Anda di halaman 1dari 7

SEKOLAH TINGGI FARMASI INDONESIA

LABORTORIUM TEKNOLOGI FARMASI


LATIHAN UJIAN PRAKTIUM TEKNOLOGI FORMULASI SEDIAAN LIQUID
DAN SEMISOLID
SEMESTER V-2015/2016

Zat Aktif

: Calamine

Bentuk Sediaan

: Lotion

Jumlah sediaan yang akan dibuat

: 100 ml

Dosis

: Secukupnya oleskan ditempat yang diperlukan


3-4 kali perhari.

1. PREFORMULASI
1.1.
Nama zat akti
Rumus molekul
Pemerian

: Calaminum
: Fe2O4Zn
: Serbuk halus, merah muda, tidak berbau
praktis tidak berasa
Kelarutan
: Tidak larut dalam air, mudah larut dalam asam
mineral.
pH
:8
Stabilitas
: stabil dalam bentuk ointment
(FI IV hal 158, FI III hal 119, Martindale hal 756)
Sediaan yang ada dipasaran: Caladine, calamec lotion
Dosis yang ditentukan; penggunaan terapi :
Dosis yang digunakan adalah dosis umum yang digunakan
untuk terapi pruritus, karena calamin tergolong sebagai obat kelas
antihistamin topical dan antipruritik.
Alasan pemilihan benuk sediaan:
Karena selain untuk enggunaan tikal, penyebaran lotion lebih
baik dibandingan sedian topical lain seperti krim.
1.2. Informasi aspek farmakologi
Calamine dapat memblok transmisi dari impuls saraf. Selain itu,
calamine juga kerja sebagai antihistamine untuk mengurangi gatal
pada manusia. Antihistam inii bekerja dengan cara menutup reseptor
syaraf yang menimbulkan rasa gatal, iritasi saluran pernafasan, bersin,
dan produksi lendir (alias ingus). Antihistamin menghambat efek
histamin pada reseptor H4.
1.3. Zat tambahan
1.3.1. Zink Oksida
Rumus Kimia
: ZnO

Pemerian

: Serbuk amorf, sangat halus, putih


atau putih kekuningan tidak berbau,

lambat laun menyerap karbondioksida


dari udara.
Kelarutan

: Praktis tidak larut dalam air dan


dalam etanol (96 persen). Larut dalam
asam mineral.

Kegunaan dalam Formula


: anti sepptikum local ( zat aktif)
pH
: 6,95
OTT

: Bereaksi lambat dengan asam lemak,


dalam minyak dan lemak

Alasan

: Zink Oksida memberikan warna merah


muda khusus pada kalamin, Warna merah
muda membantu menutupi adanya lotio
pada kulit (Ansel : 521)
(Brithis pharmacopeia 2009 hal 6446)

1.3.2. Gliserol
Rumus Kimia
Pemeian

: C3H8O3
: cair jernih seperti sirup, tidak berwarna;
hanya

Kelarutan

boleh

berbau

khas

lemah.

Higroskopis; netral terhadap lakmus


: dapat bercampur dengan air dan dengan
etaol, tidak larut dengan kloroform, dalam
eter, dala mminyak lemak dan dalam

Ph

minyak menguap.
: netral

Stabilitas

: Gliserin bersifat higroskopik. Campuran


dari gliserin dengan air, etanol, dan
propilen glikol stabil secara kimia.
Kegunaan dalam formula
: Humektan
OTT
: Sangat Reaktif dengan Oksidator. Gliserin
dapat meledak jika dicampur dengan
oksidator kuat sepertikromium trioksida,
potasium
klorat,
atau
kalium
permanganat.
Alasan
: Gliserin digunakan sebagai humektan

karena gliserin merupakan komponen


higroskopis yang dapat mengikat air
dan mengurangi jumlah air yang
meninggalkan kulit. Efektifitas gliserin

tergantung
pada
kelembaban
lingkungan di sekitarnya. Humektan
dapat melembabkan kulit pada kondisi
kelembaban tinggi.
(Farmakope Indonesia IV 1995, Hal 413; HOPE 2009 Ed 6 th Hal
284)
1.3.3. Avicel RC Gel
Rumus Kimia
: (C6H10O5)n dimana n 220
Pemeian
: Serbuk kristalin; putih; tidak berbau;
tidak berasa; tersusun atas partikelpartikel berpori; higroskopis
Kelarutan
: Sukar larut dalam larutan NaOH 5% b/v;
praktis tidak larut dalam air, asam encer
dan sebagian besar pelarut organik
Ph
: 6,3
Stabilitas
: Avicel stabil, meskipun higroskopis.
Harus disimpan dalam wadah tertutup
baik pada tempat sejuk dan kering.
Kegunaan dalam formula
: Penstabil
OTT
: Agen pengoksidasi kuat
Alasan
: Gliserin digunakan sebagai penstabil

karena memiliki gugus polimer seingga


dapat menstabilkan sediaan.
(HOPE 2009 Ed 6th Hal 129)
1.3.4. Na-CMC
Rumus Kimia
Pemeian

: (C6H10O5)n dimana n 220


: Serbuk atau granul, putih sampai krem,
higroskopis
Kelarutan
: Mudah terdispersi dalam air membentuk
larutan koloida, tidak larut dalam etanol,
eter, dan pelarut organik lain
Ph
: 6,3
Stabilitas
:
Larutan
stabil
pada
pH
2-10,
pengendapan terjadi pada pH dibawah 2.
Viskositas larutan berkurang dengan cepat
jika pH diatas 10. Menunjukan viskositas
dan stabilitas maksimum pada pH 7-9.
Bisa disterilisasi dalam kondisi kering pada
suhu 160 selama 1 jam, tapi terjadi
pengurangan viskositas.
Kegunaan dalam formula
: Suspending Agent
OTT
:
Inkompatibel dengan larutan asam
kuat dan dengan larutan garam besi dan
beberapa
logam
seperti
aluminium,
merkuri dan zink juga dengan gom
xanthan; pengendapan terjadi pada pH
dibawah 2 dan pada saat pencampuran

Alasan

1.3.5. Kalsium Hidroksida

dengan
etanol
95%.;
Membentuk
kompleks dengan gelatin dan pektin.
: Na-CMC yang merupakan derivat dari
selulosa memberikan kestabilan pada
produk dengan memerangkap air dengan
membentuk jembatan hydrogen dengan
molekul Na-CMC yang lain (Belitz and
Grosch, 1986).
(HOPE 2009 Ed 6th Hal 120)

Rumus Kimia

: Ca(OH)2

Pemeian

: Serbuk putih, halus dengan rasa sedikit


pahit

Kelarutan

: Sukar larut dalam air; larut dalam gliserin


dan dalam sirop; sangat sukar larut dalam
air mendidih; tidak larut dalam etanol

Stabilitas

Larutan

stabil

pada

pH

2-10,

pengendapan terjadi pada pH dibawah 2.


Viskositas larutan berkurang dengan cepat
jika pH diatas 10. Menunjukan viskositas
dan stabilitas maksimum pada pH 7-9.
Bisa disterilisasi dalam kondisi kering pada
suhu 160 selama 1 jam, tapi terjadi
pengurangan viskositas.
Kegunaan dalam formula
: pelarut
OTT
: Inkompatibel dengan fenol
Alasan
:
karena
kalsium
hidroksida
melarutkan

dapa

(MD28th:42-43, Schovilles:461)
2. Formuasi/ Teknk pembuatan

R/ Calamine

8 g

Zinc Oxide

8g

Gliserin

2 ml

Avicel RC Gel

2g

Na- CMC

2g

Kalsium Hidroksida

qs 100 mL

I.Cara Kerja
1. Alat dan bahan disiapkan
2. Dikalibrasi botol wadah 100 ml dan Erlenmeyer 110 ml
3. Ditimbang bahan sesuai perhitungan bahan
4. Digerus dan campurkan Calamin dan ZnO dengan gliserin
5. Tambahkan gel dan kemudian Na CMC dengan Triturasi terus menerus
sampai homogen
6. Tambahkan sebagian dari larutan kalsium hidroksida
7. Campurkan basis denga zat aktif
8. Dimasukkan ke dalam wadah dan diberi etiket.
Pernimbangan
-

Dibuat 100 mL Lotio


Calamie
ZnO
Giserin
Avicel RC Gel
Na-CMC
Kalsium Hidroksida

Evaluasi Sediaan
1.
2.
3.
4.

Organleptis
Penetapan Ph
Viskositas
Sedimentasi

8 Gram
8 Gram
2 mL
2 Gram
2 Gram
qs 100ml

Daftar Pustaka
BNF 37. 1999. Royal Pharmaceutical Society or Great Brtain/ Britsh. Medical
Association
British Pharmacopea.London: the Stasionary Office
Departemen Kesehatan Republik Indonesia.1995.Farmakope Indonesia.Edisi IV.
Jakarta: Direkorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan
HC.Ansel. 998. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Jakarta: UI Press
Kibbe.AH. 2009. Hand Book of Pharaceutical Exipints. 6th Edition. Washngton DC:
American Pharmaceutical Association
Reynold,James, EF. 1982. Martindel the Extra Pharmacepia. Ed.28.London: The
Pharmaceutical Press.
Scovilles. 1975. The Art of Coumpounding ninth edition Megraw. New York: Hill
Book Company

LAMPIRAN

KEMASAN

LABEL

Anda mungkin juga menyukai