Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACAR A PENYULUHAN

1.
2.
3.
4.
5.

Topik Penyuluhan :
Pokok Bahasan
:
Sub Pokok Bahasan: Latihan Nafas Dalam
Sasaran
:
Waktu
Hari
:
Tanggal
:
Pukul
:
6. Tujuan
:
6.1 Tujuan Umum
Klien turut serta dalam penyembuhan
6.2Tujuan Khusus
Sasaran dapat melakukan latihan nafas dalam
No
.
1.

Tahap Kegiatan

2.

Penyajian
(10 menit)

3.

Demontrasi
(10 menit)

4.

Re demonstrasi
(10 menit)

5.

Penutup
(10 menit)

Pembukaan
(5 menit)

Kegiatan
Perawat
Salam
Pembuka
Memperkenalk
an diri
Menjelaskan
maksud dan
tujuan
Membagikan
leaflet
Menyampaikan
materi :
Latihan nafas
dalam
Memberikan
contoh latihan
nafas dalam
Mengajarkan
latihan nafas
dalam
Melakukan
Tanya jawab
Menutup
pertemuan

Kegiatan
Klien
Mendengark
an
keterangan
penyaji

Metode

Memperhati
kan dan
mendengark
an penyaji
Memperhati
kan penyaji

Ceramah
Leaflet

Mengikuti
layihan
nafas dalam
Mendengark
an dan
bertanya

demonstr
asi

Ceramah

Demonst
rasi

Ceramah

Materi Penyuluhan
a. Nafas Dalam
Yaitu bentuk latihan nafas yang terdiri dari pernafasan abdominal
(diagfragma) dan purse lip breathing (menggunakan pengeluaran
lewat bibir). (Eni Kusyati dkk,2003)
Tujuan
Pernafasan abdominal atau diagfragma memungkinkan nafas dalam
secara penuh dengan sedikit usaha. Purse lip breathing membantu
klien mengontrol pernafan yang berlebihan.
Adapun tekniknya adalah sebagai berikut :
Atur posisi yang nyaman dengan posisi setengah duduk (semi
fowler) di tempat tidur atau dikursi atau dengan lying position
(posisi berbaring) di tempat tidur dengan satu bantal.
Fleksikan lutut untuk merelaksasikan otot abdomen
Tempatkan satu atau dua tangan pada abdomen tepat di bawah
tulang iga
Tarik nafas melalui hidung, jaga mulut tetap tertutup
Konsentrasi dan rasakan gerakan naiknya abdomen sejauh
mungkin tetap kondisi refleks dan cegah lengkung pada
puggung.
Kemudian hembuskan lewat bibir seperti meniup dan dengan
perlahan-lahan bersamaan dengan gerakan iga menurun.
Gunakan latihan ini setiap kali merasakan nafas pendek dan
tingkatkan bertahap selama 5-15 menit, 5 kali dalam sehari.
b. Batuk Efektif
Yaitu latihan batuk untuk mengeluarkan secret. (Eni Kusyati dkk,2003)
Tujuan
Memobilisasi secret sehingga dapat di keluarkan. Juga dapat melatih
ekspansi paru secara maksimal karena jika klien tidak bisa batuk
secara efektif maka pneumonia hipostatik dan komplikasi lainnya
dapat terjadi.
Adapun tekniknya sebagai berikut :
Tarik nafas dalam lewat hidung dan tahan nafas untuk beberapa
detik
Batukkan 2 kali, batuk pertama untuk melepaskan mucus dan
batuk kedua untuk mengeluarkan secret.
Inspirasi dengan nafas pendek cepat secara bergantian
(menghirup) untuk mencegah mucus bergerak kembali ke jalan
nafas yang sempit.
Istirahat
Sumber

Eni Kusyati dkk,2003, Keterampilan dan Prosedur Keperawatan Dasar.

SATUAN ACARA PENYULUHAN


1.
2.
3.
4.

Topic Penyuluhan :
Sub Pokok Bahasan:
Sasaran
:
Waktu Pertemuan :
Hari
:
Tanggal
:
Pukul
:
5. Tujuan
5.1Tujuan Umum
Klien turut serta dalam latihan ROM ekstrimitas bawah
5.2Tujuan Khusus
Sasaran dapat melakukan latiha ROM ekstrimitas bawah
Tahap
Kegiatan
Pembukaan
(5 menit)

Penyajian
(10 menit)

Demonstra
si
(10 menit)

Re
demonstras
i
penutup

Kegiatan
Perawat
Salam
pembuka
Memperkenal
kan diri
Menjelaskan
maksud dan
tujuan
Membagikan
leaflet
Menyampaik
an materi
Latihan ROM
ekstrimitas
bawah
Memberikan
contoh
latihan ROM
ekstrimitas
bawah
Mengajarka
latiha ROM
ekstrimitas
bawah
Melakukan

Kegiatan
Klien
Mendengark
an kegiatan
penyaji

Metode

Memperhati
kan dan
mendengar
kan
keterangan
penyaji
Memperhati
kan penyaji

Ceramah
leaflet

Mengikuti
latihan ROM
eksrtimitas
bawah
Mendengark

demonstras
i

Ceramah

Demonstra
si

Ceramah

Tanya jawab
Menutup
pertemuan

an dan
bertanya

Materi
1. Latihan Aktif ROM
Adalah layihan gerak meregangkan otot, klien mampu
menggerakan masing-masing persendiannya sesuai dengan
rentang gerak normal.
Tujuan
latihan nini dapat mempertahankan atau
meningkatkan kekuatan dan kelemahan otot.
Mempertahankan fungsi kardiorespirasi.
Mencegah kontraktur dan kekuatan pada
persendian
2. Latihan Pasif ROM
Adalah latihan pergerakan dimana perawat atau petugas lain
menggunakan persendian dari klien sesuai dengan rentan
geraknya.
Tujuan
Menjaga fleksibilitas dari masing-masing persendian
Adapun tekniknya adalah sebagai berikut :
Fleksi dan ekstensi lutut dan pinggul
- Angkat kaki dan bengkokan lutut
- Gerakan lutut keatas menuju dada sejauh mungkin
- Kembalikan lutut ke bawah, tegakkan lutut, rendahjan
kaki sampai pada kasur.
Abduksi dan adduksi kaki
- Gerakkan kaki ke samping
- Kembalikan menyebrang di atas kaki yang lainnya
Rotasikan pinggul internal dan eksternal
- Putar kaki ke dalam kemudian ke luar
Dorsol pleksi telapak kaki
- Letakkan saru tangan di bawah tumit
- Tekan kaki klien dengan lengan anda, untuk
menggerakan ke atas kaki
Plantar fleksi telapak kaki
- Letakkan satu tangan pada punggung dan tangan
yang lainnya berada pada tumit
- Dorong telapak kaki menjauh dari kaki
Fleksi dan ekstensi jari-jari kaki
- Letakkan satu tangan pada punggung kaki klien,
letakkan tangan yang lainnya pada pergelangan kaki.
- Bengkokan jari-jari ke bawah
- Kembalikan lagi pada posisi semula
Inversi dan enversi telapak kaki

Letakkan satu tangan di bawah tumit dan tangan yang


lainnya di atas punggung kaki.
Putar telapak kaki ke dalam kemudian ke luar.