Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Analisis demografi memberi sumbangan yang sangat
besar, baik kualitatif maupun kuantitatif pada kebijakan
kependudukan. Dinamika kependudukan terjadi karena
adanya dinamika kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas)
dan perpindahan penduduk (migrasi) terhadap perubahanperubahan dalam jumlah, komposisi dan pertumbuhan
penduduk. Perubahan-perubahan unsur demografi tersebut
pada gilirannya mempengaruhi perubahan dalam berbagai
bidang

pembangunan

secara

langsung

maupun

tidak

langsung. Selanjutnya perubahan-perubahan yang terjadi di


berbagai bidang pembangunan akan mempengaruhi dinamika
kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk, khususnya
untuk migrasi.
Masalah kependudukan merupakan salah satu masalah
yang sangat kompleks dalam suatu negara. Baik tidaknya

kependudukan dapat menentukan arah negara tersebut. Tiga


komponen utama yang mempengaruhi suatu kependudukan
adalah fertilitas (kelahiran), mortalitas (kematian), dan
migrasi (perpindahan). Migrasi sebagai salah satu komponen
merupakan contoh mobilitas yang terjadi saat ini. Peninjauan
migrasi secara rasional sangat penting untuk ditelaah khusus
dengan memperhatikan adanya kepadatan dan persebaran
penduduk yang kurang merata.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam makalah ini rumusan masalah yang akan
dibahas adalah :
1. Apakah pengertian migrasi ?
2. Apa saja faktor serta alasan terjadinya migrasi?
3. Berapa jenis migrasi yang ada?
4. Bagaimana dampak yang ditimbulkan dari migrasi
serta upaya penanggulangannya?

1.3 Tujuan dan Manfaat


Tujuan dan manfaat yang diharapkan melalui makalah
ini adalah agar para pembaca mengatahui apa itu migrasi,
mulai dari pengertian, faktor penyebabnya, alasan terjadinya,
jenis-jenisnya, hingga dampak yang ditimbulkan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Pengertian Migrasi

Migrasi adalah gerakan individu atau kelompok dari satu


tempat lain yang melibatkan permanen atau semi permanen
perubahan tempat tinggal biasa. Migrasi merupakan yang
paling

volatile

demografis

dasar

Variable

cepat

mencerminkan perubahan sosial, ekonomi dan situasi politik;


baik di tingkat nasional dan internasional. (Melake Demena :
Population and Deveploment)
Perpindahan penduduk yang berlangsung dalam
masyarakat ada dua macam sebagai berikut :
a. Perpindahan

vertikal,

yaitu

pindahnya

status

manusia dari kelas rendah ke kelas menengah, dari


pangkat yang rendah ke pangkat yang lebih tinggi,
atau sebaliknya.
b. Perpindahan horizontal, yaitu perpindahan secara
ruang atau secara geografis dari suatu tempat ke
tempat yang lain. Peristiwa inilah yang sering disebut

dengan

migrasi,

meskipun

tidak

setiap

gerak

horizontal disebut migrasi.


Fenomena migrasi merupakan salah satu dari mobilitas
penduduk yang tidak dapat dilepaskan dari proses perubahan
menyeluruh dari kehidupan ekonomi global. Migrasi adalah
perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari satu
tempat ketempat lain melampaui batas politik atau batas
negara lain. Pada tataran yang lebih makro aktivitas ini
sesungguhnya berada dalam satu frame dengan peta
perubahan hubungan global, baik dalam bidang ekonomi,
sosial, budaya maupun politik.
Oleh karena itu, paling kurang terjadi dua hal yang
penting untuk menjelaskan mengapa aktivitas ini makin
berkembang dalam skala yang sulit untuk diprediksi.
Pertama, secara teoritis aktivitas ini sering kali dikaitkan
dengan suatu bentuk perubahan dalam struktur sosial, yaitu
suatu aktivitas yang mencoba menghubungkan antara
aktivitas migrasi atau distribusi sumber daya sosial (social

resources). Kedua, bahwa aktivitas ini juga sering dikaitkan


dengan

suatu

proses

relasional

dalam

suatu

proses

pembangunan dengan elemen-elemen sosial dan kelompokkelompok sosial yang ada dalam suatu komunitas. Lebih
spesifik lagi, pada mulanya aktivitas ini dianggap sebagai
suatu proses kolonialisasi, baik yang dilakukan untuk
kepentingan ekonomi maupun politik. Selain itu ada dua
dimensi penting dalam penelahan migrasi ini yaitu dimensi
waktu dan dimensi daerah. Untuk dimensi waktu menurut
BPS batasannya adalah menetap selama 6 bulan didaerah
migran tersebut. Sedangkan untuk dimensi daerah batasannya
unit wilayah dibagi dalam beberapa provinsi menurut BPS.
Migrasi ini juga dijadikan salah satu alternatif pemerintah
dalam pemerataan jumlah penduduk dan mengurangi angka
pengangguran. Terbukti dengan peningkatan jumlah migran
dari tahun ketahun yang sangat spektakuler.
Dalam konteks yang lebih luas, meningkatnya arus
migrasi dapat mempengaruhi terjadinya perubahan komposisi
penduduk di daerah yang terkait dan juga mempengaruhi pola

komunikasi baik individu maupun kolektif dalam komunitas


yang berbeda. Ini berarti dalam intensitas yang tinggi migarsi
dapat memberikan pengaruh modernisasi pada daerah tujuan
migrasi. Sehingga mendorong percepatan modernisasi dan
pengalihan teknologi di daerah tersebut. Dengan begitu dapat
terjadi peningkatan kesejahteraan.
2.2

Faktor faktor terjadinya Migrasi

Berikut beberapa faktor-faktor pendorong terjadinya migrasi


di daerah asal :
1. Makin

berkurangnya

menurunnya

permintaan

sumber-sumber
atas

alam,

barang-barang

tertentu yang bahan bakunya makin sulit diperoleh


seperti hasil tambang, kayu atau bahan dari
pertanian.
2. Menyempitnya lapangan pekerjaan di tempat asal
akibat masuknya teknologi yang menggunakan
mesin-mesin.

3. Adanya tekanan-tekanan atau diskriminasi politik,


agama, suku di daerah asal.
4. Tidak cocok lagi dengan adat, budaya dan
kepercayaan di tempat asal.
5. Alasan

pekerjaan

atau

perkawinan

yang

menyebabkan tidak bisa mengembangkan karir


pribadi.
6. Bencana alam, baik banjir, kebakaran, gempa bumi,
musim kemarau panjang atau adanya wabah
penyakit.
Kebanyakan migrasi dilakukan guna mendapatkan
kesejahteraan yang lebih baik lagi dibanding daerah asal.
Selain faktor pendorong yang menyebabkan maraknya
migrasi daerah tujuan juga mengambil bagian yang penting
sebagai salah satu faktor terjadinya migrasi. Berikut beberapa
faktor-faktor penarik yang mendorong terjadinya migrasi :

1. Adanya rasa superior di tempat yang baru atau


kesempatan untuk memasuki lapangan pekerjaan
yang cocok.
2. Kesempatan mendapatkan pendapatan yang lebih
baik
3. Kesempatan mendapatkan pendidikan yang lebih
tinggi
4. Keadaan lingkungan dan keadaan hidup yang
menyenangkan, misalnya : iklim, perumahan,
sekolah,

dan

fasilitas-fasilitas

kemasyarakatan

lainnya.
5. Tarikan dari orang yang diharapkan sebagai tempat
berlindung
6. Adanya aktivitas-aktivitas di kota besar, tempattempat hiburan, pusat kebudayaan sebagai daya
tarik bagi orang-orang dari desa atau kota kecil.
Berdasarkan penjelasan di atas diketahui bahwa faktor
pendorong dan penarik merupakan faktor utama yang
menyebabkan migrasi. Rata-rata migrasi disebabkan oleh

keadaan ekonomi di daerah asal yang sangat tidak


mendukung. Oleh sebab itu, migrasi dijadikan harapan baru
dalam meningkatkan kesejahteraan mereka.
Selain ada faktor pendorong dan penarik, ada juga
faktor penghambat yang menjadi kendala dalam kegiatan ini.
Faktor-faktor penghambat ini bisa berupa penolakan atas
kedatangan orang lain di daerah mereka sampai pada tahap
melakukan isolasi terhadap daerahnya. Serta pikiran yang
takut akan pengambil alihan hasil sumber daya yang ada
kepihak lain. Di masyarakat yang tradisional sumber daya
merupakan warisan dari nenek moyang mereka yang harus di
jaga dan di rawat dengan baik. Karena masih percaya akan
kutukan dari nenek moyang. Di tandai dengan masih adanya
istilah tanah adat dalam suatu daerah yang mesti dijaga. Bagi
daerah yang seperti ini sangat sulit sekali adanya orang asing
masuk kedaerah tersebut.
Tetapi untuk saat ini, semua daerah bebas di masuki
oleh orang lain asalkan mereka tetap mengikuti tata aturan
yang berlaku dikalangan masyarakat. Keterbukaan ini telah

membuat terjaadinya alih teknologi yang dibawa pendatang


kedaerah tersebut.
2.3

Alasan atau Penyebab terjadinya Migrasi

Alasan yang menyebabkan manusia / orang melakukan


aktifitas migrasi :
1. Alasan Politik / Politis
Kondisi perpolitikan suatu daerah yang panas atau
bergejolak akan membuat penduduk menjadi tidak betah atau
kerasan tinggal di wilayah tersebut.
2. Alasan Sosial Kemasyarakatan
Adat-istiadat yang menjadi pedoman kebiasaan suatu
daerah dapat menyebabkan seseorang harus bermigrasi ke
tempat lain baik dengan paksaan maupun tidak. Seseorang
yang dikucilkan dari suatu pemukiman akan dengan terpaksa
melakukan kegiatan migrasi.

3. Alasan Agama atau Kepercayaan


Adanya tekanan atau paksaan dari suatu ajaran agama
untuk berpindah tempat dapat menyebabkan seseorang
melakukan migrasi.
4. Alasan Ekonomi
Biasanya orang miskin atau golongan bawah yang mencoba
mencari peruntungan dengan melakukan migrasi ke kota.
Atau bisa juga kebalikan di mana orang yang kaya pergi ke
daerah untuk membangun atau berekspansi bisnis.
5. Alasan lain
Contohnya seperti alasan pendidikan, alasan tuntutan
pekerjaan, alasan keluarga, alasan cinta, dan lain sebagainya.
2.4

Jenisjenis

Migrasi

dan

Pola

Perpindahan

Penduduk
Secara umum migrasi dapat dibagi menjadi dua bagian
yaitu :
1. Migrasi internasional (migrasi antarnegara)

Migrasi internasional (migrasi antarnegara) adalah


perpindahan penduduk dari suatu Negara ke Negara
lain. Migrasi internasional meliputi imigrasi,
emigrasi, dan remigrasi.

Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari Negara lain

ke suatu Negara dengan tujuan menetap.


Emigrasi, yaitu berpindahnya penduduk

atau

keluarnya penduduk dari suatu Negara ke Negara lain

dengan tujuan menetap.


Remigrasi, yaitu kembalinya penduduk dari suatu
Negara ke Negara asalnya.

2. Migrasi internal (migrasi nasional)


Migrasi internal (migrasi nasional) adalah perpindahan
penduduk yang masih berda dalam lingkup satu wilayah
Negara. Perpindahan yang merupakan migrasi internal antara
lain sebagai berikut.

Urbanisasi,

adalah

prepindahan

dari

daerah

pedesaan ke daerah perkotaan. Berikut faktor-faktor


penyebab urbanisasi.
Faktor daya tarik desa ( contohnya : upah
tenaga kerja di kota lebih tinggi daripada desa,
lapangan pekerjaan formal maupun informal di kota
lebih banyak daripada di desa, dan banyak hiburan
dan fasilitas kehidupan yang lain).
Faktor daya dorong desa ( contohnya :
Sempitnya lahan pertanian di desa, sempitnya
lapangan pekerjaan di luar sektor pertanian,
rendahnya upah tenaga kerja di desa, kurangnya
fasilitas hburan dan kehidupan, adanya kegiatan
pertanian di desa yang bersifat musiman, dan
adanya keinginan penduduk untuk memperbaiki
taraf hidup).
Transmigrasi, adalah perpindahan penduduk, yang
diprakarsai dan diselenggarakan pemerintah, dari
daerah yang padat penduduknya ke daerah yang

belum

padat

penduduknya.

Macam-macam

transmigrasi :
1. Transmigrasi umum, yaitu transmigrasi
yang dibiayai oleh pemerintah mulai dari
daerah

asal

sampai

ke

daerah

tujuan

transmigrasi.
2. Transmigrasi spontan, yaitu transmigrasi
yang

dilakukan

penduduk

atas

biaya,

kesadaran, dan kemauan sendiri.


3. Transmigrasi sektoral,yaitu transmigrasi
yang biayanya ditanggung bersama antar
pemerintah daerah asal transmigran dengan
pemerintah daerah yang dituju.
4. Transmigrasi khusus, yaitu transmigrasi
dalam rangka pembangunan proyek-proyek
tertentu, seperti transmigrasi bedol desa dan
transmigrasi pramuka.
5. Transmigrasi swakarsa, yaitu transmigrasi
yang seluruh pembiayaannya ditanggung

oleh transmigran atau pihak lain (bukan


pemerintah).
Selain itu ada juga jenis migrasi yang didasarkan pada
sifatnya yaitu :
1. Migrasi sirkuler atau migrasi musiman adalah
migrasi yang terjadi jika seseorang berpindah
tempat tetapi tidak bermaksud untuk menetap di
tempat tujuan migrasi.
2. Migrasi ulang-alik adalah orang berpindah setiap
hari meninggalkan tempat tinggalnya pergi ke
tempat lain untuk bekerja atau berdagang.

Jenisjenis migrasi lainnya :

Evakuasi,

yaitu

perpindahan

penduduk

karena

gangguan bencana alam atau keamanan.


Weekend, yaitu perginya orang-orang kota untuk
mencari tempat berudara sejuk.
Forensen, yaitu orang-orang yang tinggal di desa
tetapi bekerja di kota, sehinggasetiap hari menglaju
(pergi dan pulang).
Turisme, yaitu orang-orangyang bepergian ke luar
untuk mengunjungi tempat-tempat pariwisata di
daerah/Negara yang dituju.
Reuralisasi, yaitu kembalinya pelaku urbanisasi ke
daerah pedesaan.
Repatriasi, adalah kembalinya suatu warga negara
dari negara asing yang pernah menjadi tempat
tinggal menuju tanah asal kewarganegaraannya.
Seharusnya kegiatan ini dijadikan suatu hal yang dapat
mengurangi jumlah pengangguran yang ada, tetapi banyak
juga kegiatan migrasi di sertai juga dengan migran budaya.

Sehingga kebudayaan di daerah migran menjadi tergangu


dengan adanya kebudayaan yang di bawa para imigran
tersebut. Kebudayaan yang positif dapat membawa daerah
tersebut menjadi lebih modern dan high technology, tetapi
jika budaya itu mengarah pada hal-hal yang negatif maka
akan merusak daerah itu seperti penggunaan narkoba.
Dalam konteks yang lebih kontemporer, aktivitas
migrasi ini berkaitan langsung dengan kegiatan ekonomi
dalam konteks pembangunan ekonomi. Proses perubahan ini
paling kurang meliputi lima aspek yang secara langsung
memiliki implikasi penting dalam proses pembangunan
ekonomi :

1. Tumbuhnya kesadaran akan pentingnya kesempatan


kerja antar negara.
2. Meningkatnya apresiasi masyarakat antar negara
dalam hubungan-hubungan sosial, budaya, dan
ekonomi.
3. Berkembangnya suatu hubungan yang baru.

4. Munculnya kesepakatan-kesepakatan migran antar


negara.
5. Terjadinya

peningkatan

pendapatan

sebagai

implikasi langsung dari remiten dan besarnya


volume migrasi kembali.
Kelima aspek ini dalam proses pembangunan, baik
nasional maupun internasional menjadi dasar alternatif dalam
perumusan

arah

kebijakan

pembangunan

yang

mempertimbangkan posisi migran. Hal ini mengingat bahwa


suatu

proses

pembangunan

merupakan

suatu

proses

improvisasi kualitas seluruh sumber daya yang ada yang


ditujukan untuk peningkatan standar hidup manusia. Migrasi
antar negara ini merupakan suatu bentuk manifestasi dari
kebebasan melakukan pilihan ekonomi sebagai konsekuensi
leburnya sistem ekonomi lokal ke dalam sistem yang lebih
global. Dengan leburnya sistem ekonomi telah menciptakan
bentuk-bentuk hubungan yang baru yang lebih moderat dan
terbuka.
Tetapi tidak selamanya setiap orang senang dengan
istilah migrasi, ada sebagian orang yang tetap bertahan di

daerah asal. Mereka beranggapan bahwa migrasi dapat


menghilangkan kebudayaan dan adat istiadat di daerah
mereka. Biasanya masyarakat yang masih memandang seperti
ini adalah mereka yang memiliki pola piker yang tradisional
yang menekankan pada unsur budaya.
Pola perpindahan (Mobilitas) penduduk dibedakan menjadi
empat mecam sebagai berikut.
1. Pola perpindahan harian, yaitu perpindahan
penduduk setiap hari dari desa ke kota untuk
mencari makan. Setiap hari melakukan perjalanan
pergi pulang/nglaju (pergi pada pagi hari dan
pulang pada sore hari).
2. Pola perpindahan musiman, yaitu perpindahan
tempat tinggal penduduk yang dilakukan pada
musim-musim tertentu. Contoh : perpindahan
penduduk dari kaki pegunungan Himalaya, bila
musim dingin turun ke daerah lembah, sedangkan
saat musim panas mereka akan kembali ke daerah
semula.

3. Pola perpindahan menetap, yaitu perpindahan


penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan
tujuan menetap sekurang-kurangnya enam bulan
lamanya.
4. Pola

perpindahan

tidak

menetap,

yaitu

perpindahan penduduk Dallam jangka waktu


pendek, tidak begitu teratur waktunya, dan hanya
berdasarkan kebutuhan, contoh : salesman atau
pedagang keliling yang melakukan promosi produk
dari suatu perusahaan.
2.5

Dampak Positif dan Negatif Migrasi serta Usaha

Penanggulangannya
Dampak positif migrasi terhadap daerah yang ditinggalkan :

Berkurangnya

jumlah

penduduk

mengurangi jumlah pengangguran.

sehingga

Meningkatnya kesejahteraan keluarga di desa,


karena mendapat kiriman dari

yang pergi,

terutama dari yang sudah hidup layak.

Seimbangnya lapangan pekerjaan di desa dengan


angkatan kerja yang tersisa, karena banyak orang
yang meninggalkan desa.

Dampak negatif migrasi terhadap daerah yang ditinggalkan :

Berkurangnya tenaga kerja muda daerah.

Kurang kuatnya stabilitas keamanan karena hanya


tinggal penduduk tua.

Semakin

berkurangnya

tenaga

penggerak

pembangunan di desa.
Terbatasnya jumlah kaum intelektual di desa karena
penduduk

desa

yang

berhasil

memperoleh

pendidikan tinggi di kota pada umunya enggan


kembali ke desa.

Dampak positif migrasi terhadap daerah yang dituju :

Jumlah tenaga kerja bertambah.

Integrasi penduduk desa-kota semakin tampak.

Dampak negatif terhadap daerah yang dituju :

Semakin padat jumlah penduduknya.

Banyak terdapat pemukiman kumuh.

Lalu lintas jalan semakin padat.

Lapangan kerja semakin berkurang sehingga


banyak dijumpai pengangguran tuna wisma, tuna
susila, dan tindak kejahatan.

Terdapat kesenjangan ekonomi dalam kehidupan


di masyarakat.

Usaha-usaha untuk mengatasi permasalahan akibat migrasi


desa-kota antara lain sebagai berikut.

1. Membuka lapangan kerja baru di desa melalui


kegiatan padat karya.
2. Membangun sarana dan prasarana baru di bidang
transportasi antardesa.
3. Melaksanakan

pembangunan

regional

melalui

pembangunan kota-kota satelit di sekitar kota


tujuan utama, seperti Tangerang, Bekasi, Depok,
dan Bogor yang merupakan kota satelit Jakarta.
4. Melaksanakan program pembangunan pedesaan
dengan mengembangkan potensi desa sehingga
penduduk desa tidak perlu lagi meniggalkan
desanya untuk mencari pekerjaan.
5. Mengadakan politik kota tertutup, yaitu larangan
keras bagi penduduk yang tidak ber-KTP dan tidak
mempunyai penghasilan tetap untuk menetap di
kota yang dituju.
6. Menggalakkan kegiatan industry kecil/industri
rumah tangga di desa.

7. Meningkatkan produktivitas pertanian dengan cara


intensifikasi (sapta usaha tani) dan diversifikasi
pertanian.
2.6 Pembahasan Tentang Jurnal Nasional Dan Jurnal
Internasional
a. Jurnal Nasional
Penelitian yang dilakukan oleh Khusnatul
Zulfa wafirotin ( Dampak Migrasi Terhadap
Kondisi

Sosial

Ekonomi

Keluarga

TKI

Di Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo) hasil


penelitiannya menyatakan bahwa : adanya dampak
sosial ekonomi yang dirasakan oleh keluarga TKI
antara

lain

peningkatan

pendidikan

anggota

pendapatan

keluarga,

kepemilikan

barang

oleh

keluarga

pengetahuan

keluarga TKI,

TKI.

serta

peningkatan

peningkatan

berharga

status

yang

Sedangkan

dan

dimiliki

faktor

yang

menyebabkan migrasi tenaga kerja asal kecamatan


Babadan

kabupaten

Ponorogo

menjadi

TKI ke luar negeri disebabkan beberapa faktor


pendorong yang berasal dari daerah asal yaitu
pendapatan

yang

rendah,

sempitnya

lapangan pekerjaan,. Sedangkan faktor penarik yang


berasal dari daerah negara tujuan yaitu gaji tinggi, dan
peluang kerja di negara tujuan yang masih luas.
b. Jurnal Internasional
Penelitian yang dilakukan oleh Ashkira Y Dan
Tomba I ( On Migration Aspects And Population
Growth ) hasil penelitiannya menyatakan bahwa :
Peningkatan angka kelahiran, penurunan angka
kematian bertanggung jawab terutama untuk
pertumbuhan populasi. Namun, migrasi juga
memainkan peran penting di dalamnya. Berbagai
faktor pendorong dan penarik berdasarkan peluang
yang tersedia di daerah penelitian mempengaruhi
proses migrasi dan migrasi selektivitas. model
pertumbuhan

populasi

yang

berbeda

dari

eksponensial, geometris, logistik, model logistik

umum dan hubungan dengan distribusi probabilitas


dipertimbangkan dalam hal ini. Pas kurva logistik
memperhitungkan

kontribusi

migrasi

dari

pertumbuhan penduduk yang diterapkan untuk


penduduk di Jiribam Sub Divisi di Manipur untuk
menggambar hasil analisis.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan makalah ini dapat ditarik kesimpulan
yaitu:
a. Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan
tujuan untuk menetap dari satu tempat ketempat
lain melampaui batas politik atau batas negara lain.
b. Faktor terjadinya migrasi ada dua yaitu, faktor
pendorong dan faktor penarik.
c. Alasan terjadinya migrasi bisa disebabkan oleh
alasan politis, sosial kemasyarakatan, agama atau
kepercayaan, ekonomi dan alasan lainnya.
d. Secara umum migrasi dapat dibedakan menjadi dua
yaitu, migrasi internasional seperti imigrasi,
emigrasi dan remigrasi, serta migrasi internal
seperti urbanisasi dan transmigrasi.

3.2 Saran
Saran yang dapat penulis sampaikan melalui makalah
ini yaitu kepada mahasiswa ataupun pembaca untuk terus
menambah wawasan kita dalam bidang kependudukan karena
kita semua adalah bagian dari penduduk itu sendiri.

Daftar Pustaka
Ashkira Y and Tomba I. 2014 . On Migration Aspects
And Population Growth .
Darmawan, Beny, Perkiraan Pola Migrasi
Antarprovinsi Di Indonesia BerdasarkanIndeks
Ketertarikan Ekonomi, Makalah Disampaikan Pada
Seminar Poverty,Population & Health Di Kampus Ui Depok,
13 Desember 2007.
Emalisa, Pola dan Arus Migrasi di Indonesia,
darihttp://library.usu.ac.id/download/fp/sosek-emalisa.pdf.
pada tanggal 28 September 2016.
http://bataviase.co.id/node/769846. Diakses pada tanggal
28 September 2016.
http://gembelzblog.blogspot.com/2011/01/pertumbuhanpenduduk-dunia.html. Diakses pada tanggal 28 September
2016.
http://matersblog.blogspot.com/2010/04/ jenis-jenismigrasi-dan-faktor-faktor.html. diakses pada tanggal 28
September 2016.
http://zebots.blogspot.com/2010/10/ pengertian-migrasi.html
Diakses pada tanggal 28 September 2016.

Khusnatul Zulfa wafirotin. 2013.Dampak Migrasi


Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga TKI
Di Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo.
Melake demena, 2015. Population And Develpoment.
USAID