Anda di halaman 1dari 4

STEP 7

Tatalaksana
1. Non Farmakoterapi
a. Terapi Tingkah Laku
Terapi tingkah laku bertujuan untuk mengatur pola tidur yang baru dan
mengajarkan cara untuk menyamankan suasana tidur. Terapi tingkah laku ini
umumnya direkomendasikan sebagai terapi tahap pertama untuk penderita
insomnia( Kaplan, 2010 )
Terapi tingkah laku meliputi

Edukasi tentang kebiasaan tidur yang baik.


Teknik Relaksasi.

Meliputi merelaksasikan otot secara progresif, membuat biofeedback,


dan latihan pernapasan. Cara ini dapat membantu mengurangi
kecemasan saat tidur. Strategi ini dapat membantu Anda mengontrol
pernapasan, nadi, tonus otot, dan mood.

Terapi kognitif.
Meliputi merubah pola pikir dari kekhawatiran tidak tidur dengan
pemikiran yang positif. Terapi kognitif dapat dilakukan pada konseling

tatap muka atau dalam grup.


Restriksi Tidur.
Terapi ini dimaksudkan untuk mengurangi waktu yang dihabiskan di

tempat tidur yang dapat membuat lelah pada malam berikutnya.


Kontrol stimulus
Terapi ini dimaksudkan untuk membatasi waktu yang dihabiskan untuk
beraktivitas.
Instruksi dalam terapi stimulus-kontrol:

Gunakan tempat tidur hanya untuk tidur, tidak untuk membaca,

menonton televisi, makan atau bekerja.


Pergi ke tempat tidur hanya bila sudah mengantuk. Bila dalam waktu 20
menit di tempat tidur seseorang tidak juga bisa tidur, tinggalkan tempat

tidur dan pergi ke ruangan lain dan melakukan hal-hal yang membuat
santai. Hindari menonton televisi. Bila sudah merasa mengantuk
kembali ke tempat tidur, namun bila alam 20 menit di tempat tidur tidak
juga dapat tidur, kembali lakukan hal yang membuat santai, dapat

berulang dilakukan sampat seseorang dapat tidur.


Bangun di pagi hari pada jam yang sama tanpa mengindahkan berapa
lama tidur pada malam sebelumnya. Hal ini dapat memperbaiki jadwal

tidur-bangun (kontrol waktu).


Tidur siang harus dihindari.

b. Gaya hidup dan pengobatan di rumah


Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi insomnia :

Mengatur jadwal tidur yang konsisten termasuk pada hari libur

Tidak berada di tempat tidur ketika tidak tidur.

Tidak memaksakan diri untuk tidur jika tidak bisa.

Hanya menggunakan tempat tidur hanya untuk tidur.

Relaksasi sebelum tidur, seperti mandi air hangat, membaca, latihan


pernapasan atau beribadah

Menghindari atau membatasi tidur siang karena akan menyulitkan


tidur pada malam hari.

Menyiapkan suasana nyaman pada kamar untuk tidur, seperti


menghindari kebisingan

Olahraga dan tetap aktif, seperti olahraga selama 20 hingga 30 menit


setiap hari sekitar lima hingga enam jam sebelum tidur.

Menghindari kafein, alkohol, dan nikotin

Menghindari makan besar sebelum tidur

Cek kesehatan secara rutin

Jika terdapat nyeri dapat digunakan analgesik

( Kaplan, 2010 )

2. Farmakologi

Pengobatan insomnia secara farmakologi dibagi menjadi dua golongan


yaitu benzodiazepine dan non-benzodiazepine.
a. Benzodiazepine (Nitrazepam,Trizolam, dan Estazolam)
b. Non benzodiazepine (Chloral-hydrate, Phenobarbital)
( Kaplan, 2010 )
KOMPLIKASI
2.10

Komplikasi
a. Efek Fisiologis
Karena kebanyakan insomnia diakibatkan oleh stress, terdapat
peningkatan noradrenalin serum, peningkatan ACTH dan kortisol, juga
penurunan produksi melatnin.
b. Efek psikologis
Dapat berupa gangguan memori, gangguan berkonsentrasi, irritable,
kehilangan motivasi, depresi dan sebagainya.
c. Efek fisik/somatic
Dapat berupa kelelahan, nyeri otot, kelebihan berat badan atau
kegemukan, daya tahan tubuh yang rendah, meningkatkan resiko dan
keparahan penyakit jangka panjang, contohnya tekanan darah yang
tinggi, sakit jantung, dan diabetes.
d. Efek social
Dapat berupa kualitas hidup yang terganggu, gangguan pekerjaan atau
sekolah. ( Hazzard, 2009 )

DAFTAR PUSTAKA

1. Zeidler, M.R. 2011. Insomnia. Editor: Selim R Benbadis.


(http://www.emedicina.medscape.com/article/1187829.com
Diakses
tanggal 10 Januari 2017
2. Kaplan, H.I, Sadock BJ. 2010. Kaplan dan Sadock Sinopsis Psikiatri. Ed:
Wiguna, I Made. Tangerang: Bina Rupa Aksara Publisher
3. Hazzard. 2009. Hazzards Geriatric Medicine and Gerontology 6th ed.
New York: McGraw-Hill.