Anda di halaman 1dari 3

Proposal

Film Dokumenter Investigatif

A. Latar Belakang
Bagi warganegara Indonesia yang pernah mencicipi masa sekolah di bawah pemerintahan Orde
Baru (1966-1998) pasti tidak asing dengan film yang disutradarai oleh Arifin C Noer yang
ditayangkan tiap tanggal 30 September oleh stasiun televisi pemerintah (TVRI). Film ini diberi
judul Pengkhianatan G30S/PKI (1982-3) dengan latar peristiwa pada saat ketegangan politik
Indonesia mencapai klimaks dan mengakibatkan peralihan kekuasaan dari Sukarno ke Suharto
berjalan dengan pertumpahan darah.
Berawal dari pembunuhan terhadap enam jenderal dan satu perwira satu jenderal lainnya yang
menjadi target, A H Nasution, berhasil menyelamatkan diri selanjutnya berbuah petaka bagi
perwira menengah angkatan darat dan personil Gerakan 30 September lainnya serta mereka yang
terindikasi sebagai anggota maupun simpatisan Partai Komunis Indonesia. Meskipun mendapat
perlawanan secara sporadis, PKI berdiri dengan lumpuh setelah pembunuhan 1965-1966.
Sebagai hasil dari pembunuhan massal ini, kepemimpinan partai lumpuh di semua tingkat,
meninggalkan banyak mantan pendukung dan kekecewaan simpatisan, tanpa pemimpin lagi, dan
tidak terorganisir.
Pada bulan September 1966, sisa-sisa partai politbiro mengeluarkan pernyataan kritik diri,
mengkritik kerja sama sebelumnya dengan rezim Sukarno. Setelah pembunuhan Aidit dan Njoto,
Sudisman, pemimpin PKI di tingkat keempat sebelum Oktober 1963, mengambil alih
kepemimpinan partai. Dia berusaha untuk membangun kembali partai atas dasar saling
keterkaitan tiga kelompok anggota, namun hanya berdampak sedikit kemajuan sebelum akhirnya
ia ditangkap pada Desember 1966. Pada tahun 1967 ia dijatuhi hukuman mati.
Sampai tahun 2004, mantan anggota PKI masih dilarang dan masuk daftar hitam dari banyak
pekerjaan termasuk apabila ingin bekerja di pemerintahan, sebagaimana kebijakan rezim
Soeharto yang telah dijalankan sejak pembersihan PKI tahun 1965. Selama masa presiden
Abdurrahman Wahid, ia mengundang mantan buangan PKI untuk kembali ke Indonesia pada
tahun 1999, dan mengusulkan menghilangkan pembatasan diskusi terbuka atas ideologi komunis.
Dalam berdebat untuk penghapusan larangan itu, Wahid mengutip dari UUD 1945 Indonesia,

yang tidak melarang atau bahkan secara khusus menyebutkan komunisme. Usulan Wahid itu
ditentang oleh beberapa kelompok masyarakat Indonesia, khususnya kelompok Islam
konservatif. Dalam sebuah protes pada April 2000, sebuah kelompok yang disebut Front Islam
Indonesia berjumlah sepuluh ribu orang datang ke Jakarta terkait usulan Wahid. Tentara tidak
segera menolak proposal tersebut, namun menjanjikan "studi komprehensif dan teliti" terhadap
ide tersebut.
B. Batasan dan Rumusan
Batasan spasial film adalah sumatera barat. Meskipun tidak seluruh wilayah sumatera barat
namun akan di ambil secara acak.
Film Dokumentasi Investigatif ini menyurvei bagaimana pengetahuan dan wawasan masyarakat
di Sumatera Barat pada tahun 2017 mengenai PKI dan bagaimana pendapat mereka dengan
pertanyaan:
1. Apakah Anda tahu PKI?
2. Dari mana Anda tahu PKI?
3. Bagaimana pendapat Anda tentang PKI?
C. PENANGGUNG JAWAB PRODUKSI
1. Penasehat

2. Pemimpin Produksi (Project) :


3. Wakil

4. Produser Eksekutif

5. Produser

D. PRA PRODUKSI
1. Dilaksanakan s/d tanggal 22 Mei 2017.
2. .......................
E. PRODUKSI

1. Shooting Day tanggal

2. Lokasi shooting

F. PASCA PRODUKSI
1. Editing dll dilaksanakan mulai

2. Target rilis tanggal

G. Rencana Anggaran Biaya

Kru Film Dolumentasi Investigasif


NO

ITEM
Konsumsi
Transportasi
Sewa Kamera DSLR
Sewa Mic

Kualitas

@satuan

Jumlah