Anda di halaman 1dari 4

Dopamin adalah salah satu senyawa katekolamin yang paling signifikan

dalam memainkan peranan sebagai neurotransmiter yang dapat mempengaruhi fungsi


otak (Deng, 2011). Defisiensi dopamin dalam jaringan otak menyebabkan gangguan
neurologis seperti penyakit parkinson dan schizophrenia
Obat-obat yang digunakan untuk terapi gangguan tersebut pada umumnya
adalah

obat-obat

yang

memodifikasi

transmisi

dopamin.

Dopamin

dapat

meningkatkan rasa senang, motivasi, daya pikir, tidak mudah lelah dan dapat
memberikan rasa nyenyak ketika tidur. Efek ini hampir serupa dengan efek kokain.
Oleh karena itu dopamin dapat disalahgunakan sebagai hormon untuk meningkatkan
kadar dopamin dalam tubuh. Dalam hal ini maka penting perlu dilakukannya
pengukuran terhadap dopamin (Lucia, 2006). Beberapa metode yang telah digunakan
untuk penentuan dopamin antara lain adalah metode spektrofotometri (Idris, 2012),
spektrofluorometri (Wang, 2001 dan Wang 2003), immunoassay (Nichkova, 2013),
elektroforesis (Perry, 2011) dan kromatografi (Baranoskwa, 2002).
Pada tahun 1990, Farmakope edisi Cina dan USP XXI menjelaskan bahwa
kemiluminense dapat digunakan untuk penentuan dopamin namun tidak stabil dan
mudah teroksidasi (Taghdiri, 2012). Beberapa penelitian yang telah dilakukan
terhadap penentuan dopamin masingmasing memiliki kelemahan. Pada metode
kromatografi, meskipun selektif dan 2 spesifik namun memerlukan biaya yang sangat
mahal, pengerjaannya kompleks dan rumit. Demikian juga metode fluorometri
membutuhkan banyak sampel dan waktu yang cukup lama (Adenkule, 2010). Oleh
karena itu pada saat ini dikembangkan metode elektrokimia yang mempunyai
keuntungan yaitu waktu analisis yang cepat, dan murah. Zhao (2001) juga
menyebutkan bahwa penentuan dopamin dengan metode elektrokimia memiliki
keunggulan seperti pengerjaannya mudah, dimensi kecil, respon cepat dan akurasi
tinggi dibandingkan dengan metode spektroskopi atau kromatografi.

DAPUS DOPAMINE
Adenkule, A.S., Bolade, O.A., Jeseelan, P., and Kenneth, I.O. 2010.
Electrocatalytic Detection of Dopamine at Single-Walled Carbon Nanotubes Iron
(III) Oxide Nanoparticles Platform. Vol 148: 93-102
Baranoskwa, I., and Zydron, M. 2002. Liquid Chromatography in the Analysis of
Neurotransmitter and Alkaloids. Journal Of Chromatography. Vol 40
Idris, R.M, Elrasheed, A.G, Kamal, E.I., and Magdi, A.M. 2012. Development of
Spectrofotometric Method For Determination of Dopamine Hydrochloride in Bulk
and Injectable Forms. Research Journal of Pharmaceutical, Biological and
Chemical Science. Vol 3: 1135-1145
Lucia,E.W, 2006. Farmaklogi Obat Pada Sistem Organ. Universitas Surabaya:
Surabaya
Nickova, M, Paul, M, Wynveen, David T, Marc, Han Huisman, and Gottfried H,
Kellermann, 2013, Validation of An ELISA For Urinary dopamine: applications in
monitoring treatment of dopamine-related disorders. International Society for
Chemistry. Journal Of Neurochemistry. Vol.125: 724-735
Perry, M, 2011, Fast Capillary Electrophoresis For The Study Of Dopamine In The
Central Nervous System, Dissertation, University of Michigan
Taghdiri, M., and Anas, M. 2012. Aplication of Shepadex LH-20 for
Microdetermination of Dopamine by Solid Phase Spectrofotometric. International
Scholarly Research Network. Vol 12: 1-4
Wang , H.Y., Yue, S., and Bo, T. 2001. Study On Fluorescence Property of
Dopamine and Determination of Dopamine By Fluorimetri. Talanta. Vol 7: 899907 Wang, H.Y., Qiu, S.H. 2003. Fluorimetric Determination of Dopamine in

Pharmaceutical Product and Urine Using Ethylene Diamine as The Fluorigenic


Reagent, Analytica Chimica Acta. Vol 497: 93-99

Tabung ryle adalah berupa tabung karet tipis, yang dimasukan kedalam
lambung, injeksi pentagastrin( yang menghasilkan efek yang sama dengan gastrin
diberikan dan cairan lambung yang disekresi di aspirasi tabung tersebut dengan
interval dan diperiksa atas kandungan asam hidroklorida dan adanya darah atau sel
kanker.

DAPUS TABUNG RYLE


Gibson,John. Fisiologi dan Anatomi Modern Untuk Perawat. Jakarta: EGC, 2002. Hal
84-86