Anda di halaman 1dari 6

ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN

Nama : Hariyo Sulistiyo

Tanggal :7 Desember 2016

NPM : 1614901110077

Ruangan : IGD

1.
2.
3.
4.

Indentitas Klien : Tn. S


Diagnosa medis : IMA
Tindakan keperawatan dan rasional : pemasangan infuse (asering)
Diagnosa keperawatan :
Resiko tinggi penurunan curah jantung b.d peningkatan hipertropi ventricular
DS :
Klien mengatakan lemas, cepat lelah, sesak, dada sakit kadang-kadang
Merasa pusing dan mual
Klien mengatakan nyeri di bagian dada terasa seperti ditusuk tusuk dan
menjalar kebagian lengan.
DO :
Keadaan umum lemah
TD : 210/130 mmHg
RR : 28x/menit
N : 110x/menit, cepat dan kuat
T : 37,5
GCS : E = 4, V = 5, M = 6 total 15

5. Data
Tn. S di bawa ke ruang IGD dengan keluhan, cepat lelah, sesak, nyeri dada, sakit
kadang-kadang dan menjalar kebagian lengan, dengan diagnosa sementara IMA,
Keadaan umum lemah dengan tanda tanda vital :
TD : 210/130 mmHg
N : 110x/menit, cepat dan kuat
RR : 28x/menit
T : 37,5
GCS : E = 4, V = 5, M = 6 total 15.
Hipertensi darurat (emergency hypertension) merupakan kenaikan tekanan darah
mendadak (sistolik 180 mm Hg dan / atau diastolik 120 mm Hg) dengan

kerusakan organ target yang bersifat progresif, sehingga tekanan darah harus
diturunkan segera, dalam hitungan menit sampai jam. Klien dengan masalah
kardiovaskuler (Hipertensi Emergency) perlu mendapatkan terapi rehidrasi
intravena (infus) dengan pemberian cairan melalui IV Chateter dapat membantu
klien

dalam

pemenuhan

kebutuhan

cairan

yang

adekuat

serta

untuk

mempermudah memasukan terapi obat injeksi.


6. Prinsip tindakan dan rasional
a. Steril dan Bersih
b. Persiapan alat dan persiapan pasien
Persiapan Alat
Standar infus

Cairan infus dan infus set sesuai kebutuhan


Jarum / wings needle / abocath sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan
Bidai / alas infuse
Perlak dan tourniquet
Plester dan gunting
Bengkok
Sarung tangan bersih
Kassa seteril
Kapas alkohol dalam tempatnya
Bethadine dalam tempatnya

Persiapan pasien
pemberian posisi semi fowler kepada klien
Tindakan sesuai prosedur atau SOP
Cuci tangan
Dekatkan alat
Jelaskan kepada klien tentang prosedur dan sensasi yang akan dirasakan
selama pemasangan infus
Atur posisi pasien / berbaring
Siapkan cairan dengan menyambung botol cairan dengan selang infus dan
gantungkan pada standar infus

Menentukan area vena yang akan ditusuk


Pasang alas
Pasang tourniket pembendung 15 cm diatas vena yang akan ditusuk
Pakai sarung tangan
Desinfeksi area yang akan ditusuk dengan diameter 5-10 cm
Tusukan IV catheter ke vena dengan jarum menghadap ke jantung
Pastikan jarum IV masuk ke vena
Sambungkan jarum IV dengan selang infus n. Lakukan fiksasi ujung
jarum IV ditempat insersi
Tutup area insersi dengan kasa kering kemudian plester
Atur tetesan infus sesuai program medis
Lepas sarung tangan
Pasang label pelaksanaan tindakan yang berisi : nama pelaksana,
Tanggal dan jam pelaksanaan
Bereskan alat
Cuci tangan

7. Tujuan tindakan
a) Keadaan emergency (misal pada tindakan RJP), yang memungkinkan
pemberian obat langsung ke dalam Intra Vena
b) Pasien yang mendapat terapi obat dalam dosis besar secara terus-menerus
melalui intra vena
c) Pasien yang membutuhkan pencegahan gangguan cairan dan elektrolit
d) Pasien yang mendapatkan tranfusi darah
e) Upaya profilaksis (tindakan pencegahan) sebelum prosedur (misalnya pada
operasi besar dengan risiko perdarahan, dipasang jalur infus intravena untuk
persiapan jika terjadi syok, juga untuk memudahkan pemberian obat)
f) Upaya profilaksis pada pasien-pasien yang tidak stabil, misalnya risiko
dehidrasi (kekurangan cairan) dan syok (mengancam nyawa), sebelum
pembuluh darah kolaps (tidak teraba), sehingga tidak dapat dipasang jalur
infus.
g) Untuk menurunkan ketidaknyamanan pasien dengan mengurangi kebutuhan
dengan injeksi intramuskuler.
8. Bahaya yang mungkin terjadi akibat tindakan dan cara pencegahannya
Bahaya

Bila dalam pemasangan IV cateter salah bisa melukai pasien, vena menjadi
pecah atau membiru, cairan tidak bisa masuk melalui vena, bisa terjadi infeksi
jika IV cateter tidak steril. Akan terjadi flebitis/pembengkakan jika terlalu
lama di tancapkan.
Pencegahan
Berhati-hati dan cermat saat memasang IV cateter sesuai dengan prosedur.
9. Analisa sintesa
Hipertensi darurat (emergency hypertension) merupakan kenaikan tekanan darah
mendadak (sistolik 180 mm Hg dan / atau diastolik 120 mm Hg) dengan
kerusakan organ target yang bersifat progresif, sehingga tekanan darah harus
diturunkan segera, dalam hitungan menit sampai jam. Klien dengan masalah
kardiovaskuler (Hipertensi Eergency) perlu mendapatkan terapi rehidrasi
intravena (infus) dengan pemberian cairan melalui IV Chateter dapat membantu
klien

dalam

pemenuhan

kebutuhan

cairan

yang

adekuat

serta

mempermudah memasukan terapi obat injeksi.


10. Evaluasi (hasil yang didapat dan maknanya)
S : Klien mengatakan masih lemas dan lelah, dada kadang sakit dan sesak.
O : Keadaan umum lemah
TTV
TD : 210/130 mmHg
RR : 28x/menit
N : 110x/menit, cepat dan kuat
T : 37,5
GCS : E = 4, V = 5, M = 6 total 15
Frekuensi jantung : irama irreguler
A : Masalah belum teratasi.
P : Lanjutkan intervensi di ruang perawatan.

untuk

11. Evaluasi diri


Tindakan ini telah dilakukan sesuai prosedur dan prinsip dengan benar. Saya
merasa puas memberikan rehidrasi intravena atau pemasangan infus kepada klien.
12. Tindakan keperawatan yang lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi diagnosa
keperawatan
a) Monitor KU dan TTV
b) Kolaborasi pemberian obat
c) Pantau TD, ukur pada kedua tangan, gunakan manset dan tehnik yang tepat
d) Catat keberadaan, kualitas denyutan sentral dan perifer
e) Auskultasi tonus jantung dan bunyi napas
f) Amati warna kulit, kelembaban, suhu dan masa pengisian kapiler
g) Pertahankan pembatasan aktivitas seperti istirahat ditemapt tidur/kursi
h) Pantau respon terhadap obat untuk mengontrol tekanan darah
i) Berikan pembatasan cairan dan diit natrium sesuai indikasi

Banjarmasin,

Desember 2016

Ners muda,

Hariyo sulistiyo

Preceptor Klinik

(..)