Anda di halaman 1dari 10

EMISI SURAT BERHARGA

PASAR MODAL PASAR UANG

MAKALAH
Disusun sebagai salah satu syarat untuk tugas terstruktur
mata kuliah Pasar Modal Pasar Uang

Disusun Oleh:
Ayu Tedyana Putri (131120000925)
Setyaningrum A.
(131120001191)
Novia Sulistyo P.
(131120000937)
Mei Handayani
(131120001160)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA
JEPARA
2016
BAB I

PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang

B.

Rumusan Masalah

C.

Tujuan Penulisan

BAB II

PEMBAHASAN

Emisi Surat Berharga Pasar Modal (Issuing Securities)


Berikut ini dua cara perusahaan melakukan emisi surat berharga di pasar
modal:

1.

1.

Penawaran Terbatas (Private Placement)

2.

Penawaran Umum (Public Issue)

PENAWARAN TERBATAS (PRIVATE PLACEMENT)


PENAWARAN TERBATAS (PRIVATE PLACEMENT) adalah dengan cara

menjual saham atau kepemilikan badan usaha. Metode penjualan ini bisa
dilakukan dengan berbagai cara, antara lain melalui private placement dan public
offering (PO). Pada metode private placement, perusahaan menawarkan sahamnya
kepada pihak-pihak tertentu dengan persentase kepemilikan yang signifikan.
Pihak tertentu tersebut biasanya adalah investor institusi yang bertujuan untuk
mendapatkan kepemilikan, kendali dan akses pada manajemen internal badan
usaha. Pada metode ini, penentuan harga dilakukan berdasarkan negosiasi,
sedangkan penawar yang dipilih adalah penawar yang memberikan harga dan
keuntungan yang paling baik bagi pemilik lama. Harga saham per lembar yang
dihasilkan dari proses negosiasi ini tidak selalu sama dengan harga di pasar.
Emisi surat berharga tipe Private Placement mempunyai keuntungan sebagai
berikut :
1.

Biaya emisinya lebih kecil dibandingkan dengan Penawaran

Umum ( Public Issue)


2.

Kontrak sekuritas dirancang sesuai kebutuhan perusahaan.

Contohnya pada kasus utang, hubungan antar debitur dan kreditur bersifat
tertutup dibandingkan dengan penawaran umum (public issue). Investor
dapat lebih lunak melakukan negosiasi dengan perusahaan yang
melakukan penawaran.
3.

Waktu kontraknya fleksibel.

Penawaran Terbatas (Private Placement) mempunyai kelemahan,yaitu Pada pasar


semacam ini baik debitur maupun kreditur menghadapi sejumlah resiko antara
lain sebagai berikut :
1.

Para penanam modal yang menginvestasikan surat berharga tidak

dapat dengan mudah menemukan pasar sebagai jaminan jika mereka ingin
menjual kembali surat berharga tersebut.
2.

Sebelum kontrak dibuat diperlukan penyelidikan untuk perusahaan

yang bersangkutan.
3.

Dari segi emiten maka pembayaran dividen akan menjadi lebih

tinggi dibandingkan dengan tingkat dividen pada emisi umum.

2.

PENAWARAN UMUM (PUBLIC ISSUE)


Penawaran umum adalah cara yang pada umumnya dilakukan untuk

menawarkan surat berharga di pasar modal. Penawaran tersebut dilakukan secara


umum pada pasar surat berharga dan mendapat ijin dari badan yang mempunyai
otoritas yang berwenang. Persyaratan perjanjian harus lengkap, sebelum
perusahaan menawarkan di pasar modal. Setelah peraturan yang ada terpenuhi
kemudian emisi dapat dilakukan emiten. Pada umumnya penanam modal
mempunyai cukup informasi proses emisi, yang akan membantu dalam
pembuatan keputusan. Prospektus memberi informasi secara detail, mengenai
kondisi keuangan emiten serta hal-hal lain yang dipandang perlu untuk
membentuk transparasi perusahaan yang akan go public. Emisi surat berharga
dilakukan oleh penjamin emisi di pasar terbuka.
Peran Penjamin Emisi
Penjamin emisi ini merupakan lembaga yang mempunyai peran kunci
pada setiap emisi efek di pasar modal. Mereka memberi nasehat serta hal-hal yang
perlu diperhatikan emiten serta bagaimana dan kapan saat yang tepat melakukan
penawaran.

Penjamin Emisi (underwriter) adalah pihak yang (a) telah mengadakan


kontrak untuk membeli efek dari emiten, pihak pengendali yang mempunyai
afiliasi dengan emiten atau penjamin emisi efek lainnya untuk dijual dalam rangka
penawaran umum, (b) telah mengadakan kontrak dengan emiten atau pihak
pengendali yang mempunyai afiliasi dengan emiten untuk menawarkan atau
menjual efek melalui suatu penawaran.
Penjamin emisi berfungsi sebagai penjamin dalam penjualan efek yang
diterbitkan oleh perusahaan go public. Jaminan yang dikeluarkan oleh penjamin
emisi mengandung risiko jika efek yang dijual tidak Iaku dan sebaliknya akan
memperoleh imbalan jika Iaku. Besarnya imbalan sesuai dengan yang telah
disepakati sebelumnya. Karena terdapat risiko yang mungkin diderita penjamin
emisi, maka biasanya penjamin emisi tidak mutlak menjamin penjualan efek
secara keseluruhan.
Dalam melaksanakan fungsinya, para penjamin emisi melakukan kegiatan antara
lain sebagai berikut :
Membantu emiten dalam rangka mempersiapkan pernyataan pendaftaran
berikut dokumen pendukungnya.
Memberi konsultasi dibidang keuangan seperti jumlah dan jenis efek yang
akan diterbitkan, bursa yang dipilih untuk mencatatkan saham, penentuan jadwal
emisi, penunjukkan lembaga penunjang lain, metode pendistribusian dan
sebagainya.
Melakukan penjaminan terhadap efek yang diemisikan.
Melakukan evaluasi terhadap kondisi perusahaan antara lain keuangan,
manajemen, pemasaran, produksi, berikut prospeknya.
Menentukan harga saham bersama-sama emiten.
Fungsi penjamin emisi

Mengkoordinir persiapan yang diperlukan bersama emiten dalam penyusunan


dokumen pendaftaran, dokumen pendukung dan prospektus. Selain itu penjamin
emisi efek akan menjamin penawaran efek di pasar modal.
Ditinjau dari segi bobot dan tanggungjawabnya sebagai penjamin emisi kepada
emiten, dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :
1)

Penjamin emisi dengan kesanggupan penuh (full commitment underwriting)

2)

Penjamin emisi dengan kesanggupan terbaik (full effort underwriting)

3)

Penjamin emisi dengan kesanggupan siaga (stand by commitment)

1. Penjamin Emisi dengan Kesanggupan Penuh (PEKP)


Bentuk

penjamin

emisi

dengan

kesanggupan

penuh

terjadi

apabila penjamin emisi memperkirakan bahwa penawaran sekuritas mampu


diserapsecara keseluruhan oleh pasar. Penjamin emisi dengan kesanggupan penuh
adalah bentuk komitmen penjamin emisi untuk meningkatkan diri membeli
seluruh efek dan menawarkannya kepada masyarakat. Emiten memberikan
tanggungjawab kepada penjamin emisi untuk mengambil alih resiko penawaran
efek dengan cara memberikan jaminan kepada emiten bahwa penjamin emisi
membeli seluruhnya efek yang ditawarkan dan kemudian menjualnya kembali
kepada masyarakat dengan harga yang lebih tinggi daripada harga yang
dibayarkan kepada emiten. Dengan demikian, kalau sebagian atau seluruh efek
tersebut tidak laku terjual, maka resiko sepenuhnya adalah menjadi beban
penjamin emisi.
2. Penjamin Emisi dengan Kesanggupan Terbaik (PEKT)
Dalam
emisi dihadapkan

sistem

penjaminan

pada

konservatif, mengingat

ini,

situasi pasar

kemungkinan

daya

pihak
yang
serap

emiten

dan

mengharuskan
masyarakat

penjamin
sikap
terhadap

efek tersebut sangat rendah. Bentuk penjaminan ini, menempatkan para penjamin
emisi hanya berperan sebagai agen dari emiten saja. Dalam penjaminan emisi
Dengan kesanggupan terbaik dikenal dua alternatif model yaitu :

a)

All or None offering


Dalam penjaminan emisi ini dapat ditentukan bahwa penawaran akan

dibatalkan apabila tidak terjual seluruhnya. Emiten biasanya melakukan


pendekatan ini, apabila emiten merasa bahwa penawaran tidak ekonomis untuk
dilanjutkan kecuali jumlah modal yang diperlukan dari hasil penjualan efek
tersebut dapat diperoleh.
b)

Minimum-Maximum
Model ini memberikan kesempatan kepada penjamin emisi bahwa

penawaran efek akan dibatalkan apabila tidak tercapai batas minimum,


permohonan pembelian akan terpenuhi apabila batas minimum terlampaui.
3. Penjamin Emisi dengan Kesanggupan Siaga (PEKS)
Penjamin emisi ini bertanggungjawab untuk menawarkan dan menjual
suatu emisi efek, disamping itu menyanggupi untuk membeli sisa efek yang tidak
laku terjual dengan suatu tingkat harga tertentu yang sesuai dengan syarat yang
diperjanjikan.
Jenis-jenis Penjamin Emisi
Penjamin emisi tidak mungkin bekerja sendiri dalam suatu emisi efek di pasar
modal. Hal ini disebabkan beberapa alasan antara lain :
1.

Penjamin emisi tidak mempunyai modal yang cukup untuk melakukan

penjaminan emisi.
2.

Penjamin emisi ingin membagi resiko dengan penjamin emisi yang lain.

Dengan melihat fungsi dan tanggungjawabnya masing-masing dalam suatu


sindikasi, para penjamin emisi dibedakan menjadi 3 yaitu :
1.

Penjamin Utama Emisi (Lead Underwriter)


Penjamin utama emisi ini membuat kontrak dengan emiten dalam suatu

perjanjian. Dalam perjanjian ini penjamin utama emisi memberikan jaminan


penjualan efek dan pembayaran seluruh nilai efek kepada emiten. Apabila
penjamin utama emisi lebih dari satu, maka jaminan tersebut diberikan secara

bersama-sama. Jadi, penjamin utama emisi tipe ini yang bertanggungjawab atas
seluruh penyelenggaraan suatu penawaran umum.
2.

Penjamin Pelaksana Emisi (Managing Underwriter)


Penjamin pelaksanaan emisi ini yang akan mengkoordinir pengelolahan

serta penyelenggara

emisi

efek.

Dalam

pelaksanaannya

mempunyai

tanggungjawab antara lain membentuk suatu kelompok penjamin, menetapkan


bagian penjaminan masing-masing penjamin emisi, menstabilkan harga setelah
pasar perdana mengalokasi penjatahan dalam hal melebihi penawaran (over
supply).
3.

Penjamin Peserta Emisi (Co Underwriter)


Penjamin peserta emisi ini tidak bertanggung jawab secara langsung

kepada emiten. Sebab penjamin peserta emisi membuat kontrak dengan penjamin
emisi utama dalam suatu perjanjian untuk melakukan penjualan dan pembayaran
sesuai dengan porsi yang diambilnya.
Penetapan Harga Oleh Penjamin Emisi
Harga saham perdana biasanya dipengaruhi oleh biaya emisi di pasar
modal. Biaya tersebut meliputi: biaya administrasi, biaya pencatatan awal, biaya
untuk mengikuti peraturan dasar yang ditentukan, biaya penerbitan prospectus
untuk publikasi, public expose, dan fee akuntan. Para emiten dengan bantuan
pihak penjamin emisi mencoba untuk meyakinkan bahwa penetapan harga cukup
tinggi untuk menutup biaya-biaya tersebut. Disamping itu, juga punya alasan yang
menarik yang dapat diterima oleh para penanam modal. Harga saham dengan
pendekatan ini ditentukan oleh penjamin emisi setelah mempertimbangkan
sejumlah factor. Penetapan harga saham perdana pada kenyataannya adalah hal
yang sulit.

BAB III
PENUTUP
A.

Kesimpulan

B.

Saran

DAFTAR PUSTAKA

Sunariyah. 2010. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal, edisi ke enam.


Yogyakarta: UPP-AMP YKPN.