Anda di halaman 1dari 49

S

H
E
L
L

Shell adalah permukaan tipis dan melengkung yang


bebannya ditransfer ke permukaan untuk menahan
gaya tegang, gaya tekan, dan gaya geser.

Shells dibedakan dari kubah-kubah tradisional


berdasarkan
kemampuannya
untuk
menahan
tegangan. Dengan demikian, walaupun bentuk
lengkung dari shell mungkin menyerupai bentuk
kubah-kubah tradisional, sifat struktur dan arah
pembebanan shell sangat berbeda dikarenakan
kemampuan shell untuk menahan tegangan.
Istilah Shell digunakan untuk menggambarkan
struktur yang memiliki kekuatan dan kekakuan
karena bentuknya yang tipis, diambil dari bentuk
lengkungan yang alami seperti cangkang telur,
kacang, tengkorak, kerang, dan cangkang kura-kura

Kebanyakan shell arsitektural dibangun dengan reinforced


concrete (beton bertulang) meskipun plywood, metal, dan glass
reinforced plastics (GRP) mungkin bisa digunakan juga.

Shell adalah struktur


misalnya) dimana pembebanan
cocok untuk bentuk-bentuk
(berdasarkan definisinya) sangat

yang sangat efisien (sebagai atap


didistribusikan dengan merata dan
yang melengkung, karena shell
tipis.

Fungsi Struktur Shell


Struktur shell biasanya digunakan hanya dalam keadaan dimana persyaratan struktur
khusus diperlukan untuk mencapai tingkat efisiensi struktur yang tinggi, baik karena diperlukan
bentang yang sangat panjang atau karena diperlukan berat struktur yang sangat ringan.
Persyaratan Struktur Shell
Suatu struktur shell harus mempunyai tiga syarat, yaitu sebagai berikut:
1. Harus memiliki bentuk lengkung, tunggal, maupun ganda (single or double curved)
2. Harus tipis terhadap permukaan atau bentangannya
3. Harus dibuat dari bahan yang keras, kuat, ulet dan tahan terhadap tarikan dan tekanan.

BENTUK-BENTUK LENGKUNGAN
Surfaces of revolution dibentuk
dari putaran lengkungan bidang
yang disebut lengkungan
meredional, pada sebuah garis
axis yang disebut putaran axis.

Pada kasus kasus tertentu,


bentuk permukaan silindris dan
konikal, lengkungan ( kurva)
meredional terdiri dari sebuah
ruas garis
Contoh : silinder, kerucut, bola,
atau eliptikal dome,
putaran hyperboloid,
toroid

Surfaces of translation (perubahan permukaan) dibentuk


dengan menggeser lengkungan bidang sepanjang lengkungan
bidang yang lain, sambil mempertahankan orientasi pergeseran
lengkungan tetap konstan.
Lengkungan yang terakhir yang berasal dari lengkungan awal
disebut generator permukaan.
Pada kasus tertentu dimana generator merupakan garis lurus
menjadikan permukaan tersebut silindris

PERUBAHAN PERMUKAAN PADA KERANGKA PERSEGI

( A) ELLIPTIC PARABOLOID ( B) CYLINDRICAL


PARABOLOID ( C) HYPERBOLIC PARABOLOID

Jika dua parabola memiliki bentuk yang serupa, maka permukannya menjadi
sebuah permukaan yang berevolusi, disebut Paraboloid of Revolution.

Ruled surface dihasilkan dari pergeseran/pelengkungan


setiap akhir garis lurus pada lengkungan atasnya.
Garis garis ini tidak selalu pada sudut yang tepat untuk
permukaan yang memiliki lengkungan pada ujungnya.

Cooling tower, generated by


straight lines gould 1988

Conoid, generated by straight line traveling


along another straight line at one end and
curved line at other end. Joedicke 1963

MATERIAL STRUKTUR SHELL


Material yang paling cocok untuk konstruksi struktur shell
adalah beton, karena beton adalah material yang ketika
dicampur dengan air dapat membentuk berbagai macam
bentuk yang berpusat di dalam bekisting. Bagian kecil
tulangan bisa ditekuk untuk mengikuti kelengkungan shell.
Saat semen sudah mengering dan beton sudah mengeras,
R.C.C. Membran berperan sebagai shell yang kuat dan kaku
dan berfungsi sebagai struktur sekaligus penutup bangunan.

CENTERING OF SHELL
Centering
(pemusatan)
adalah
istilah yang digunakan untuk
menggambarkan
dukungan
sementara yangh dibutuhkan oleh
struktur shell.
Pemusatan kubah Barrel yang
merupakan bagian dari silinder
dengan kelengkungan yang sama
sesuai dengan panjang barrel itu
sendiri dan tidak terlalu kompleks.
Berbeda dengan pemusatan Conoid,
dome,
dan
hyperboloid
of
revolution yang lebih kompleks.
Hal
yang
menarik
mengenai
struktur Shell terletak pada
kesederhanaan bentuknya yang
elegant
dan
melengkung.
Kelemahan dari struktur Shell
adalah masalah biaya. Struktur
Shell lebih mahal karena tenaga
kerja
yang
dibutuhkan
lebih
banyak untuk membangunnya.

SHELLS

DOUBLY CURVED

SINGLY CURVED

(NON DEVELOPABLE SHELLS)

(DEVELOPABLE SHELLS)

SURFACES OF
REVOLUTION
CIRCULAR CYLINDER
(BARREL)

CONES

SURFACES OF
TRANSLATION/RULED
SURFACE

ANTYNCLASTIC

SYNCLASTIC
SURFACE OF
REVOLUTION

CIRCULAR OR
NON CIRCULAR
CYLINDER

HYPERBOLOIDS OF
REVOLUTION OF ONE
SHEET

CONES

SURFACES OF
REVOLUTION
CIRCULAR
DOMES

SURFACES OF
TRANSLATION/RULED
SURFACE
ELLIPTIC
PARABOLOIDS

SURFACES OF
TRANSLATION/
RULED SURFACE

HYPERBOLIC
PARABOLOIDS

CANOIDS

ELLIPSOID OF
REVOLUTION

PARABOLOIDS OF
REVOLUTION

PARABOLOIDS OF
REVOLUTION

HYPERBOLOIDS OF
REVOLUTION OF
ONE SHEET

JENIS-JENIS STRUKTUR SHELL


Shell biasanya diklasifikasikan berdasarkan
bentuknya, jenis-jenis shell yang diketahui
adalah :
1. Single curve shell / Developable shapes
(cones, cylinders, or barrels)
2. Rotation curve shell / Synclastic shapes
(domes)
3. Anticlastic curve shell (saddle shapes
including conolds, hyperbolic,
paraboloids, dan hyperboloids)

=>
ROTATION CURVE SHELL =>
ANTICLASSIC CURVE SHELL
=>
SINGLE CURVE SHELL

ADVANTAGES AND DISADVANTAGES OF SHELL


Advantages :
1.

Konstruksi yang sangat ringan. Untuk Shell rentangan 30 meter dibutuhkan ketebalan
sekitar 60 mm

2.

Beban mati dapat mengurangi beban pondasi dan sistem penopangnya

3.

Mendapatkan keuntungan dari fakta bahwa bentuk yang melengkung dapat terentang
lebih panjang

4.

Secara estetika, Shell terlihat lebih bagus dibandingkan dengan bentuk konstruksi
lainnya

Disadvantages :
1.

Shuttering problems

2.

Diperlukan akurasi yang lebih besar pada bekisting

3.

Diperlukan tenaga kerja dan pengawasan yang baik

SINGLE CURVE SHELL


SINGLE CURVED SHELL ADALAH SHELL DARI 1 KURVA YANG ARAH LENGKUNGNYA
DALAM SATU ARAH YANG PERMUKAANNYA TIDAK DIPUTAR/DIGESER, DAN DIBENTUK
OLEH KONUS YANG SAMA DAN SILINDER.
SINGLE CURVED SHELL LURUS DALAM SATU ARAH DAN MELENGKUNG DI SISI
LAINNYA, JUGA BISA DIBENTUK DENGAN CARA MEMBENGKOKAN MEMBRAN YANG
DATAR.

SIFAT STRUKTUR SINGLE CURVED SHELL


SINGLE CURVED SHELLS MEMILIKI SIFAT YANG BERBEDA-BEDA TERGANTUNG PADA
PANJANG RELATIFNYA. SHORT BARREL SHELLS MEMILIKI DIMENSI YANG PALING
PENDEK SESUAI DENGAN SUMBU LONGITUDINALNYA, SEDANGKAN LONG BARREL
SHELL MEMILIKI DIMENSI YANG LEBIH PANJANG.

BARREL SHELLS
Barrel termasuk pada Developable Surface yang
gulungannya bisa dibuka menjadi bidang datar
tanpa merobek atau meregangkannya. Barrel
terbentuk dengan cara membengkokkan sebuah
bidang datar, dan barrel membentuk hanya ke satu
arah.
Barrel terbentuk dari gabungan arch action dan
beam action.
Ada dua jenis utama dari barrel, yaitu :
o Long Barrels, arch action yang menonjol
o Short Barrels, beam action yang menonjol

->
->

LONG BARREL SHEELS


Long Barrel Shells biasanya di support pada sudut-sudutnya dan berperilaku
sebagai balok besar pada arah longitudinal. Akibat tekanan pada Shell yang
menyerupai tekanan pembengkokan pada balok, maka pada bagian atas mengalami
tekanan di sepanjang baloknya, sedangkan pada bagian bawahnya mengalami
tegangan.
Peran diafragma pada shell yang tipis memberikan perlawanan yang diperlukan
pada pergeseran secara horizontal dan vertikal yang memiliki sifat yang mudah
membengkok.

SHORT BARREL SHELLS


Short Barrel Shells biasanya di support pada sudut-sudutnya dan berperan pada satu atau
beberapa kombinasi. Cara pertama adalah membuat setiap sisinya menjadi lengkungan yang kaku,
lalu dengan shell yang berperan sebagai lempengan yang membentang di antara sisi lengkungan.
Cara kedua yaitu untuk setiap tepian longitudinal yang lebih rendah dibuat menjadi balok yang lebih
kaku, dengan shell tipis yang berperan sebagai rangkaian dari rentangan antara sisi balok dengan
lengkung yang berdekatan.

Karena ketebalan minimum dari shell yang diperlukan untuk practical konstruksi jauh melebihi dari
yang diperlukan, maka dari itu shell jenis ini tidak efisien dan jarang digunakan.

(a) Sebagai lempengan yang terentang diantara sisi lengkungan


(b) sebagai rangkaian dari lengkungan yang terentang secara berdekatan
diantara tepi balok
(c) kubah barrel yang harus di topang secara terus-menerus sampai ke
dasarnya.

EDGE CONDITION
Agar struktur berperilaku sebagai shell yang sebenarnya (dalam hal tegangan dan
tekanan saja). Hal itu diperlukan untuk menjaga bentuk desain shell dengan cara
mengkakukan kedua ujung dan tepian longitudinalnya, dan dengan cara menahan
dorongan dari luar.

Diagram tekanan pada long barrel shell dikenai beban yang


terdistribusi secara merata. Tekanan dan tegangan yang terjadi selalu
memiliki arah yang tegak lurus satu sama lain. Jarak dari kontur
tekanan menunjukan konsentrasi dari tekanan pada daerah itu
(semakin dekat jarak berarti semakin terjadi tekanan yang semakin
besar)

Sangat penting membatasi ujung Shell untuk mempertahankan bentuknya di


bawah kondisi pembebanan yang tidak menggunakan kabel. Hal ini biasanya
dilakukan dengan mengkakukan ujung-ujungnya, dengan cara menebalkannya menjadi
lengkungan pada kolom penopang untuk menahan dorongan lateral atau dengan
cara menggunakan bearing wall (yang memberikan topangan vertikal,
mempertahankan bentuk dari ujung-ujung Shell tersebut, dan berperan sebagai
shear walls untuk menahan dorongan dari arah luar)

(a) Ujungnya dikakukan menjadi lengkungan pada kolom dengan


menggunakan tie-rods untuk menahan gaya lateral.
(b) (b) ujungnya menggunakan bearing wall yang memberikan topangan
vertikal, mempertahankan bentuk dari ujung shell itu sendiri, dan
berperan sebagai shear wall yang menahan dorongan dari arah luar.

Gaya lengkung dari barrel shell terjadi di sepanjang bangunan itu sendiri (tidak hanya
pada ujungnya). Akibatnya, gaya dari arah luar berkembang di sepanjang bangunan itu juga.
Ketika Shell diulang-ulang dalam bentuk lekukan (multibay), gaya dari arah luar shell yang
berdekatan menjadi seimbang satu sama lain, hanya ujung yang tidak bertumpu pada shell
pertama dan terakhir yang harus menahan gaya dorong.
Diafragma pada Shell berperan sebagai balok yang tipis untuk mentransfer gaya dorong
sampai ke bagian ujung yang tertopang. Dibutuhkan Flange sebagai stiffener (pengkaku)
untuk menahan gaya lateral yang bisa menyebabkan terjadinya tekukan pada ujung Shell.

Ujung Shell bagian luar berperan sebagai balok tipis


yang akan mentransfer gaya dorong sampai ujung yang
tertopang dan harus dikakukan untuk menghindari
terjadinya tekukan.

BARREL SHAPES
Barrel Shells bisa dibentuk menjadi bermacam-macam
bentuk silinder dan conical (lengkungan pada satu arah saja).
Selain itu, kubah intersecting juga bisa digunakan.

Kimbell Museum

Nama
Fungsi
Lokasi
Arsitek

:
:
:
:

Kimbell Museum
Art Museum
Forth Worth, Texas, Amerika
Louis I Kahn

Kubah Barrel
Kimbell Museum terdiri dari 16 kubah paralel yang panjangnya
30.6m, tingginya 6m, dan lebarnya 6m. Masing-masing kubah
ditopang 2 cycloid concrete shell. Masing-masing kubah memiliki
4 kolom beton sendiri dan strukturnya dipisahkan oleh beton
dan longitudinal skylight.
cycloid : mirip dengan bentuk semi elipse dengan bagian bawah
kurva adalah garis vertikal.
Isolasi atap dan atap tembaga diterapkan
di bagian atas

Reinforcement of Cycloid Shell


Penguat bangunan terbuat dari 3
deret tegangan kabel baja
konvensional dengan masingmasing pada sisi bagian bawah
shell.
Kubah dari 2 cycloid concrete shell
dipisahkan oleh longitudinal
skylight.
Shell tebal dengan bentuk
lengkung yang kaku.
Lengkungan itu dipisahkan dari
tembok terakhir dengan kaca tipis
yang menekankan tembok nonbearing. Semua beban dipindahkan
dari lengkungan ke kolom.

Skylight Structural Details


Jarak Skylight ke center sekitar
3 kaki dari kubah.
11 concrete spacers menahan 2
shell dengan gaya tekaan
sepanjang sisi pada puncaknya.
Bagian paling atas shell sebagai
diaphragm, sebagai balok
horizontal dengan bentang jarak
yang telah diatur. Agar lebiih
stabil, shell menebal pada
bukaan ini.
Skyligt membuat cahaya masuk
melalui refleksi pada kubah,
kebanyaka cahaya masuk ke sisi
bawah shell dan menuju lantai.

Concrete Channels
6 kaki peguat concrete channel antara masing-masing kubah
untuk sistem ME.
Berfungsi agar tetap kaku di bagian bawah cycloid shell terhadap
tekanan.
Shell menyediakan struktur utaama dan mendukung channel
(saluran).

Beban ini dikombinasikan dengan beban dari concrete channel yang


di arahkan ke concrete coloums.
Beban bawah kolom diarahkan ke ground floor di mana di bawahnya
terdapat pondasi.

Lateral Loads / Beban Lateral


Pada bagian ini beban angin diminimalkan .
Kubah Barrel dan kolom menyediakan perlawanan utama terhadapap beban, tiap elemen
interior core membantu untuk menguatkan dari serangan beban lateral.

Beban pada arah Timur-Barat


Beban menghantam bagian sisi panjang kubah barrel,
di mana fungsi diaphragm sebagai pengantar beban
di bawah kolom ke pondasi. Beban yang tersisa akan
ditransfer ke bagian selanjutnya dan proses transfer
beban ke pondasi akan berulang sampai sisanya
selesai.
Beban pada arah Utara-Selatan
Beban berlari secara paralel ke sisi panjang
kubah dan ditransfer sepajang itu, lalu di ke
bawah kolom menuju pondasi.
Ini adalah dimensi yang kuat, jadi akan lebih
mudah untuk menolak beban lateral dari pada
yang di arah timur-barat.

ROTATION CURVE SHELL


SYNCLASTIC/ ROTATION/ DOME SHAPE SHELL MERUPAKAN
SALAH SATU JENIS DOUBLY CURVED SHELL DAN MEMILIKI
LENGKUNGAN YANG SAMA DISEMUA ARAHNYA. DOME
MERUPAKAN REVOLUSI PERMUKAAN YANG DIBUAT
MELENGKUNG SESUAI GARIS AXIS. POTONGAN VERTICAL
PADA ROTATIONAL SHELL DISEBUT GARIS MERIDIAN/
LONGITUDINAL DAN POTONGAN HORIZONTAL DISEBUT
HOOP ATAU PARALLEL.

BENTUK ROTATION SHELL


DIBAGI MENJADI 3
o HEMISPHERE

->

->
o PARABOLOID ->
o ELLIPSOID

HEMISPHERE
Pada rotation shell berbentuk hemisphere, karena garis-garis
lengkung berbentuk setengah lingkaran,terdapat
kecenderungan dome akan stabil diatas tapi melendut dibagian
bawah. Pada spherical dome yang landai hanya menahan kompresi
horizontal/hoop saja, tetapi pada spherical dome yang tinggi
berada di kompresi horizontal diatas 45 derajat dan kompresi
dibawah.

GAMBAR A MENUNJUKKAN DOME YANG LANDAI


GAMBAR B MENUNJUKKAN KOMPRESI PADA DOME
YANG LEBIH DALAM

ELLIPSOID
Ellipsoid dome adalah bentuk dome yang lebih datar dibagian
atas daripada dibagian bawah, mampu menahan kecenderungan
untuk melendut dibagian bawah sehingga lebih bergantung pada
ketegangan ring untuk stabilitas.

PARABOLOID
Paraboloid dome yang memiliki bentuk keatas,
memiliki kecenderungan yang lebih sedikit untuk
melendut dibagian bawah dan menghasilkan tekanan
ring/hoop yang lebih rendah.

ARAH GAYA PADA MEMBRAN

-----------Arah gaya tekan

Arah gaya tarik

Gambar 1 arah gaya jika dikeliling dasar, gambar 2 arah gaya


jika dome ditumpu oleh kolom

Kresge Auditorium
Kresge auditorium adalah
bangunan seperdelapan
lingkaran dengan
struktur shell tipis yang
ditumpu oleh 3 titik
dengan tinggi 50 kaki/15
meter . Jari jari kubah
kresge auditorium adalah
34 m. tipikal ketebalan
beton pada struktur
adalah 8,7 cm dan
menebal sampai
ketebalan 50 cm di ketiga
titik tumpuan.

Nama
Fungsi
Lokasi
Arsitek
Structural Engineers
Dibangun

:
:
:
:
:
:

Kresge auditorium
auditorium
Massachusetts Institute of Technology, Cambridge
Eero Saarinen
Ammann & Whitney
1953-1955

PADA TITIK TUMPU

DITAHAN OLEH BUTTRESS BETON

PADA UJUNG SHELL DIBERI BINGKAI BETON YANG


JUGA BERFUNGSI SEBAGAI TALANG HUJAN

ANTICLASSIC CURVE SHELL


MERUPAKAN SALAH SATU JENIS STRUKTUR DOUBLE
CURVED SHELL. STRUKTURNYA BERBENTUK PELANA
DENGAN ARAH LENGKUNGAN YANG BERBEDA PADA
SETIAP ARAHNYA.

CONTOH
Sistem anticlastic biasanya terdapat pada bentuk
struktur cangkang Translational surface, yaitu
bidang yang diperoleh dengan garis lengkung yang
datar digeser sejajar diri sendiri terhadap garis
lengkung yang datar lainnya
Translational surface:
HYPERBOLIC PARABOLOID SHELL
CONOID SHELL

->

->

HYPERBOLIC PARABOLOID (HYPAR)


SHELL
merupakan suatu bidang geseran (translational surface) yang
terbentuk jika kedua garis lengkung tersebut merupakan garis
lurus yang saling bersilangan (rulled surface)

Q
P

b
D

A
B

ab|
garis lurus melalui P
sepenuhnya terletak
pada bidang hypar

H
E

F
P
C

B=C

A=D
H

Intersecting hypars
(2 hypar bersilangan)
AED
AGB
BEC
CHD

EF
GH

ABCD :
P: puncak parabola terendah

Hypar terbagi atas dua macam, yaitu


hypar with curved edges (tepi-tepi lengkung)

hypar with straight edges (tepi-tepi lurus)

CONOID SHELL
Sama seperti hypar shell, conoid merupakan bidang
berbentuk pelana. namun tegangan pada membrannya tidak
dapat disimpulkan sesederhana tegangan pada membran
hypar. secara keseluruhan, conoid lebih susah terbentuk
bidang conoid dapat dibentuk dengan memindahkan salah
satu tepi megikuti garis lengkung dan tepi yang lainnya
mengikuti garis lurus

Zarzuela Hipodrome

Nama
Fungsi
Lokasi
Arsitek
Structural Engineers
Dibangun

:
:
:
:
:
:

Zarzuela Hipodrome
Stadion Pacuan Kuda
Madrid, Spanyol
Carlos Arniches
Eduardo Torroja
1934-1941

salah satu struktur cangkang


awal, dibangun pada tahun 1935.
Merupakan salah satu
struktur atap bangunan yang
terkenal baik dalam
pengaplikasian struktur
cangkang hyperbolic
paraboloid. susunan
kantilevernya menjadikan
kolom penunjang utama
berada di bagian belakang
kursi penonton, sehingga tidak
ada yang menghalangi
pandangan penonton ke area
pacuan kuda

Konsep pada awalnya


diusulkan menggunakan
atap datar, namun pada
akhirnya berdasar
pertimbangan, desain atap
diganti dengan lembaran
atap silinder. dengan adanya
lengkungan pada bagian
ujung, membentuk bagian
pendukung yang berperan
seperti kantilever

GAYA BEBAN