Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Salah satu materi pelajaran TIK untuk kelas IX adalah Jaringan
Internet. Setiap pembelajaran di ruang komputer materi disampaikan dengan
cara membagi tiga kelompok siswa, hal ini dilakukan karena sarana komputer
yang tidak cukup untuk seluruh siswa yang berjumlah 19 siswa sementara
komputer yang ada berkisar 3-5 unit dan itupun terkadang sering terjadi
gangguan saat digunakan. Karena alasan tersebut di atas, pembelajaran
computer dilaksanakan secara klasikal, artinya seluruh siswa dalam sekelas
belajar bersamaan sehingga satu unit komputer digunakan tiga siswa .
Berdasakan identifikasi masalah dan pengamatan yang dilakukan pada
setiap evaluasi hasil belajar, siswa yang dinilai menguasai dan dapat caracaranya mengerjakan latihan dengan benar dan tepat sesuai dengan berkisar
15% (3 orang) dari 19 siswa.
Berdasar kepada masalah yang telah diuraikan pada pendahuluan,
maka salah satu pemecahannya adalah dengan menggunakan Media Power
Point sebagai media presentasi dalam proses pembelajaran.
Seperti dikemukakan oleh Winarno Surakhmad (1979 hal.184) bahwa
memilih metode mengajar tidak bisa sembarang tapi harus disesuaikan
dengan banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti :
a. Tujuan;
b. anak didik dengan berbagai jenis kematangannya;
c. situasi;
d. fasilitas : Kualitas dan kuantitas;
1

e. pribadi guru.
Dari uraian di atas maka dalam pemecahan masalah ini diambil
langkah-langkah pemecahan masalah sebagai berikut.
a) menyusun rencana pembelajaran dan strategi pembelajaran yang lebih efektif
sesuai dengan tingkat kemampuan siswa.
b) melakukan tes untuk mengelompokan siswa. Hal ini dimaksudkan untuk
mengetahui kemampuan siswa dalam mengerjakan tes.
c) membuat materi pelajaran dalam bentuk presentasi Power Point
d) menggunakan media pembelajaran (LCD Proyektor) sebagai alat bantu untuk
menjelaskan materi pelajaran.
B. Rumusan Masalah
Perumusan masalah dari Penelitian Tindak Kelas (PTK) ini adalah,
sebagai berikut.
Apakah penggunaan Media power point dapat meningkatkan kemampuan
dalam memepelajari jaringan internet siswa kelas IX-2 SMP Negeri 3 Baranti
Kabupaten Sidenreng Rappang?
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk
meningkatkan kemampuan mempelajari jaringan internet siswa kelas IX-2
SMP Negeri 3 Baranti dengan Media power point.
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Guru: melalui PTK ini Guru dapat mengetahui metode pembelajaran
yang interaktif dan efektif meningkatkan sistem pembelajaran serta
meminimalkan kesalahan siswa dalam mempelajari jaringan internet.

2. Bagi siswa: hasil penelitian ini bermanfaat bagi semua siswa karena terjadi
pembelajaran mandiri yang menarik.
3. Bagi Sekolah: hasil penelitian ini membantu memperbaiki pembelajaran
TIK di sekolah.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

A. KAJIAN PUSTAKA
1. Model Cooperative Learning
Model Cooperative Learning merupakan model pembelajaran
kelompok yang akhir-akhir ini menjadi perhatian dan di anjurkan para ahli
pendidikan untuk di gunakan. Slavin (1995) mengemukakan dua alasan,
pertama, pembelajaran kooperatifdapat meningkatkan presentasi belajar
siswa. Kedua, pembelajaran kooperatifdapat merealisasikan kebutuhan siswa
dalam belajar berfikir.
2. Hakikat Belajar
Menurut Bagne seperti yang dikutip oleh M. Purwanto (1990:84)
menyatakan bahwa:Belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama
dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa hingga perbuatannya
berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktusesudah ia
mengalami situasi tadi, sementara itu Edward Thorndike (1973) berpendapat
bahwa belajar adalah proses orang memperoleh berbagai kecakapan,
keterampilan, dan sikap.
Belajar mencakup semua aspek tingkah laku dan dapat dilihat dengan
nyata, proses yang tidak dapat dilihat dengan nyata, proses itu terjadi dalam
diri seseorang yang sedang mengalami belajar. Jadi belajar bukan merupakan
tingkah laku yang nampak tetapi merupakan proses yang terjadi secara

internal dalam diri individu dalam usahanya memperoleh hubungan yang


baru. Hubungan baru dapat berupa antara reaksi-reaksi, perangsanganperangansangan dan reaksi.
Dari uraian tentang belajar di atas, dapat kita ambil kesimpulan betapa
pentingnya proses belajar dan kehidupan manusia. Untuk itu perlu kiranya
kita menyusun sendiri prinsip-prinsip belajar. Dalam hal ini Slameto
(19991:27-28) mengemukakan prinsip-prinsip belajar, sebagai berikut;
a. dalam belajar setiap siswa harus diusahakan berpartisipasi aktif
meningkatkan minat dan membimbing untuk mencapai tujuan
instruksional;
b. belajar bersifat keseluruhan dan materi itu memiliki struktur, penyajian
yang sederhana sehingga siswa mudah menangkap pengertiannya;
c. belajar harus dapat menimbulkan reinforcement dan motivasi yang kuat
pada siswa untuk mencapai tujuan instruksional;
d. belajar itu proses kontinyu maka harus tahap demi tahap menurut
discovery;
e. belajar adalah proses organisasi, adaptasi, eksplorasi dan discovery;
f. belajar harus dapat mengembangkan kemampuan tertentu sesuai dengan
tujuan intruksional yang harus dicapai;
g. belajar memerlukan saran yang cukup,sehingga siswa dapat belajar
dengan tenang;
h. belajar perlu lingkungan yang menantang, dimana anak dapat
mengembangkan kemampuannya ber-eksplorasi dan belajar dengan
efektif;
i. belajar perlu ada interaksi siswa dengan lingkungannya
3. Interaksi Belajar

Belajar mengajar adalah sebuah interaksi yang bernilai normatif.


Belajar mengajar adalah suatu proses yang dilakukan secara sadar dan
bertujuan.
Dalam interaksi pembelajaran unsur guru dan siswa harus aktif, karena
tidak mungkin terjadi proses interaksi bila hanya satu unsur yang aktif. Aktif
dalam sikap, mental, dan perbuatan. Ada tiga pola komunikasi antara guru dan
anak didik dalam proses interaksi edukatif, yakni komunikasi sebagai aksi,
komunikasi sebagai interaksi, dan komunikasi sebagai transaksi.
a. Komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah menempatkan guru
sebagai pemberi aksi dan anak didik sebagai penerima aksi. Guru aktif,
dan anak didik pasif. Mengajar dipandang sebagai kegiatan
menyampaikan bahan pelajaran.
b. Komunikasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah, guru berperan
sebagai pemberi aksi atau penerima aksi. Demikian pula halnya anak
didik, bisa sebagai penerima aksi, bisa pula sebagai pemberi aksi. Antara
guru dan anak didik akan terjadi dialog.
c. Komunikasi sebagai transaksi atau komunikasi banyak arah, komunikasi
tidak hanya terjadi antara guru dan anak didik. Anak didik dituntut lebih
aktif daripada guru, seperti halnya guru, dapat berfungsi sebagai sumber
belajar bagi anak didik lain.
Penggunaan variasi pola interaksi mutlak dilakukan oleh guru. Hal ini
dimaksudkan agar tidak menimbulkan kebosanan, kejenuhan, serta untuk

menghidupkan suasana kelas demi keberhasilan anak didik dalam mencapai


tujuan.
4. Motivasi Belajar
Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang
dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam
melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu
itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik).
Motivasi tersebut perlu dimiliki oleh para siswa dan guru untuk
memperlancar pembelajaran. Kaitannya dengan pembelajaran. motivasi
merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya pada proses belajar siswa
tanpa adanya motivasi, maka proses belajar siswa akan sukar berjalan secara
lancar. Dalam konsep pembelajaran, motivasi berarti seni mendorong peserta
didik untuk terdorong melakukan kegiatan belajar sehingga tujuan
pembelajaran tercapai. Motivasi adalah syarat mutlak dalam belajar, hal ini
berarti dalam proses pembelajaran. Adakalanya guru membangkitkan
dorongan, desire. incentive, atau memotivasi murid untuk aktif ambil bagian
dalam kegiatan belajar (Rasyad, 2003:92). Upaya menggerakkan,
mengarahkan, dan mendorong kegiatan murid untuk belajar dengan penuh
semangat dan vitalitas yang tinggi dinamakan memberi motivasi. Banyak
bakat anak tidak berkembang hal ini menurut Purwanto (2002:61)
dikarenakan tidak diperolehnya motivasi yang tepat. Jika seseorang mendapat
motivasi yang tepat. maka lepaslah tenaga yang luar biasa, sehingga tercapai
7

hasil-hasil yang semula tidak terduga. Dalam proses pembelajaran para guru
perlu mendesain motivasi yang tepat terhadap anak didik agar para anak didik
itu belajar atau mengeluarkan potensi belajarnya dengan baik memperoleh
hasil yang maksimal.
5. Hasil belajar.
Pengertian belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu
(depdikbud, 1995 : 14)
Jadi prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan
oleh mata pelajaran, lazimnya di tunjukkan dengan nilai atau angka yang
diberikan oleh guru. Prestasi dalam penelitian yang dimaksudkan adalah nilai
yang diperoleh oelh siswa pada mata pelajaran matematika dalam bentuk nilai
berupa angka yang diberikan oleh guru kelasnya setelah melaksanakan tugas
yang diberikan padanya.
Belajar sangat erat hubungannya dengan prestasi belajar.Karena
prestasi itu sendiri merupakan hasil belajar itu biasanya dinyatakan dengan
nilai. Menurut Winarno Surahmad ( 1997 : 88 ) Hasil belajar adalah hasil
dimana guru melihat bentuk akhir dari pengalaman interaksi edukatif yang
diperhatikan adalah menempatkan tingkah laku.
Dapat diartikan bahwa hasil belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan
atau Perubahan diri seseorang yang dinyatakan dengan cara bertingkah laku
baru berkat pengalaman baru.

Hasil belajar merupakan hasil dari proses kompleks.Hal ini disebabkan


banyak Faktor yang terkandung di dalamnya baik yang berasal dari faktor
internal maupun faktor eksternal.
Adapun faktor internal yang mempengaruhi hasil belajar yaitu:
a. Faktor fisiologi seperti kondisi fisik dan kondisi indera.
b. Faktor Psikologi meliputi bakat, minat, kecerdasan motivasi, kemampuan
kognitif.
Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar adalah:
a. Lingkungan : alam,masyarakat/keluarga
b. Faktor Instrumental : kurikulum/bahan pengajaran sarana dan fasilitas.
6. Pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi
Kehadiran mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) merupakan suatu wahana untuk
meningkatkan pengetahuan, keterampilan dalam bidang teknologi, sikap,
nilai, serta tanggung jawab sebagai warga Negara yang bertanggung terhadap
lingkungan, maysarakat, bangsa, dan Negara yang beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa (Budmansyah, 2003). Hal yang menjadi
hambatan dalam pembelajaan TIK selama ini adalah kurang profesionalnya
guru dalam menyampaikan pelajaran. Mereka jarang menggunakan alat
peraga dan sumber belajar, sehingga kurang menarik minat peserta didik,
sehingga prestasi belajar kurang memuaskan. Hasil study dari Blazely
(sukirni:2003) di sejumlah SMP menunjukkan bahwa pola belajar di bidang
TIK belajar sangat teoritis dan tidak terkait dengan dengan lingkungan siswa
belajar. Akibatnya siswa sulit memahami konsep TIK yang telah di
9

pelajarimelalui metode ceramah dan latihan mengerjakan soal-soal pada


gilirannya motivasi siswa menurun karena merka merasa tidak mendapat
manfaat dari apa yang mereka pelajari. Menurut harianty (2000), memang
masih banyak guru yang kurang mampu membuat perencanaan pembelajaran
yang baik, kurang terampil menggunakanmedia pembelajaran, kurang dapat
mengaktifkan siswa dalam belajar, kurang mampu menggunakan metode
mengajar yang tepat,dan kurang menguasai materi yang diajarkan.
Hakikat interaksi dan hasil belajar
7. Media Presentasi Power Point
Metode ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak presentasi
yang dikembangkan microsoft dalam paket program aplikasi microsoft office.
Dengan menggunakan program aplikasi Microsoft Power Point, materi
pembelajaran dapat ditampilkan dalam bentuk tampilan/visual yang lebih
menarik dan dapat pula disisipkan suara, sehingga menjadi lebih menarik dan
interaktif. Dengan menggunakan bantuan LCD Proyektor materi
pembelajaran dalam bentuk Power Point dapat ditayangkan pada layar
sehingga penyampaian pesan kepada siswa lebih efektif meskipun ada kendala
ruangan seperti yang disebutkan pada pendahuluan.
B. Hasil penelitian yang relevan
Metode pembelajaran kooperatif di desain untuk memperbaiki sistem
pembelajaran yang selama ini memiliki kelemahan.
C. Kerangka Pikir

10

Media Microsoft Power Point adalah salah satu jenis media yang biasa
digunakan dalam proses pembelajaran. Pada uraian sebelumnya telah
dipaparkan bahwa dengan menggunakan perangkat lunak presentasi yang
dikembangkan microsoft dalam paket program aplikasi microsoft office.
Dengan menggunakan program aplikasi Microsoft Power Point, materi
pembelajaran dapat ditampilkan dalam bentuk tampilan/visual yang lebih
menarik dan dapat pula disisipkan suara, sehingga menjadi lebih menarik dan
interaktif. Dengan menggunakan bantuan LCD Proyektor materi
pembelajaran dalam bentuk Power Point dapat ditayangkan pada layar
sehingga penyampaian pesan kepada siswa lebih efektif.

Secara skematis, dapat digambarkan sebagai berikut:

SMP Negeri 3

Teknologi informasi dan


Media power point
Materi dasar-dasar jaringan internet
Evaluasi

Prestasi belajar Anak didik

11

Tinggi

Rendah

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Fokus Penelitian
Penellitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Adapun focus dalam
penelitian ini yaitu dalam mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi
di SMP Negeri 3 Baranti khususnya materi jaringan internet dengan
menggunakan media power point.
B. Prosedur Penelitian
SIKLUS PERTAMA
1. Perencanaan Tindakan
Pada tahap ini akan dilakukan hal berikut.
a. Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sesuai dengan
Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar untuk mata pelajaran TIK
Kelas IX, dan mengembangkan skenario pembelajaran bersama dengan
guru bidang study.
b. Bersama dengan guru bidang study kita menentukan pokok bahasan yang
akan diajarkan pada setiap tindakan
Menjelaskan dasar-dasar sistem jaringan dan internet
Menjelaskan terbentuk dan terhubungnya jaringan internet dari jaringan
kecil menjadi internet
2. Pelaksanaan Tindakan
Melaksanakan tindakan sesuai dengan skenario yang telah
direncanakan, yaitu ;
Menyampaikan materi dasar-dasar sistem jaringan dengan menggunakan
Media Power Point.
3. Observasi/Pengamatan.

12

Pada tahap ini guru mengamati proses kegiatan yang sedang


berlangsung, diantaranya:
a. Mengamati interaksi belajar siswa saat ditayangkan materi pelajaran
dalam media power point
b. Menilai lembar kerja yang telah dikerjakan siswa.
4. Analisis dan Refleksi.
Pada tahap ini dilakukan untuk evaluasi seluruh tindakan yang
dilakukan berdasarkan hasil pengamata
a. Apakah materi yang disampaikan guru dengan menggunakan power
point yang ditayangkan proyektor dapat dimengerti siswa.
Indikator yang dapat dilakukan adalah melihat hasil pada lembar
latihan siswa. (jika hasilnya belum mencapai 70% maka akan dilakukan
perbaikan pada siklus kedua dengan materi yang sama, dan jika
hasilnya sudah memuaskan maka pada siklus kedua akan disampaikan
materi selanjutnya).
b. Menyusun rencana perbaikan sesuai dengan kelemahan-kelemahan
pada yang terjadi berdasarkan hasil pengamatan untuk digunakan pada
siklus kedua.
SIKLUS KEDUA
1. Perencanaan Tindakan
a. Bersama dengan guru bidang study mengidentifikasi masalah pada siklus
pertama dan menyusun alternatif pemecahannya.
b. Menyiapkan media dan materi yang akan disampaikan.
2. Pelaksanaan Tindakan
a. Guru menjelaskan materi dasar-dasar sistem jaringan dengan menyisipkan
suara pada tayangan power point bila perlu.
b. Pada menjelang akhir jam pelajaran Guru melakukan tanya jawab dan
menjelaskan kesimpulan dari kegiatan belajar.
3. Observasi / Pengamatan
Guru mengamati proses kegiatan yang sedang berlangsung, diantaranya :
13

a. Mengamati interaksi belajar ketika ditayangkan materi pelajaran dalam


media power point.
b. Menilai lembar kerja yang telah dikerjakan siswa.
4. Analisis dan Reflesksi
Pada tahap ini dilakukan evalusi seluruh tindakan berdasarkan hasil
pengamatan dan penilaian juga membuat suatu kesimpulan dari hasil
pengamatan dan penilaian tersebut.
C. Latar dan Subjek Penelitian
1. Lokasi dan waktu
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Baranti, waktu penelitian
dilaksanakan selama 2 minggu sejak Nopember s/d Desember 2012 .
2. Subjek penelitian
Subyek Penelitian ini adalah peneliti, guru bidang studi, dan siswa
kelas IX sebanyak 19 orang,8 Siswa Perempuan dan 11 siswa laki-laki.
D. Tehnik Pengumpulan Data
Dari hasil pelaksanaan penelitian tindakan, ditentukan teknik
pengumpulan data yang berorientasi pada observasi partisipasif
(Wolcott,1992), yaitu peneliti melakukan observasi sambil ikut serta dalam
kegiatan yang sedang berjalan. Pengambilan data dilakukan dengan Tes dan
Observasi. Untuk memudahkan dan terkumpulnya data maka peneliti
menggunakan format penilaian (unjuk kerja) dan format observasi dengan
skala penilaian.
Format Observasi:
Aspek yang dinilai dan Skala Nilai
1. Materi yang disampaikan guru dapat dimengerti oleh siswa K / S / B /
BS
14

2. Terjadi interaksi belajar - K / S / B / BS


K=Kurang, S=Sedang, B=Baik, BS=Baik Sekali
E. Teknik Analisis Data
Untuk mengetahui keefektivan suatu metode dalam kegiatan
pembelajaran perlu diadakan analisa data. Pada penelitian ini menggunakan
teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat
menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh
dengan tujuan untuk mengetahui prestasi belajar yang dicapai siswa juga
untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran serta
aktivitas siswa selama proses pembelajaran.
Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan
siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan
cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir putaran.
Analisis ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana yaitu:
a. Untuk menilai ulangan atau tes formatif
Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa, yang
selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebut
sehingga diperoleh rata-rata tes formatif dapat dirumuskan:

X
Keterangan

X
N

X = Nilai rata-rata
X

= Jumlah semua nilai siswa

15

= Jumlah siswa

b. Untuk ketuntasan belajar


Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan
secara klasikal. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar yaitu
seorang siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai skor 70% atau nilai
70.

16

DAFTAR PUSTAKA

Ardhana12. Belajar-penelitian-tindakan-kelas-yuuuk. Wordpress.Com . Diakses pada


tanggal 12 Nopember 2012
Salman-alfarisi. Metoda Pembelajaran. www.salman-alfarisi.com Diakses pada
tanggal 12 Nopember 2012 pukul 10.54
Sagala, H.Syaiful. 2006. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung :
CV Alfabeta
Suwanda, Dodo. 2007. Diktat Belajar Komputer jilid 3 dan 4.

17