Anda di halaman 1dari 45

METODE PELAKSANAAN

PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI


MUARA TEWEH - KALIMANTAN

METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI


1. PENDAHULUAN
1.1. Uraian Umum
Pada setiap pembangunan proyek kostruksi gedung perkantoran. Kontraktor perlu memahami secara
menyeluruh tentang bagaimana tahapan pelaksanaan proyek yang akan dibangun. Dimana setiap
proyek memiliki kondisi dan kesulitan yang berbeda-beda sehingga perlu tatacara pelaksanaan yang
berbeda pula. Sedangkan dalam kontrak kerja Kontraktor diberikan batas waktu tertentu untuk
menyelesaikan proyek secara tepat waktu. Disamping itu biaya pelaksanaan dan mutu hasil kerja
turut dipertimbangkan agar tercapai target penyelesaian yang optimal. Oleh karena itu Kontraktor
perlu membuat tahapan metode pelaksanaan konstruksi yang tepat dan berkesinambungan dengan
mempelajari kondisi actual lapangan dan gambar kerja.
1.2. PengertianUmum
Metode konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan pelaksanaan konstruksi yang mengikuti prosedur
dan telah dirancang sesuai dengan pengetahuan maupun standar yang telah diujicobakan. Dalam
setiap pelaksanaan konstruksi dibutuhkan inovasi teknologi, agar berbagai kegiatan pembangunan
dapat berjalan secara efisien dan efektif, serta diperoleh produk konstruksi yang lebih berkualitas.Hal
tersebut bertujuan agar anggaran kebutuhan baik material, waktu dan tenaga dapat terkontrol
tidakmelebihi apa yang telah direncanakan.
Pada Metode Pelaksanaan ini kami mencoba menguraikan metode pelaksanaan konstruksi
khususnya pekerjaan Pembangunan Gedung Kantor Cabang BRI

Muara Teweh Kalimantan

Selamtan oleh PT. Mulia Mega Sakti. Berikut adalah tahapan pelaksanaan pekerjaan yang akan
dibahas:

2. PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI


2.1 Pekerjaan Tanah
2.1.1 Pekerjaan Tanah, Pekerjaan Penggalian dan Pengurugan
Lingkup Pekerjaan
o

Pekerjaan ini meliputi Pekerjaan Penggalian dan Pengurugan/Penimbunan tanah dan


pasir ( sesuai gambar ), seperti galian tanah pondasi batu kali, pondasi jalur, pondasi
tapak beton, serta penggalian dan pengurugan/penimbunan lain untuk pekerjaan
drainage dan Mekanikal/Elektrikal.

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Semua penggalian tanah dan pengurugan tanah kembali harus dilaksanakan sesuai
dengan Gambar dan semua petunjuk yang disampaikan oleh Konsultan Manajemen
Konstruksi, selama berlangsungnya pekerjaan.

Menyediakan tenaga kerja , peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan
pekerjaan ini dengan hasil yang baik dan sempurna.

2.1.2 Pekerjaan Urugan Pasir


Lingkup pekerjaan
o

Pasal ini menguraikan semua pekerjaan urugan pasir yang harus dilaksanakan oleh
Kontraktor Konstruksi, seperti pengurugan pasir dibawah Pile Cap, Sloof, lantai,
dibawah perkerasan-perkerasan dan lain-lain sebagainya serta pekerjaan pemadatan
urugan pasir tersebut, sebagaimana yang tertera pada Gambar Perencanaan.

Pengurugan Pasir harus dilaksanakan sesuai dengan persyaratan yang tercantum di


dalam Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia, 1982.

Menyediakan tenaga kerja , peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan
pekerjaan ini dengan hasil yang baik dan sempurna.

2.2 Pekerjaan Pondasi Batu Kali / Batu Belah


2.2.1 Umum
menguraikan semua pekerjaan pasangan batu kali, yang dimaksud sebagai pondasi, sebagaimana
tertera didalam gambar. Pasangan batu kali harus dilaksanakan sesuai dengan persyaratan yang
tercantum dalam
SNI 03-2847-2002, Tata cara perhitungan Struktur Beton.
SNI 03-6861,1-2002, Spesifikasi Bahan Bangunan Bukan Logam.
SNI 03-6861,2-2002, Spesifikasi Bahan Bangunan dari Besi/ Logam.

2.2.2 Persyaratan bahan


Batu kali yang dipakai harus merupakan batu kali belah yang keras, padat dan memiliki

struktur yang kompak dengan warna yang cerah dan bebas dari cacat, serta harus memenuhi
syarat-syarat yang tercantum di dalam Peraturan Umum
o

Bahan Bangunan Indonesia 1982, dan SII.0079-79. Batu kali bulat tidak boleh dipakai.

Semen portland yang dipakai untuk pekerjaan pasangan harus memenuhi ketentuan yang
tercantum pada RKS ini.

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Pasir pasang yang dipakai harus bersih dan keras, serta memenuhi persyaratan yang

dicantumkan dalam Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia, 1982.


Air yang akan dipakai untuk pasangan batu kali harus memenuhi ketentuan yang tercantum

pada RKS ini.


2.2.3 Pelaksanaan Pekerjaan
Pondasi batu kali harus dilaksanakan dengan menggunakan adukan 1 bagian Semen Portland : 4
bagian Pasir Pasang atau sesuai yang disebutkan didalam gambar dan harus dipasang dan dibentuk
sampai diperoleh dimensi dan ketinggian yang Umum dibutuhkan, sebagaimana yang tertara dalam
Gambar

3. PEKERJAAN STRUKTUR
3.1 Pekerjaan Lantai Kerja
3.1.1 Umum
Menguraikan semua pekerjaan lantai kerja, seperti dibawah pekerjaan pondasi, sloof dan sejenisnya
sebagaimana yang tercantum dalam gambar perencanaan.
3.1.2 Persyaratan Bahan
Lantai kerja harus dibuat dari campuran semen, pasir, kerikil bila tidak disebutkan secara khusus
didalam gambar harus dibuat dengan perbandingan semen : pasir : kerikil = 1 : 3 : 5 atau kualitas
setara K-150.
3.1.3

Syarat Pelaksanaan Pekerjaan


Sebelum lantai kerja dibuat lapisan tanah dibawahnya harus dipadatkan dan diratakan

dengan alat pemadat serta diurug lapisan pasir.


Lantai kerja, sebelum mendapat persetujuan dari Konsultan Manajemen Konstruksi/

Konsultan Pengawas tidak boleh ditutup oleh pekerjaan lainnya. Konsultan Manajemen
Konstruksi berhak membongkar pekerjaan diatasnya bilamana lantai kerj tersebut belum
disetujui olehnya. Tebal dan peil lantai kerja harus sesuai dengan gambar, jika tidak
dinyatakan secara khusus dalam gambar, maka tebal lantai kerja minimal = 5 cm.

3.2 Pekerjaan Struktur Bawah


Lingkup Pekerjaan dalam bagian ini meliputi pekerjaan Pondasi Batu kali, Pondasi Tiang Pancang,
Pondasi Plat setempat,Pondasi lajur beton, Poer/Pile Cap dan Tie Beam/sloof.

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

3.3 Pekerjaan Bekisting


menguraikan semua pekerjaan perancangan, pembuatan, pemasangan dan pembongkaran
semua bekisting beton yang harus dilaksanakan oleh Kontraktor Konstruksi, sesuai dengan
kebutuhan dalam menyelenggarakan pekerjaan beton, sebagaimana yang tertera didalam
gambar. Pada dasarnya, bekisting adalah konstruksi bantu yang mendukung beton yang belum
mengeras.

3.4 Pekerjaan Beton


3.4.1 Umum
Persyaratan-persyaratan konstruksi beton, istilah teknik dan syarat-syarat pelaksanaan beton secara
umum menjadi kesatuan dalam bagian buku persyaratan teknis ini. Kecuali ditentukan lain dalam
buku persyaratan teknis ini, maka semua pekerjaan beton harus sesuai dengan standard
3.4.2 Mutu Beton
Mutu beton untuk konstruksi bangunan harus memenuhi persyaratan kekuatan tekan karakteristik bk
= 300 kg/cm2(fc= 28 Mpa), untuk semua Struktur Utama (Pile, Kolom, Balok, Plat Lantai, Balok
Ring/Konsol, Tangga).

3.4.3 Slump
Slump ( Kekentalan Beton ) untuk jenis konstruksi berdasarkan pengujian dengan standar ASTM C143
3.4.4

Pelaksanaan
Kontraktor Konstruksi harus memberitahu Konsultan Manajemen Konstruksi selambat-

lambatnya 2 (dua) hari sebelum pengecoran beton dilaksanakan. Persetujuan untuk


melaksanakan pengecoran beton berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan cetakan dan
pemasangan baja tulangan serta bukti bahwa Kontraktor Konstruksi akan dapat
melaksanakan pengecoran tanpa ada gangguan.
Adukan beton tidak boleh dituang bila waktu sejak dicampur air pada semen dan agregat

telah melalui 1,5 jam dan waktu ini dapat berkurang, bila Konsultan Manajemen Konstruksi
menganggap perlu berdasarkan kondisi tertentu.
Adukan tidak boleh dijatuhkan secara bebas dari ketinggian lebih dari 1,5 meter. Bila

memungkinkan sebaiknya digunakan pipa yang terisi penuh adukan dengan pangkalnya
terbenam dalam adukan yang baru dituang.

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Penggetaran tidak boleh dilaksanakan pada beton yang telah mengalami initiual set atau

yang telah mengeras dalam batas dimana beton akan menjadi plastis karena getaran.
Semua pengecoran bagian dasar konstruksi beton yang menyentuh tanah harus diberi lantai

dasar setebal 5 cm agar menjamin duduknya tulangan dengan baik dan mencegah
penyerapan air semen oleh tanah.
Semua pengecoran harus dilaksanakan siang hari dan apabila diperkirakan pengecoran dari

suatu bagian tidak dapat diselesaikan pada siang hari, maka sebaiknya tidak dilaksanakan,
kecuali atas persetujuan Konsultan Manajemen Konstruksi dapat dilaksanakan pada malam
hari dengan sistem penerangan sudah disiapkan dan memenuhi syarat.
3.4.5

Beton ready mixed


Bilamana beton yang digunakan adalah berupa beton ready mixed, maka beton tersebut

harus didapatkan dari sumber yang disetujui oleh Konsultan Manajemen Konstruksi, dengan
takaran, adukan serta cara pengiriman/pengangkutan yang memenuhi syarat-syarat yang
tercantum pada ASTM C94-78a.
Adukan beton harus dibuat sesuai dengan perbandingan campuran yang telah diuji di

Laboratorium serta secara konsisten harus dikontrol bersama sama oleh Konsultan
Manajemen Konstruksi dan Supplier beton ready mixed. Kekuatan beton minimum yang
dapat diterima adalah berdasarkan hasil pengujian yang diadakan di Laboratorium.
Syarat-syarat Beton Ready Mixed :
o

Temperatur beton ready mixed sebelum dicorkan tidak boleh lebih dari 30 C.

Penambahan additive dalam proses pembuatan beton ready mixed harus sesuai dengan
petunjuk pabrik pembuat additive tersebut dan dengan persetujuan dari Konsultan
Manajemen Konstruksi. Bilamana diperlukan dua atau lebih jenis bahan additive, maka
pelaksanaannya harus dikerjakan secara terpisah. Dalam pelaksanaannya harus sesuai
dengan ACI 212.2R-71 dan ACI 212.1R-63.
Setelah temperatur di dalam beton mencapai maksimum, maka permukaan beton harus

ditutupi dengan kanvas atau bahan penyekat lainnya, untuk mempertahankan panas
sedemikian rupa, sehingga tidak timbul perbedaan panas yang mencolok antara bagian
dalam dan luar atau penurunan temperatur yang mendadak dibagian dalam beton.
Selanjutnya sesudah bahan penutup tersebut di atas dibuka, permukaan beton tetap harus
dilindungi terhadap perubahan temperatur yang mendadak.
3.4.6

Pemeliharaan Beton ( Curing Beton )


Untuk mencegah pengeringan bidang bidang beton. Selama paling dua minggu beton harus

dibasahi terus menerus, antara lain dengan menutupinya dengan karung karung basah .
Pada pelat pelat atap pembasahan terus menerus ini harus dilakukan dengan merendamnya

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

(menggenanginya) dengan air. Pada hari hari pertama sesudah selesai pengecoran , proses
pengerasan tidak boleh diganggu Sangat dilarang untuk mempergunakan lantai yang belum
cukup mengeras sebagai tempat penimbunan bahan-bahan atau sebagai jalan untuk
mengangkut bahan-bahan yang berat.
Perawatan dengan uap bertekanan tinggi, uap bertekanan udara luar, pemanasan tau

proses-proses lain untuk mempersingkat waktu pengerasan dapat dipakai. Cara-cara ini
harus disetujui terlebih dahulu oleh Pengawas Ahli.

3.5 Pekerjaan Baja


3.5.1 Umum
Pekerjaan Struktur Baja ialah bagian-bagian yang dalam gambar rencana dinyatakan sebagai struktur
baja, juga bagian-bagian yang menurut sifatnya memakai baja, seperti kolom, balok, rangka atap,
rangka dinding dan lain-lain.
Untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut Pelaksana Pekerjaan harus membuat gambar kerja (shop
drawing) dari pekerjaan baja gambar kerja meliputi detail detail pemasangan, pemotongan,
penyambungan, lubang baut, las, pengaku, ukuran-ukuran dan lain-lain yang secara teknis
diperlukan, terutama untuk fabrikasi danpemasangan.
Mutu Baja tulangan untuk pekerjaan beton bertulang harus mempunyai kekuatan leleh (Fy) minimum,
sebagai berikut:
BJTP; (Fy) = 2.400 kg/cm (tulangan polos) : Notasi : .
BJTD; (Fy) = 4000 kg/cm (tulangan deform/ulir) : Notasi : D.
Baja profil untuk rangka atap menggunakan U36, dengan tegangan putus (fu) = 3.600 kg/cm dan
tegangan leleh (fy) minimal = 2.400 kg/cm.
3.5.2 Material
Baja profil dan pipa sesuai dengan Fe-360 atau BJ-37 menurut PPBBI atau ASTM A-36, dengan
tegangan leleh sebesar 2400 kg/cm2.
Baut Baja biasa sesuai ASTM A-307
Baut Baja tegangan tinggi sesuai dengan ASTM A-325 F (High Strenght Friction Grip).
Elektroda las mengikuti AWS E-70XX atau mutu lebih tinggi.

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

4. PEKERJAAN ARSITEKTUR
4.1 Pekerjaan Dinding Bata
4.1.1 Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, dan alat-alat bantu yang

dibutuhkan dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik
Pekerjaan pasangan batu bata ini meliputi seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam

gambar atau sesuai petunjuk Konsultan Manajemen Konstruksi.


4.1.2 Syarat -syarat Pelaksanaan
Pasangan batu bata/batu merah, dengan menggunakan adukan/campuran 1 pc : 4 pasir

pasang atau sesuai gambar.


Untuk semua dinding luar, semua dinding lantai dasar mulai dari permukaan sloof sampai

ketinggian 30 cm di atas permukaan lantai dasar, dinding di daerah basah setinggi 160 cm
dari permukaan lantai, serta semua dinding pada gambar yang menggunakan symbol adukan
trastram/kedap air digunakan adukan rapat air dengan campuran 1 pc : 3 pasir pasang.
Batu bata merah yang digunakan batu bata merah dengan kualitas terbaik, siku dan sama

ukurannya 5 x 11 x 23 cm, atau yang disetujui Konsultan Manajemen Konstruksi. /Perencana.


o

Sebelum digunakan batu bata harus direndam dalam bak air atau drum hingga jenuh.

Setelah bata terpasang dengan adukan, nat/siar-siar harus dikerok sedalam 1 cm dan
bersihkan dengan sapu lidi dan kemudian disiram air.
Pasangan dinding batu bata sebelum diplester harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan

siar-siar telah dikerok dan dibersihkan.


Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap, setiap tahap berdiri maksimum 24 lapis

setiap harinya, diikuti dengan cor kolom praktis.


Bidang dinding bata yang luasnya lebih besar dari 12 m2 ditambahkan kolom dan balok

penguat (kolom & balok praktis) dengan ukuran minimal 10 x 10 cm atau sesuai gambar,
dengan tulangan pokok 4 diameter 10 mm, sengkang diameter 6 mm jarak 20 cm.

4.2 Pekerjaan Plesteran


4.2.1 Lingkup Pekerjaan
Termasuk dalam pekerjaan plester dinding ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan,

peralatan termasuk alat-alat bantu dan alat angkut yang diperlukan untuk melaksanakan
pekerjaan plesteran, sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik.

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Pekerjaan plesteran dinding dikerjakan pada permukaan dinding bagian dalam dan luar serta

seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar.


4.2.2 Syarat - syarat Pelaksanaan
Plesteran dilaksanakan sesuai standar spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai dengan

petunjuk dan persetujuan Perencana/Konsultan Manajemen Konstruksi, dan persyaratan


tertulis dalam Uraian dan Syarat Pekerjaan ini.
Pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan bidang beton atau pasangan

dinding batu bata telah disetujui oleh Perencana/Manajemen Konstruksi sesuai Uraian dan
Syarat Pekerjaan yang tertulis dalam buku ini.
Dalam melaksanakan pekerjaan ini, harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar

Arsitektur terutama pada gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal/tinggi/
peil dan bentuk profilnya.
Campuran

aduk

perekat

yang

dimaksud

adalah

campuran

dalam

volume,

cara

pembuatannya menggunakan mixer selama 3 menit dan memenuhi persyaratan sebagai


berikut :
Untuk bidang kedap air, beton, pasangan dinding batu bata yang berhubungan dengan udara

luar, dan semua pasangan batu bata di bawah permukaan tanah sampai ketinggian 30 cm
dari perrnukaan lantai dan 150 cm dari permukaan lantai toilet dan daerah basah lainnya
dipakai adukan plesteran 1PC : 3 pasir.
Untuk aduk kedap air, harus ditambah dengan Daily bond, dengan perbandingan 1 bagian

PC: 1 bagian Daily Bond.


o

Untuk bidang lainnya diperlukan plesteran campuran 1 PC: 4 pasir.

Plesteran halus (acian) dipakai campuran PC dan air sampai mendapatkan campuran yang
homogen, acian dapat dikerjakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering benar), untuk
adukan plesteran finishing harus ditambah dengan addivite plamix dengan dosis 200-250
gram plamix untuk setiap 40 Kg semen.
Semua jenis aduk perekat tersebut di atas harus disiapkan sedemikian rupa sehingga selalu

dalam keadaan baik dan belum mengering. Diusahakan agar jarak waktu pencampuran aduk
perekat tersebut dengan pemasangannya tidak melebihi 30 menit terutama untuk adukan
kedap air.
Pekerjaan plesteran dinding hanya diperkenankan setelah selesai pemasangan instalasi pipa

listrik dan plumbing untuk seluruh bangunan.

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Untuk beton sebelum diplester permukaannya harus dibersihkan dari sisa sisa bekisting dan

kemudian diketrek (scrath) terlebih dahulu dan semua lubang-lubang bekas pengikat
bekisting atau form tie harus tertutup aduk plester.
Pasangan kepala plesteran dibuat pada jarak 1 M, dipasang tegak dan menggunakan keping-

keping plywood setebal 9 mm untuk patokan kerataan bidang.


Ketebalan plesteran harus mencapai ketebalan permukaan dinding/kolom yang dinyatakan

dalam gambar, atau sesuai peil-peil yang diminta gambar.


Tebal plesteran minimum 2,5 cm, jika ketebalan melebihi 2,5 cm harus diberi kawat ayam

untuk membantu dan memperkuat daya lekat dari plesterannya pada bagian pekerjaan yang
diizinkan Konsultan Perencana/Konsultan Manajemen Konstruksi.
Untuk setiap permukaan bahan yang berbeda jenisnya yang bertemu dalam satu bidang

datar, harus diberi nat (tali air) dengan ukuran lebar 0,7 cm dalamnya 0,5 cm, kecuali bila ada
petunjuk lain di dalam gambar.
Untuk pemukaan yang datar, harus mempunyai toleransi lengkung atau cembung bidang

tidak melebihi 5 mm untuk setiap jarak 2 m. Jika melebihi, Kontraktor Konstruksi


berkewajiban memperbaikinya dengan biaya atas tanggungan Kontraktor Konstruksi.
Tidak dibenarkan pekerjaan finishing permukaan dilakukan sebelum plesteran berumur lebih

dari 2 (dua) minggu.

4.3 Pekerjaan Alumunium Composite Panel


4.3.1 Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu

lainnya untuk melaksanakan pekerjaan dimaksud sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan
yang bermutu baik.
Meliputi seluruh pekerjaan dinding lapis ACP dengan rangka utama besi profil C dan rangka

pembagi hollow galvanis sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar.


Pekerjaan yang berhubungan :

Pekerjaan Dinding Batu Bata


Pekerjaan Beton
4.3.2 Persetujuan
Kontraktor Pelaksana Konstruksi Perlu menyerahkan contoh bahan dan shop drawing untuk disetujui
Perencana/Direksi.

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

4.3.3 Bahan/Produk Alumunium Composite Panel (ACP)


o
o
o
o
o
o

Jenis : Setara Seven atau Alucomp, Alustar, Alcopla.


Ukuran : Ditentukan dalam gambar perencanaan.
Ketebalan : Minimum 4 mm 5 mm
Type dan warna : standard ditentukan kemudian.
Kandungan : 55% aluminium, 43, 5 zinc dan1.5 silikon
Coating : Polyester, dan Polyvinylidene Fluoride

4.3.4 Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan peraturan peraturan :
o
o
o

Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia, 1982.


Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian B (Bahan Bangunan Besi/Baja), SNI-03-6861.2-2002.
Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian C (Bahan Bangunan dari Logam bukan Besi), SNI-036861.3-2002.

4.3.4 Bahan Rangka


o

Terpasang dengan Rangka besi profil C dan hollow galvanis 40x40 dan 20x40 (sesuai
gambar)system produk dalam negeri yang disetujui Perencana/ Konsultan Manajemen

o
o

Kostruksi.
Nilai batas deformasi yang diizinkan 2 mm.
Bahan yang diproses pabrikan harus diseleksi terlebih dahulu dengan seksama sesuai
bentuk toleransi, ukuran, ketebalan, kesikuan, kelengkungan dan pewarnaan yang
disyaratkan. Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi
ketentuanketentuan/persyaratan dari pabrik yang bersangkutan.

4.3.5 Accessories
o
o

Angkur, sekrup, sealant, dinabolt (mur dan baut) jika ada harus digalvanis.
Bahan pelengkap lain harus sesuai persyaratan, dan sesuai dengan ukuran panel dan
material rangka panel yang dipasang.

4.4 Pekerjaan Partisi Cubicle Board

4.4.1 Lingkup Pekerjaan


o

Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu
lainnya untuk melaksanakan pekerjaan dimaksud sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan
yang bermutu baik.

Meliputi seluruh pekerjaan dinding partisi sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar,
dilengkapi dengan Konfigurasi Meja Partisi:
Meja Utama 140 x 75 cm
Meja Samping 90 x 45 cm.

10

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

o
o

Partisi Cubicle Board Work Station menggunakan produk Datascrip atau Dutasarana
Pekerjaan yang berhubungan : Pekerjaan Plafond, Pekerjaan Pengecatan, Pekerjaan
Elektrikal, Pekerjaan Lantai

4.4.2 Persetujuan
Kontraktor Pelaksana Konstruksi Perlu menyerahkan contoh bahan dan shop drawing untuk disetujui
Perencana/Direksi.
4.4.3 Bahan/Produk
4.4.3.1 Meja Kerja
o

Desktop terbuat dari papan MDF 25mm, dilaminasi CPL atau setara bagian atas, dan

melamine sheet di bagian bawah, PVC dibagian tepi/edging.


Dilengkapi plastic gromet untuk setiap meja sebagai jalur cable

4.4.3.2 Mobil Drawer


o

Terdapat 2 laci dengan ukuran berbeda, dilengkapi central lock, dengan handle stainless

terbuat dari papan MDF 18 mm


Seluruh body panel drawer dilaminasi dengan CPL dilengkapi 5 roda/castor, 3 roda di bagian
depan dan dilengkapi dengan locking system

4.4.3.3 Keyboard Tray


o

Dilengkapi plastik keyboardtray, dgn rail terbuat dari metal

4.4.3.4 Partisi
o
o

Tebal partisi 50 mm dan tinggi 1200mm.


Rangka partisi terbuat dari metal, dengan body/penutup rangka dari MDF dilapis fabric

o
o

struktur rangka dalam menggunakan system sarang tawon yang terbuat dari karton
Struktur ini berfungi untuk memperkuat dan juga sebagai peredam suara.
List atas dan samping menggunakan alluminium extrusion dilengkapi 1 outlet power dan 1
plug data dan 1 plug telephone untuk setiap person

11

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

4.5 Pekerjaan Plafond


4.5.1 Umum
o

Pekerjaan meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan, dan bantu lainnya

untuk keperluan palaksanaan pekerjaan yang bermutu baik.


Pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan yang meliputi:
Pekerjaan plafond yang meliputi pemasangan rangka dan penutup plafond gypsum dan kalsi
board.
Pemasangan list plafond gypsum menggunakan bahan gypsum, dan plafond kalsiboard
menggunakan Gypsum.

4.5.2 Bahan
o

Penutup plafond gypsum 9 dan 12 mm produk Jaya Board atau setara dan Akustik produk

Amstrong atau setara RE 12 mm dengan kualitas baik.


Rangka plafond memakai rangka Metal Furing 40x40 mm dengan ketebalan 4 mm / sesuai

gambar.
Modul kerangka plafond adalah 60 cm x 60 cm

4.5.3 Pelaksanaan
o

Rangka hollow disusun sejajar dengan bidang calcium silicate /GRC Board yang akan

o
o
o

dipasang, dengan jarak mak. 60 cm, dipasang menerus, tidak terputus.


Rangka hollow pada arah tegak lurus disusun sejajar, jarak max. 120 cm.
Suspension road clamp dipasang pada hollow, jarak min. 120 cm.
Seluruh sisi bagian bawah rangka langit-langit harus diratakan, pola pemasangan
rangka/penggantung harus disesuaikan dengan detail gambar serta hasil pemasangan harus

o
o

rata/tidak melendut.
Semua ukuran dalam gambar adalah ukuran jadi (finish).
Pada Pekerjaan langit-langit ini perlu diperhatikan pekerjaan elektrikal dan perlengkapan
instalasi lain yang teletak di atas langit-langit. Untuk detail pemasangan harus konsultansi

dengan Konsultan Manajemen Konstruksi.


Bidang pemasangan langit-langit harus rata/waterpass, jarak pemasangan naad dibuat 0,5
cm atau sesuai dengan detail gambar. Naad harus lurus dan sama lebar, pada pertemuan
harus saling berpotongan tegak lurus satu sama lain.

12

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

4.6 Pekerjaan Dinding Partisi Gypsum Board


4.6.1 Umum
o

Pekerjaan penyelesaian baru dapat dikerjakan setelah semua pekerjaan plafond dan lantai

telah selesai dipasang.


Semua bahan yang dipasang harus baru, baik, tidak cacat, basah, dan tidak melengkung.
Warna dan tekstur bahan harus sama

4.6.2 Bahan
4.6.2.1 Material untuk Rangka Dinding dan Partisi
o

Studs, U Channel (runner) dan Metal Furring (wall lining) harus sesuai dengan spesifikasi

o
o
o
o
o

ASTM C645.
Hot dip galvanize dengan tebal lapisan minimum G40 sesuai ASTM A653b. Studs :
Rolled formed dengan bentuk kanal C.
Tebal total metal sesuai yang dinyatakan atau minimum 0.5mm jika tidak dicantumkan.
Ukuran sesuai yang ditunjukkan pada gambar (stud 75 mm)
Jika ukuran stud tidak dinyatakan dengan jelas, sesuaikan dengan rekomendasi dari
manufacturer dan persyaratan ukuran minimum berdasarkan tinggi partisi.

4.6.2.2 Aksesories
o

Bracket/ Soffit Cleat dan Fastener untuk beton:


Direkomendasikan oleh produsen rangka untuk jenis substrates (material dimana bracket/
soffit cleat dan fastener dipasang ) dan metode aplikasi sesuai yang di indikasikan.

Topping dan Plint


a. Topping
Topping pada pertemuan partisi dan plafond menggunakan list profile kamper Samarinda
dengan ukuran minimal 50/50 mm & 50/100 mm, finish melamic / cat duco sesuai gambar,
atau ditentukan kemudian.
b. Plint
Plint partisi menggunakan kayu profil aluminium, tinggi 100 mm sesuai gambar atau
ditentukan kemudian.

Kosen & Daun Pintu Partisi


Daun Pintu

: Plywood rangka kayu kamper Finish Veneer atau HPL rangka kayu kamper

Kusen

: Kayu Kamper oven

Architrave

: Kayu Kamper finish melamic (bila ada)

Daun pintu

: - Plywood rangka kayu kamper Finish Veneer atau HPL rangka kayu

o
o
o

kamper
Panel kaca clear tebal 12 mm tempered, frame aluminium
Kaca, Produk : Asahi, Mulia atau setara
Iron Mongery
Lihat pasal alat pengunci dan penggantung.

13

Merk

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Panel gypsumboard : Gypsumboard 12 mm ex Jaya Board, Knauf system atau yang setara
4.6.2.3 Rangka partisi harus memakai standar material yang sama yang terdiri dari :
o
o
o
o
o
o
o

Stud U Channel
Saddle Clip
Suspension Bracket
Threaded Rod
Sofit cleat
Wall Angle
Produk : Jayaboard, Knauf atau yang setara

4.7 Pekerjaan Wall Paper


4.7.1 Lingkup Pekerjaan
o

Bagian ini mencakup ketentuan/syarat-syarat (pembayaran, pengiriman, penyimpanan,

pemasangan) untuk pekerja, material, dan peralatan.


Meliputi penyediaan wall paper sesuai spesifikasi, persiapan permukaan dinding dan kolom
yang akan dipasang wall paper, penyediaan aksesori, pemotongan serta pemasangan bahan

wall paper tersebut pada dinding / partisi dan kolom sesuai gambar rencana.
Bagian-bagian yang terkait :
- Pasal Pekerjaan Plesteran
- Pasal Pekerjaan Pasangan
-

Pasal Pekerjaan Finishing Pertukangan

4.7.2. Referensi
o
o

Semua pekerjaan harus merefer ke standar International.


Quality Assurance :
Kualifikasi manufaktur : produk yang digunakan disini harus diproduksi oleh perusahaan
yang sudah terkenal dan mempunyai pengalaman

4.7.3. Bahan
4.7.3.1. Material
o

Semua barang-barang dan produk yang disebutkan dalam spesifikasi ini harus diadakan, bila

tersedia dari manufaktur lokal.


Material yang digunakan pada pasal ini harus betul-betul baru, kualifikasi terbaik dan bebas
dari kerusakan dan secara umum sesuai dengan standar SII dan/atau dengan standar dan
persyaratan internasional yang setara, menurut petunjuk Konsultan Pengawas dan Pemberi
Tugas.

4.7.3.2. Produk
o

Produksi / Fabrikator : Starwall, Goodrich atau setara (R. Pinca, R. Direksi, R.Rapat)
Excellent atau setara (R.Kasubag, R. Kabag, R.Staff)

14

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

o
o
o
o
o
o

Warna dan Type : ditentukan kemudian


Backing : Vynil
Face Construction : ditentukan kemudian
Total thickness : minimum 0.25 inches
Ukuran : 100 x 50 cm
Perekat : standar dari Fabricator

4.8 Pekerjaan Plafond Beton Ekspose


4.8.1 Lingkup Pekerjaan
o

Termasuk dalam lingkup pekerjaan tenaga kerja, bahan, peralatan bantu lainnya yang
digunakan dalam pekerjaan ini sehingga tercapai hasil pekerjaan yang bermutu dan

sempurna untuk operasional.


Pekerjaan plafond beton ekspose ini sesuai yang dinyatakan/ditunjukkan dalam detail gambar
dan ketentuan yang disyaratkan.

4.8.2 Persyaratan Bahan


Yang dimaksud plafond ekspose suatu ruang adalah ambang bawah pelat beton lantai di atasnya
dengan ketentuan sebagai berikut :
o

Ketentuan beton ekspose dalam hal ini adalah untuk menyatakan tingkat kerataan
permukaannya (horizontal alignment), hasil pengecoran yang disyaratkan adalah semi
ekspose. Toleransi kerataan pada bagian sambungan acuan maksimum 3 mm dan kerataan
permukaan akibat lendutan pelaksanaan pengecoran (deviasi pelaksanaan) mengikuti

ketentuan maksimum yang diijinkan pada pekerjaan beton struktur.


Acuan yang digunakan bermutu baik dari produsen, diperlukan untuk perbaikan permukaan
yang tidak rata.

4.9 Pekerjaan Kusen, Pintu Jendela dan Curtin Wall


4.9.1 Lingkup Pekerjaan
o

Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu lainnya untuk

melaksanakan pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang baik dan Sempurna.
Pekerjaan ini meliputi seluruh kusen pintu, kusen jendela, kusen bovenlicht seperti yang
dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar serta shop drawing dari Kontraktor Pelaksana

15

Konstruksi.
Pekerjaan yang berhubungan

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Pekerjaan Sealant
Pekerjaan Pintu dan Jendela Rangka Aluminium.
Pekerjaan Kaca dan Cermin.
o
o

Design Criteria
Seluruh pintu dan jendela harus mampu menahan beban angin (tarik maupun tekan) : 120
Kg/M2.

4.9.2 Standard
o
o
o
o

ASTM :
C 509 - Cellular Elastomeric Preformed Gasked and Selain Material.
C 2000 - Clasification System for Rubber Products in Automatic Applications.
C 2287 - Nonrigid Viny Chloride Polymer and Copolymer Molding and Extinasion
Compounds.

4.9.3 Persetujuan-persetujuan
Manajemen Kostruksi Shop drawing :
o

Harus memperlihatkan dengan jelas dimensi, sistim konstruksi, hubungan-hubungan antar


komponen, cara pengangkuran dan lokasinya, penempatan hardware, dan detail-detail

o
o

pemasangan.
Harus memperlihakan kesesuaiannya dengan gambar rencana dan spesifikasi.
Shop drawing harus dikoordinasikan dengan "Ironmongery" guna ketepatan perkuatan-

perkuatan yang diperlukan serta lokasi dari hardware tersebut.


Shop drawing harus memperlihatkan juga detail-detail pemasangan kaca, gasket, serta
sealant.

4.9.4 Bahan/Produk
o

Bahan : Aluminium framing system sesuai standard mutu SNI dengan bahan baku aluminium

o
o
o
o
o
o
o
o

menggunakan Alloy 6063 dengan T5. ukuran 1,5 x 4 inchi, tebal 1,2 1,3 mm.
Bentuk profil : Sesuai shop drawing yang disetujui Perencana/MK.
Warna Profil : Natural (contoh warna diajukan Kontraktor Pelaksana Konstruksi).
Lebar Profil : pemakaian lebar bahan sesuai yang ditunjukkan dalam gambar.
Pewarnaan : Standart.
Warna : Natural Anodised.
Nilai Deformasi : Diijinkan maksimal 2 mm.
Produksi sektara Alexindo
Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat syarat dari pekerjaan
aluminium serta memenuhi ketentuan - ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. Unruk kaca

Curtin Wall memiliki tebal 8 mm dilapisi film.


Konstruksi kusen aluminium yang dikerjakan seperti yang ditunjukkan dalam detail gambar

termasuk bentuk dan ukurannya.


Ketahanan terhadap air dan angin untuk setiap type harus disertai hasil test, minimum 100

kg/m2.
Ketahanan terhadap udara tidak kurang dari 15 m3/hr dan terhadap tekanan air 15 kg/m2
yang harus disertai hasil test.

16

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Bahan yang akan diproses fabrikasi harus diseleksi terlebih dahulu sesuai dengan bentuk

toleransi ukuran, ketebalan, kesikuan, kelengkungan dan pewarnaan yang dipersyaratkan.


Untuk keseragaman warna disyaratkan, sebelum proses fabrikasi warna profil-profil harus
diseleksi secermat mungkin. Kemudian pada waktu fabrikasi unit-unit, jendela, pintu partisi
dan lain-lain, profil harus diseleksi lagi warnanya sehingga dalam tiap unit didapatkan warna
yang sama. Pekerjaan memotong, punch dan drill, dengan mesin harus sedemikian rupa
sehingga diperoleh hasil yang telah dirangkai untuk jendela, dinding dan pintu mempunyai
toleransi ukuran sebagai berikut :
Untuk tinggi dan lebar 1 mm.
Untuk diagonal 2 mm.

4.9.5 Accesssories
Sekrup dari stainless steel galvanized kepala tertanam, weather strip dari vinyl, pengikat alat
penggantung yang dihubungkan dengan aluminium harus ditutup caulking dan sealant.
angkur-angkur untuk rangka/kusen aluminium terbuat dari steel plate tebal 2-3 mm, dengan
lapisan zink tidak kurang dari (13) mikron sehingga dapat bergeser.
4.9.6 Bahan finishing
Treatment untuk permukaan kusen jendela dan pintu yang bersentuhan dengan bahan
alkaline seperti beton aduk atau plester dan bahan lainnya harus diberi lapisan finish dari
laquer yang jemih atau anti corrosive treatment dengan insulating varnish seperti asphaltic
varnish atau bahan insulation lainnya.
Pintu-pintu menggunakan produk Pabrikan (Engineer Door), adalah pintu dengan rangka kayu Nyatoh
Kiln Dried, sistem Butt Joint dengan laminasi mesin Cold Press berupa pelapis Melamine Doft atau
HPL yang menjepit Sterofom ditengahnya, finishing Melamic Doft
4.10 Pekerjaan Kusen dan Pintu Baja
4.10.1 Umum
o

Pekerjaan kosen dan pintu baja ini meliputi pintu-pintu samping dan pintu utama bagian

depan dan belakang.


Kosen dan pintu besi menggunakan produk Doralux ex Bostinco atau ex PT. Pacu Cipta

Prima, atau setara, dengan bentuk dan gambar sesuai dengan gambar.
Lingkup pekerjaan ini adalah mendatangkan kosen dan pintu baja, menyiapkan lokasi dan
tempat pemasangan serta pemasangannya, termasuk didalammnya adalah aksesoris yang
terkait pada pekerjaan ini, antara lain:
a. Engsel
b. Slot/kunci
c. Door Closer

17

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

d. Dll
4.10.2 Material
4.10.2.1 Material/bahan yang dipakai;
o
o
o

Kosen : Profil canal C 150/200, tebal 3,2 mm


Daun pintu : Plat baja dengan tebal 1,2 mm
Rangka : Canal C tebal 2 mm atau sesuai gambar

4.10.2.2 Finishing cat Duco, warna ditentukan demikian.


4.10.2.3 Ukuran dan tempat/posisi pemasangan sesuai gambar rencana.

4.11 Pekerjaan Keramik Dan Homogenous Tile


4.11.1 Ketentuan Umum
Sebelum pekerjaan finishing lantai dan dinding dilakukan, maka :
o

Kontraktor wajib mengadakan penelitian terhadap kemiringan lantai agar sesuai gambar

rencana.
Lapisan waterproofing harus sudah selesai dipasang untuk daerah-daerah toilet, dan tempat-

tempat/ruangan-ruangan yang lebih rendah dari permukaan tanah dan plat atap beton.
Pekerjaan finishing lantai tidak boleh dimulai sebelum seluruh pekerjaan plafond dan dinding-

dinding selesai dikerjakan, kecuali pemasangan panel akustik.


Pekerjaan dan bahan-bahan untuk hal ini terlebih dahulu harus mendapat persetujuan dari

Konsultan Pengawas, Pemberi Tugas dan Perencana.


Sebelum pekerjaan dimulai, Pemborong diwajibkan untuk mengajukan gambar kerja
pelaksanaan.

4.11.2 Produk
4.11.2.1 Bahan Keramik / Homogeneous Tile
o

Jenis dan merk bahan yang digunakan adalah :


Homogenous Tile : Indogress, N i r o Granite, Essenza, atau setara
Keramik : Roman atau setara

Schedule untuk tipe, ukuran dan warna keramik dijelaskan dalam spesifikasi material finishing

arsitektur.
Contoh kemasan harus diperlihatkan kepada Konsultan Pengawas, Pemberi Tugas dan
Perencana dan semua keramik yang digunakan harus sesuai dengan sample yang telah

disetujui dan dalam kemasan asli dari pabrik.


Extra Stock.
Jumlah : setelah pekerjaan selesai, kontraktor harus mengirimkan extra stock sebanyak 5%
dari tiap-tiap warna, tipe, dan keterangan-keterangan keramik yang digunakan dalam bekerja.
Pengemasan : harus tertutup rapat dan tertera jelas label dengan isi dan lokasi digunakan.

18

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Tidak ada extra payment terhadap extra stock ini.


o
o

Warna yang dipakai secara visual harus sama pada semua kondisi.
Keramik yang digunakan pada area basah harus memiliki water absorption antara 0,5 persen

atau kurang.
Keramik yang digunakan bukan pada area bawah harus memiliki water absorption antara 0,5

o
o

persen sampai 3 persen.


Semua keramik untuk area lantai harus dari jenis non-slip.
Toleransi :
Kerataan dari setiap permukaan ubin : 1,0 mm diagonal
Terhadap lebar setiap ubin : 0,6%
Terhadap panjang pada 2 sisi berlawanan setiap ubin : 0,8 mm

Jangan memasang ubin yang patah, retak, warna yang pudar atau tidak memiliki finishing
yang baik. Hal-hal seperti ini akan ditolak.

4.11.2.2 Bonding Materials


o
o
o

Sesuai yang direkomendasikan oleh pabrik ubin.


Rekomendasi merk : lihat spesifikasi material arsitektur.
Perekat : MU-460 dan Lemkra untuk daerah basah; MU-450 dan Lemkra untuk daerah
kering.

4.11.2.3 Grouting Materials


o

Sesuai yang direkomendasikan oleh pabrik ubin dan harus memiliki warna yang sama

dengan warna ubin.


Rekomendasi merk : lihat spesifikasi material arsitektur

Grouting : Sika, MU 408 Mortar Utama, Lemkra atau setara

4.11.3 Pemasangan
4.11.3.1 Umum
o

Sebelum pekerjaan dimulai, lebih dahulu harus dipelajari dengan seksama lokasi
pemasangan keramik, kualitas, bentuk dan ukuran ubinnya dan kondisi pekerjaan setelah
studi diatas dilaksanakan, tentukan metoda persiapan permukaan pemasangan ubin, joints

dan curing, untuk diusulkan kepada Direksi Lapangan.


Kontraktor Pelaksana Konstruksi harus menyiapkan tiling manual , yang berisi uraian
tentang bahan, cara instalasi, sistim pengawasan, perbaikan/koreksi, perlindungan, testing
dan lain-lain untuk diperiksa dan disetujui Direksi Lapangan.

4.11.3.2 Pemasangan ubin keramik dinding di bagian dalam (internal)


o

Sebelum pemasangan dimulai, plesteran dasar dan ubin harus dibasahi. Pakai benang untuk
menentukan lay out ubin, yang telah ditentukan dan pasang sebaris ubin guna jadi patokan
untuk pemasangan selanjutnya.

19

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Kecuali ditentukan lain pemasangan ubin harus dimulai dari bawah dan dilanjutkan ke bagian

atas.
Pada pemasangan keramik, tempelkan dibagian belakang keramik adukan dan ratakan,
kemudian ubin yang telah diberi adukan ini ditekankan ke plesteran dasar. Kemudian
permukaan ubin dipukul perlahan-lahan hingga mortar perekat menutupi penuh bagian

belakang ubin dan sebagian adukan tertekan keluar dari tepi ubin.
Tiap hari pemasangan, tidak diperkenankan memasang tile dengan ketinggian lebih dari
ketentuan berikut :
1,2 m 1,5 m, untuk tile tinggi 60 mm,
0,7 m -0,9 m, untuk tile tinggi 90 120 mm,
Max 1,8 m, untuk semi porcelain tile.

Jika tile sudah terpasang, mortar yang berada di nat (joint) harus dibuang / dikeluarkan
dengan sikat atau cara lain yang tidak merusakkan permukaan tile. Mortar yang mengotori

permukaan tile harus dibuang dengan kain lap basah.


Pemasangan tile grant (pengisian nat) harus sesuai dengan ketentuan pabrik.

4.11.3.3 Pemasangan Granite Tile 60 x 60 setara Indogres dan Keramik 40 x 40, 20 x 60 setara
Platinum untuk ruang yang ditunjukan dalam gambar
o

20

Tile dipasang pada permukaan yang telah discreed.

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Komposisi adukan untuk screeding :


Area kering : 1 pc : 4 ps
Area basah : 1 pc : 2 ps
o

Pada pemasangan di area yang luas, harus dilaksanakan secara kontiniu. Dan harus
disediakan Kepalaan (guide line course) pada interval 2,0 m 2,5 m. Pemasangan tile

lainnya berpedoman pada guide line ini.


Kikis semua mortar yang mempel pada nat dan bersihkan ketika proses pemasangan tile

berlangsung. Pasangan tile tidak boleh diinjak dalam waktu 24 jam setelah pemasangan.
Nat-nat pada pemasangan tile harus diisi dengan bahan tile grout berwarna dan kondisi
pemasangan harus sesuai dengan rekomendasi pabrik.

4.12 Pekerjaan Lantai Karpet


4.12.1 Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan lantai carpet ini meliputi ruang Pimpinan Cabang dan yang disebutkan/ditunjukkan dalam
gambar atau sesuai petunjuk Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas dan atau Pemberi Tugas.
4.12.2 Jenis Bahan
o
o
o
o
o
o
o
o

Produksi : Impor
Bahan : 100% Nylon Filament
Pile Material : Nylon
Type : Tile dan wall to wall / broadloom
Tebal : Disesuaikan dengan material reference
Warna dan Pola : Disesuaikan dengan material reference
Berat : Disesuaikan dengan material reference
Binding Matrial/ : SBR Latex (Under layer/Pelapisan bawah) menurut yang disyaratkan atau

standar pabrik.
Bahan perekat karpet : yang digunakan sesuai yang disyaratkan dari pabrik yang
bersangkutan.

4.13 Pekerjaan Lantai Parket


4.13.1 Lingkup Pekerjaan
o

Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan dan alat- alat yang diperlukan
dalam pelaksanaan pekerjaan ini sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik

dan sempurna.
Pekerjaan lantai parket ini dilakukan sebagai finishing, terdiri dari: Parket kayu Solid untuk
ruang-ruang ruang ruang sesuai perletakan dalam gambar.

4.13.2 Persyaratan Bahan


o
o
o

21

Jenis : kayu Sonokeling


Ukuran : 15 x 90 x 300 900 mm .
Type : Kayu Solid

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

4.14 Pekerjaan Pengecatan


4.14.1 Lingkup Pekerjaan
o
o

Persiapan permukaan yang akan diberi pelapis cat.


Pengecatan permukaan dengan bahan-bahan yang telah ditentukan, permukaan tersebut

o
o

sebagai berikut :
Pengecatan plafond ruangan berbahan gypsum.
Pengecatan semua permukaan dan area yang ada pada gambar atau yang tidak disebutkan
secara khusus, dengan warna dan bahan sesuai dengan petunjuk Perencana.

4.14.2 Standar Pengerjaan (Mock-Up)


o

Sebelum pengecatan dimulai, Kontraktor harus melakukan pengecatan pada satu bidang
untuk tiap warna dan jenis cat yang diperlukan. Bidang-bidang tersebut akan dijadikan contoh
pilihan warna, texture, material, dan cara pengerjaan. Bidang-bidang yang dipakai sebagai

mock up ini akan ditentukan oleh Konsultan Pengawas.


Kontraktor juga harus membuat mock-up untuk pekerjaan politur dengan media kayu dengan
beberapa ukuran untuk ditunjukkan kepada Konsultan Pengawas untuk mendapatkan

persetujuan.
Jika masing-masing bidang tersebut telah disetujui oleh Konsultan Pengawas dan
Perencana, maka bidang-bidang ini akan dipakai sebagai standar minimal untuk seluruh
pekerjaan pengecatan dan politur.

4.14.3 Contoh Dan Bahan Untuk Perawatan


o

Kontraktor harus menyiapkan contoh pengecatan tiap warna dan jenis cat pada bidangbidang transparan berukuran 30 x 30 cm2 . Dan pada bidang-bidang tersebut harus
dicantuPengawasan dengan jelas keterangan warna, formula cat, jumlah lapisan, dan jenis

lapisan (dari cat dasar sampai lapisan akhir).


Semua bidang contoh tersebut harus diperlihatkan kepada Pemberi Tugas / Konsultan
Pengawas dan Perencana. Jika contoh-contoh tersebut telah disetujui secara tertulis oleh
Perencana dan Pemberi Tugas / Konsultan Pengawas, baru Kontraktor melanjutkan dengan

pembuatan Mock Up.


Kontraktor harus menyerahkan kepada Pemberi Tugas / Konsultan Pengawas, minimal 5
galon tiap warna dari jenis cat yang dipakai. Kaleng-kaleng cat tersebut harus tertutup rapat
dan mencantu Pengawasan dengan jelas identitas cat yang ada di dalamnya.

4.14.4 Bahan
o
o
o

Cat Interior Ruangan : Weathershield ex.ICI Dulux Easy Clean atau setara
Cat Exterior Ruangan : Weathershield ex. ICI Pentalite atau setara
Warna : ditentukan kemudian

4.14.5 Pelaksanaan

22

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

4.14.5.1 Pekerjaan dinding


o

Yang termasuk pekerjaan cat dinding adalah pengecatan seluruh plesteran bangunan

dan/atau bagian-bagian lain yang ditentukan gambar.


Sebelum dinding diplamur, plesteran sudah harus betul-betul kering tidak ada retak-retak dan
Kontraktor Pelaksana Konstruksi meminta persetujuan kepada Konsultan Manajemen

o
o

Kostruksi .
Pekerjaan plamur dilaksanakan dengan pisal plamur dan plat baja tipis dan lapisan plamur
Sesudah 7 hari plamur terpasang, kemudian dibersihkan dengan bulu ayam sampai bersih

betul. Selanjutnya dinding cat dengan menggunakan Roller.


Lapisan pengecatan dinding dalam terdiri dari 1 (satu) lapis alkali resistance sealer atau cat
primer untuk interior yang dilanjutkan dengan 3 (tiga) lapis emulsion dengan kekentalan cat

sebagai berikut :
Lapis I encer ( tambahan 20 % air )
Lapis II kental
Lapis III encer.
Untuk warna-warna yang jenisnya khusus, Kontraktor Pelaksana Konstruksi diharuskan
menggunakan kaleng-kaleng dengan nomor percampuran (batch number) yang sama.

4.14.5.2 Pekerjaan Cat Langi-langit


o

Yang termasuk dalam pekerjaan cat langit-langit adalah langit-langit calcium silicate/GRC,

pelat beton atau bagian-bagian lain yang ditentukan gambar.


Cat yang digunakan sama dengan cat bagian dalam bangunan untuk plafond bagian dalam
dan cat luar bangunan untuk plafond bagian luar. Warna putih atau ditentukan perencana

o
o

setelah melakukan percobaan pengecatan.


Plamur yang digunakan adalah plamur berkualitas baik.
Selanjutnya semua metode/prosedur sama dengan pengecatan dinding kecuali tidak

digunakannya lapis alkali resistance sealer pada pengecatan langit-langit ini.


Sambungan-sambungan multiplex harus diberi flexible sealant agar tidak terlihat sebagai
retakan sesudah dicat.

4.14.5.3 Pekerjaan Cat Kayu


o

Yang termasuk dalam pekerjaan cat kayu adalah bagian-bagian yang berbahan dasar kayu

atau bagian-bagian lain yang ditentukan gambar.


Cat yang digunakan adalah jenis alkyd enamel kualitas baik, warna ditentukan perencana

setelah melakukan percobaan pengecatan.


Bidang yang akan dicat diberi manie kayu warna merah 1 lapis, kemudian diplamur dengan

plamur kayu sampai lubang-lubang/pori- pori terisi sempurna.


Setelah 7 (tujuh) hari, bidang plamur diamplas besi halus dan dibersihkan dari debu

kemudian dicat sekurang-kurangnya 3 (tiga) kali dengan menggunakan kuas.


Setelah pengecatan selesai, bidang cat yang terbentuk, utuh, tata, tidak ada bintik-bintik atau
gelembung udara dan bidang cat dijaga terhadap pengotoran.

4.14.5.4 Pekerjaan Melamic

23

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Yang termasuk dalam pekerjaan cat melamic adalah bagian-bagian yang berbahan dasar

Melamine Doft atau HPL pada pekerjaan Engineer Door.


Cat Melamic yang digunakan adalah jenis Water Base kualitas baik, warna ditentukan
perencana setelah melakukan percobaan pengecatan.

4.14.5.5 Pekerjaan Cat Besi


o

Yang termasuk pekerjaan ini adalah pengecatan seluruh bagian-bagian besi railing, pintu-

o
o

pintu besi dan pekerjaan besi lain ditentukan dalam gambar.


Cat yang dipakai adalah cat jenis alkyd enamel kualitas baik.
Pekerjaan cat dilakukan setelah bidang yang akan dicat, selesai diamplas halus dan bebas

debu, oli dan lain-lain.


Sebagai lapisan dasar anti karat dipakai sebagai cat dasar 1 kali. Sambungan las dan ujung

yang tajam diberi 'touch up' dengan dua lapis.


Setelah kering sesudah 24 jam, dan diamplas kembali maka disemprot 1 lapis. Setelah 48

o
o

jam mengering baru lapisan akhir enamel disemprot 2 lapis.


Pengecatan dilakukan dengan menggunakan semprot dengan compressor 2 lapis.
Setelah pengecatan selesai, bidang cat harus licin, utuh, mengkilap, tidak ada gelembung
dan dijaga terhadap pengotoran-pengotoran.

4.14.5.6 Pekerjaan Meni Kayu


o

Yang termasuk pekerjaan ini adalah pengecatan seluruh permukaan yang berbahan dasar

o
o

kayu sebelum dicat dan atau bagian-bagian lain yang ditentukan gambar.
Meni yang digunakan adalah menie kayu warna merah kualitas baik.
Semua kayu hanya boleh dimenie ditapak proyek dan mendapat persetujuan Konsultan

Manajemen Konstruksi.
Sebelum pekerjaan menie dilakukan, bidang kayu kasar harus diamplas dengan amplas kayu

kasar dan dilanjutkan dengan amplas kayu halus sampai permukaan bidang licin dan rata.
Pekerjaan menie dilakukan dengan menggunakan kuas, dilakukan lapis, sedemikan rupa
sehingga bidang kayu tertutup sempurna dengan lapisan menie.

4.15 Water Proofing


4.15.1 Lingkup Pekerjaan
Yang termasuk pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahan bahan peralatan dan alat-alat
bantu lainnya termasuk pengangkutannya yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini sesuai
dengan yang dinyatakan dalam gambar, memenuhi uraian syarat-syarat dibawah ini serta memenuhi
spesifikasi dari pabrik yang bersangkutan.
4.15.2 Bagian yang di waterproofing :
o

Pelat atap dan overstek

Daerah WC, kamar mandi dan daerah basah lainnya.

Ground Tank

Bagian-bagian lain yang dinyatakan dalam gambar.

24

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

4.15.3 Pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan waterprofing adalah :


o

Beton Bertulang.

Lantai/Ubin Keramik.

Plumbing.

4.15.4 Standard.
o

PUBI : Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia-1982.

STM 828.

ASTME : TAPP I 803 dan 407.

4.16 Pekerjaan Kaca dan Cermin


4.16.1 Lingkup Pekerjaan
o

Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu lainnya untuk
melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan

sempurna.
Pekerjaan kaca dan cermin meliputi seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam detail
gambar.

4.16.2 Pekerjaan yang berhubungan


o
o

Pekerjaan Kusen Aluminium


Pekerjaan Pintu dan Jendela Rangka Alumnium

4.16.3 Standard :
o
o

ANSI : American National Standard Institute. 97.1-1975-Safety Mateliars Used in Building


ASTM : American Society for Testing and Materials . E6 P3 Proposed Specification for
Sealed Insulating Glass Units.

4.16.4 Bahan/Produk
o

Bahan kaca dan cermin, harus sekualitas Asahi, Panashap . Kaca bening dari jenis sheet

glass dengan ketebalan 3 mm dan 5 mm., dan jenis tempered tebal 10 mm


Semua bahan kaca dan cermin sebelum dan sesudah terpasang harus mendapat

persetujuan Perencana Manajemen Kostruksi.


Sisi kaca yang tampak maupun yang tidak tampak akibat pemotongan, harus
digurinda/dihaluskan, hingga membentuk tembereng.

4.16.5 Pekerjaan Accessories


4.17 Pekerjaan Railing
4.17.1 Umum

25

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Pekerjaan railing tangga menggunakan pipa Stainles steel di finish dan sesuai dengan

petunjuk dalam gambar rencana.


Pekerjaan railing area koridor menggunakan besi hollow / stainles steel dan sesuai dengan

petunjuk dalam gambar rencana.


Lingkup pekerjaan termasuk pengadaan Stainles steel dan juga mempersiapkan
lokasi/tempat dudukannya.

4.17.2 Material
o

Untuk pekerjaan pipa stainless steel terbuat dari jenis cold rolled,dengan kadar karat 8%, dan

tebalnya 1,5 mm.


Bentuk dan ukuran mengikuti gambar kerja.

4.18 Pekerjaan Alat Penggantung Dan Pengunci


4.18.1 Lingkup Pekerjaan
o

Yang termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan,
perlengkapan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan

hingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.
Meliputi pengadaan, pemasangan, pengamanan dan perawatan dari seluruh alat-alat yang
dipasang pada daun pintu dan daun jendela serta seluruh detail yang di sebutkan/ditentukan
dalam gambar.

4.18.2 Persyaratan Bahan


o

Semua hardware dalam pekerjaan ini, dari produk yang bermutu baik, seragam dalam
pemilihan warnanya serta dari bahan-bahan yang telah disetujui Pemberi tugas dan

o
o

Konsultan Pengawas.
Mekanisme kerja dari semua peralatan harus sesuai dengan ketentuan pabrik.
Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda terbuat dari pelat aluminiun yang tertera

nomor pengenalnya.
Pelat ini di hubungkan dengan anak kunci dengan cincin nikel. Untuk anak-anak kunci harus
di sediakan sebuah lemari anak kunci dengan 'backed enamel finish' di lengkapi kaitan-kaitan
untuk anak kunci lengkap dengan nomor-nomor pengenal. Lemari ini harus menggunakan

engsel piano serta dilengkapi denah.


Perlengkapan daun pintu :
Peralatan dari seluruh daun pintu/jendela di pasang peralatan - peralatan dari merk :
1.Dorma
2.YALE
3.Deckson
4.Kend

26

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Engsel ( butt hinges ) dengan pemasangan 3 buah ukuran 4 untuk pintu tunggal dan 2 x 3
buah ukuran 4 untuk pintu double, pada daun jendela minimum di pasang 2 buah setiap

daunnya, atau ditentukan lain dan disetujui Konsultan Pengawas dan atau Pemberi Tugas.
Material dari bahan stainless steel dengan paku sekrup kembang bahan sama dengan bahan

engsel, finish satin stainless steel atau satin chromium.


Peralatan dari seluruh daun pintu yang telah di syaratkan/ditentukan dalam gambar, di
pasang peralatan peralatan dari merk seperti p a d a daftar spesifikasi material atau

disetujui Konsultan Pengawas dan atau Pemberi Tugas.


Door Closer menggunakan type hidrolic, outomatic back check dengan 'adjustable force'.
Pengatur kecepatan closing dan latch, di kehendaki jenis 'hold - open', yaitu pintu dapat
menutup secara regular dan dapat berhenti dalam posisi terbuka dengan sudut buka tertentu
seperti yang di kehendaki ruang-ruang yang membutuhkan seperti yang tertera pada
pelengkap gambar.

4.18.3 Jenis bahan dan penggunaan :


o
o
o
o
o

Engsel digunakan untuk daun pintu panel kayu, daun pintu kaca, dan jendela.
Flush bolt/grendel digunakan untuk daun pintu double dan jendela.
Kunci berikut indikator digunakan untuk pintu WC dan shower.
Door stoper digunakan untuk semua pintu WC.
Door closer digunakan untuk semua pintu kecuali pintu- pintu WC, pintu frameless, pintu

o
o
o
o

entrance.
Floor hinge digunakan untuk pintu double dan pintu frameless.
Lock set digunakan pada semua pintu kecuali pintu WC.
Back plate dan handle digunakan pada semua daun pintu.
Dilengkapi dengan Master key jumlah group ditentukan kemudian

4.19 Pekerjaan Sanitair


4.19.1 Lingkup Pekerjaan
o

Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan - bahan, peralatan dan alat - alat bantu
lainnya yang di perlukan dalam pelaksanaan, hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang

bermutu baik dan sempurna.


Pekerjaan sanitair ini dipasang pada toilet ruang Pinca, Kabag, Kasubag, dan ruang-ruang
Direktur serta ruang lain yang dinyatakan/ditunjuk pada gambar.

4.19.2 Persyaratan Bahan


o
o

Sanitary menggunakan merk TOTO atau setara


Semua material harus memenuhi ukuran, standar dan didapatkan di pasaran, kecuali bila

ditentukan lain.
Semua peralatan dalam keadaan lengkap dengan segala perlengkapannya, sesuai dengan

yang telah di sediakan oleh pabrik.


4. Barang yang dipakai adalah dari produk yang telah disyaratkan dalam uraian dan syaratsyarat dalam RKS ini.

27

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

28

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

5. PEKERJAAN MEKANIKAL
5.1 Pekerjaan Mekanikal
5.1.1 Lingkup Pekerjaan
o

Pekerjaan Mekanikal yang dimaksudkan di sini adalah pengadaaan dan pemasangan Unit

Mekanikal beserta peralatan dan alat-alat bantu pendukung instalasi.


Spesifikasi detail pekerjaan instalasi diatas dijelaskan dalam bab tersendiri mengenai
pekerjaan yang bersangkutan.

5.1.2 Pekerjaan yang Berhubungan


o

Di dalam melaksanakan Pekerjaan Mekanikal, Pemborong harus juga memperhatikan


pekerjaan detail Instalasi Peralatan Utama dan pekerjaan detail Instalasi Peralatan

Pendukungnya.
Selain itu Pemborong pekerjaan mekanikal juga harus memperhatikan pekerjaan lain yang

o
o
o
o

terkait dalam Pekerjaan Mekanikal, yaitu :


Pekerjaan Elektrikal
Pekerjaan Structure
Pekerjaan Arsitektur dan Interior
Pekerjaan Sipil dan Landscape

5.1.3 Standardisasi
Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan mekanikal mengacu pada standar-standar dan peraturanperaturan yang telah berlaku, meliputi. :
o
o
o
o
o
o
o
o
o
o
o
o

29

SNI : Standar Nasional Indonesia


PPI : Pedoman Plumbing Indonesia
ASTM : American Society for Testing and Materials
ANSI : American National Standart Institute
PDI : Plumbing and Drainage Institute
JIS : Japanese Industrial Standart
ASHRAE : American Society of Heating, Refrigerating and Air- Conditioned Engineer
SMACNA : Sheet Metal and Air Conditioning Contractors National Association
PUIL : Pedoman Umum Instalasi Listrik
Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran Dinas Pekerjaan Umum.
Peraturan Daerah setempat
Peraturan Perburuhan Departemen Tenaga Kerja

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

5.1.4 Persyaratan Material


o

Selain persyaratan teknis tersebut di atas, Kontraktor Pelaksana Konstruksi pekerjaan


mekanikal harus didukung dengan peralatan dan material yang memadai untuk
melaksanakan pekerjaan. Daftar Material dan Peralatan dilampirkan untuk referensi
pendukung kesiapan dan kemampuan Kontraktor Pelaksana Konstruksi dalam melaksanakan

pekerjaan.
Material yang terpasang harus menyesuaikan spesifikasi yang disyaratkan secara khusus
pada bab-bab pekerjaan yang bersangkutan dan Daftar Merk Material (Outline Specification)

yang dilampirkan dalam Rencana Kerja dan Syarat-Syarat ini.


Semua peralatan dan material yang terpasang dalam pekerjaan mekanikal harus dalam
kondisi baru (brand new) dari pabrikan dan atau agent yang ditunjuk dari pabrik produk yang
bersangkutan. Kontraktor Pelaksana Konstruksi harus juga bertanggung jawab atas keutuhan
peralatan dan material bantu tersebut , sehingga apabila terjadi kerusakan dan cacat material
saat pengadaan maupun pemasangan Kontraktor Pelaksana Konstruksi harus mengganti
dengan yang baru.

5.2 Pekerjaan Instalasi Pemadam Kebakaran


5.2.1 Lingkup Pekerjaan
o

Pekerjaan Instalasi Pemadam Kebakaran yang dimaksudkan disini adalah pengadaaan dan

pemasangan peralatan pencegah kebakaran.


Adapun Pekerjaan Instalasi Pemadam Kebakaran dalam proyek ini meliputi pekerjaanpekerjaan sebagai berikut :
- Instalasi Pemadam Kebakaran dalam luar gedung
-

Pekerjaan peralatan pendukung terkait dengan instalasi diatas.

5.2.2 Pekerjaan yang Berhubungan


-

Spesifikasi pekerjaan Instalasi Pemadam Kebakaran dalam gedung berkaitan dengan

penempatan unit dalam gedung.


Spesifikasi pekerjaan Instalasi Pemadam Kebakaran diluar gedung berkaitan dengan

penempatan unit pilar hydrant.


Dalam melaksanakan pekerjaan instalasi pemadam kebakaran dalam dan luar gedung,
Kontraktor Pelaksana Konstruksi tetap memperhatikan pekerjaaan lain diluar pekerjaaan
mekanikal. Untuk itu Kontraktor Pelaksana Konstruksi juga harus memperhatikan
pekerjaan yaitu :
Pekerjaan Structure
Pekerjaan Arsitek dan Interior

5.2.3 Standardisasi

30

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan Pemadam Kebakaran mengacu pada standart -standart
dan peraturan-peraturan yang berlaku, meliputi :
o
o

SNI : Standart Nasional Indonesia.


SNI 03-3987-1995, Tata Cara Perencanaan dan, Pemasangan Pemadam Api Ringan

o
o
o

untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung.


N F P A : National Fire Protection Association.
Petunjuk Pemasangan Unit terkait.
Peraturan Dinas Pemadam Kebakaran di daerah setempat.

5.2.4 Persyaratan Teknis


5.2.4.1 Hydrant
1. Hydrant Box
o

Hidran box tersebut dari bahan plat baja ketebalan 2 mm di cat di bagian luar dan dalam

o
o
o

dengan cat dasar tahan karat, dan cat finish dengan cat warna merah.
Pada hidran box ditulis Hydrant dengan huruf yang proporsional dengan warna putih.
Di dalam hidran box terdapat hose rack, hose, nozzle, stop valve dan landing valve.
Hose tersebut dari bahan asbes dengan diameter 65 mm dan panjang 30 meter dan mampu

o
o

menerima tekanan maximum 10 kg/cm, terpasang rapi pada rack.


Nozzle terbuat dari bahan bronze, dan mampu menerima tekanan 10 kg/cm2.
Stop valve terbuat dari bahan bronze, dan mampu menerima tekanan 20 kg/cm2. Standard
kwalitas.
- Standard kwalitas hidran box,ex lokal buatan pabrik.
- Standard kwalitas Nozzle, Stop Valve, Hose Rack, buatan pabrik pembuatan alat-alat
pemadam kebakaran.

2. Hidran Pilar
o

Hidran pilar terbuat dari bahan besi tuang, dicat dibagian luar dan dalamnya dengan cat

dasar anti karat dan dicat finish dengan cat merah menyala.
Hidran pilar mempunyai 1 (satu) outlet dengan diameter 65 mm, dilengkapi dengan valve dan

o
o

cuopling Van der Heyden.


Hidran pilar harus mampu menerima tekanan sebesar 20 kg/cm2.
Standard kwalitas dari Hidran Pilar ex Pabrik pembuat alat pemadam kebakaran, misalnya
Hart atau yang setara.

5.2.5 Sambungan untuk Regu Pemadam Kebakaran (Seamese Connection) dan Landing Valve
5.2.5.1 Seamese Connection
o

Sambungan regu pemadam kebakaran (seamese connection) memungkinkan regu pemadam

kebakaran untuk memompakan air ke dalam instalasi pemadam kebakaran.


Sambungan regu pemadam kebakaran (seamese connection) lengkap dengan kotak dan
penutup dari kaca, yang keseluruhannya harus memenuhi ketentuan dari Dinas Pemadam

Kebakaran.
Sambungan ini mempunyai diameter 65 mm (2,5) terdiri dari 2 (dua) inlet, chek valve, dan
caps.

31

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Sambungan untuk regu Pemadam Kebakaran ini (seamese Connection) mampu menerima

tekanan sebesar 20 kg/cm2.


Sambungan untuk regu Pemadam Kebakaran ini terbuat dari bahan sejenis bronze.

5.2.5.2 Landing Valve


o

Landing valve kemungkinan regu pemadam kebakaran memasang hidran house untuk

kebakaran.
Landing Valve ini lengkap dengan kotak, penutup dan kacanya, yang keseluruhannya harus

memenuhi ketentuan dari Dinas Kebakaran.


Landing valve ini mempunyai diameter 65 mm (2,5) terdiri dari valve dan coupling

vanderhyden.
Landing Valve ini mampu menerima tekanan kerja sebesar 20 kg/cm2. Landing Valve ini
terbuat dari bahan sejenis bronze.

5.3 Pekerjaan Plumbing


5.3.1 Lingkup Pekerjaan
o

Pekerjaan Plumbing yang dimaksudkan disini adalah pengadaaan dan pemasangan Instalasi

Plumbing beserta peralatan dan alat-alat bantu pendukung instalasi plumbing.


Pekerjaan plumbing untuk proyek ini meliputi pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut :
Pekerjaan Instalasi pipa
Pekerjaan Instalasi accesorises pipa
Pekerjaan pendukung instalasi pipa
Pekerjaan Pengecatan

5.3.2 Pekerjaan yang Berhubungan


o

Pekerjaan Plumbing merupakan pekerjaan umum dalam pekerjaan mekanikal. Untuk itu

spesifikasi pekerjaan ini berlaku juga untuk spesifikasi pekerjaan instalasi mekanikal Iainnya.
Instalasi-instalasi pekerjaan mekanikal yang didalamnya terdapat pekerjaan plumbing untuk
proyek ini adalah sebagai berikut :
Instalasi Sistem Air Bersih
Instalasi Sistem Air Bekas, Air Kotor, dan Air Hujan

Dalam melaksanakan pekerjaan plumbing, Kontraktor Pelaksana Konstruksi tetap


memperhatikan pekerjaaan lain diluar pekerjaaan mekanikal. Untuk itu Kontraktor Pelaksana
Konstruksi juga harus memperhatikan pekerjaan yaitu :
Pekerjaan Elektrikal
Pekerjaan St ructure
Pekerjaan Arsitek dan Interior
Pekerjaan Sipil dan Landscape

5.3.3 Standardisasi

32

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan plumbing mengacu pada standart-standart dan peraturanperaturan yang telah berlaku, meliputi. :
o
o
o

SNI : Standart Nasional Indonesia


NI 03 - 6481 - 2000, Sistem plumbing - 2000.
SNI 07-0242.1-2000, Spesifikasi Pipa Baja dilas dan tanpa sambungan dengan lapis hitam

o
o
o
o
o
o
o
o
o
o

dan Galvanis panas.


SNI 19-6782-2002, Tata Cara Pemasangan Besi Daktil dan Perlengkapannya.
SNI 03-7065-2005, Tata Cara Perencanaan Sistem Plumbing.
PPI : Pedoman Plumbing Indonesia
PDI : Plumbing and Drainage Institute
ASTM : American Society for Testing and Materials
ASME : American Society of Mechanical Engineers
JIS : Japanese Industrial Standart
DIN : Deutsches Institut fur Norm ung
Peraturan PAM daerah setempat
Peraturan Daerah setempat.

5.3.4 Persyaratan Material


a. Material Pipa :
Pipa Instalasi Air Bersih.
-

Galvanized Steel Pipe > 1 inci, Medium Class, 10 kg/cm2.


Galvanized Steel Pipe, PE < 1 inci
Standard : SNI 0039-87/BS, 1387-67

Pipa Instalasi Pipa Air Bekas, Air Kotor dan Air Hujan
-

Poly Vinyl Carbonat (PVC) Pipe, AW Class, 10 kg/cm2. Standard : SNI 06-0084-2002

Pipa Ventilasi Udara.- Air Bekas & Air Kotor


-

Poly Vinyl Carbonat (PVC) Pipe, D Class, 5 kg/cm2. Standard : SNI 06-0084-2002

b. Material Fittings :
Fitting Pipa Instalasi Air Bersih.
-

Untuk ukuran 15 mm s/d 50 mm : Thread connection, Melleable Cast Iron, 16 kg/cm2.

Standard : SNI, ANSI.


Untuk ukuran 65 mm s/d 300 mm : Flange connection, Steel Butt-Weld, 16 kg/cm2.
Standard : SNI, ANSI.

Fitting Instalasi Pipa Air Bekas , Air Kotor dan Air Hujan.
-

Untuk ukuran 15 mm s/d 50 mm : Injection Moulding connection, AW Class. 10 kg/cm2,

Standard : SNI 06-01351989.


Untuk ukuran 65 mm s/d 300 mm : Slip-on Ring Connection, AW Class , 10 kg/cm2,
Standard : SNI 06-0135- 1989.

Fitting Instalasi Pipa Ventilasi udara- Air bekas & Air Kotor

33

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Poly Vinyl Carbonat (PVC) Pipe, D Class, 5 kg/cm2. Standard : SNI 06-0135-1989

c. Material Valves dan peralatan di jalur pipa air bersih.


Gate Valves, Globe Valve, Check Valve dan Y- Strainer.
-

Untuk ukuran 15 mm s/d 50 mm : Thread connection, Bronze, 10 kg/cm2. Standard : JIS

10 K.
Untuk ukuran 65 mm s/d 300 mm : Flange connection, Melleable Cast Iron, 10 kg/cm2.
Standard : JIS 10 K.

Floating Valve
-

Untuk ukuran 15 mm s/d 50 mm : BSPT Thread, Brass or Bronze, Working Pressure, min :

4 kg/cm2. Standard : JIS 10 K


Untuk ukuran 65 mm s/d 300 mm : Flange connection, Brass or Bronze, 10 kg/cm2.
Standard : JIS 10 K

Foot Valve ( with Strainer )


-

Untuk ukuran 15 mm s/d 50 mm Thread Connection, Bronze, Working Pressure, 10

kg/cm2. Standard : PN 10
Untuk ukuran 65 mm s/d 300 mm : Flange connection, Cast Iron or Galvanized Steel 10
kg/cm2. Standard : PN 10

Flow Meter
-

Thread or Flange Connection, Magnetic Drive, Working Pressure :10 kg/cm2


Flexible Joint

Thread or Flange Connection , Double Sphered, Rubber, Working Pressure : 10 kg/cm2


Pressure Gauge & Compound Gauge
Casing Chrome Plated St., Size : 100 mm, Ranges : 0 -10 kg/cm2

5.4 Pekerjaan Instalasi Air Bersih


5.4.1 Lingkup Pekerjaan
-

Pekerjaan Instalasi Air Bersih yang dimaksudkan disini adalah pengadaaan dan pemasangan
peralatan alat bersih dan alat-alat bantu pendukung instalasi, dari sumber air, penampung air,
dan distribusi air sampai pengguna air bersih.
Pekerjaan Instalasi Air Bersih dalam proyek ini meliputi pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut :

Pekerjaan Instalasi Sumur


Pekerjaan Instalasi Pompa
Pekerjaan Instalasi Tanki Air Bersih
Pekerjaan Instalasi PDAM
Pekerjaan Plumbing

34

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

5.4.2 Pekerjaan yang Berhubungan


-

Spesifikasi pekerjaan instalasi air bersih sebagian sudah disyaratkan dalam perkerjaan
plumbing. Dalam bab ini Iebih banyak mengisyaratkan spesifikasi pekerjaan sistem dalam
instalasi air bersih.
Dalam melaksanakan pekerjaan instalasi air bersih, Kontraktor Pelaksana Konstruksi tetap

memperhatikan pekerjaaan lain diluar pekerjaaan mekanikal. Untuk itu Pelaksana/


Pemborong juga harus memperhatikan pekerjaan yaitu :
Pekerjaan Elektrikal.
Pekerjaan Structure.
Pekerjaan Arsitek dan Interior.
Pekerjaan Sipil dan Landscape.
5.4.3 Standardisasi
Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan instalasi air bersih mengacu pada standart-standart dan
peraturan-peraturan yang telah berlaku, meliputi. :
o
o
o
o
o

SNI : Standart Nasional Indonesia


PPI : Pedoman Plumbing Indonesia
PDI : Plumbing and Drainage Institute
Peraturan PAM daerah setempat
Peraturan Daerah setempat

5.5 Pekerjaan Instalasi Air Limbah Gedung


5.5.1 Lingkup Pekerjaan
o

Pekerjaan Instalasi Air Limbah Gedung yang dimaksudkan disini adalah pengadaaan dan

pemasangan peralatan untuk instalasi air bekas, instalasi air kotor dan air hujan.
Pekerjaan Instalasi Air Limbah Gedung dalam proyek ini meliputi pekerjaan-pekerjaan
sebagai berikut :
Pekerjaan Instalasi Plumbing
Pekerjaan Instalasi Unit Pengolah Limbah

5.5.2 Pekerjaan yang Berhubungan


o

Spesifikasi pekerjaan instalasi air limbah gedung sebagian besar sudah disyaratkan dalam
perkerjaan plumbing. Dalam bab ini lebih banyak mengisyaratkan spesifikasi pekerjaan

sistem dalam instalasi air limbah gedung.


Dalam melaksanakan pekerjaan instalasi air limbah gedung, Kontraktor Pelaksana Konstruksi
tetap memperhatikan pekerjaaan lain diluar pekerjaan mekanikal. Untuk itu Kontraktor
Pelaksana Konstruksi juga harus memperhatikan pekerjaan yaitu :
Pekerjaan Elektrikal
Pekerjaan Structure
Pekerjaan Arsitek dan Interior

35

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Pekerjaan Sipil dan Landscape


5.5.3 Standardisasi
Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan air limbah gedung mengacu pada standart-standart dan
peraturan-peraturan yang telah berlaku, meliputi. :
o
o
o
o
o
o

SNI : Standart Nasional Indonesia.


PPI : Pedoman Plumbing Indonesia.
PDI : Plumbing and Drainage Institute.
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup.
Peraturan PAM daerah setempat.
Peraturan Daerah setempat.

5.6 Pekerjaan Tanki Air Bersih


5.6.1 Lingkup Pekerjaan
o

Pekerjaan Tanki Air Bersih yang dimaksudkan disini adalah pengadaaan dan pemasangan
Tanki yang dipakai untuk penampungan air bersih yaitu Tanki bawah (Ground Tank) dan Tanki

Atas (Tower Tank) beserta peralatan dan alat-alat bantu pendukung instalasi.
Pekerjaan Tanki Air Bersih yang dimaksudkan disini hanya berlaku pada tanki fiber. Sedang
spesifikasi detail pekerjaan instalasi tanki beton (concrete) dijelaskan dalam bab pekerjaan
structure.

5.6.2 Pekerjaan yang Berhubungan


o

Didalam melaksanakan Pekerjaan Instalasi Tanki Air Bersih, Pengawas/Pemborong harus


juga memperhatikan pekerjaan mekanikal yang berhunbungan dengan instalasi plumbing dan

sistem air bersih.


Selain itu Pengawas/Pemborong juga harus memperhatikan pekerjaan lain yang terkait diluar
Pekerjaan Mekanikal, yaitu:
Pekerjaan Elektrikal.
Pekerjaan Structure.
Pekerjaan Arsitek dan Interior.
Pekerjaan Sipil dan Landscape.

5.6.3 Standardisasi
Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan tanki air bersih mengacu pada standart-standart dan
peraturan-peraturan yang telah berlaku, meliputi:
o
o

SNI : Standart Nasional Indonesia


Petunjuk pemasangan unit dari pabrikan.

5.7 Pekerjaan Pompa Air Bersih


5.7.1 Lingkup Pekerjaan

36

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Pekerjaan Pompa Air yang dimaksudkan disini adalah pengadaaan dan pemasangan pompa
beserta peralatan pendukungnya yang dipakai untuk transfer dan atau distribusi air bersih

dan atau air bekas.


Lingkup Pekerjaan Pompa Air terdiri dari Pekerjaan Pompa Air Bersih dan Pekerjaan Air
Limbah yang mengacu pada perancangan sebagaimana diterangkan dalam gambar rencana.
Pekerjaan Pompa Air Bersih itu meliputi pekerjaaan Deep Well Pump, Lifting Pump, dan
Pompa Kuras.

5.7.2 Pekerjaan yang Berhubungan


o

Didalam melaksanakan Pekerjaan Pompa Air, Pengawas/Pemborong harus juga


memperhatikan pekerjaan mekanikal yang berhubungan dengan instalasi plumbing, instalasi

air bersih dan instalasi air limbah.


Selain itu Pengawas/Pemborong juga harus memperhatikan pekerjaan lain yang terkait diluar
Pekerjaan Mekanikal, yaitu:
Pekerjaan Elektrikal.
Pekerjaan Structure.
Pekerjaan Arsitek dan Interior.
Pekerjaan Sipil dan Landscape.

5.7.3 Standardisasi
Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan tanki air bersih mengacu pada standart-standart dan
peraturan-peraturan yang telah berlaku, meliputi. :
o
o

37

SNI : Standart Nasional Indonesia.


Petunjuk pemasangan unit dari pabrikan.

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

6. PEKERJAAN ELEKTRIKAL
6.1 Pekerjaan Sistem Catu Daya dan Distribusi Listrik
6.1.1 Umum
Pekerjaan sistem catu daya dan distribusi listrik meliputi pengadaan semua bahan, peralatan dan
tenaga kerja, pemasangan instalasi, pengujian perbaikan selama masa pemeliharaan dan pelatihan
bagi calon operator. Sehingga seluruh sistem catu daya dan distribusi listrik dapat beroperasi dengan
baik dan benar.
6.1.2 Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan sis tem catu daya dan distribusi l istrik
o

Penyambungan daya listrik tegangan rendah 3 fasa, 4 kawat, 220/380 V ke jaringan PLN

setempat.
Pengadaan, pemasangan dan penyambungan panel utama tegangan rendah (PUTR), panel
kapasitor, panel-panel sub-distribusi (PSD), panel-panel penerangan/daya dan panel-panel

tegangan rendah lainnya sesuai dengan gambar perancangan.


Pengadaan, pemasangan dan penyambungan kabel daya tegangan rendah 0,6/1 kV lengkap
dengan cable fitting dan paralatan Bantu lainnya (sesuai gambar perancangan):
- Dari PUTR menuju P.KWH, Unit Hunian, menggunakan kabel tegangan rendah jenis
-

NYY, NYM dengan ukuran sesuai gambar perancangan.


Dari PUTR menuju ke panel-panel pompa, hydrant dan panel-panel daya lainnya,

menggunakan kabel tegangan rendah jenis NYY, FRC.


Dari P.KWH menuju ke panel unit hunian dan panel-panel lainnya, menggunakan kabel

tegangan rendah jenis NYM.


Pengadaan, pemasangan dan penyambungan sistem pembumian lengkap dengan kotak

kontrol, elektroda pembumian dan peralatan bantu lainnya.


Pengadaan, pemasangan pekerjaan lainnya yang menunjang sistem ini agar dapat
beroperasi dengan baik (seperti pekerjaan bak kontrol, peralatan bantu rak kabel dan
peralatan bantu lainnya).

6.1.3 Standar Dan Peraturan


Sebagai dasar perancangan digunakan standar dan peraturan yang berlaku :
o
o
o
o
o

Pertimbangan-pertimbangan Pra Rancangan Teknik Elektrikal.


Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000), SNI 04-0225-2000.
Standar Industri Indonesia (SII).
Standar PLN dalam wilayah daerah setempat.
Standar negara lain yang berlaku di Indonesia seperti : IEC VDE, DIN, NEMA, JIS, NFPA,

dan lain-lain.
Peraturan-Peraturan lain yang terkait.

6.2 Pekerjaan Diesel Generator Set


6.2.1 Lingkup pekerjaan
Meliputi pengadaan bahan, peralatan, pemasangan, penyambungan, pengujian dan perbaikan
selama masa pemeliharaan, izin-izin, tenaga teknisi dan tenaga ahli. Dalam lingkup ini termasuk

38

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

seluruh pekerjaan yang tertera didalam gambar dan spesifikasi teknis ini maupun tambahantambahan lainnya, sehingga diesel generator set slap dioperasikan secara baik sebagai sumber listrik
utama . Diesel generator set yang ditawarkan harus baru (brand-new). Pekerjaan tersebut terdiri dari
pengadaan, pemasangan, dan pengujian.
6.2.2 Ruang lingkup Diesel Generator
o

Diesel generator set, sebanyak 1 (satu) unit dengan kapasitas prime power sesuai dengan
yang tertera pada gambar perancangan lengkap dengan residential silencer, seluruh
peralatan bantu, governor tipe electric control module untuk keperluan automatic starting,

manual starting dan remote starting.


Tangki bahan bakar harian, untuk mencatu bahan bakar dalam operasi 100 A beban penuh
selama 4 (empat) jam, lengkap dengan dudukan dan bahan bakarnya, tangki bahan bakar
utama, pompa bahan bakar elektrik dan manual serta pemipaannya sesuai dengan

spesifikasi teknik ini.


Panel kontrol genset (PKG) floor standing lengkap dengan circuit breaker, automatic mains

failure, peralatan kontrol, proteksi, indikator, panel announciator dan peralatan bantu lainya.
Panel kontrol untuk mesin lengkap dengan elektronik modular tipe microprosesor dengan

o
o
o

digital metering.
Catu daya DC lengkap dengan charger untuk kontrol, dan lain-lain.
Remote control equipment set,
Kabel daya berinti tunggal tegangan rendah 0,6/1 kV, kabel daya berinti banyak tegangan
rendah 0,6/1 kV dan kabel kontrol lengkap terpasang diatas rak kabel. Kabel tersebut diatas

lengkap terpasang.
Sistem pembumian
Sistem pembumian bagi titik netral dan badan peralatan yang terbuat dari metal dihubungkan
ke sistem pembumian dengan tahanan pembumian setinggi-tingginya 5 ohm dan hal ini
berlaku untuk seluruh pembumian pada power house.

Pondasi-pondasi ringan, penggantung, support, tangga/railing, bak kontrol, kabel trench, rak

kabel, sparing dan lain-lain.


Pelatihan bagi calon operator, as built drawing dan buku manual operasi dalam bahasa

o
o

Indonesia dan Inggris sebanyak 5 rangkap.


Mengurus izin-izin kepada badan berwenang untuk pengoperasian diesel generator set.
Peralatan lengkap yang direkomendasikan (spare parts dan tools) untuk jangka waktu 2 (dua)

tahun operasi.
Pengujian, ballancing dan komisioning lengkap dengan bahan bakar dalam tangki terisi

penuh pada scat pekerjaan diesel generator set diserah terimakan pertama.
Pekerjaan-pekerjaan lainnya yang tidak tercantum dalam gambar-gambar perancangan
maupun persyaratan teknis, tetapi perlu untuk menunjang pekerjaan-pekerjaan tersebut
diatas, seperti pengadaan dan pemasangan rock wool, pondasi pompa, pondasi tangki dan
peralatan bantu lainnya.

6.3 Pekerjaan Sistem Penerangan

39

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

6.3.1 Umum
Pekerjaan sistem penerangan meliputi pengadaan semua bahan, peralatan dan tenaga kerja,
pemasangan instalasi, pengujian, perbaikan selama masa pemeliharaan dan pelatihan bagi calon
operator. Sehingga seluruh sistem penerangan dapat beroperasi dengan baik dan benar.
6.3.2 Lingkup Pekerjaan
Pengadaan, pemasangan, penyambungan dan pengujian sistem penerangan sesuai dengan gambar
perancangan
6.3.2.1 Lampu dan Armatur
Lampu dan armaturnya harus sesuai dengan yang dimaksudkan, seperti yang tertera pada gambargambar perancangan.
o
o

Semua armatur lampu harus mempunyai terminal pembumian (grounding).


Semua lampu fluorescent dan lampu gas discharge lainnya harus dikompensasi dengan
"power factor correction capasitor" yang cukup kuat terhadap kenaikan suhu dan beban

mekanis dari louver.


Reflector terutama untuk ruangan kantor harus memakai bahan tertentu, sehingga diperoleh

derajat pemantulan yang sangat tinggi.


Kotak tempat ballast, kapasitor, dudukan starter dan terminal block harus cukup besar dan
dibuat sedemikian rupa sehingga panas yang ditimbulkan tidak mengganggu kelangsungan

kerja dan umur teknis komponen lampu itu sendiri.


Ventilasi di dalam kotak harus dibuat dengan sempurna. Kabel-kabel dalam kotak harus
diberikan saluran atau klem-klemn tersendiri, sehingga tidak menempel pada ballast atau

kapasitor.
Kotak terbuat dari pelat baja tebal minimum 0,7 mm, diproses anti korosi proses "posphating",
dicat dasar tahan karat, kemudian di finish dengan cat akhir dengan powder coating warna

putih.
Kotak terbuat dari glass - fibre reinforced polyster dengan brass insert harus tahan terhadap
bahan kimia, maupun gas kimia serta cover dari clear polycarbonate harus tahan terhadap

bahan kimia, maupun gas kimia.


Pelat sisi dari armatur lampu tipe surface mounted harus mempunyai ketebalan minimum 0,7

mm.
Ballast lampu HID jenis ballast untuk lampu HID mercury 400 W dan 250 W harus jenis high
power factor. Ballast HID untuk lampu mercury dipasang terpisah dari armatur lampu. Kabel
instalasi dari armatur lampu ke ballast dibatasi :
maksimum panjang untuk 400 W, 50 m
maksimum panjang untuk 250 W, 25 m

Ballast untuk lampu TL harus dari jenis "low loss ballast" dan harus pula dipergunakan single

o
o

lamp ballast (satu ballast untuk satu lampu fluorescent).


Tabung fluorescent harus dari tipe TLD.
Skedul lampu penerangan, harus mengacu ke gambar perancangan dan rancangan
Konsultan Perancang.

40

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

6.3.2.2 Kabel lnstalasi


o

Pada umumnya kabel instalasi penerangan dan instalasi kotak kontak harus kabel inti

tembaga dengan insulasi PVC, satu inti atau lebih (NYA, NYM, NYY).
Kabel harus mempunyai penampang minimal dari 2,5 mm2 kode warna insulasi kabel harus
mengikuti ketentuan PUIL 2000 sebagai berikut:
fasa R : merah
fasa S : kuning
fasa T : hitam
netral : biru
pembumian : hijau/kuning

6.3.2.3 Pipa Instalasi Pelindung Kabel


o

Pipa instalasi pelindung kabel feeder yang dipakai adalah konduit uPVC high impact. Pipa,
elbow, socket, kotak sambung, clamp dan accessories lainnya harus sesuai yang satu

dengan lainnya, yaitu tidak kurang dari diameter 19 - 25 mm.


Pipa flexible harus dipasang untuk melindungi kabel antara kotak sambung (T-Junction box)

dan armatur lampu.


Sedangkan pipa untuk instalasi penerangan dan kotak kontak dengan pipa konduit uPVC,
high impact conduit-heavy gauge, sekurangkurangnya diameter 19 - 25 mm.

6.3.2.4 Rak Kabel


Rak kabel yang dipakai untuk distribusi kabel listrik digunakan jenis cable tray yang terbuat dari plat
mild steel dengan ketebalan sekurang-kurangnya 2,0 mm, dan difinish hot dip galvanis dilapisi oleh
zinchromate harus tahan terhadap bahan kimia dan gas kimia. Demikian pula untuk rak kabel yang
berfungsi sebagai jalur kabel NYM untuk penerangan dan kotak kontak, yang terbuat dari sheet steel
dengan ketebalan sekurang-kurangnya 2,0 mm dengan difinish hot dip galvanized. 218

41

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

6.4 Pekerjaan Kontak - Kontak Saklar


6.4.1 Umum
Pekerjaan sistem kotak kontak dan saklar meliputi pengadaan semua bahan, peralatan dan tenaga
kerja, pemasangan instalasi, pengujian perbaikan selama masa pemeliharaan dan pelatihan bagi
calon operator. Sehingga seluruh sistem kotak kontak dapat beroperasi dengan baik dan benar.
6.4.2 Lingkup Pekerjaan
Pengadaan, pemasangan, penyambungan dan pengujian sistem kotak kontak dan saklar sesuai
dengan gambar perancangan yaitu:
6.4.2.1 Kotak Kontak Biasa
o

Kotak kontak dinding yang dipakai adalah kotak kontak industrial 1 fasa + N + E, rating 250 V

AC, 16 A, untuk pemasangan di dinding/kolom.


Kotak kontak industrial yang dipakai adalah kotak kontak industrial 1 fasa dengan 3 pin, untuk
pemasangan pada dinding/kolom dengan ketinggian 150 cm di atas lantai dan harus
mempunyai terminal fasa, netral dan pembumian.

6.4.2.2 Kotak Kontak Industrial, 3 fasa + N + E


Kotak kontak industrial 3 fasa yang dipakai adalah kotak kontak industrial 3 fasa dan harus
mempunyai terminal fasa, netral dan pembumian. Rating 3 asa, 415 V, 32 A yang dilengkapi saklar.
6.4.2.3 Isolating Switches / cam switch atau rotary switch
o
o
o
o

Isolating switches harus dipasang pada panel dan dilengkapi dengan lampu indikator.
Rating isolating switch harus Iebih tinggi dari rating MCB / MCCB pada feeder di panelnya.
Rating tegangan adalah untuk 1 fasa 250 V AC, 3 fasa 415 V.
Saklar harus dipasang pada kotak.

6.4.2.4 Kotak untuk Saklar dan Kotak Kontak


Kotak harus dari bahan baja atau moulded plastic dengan kedalaman tidak kurang dari 35 mm. Kotak
dari metal harus mempunyai terminal pembumian, saklar atau kotak kontak dinding terpasang pada
kotaknya harus menggunakan baud, pemasangan dengan cara yang mengembang tidak
diperbolehkan.
6.4.2.5 Pemasangan Stop Kontak dan Saklar
Stop Kontak dan Saklar dipasang ditanam didinding (inbow) yang penempatannya ditunjukkan dalam
gambar rencana. Stop Kontak dan Saklar dipasang pada jarak 150 cm dari lantai jadi.

6.4.2.6 Kabel Instalasi

42

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Pada umumnya kabel instalasi penerangan dan instalasi kotak kontak harus kabel inti tembaga
dengan insulasi PVC, satu inti atau lebih (NYA, NYM, NYY). Kabel harus mempunyai penampang
minimal dari 2,5 mm2 kode warna insulasi kabel harus mengikuti ketentuan PUIL 2000 sebagai
berikut :
fasa R : merah
fasa S : kuning
fasa T : hitam
netral : biru
pembumian : hijau/kuning
6.4.2.7 Pipa Instalasi Pelindung Kabel
o

Pipa instalasi pelindung kabel feeder yang dipakai adalah konduit uPVC high impact. Pipa,
elbow, socket, kotak sambung, clamp dan accessories lainnya harus sesuai yang satu

dengan Iainnya, yaitu tidak kurang dari diameter 19 - 25 mm.


Pipa flexible harus dipasang untuk melindungi kabel antara kotak sambung (T-Junction box)

dan armatur lampu.


Sedangkan pipa untuk instalasi penerangan dan kotak kontak dengan pipa konduit uPVC,
high impact conduit-heavy gauge, sekurang-kurangnya diameter 19 - 25 mm.

6.4.2.8 Rak Kabel


Rak kabel yang dipakai untuk distribusi kabel listrik digunakan jenis cable tray yang terbuat dari plat
mild steel dengan ketebalan sekurang-kurangnya 2,0 mm, dan difinish hot dip galvanis dilapisi oleh
zinchromate harus tahan terhadap bahan kimia dan gas kimia. Demikian pula untuk rak kabel yang
berfungsi sebagai jalur kabel NYM untuk penerangan dan kotak kontak, yang terbuat dari sheet steel
dengan ketebalan sekurang-kurangnya 2,0 mm dengan difinish hot dip galvanized.

6.5 Pekerjaan Sistem Penangkal Petir


6.5.1 Umum
Pekerjaan sistem proteksi petir meliputi pengadaan semua bahan, peralatan dan tenaga kerja,
pemasangan instalasi, pengujian perbaikan selama masa pemeliharaan dan pelatihan bagi calon
operator. Sehingga seluruh sistem proteksi petir dapat beroperasi
dengan baik dan benar.
6.5.2 Lingkup Pekerjaan
Bagian ini meliputi penyediaan, pengujian dan perbaikan selama masa pemeliharaan dari sistem
proteksi petir yang lengkap sesuai dengan spesifikasi teknik ini, serta pengurusan ijin dari badan yang
berwenang (Departemen Tenaga Kerja).
6.5.3 Material

43

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Material yang digunakan dalam sistem proteksi petir harus dalam keadaan baik dan sesuai dengan
yang dimaksudkan serta disetujui oleh Konsultan Manajemen Konstruksi. Daftar material, katalog dan
shop drawing harus diserahkan kepada Konsultan Manajemen Konstruksi. sebelum dilakukan
pemasangan. Material atau alat-alat yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknik ini akan ditolak.
Sistem proteksi petir yang dipakai adalah Sistem non radio aktif atau elektrostatik. Komponen komponen yang dipakai adalah sebagai berikut :
a. Terminasi Udara :
Terminal udara khusus untuk sistem proteksi petir eksternal, yang dimaksudkan untuk menetralisir
awan bermuatan disekitar bangunan gedung dan menangkap sambaran petir bila terjadi petir.
b. Penghantar / konduktor penyalur :
Terdiri dari dua macam, yaitu penghantar horizontal yang menghubungkan secara listrik antara
terminal udara dan penghantar / konduktor penyalur vertikal (down conductor) yang menghubungkan
secara listrik antara terminal udara dan elektroda pembumian. Proteksi petir ini harus menjamin dapat
mentransfer dengan aman energi kilat dari "terminal udara" ke bumi. Untuk sistem tersebut digunakan
jenis kabel yang sesuai dengan rekomendasi dari pabrik pembuat terminal udara.
c. Sistem Pembumian
Terminal pembumian, terletak di dalam bak kontrol yang dilengkapi dengan elektroda pembumian,
bak kontrol diperlukan untuk pengujian tahanan pembumian secara berkala Elektroda Pembumian :
Elektroda pembumian, terbuat dari Copper Rod pejal dengan diameter tidak kurang dari 20 mm dan
panjang sekurang kurangnya 6.000 mm dan harus dimasukan ke dalam tanah secara vertikal dan
harus diperoleh tahanan pembumian setinggi tingginya 5 Ohm.

6.6 Pekerjaan Instalasi Fire Alarm Bell


6.6.1 Umum
Kontraktor Pelaksana utama harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik
dalam spesifikasi ini ataupun yang tertera dalam gambar gambar rencana, dimana bahan-bahan dan
peralatan yang digunakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. Bila ternyata
terdapat perbedaan antara spesifikasi bahan dan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi
yang dipersyaratkan pada pasal ini, merupakan kewajiban Kontraktor Pelaksana Utama untuk
mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa
adanya tambahan biaya. Kesemuanya itu untuk mendapatkan hasil akhir pekerjaan dengan mutu
baik, rapi dan sempurna.
6.6.2 Lingkup Pekerjaan

44

METODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR CABANG BRI
MUARA TEWEH - KALIMANTAN

Seperti tertera dalam gambar-gambar rencana, Kontraktor Pelaksana Utama untuk melaksanakan
pekerjaan instalasi Fire Alarm Bell ini harus melakukan pengadaan dan pemasangan serta
menyerahkan dalam keadaan baik dan siap untuk dipergunakan. Garis besar scope pekerjaan
instalasi Fire Alarm Bell yang dimaksudkan adalah sebagai berikut :
o
o
o
o

Pengadaan, pemasangan dan pengujian Alarm Bell.


Pengadaan, pemasangan dan pengujian Junction Box di setiap lantai.
Pengadaan, pemasangan dan pengujian kabel-kabel untuk keperluan Monitor dan Kontrol.
Mengurus dan menyelesaikan perijinan Instalasi Fire Alarm Bell dari instansi yang

o
o

berwenang.
Melakukan dan commissioning.
Melakukan training kepada operator yang ditunjuk oleh Pemilik.

6.6.3 Ketentuan Bahan Dan Peralatan


Bahan dan peralatan yang akan dipakai harus memenuhi persyaratan teknis sebagai berikut :
a. Alarm Bell
Type : Surface mounting, 6 inch anti karat
Operating voltage : 20 - 24 Vdc
Current consumption : 2 VA max
Sound level : 90 dB min / 1 m
Warna : merah
Untuk semua bahan/material yang ditawarkan, maka Kontraktor Pelaksana wajib mengisi daftar
bahan/material yang menyebutkan merk, tipe, kelas lengkap dengan brosur/katalog yang dilampirkan
pada waktu tender. Tabel daftar bahan/material ini diutamakan untuk komponen-komponen yang
berupa barang-barang produksi.
Apabila pada spesifikasi teknis ini atau pada gambar disebutkan beberapa merk tertentu atau kelas
mutu (quality performance) dari bahan / material atau komponen tertentu terutama untuk bahanbahan/material-material listrik utama, maka Kontraktor Pelaksana wajib melakukan didalam
penawarannya material yang dalam taraf mutu/pabrik yang disebutkan itu.
Apabila nanti selama proyek berjalan terjadi, bahwa material yang disebutkan pada tabel material
tidak dapat diadakan oleh Kontraktor Pelaksana, yang diakibatkan oleh sesuatu alasan yang kuat dan
dapat diterima Pemilik, Konsultan Manajemen Konstruksi dan Konsultan Perancang, maka dapat
dipertimbangkan penggantian merk/tipe dengan suatu sangksi tertentu kepada Kontraktor Pelaksana.

45