Anda di halaman 1dari 25

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS

SISWA KELAS VIII 2 SEMESTER 1 TA 2008-2009 SMPN 1 KEC. HARAU


MELALUI TEKNIK KALIMAT MENGALIR
BIDANG KAJIAN : BAHASA INDONESIA
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembelajaran ketrampilan berbahasa Indonesia di SLTP merupakan bagian
terpenting dari struktur kurikulum. Sebab pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
ditujukan untuk membina kesatuan persatuan bangsa, meningkatkan pengetahuan
keterampilan berbahasa dalam berkomunikasi serta memahami keberanekaragaman
budaya Indonesia (Depdiknas , 2003)

Secara konkret tujuan yang akan dicapai dalam

pembelajaran ini adalah peserta didik mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan
tepat dan kreatif dalam rangka meningkatkan kemampuan intelektual serta kematangan
emosional dan sosial. Hal ini diperjelas lagi dalam standar isi menjadi empat
keterampilan berbahasa yaitu : 1.mendengar ,2. berbicara ,3. membaca, dan 4. menulis
(BNSP ,2006).
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Bahasa dan
Sastra Indonesia khususnya pembelajaran menulis sangat penting untuk tingkat
pendidikan SLTP/MTs. Di sisi lain pembelajaran ketrampilan menulis bermanfaat bagi
siswa sebagai sarana untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan
benar untuk merespon situasi lokal,regional,nasional ,dan internasional.
Pembelajaran ketampilan menulis untuk kelas VIII SMP yang terdapat pada
standar isi diwujudkan dalam enam kompetensi dasar. Pembelajaran menulis tersebut
merupakan standar minimal yang harus disajikan dalam dua semester. Ini membuktikan
bahwa pembelajaran menulis.perlu diberikan pada peserta didik.

Berdasarkan pengamatan dan kenyataan di lapangan porsi penyajian ketrampilan


menulis tanpa disadari oleh pendidik lebih dominan dalam penyajian di kelas
dibandingkan dengan ketrampilan berbahasa lainya. Peserta didik sering disuguhi dengan
bermacam-macam ilmu yang berkaitan dengan menulis, tetapi ketrampilanya dalam
menggunakan bahasa tulisan kurang mendapat perhatian dari tenaga penddidik. Tenaga
pendidk cenderung menyajikan pembelajaran dengan sistem ceramah atau catat buku
sampai habis , sehingga berakibat pada rendahnya out put yang dihasilkan pada
pembelajaran menulis.
.Pelaksanaan pembelajaran ketrampilan menulis yang dilaksanakan oleh tenaga
pendidik cendrung dalam suasana rutinitas dan monoton. Penyebabnya adalah
penggunaan media dan model pembelajaran yang tidak tepat. Pembelajaran ketrampilan
menulis didominasi dengan menggunakan pendekatan struktural. Kegiatan pembelajaran
yang dilaksanakan cenderung dimonopoli tenaga pendidik, interaksi antara pendidik
dengan peserta didik kurang terjalin dengan baik. Sehingga siswa terkondisi pasif dalam
belajar. Seolah-olah peserta didik dianggap sebagai boneka hidup di dalam kelas
Pelaksanaan

pembelajaran

berbicara

sastra

sering

terabaikan

tenaga

pendidik,kalau pun ada pelaksanaannya lebih bersifat teoretis. Hal ini disebabkan
kompetensi guru dalam pelaksanaan pembelajaran berbicara agak minim , penggunaan
media dan model pembelajaran yang tidak tepat. Pembelajaran berbicara sastra
didominasi dengan menggunakan pendekatan struktural. Dalam proses belajar mengajar
kegiatan pembelajaran tenaga pendidik kurang memperhatikan peta kemampuan siswa
secara individu dalam belajar , sehingga pembelajaran yang dilaksanakan tidak

mengakomodir siswa yang mempunyai kelainan dalam belajar. Pada hal seluruh siswa
harus mendapat pelayanan prima dari guru dalam PBM
Suasana kelas seperti ini terjadi karena minimnya sarana yang dimiliki sekolah ,
kurangnya kemauan guru memberikan perhatian lebih pada siswa yang kurang
termotivasi dalam belajar , sehingga tenaga pendidik mendapat hambatan dalam
mengemas dan melaksanakan pembelajaran di kelas. Kenyataan ini berdampak negatif
bagi keberlangsung PBM. .. Ahkirnya guru sebagai pendidik kurang dihargai oleh siswa.
Kenyataan ini dapat dilihat pada pemilihan bahan ajar, metode,dan media, yang
digunakan dalam PBM. Tenaga pendidik yang tidak mempunyai persiapan dan kiat
tertentu dalam mengajar akan tampil kurang baik di muka kelas dan tidak menyenangkan
bagi peserta didik, sehingga pembelajaran terlaksana kurang baik dan tidak mencapai
sasaran yang diinginkan sebagaimana yang dituntut pada standar isi.
Kondisi belajar seperti ini dengan sendirinya akan mematikan kreativitas siswa.
untuk dapat berpikir dan bernalar secara logis. Hal ini tentu saja menimbulkan rasa jenuh
dan bosan di kalangan peserta didik.Tambahan lagi dalam kegiatan pembelajaran tenaga
pendidik cenderung mengambil patokan belajar pada kemampuan dirinya dalam
penyerapan materi pelajaran bukan pada kemapuan peserta didik
Hal ini tentu saja mengakibatkan kurang baik bagi kelancaran pelaksanaan PBM
di dalam kelas.Ini terlihat pada perilaku peserta didik yang sering keluar di waktu
kegiatan pembelajaran sedang berlangsung. Bahkan secara sengaja berusaha tidak masuk
belajar atau cabut pada mata pelajaran yang tidak disenanginya. Peserta didik yang
berkeliaran di luar kelas pada saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung tentu

berdampak negatif bagi siswa sedang belajar di lokal lain dan terpengaruh dengan
suasana diluar kelas.
Keadaan ini akan lebih parah bila pembelajaran berlangsung pada jam-jam
terakhir yang rawan bagi kelancaran proses belajar mengajar.Hal ini tentu lebih banyak
lagi peserta didik yang tidak tertarik belajar dan berkeinginan untuk pulang lebih cepat
walaupun jam pelajaran masih tersisa. Pada akhirnya masalah ini menjadi beban mental
bagi tenaga pendidik baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
Untuk itu tenaga pendidik sebagai fasilitator perlu memperhatikan permasalahan
yang timbul di dalam kelas untuk dijadikan sebagai bahan kajian dalam menentukan
bahan ajar, metode , media ,dan teknik yang tepat bagi kelancaran proses belajar
mengajar, khususnya dalam melaksanakan pembelajaran ketrampilan menulis. Bila hal
tersebut dapat di atasi maka pembelajaran ketrampilam berbahasa khususnya menulis
dapat diwujudkan sebagaimana mestinya, sehingga dapat mencapai standar minimal
standar kompetensi dan kompetensi dasar yang sudah ditentukan..
Berdasarkan pengalaman penulis dan data yang dikumpulkan melalui observasi di
lapangan dan wawancara dengan guru yang mengajar pada kelas VIII 2 SMP N 1
Kecamatan Harau dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis peserta didik sangat
rendah, sehingga mengalami kesulitan dalam mengungkapkan buah pikirannya dalam
bentuk tullisan.

Untuk lebih jelasnya permasalahan tersebut dapat dilihat tabel berikut :


No Kondisi yang ditemukan
1
Peserta didik sulit mengungkapkan buah
pikirannya
2
Tidak dapat mennyusun kerangka
Karangan
3
Tidak dapat menembangkan kerangka
karangan menjadi karangan
4
Peserta
didik
tidak
mampu
menggunakan tanda baca dengan tepat
5
Peserta
didik
tidak
mampu
menggunakan ejaan dengan tepat
6
Peserta
didik
tidak
mampu
memnggunakan huruf kapital dengan
tepat
7
Peserta didik tidak mampu
mengunakan pilihan kata dengan tepat
8
Peserta didik tidak mampu membuat
kalimat dengan tepat
9
Peserta didik pasif dalam PBM
10 Tidak dapat merefleksikan pembelajaran
menulis dalam kehidupan sehari-hari

Kondisi yang diharapkan


Peserta didik dapat mengungkapkan
buah pikirannya
Dapat menyusun kerangka karangan
Dapat mengembangkan kerangka
menjadi karangan
Peserta didik dapat menggunakan
tanda baca dengan tepat
Peserta didik mampu menggunakan
ejaan dengan tepat
Peserta didik mampu menggunakan
huruf kapital dengan tepat
Peserta didik mampu menggunakan
pilihan kata dengan tepat
Peserta didik
mampu membuat
kalimat dengan tepat
Peserta didik aktif dalam PBM
Dapat merefleksikan pembelajaran
menulis dalam kehidupan sehari-hari

Kesenjangan ini disebabkan :1) pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran


ketrampilan menulis monoton dan tidak menarik, 2) bahan pembelajaran ketrampilan
menulis yang digunakan tenaga pendidik kurang sesuai dengan situasi dan kondisi, 3)
waktu pembelajaran berlangsung siswa terkondisi pasif, sehingga peserta didik tidak
dapat bernalar dan berpikir secara kreatif dalam pembelajaran menulis secara maksimal.
Untuk mengatasi hal tersebut di atas tenaga pendidik sebagai fasilitator perlu
mencari kiat tertentu dalam pembelajaran seperti memilih model, media pembelajaran
yang tepat, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta menyesuaikan materi
pembelajaran dengan situasi dan kondisi di kelas. Dalam mengatasi masalah
pembelajaran ketrampilan menulis siswa SMP N 1 Kecamatan Harau kelas VIII semester
I disajikan pembelajaran ketrampilan menulis melalui teknik kalimat mengalir yang
dipadukan dalam empat aspek keterampilan berbahasa.

B. Perumusan dan Pemecahan Masalah


1. Perumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas adalah:
Bagaimanakah penerapan kalimat mengalir sebagai alat untuk meningkatkan
kemampuan menulis siswa kelas VIII 2 semester 1 SMP N 1 Kecamatan Harau ?
2. Pemecahan Masalah
Berdasarkan perumusan di atas pemecahan masalah adalah

Teknik kalimat

mengalir dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa SMP. Indikator keberhasilan


peserta didik dalam merespon pembelajaran ketrampilan menulis dapat dilihat pada
proses dan hasil belajar peserta didik. Dalam penilaian proses belajar aspek yang
diperhatikan adalah keseriusan, ketekunan, motivasi, dan kerjasama, sedangkan penilaian
hasil belajar yang diperhatikan adalah keberhasilan peserta didik dalam menyelesaikan
tes yang diajukan untuk menulis seperti menyusun kerangka karangan, mengembangkan
kerangka karangan menjadi teks karangan dengan memperhatikan diksi struktur kalimat
dan kaidah penulisan yang sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan serta dapat
merefleksikan dengan kehidupan sehari-hari. Data proses dan hasil belajar tersebut
diambil dari siklus I, diakhir siklus I dilakukan refleksi sebagai dasar untuk melanjutkan
penelitian pada siklus II dan seterusnya.
C.Tujuan Penelitian
Secara umum penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan
kemampuan menulis siswa kelas VIII 2 semester I SMP N 1 Kecamatan Harau melalui
teknik kata mengalir sebagai alat untuk menulis.

Sedangkan tujuan khusus yang ingin dicapai adalah 1) menyajikan pembelajaran


ketrampilan menulis siswa kelas VIII 2 Semester I SMP N 1 Kecamatan Harau, 2)
menerapkan pembelajaran bervariasi dan presentatif secara terpadu dalam empat aspek
keterampilan berbahasa dengan teknik kalimat mengalir, 3) menggiring siswa belajar
dalam suasana bebas, menyenangkan dan menarik.
D.Manfaat Penelitian
Manfaat umum dari penelitian tindakan kelas ini adalah agar dapat menyajikan
pembelajaran

ketrampilan

menulis

dengan tekhnik kalimat

mengalir untuk

membangkitkan motivasi belajar siswa menuju pembelajaran dengan menggunakan


pendekatan CTL. Sehingga dapat diperoleh metode yang baru dalam pembelajaran. Di
sisi lain hal ini sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya.
Sedangkan manfaat khusus yang dapat dipetik dari penelitian ini adalah

1) bagi

tenaga pendidik dapat menerapkan tekhnik kalimat mengalir dalam pembelajaran


ketrampilan menulis

sebagai alternatif dalam pembelajaran menulis , 2) bagi peserta

didik dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide dalam bernalar dan pikir
secara kreatif pada aspek ketrampilan menulis sehingga dapat dipetik manfaatnya untuk
berinteraksi di tengah masyarakat, 3) peserta didik dapat memperoleh pembelajaran yang
menyenangkan dan presentatif sehingga siswa tertarik belajar mengungkapkan idenya
melalui tulisan 4) bagi sekolah terbuka kesempatan memiliki tenaga pendidik yang
berpotensi di masa yang akan datang.

II. KERANGKA TEORETIS


A. Landasan Teori
Dalam pembelajaran sastra di tingkat SLTP peserta didik dituntut dapat berkreasi
mengungkapkan idenya melalui tulisan yang disebut dengan menulis.. Menulis berarti
melahirkan pikiran atau perasaan dengan mengarang. (KBBI,2001:1219). Sedangkan
Supriatna dkk.(2002 ; 7 }menyatakan bahwa menulis merupakan ketrampilan produktif
melahirkan ide dan informasi dengan menggunakan bahasa. Dengan kata lain menulis
merupakan suatu kegiatan penyampaian pesan dengan menggunakan tulisan sebagai
mediumnya (Akdiah,1997:1,3).
Untuk menyusun sebuah karangan perlu pengetahuan dan ketrampilan dimiliki
oleh penulis di antaranya: 1.bahan-bahan bentuk tulisan (ide,pengorganisian tulisan,dan
bahasa), 2.strategi penyampaian ide yang komunikatif agar terungkap secara sistematis,
dan 3.gaya penyampaian yang berkaitan dengan ejaan , diksi, hubungan kata,struktur
kalimat, susunan paragraf, penyajian, dan perwajahan (Widyamartaya,1990 : 3 ).
Melihat standar isi pada kelas VIII semester I pembelajaran menulis terdiri atas
tiga kompetensi dasar yaitu menulis laporan, menulis bahasa petunjuk ,dan menilis surat
dinas. Berdasarkan tujuan penulisannya ketiga kompetensi dasar dapat dikelompokkan
pada tulisan yang berisi uraian suatu obyek bermanfaat bagi pembaca sehingga dapat
memperluas pandangan atau pengetahuan pembaca (Keraf,1985 : 7).
Berdasarkan pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa menulis merupakan
suatu kegiatan menyampaikan pesan kepada pembaca yang disusun secara sisitematis
dengan memperhatikan bentuk tulisan ,ejaan,diksi,struktur kalimat dan paragraf, dan
penyajiannya. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa menulis adalah kegiatan

menyampaikan pesan, informasi kepada pembaca dengan memperhatikan kaidah


pembentukan kata dan kalimat.dalam penyajiannya
Tentu saja pada pembelajaran ketrampilan menulis peserta didik mengalami
kesulitan untuk menentukan ide yang akan diungkapkan dalam tulisan, apalagi penulis
tingkat pemula.Namun begitu penulis tingkat pemula dapat ditingkatkan kemampuannya
dalam berkreasi dengan berbagai cara.
Dalam rangka mencapai hal tersebut di atas diperlukan metode yang tepat dalam
pembelajaran .Menurut KBBI (2001 : 740 ) metode berarti cara teratur yang digunakan
untuk mencapai tujuan. Sedangkan Moeliono, dalam Sudjana (2001 : 1) menyebutkan
bahwa metode merupakan setiap kegiatan yang ditetapkan oleh pendidik untuk mencapai
pembelajaran.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa metode sangat dibutuhkan
untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran agar dapat terlaksana dengan demi mencapai
sasaran yang sudah ditetapkan.Sebab tanpa menggunakan metode yang baik dan
sistematis kegiatan pembelajaran tidak akan terlaksana dengan baik. Dalam hal ini
dibutuhkan kiat tertentu dari tenaga pendidik dalam mendisain kegiatan pembelajaran
seperti penggunaan tekhnik dan metode dengan tepat.
Untuk menerapkan metode dalam pembelajaran , Nur dalam Depdiknas (2005 :
46)menyebutkan

bahwa

metode

pengajaran

kontekstual

memungkinkan

siswa

memperluas, menerapkan pengetahuan, keterampilan akademis di sekolah. Di sisi lain


Palmer dalam De Porter dan Hernacki (2005 : 281, 282) menyatakan bahwa suasana
kelas dan proses belajar dikondisikan menyenangkan.

Dalam

rangka

menerapkan

tekhnik

kalimat

mengalir

dalam

kegiatan

pembelajaran keterampilan menulis dibutuhkan pemahaman peserta didik terhadap


kalimat yang dibacanya. Sebab kalimat pertama merupakan dasar tempat berpijak untuk
melanjutkan kalimat yang akan diungkapkan dalam tulisan selanjutnya.
Menurut Achmad (1997:2) menyatakan bahwa kalimat adalah suatu subsistem
bahasa sintaksis mempersoaalkan hubungan antara kata dan satuan-satuan yang lebih
besar yang membentuk suatu kontruksi. Di sisi lain kalimat berarti kesatuan ujaran yang
mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan.Sedangkan mengalir berarti bergerak
maju (KBBI, 2001 : 31,494 )
Dari pendapat pakar di atas dapat disimpulkan bahwa kalimat merupakan arus
ujaran yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan, diungkapkan dengan
kata-kata yang membentuk suatu kontruksi. Kata mengalir berarti bergerak maju Dari
uraian di atas dapat dipahami bahwa kalimat merupakan arus ujaran yang
mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan dalam bentuk kata-kata pada suatu
kontruksi yang bergerak maju.Dengan arti kata kalimat yang dibuat terungkap secara
berantai akhirnya menjadi sebuah paragraf (Suyano,2004 : 55 ).
Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa tekhnik
pembelajaran kalimat mengalir merupakan salah satu tekhnik pembelajaran yang dapat
digunakan untuk ketrampilan menulis. Hal ini dapat mendorong peserta didik belajar
kelompok dengan baik dan menarik serta penuh tanggung jawab. Dengan sendirinya
pembelajaran menulis dengan teknik kalimat mengalir menjadi daya tarik tersendiri bagi
peserta didik untuk pembelajaran menulis selanjutnya.

10

B. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan uraian pendapat ahli di atas hipotesis tindakan yang diajukan
adalah:Dengan kalimat mengalir dapat ditingkatkan kemampuan menulis siswa kelas
VIII 2 SMPN 1 Kec. Harau. Hipotesis ini diajukan untuk mendukung tindakan proses
pembelajaran menulis dalam kompetensi dasar menulis surat dinas menulis petunjuk dan
menulis laporan. perjalanan Hal ini dapat dibuktikan pada beberapa siklus penelitian
yang akan dilaksanakan..
C. Kerangka Berpikir
Berdasarkan pendapat pakar pada landasan teori di atas rumusan kerangka
berpikir adalah sebagai berikut: 1.Menulis merupakan suatu kegiatan menyampaikan
pesan kepada pembaca yang disusun secara sisitematis dengan memperhatikan bentuk
tulisan ,ejaan,diksi,struktur kalimat ,paragraf, dan penyajiannya,

2. Pembelajaran

menulis dilaksanakan secara kontekstual dengan kondisi kelas yang menyenangkan,


presentatif yang digarap secara energis dan dramatis, 3 teknik pembelajaran kalimat
mengalir merupakan salah satu teknik pembelajaran yang dapat digunakan untuk
ketrampilan menulis agar dapat mendorong peserta didik belajar kelompok dengan baik
dan menarik serta penuh tanggung jawab.
Dari uraian di atas dapat dilihat bagan berikut ini :
Ketrampilan
Menulis

Metode

Kalimat
Mengalir

Hasil Belajar

11

III. Metodologi Penelitian


A. Desain Penelitian
Untuk Penelitian Tindakan Kelas pelaksanaannya berlangsung minimal 2 siklus
maksimal 3 siklus. Gambaran siklus tersebut dapat dilihat bagan berikut (Lewin dalam
Syuwarsih, 1994 : 25)
Keterangan
1
3
2
4

1. Analisis kegiatan belajar mengajar


bahasa dan sastra Indonesia
2. Observasi 1
3. Refleksi 1
4. Action / Tindakan I
5. Observasi II

6
5
7

6. Refleksi II
7. Action / Tindakan II

Gambar 1 : Desain Penelitian


B. Seting Penelitian
1. Tempat penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP N 1 Kecamatan Harau.
Pemilihan tempat ini didasarkan selain tempatnya mudah dijangkau + 7 km dari
Payakumbuh, latar belakang ekonomi dan pendidikan orang tua siswa bervariasi. Dengan
sendirinya hal ini akan berpengaruh terhadap peserta didik sebagai subjek penelitian.
2. Waktu penelitian
Waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan data penelitian adalah bulan
Agustus sampai bulan September. Hal ini disebabkan pada bulan tersebut proses belajar
mengajar diperkirakan tidak terganggu.

12

Untuk kegiatan pengumpulan data dapat dilihat tabel berikut :


No

Kegiatan

Mengiventaris permasalahan
kelas (PBM)
Studi kepustakaan penyiapan proposal
Menyiapkan instrumen (RPP dan tes)
pengumpulan data
Pengambilan data siklus I dan refleksi
Pengambilan data siklus II dan refleksi
Menganalisis data siklus I dan II
Penulisan draf
Penulisan laporan

2
3
4
5
6
7
8

Minggu ke
1 2 3 4
dalam x x

x
x
x

x
x
x
x
x

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dilakukan dengan sistem pertemuan


mingguan dengan frekuensi pertemuan 4 x tatap muka. Setiap tindakan penelitian diamati
oleh rekan sejawat yang bertindak sebagai kolaborasi dan pembimbing (kepala sekolah)
B. Subjek Penelitian
Dalam penelitian tindakan kelas ini subjek penelitian adalah siswa kelas VIII, dua
Sumber Data
Untuk penelitian ini sumber data yang dikumpulkan adalah 1) jenis data proses
dan hasil, 2) sumber data berasal dari guru, siswa, PBM dan produk.
C. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data penelitian ini teknik yang digunakan adalah

1)

mengumpulan data berupa angket, tes dan observasi, 2) mengidentifikasi data, 3)


mengklasifikasi data dan 4) memverifikasi data.
Alat yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes, angket dan observasi
(Atmazaki, 1990 : 75).

13

F. Indikator Kinerja
Indikator keberhasilan dalam merespon pembelajaran menulis laporan perjalanan
dapat dilihat pada proses dan hasil belajar peserta didik. Dalam penilaian proses yang
diperhatikan adalah keseriusan, ketekunan, motivasi, dan kerjasama, sedangkan penilaian
hasil belajar adalah keberhasilan peserta didik dalam menyelesaikan tes yang diajukan
untuk menulis yang dilihat dari aspek penguasaan

pilihan kata, ejaan ,struktur

kalimat,dan kepaduan paragraf.


Berdasarkan hal itu ditetapkan indikator kinerja sebagai berikut:
1. hasil akhir dari kemampuan siswa menulis sekurang-kurangnya 70;
2. kondisi dalam proses pembelajaran sekurang-kurangnya 75 % siswa
menunjukkan sikap yang baik.
Penetapan ini didasarkan pada KKM Kompetensi Dasar yang sudah ditetap dengan angka
70.

14

DAFTAR PUSTAKA
Depdikbud. (1993). Kurikulum 1994 Garis-garis Besar Program Pengajaran Mata
Pelajaran Bahasa Indonesia.. Jakarta : Depdikbud.
Depdiknas. (2001). KBBI. Jakarta : Balai Pustaka.
________.(2003). Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.
Jakarta : Depdiknas.
________. (2005). Materi Pelatihan Terintegrasi Bahasa dan Sastra Indonesia 1.
Jakarta : Depdiknas
De Porter, Bobbi dan Hernacki, Mike. (2005). Quantum Learning.
Bandung : Kaifa
Hardjasujana, Ahmad S. (1977). Keterampilan Membaca. Jakarta : Universitas Terbuka.
HP, Achmad (1996) Sintaksis, Jakarta: Departemen Pendidkan dan
Kebudayaan.
Madya, Syuwarsih. (1994). Panduan Penelitian Tindakan. Yogyakarta : Liberty.
Suyatno . (2004) Teknik Pembelajaran Bahasa dan Sastra. Surabaya : SIC.

15

CURRICULUM VITAE
Nama

: YENI HASTUTI, S.Pd.

Tempat / tgl.. lahir

: Datar Koto Tangah / 8 Maret 1964

Pendidikan

: SD Koto Tangah Tahun 1977


: SMP N Limbanang Tahun 1980
: SPG Payakumbuh Tahun 1983
: D II IKIP Padang Tahun 1985
: S 1 Universitas Negeri Padang Tahun 2004

Pengalaman Kerja

: Guru SMPN Sungai Naning.Tahun 1985


Guru SMPN 1 Kec. Harau Tahun 2003

Pelatihan yang diikuti

: Pelatihan terintegrasi Berbasisi Kompetensi


Tahun 2005 Padang.

Pengalaman Organisasi

: MGMP Mata Pelaajaran Bahasa Indonesia SMP


Kabupaten Lima Puluh Kota

16

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Satuan Pendidkan
Mata Pelajaran
Tema
Unit
Kelas/Semester

: SMPN
: Bahasa dan Sastra Indonesia
: Moral
: .............................................
: VIII .1

Standar Kompetensi : Menulis


Mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan,
surat dinas, dan petunjuk

Menulis laporan perjalanan dengan bahasa yang baik dan benar

Kompetensi Dasar

Indikator

: 1) Mampu menyusun kerangka laporan berdasarkan urutan


ruang, waktu, atau topik
2) Mampu mengembangkan kerangka dengan bahasa yang
komunikatif
3) Mampu menyunting laporan yang sudah ditulis

Alokasi Waktu
KKM

: 4x 40 menit
: .......

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah KBM berlangsung:
1.Siswa mampu menyusun kerangka laporan berdasarkan urutan ruang, waktu,
atau topik dengan tepat
2.Siswa mampu mengembangkan kerangka dengan bahasa yang komunikatif
3.Siswa mampu menyunting laporan yang sudah ditulis dengan tepat

B. Materi Pokok

Penulisan laporan perjalanan


- topik
- ruang
- waktu

C. Metode Pembelajaran
- Tanya jawab
- Pemodelan
- Inkuiri
- Penugasan
- Diskusi

17

D. Skenario Pembelajaran
NO
Kegiatan
1
a

Pertemuan I
Kegiatan Awal
-Absensi
-Apersepsi..Tanya jawab tentang laporan yang pernah dibaca
siswa

Waktu

Metode

10 menit

-Motivasi . menampilkan sebuah gambar yang berhubungan


dengan tempat wisata
Siswa diminta mengomentari gambar yang
ditampilkan
-Penyampaian kompetensi dasar, indikator dan manfaatnya
-Harapan siswa
b

55 Menit
Kegiatan Inti
1) Siswa membaca memahami teks laporan perjalanan
2)Siswa membentuk kelompok diskusi dengan cara
memberi penanda pada setiap individu
3)Siswa bergabung seusai dengan tanda yang diperolehnya
4)Siswa mendiskusikan isi pokok-pokok teks laporan
perjalanan
4) Setiap siswa dalam kelompok menuliskan pokok-pokok
dalam satu kalimat
5) Siswa lain melanjutkan menulis pokok laporan yang sudah
ditulis temannya dalam kelompok ( kegiatan ini berlanjut
hanya satu kali putaran )
6) Siswa mendiskusikan kerangka laporan yang terbaik
dalam kelompok
7) Wakil setiap kelompok menampilkan hasil kerja ke depan
kelompok lain menanggapi dan menilai sesuai dengan
ketentuan yang disepakati.
8) Siswa merevisi hasil kerja kelompok secara individu

Kegiatan Akhir
Siswa dengan bimbingan guru merefleksikan kegiatan
pembelajaran dan menutup PBM

15 menit

Diskusi
Kelompok

refleksi

18

2
a

Pertemuan II
Kegiatan Awal
-Absensi
-Apersepsi.. Siswa dan guru bertanya jawab tentang kegiatan

10 menit

Pembelajaran sebelumnya

-Motivasi . Menampilkan sebuah judul sebuah laporan perjalanan


Tanya jawab tentang judul laporan perjalanan yang
ditampilkan
-Penyampaian kompetensi dasar, indikator dan manfaatnya
-Harapan siswa

Kegiatan Inti
1) Siswa membaca, memahami teks laporan perjalanan yang
sudah diberikan kemarin
2) Guru dan siswa bertanya jawab tentang ini teks laporan
perjalanan
3) Siswa dibentuk dalam kelompok besar dengan
menggabungkan semua kelompok diskusi pada
pertemuan sebelum
4) Semua siswa duduk melingkar membelakang dinding
5) Setiap siswa dalam kelompok mengembangkan kerangka
laporan perjalanan berdasarkan kerangka laporan yang
ditulis pada pertemuan I dalam satu kalimat
6) Siswa lain melanjutkan kalimat yang sudah ditulis
temannya (kegiatan ini berlanjut menjadi putaran)
7) Siswa mencermati hasil kerja kelompok pengembangan
kerangka laporan yang ditulis secara secara sambung
bersambung
8) Siswa menyunting hasil kerja penulisan secara individu
9) Siswa membacakan hasil kerja
10) Siswa menanggapi dan menilai hasil kerja temannya
dengan ketentuan yang telah disepakati
11) Siswa merevisi hasil kerja masing-masing
Kegiatan Akhir
Siswa dengan bimbingan guru merefleksikan kegiatan
pembelajaran dan menutup PBM
.

55 menit

Diskusi
Kelompok

15 menit

Refleksi

E. Sumber Belajar/ Media


1. Sumber
: Buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia 2 hal 45
Depdiknas
2. Media
: Teks laporan perjalanan

19

F. Penilaian
1 Penilaian Proses
2. Penilaian Hasil
a. Teknik
b. Bentuk instrumen
c. Soal Instrumen

: Penugasan
: Unjuk kerja
:

1) Susunlah kerangka laporan berdasarkan urutan ruang, waktu, atau topik


Pedoman Penskoran :
No
Kegiatan
1 Kerangka laporan perjalanan lengkap
2 Kerangka laporan perjalanan kurang lengkap
3 Kerangka laporan perjalanan tidak lengkap
4 Kerangka laporan perjalanan tidak sesuai

Skor
4
3
2
1

Skor maksimum 16
2) Kembangkanlah kerangka laporan menjadi sebuah laporan perjalanan!
Pedoman Pensekoran :
No
Aspek yang dinilai
Skor
1 Siswa mengembangkan 4 kerangka
4
2 Siswa mengembangkan 3 kerangka
3
3 Siswa mengembangkan 2 kerangka
2
4 Siswa mengembangkan 1 kerangka
1
5 Siswa tidak menuliskan apa-apa
0
Skor maksimum 16
3) Suntinglah laporan yang ditulis temanmu dengan memperhatikan
ketentuan tercantum dibawah ini!
Rublik Penilaian :
No
1
2
3
4
5

Aspek

Skor
2 3

Keseuaian ide pokok dengan tahapan cerpen


Ejaan
Tanda baca
Pilihan kata
Kalimat

Skor Maksimum

28

20

Perhitungan nilai akhir dalam skala 0 100 adalah sebagai berikut :


Nilai

akhir

Perolehan skor
Skor
Skor maksimum ( 20)

ideal

(100)

Format Penilaian

Jlh

Aspek yang dinilai


No

N a m a

Ketunt
Nilai

10

Skor

TT

Tindak
Lanjut

Nilai Afektif
Ket
1

1
2
3

Nomor Soal
: .........
Aspek Penilaian Afektif
1. Motivasi
2..Kerjasama
3. Inisiatif
4. Keseriusan
Rentangan Skor 1 , 2 , 3 , 4
K C B SB
Mengetahui
Kepala SMP N 1 Kec. Harau.

Drs. SYAFRIDARMON
NIP. 131610906

Tanjung pati..........................
Guru Mata Pelajaran,

YENI HASTUTI ,SPd


NIP. 131561502

21

DAFTAR ANGKET
NO

PERTANYAAN

Apakah anda menyenangi pelajaran


Bahasa Indonesia
Apakah dalam proses pembelajaran
Bahasa Indonesia guru anda berusaha
menciptakan suasana belajar yang
menyenangkan
Apakah dalam proses pembelajaran
Bahasa Indonesia guru anda memberikan
kesempatan bertanya sesuai dengan
materi yang sedang dipelajari ?
Apakah anda sering bertanya atau
mengemukakan pendapat di dalam proses
pembelajaran Bahasa Indonesia
Apakah anda ikut berperan aktif dalam
proses pembelajaran Bahasa Indonesia
dengan belajar kelompok
Apakah tugas-tugas yang diberikan dalam
proses pembelajaran Bahasa Indonesia
anda kerjakan?
Apakah dalam proses pembelajaran
Bahasa Indonesia dalam membahas
materi menggunakan metode belajar
kelompok?
Apakah anda berperan aktif dalam proses
pembelajaran Bahasa Indonesia dalam
belajar kelompok
Apakah anda memhami materi pelajaran
Bahasa
Indonesia
dengan
belajar
kelompok?
Apakah dalam mengerjakan tugas/ latihan
yang anda merasa terbebani
Apakah
di
setiap
akhir
proses
pembelajaran Bahasa Indonesia guru
memberikan latihan ?
JUMLAH

4
5
6
7

8
9
10
11

SL

SR

KD

TP

22

LAMPIRAN ..
TABEL
KUISIONER TENTANG MODEL PEMBELAJARAN

NO

PERTANYAAN

TAHAP
OBSERVASI
TP

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

KD

YA

TAHAP AKHIR
SETIAP SIKLUS

TP

KD

YA

Apakah dengan model pembelajaran ini dapat


menumbuhkan semangat kamu dalam belajar
Apakah dengan model pembelajaran ini kamu
merasa senang dalam belajar
Apakah dengan model pembelajaran ini dapat
meningkatkan aktifitas kamu dalam belajar
Apakah dengan model pembelajaran ini dapat
meningkatkan kemauan kamu dalam belajar
Apakah dengan model pembelajaran ini dapat
meningkatkan minat kamu dalam belajar
Apakah dengan model pembelajaran ini kamu
bersedia mengerjakan tugas yang diberikan
guru
Apakah dengan model pembelajaran ini waktu
yang tersedia cukup bagi kamu dalam belajar
Apakah dengan model pembelajaran ini kamu
terdorong untuk menanggapi pertanyaan teman
dalam belajar
Apakah dengan model pembelajaran ini dapat
meningkatkan minat kamu dalam berdiskusi
dengan teman
Apakah dengan model pembelajaran ini dapat
membantu kamu dalam menguasai pelajaran
Apakah dengan model pembelajaran ini dapat
menumbuhkan kebaranian kamu dalam
mengemukakan pendapat

JUMLAH
12. Apakah dengan model pembelajaran ini kamu menemukan kesulitan dalam

23

belajar?

Beri penjelasan
..
...
ANGKET SIKAP SISWA

Petunjuk :
1. Bacalah angket ini dengan sebaik-baiknya
2. Silangilah pada petak yang paling tepat bagimu
3. Hasil angket ini tidak mempengaruhi nilai pelajaran

NO

PERTANYAAN

T. OBSERVASI
SL

1
2
3
4
5
6
7
8
9

T. AKHIR SETIAP
SIKLUS

SR KD TP SL SR KD

TP

Saya berusaha mengetahui tujuan


pembelajaran bahasa Indonesia dari
guru atau buku-buku di perpustakaan
Saya berusaha mempersiapkan diri
setiap belajar bahasa Indonesia
Saya
sering
bertanya
atau
mengemukakan pendapat di dalam
proses pembelajaran Bahasa Indonesia
Saya selalu mengerjakan tugas-tugas
yang diberikan oleh guru dalam proses
pembelajaran Bahasa Indonesia
Saya mengerjakan tugas-tugas yang
diberikan dalam proses pembelajaran
Bahasa Indonesia
Saya ikut berperan aktif dalam proses
pembelajaran Bahasa Indonesia dengan
belajar kelompok ?
Saya memahami materi pelajaran
Bahasa Indonesia dengan belajar
kelompok ?
Saya merasa tidak terbebani dalam
mengerjaan latihan yang diberikan guru
Saya bersungguh-sungguh membaca
bahan pelajaran

24

25