Anda di halaman 1dari 12

METODOLOGI PELAKSANAAN

PEKERJAAN :
LOKASI

PEMATANGAN LAHAN & PENYIAPAN LAHAN EX. PACIFIC PAINT


PELABUHAN TANJUNG PRIUK.

: PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Pelaksanaan pekerjaan pematangan dan penyiapan lahan berikut tahap pelaksanaannya


kami uraikan.
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan persiapan dimulai di awal pelaksanaan pekerjaan adapun bagian dari pekerjaan
persiapan adalah sebagai berikut :
a. Administrasi
- Mengajukan surat izin pekerjaan/pelaksanaan kepada owner/pengawas.
- Mengajukan shop drawing, time schedule, avvroval material,struktur organisasi proyek
kepada owner/pengawas.
- Mengurus surat izin kepada pihak terkait baik pemerintah maupun instansi lainnya.
- Melengkapi

kebutuhan

K3,

mulai

dari

APD

sepatu,

helm,sarung

tangan,kacamata,rompi,masker, bodyhardnes), kotak P3K, tabung APAR, Asuransi pekerja


(BPJS) dan rambu-rambu lainnya.
- Mempesiapkan dokumen kontrak (BOQ,RKS,gambar teknik)
- Mempersiapkan sumber daya manusia yang handal dan trampil.
b. Mobilisasi
- Pengiriman peralatan kerja, kebutuhan office dan bahan lainnya menggunakan truck

ke

lokasi proyek.
c. Pengukuran/Pematokan
- Penentuan titik BM ( Bench Mark ) dengan menggunakan theodolit atau TS, meteran, dan
waterpass untuk menentukan superposisi lahan existing,staking out dan elevasi/titik
refrensi untuk semua As / Centre Line dari masing masing sub sector lahan ,sehingga
didapat garis horizontal yaitu sumbu X dan sumbu Y ,serta sumbu vertical atau sumbu Z.

d. Pembuatan Direksi Keet,Air Kerja ,Listrik Kerja& Gudang


- Pembuatan direksi keet/office dilokasi proyek dari container office.
- Pembuatan air kerja dari sumur bor maupun pam.
- Pengadaan listrik kerja dari genset dan penyambungan sementara listrik PLN.
- Pembuatan gudang penyimpanan material, bahan bakar dan alat kerja berdasarkan
penggunaanya.
- Pembuatan tempat tinggal sementara tenaga kerja.
- Pembuatan kamar mandi dan WC sementara dilokasi proyek.
- Menyediakan tanki air dilokasi proyek.
- Menyediakan meja, kursi , white board dan ATK.
- Membuat lampu penerangan di lokasi proyek.
e. Pembuatan Pagar, Gerbang dan Jalan Akses
- Pagar penutup lokasi proyek dipasang dengan menggunakan seng gelombang dengan
penyanggah kayu kaso/dolken untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,
dan pembuatan gerbang proyek.
- Rencanakan akses keluar masuk kenderaan yang baik dimana jalur masuk dan keluar
beda agar tidak terjadi kemacetan lalu lintas yang banyak menyita waktu pada saat
mobilisasi matrial.
- Membuat Jembatan dari beton/plat baja keluar masuk kenderaan proyek.
- Mempekerjakan sdm yang membantu mengatur lalu lintas pada saat keluar masuk
kenderaan proyek.
- Membuat rambu-rambu lalulintas.
f.Pekerjaan Dewatering
- Pekerjaan dewatering dilakukan untuk menyedot air yang ada pada lokasi proyek dengan
menggunakan pompa air mesin diesel/elektrik kapasitas sedot 4 dan dibantu pompa
jetpump ke saluran air yang

ada selanjutnya diujung saluran air disedot dengan

menggunakan pompa air mesin diesel kapasitas 4

agar mempercepat pengaliran air

saluran sampai ke laut hal ini dilakukan agar kondisi

lapangan

pekerjaan

kering,

kebersihan saluran harus selalu dijaga agar jangan terjadi

pendangkalan permukaan

saluran.
e. Normalisasi Saluran
- Pembersihan saluran air sebelah timur dan utara pembuangan ke laut dengan
menggunakan cangkul , sekop dan peralatan lainnya serta membuang sampah dan
endapan lumpur yang ada pada saluran agar jangan terjadi pendangkalan yang
menyebabkan tergenangnya air .
II. PEKERJAAN TANAH DAN BONGKARAN
Pekerjaan tanah dan bongkaran dikerjakan setelah pekerjaan persiapan telah
dilaksanakan dan dapat dilaksanakan secara bersamaan maupun estapet, jika melihat
pada tahapan pada pekerjaan tanah dan bongkaran terdiri dari :
a. Pekerjaan pembersihan Lapangan
- Pembersihan

lahan dilokasi proyek dilakukan dengan menggunakan cangkul, parang

excavator dan alat lainnya untuk mempercepat pelaksanan.


- Membuang sampah ke luar lokasi proyek ketempat yang ditentukan oleh owner maupun
ketempat lainnya dengan menggunakan truck.
b. Pekerjaan Galian tanah Eksisiting
- Penggalian dilakukan pada elevasi tanah yang lebih tinggi permukaannya dan pada lokasi
perletakan pondasi batu kali penahan tanah, pekerjaan pondasi dinding panel beton, dan
pekerjaan saluran.
- Tanah hasil galian dibuang dari elevasi yang lebih tinggi ke elevasi yang lebih rendah agar
didapatakan

tinggi

elevasi

yang

sesuai

dengan

perencanaan

berdasarkan

pengukuran/tofografi gambar kerja.


- Lumpur yang ada pada proyek akan dibuang keluar proyek.
c. Bongkar Panel Eksisting
- Pembongkaran panel eksisting menggunakan alat berat excavator dan tenaga manusia.
- Rencanakan pembongkaran agar jangan mengganggu pekerjaan yang lain.

- Hasil bongkaran akan dipindahkan ke lokasi yang elevasinya rendah yang sudah
terpasang cerucuk bambu , geotekstil dan limestone sudah digelar minimum 20 cm.
III.

PEKERJAAN PERKERASAN LAPANGAN

a.

Pekerjaan Cerucuk Bambu dan Papan


- Untuk menaikkan daya dukung tanah existing agar stabil sehingga didapat tegangan izin
tanah yang diharapkan maka dilakukan cerucuk bambu ukuran diameter pangkal 8 -10
cm
100 cm

,panjang 8-10 m yang ditancap kedalam tanah dengan jarak antar cerucuk
dibawah

settling pond.

- Tiap titik cerucuk bambu terdapat 3 bambu dalam satu lobang diikat dengan tali ijuk/tali
kapal

6 mm kepala bambu disatukan dengan papan kayu berlobang sesuai

dengan ukuran ujung bambu tersebut .


- Jarak ikat dari ujung bambu adalah 25 cm untuk atas dan bawah, untuk tengah ada dua
ikatan dengan jarak 100 cm.
- Penancapan cerucuk bambu menggunakan tenaga manusia dan excavator.
- Setelah cerucuk bambu terpasang lalu permukaan tanah dipasang/digelar geotekstil,
limestone

setebal 80 cm bervariasi dipermukaan tanah pondasi.

b.Pekerjaan Pemasangan Geotextil


- Sebelum penggelaran geotekstil dilakukan dipastikan permukaan tanah sudah bersih dari
benda-benda yang dapat merusak geotekstil.
- Penyambungan geotekstil dengan overlap ukuran yang cukup (20cm) untuk dijahit dengan
sambungan yang baru dengan jahitan ganda.
c. Pekerjaan Urugan Lime Stone
- Material lime stone didatangkan dari Bogor/Suka Bumi dengan menggunakan Truck
Tronton.
- Penghamparan limeston dengan menggunakan excavator, bulldozer
bervariasi

setebal 80 cm

diatas permukaan geotekstil disesuaikan dengan kondisi lapangan, dan

dipadatkan dengan Vibro roller,sheep roller dan stamper untuk area yang tidak terjangkau
alat berat ,penghamparan diatas gelaran geotekstil.

d. Pekerjaan Urugan Base B


- Matrial base B didatangkan dari Bojonegara/Bogor dengan menggunakan truck Tronton
maupun dibantu dengan menggunakan kapal tongkang mengingat lokasi proyek dekat
dengan Dermaga selanjutnya akan dilangsir dengan menggunakan dumtruck indeks 24 ke
lokasi proyek.
- Penghamparan agregat B ditas lime stone yang sudah dipadatkan dilakukan dengan tebal
50 cm dengan bantuan Excavator, bulldozer dan tenaga manusia.
- Pemadatan base B dengan bantuan Mesin giling Vibro Roller, Sheep foot roller untuk area
yang luas dan Stamper untuk area yang tidak terjangkau alat berat.
- Pemadatan dilaksanakan sampai tercapai kepadatan yang ditentukan ( CBR 60 % ).

e. Pekerjaan Urugan Base A


- Penghamparan base A diatas lapisan base B padat dilakukan dengan tebal 40 cm dengan
Excavator, buldozer dan tenaga manusia.
- Pemadatan base A dengan bantuan Mesin giling Vibro Roller ,sheep foot Roller untuk area
yang luas dan Stamper untuk area yang tidak terjangkau alat berat.
- Pemadatan dilaksanakan sampai tercapai kepadatan ditentukan ( CBR 90 % ).
f. Pekerjaan Urugan Pasir
- Penghamparan pasir diatas base A padat dilakukuan dengan ketebalan 5 cm
g. Pekerjaan pasang paving block 4.10
- Pada permukaan base A yang sudah dipadatkan dilakukan penghamparan lapisan pasir
urug setebal 5 cm dan dipasang paving block 4.10. dari CI.
- Setelah paving block terpasang akan diratakan kembali dengan mesin gilas mini.
- Rongga pada permukaan paving block akan diisi dengan pasir, dan dibersihkan setiap
material yang ada di atas paving block.
h. Pekerjaan Kanstin
- Kanstin yang digunakan adalah fc'20 MPa dengan ukuran 0,40 x 0,15 x 0,3 cm dan adukan
1:4.
- Kanstin yang dipasang akan dibuat tali air setiap jarak 2 m, lokasi pemasangannya di
bagian barat dan utara pinggiran paving block dan akan difinishing dengan cat.

IV. PEKERJAAN FASILITAS PENDUKUNG LAPANGAN


a. Pekerjaan Pasang Batu Kali Untuk Saluran
- Matrial batu kali,pasir di datangkan dengan menggunakan Truck Tronton.
- Pemindahan batu kali,pasir dan semen didalam site menggunakan truck, excavator,
gerobak kayu dan trolly.
- Pengadukan semen dan pasir menggunakan tenaga manual dan mesin molen diesel.
- Rencanakan urutan pemasangan awal dan selanjutnya yang tidak mengganggu akses
pekerjaan yang lain.
- Siapakan alat alat yang diperlukan,tenaga kerja yang handal dan cukup dan letakkan
bahan material yang dekat dengan lokasi pelaksanaan pemasangan batu kali.
- Lakukan pengukuran/bowplank sesuai dengan gambar kerja.
- Siapkan adukan untuk bahan kerja batu kali.
- Pemasangan batu kali dikerjakakan dengan campuran semen dan pasir 1 : 4 adapun
pekerjaanya antara lain pondasi panel beton, penahan tanah dan saluran untuk ukuran
disesuaikan dengan gambar kerja.
- Siapkan lantai kerja dengan menggunakan adukan untuk pekerjaan dinding penahan
tanah.
- Pada saat pelaksanaan pekerjaan pondasi dinding panel akan dikerjakan secara
bersamaan dengan tiang panel beton dan pemasangan pipa PVC 6' panjang 70 cm.
b.

Pekerjaan Panel Beton

- Panel beton yang digunakan adalah beton precast dengan 7 layar dengan ukuran 240 x 5 x
40 cm.
- Panel disusun diatas pondasi batu kali dan ditengah-tengah tiang panel, setiap rongga
panel diisi dengan adukan 1 : 4.
- Setelah panel terpasang akan dipasang kawat duri 3 baris, kawat duri di pasang pada besi
siku L40.40.4 dimana besi siku dimasukkan kedalam lobang tiang panel dan rongga lobang
diisi adukan, bentuk disesuaikan dengan gambar kerja.

c. Pintu Pagar BRC panjang 5 m


- Posisi pagar BRC berada pada sebelah timur dinding panel kira-kira 40 meter dari jalan
raya Marthadinata.
- Pembuatan pondasi beton bertulang dengan elevasi - 90cm dibawah permukaan paving
block, selanjutnya ke atas pondasi ada kolom dengan ukuran 30 cm dengan tinggi +240
diatas permukaan paving block dan pengecoran beton bertulang pada landasan rel
gerbang.
- Pada saat pengecoran pondasi rel gerbang siapkan angkur sebagai sambungan rel
gerbang demikian juga dengan kolom penahan gerbang dibuat over stek/angkur sebagai
perkuatan penahan roda bagian atas gerbang disambung dengan mesin las listrik.
- Pabrikasi gerbang dengan rangka pipa baja 2, pagar BRC, dan pemasangan roda pada
bagian bawah rangka gerbang masing masing 6 roda tiap gerbang bentuk disesuaikan
dengan gambar rencana.
- Untuk landasan rel roda gerbang menggunakan baja siku , dimana sikunya disambung
dengan mesin las pada beton bertulang yang ada pada bawah rel gerbang.
- Pabrikasi tulangan menggunakan mesin bar bender dan bar cutter untuk mempercepat
pelaksanaan.
- Pagar difinishing dengan cat.

V. PEKERJAAN PONDASI LAMPU


a. Pekerjaan Pondasi tiang HMP.
- Pengadaan tiang pancang mini pile segitiga ukuran 28 x 28 x 28 panjang 6 m type buttom
dan type middle.
- Pemancangan tiang pancang dengan alat pancang drop hammer untuk satu titik
pemancangan memakai type buttom panjang 6 m lalu disambung cara di las dengan type
middle panjang 6 m.
- Untuk tiap pondasi tiang HMP dipakai 4 set tiang pancang dengan kedalaman 12 m yang
jarak antar tiang pancang sejauh 1,5 m.
- Pemotongan kepala tiang pancang hingga didapatkan tulangan dari tiang pancang untuk
pengikatan dengan pembesian poer.

- Pembesian poer beton ukuran 210 cm x 210 cm x 100 cm memakai besi ukuran 18 15
cm baik untuk arah memanjang,arah melintang dan pembesian pinggang.
- Pembesian pedestal ukuran 150 cm x 150 cm x 75 cm memakai besi ukuran 18 15 cm
untuk pembesian vertikal dan pembesian pinggang memakai besi ukuran 12 15 cm.
- Pemasangan angkur 32 mm panjang 80 cm sebanyak 10 buah yang diletakan secara
melingkar sesuai base plate tiang HMP.
- Pembuatan bekisting / acuan untuk poer beton dan pedestal dari multiplek 9 mm dengan
rangka kayu kaso 4/6 serta stoot kayu kaso 4/6.
- Sebelum pengecoran agar dipasang pipa PVC aw 3 posisi miring dari titik tengah tiang
pancang menuju box panel penerangan.
- Pengecoran beton ready mix K.350 untuk poer beton dan pedestal tiang.
- Sebelum pengecoran harus dilakukan test slump.
b. Pekerjaan Box Culvert & Bak kontrol
- Sebelum pembuatan lantai kerja dilakukan pengukuran/bowplank yaitu -90 cm dari
permukaan paving block sebagai ukuran lantai kerja jadi.
- Penghamparan Lapisan pasir padat dilakukan sebelum pelapisan lantai kerja tebal 5 cm
dengan campuran 1 semen : 5 pasir.
- Pekerjaan beton box culvert ukuran lebar 125 x 90 cm, tinggi 90 cm dan tebal 12,5cm.
- Pembesian box culvert memakai besi 16 28 cm dua lapis untuk arah x dan 16 5
cm arah Y.
- Pembuatan box culvert dimulai dengan pembesian plat dasar dan pembesian dinding,lalu
dibuatkan bekisting / acuan untuk dinding dari multiplek 9 mm dengan rangka kayu kaso
4/6 serta stoot kayu kaso 4/6.
- Pengecoran beton ready mix.K350 untuk plat beton lantai tebal 25 cm dan dinding beton
tebal 25 cm.
- Setelah beton box culvert berbentuk U sudah cukup kuat,kemudian selanjutnya plat beton
box culvert bagian atas dibuatkan bekisting / acuan.
- Pembesian plat beton tutup box culvert memakai besi 16 - cm dua lapis untuk arah X
dan arah Y, dengan ukuran lebar 65 x 50
- Sebelum dilakukan pengecoran harus sudah terpasang pipa 3 sebagai jalur kabel.

- Pengecoran beton ready mix.K350 untuk plat beton atas tebal 25 cm,dimana
permukaannya sama dengan permukaan pasangan paving block 4.10.
- Untuk bak kontrol pelaksanaannya hampir sama dengan pelaksanaan box culvert hanya
saja beda ukuran dan tulangan.

c. Pekerjaan Tiang Lampu HMP dan Lampu


- Jenis lampu yang digunakan adalah lampu sorot HPI-T 1000 Watt type MVP 507 Wide
Beam,type HNF 207 Narrow Beam SON-T 1000 watt.
- Tiang lampu sudah disediakan oleh owner diluar lokasi proyek, pelaksana merelokasi tiang
ke lokasi dan dilakukan servis terhadap cat tiang, kabel , motor,sling dan peralatan lainnya
mengingat tiang yang digunakan adalah tiang lama/bekas.
- Pada setiap sambungan disambung dengan sistem sock dimana akan lebih mengikat
setelah berdiri yang ditekan oleh pembebaban sendiri dan menerus kebawah.
- Pada tiang HMP yang paling tinggi dipasang penangkal petir yang dilengkapi pantekan
arde sebagai grounding.
- Untuk menaikan dan menurunkan lampu di ketinggian 25 m diperlukan motor penggerak
Reversible type 1500 watt 220 V,dimana motor penggerak ini dapat digunakan bila
diperlukan dan tidak menyatu dengan tiang HMP.
- Setelah semua sesuai rencana, tiang HMP diinstalasi,setting dibawah dan didirikan/ereksi
diangkat oleh crane.
- Pemasangan lampu ditiap tiang masing-maing 4 buah ( 2 buah WB,2 buah NB ).
d. Pekerjaan Panel
- Panel buatan Pabrik terkemuka dan disetujui pemberi tugas.
- Bahan panel steel dengan ketebalan minimum 2mm lengkap dengan rangka yang terbuat
dari besi siku atau besi plat yang ditekuk.
- Memasang semua komponen dalam panel dengan kokoh dan melengkapi pintu dengan
kunci serta lubang lubang incoming dan outboing.
- Memasang panel diletakkan pada pondasi dan tertanam dengan kuat sehingga tidak
mungkin roboh.

- Memasang arde atau grounding.


- Komponen Panel Box lampu ex Siemens, AEG, BBC, MG atau setara.
e. Pekerjaan Kabel.
- Menugaskan tenaga ahli instalasi listrik kami yang berpengalaman untuk melaksanakan
tugas ini.
- Untuk kabel dari tiang HMP menuju Pondasi panel dipasang posisi miring dengan
kedalaman 50 cm dilindungi dengan pipa PVC dia. 3 kelas AW.
- Setiap sambungan dipanel akan dilengkapi dengan preschoen kabel atau pressleg dan
dililit dengan exesior tape.
- Menggunakan jenis kabel NYFGBY 4x6 mm2 sebagai kabel feeder dari panel MDP ke
Panel Pembagi, NYA 1x2,5mm2 dari panel Pembagi ke panel Lampu HMP, NYY 3x2,5mm2
untuk instalasi dari panel ke lampu sorot.
- Kabel yang akan digunakan adalah sesuai standar PLN buatan Kabelindo atau Kabel Metal
atau Kabel Tranka atau Kabel Supreme.
- Kabel sebelum dan sesudah digelar harus di Megger test dan harus melakukan test
commisioning fungsi panel,auto nyala lampu, grounding test dan disaksikan oleh Pemberi
Tugas / Konsultan Pengawas.

1
0

VII.

PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA ( K3 )

- Mempersiapkan BPJS ketenagakerjaan bagi setiap pekerja.


- Menyediakan kotak P3K dilokasi proyek.
- Melakukan Cek kesehatan bagi semua pekerja baik Staff maupun pekerja di lapangan.
- Mewajibkan setiap pekerja untuk menggunakan Alat-alat Pelindung Diri seperti: Helm,
Sepatu Safety,Sarung tangan ,Masker, Rompi Spotlight, dll.
- Melakukan koordinasi dengan Rumah sakit ataupun PUSKESMAS setempat untuk
mendapatkan jaminan perawatan bilamana terjadi hal hal darurat yang bersifat medis.
- Menugaskan Petugas Safety di lapangan untuk mengawasi kegiatan pekerjaan di
lapangan yang menyangkut keamanan kerja yang mana dibawah pengawasan langsung
Project Manager.
- Mempersiapkan tabung APAR,Rambu rambu Pengaman Proyek yang akan dipasang di
sekitar areal proyek.
- Melakukan Pengecekan terakhir terhadap Peralatan-peralatan kerja yang akan digunakan
sebelum melakukan Mobilisasi Alat ke lokasi pekerjaan.
Demikianlah metode pekerjaan ini kami sampaikan sebagai kontraktor peleksana jika
ditunjuk dan dipercaya untuk melaksanakan pekerjaan tersebut

Jakarta, 13 Desember 2016


Hormat kami,
PT. BANGUN PERSADA BENUA

JANDINATA DJAJA
Direktur Utama

1
1

1
2