partikel setiap saat adalah
r = t 3 2t 2 + 10t + 4.
7. Jawaban: d
Diketahui:
x = (6 + 4t 2)
y = (20 3t 2)
t =5s
Ditanyakan: v
Jawab:
dx

vx(t) = dt
=

d (6 + 4t 2 )
dt

= 8t
vx(5) = 8(5)
= 40

dy

vy

= dt

| r B| =

d (20 3t 2 )
dt

= 6t
vy(5) = 6(5) = 30

r C = (10i + 10 j ) 0

(40)2 + (-30)2

1.600 + 900

= 10i + 10 j
| r C| =

102 + 102

100 + 100

200

= 2.500
= 50
Jadi, kecepatan titik materi saat t = 5 s sebesar
50 m/s.

= 10i 2 j

Ditanyakan: a (0,5)
Jawab:

| r D| =

dr
dt
d (4t + 2t 5)
dt

12t 2
dv
dt

a (t) =

+2

d (12t 2 + 2)
dt

rE
= 24t

100 + 4

104

Percepatan benda saat t = 0,5 s sebesar 12


9. Jawaban: b
Diketahui:

| r| = 10 m

Ditanyakan: r
Jawab:
Vektor perpindahan dirumuskan:
r = r2 r1
Adapun besar pepindahan:
| r | =

rx 2 + ry 2

| r A| = (8i + 8 j ) (2i + 4 j )
= 6i + 4 j
| r A| =

6 +4

36 + 16

52

= (4i + 10 j ) (10i + 2 j )
= 6i + 8 j

= (12i + 12 j ) (2i + 2 j ) = 10i + 10 j

| r E| =

a (0,5) = 24(0,5) = 12

rB

(10)2 + (2)2

=
=

= 10 2
r D = 0 (10i + 2 j )

8. Jawaban: c
Diketahui:
r = 4t 3 + 2t 5

v (t) =

36 + 64

= 100
= 10

v x2 + v y2

v =

(6)2 + 82

m/s2.

102 + 102 = 10 2

Berdasarkan analisis di atas, gerak siswa pada


pilihan b menghasilkan perpindahan 10 m.
10. Jawaban: d
Diketahui:
r A = 1,5i + 3 j

r B = (1,5 + 1,5)i + 2,5 j


= 3i + 2,5 j

Ditanyakan: r
Jawab:
r = rB rA
= (3i + 2,5 j ) (1,5i + 3 j )
= 1,5i 0,5 j
Jadi, vektor perpindahan burung (1,5i 0,5 j ) m.
11. Jawaban: e
Diketahui: = 30
t =1s
y = 15,1 m
Ditanyakan: v 0
Jawab:
1
gt 2
2
1
= v0 sin 30(1) (9,8)(1)2
2

y = v0 sin t
15,1

Fisika Kelas X

57

1
2

15,1 = v0 ( )(1) 4,9


1
2

v 0 = 15,1 + 4,9

v 0 = 2(20) = 40
Jadi, kecepatan awal peluru 40 m/s.
12. Jawaban: d
Diketahui: = 60
v 0 = 14 m/s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: xmaks
Jawab:
xmaks =
=

v 0 2 sin 2
g
(14 m/s)2 sin 120
9,8 m/s2
1

(196 m2 /s2 )( 2 3)
9,8 m/s

= 10 3 m
Jadi, jarak mendatar terjauh yang dicapai bola
adalah 10 3 m.
13. Jawaban: b
Diketahui: = 45
v0 = 14 m/s
g = 9,8 m/s
Ditanyakan: vektor posisi
Jawab:

t=
t

x
v

5m
20 m/s

= 0,25 s

2h
g

t2 =

2h
g

h =

gt 2
2

(9,8 m/s2 )(0,0625 s2 )


2

(196 m2 /s2 )(1)


19,6 m/s2

= 10 m
v 0 2 sin2
2g

(14 m/s)2 sin2 45


2(9,8 m/s2 )
1

(196 m2 /s2 )( 2 2)2


19,6 m/s2

= 0,306 m
= 30,6 cm
Jadi, perbedaan ketinggian parit adalah 30,6 cm.
16. Jawaban: d
Diketahui:
v0

x
g
3
Ditanyakan: y
Jawab:
x = v0 cos t
t =

= (10 m)( 2 )
=5m
Jadi, vektor posisi peluru di titik tertinggi adalah
(10, 5) m.

58

x
t

v = v0 =

1 v 0 2 sin 2
2
g

15. Jawaban: c
Diketahui: v 0 = 20 m/s
x =5m
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: h
Jawab:

(9,8 m/s 2 )(0,25 s)2


2

(14 m/s) sin 2(45)


2(9,8 m/s2 )

Berdasarkan persamaan di atas, jangkauan bola


sebanding dengan nilai sin 2. Nilai sinus mencapai
maksimum pada sudut 90 (sin 90 = 1).
sin 2 = sin 90
2 = 90
= 45
Jadi, jangkauan bola mencapai maksimum
dengan sudut elevasi 45.

yH =

v 0 2 sin 2
2g

R=

xH = 2 xmaks
=

14. Jawaban: c
Persamaan jangkauan bola:

Analisis Vektor pada Gerak Parabola

x
v 0 cos 60

3m
1
2

(15 m/s)( )

= 0,4 s

= 15 m/s
= 60
= 3,0 m
= 9,8 m/s2
= 1,73

y = v0 sin t

1
gt 2
2

Jawab:

1
= (15 m/s)(sin 60)(0,4 s) ( )(9,8 m/s2)(0,4 s)2
2

= (15)(

1
2

3 )(0,4) m 0,784 m

= 5,196 m 0,784 m
= 4,412 4,41
Jadi, ketinggian bola saat jarak mendatar 3 m kirakira 4,41 m.

= 1,4 m +

2)

= 1,4 m + 5,625 m
= 7,025 m
= 7,0 m
Jadi, tinggi maksimum bola kira-kira 7,0 m.
18. Jawaban: d
Diketahui:
v x = 4 m/s
h = 80 cm = 0,8 m
g = 10 m/s2
Ditanyakan: x
Jawab:
1

h = 2 gt 2
t =

2h
g

(2)(0,8 m)
10 m/s2

0,16 s 2

= 0,4 s
Ditinjau dari sumbu X:
x = vxt
= (4 m/s)(0,4 s)
= 1,6 m
Jadi, jarak mendatar bola 1,6 m.
19. Jawaban: b
Diketahui: = 45
Ditanyakan: xH : yH

sin 120
sin2 60
1
2

1
(2

3
3)2

1
2
3
4

3 4
2 3

2 3
3

2
3

2(10 m/s )

v 0 2 sin2
2g

sin 2(60)
sin2 60

v 0 2 sin 2
2g

v 0 2 sin2
2g
1
(15 m/s)2 ( 2

17. Jawaban: c
Diketahui: = 45
v 0 = 15 m/s
h0 = 1,4 m
g = 10 m/s2
Ditanyakan: hmaks
Jawab:
hmaks = h0 +

xH
yH

3
3

Jadi, xH : yH = 2 :

3.

20. Jawaban: d
Diketahui:
h0 = 1,5 m
= 45
hmaks = 2,5 m
g = 10 m/s2
Ditanyakan: v 0
Jawab:
hmaks = h0 +
hmaks h0 =
v02 =
=

v 0 2 sin2
2g
v 0 2 sin2
2g

2g (hmaks h0 )
sin2

2(10 m/s2 )(2,5 m 1,5 m)


1

( 2 2)2

= 40 m2/s2
v0 =

40 m2 /s2 = 2 10 m/s

Jadi, kecepatan awal yang harus diberikan


2 10 m/s.
B. Uraian
1. Diketahui:
r = 16t 2t 2 + 8
Ditanyakan: a. v(0)
b. a
c. v(t)

Fisika Kelas X

59

Jawab:
a.

v (t) =
=

d (16t 2t 2 + 8)
dt

= 16 4t

v (0) = 16 4(0)
= 16
Jadi, kecepatan awal partikel 16 m/s.
b.

dv
dt

a =

d (16 4t )
dt

= 4
Percepatan bertanda negatif artinya partikel
mengalami perlambatan sebesar 4 m/s2.
c.

= 37
v0 = 20 m/s
sin 37 = 0,6
cos 37 = 0,8
Ditanyakan: v
Jawab:
v x = v0 cos
= (20 m/s)(cos 37)
= (20 m/s)(0,8)
= 16 m/s
v y = v0 sin
= (20 m/s)(sin 37)
= (20 m/s)(0,6)
= 12 m/s

3. Diketahui:
dr
dt

v (2) = 16 4(2)
= 16 8
=8
Jadi, kecepatan partikel saat t = 2 s adalah
8 m/s.

r(t) = 2,5t 2 2t + 1,8

2. Diketahui:

Ditanyakan: a.
b.

v rt

v = vx i + vy j = (16 i + 12 j ) m/s
Jadi, vektor kecepatan bola (16 i + 12 j ) m/s.

Ditanyakan: a.
b.
Jawab:

v (3)

v (t) = v 0 + a dt
0
t

= v 0 + (2i + 3 j) dt
0

v rt = t
=

[2,5(3)2 2(3) + 1,8] [2,5(1)2 2(1) + 1,8]


2

(22,5 6 + 1,8) (2,5 2 + 1,8)


2

18,3 2,3
2

v (2)

dr
dt
d (2,5t 2 2t + 1,8)
dt

= 5t 2

v (3) = 5(3) 2
= 15 2
= 13
Jadi, kecepatan partikel saat t = 3 s sebesar
13 m/s.

60

Analisis Vektor pada Gerak Parabola

v 0 + 2t i + 3t j
4i + 2t i + 3t j
(2t + 4) i + 3t j
(2(2) + 4) i + 3(2) j

(8i)2 + (6 j)2

| v (2) | =

64 + 36 = 10

16

v (3) =

=
=
=
=

= 8i + 6 j

= 2
=8
Jadi, kecepatan rata-rata partikel 8 m/s.
b.

v (2)
r(2)
t

a.

Jawab:
a.

a = (2 i + 3 j ) m/s2
v 0 = 4i m/s
r0 = 0

4. Diketahui:

Jadi, vektor kecepatan partikel ( 8i + 6 j ) m/s


dan besar kecepatannya 10 m/s.
t

b.

r(t) = r0 + v (t) dt
0

= 0 + [(2t + 4)i + 3tj] dt


0

3
= (t + 4t ) i + t 2 j
2

r(2) = ((2) + 4(2)) i + 3 (2)2 j


2
= 12i + 6 j
2

Jadi, vektor posisi partikel saat t = 2 s adalah

(12i + 6 j) m.

5. Diketahui:

v(0) = (2i + 4 j ) m/s


r = 6i + 5 j m

xPP = v0t

= 50 m
Jadi, jarak xPP adalah 50 m.

= (10 m/s)(5 s)

(0)

=4s

v(4) = (18i + 16 j ) m/s

7. Diketahui:

Ditanyakan: a. a dan | a |
b. r (4)
Jawab:

a =

a.

=
=

v
t

(18i + 16 j) m/s (2i + 4 j) m/s


4s
(16i + 12 j) m/s

v0
h0

g
Ditanyakan: x
Jawab:
hmaks = h0 +

4s

= (4i + 3 j ) m/s2
|a | =

= 40 +

2
42 + 32 m/s

= 5 m/s2
Jadi, percepatan ikan (4 i + 3 j ) m/s2 dan
besar percepatannya 5 m/s2.
a = 4i + 3 j

b.

(t)

v(t) = a(t) dt + v0

tnaik

v 0 2 sin2
2g

(40)2 (

1
2

2(10)
1
2

1.600( )
20

= 40 + 40 = 80
= tmaks
=

v 0 sin
g

40(

2hmaks
g

= (4t + 2)i + (3t + 4) j

ttotal = tnaik + tturun


= 2,8 + 4
= 6,8 s
x = vx ttotal
= v0 cos 45 ttotal

r (t) = v(t) dt + r (0)


= [(4t + 2)i + (3t + 4) j )]dt + (6i + 5 j )
3

= (2t 2 + 2t)i + ( 2 t 2 + 4t) j + (6i + 5 j )


3

= (2t 2 + 2t + 6)i + ( 2 t 2 + 4t + 5) j
Jadi, persamaan posisi setiap saat ikan yaitu
3

r (t) = (2t 2 + 2t + 6) i + ( 2 t 2 + 4t + 5) j ,

dengan r dalam meter dan t dalam sekon.


v = 10 m/s
h = 122,5 m
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: x PP
Jawab:

= (40 m/s)(

1
2

2(80)
10

= 2 2 = 2(1,4) = 2,8

=4

2 )(6,8 s)

= (40 m/s)(0,7)(6,8 s)
= 190,4 m
Jadi, jarak mendatar bola dari dasar gedung
190,4 m.
8. Diketahui:

v0 = 60 m/s
= 45
g = 10 m/s2
Ditanyakan: (xH; yH)
Jawab:
xH =

v 0 2 sin 2
2g

2(122,5 m)
9,8 m/s2

(60 m/s)2 sin 2(45)


2(10 m/s2 )

245 m
9,8 m/s2

(3.600 m2 /s2 )(1)


(20 m/s2 )

= 25 s2
=5s

2)

hmaks = 2 g(tturun)2
tturun =

2h
g

1
2

10

= 4ti + 3t j + 2i + 4 j

6. Diketahui:

2)2

= (4i + 3 j )dt + (2i + 4 j )

t =

= 40 +

= 40 m/s
= 40 m
= 45
= 10 m/s2

= 180 m

Fisika Kelas X

61

yH =
=

10. Diketahui:

v 0 2 sin2
2g

(60 m/s)2 sin2 (45)


2(10 m/s2 )
(3.600 m2 /s 2 )(

1
2

2)2

(20 m/s )

= 90 m
Jadi, titik koordinat di titik tertinggi (180, 90) m.

= 53
v0 = 50 m/s
sin 53 = 0,8 cos 53 = 0,6
x = 150 m
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: h
Jawab:
x = vxt

v0 = 15 m/s
= 45
g = 10 m/s2
Ditanyakan: a. t udara
b. R
Jawab:
a. tudara = 2tmaks
=

9. Diketahui:

t = v
x

(10 m/s2 )

= 1,5 2 sekon
b.

xH =
=
=

v 0 2 sin 2
g
(15 m/s)2 sin 90
(10 m/s2 )
(225 m2 /s2 ) (1)
10 m/s2

= 22,5 m

x
v 0 cos 53

150 m
(50 m/s)(0,6)

Jadi, bola melayang di udara selama 1,5 2


sekon dan jarak terjauh bola 22,5 m.

=5s
1

y = v0y t 2 gt 2
1

= v0 sin t 2 gt 2
1

= (50 m/s)(0,8)(5 s) 2 (9,8 m/s2)(5 s)2


= 200 m 122,5 m
= 77,5 m
Jadi, air mengenai gedung pada ketinggian
77,5 m.

62

2v 0 sin
g
1
2(15 m/s)( 2 2)

Analisis Vektor pada Gerak Parabola

Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:


1.
menganalisis besaran fisika yang terkait dengan gerak melingkar benda;
2.
menjelaskan penerapan gerak melingkar dalam teknologi.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1.
bersikap disiplin dan berhati-hati dalam kehidupan sehari-hari;
2.
berpikiran terbuka dan kritis terhadap suatu masalah.

Besaran dalam Gerak Melingkar

Gerak Melingkar

Gerak Melingkar Beraturan

Latihan 1

Latihan 2

Soal-Soal

Materi

Ulangan Harian
Aplikasi Gerak Melingkar

Hubungan Roda-Roda
Penerapan Gerak Melingkar

Gerak Melingkar
Periode dan Frekuensi
Tugas
Gaya Angkat Baling-Baling Helikopter

Merawat Gir Sepeda

Informasi

Kegiatan

Simulasi Gerak Melingkar


Membuat Model Dua Benda Melingkar
yang Saling Berinteraksi
Mempelajari Besaran-Besaran dalam
Gerak Melingkar

Gerak Melingkar
Selancar Internet

Mengamati Animasi Gerak


Melingkar
Mempelajari Gerak Rantai

Fisika Kelas X

63

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Persamaan kecepatan linear adalah v = R.
adalah kecepatan sudut (rad/s).
R adalah jari-jari lingkaran (m).
Berdasarkan persamaan di atas, besaran yang
memengaruhi nilai kecepatan linear adalah
kecepatan sudut dan jari-jari roda.
2. Jawaban: a
Diketahui:
R = 30 cm = 0,3 m
v = 6 m/s
Ditanyakan: as
Jawab:
as =
=
=

as = 120 m/s2
Jadi, percepatan sentripetal roda 120 m/s2.
= 300 rpm
300

= 60 putaran/sekon
= 5 putaran/sekon
= 5 Hz
Jari-jari (R) = 20 cm = 0,2 m
Ditanyakan: v
Jawab:
= 2 f
= 2 (5 Hz) = 10 Hz
v =R
= (10 Hz)(0,2 m) = 2 m/s
Jadi, kecepatan linear di ujung kipas 2 m/s.
4. Jawaban: c
= 15 rad/s
Diketahui:
D = 100 cm
1

R = 2 D = 50 cm = 0,5 m
Ditanyakan: as
Jawab:
as = 2 R
= (15 rad/s)2(0,5 m)
= 112,5 2 m/s2
Jadi, percepatan sentripetal titik P sebesar
112,52 m/s2.

64

Gerak Melingkar

2 R

v= T
T=
=

2 R
v
2 (5 m)
1 m/s

= 10 s

Jadi, periode gerakan Roni 10 s.


6. Jawaban: b
Diketahui:
R = 10 cm = 0,1 m
6 putaran

v2
R
(6 m/s)2
0,3 m
36 m2 /s 2
0,3 m

3. Jawaban: a
Diketahui:
f

5. Jawaban: d
Diketahui:
v = 1 m/s
R =5m
Ditanyakan: T
Jawab:

f = 60 sekon = 0,1 Hz
Ditanyakan: v
Jawab:
v =R
= (2 f )R
= 2 (0,1 Hz)(0,1 m) = 0,02 m/s
Jadi, kecepatan linear benda sebesar 0,02 m/s.
7. Jawaban: c
Diketahui:
= 10 rad/s
R = 5 cm = 0,05 m
t = 2 menit = 120 sekon
Ditanyakan: s
Jawab:
s=vt
v =R
= (10 rad/s)(0,05 m)
= (0,5 m/s)(120 s)
= 0,5 m/s
= 60 meter
Jadi, panjang lintasan yang telah ditempuh Lestari
60 meter.
8. Jawaban: a
1)

2)

3)

Dari persamaan a s =

v2
R

, berarti besar

percepatan sentripetal pada setiap lintasan


tergantung kecepatan linear dan jari-jari
lintasan (3 salah).
Arah vektor percepatan sentripetal selalu
menuju pusat lingkaran (1 benar), sedangkan
vektor kecepatan linear selalu searah dengan
lintasannya (4 salah). Jadi, arah vektor
percepatan sentripetal selalu tegak lurus
dengan vektor kecepatan linear.
Percepatan sentripetal selalu menuju pusat
lingkaran sehingga kecepatan yang mengakibatkan lintasan berupa lingkaran (2 benar).

9. Jawaban: c
Diketahui:
1 =
as = as
1

as = 9as
2
1
Ditanyakan: 2
Jawab:
as = 12R
1

as2
as1

9as1
as1

22R
12R

22
12

912

2 =

3. Diketahui:
= 31

10. Jawaban: d
Diketahui:
R = 10 cm = 0,1 m
v = 6 m/s
t = 1 menit = 60 s
Ditanyakan: n
Jawab:
v = R = 2fR

=
f =

6 m/s
2 (0,1 m)

Ditanyakan: v
Jawab:
v =R
= (2 f )R
= 2(1 Hz)(0,5 m)
= m/s
Jadi, kecepatan linear di ujung tali sebesar m/s.
v = 2 m/s
R =5m
Ditanyakan: T
Jawab:

= 30 Hz

n
t

v = 2R
T =

n = ft
= (30 Hz)(60 s)
= 1.800
Jadi, titik tersebut berputar sebanyak 1.800 kali.
B. Uraian
f

= 900 rpm
=

900 putaran
60 sekon

T
2R
v

= 5 s

f = 360 rpm
r = 150 mm = 0,15 m
Ditanyakan: a. f
b. T
c.
d. v
Jawab:
a.

R 1 = 0,1 m

b.

= (30 Hz)(0,1 m)
= 3 m/s
Jadi, kecepatan linear di titik tersebut sebesar
3 m/s.

2 (5 m)
2 m/s

5. Diketahui:

= 15 putaran/sekon
= 15 Hz
R = 20 cm = 0,2 m

Ditanyakan: vR 1
2
Jawab:
= 2 f
= 2 (15 Hz) = 30 Hz
Kecepatan:
v = R1

Jadi, periode putaran gerak Wati sebesar 5 sekon.

f =

360 putaran
60 sekon

= 6 putaran/sekon
T =

60 putaran

= 60 putaran/menit = 60 sekon
= 1 Hz

4. Diketahui:

v
2 R

1. Diketahui:

R = 50 cm = 0,5 m
f

Jadi, nilai dijadikan 3 kali semula.

f =

= 10 rad/s
R = 15 cm = 0,15 m
Ditanyakan: as
Jawab:
as = 2 R
= (10 rad/s)2(0,15 m)
= (1002 rad2/s2)(0,15 m)
= 152 m/s2
Jadi, percepatan sentripetal di titik X sebesar
152 m/s2.

2. Diketahui:

1
f
1
6 Hz

= 0,167 s
c. = 2f
= 2 (6 Hz)
= 12 rad/s
d. v = R
= (12 rad/s)(0,15 m)
= 1,8 m/s
Jadi, nilai frekuensi, periode, dan v berturut-turut
6 putaran/sekon, 0,167 s, 12 rad/s, dan 1,8 m/s.

Fisika Kelas X

65

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Diketahui:
RX = 10 cm
RY = 20 cm
X = 30 2 rad/menit
=
Ditanyakan: Q
Jawab:
vX = vY
XRX = YRY

60 rad
60 sekon

= rad/s

10
20

( rad/s)

Y = 0,5 rad/s
Jadi, kecepatan sudut roda Y sebesar 0,5 rad/s.
1

RP = 2 (20 cm) = 10 cm = 0,1 m


1

RQ = 2 (40 cm) = 20 cm = 0,2 m


P = 5 rad/s
Ditanyakan: vQ
Jawab:
vQ = vP
= PRP
= (5 rad/s)(0,1 m) = 0,5 m/s
Jadi, kecepatan linear roda Q = 0,5 m/s.
3. Jawaban: b
Diketahui:
RX = 10 cm = 0,1 m
RY = 20 cm = 0,2 m
RZ = 15 cm = 0,15 m
Z = 30 2 rad/menit
= 60 rad/menit
60 rad
60 sekon

= rad/s
Ditanyakan: vX
Jawab:
Roda Y dan Z dihubungkan dengan tali sehingga
vY = vZ
YRY = ZRZ
=

R
Y
= RZ
Z
Y
Y
0,15 m
= 0,2 m
rad/s

Y = 0,75 rad/s
66

0,75 rad/s =

Gerak Melingkar

vX
RX

vX
0,1m

vX = 0,075 m/s
Jadi, kecepatan linear roda X sebesar 0,075 m/s.

n1
n2

2
1

n2
n1
20
(30) 10

1 = 2
=

2. Jawaban: d
Diketahui:

Y =

4. Jawaban: c
Diketahui:
2 = 30 rad/s
n1 = 10
n2 = 20
Ditanyakan: 1
Jawab:

X
R
= Y
Y
RX
20
rad/s
= 10
Y

Y =

Roda Y dan X sepusat, sehingga


Y = X

rad/s

1 = 60 rad/s
Jadi, kecepatan putar roda P sebesar 60 rad/s.
5. Jawaban: a
Kedua lempeng yang berbentuk lingkaran mempunyai titik pusat sama. Jika keduanya diputar,
sudut pusat yang ditempuh sama sehingga nilai
kecepatan sudut keduanya sama. Namun,
kecepatan linear keduanya berbeda. Jadi, P = Q.
6. Jawaban: a
Kedua roda saling terkait sehingga ketika roda Y
berputar, roda X ikut berputar. Busur lingkaran yang
ditempuh kedua roda sama sehingga nilai
kecepatan linear sama. Jadi, vX : vY = 1 : 1.
7. Jawaban: e
Diketahui:
R1 : R2 = 1 : 4
Ditanyakan: 1 : 2
Jawab:
v1 = v2
1R1 = 2R2
1
R
= 2
2
R1
4
1
= 1
2

1 : 2 = 4 : 1
Jadi, perbandingan kecepatan sudut roda kecil dan
roda besar adalah 4 : 1.

8. Jawaban: e
Laju linear berbanding lurus dengan kecepatan
sudut () roda penggerak. Dengan demikian, laju
linear v berbanding terbalik dengan banyak gigi
roda penggerak. Artinya dengan kecepatan kayuh
yang sama, roda penggerak yang memiliki gigi
paling sedikit menghasilkan kelajuan terbesar.

fC =

B =

2
3

vX =

RX
RY

vY

0,05
0,15

(5) m/s

X = 10 rad/s
Y = 20 rad/s
Ditanyakan: RX : RY
Jawab:
vX = vY
XRX = YRY

2. Diketahui:

= Y
X

20
10

2
1

RX : RY = 2 : 1
Jadi, perbandingan RX : RY adalah 2 : 1.
3. Diketahui:

Jadi, kecepatan linear roda A dan roda B berturut80


3

cm/s dan 20 cm/s.

4.
40 cm

10 cm

Diketahui:

vX = 1,67 m/s
Jadi, kecepatan linear roda X sebesar 1,67 m/s.

RX
RY

80
3

2
3

turut

vY
RY

= ( )(30) = 20

B. Uraian

vB = BRB

Jadi, kecepatan sudut roda bergigi A adalah 3B.

vX
RX

= ( )(40) =

A = 3B

RX = 5 cm = 0,05 m
RY = 15 cm = 0,15 m
vY = 5 m/s
Ditanyakan: vX
Jawab:
X = Y

20
30

A = B
vA = ARA
= BRA

10. Jawaban: a
Diketahui:
nA = 12
nB = 36
Ditanyakan: A
Jawab:

1. Diketahui:

Hz = 0,5 Hz

C = 2f
= 2 (0,5 Hz) = rad/s
Ditanyakan: vA dan vB
Jawab:
vB = vC
BRB = CRC
(B)(30) = (20)

9. Jawaban: a
Kedua roda yang dihubungkan oleh tali mempunyai
titik putar yang berbeda. Hal ini menyebabkan
perbedaan nilai kecepatan sudut kedua roda.
Namun, kecepatan linear kedua roda sama besar.

A
n
36
= B =

B
nA
12

30
60

RA = 40 cm
RB = 30 cm
RC = 20 cm

RA = 40 cm = 0,4 m
RB = 10 cm = 0,1 m
A = 50 rad/s
Ditanyakan: B
Jawab:
vA = vB
ARA = BRB

B =
=

ARA
RB

(50 rad/s)(0,4 m)
0,1 m

= 200 rad/s
Jadi, kecepatan sudut roda B sebesar 200 rad/s.
5. Diketahui:

RA = 6 cm = 0,06 m
A = 30 rad/s
B = 12 rad/s
Ditanyakan: RB
Jawab:
vA = vB
ARA = BRB
RB =

30
A
R = 12 (0,06 m) = 0,15 m
B A

Jadi, panjang jari-jari roda B adalah 0,15 m.

Fisika Kelas X

67

A. Pilihlan Ganda

Jawab:

1. Jawaban: c
1) Syarat benda melakukan gerak melingkar
beraturan adalah besar kecepatan sudut ()
tetap.
2) v = R, karena R selalu tetap, v juga tetap.

as =

2. Jawaban: a
Definisi frekuensi adalah banyaknya putaran yang
dapat dilakukan suatu benda dalam selang waktu

as

1 sekon. Satuan frekuensi adalah hertz atau s .


Frekuensi disimbolkan dengan f. Definisi yang
benar ditunjukkan pada pilihan a.
3. Jawaban: a
Diketahui:
= 30 rad/s2
R = 10 cm = 0,1 m
Ditanyakan: a total
Jawab:a
a = R
= (30 rad/s2)(0,1 m)
= 3 m/s2
Jadi, percepatan linear yang dialami titik Q sebesar
3 m/s2.
4. Jawaban: a
Diketahui:
f = 600 rpm
R = 5 cm = 0,05 m
Ditanyakan: v
Jawab:
v =R
= 2 f R
600

= 2 60 s (0,05 m) = m/s
Jadi, kecepatan linear di ujung mata gerinda 1 m/s.
Diketahui:
R2 = 4R
Ditanyakan: 2
Jawab:

2 =

sudut menjadi

as = 4 as
Ditanyakan:
Gerak Melingkar

( )2

2
1
4

2
1 2

1
2

= 0,5

Jadi, kecepatan sudut roda setelah dipercepat


sebesar 0,5 kali semula.
7. Jawaban: c
Diketahui:
m = 10 g
= 1 rad/s
R = 200 cm = 2 m
Ditanyakan: as
Jawab:
as =
=

v2
R
(R )2
R

= 2R

= (1 rad/s)2(2 m) = 2 m/s2
Jadi, percepatan sentripetal balok sebesar 2 m/s2.
8. Jawaban: c
Diketahui:
v = 14,4 km/jam = 4 m/s
R = 16 cm = 0,16 m
Ditanyakan: , as
Jawab:
v
R
4 m/s
0,16 m

1 v

v2
R
(4 m/s)2
(0,16 m)

= 100 m/s2
Jadi, = 25 rad/s dan as = 100 m/s2.

6. Jawaban: d
Diketahui:

= 2R

( )2 R
2 R

as =

1
.
4

(R )2
R

= 25 rad/s

v
R2

v
4R

= 4 R = 4
Jadi, jika tali diperpanjang menjadi 4 kali, kelajuan
=

68

1
a
4 s

5. Jawaban: b

v
R

as
as

v2
R2

9. Jawaban: c
Diketahui:
f = 60 putaran per menit
R =2m
Ditanyakan: v

Jawab:
v = R
= 2 f R

Jadi, perbandingan kecepatan jarum P, Q, dan R


yaitu 1 : 12 : 720.

60
= 2 60 s

(2 m)

= 4 m/s
Jadi, kecepatan linear di ujung baling-baling 4 m/s.
10. Jawaban: a
Diketahui:
n =2
t = 120 s
Ditanyakan: T, f
Jawab:

=
2f =
f =

T= n
=
f =
=

120 s
= 60 s
2
1
T
1
= 0,017
60 s

Hz

R = 2 D = 0,5 m

= 270 ( 180 ) radian


= 1,5 radian

Ditanyakan: x
Jawab:
x = R
= (0,5 m)(1,5)
= 0,75 m = 2,355 m
Jadi, jarak tempuh partikel di tepi benda kira-kira
2,355 meter.
12. Jawaban: a
Jarum P: 1 kali putaran dalam 12 jam.
1
(12)(3.600 s)

= 43.200 Hz

Jarum Q: 1 kali putaran dalam 1 jam.


1

fm = 3.600 Hz
Jarum R: 1 kali putaran dalam 60 detik.
1

fd = 60 Hz
= 2f

j =

2
43.200

m =

2
3.600

d =

2
60

= 21.600 21.600 =

= 1.800 21.600 = 12

= 7,74 Hz

11. Jawaban: e
Diketahui:
D =1m

11,11
(2)(3,14)(0,2286)

14. Jawaban: e
Diketahui:
B = 20 rad/s

= 1,7
Hz
Jadi, periode lari Riza 60 s dan frekuensi larinya
1,7 102 Hz.

1
12 jam

v
R
v
R
v
2R

Jadi, frekuensi yang harus dimiliki sebesar 7,74 Hz.

102

fj =

13. Jawaban: c
Diketahui:
v = 40 km/jam = 11,11 m/s
R = 9 inci = (9 2,54) cm
= 22,86 cm = 0,2286 m
Ditanyakan: f
Jawab:

= 30 21.600 = 720

DA = 3 DB
Ditanyakan: A
Jawab:
Kedua roda saling bersinggungan sehingga
memiliki kelajuan linear yang sama.
vA = vB

A RA = B RB
A =
=

B RB
RA

B 21 DB
1
D
2 A

(20 rad/s) 2 DB
1 1
( )D
2 3 B

= 60 rad/s

Jadi, kecepatan sudut roda A 60 rad/s.


15. Jawaban: b
Diketahui:
RA = 20 cm
RB = 8 cm
RC = 4 cm
B = 10 rad/s
Ditanyakan: C
Jawab:
Roda A dan B satu poros sehingga memiliki
kecepatan sudut yang sama.
A = B = 10 rad/s
Roda A dan C dihubungkan dengan sabuk
sehingga memiliki kelajuan linear yang sama.
vA = vC
A RA = C RC

C =
=

A RA
RC

(10 rad/s)(20 cm)


(4 cm)

= 50 rad/s

Jadi, kecepatan sudut roda C sebesar 50 rad/s.

Fisika Kelas X

69

16. Jawaban: c
Diketahui:
RA = 25 cm
RB = 15 cm
RC = 40 cm

Jawab:
v1 = v2
1R1 = 2R2
2 f1R1 = 2 f2R2

60

fC = 60 rpm = 60 s = 1 Hz
Ditanyakan: A
Jawab:
Roda B dan C dihubungkan dengan sabuk
sehingga memiliki kecepatan linear yang sama.
vB = vC
Roda A dan B bersinggungan sehingga memiliki
kecepatan linear yang sama pula.
vA = vB
Ketiga roda memiliki kecepatan linear yang sama.
vA = vB = vC
vA = vC
A RA = C RC

A =
=

2 fCRC
RA

vQ =
=

20. Jawaban: e
Diketahui: m1 = 1 kg
r1 = 3 m
18

f1 = 6 putaran/detik = 3 Hz
m2 = 3 kg
r2 = 2 m
12

2 (1 Hz)(40 cm)
(25 cm)

f2 = 3 putaran/detik = 4 Hz
m3 = 2 kg
r3 = 1,5 m

= 3,2 rad/s

vQ
RQ

18. Jawaban: b
Diketahui:
nI = 20
nII = 10
Ditanyakan: I : II
Jawab:

II = 2I

Jadi, pada peristiwa tersebut berlaku II = 2I.


19. Jawaban: e
Diketahui:
R1 = 8 cm
R2 = 24 cm
f1 = 30 putaran/menit
Ditanyakan: f2
Gerak Melingkar

= 2f1r1
= 2(3 Hz)(3 m)
= 18 m/s
= 2f2r2
= 2(4 Hz)(2 m)
= 16 m/s

(10)(2 m/s)
(5)

n
II
20
= I =

nII
I
10

f3 = 12 putaran/detik = 0,5 Hz
Ditanyakan: v1, v2, v3
Jawab:
v1 = 1r1

v2 = 2r2

RQv P
RP

= 4 m/s
Jadi, kecepatan linear roda Q sebesar 4 m/s.

70

(30 putaran/menit)(8 cm)


(24 cm)

= 10 putaran/menit
Jadi, roda kedua melakukan 10 putaran/menit.

RA

17. Jawaban: c
Diketahui:
RP = 5 cm
RQ = 10 cm
vP = 2 m/s
Ditanyakan: vQ
Jawab:
P = Q
=

f2 =

CRC

Jadi, kecepatan sudut roda A 3,2 rad/s.

vP
RP

(30 putaran/menit)(8 cm) = (f2)(24 cm)

v3 = 3r3
= 2f3r3
= 2(0,5 Hz)(1,5 m)
= 1,5 m/s
Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa
v1 > v2 >v3.
B. Uraian
1. Diketahui:

= 1.200 rpm
=

1.200 putaran
60 sekon

= 20 putaran/sekon = 20 Hz
R = 15 cm = 0,15 cm
Ditanyakan: vR

5. Diketahui:

t = 5 menit = 300 sekon


n = 30 putaran
Ditanyakan: T dan f
Jawab:
Periode:

Jawab:
= 2 f
= 2(20 Hz)
= 40 Hz
Kecepatan
v = R
= (40 Hz)(0,15 cm)
= 6 m/s
Jadi, kecepatan putar kipas 6 m/s.

T=
=

= 5 rad/s
R = 10 cm = 0,1 m
Ditanyakan: as
Jawab:
as = 2 R
= (5 rad/s)2(0,1 m)
= 252 (rad/s)2 (0,1 m) = 2,52 m/s2
Jadi, percepatan sentripetal pada titik tersebut
2,52 m/s2.

2. Diketahui:

3. PDiketahui: R = 30 cm = 0,3 m
v = 108 km/jam = 30 m/s
Ditanyakan:
Jawab:
v = R

=
=

v
R
30 m/s
0,3 m

= 100 rad/s

Jadi, kecepatan sudut roda 100 rad/s.


4. Diketahui:
Banyak putaran tiap menit = 150 rpm
Ditanyakan: a. f
b. T
c.
d. v R = 200 mm
Jawab:
putaran

putaran

putaran

150 rpm = 150 menit = 150 60 sekon = 2,5 sekon


a. Frekuensi (f ) adalah banyak putaran yang
dilakukan benda dalam satu sekon.
putaran

f = 2,5 sekon = 2,5 Hz


Jadi, frekuensi roda katrol 2,5 Hz
b.
c.

d.

T = f = 2,5 Hz = 0,4 s
Jadi, periode roda katrol 0,4 s.
= 2f
= 2(2,5 Hz) = 5 rad/s
Jadi, besar kecepatan sudut roda katrol 5 rad/s.
Jari-jari R = 200 mm = 2,0 101 m
v = R
= (5 rad/s)(2,0 101) = m/s
Jadi, laju linearnya m/s.

Waktu tempuh
Jumlah putaran
300 sekon
= 10
30 putaran

sekon

Frekuensi:
1

T= f

f = T = 10 sekon = 0,1 Hz
Jadi, nilai periode dan frekuensi berturut-turut 10
sekon dan 0,1 Hz.
6. Diketahui:

f = 55 putaran per sekon = 55 Hz


R = 8,0 cm = 8 102 cm
Ditanyakan: as
Jawab:
Frekuensi didefinisikan sebagai banyak putaran per
sekon. Jadi, f = 55 Hz.
Jari-jari R = 8,0 cm = 8,0 102
as = 2R dengan = 2f
as = (2f )2 R
= (4 2)(55 Hz)2(8,0 102 m)
= 9,544 103 m/s2
Jadi, pecepatan sentripetal pada jarak tersebut
9,544 103 m/s2.

7. Diketahui:

n1 = 3,5n5
f = 2.000 rpm
v1 = 5,0 m/s
Ditanyakan: kelajuan mobil (v5)
Jawab:
Banyak gigi pada persneling satu 3,5 banyak
gigi pada persneling lima.
n1 = 3,5 n5 atau

n1
n5

= 3,5

Kecepatan putaran roda gigi berbanding terbalik


dengan banyak giginya.
5
v
n
= 1 = 3,5 5 = 3,5
n5
1
v1

Laju linear mobil sekarang dengan kecepatan sudut


roda penggerak beban.
v5 = 3,5v1
= (3,5)(5,0 m/s) = 17,5 m/s
Jadi, kelajuan mobil pada persneling kelima adalah
17,5 m/s.

Fisika Kelas X

71

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Gerhana matahari merupakan fenomena alam yang
terjadi akibat gerakan bulan dan bumi. Bulan
bergerak mengelilingi bumi, sedangkan bumi
bergerak mengelilingi matahari. Gerhana terjadi
ketika bumi, bulan, dan matahari berada dalam
satu garis lurus. Cabang fisika yang mempelajari
fenomena benda-benda langit adalah astronomi.
Melalui ilmu astronomi, terjadinya gerhana
matahari, gerhana bulan, munculnya komet, dan
hujan meteor dapat diprediksi dengan tepat.
2. Jawaban: c
Gaya = ma
= [kg][m/s]2
= [M][L][T]2
1

Energi = 2 mv2
= (kg)(m/s)2
= [M][L]2[T]2
F

Tekanan = A
ma

= A
=

(kg)(m/s 2 )
m2

= [M][L]1[T]2
Momentum = mv
= (kg)(m/s)
= [M][L][T]1
m

Massa jenis = v
=

kg
m3

= [M][L]3
Jadi, besaran yang memiliki dimensi [M][L]1[T]2
adalah tekanan.
3. Jawaban: e
Massa jenis () satuannya kg/m3.
Percepatan gravitasi (g) satuannya m/s2.
Jari-jari pipa kapiler (r) satuannya m.

72

Ulangan Akhir Semester

Ketinggian zat cair (y) satuannya (m).


cos tanpa satuan.

gyr
2 cos

= (kg/m3)(m/s2)(m)(m) =

kg
s2

Jadi, satuan tegangan permukaan adalah kg/s2.


4. Jawaban: d
Diameter kelereng
Skala tetap = 1,9 cm
Skala nonius = 6 0,01 cm
= 0,06 cm
Diameter kelereng
= skala tetap + skala nonius
= 1,9 cm + 0,06 cm
= 1,96 cm
= 1,96 102 m
Jadi, diameter kelereng adalah 1,96 102 m.
5. Jawaban: a
Dalam mengerjakan kegiatan tersebut digunakan
analisis dimensi.
Dimensi dari massa adalah [M].
Dimensi dari waktu adalah [T].
Dimensi dari tekanan adalah [M][L]1[T]2
Dimensi dari massa jenis adalah [M][L]3.
Dimensi dari luas adalah [L]2.
m
t

= k p A

[M][T]1 = ([M][L]1[T]2)([M][L]3)([L]2)
[M][T]1 = [M] + [L] 3 + 2[T]2
1 = 2

1
2

+=1
1
2

+=1

1
2

3 + 2 = 0
1
2

3( 2 ) + 2= 0

= 2 N + 1 N 0,86 N
= 2,14 N

2 = 2
=1

Jadi, nilai , , dan berturut-turut adalah 2 , 2 ,


dan 1.
6. Jawaban: b
Diketahui:
s = 2,54 cm (3 AP)
Ditanyakan: V
Jawab:
V=sss
= (2,54 cm)(2,54 cm)(2,54 cm)
(3 AP) (3 AP) (3 AP)
= 16,387064 cm3
= 16,4 cm3 (3 AP)
Sisi kubus memiliki 3 angka penting sehingga
volume kubus juga harus memiliki 3 angka penting.
Jadi, volume kubus 16,4 cm3.

A = 20 m
B = 15 m
1 cm = 5 m
Ditanyakan: R
Jawab:
20 m
5m

B =

9. Jawaban: e

B =
=

(5 3 cm)2 + (5 cm)2

75 cm2 + 25 cm2

100 cm2 = 10 cm

4 cm

A 2 + B2

42 + 3 2

5
5 3

=
5

cm

3 cm

1
3

= 3 3

= (180 30)
= 150 karena terletak di kuadran II.
10. Jawaban: b

R =

Bx2 + By2

By

1 cm

= 2 N( 2 3 ) (1 N)( 2 ) 2 N
= (1,73 0,5 2) N = 0,77 N
Komponen vektor gaya pada sumbu X dan
sumbu Y Fx = 2,14 N dan Fy = 0,77 N.

tan = B
x

= 3 cm
B

cos =

= 25
=5
Jadi, panjang resultan sebesar 5 cm.
8. Jawaban: a

15 km/jam

12 km/jam

12 km/jam
15 km/jam

= 0,8
= cos1(0,8) = 37

Jadi, sudut penyimpangan sepeda sebesar 37.


Y

F3x
30

11. Jawaban: c

F2 = 2 N

F2y

F3 = 1 N

= (2 N)(sin 60) (1 N)(sin 30) 2 N

1 cm

= 4 cm
15 m
5m

Fy = F2y F3y F4

Arah B
Bx bertanda () dan By bertanda (+), berarti sudut
terletak di kuadran II.

7. Jawaban: b
Diketahui:

A =

= 2 N + (2 N)( 2 ) (1 N)( 2 3 )

2 2 + 2 = 0

Gaya
60
F3y

F2x F1 = 2 N

F4 = 2 N

Sumbu X

Sumbu Y

F1

F1x = 125 N

F1y = 0

F2

F2x = 0

F2y = 25 3 N

F3

F3x = F3 cos 60
= (150 N)(

1
2

F3y = F3 sin 60
)

= 75 N

Fx = F1 + F2x F3x
= 2 N + (2 N)(cos 60) (1 N)(cos 30)

Fx = 125 N + 75 N
= 50 N

= (150 n)( 2

3)

= 75 3 N
Fy = 25 3 N 75 3 N
= 50 3 N

Fisika Kelas X

73

R =

15. Jawaban: b
Diketahui:
vQ
vP
tQ
tP
Ditanyakan: a
Jawab:

Fx2 + Fy2
2

(50) + (50 3)

2.500 + 7.500

10.000

= 100
tan =
=
=

a = t =

Fy
50 3
50

= tan1( 3 )
= 180 + 60
= 240

vt2= v02 + 2 gh

Jadi, sudut apit kedua vektor 120.


13. Jawaban: d
Jarak merupakan besaran skalar dan digambarkan dengan garis beranak panah. Nilai jarak
rumah Fadli dan sekolah sejauh 450 m + 100 m
+ 450 m = 1.000 m. Perpindahan merupakan
besaran vektor dan digambarkan dalam garis
lurus dari rumah Fadli ke sekolah sebesar 100 m.
Jadi, jarak dan perpindahan berturut-turut
1.000 m dan 100 m.
14. Jawaban: a
Kecepatan adalah besaran vektor.
=

48 m
120 s

480 m
2 menit

Ulangan Akhir Semester

= 0,4 m/s

480 m
120 s

vt =

2 gh

2(9,8 m/s2 )(10 m)

196 m2 /s2

= 14 m/s
Jadi, kecepatan siswa ketika mencapai permukaan kolam 14 m/s.
18. Jawaban: a
r (t) = 4t 2 i + (6t 2) j
t1 = 1 s
t2 = 3 s
Ditanyakan: v (1 3)
Jawab:
Diketahui:

Kelajuan adalah besaran skalar.


Jarak

17. Jawaban: e
Diketahui:
h = 10 m
g = 9,8 m/s2
v0 = 0
Ditanyakan: v t
Jawab:

Kelajuan = Waktu =

625
4

= 156,25 m
Jadi, jarak yang ditempuh sampai berhenti
156,25 m.

A 2
2A 2
1
2

Perpindahan
Waktu

v t 2 v 02
2a

0 (25 m/s)2

= cos1 ( 2 ) = 120

Kecepatan =

m/s2

= 2(2 m/s2 )

R2 = A2 + B2 + 2AB cos
A2 = A2 + A2 + 2A2 cos
2A2 cos = A2

cos =

(5 3) m/s
2
= 3
(5 2) s
2
benda 3 m/s2.

16. Jawaban: d
Diketahui:
v0 = 90 km/jam = 25 m/s
a = 2 m/s2
vt = 0
Ditanyakan: s
Jawab:
vt2 = v02 + 2as

s=

A 2 + B2 + 2AB cos

cos =

5 m/s
3 m/s
5s
2s

2as= vt2 v02

12. Jawaban: d
Diketahui:
A=B=R
Ditanyakan:
Jawab:

74

v Q vP
tQ tP

Jadi, percepatan

Fx

Oleh karena Fy dan Fx bernilai negatif, berada


di kuadran III.

R=

=
=
=
=

= 4 m/s

v =

r
t

r2 r1
t 2 t1

v0 = v0 sin

r (t) = 4t 2 i + (6t 2) j
r (1) =

4(1)2 i

= 4i + 4 j

= 60 m/s

r (3) = 4(3)2 i + (6(3) 2) j

v 0 = v0 i + v0 j
x

= 36 i + 16 j

v =

= (120 m/s) 2

+ (6(1) 2) j

r (3) r (1)
3 1

(36i + 16 j) (4i + 4 j)
2

32i + 12 j
2

= ( 60 3 i + 60 j ) m/s
Jadi, vektor kecepatan

awal

peluru

( 60 3 i + 60 j ) m/s.

= 16 i + 6 j
Jadi, vektor kecepatan rata-rata benda 16 i + 6 j .
19. Jawaban: c
Diketahui:
vx = (4t 2) m/s
vy = (6t + 3) m/s
r 0 = (5 i 4 j ) meter
t =3s
Ditanyakan: r (3)
Jawab:
r (t) = (4t 2) i + (6t + 3) j
r (t) = vt dt + r0
= [(4t 2) i + (6t + 3) j ] dt + (5 i 4 j )
= (2t 2 2t) i + (3t 2 + 3t ) j + (5 i 4 j )
= (2t 2 2t + 5) i + (3t 2 + 3t 4) j
r (3) = (2(3)2 2(3) + 5) i + (3(3)2 + 3(3) 4) j

21. Jawaban: b
Diketahui:
x R = 4yH
Ditanyakan:
Jawab:
x R = 4yH
v 02 sin 2
g

=4

v 02 sin2
2g

sin 2 = 2 sin2
2 sin cos = 2 sin2
1=

sin
cos

tan = 1
= 45
Jadi, besar sudut adalah 45.
22. Jawaban: c
Diketahui:
v0
= 20 m/s

= 37
h0
= 1,5 m
g
= 10 m/s2
sin 37 = 0,6 cos 37 = 0,8
Ditanyakan: tudara
Jawab:
Bentuk lintasan bola:

= (18 6 + 5) i + (27 + 9 4) j
= 17 i 22 j
Jadi, posisi partikel saat t = 3 sekon yaitu
(17 i 22 j ) m.

hmaks

20. Jawaban: c
Diketahui:
v0 = 120 m/s
= 30
cos 30=
sin 30 =
Ditanyakan: v 0
Jawab:
v0 = v0 cos
x

= (120 m/s)

( 3)

= 60 3 m/s

1
2

1
2
1
2

h0

h0

Waktu untuk mencapai tinggi maksimum:


t1 =
=

v 0 sin
g
(20 m/s)(0,6)
(10 m/s 2 )

= 1,2 sekon

Fisika Kelas X

75

Waktu dari tinggi maksimum ke tanah:


h0 + hmaks =
h0 +
1,5 +

v 02 sin2
2g

(20)2 (0,6)2
2(10)

1
2

gt22

t2 =

1
2

(10)t22

8,7
5

t2 = 1,74
t2 = 1,32 sekon
Lama waktu di udara:
t = t1 + t2
= 1,2 s + 1,32 s
= 2,52 s
Jadi, bola berada di udara selama 2,52 sekon.
23. Jawaban: d
Diketahui:
f = 20 rpm
Ditanyakan: T dan
Jawab:
20 putaran
60 sekon

= 3 putaran/sekon
1

T = f = 3 sekon
= 2 f
= 2 (0,3) = 0,6 rad/s
Jadi, periode bernilai 3 sekon dan kecepatan sudut
0,6 rad/s.
24. Jawaban: a
Diketahui:
= 10 rad/s
D = 50 cm
R = 25 cm = 0,25 m
Ditanyakan: as
Jawab:
as = 2 R
= (10 rad/s)2(0,25 m)
= 25 2 m/s2
Jadi, percepatan sentripetal roda sebesar
25 2 m/s2.
25. Jawaban: c
Diketahui:
m = 300 g = 0,3 kg
v = 5 m/s
R = 100 cm = 1 m
Ditanyakan: as
76

as =
=

= 2 gt22

1,5 + 7,2 = 5 t22


8,7 = 5 t22

f =

Jawab:

Ulangan Akhir Semester

v2
R
(5 m/s)2
1m

m/s2

= 25
Jadi, percepatan sentripetal benda 25 m/s2.
26. Jawaban: b
Diketahui:
vP : vQ = 2 : 3
Ditanyakan: RP : RQ
Jawab:
P = Q
vP
RP

vQ
RQ

RP
RQ

vP
vQ

RP
RQ

= 3
Jadi, perbandingan nilai panjang jari-jari P dan Q
adalah 2 : 3.
27. Jawaban: c
Diketahui:
x = 2,5 rad/s
diameter X : diameter Y = 4 : 3
Rx : RY = 4 : 3
Ditanyakan: y
Jawab:
vx = vy
xRx = yRy

y =
=

x Rx
Ry
(2,5 )(4)
(3)

= 3,3 rad/s

Jadi, kecepatan sudut roda Y sebesar 3,3 rad/s.


28. Jawaban: e
Diketahui:
nS = 18
nR = 12
s = 2 rad/s
Ditanyakan: R
Jawab:
s
nR
R = nS

R =

nS
nR

18

= 12 (2 rad/s)
= 3 rad/s
Jadi, kecepatan sudut R sebesar 3 rad/s.
29. Jawaban: d
Diketahui:
K = 5 rad/s
L = 15 rad/s
Ditanyakan: diameter K : diameter L

Jawab:
KRK = LRL
RK
RL
RK
RL
RK
RL

15 rad/s
5 rad/s

R = A + B

3. a.

B =R A
B2 = A2 + R2 2AR cos 60
1

= A2 + (4A)2 2A(4A)( 2 )
= A2 + 16A2 4A2
= 13A2

30. Jawaban: d
Roda X dan roda Y dihubungkan dengan tali
sehingga vx = vy. Roda Y dan roda Z sepusat
sehingga y = z.

B =

13 A

B
A

13

B. Uraian

b.

A:B=1:
R2

b.

2r ag
9v

[L]2 ([L][T]2 )([M][L]3 )


[L][T 1]

= [L]2 + 1 3 1[T]2 + 1[M]


= [M][L]1[T]1
Jadi, dimensi adalah [M][L]1[T]1.
Hasil pengukuran mikrometer sekrup
Skala tetap = 17,5 mm
Skala nonius = 24 0,01 mm = 0,24 mm
Hasil pengukuran mikrometer sekrup adalah
(17,5 mm + 0,24 mm) = 17,74 mm
= 1,774 102 m
1

Jari-jari kelereng = 2 d
1

= 2 (1,774 102) m
= 0,887 102 m
= 8,87 103 m

13 .
+ B2 + 2AB cos

16A2 = A2 + 13A2 + 2 13 A2 cos


2A2 = 2 13 A2 cos
cos =

1
13

= 73,9
Jadi, sudut antara vektor A dan B adalah
73,9.
4.

(b f)

A2

(4A)2 = A2 + ( 13 A)2 + 2A( 13 A) cos

Koefisien viskositas menggunakan analisis


dimensi berikut.
Dimensi dari r adalah [L].
Dimensi dari g adalah [L][T]2.
Dimensi dari adalah [M][L]3.
Dimensi dari v adalah [L][T]1.

Jadi, perbandingan vektor A dan B adalah

1. Peranan fisika dalam bidang komunikasi antara


lain penggunaan gelombang elektromagnetik pada
telepon genggam, fiber optik untuk jaringan internet,
dan pengiriman data melalui satelit. Sebelum
ditemukannya telepon genggam, komunikasi jarak
jauh dilakukan menggunakan telepon kabel,
faksimile, dan telegraf.
2. a.

103 5 103)

= 1,37 kg/ms
Jadi, koefisien viskositas cairan bernilai
1,37 kg/ms.

= 1
Perbandingan diameter roda sama dengan
perbandingan jari-jarinya.
Jadi, perbandingan diameter roda K dan L adalah
3 : 1.

(b f)

2(8,87 103 )2 (9,8)


(7
9(2,5 101)

=
K
=

2r 2g
9v

Gaya

Sumbu X

Sumbu Y

F1

F1x = F1 cos 53
= (20 N)(0,6)
= 12 N

F1y = F1 sin 53
= (20 N)(0,8)
= 16 N

F2

F2x = F2 cos 37
= (30 N)(0,8)
= 24 N

F2y = F2 sin 37
= (30 N)(0,6)
= 18 N

F3

F3x = 6 N

F3 = 0

Fx = 12 N + 24 N 6 = 6 N
Fy = 16 N 18 N = 2 N
R =

Fx2 + Fy2 N

(6)2 + (2)2 N

36 + 4 N

40 N = 2 10 N

Jadi, resultan vektor sebesar 2 10 N.

Fisika Kelas X

77

5. Diketahui:

v0 = 200 m/s
v t = 10 m/s
t = 10 menit = 600 sekon
Ditanyakan: s
Jawab:
a =
=

vt v0
t
10 m/s 200 m/s
600 s

b.

r (0) = 3 i + 4 j
r (3) = ((3)3 + 3) i + ((3)2 + 4) j
= 30 i + 13 j

v (0 3) =

0,32 m/s2

Mencari jarak (s)


1

s = v0t + 2 at 2

= (200)(600) m +

1
2

6. Diketahui:

v0 = 24,5 m/s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: hmaks
Jawab:
Waktu mencapai tinggi maksimum:
v0
g

24,5 m/s
9,8 m/s 2

= 45
xmaks = 80 m
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: a. v0
b. ymaks
Jawab:
a.

h = v0t 2 gt 2

7. a.

=
(9,8 m/s2)(2,5)2

= 28 m/s

Jadi, kecepatan awal bola 28 m/s.


b.

ymaks =

v 02 sin2
2g
(28 m/s)2 sin2 (45)
2(9,8 m/s2 )

= 20 m

9. Diketahui:

0
t

= v0 + (6ti + 2 j) dt
0

= 0 + 3t 2 i + 2t j = 3t 2 i + 2t j
t

r (t) = r 0 + v (t ) dt
0

= (3 i + 4 j ) + (3t 2i + 2t j) dt
0

= (3 i + 4 j ) + t 3 i + t 2 j
= (t 3 + 3) i + (t 2 + 4) j
Jadi, persamaan posisi sepeda motor r (t )
= (t 3 + 3) i + (t 2 + 4) j , r dalam meter dan t

Ulangan Akhir Semester

(80 m)(9,8 m/s2 )


sin 2(45)

Jadi, tinggi maksimum bola 20 m.

v (t) = v0 + a(t ) dt

dalam sekon.

v 02 sin 2
g

x maks g
sin 2

a (t) = 6t i + 2 j
t

78

xmaks =
v0 =

= 61,25 m 30,625 m = 30,625 m


Jadi, tinggi maksimum bola 30,625 m.

9i + 3 j

8. Diketahui:

Tinggi maksimum:

= (24,5 m/s)(2,5 s)

3
27i + 9 j
3

sebesar (9 i + 3 j ) m/s.

= 2,5 s

1
2

r (3) r (0)
(3 0)
(30i + 13 j) (3i + 4 j)

Jadi, kecepatan rata-rata dari 0 hingga 3 sekon

(0,32)(600)2 m

= 120.000 m + (57.600) m = 62.400 m


Jadi, partikel menempuh jarak 62.400 m atau
62,4 km.

t=

r
t

v0 3 =

jumlah putaran = 500


waktu (t) = 30 detik
Ditanyakan: perpindahan sudut ()
Jawab:
= jumlah putaran 360
= 500 2 radian
= 1.000 radian
Jadi, perpindahan sudut baling-baling sebesar
1.000 radian.

10. Diketahui:

R = 2 d = 2 (20 cm) = 10 cm = 0,1 m


f = 5 Hz
Ditanyakan: dan v
Jawab:
= 2f = 2 (5 Hz) = 10 rad/s
v = R = (10 rad/s) 0,1 m = m/s
Jadi, kecepatan sudut dan kecepatan linear
berturut-turut 10 rad/s dan m/s.