Anda di halaman 1dari 10

Distilasi Minyak Atsiri

1)

Muhamad Bari Sukarya1), Rini Purwatiningsih2)


Sekolah Pascasarjana Teknologi Industri Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
2)
Laboratorium Teknologi Kimia, Institut Pertanian Bogor, Indonesia
Email: bari.sukarya.tip09@gmail.com, purnawati.rini@gmail.com

Abstrak
Minyak atsiri adalah salah satu hasil metabolit sekunder dari tanaman memiliki cirikhas volatilitas yang
relative tinggi. Praktikum ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi sederhana dari minyak atsiri dan bahan yang
mengandung minyak atsiri serta untuk melakukan langkah isolasi minyak atsiri baik dengan menggunakan metode
destilasi, enfleurasi dan ekstraksi pelarut Pada praktikum ini dilakukan karakterisasi minyak atsiri dengan pengukuran
kadar air dan kadar minyak atsiri serta melakukan isolasi minyak atsiri dari bahan segar dengan metode distilasi,
enfleurasi dan ekstraski pelarut. Hasil pengukuran kadar air menunjukkan bahwa kadar air dari daun pala sebesar
57,66%(v/b), rendemen minyak atsiri dari distilasi daun pala sebesar 1% (v/b). Pada teknik isolasi minyak atsiri dari
bunga sedap malam, teknik enfleurasi diketahui lebih dapat mempertahankan aroma dan kemurnian minyak atsiri dari
bunga segar dibandingkan dengan ekstraksi dengan etanol.
Kata kunci: kadar air, destilasi, daun pala, bunga sedap malam, enfleurasi, ekstraksi pelarut.
I. Pendahuluan

ini ini disintesis di berbagai organel tanaman sebagai

Penentuan Kadar Air Daun Pala dan Destilasi


Minyak Daun Pala

perlindungan tanaman terhadap herbivora dan infeksi,


serta menarik penyerbuk [4].

Minyak pala dapat dihasilkan dari daun, biji dan

Saat

ini,

permintaan

untuk

minyak

atsiri

fuli buah pala. Kandungan minyak dalam daun tidak

adalahmemperluas. Minyak atsiri dapat diekstraksi

lebih

dapat

menggunakan berbagai metode, seperti air distilasi

menghasilkan 4-17% minyak [1]. Kandungan minyak

danekstraksi pelarut, meskipun beberapa tidakumum

dalam biji pala berkisar antara 5-15% [2]. Minyak pala

digunakan saat ini, seperti dingin dan panasekstraksi

dicirikan sebagai minyak

enfleurage.

dari

1,7%,

sedangkan

fuli

pala

yang berwarna jernih

kekuningan atau kehijauan dengan aroma khas pala.

Proses ekstraksi yang paling baik untuk jenis

Selain minyak atsiri, biji pala juga mengandung minyak

bunga sedap malam adalah dengan menggunakan

lemak yang sering disebut oleoresin.Kualitas minyak

metode enfleurasi. Ekstraksi minyak atsiri sedap malam

pala Indonesia telah distandarkan sesuai No 2388-2006

melalui proses enfleurasi akan menghasilkan rendeman

oleh Badan Standarsasi Nasional [1].

minyak yang lebih tinggi dibandingakan dengan metode

Metode yang dapat digunakan untuk memperoleh


minyak

pala

umumnya

adalah

dengan

lainnya.[5]

metode

II. Metode

distilasiuap, distilasi air, distilasi uap-air dan ekstraksi


dengan menggunakan pelarut.
Enfleurasi dan Ekstraksi Minyak Sedap Malam
Bunga Sedap Malam adalah tanaman tahunan

Penentuan Kadar Air Daun Pala


Pada praktikum ini, digunakan metode distilasi
dengan toluene untuk menentukan kadar air dari daun
pala. Sebelumnya dilakukan langkah persiapan dengan

dengan bunga yang mengandung lilin berwarna putih

merajang

daun

pala

untuk

memperbesar

luas

dari keluarga Agavaceae. Bunganya beraroma manis,

permukaan untuk mempercepat reaksi. Daun pala yang

dan dapat membantu memberikan kekuatan emosional

telah dirajang selanjutnya ditimbang sebagai basis

dan pusat pikiran. Bunga sedap malam juga bersifat

pengukuran kadar air nanti. Pada praktikum ini, berat

anti-inflamasi dan antispasmodik [3].

daun pala yang digunakan sebesar 15,26 g. Selanjutnya,

Bunga sedap malam telah lama digunakan dalam

toluene dimasukkan bersama sampel ke dalam labu

wewangian sebagai sumber minyak esensial. Senyawa

didih. Distilasi kemudian dilaukan dengan memanaskan

labu distilasi hingga tidak ada lagi bagian air yang

yang khusus enfleurasi berbentuk balok yang semua

masuk ke dalam trap. Bagian air yang berada trap

sisinya terbuat dari kaca yang disambung dan pada alas

selanjutnya diukur volumenya dengan membaca pada

dan tutupnya kaca yang dapat dilepas. Metode

tanda ukur yang ada di trap. Pengukuran kadar air

enfleurasi menggunakan lemak sebagai bahan pengikat

dilakukan dengan membandingkan volume pada fase

minyak atsirinya. Pada praktikum ini lemak yang

air yang diperoleh dengan berat daun pala yang

digunakan adalah shortening fat. Shortening fat

digunakan.

dilapiskan pada alas plat kaca enfleurasi setebal 1 cm


Destilasi Minyak Daun Pala

Pada

praktikum

apparatus

bunga sedap malam yang masih memiliki kuntum

Clevenger untuk menentukan kadar minyak atsiri yang

diletakkan secara terbalik (kuntum bunga berada di

terkandung dalam bahan. Apparatus Clevenger ini

atas) dan disusun hingga seluruh bagian lemak tertutupi

digunakan untuk mensimulasikan proses hidrodistilasi

dengan bunga sedap malam.

yang memiliki

membutuhkan waktu yang lama (hingga 10 hari)

peningkatan

ini,

digunakan

dan dibuat alur menyilang pada seluruh bagian lemak.

prinsip kerja yang sama, yaitu

energy

system

untuk

meningkatkan

tekanan uap, perubahan fase cair menjadi

Metode enfleurasi

sampai seluruh minyak atsiri dapat terambil pada

gas,

lemak. Pada praktikum kali ini, digunakan 5 hari

kondensasi untuk perubahan fase gas menjadi cair dan

dengan penggantian bunga sedap malam yang layu

pemisahan air dan minyak berdasarkan berat jenis.

dengan bunga baru yang masih segar selama selang

Pada praktikum ini yang digunakan sebagai

waktu 5 hari tersebut. Setelah 5 hari, lemak yang sudah

sumber minyak atsiri adalah daun pala. Dimana proses

mengikat aroma dari bunga sedap malam akan

distilasi minyak pala dimulai dengan preparasi bahan

dicampurkan dengan alcohol hingga seluruh bagian

dengan memisahkan daun pala dari cabangnya dan

lemak terendam dan didinginkan di ffreezer selama 24

mengecilkan ukuran daun pala dengan memotong daun

jam. setelah 24 jam, alcohol yang sudah terpisah

pala

Selanjutnya,

dengan minyak akan di ekstraksi dengan menggunakan

potongan-potongan daun pala di timbang (50 gram)

rotary evaporator. Namun pada praktikum kali ini

untuk dijadikan basis perhitungan kadar minyak atsiri.

alcohol yang dappat digunakan sangat sedikit sehingga

Selanjutnya potongan-potongan daun pala dimasukkan

tidak memungkinkan untuk diekstraksi dengan rotary

ke dalam labu didih dan ditambahkan dengan proporsi

evaporator.

menjadi

pitongan yang

kecil.

daun pala:air adalah 1:9 atau hingga seluruh daun pala

Pada ekstraksi langsung minyak atsiri bunga

terendam. Labu didih lalu dipasang pada apparatus

sedap malam, bunga sedap malam terlebih dahulu

Clevenger dan dipanaskan di atas pemanas. Pemanasan

dirajang untuk mengecilkan ukuran dan memperluas

dilakukan sampai seluruh gase minyak terkumpul di

permukaan

bagian atas dari pipa Clevenger. Hal ini ditandai bila

dimasukkan dalam labu Erlenmeyer dan ditambahkan

tidak terbentuk lagi fase minyak setelah pemanasan

dengan alcohol sebanyak 450 ml (hingga semua bagian

lebih dari 3 jam. Minyak yang terkumpul di bagian atas

bunga terendam). Untuk memaksimalkan pengikatan

pipa Clevenger lalu diukur volumenya.

minyak atsiri oleh alcohol, bunga sedap malam dan

Enfleurasi dan Ekstraksi Minyak Sedap Malam

kontak.

Lalu

bunga

sedap

malam

alcohol lalu dipanaskan di atas water bath pada suhu

Pada praktikum ini digunakan metode enfleurasi

40oC selama 1 jam. selanjutnya larutan alcohol dan

dan metode ekstraksi langsung dengan pelarut etanol

bunga sedap malam lalu didiamkan selama 24 jam

untuk mengekstrak minyak atsiri dari bunga sedap

sebelum dievaporasi. Evaporasi dilakukan dengan

malam. Pada metode enfelurasi, digunakan plat kaca

menggunakan rotary evaporator dan dilakukan hingga

seluruh alcohol telah habis diuapkan. Larutan yang

yang berada di labu didih ke bagian trap yang dapat

tersisa

menyebabkan proses destilasi tidak berjalan dengan

setelah

evaporasi

selesai

dilakukan

lalu

ditampung pada vial kecil dan diidentifikasi.

sempurna.

III. Hasil dan Pembahasan

Selama destilasi berjalan, air dari sampel akan

Penentuan Kadar Air Daun Pala

menguap bersama dengan xylene dan berubah fase

Pengukuran kadar air dengan metode distilasi

menjadi cair kembali setelah melewati condenser. Hasil

dengan xylene digunakan untuk mengukur kadar air

kondensasi akan jatuh ke dalam trap. Selanjutnya akan

pada bahan-bahan yang banyak mengandung senyawa

terjadi pemisahan antara air dengan xylene pada bagian

volatile. Bila bahan-bahan yang kaya senyawa volatile

trap, dimana xylene yang lebh ringan dari air akan

diukur kadar airnya dengan menggunakan metode

berada di atas fase air. Pada bagian trap terdapat

gravimetric standar, maka akan menyebabkan deviasi

mekanisme

pengukuran karena senyawa volatile dapat menguap

ketinggian tertentu, bagian atas dari cairan yang berada

pengukuran dengan metode oven sehingga basis

di trap (bagia toluene dan minyak) akan jatuh kembali

pengukuran kadar airnya menjadi tidak akurat.

ke dalam labu didih untuk dapat terus membantu

Pada praktikum kali ini, hasil kadar air yang

refluks,

dimana

setelah

mencapai

penguapan air yang masih berada di dalam bahan.

didapat adalah :
w = berat daun pala yang diekstrak = 15,26

Destilasi Minyak Daun Pala


Daun pala pada dasarnya bukan merupakan

v = volume air yang terbaca = 8,8 ml

sumber minyak pala yang utama. Dimana bagian


daging buah, bunga dan fuli merupakan bagian utama
yang akan menghasilkan minyak atsiri dengan kualitas
yang baik dan rendemen yang tinggi. Pada penelitian in,
minyak pala yang didapat hanya 0,5 ml. sehingga

(v/w)

rendemen yang didapat pada penelitian ini adalah :


Pengukuran

dengan

menggunakan

destilasi

xylene dilakukan dengan memanfaatkan sifat dari

w = berat daun pala yang diekstrak = 50g


v = volume minyak pala yang dihasilkan = 0,5 ml

xyene yang tidak larut dengan air karena memiliki berat


jenis yang lebih ringan daripada air. Disini xylene
berfungsi untuk menambah tekanan uap dalam system
sehingga air yang terkandung dalam bahan dapat
menguap dengan lebih mudah sehingga secara kolektif
titik didih system dapat diturunkan.
Pengukuran kadar air dengan Destilasi xylene
menggunakan apparatus dan metode khusus yang
disebut dengan aufhauser. Proses destilasi dimulai
dengan memasukkan sampel dan xylene ke dalam labu
destilasi dengan volume xylene yang digunakan
mencukupi untuk merendam seluruh bagian sampel.
Toluene juga dimasukkan ke dalam bagian trap agar
saat pemanasan agar tidak menyedot semua toluene

(v/w)
Hasil rendemen ini masih dalam perbandingan
volume/bobot. Hal ini dikarenakan untuk mendapatkan
perbandingan bobot/bobot diperlukan jumlah minyak
yang lebih banyak untuk dapat dihitung massa jenis
minyaknya dan dihitung rendemennya berdasarkan
bobot bahan mentah yang digunakna.
Perolehan rendemen sebanyak 1% ini berbeda
dengan penelitian lain dimana ekstraksi minyak pala
dengan menggunakan hidrodistilasi nya menghasilkan
rendemen minyak dari daun pala hingga 1,72%. Nilai

rendemen yang lebih tinggi ini diduga diakibatkan oleh

Pada bagian 1 merupakan labu didih, dimana

perbedaaan pre-tratment yang dilakukan. Daun pala

daun pala yang sudah dirajang dan air akan ditampung.

yang digunakan diserbukkan sehingga memiliki luas

bagian 2 adalah kondensor yang akan merubah fase gas

kontak permukaan yang lebih besar dan penghancuran

dari air dan minyak menjadi cairan. Kedua fase cairna

sel kelenjar minyak yang lebih menyeluruh. [6] selain

ini akan ditampung di bagian nomor 3. Selanjutnya

itu factor yang menentukan dari rendemen minyak pala

pada bagian nomor 3 ini akan terjadi pemisahan antara

adalah varietas pala yang digunakan.

air dan minyak akibat perbedaan massa jenis. Dimana

Rendemen ini masih jauh lebih rendah daripada

air yang bermassa jenis lebih berat akan berada di

rendemen minyak pala bia didestilasi dari bagian

bagian bawah dan minyak akan berada dibagian atas.

tumbuhan lainnya. Seperti minyak biji pala yang dapat

Bagian nomor 4 adalah tabung penghubung untuk

mencapai angka 15% [7].

menjaga ketinggian cairan di bagian penampung. Pada

Pada

praktikum

Clevenger

ketinggian cairan tertentu, cairan yang berada di bawah

digunakan untuk mensimulasi proses hidrodistilasi.

(fase air) akan mengalir keluar dari tabung ini dan

Pada praktiknya, fungsi utama dari Clevenger adalah

dikembalikan ke labu didih untuk didihkan lagi.

sebagai penduga kandungan minyak atsiri dari bahan

Mekanisme pengembalian cairan ini akan menjaga agar

mentah sebelum diaplikasikan pada skala yang lebih

ketinggian cairan tetap sama dan mencegah agar

besar. Pendugaan pada skala lab ini juga dilakukan

minyak yang didapat tidak tumpah lewat bagian atas

untuk melihat proses perubahan yang terjadi baik pada

penampung dan masuk ke labu didih lagi. Saat destilasi

bahan maupun pada minyak yang dihasilkan pada

telah selesai dilakukan, maka minyak yang tertampung

beberapa

di tabung akan dikeluarkan lewat keran yang ada di

kondisi

ini,

percobaan

apparatus

yang

diatur

untuk

menghasilkan minyak atsiri dengan kualitas dan jumlah

bagian bawah tabung penampung.

yang optimal. [8]

Pada penelitian kali ini, digunakan perbandingan

Apparatus Clevenger memiliki bentuk khas


seperti pada gambar 1.

antara bahan dan air sebanyak 1:9 dengan lama destilasi


sekitar 4 jam. pada praktiknya dapat pula digunakan
lama destilasi hinggaa 8 jam untuk jumlah bahan yang
lebih banyak dan rendemen yang lebih maksimal.

Untuk penggunaan bahan yang memiliki rendemen


yang lebih besar dan perolehan minyak atsiri yang lebih
banyak, minyak yang diperoleh dapat dimurnikan lebih
lanjut

dengan

diuapkan

dengan

bantuan

rotary

evaporator untuk menghilangkan air yang masih ikut


terambil pada saat pemisahan fase air dan minyak.
3

Selanjutnya labu akan ditaruh di desikator dan


ditimbang bobot minyak yang diperoleh dan dapat

dihitung rendemennya berdasarkan basis bobot/bobot.

1
Gambar 1. Aparatus Clavenger

Enfleurasi dan Ekstraksi Minyak Sedap Malam


Bunga minyak sedap malam merupakan salah
satu sumber minyak atsiri dari golongan bunga yang
sudah banyak dimanfaatkan di dunia. Minyak atsiri dari

bunga sedap malam tidak bias diisolasi dengan proses

seperti bau gosong bila menggunakan proses destilasi

destilasi biasa. Minyak atsiri dari bunga sedap malam

maupun off-odor dari pelarut dengan menggunakan

sangat rentan terhadap suhu [9] serta lokasi minyak

proses ekstraksi dan komponen yang tidak diinginkan

sedap malam yang terikat pada lilin di bunga [10].

namun terekstrak bersama dengan komponen minyak

Sehingga dengan distilasi akan dapat menghasilkan

atsiri.

aroma yang tidak diinginkan karena pemberian panas

Desain dari plat enfleurasi juga didasari dari sifat

serta rendemen yang lebih sedikit bila dibandingkan

bahan yang digunakan. Pada plat enfleurasi diberikan

dengan ekstraksi menggunakan

lubang udara di bagian tutupnya untuk menghindari

pelarut. Sehingga

minyak atsiri dari bunga lebih banyak diisolasi dengan

terbentuknya uap air berlebih di dalam

menggunakan proses enfleurasi maupun ekstraksi

penguapan yang dilakukan oleh bunga. Penguapan

dengan pelarut kimia.

dihindari karena beresiko mempercepat pembusukan

Secara alami, minyak sedap malam terikat pada

plat akibat

bunga.

lilin yang terdapat di bagian bunga [11] sehingga pada

Lemak yang telah mengikat komponen aroma

paraktiknya dibutuhkan ekstraksi menggunakan pelarut

minyak atsiri (disebut juga dengan pomade) tidak bisa

non-polar untuk mengikat komponen minyak yang

langsung

terikat pada lilin tersebut

diaplikasikan minyak atsiri memerlukan ekstraksi

diaplikasikan

secara

luas.

Agar

siap

Pada praktikum kali ini isolasi minyak sedap

dengan pelarut agar dapat memisahkan minyak atsiri

malam akan dilakukan dengan enfleurasi dan sebagai

dari lemak. Pemisahan dilakukan dengan menambahkan

pembanding, etanl sebagai pelarut non-polar akan

pelarut organic berupa etanol ke dalam shortening dan

digunakan untuk mengekstrak minyak sedap malam.

didiamkan

selama

24

jam

di

dalam

freezer.

Dari hasil enfelurasi didapatkan lemak yang

Penyimpanan pada suhu dingin dimaksudkan agar

berhasil mengikat aroma dari bunga sedap malam.

lemak dapat diendapkan karena lemak tidak lagi larut

Lemak ini dapat juga disebut dengan pomade. Lemak

dalam alcohol pada suhu dibawah -1 C [13] Lemak

yang digunakan setelah proses enfleurasi mengalami

yang mengendap selanjutnya akan membeku dan

perubahan pada warna dan aroma. Dimana aroma yang

terpisah minyak atsiri yang terikat pada etanol. Setelah

dimiliki oleh shortening sangat mirip dengan aroma

24 jam, etanol dan minyak atsiri akan berada di fase

bunga sedap malam dan warna shortening fat berubah

cairan sementara lemak berada di fase padatan. Etanol

menjadi kuning hingga kecokelatan.

dan minyak atsiri ini seharusnya di evaporasi untuk

Bunga yang digunakan pada proses enfleurasi

memisaahkan etanol dari minyak atsiri. Namun karena

adalah bunga segar sehingga masih merupakan jaringan

volume etanol yang digunakan terlalu sedikit, sehingga

hidup yang menjalankan fungsi fisiologis seperti

evaporasi tidak dilaksanakan.

produksi metabolit sekunder maupun proses fisiologis

Sebagai pembanding, ekstraksi langsung dengan

lain seperti pernapasan maupun penguapan [12]

menggunakan etanol tanpa enfleurasi dilakukan pada

Sehingga proses enfleurasi pada prinsipnya adalah

bunga sedap malam. Hasil yang didapatkan dari

proses pengikatan minyak atsiri yang dikeluarkan

ekstraksi langsung ini adalah etanol yang memiliki bau

secara alami oleh bunga dengan menggunakan lemak.

sedap malam yang siap untuk dievaporasi untuk

Mekanisme

dapat

memisahkan antara pelarut dan minyak atsiri. Setelah

menghasilkan minyak atsiri yang memiliki karakteristik

dilakukan evaporasi, didapatkan cairan yang memiliki

aroma yang mirip dengan bunga aslinya. Mekanisme ini

aroma sedap malam namun

proses enfleurasi inilah yang

juga dapat menghindari resiko timbulnya off-odor

memiliki volume yang

relative banyak, konsistensi cairan yang encer , warna


cairan yang cokelat serta keruh.
Penggunaan metode ekstraksi langsung dengan
pelarut etanol yang cenderung polar tidak secara
spesifik akan mengikat minyak atsiri, namun juga
mengikat komponen lain termasuk air dan pigmen yang
secara alami masih dimiliki oleh bunga segar. Sehingga
meskipun dapat meperoleh rendemen dalam waktu
cepat, namun kemurniannya masih rendah karena masih
tercampur dengan komponen non-minyak atsiri.
Selain dengan menggunakan enfleurasi, ekstraksi
minyak sedap malam dapat pula dilakukan dengan
menggunakan pelarut non polar seperti petroleum eter
dan heksan. Hasil ekstraksi ini disebut dengan concrete.
Concrete selanjutnya dapat diekstrasi lebih lanjut
dengan menggunakan etanol agar dapat lebih bisa
diaplikasikan dan menghasilkan absolute. Terdapat
penelitian

metode

menggunakan

ekstraksi

petroleum

eter

langsung
dan

dengan

heksan

dan

menghasilkan rendemen 0.0279% untuk pelarut heksan


dan 0.0192% untuk petroleum eter dengan komposisi
150 g bunga sedap malam dalam 1 liter pelarut [14].
IV. Kesimpulan
Adapaun kesimpulan dari ketiga praktikum ini adalah :
1. Kadar air daun pala dengan metode destilasi xylene
didapatkan sebesar 57,66%.
2. Rendemen dari minyak
pendekatan

menggunakan

daun

pala

destilasi

dengan
apparatus

Clavenger didapatkan sebesar 1 %.


3. Metode enfleurasi dapat mengisolasi komponen
aroma dari bunga sedap malam dibandingkan
dengan ekstraksi dengan menggunakan etanol

4. Daftar Pustaka
[1] Peter, K.V, Handbook of herb and spices, CRC
Press, NY,. (2001).

www.alchemyworks.com/supplies_flower_
wax.html.

[2] Badan Standarisasi Nasional [INA] .2006., SNI


Minyak Pala, BSN Jakarta.

[12] Sukhdev S H, Suman PSK, Gennaro L, Dev DR


Extraction Technologies for Medicinal and
Aromatic Plants. ICS-UNIDO. Trieste
(2008).

[3] Maliga, L. 2003. Tantalizing tuberose. The


Chamomile Times and Herbal News.
Available
Source:
http://www.chamomiletimes.com/articles/t
uberose.html
[4] Dudareva, N., F. Negre. 2005. Practical applications
of research into the regulation of plant
volatile emission. Curr. Opin. Plant Biol.
8: 113-118.
[5] Hetik, Muhammad DM, Tatik W. 2013. Pengaruh
Jenis Absorben Terhadap Kualitas Minyak
Atsiri Pada Dua Kultivar Bunga Sedap
Malam (Polianthes tuberosa). Jurnal
Produksi Tanaman 1 (4) : 307-313
[6]Pensuk, W., T. Padumanonda , C. Pichaensoonthon.
2007. Comparison of the chemical
constituents in Michelia alba flower oil
extracted by steam distillation, hexane
extraction and enfleurage method. J. of
Thai Traditional and Alternative Medicine
5(1): 30-39.
[7] Nurdjannah,N. Teknologi Pengolahan Pala. Badan
Penelitian Dan Pengembangan Pertanian.
Jakarta. ( 2007)
[8] Kumar, R, Tripathi YC. Getting Fragrance From
Plants : Training Manual on Extraction
Technology of Natural Dyes & Aroma
Therapy and Cultivation Value Addition of
Medicinal Plants. Forest Research
Institute. Uttarakhand. (2011)
[9] Reverchon, E. and M. Poletto.1996. Mathematical
modelling
of
supercritical
CO2
fractionation
of
flower
concretes.
Chemical Engineering Science 51: 37413753.
[10] Rakthaworn P, Uraiwan D, Udomlak S, Srunya V,
Vichai H, Potechaman P, Putthita P. 2009.
Extraction Methods for Tuberose Oil and
Their Chemical Components. Kasetsart J.
(Nat. Sci.) 43 : 204 - 211
[11] Alchemy Works. 2007. Tuberose wax. High uality
Flower Waxes. Alchemy Works. http:

[13] Baser KHC, G Buchbauer Handbook of Essential


Oils : Science, Technology, and
Applications. CRC Press. Florida (2008).
[14] Rakthaworn P, Uraiwan D, Udomlak S, Srunya V,
Vichai H, Potechaman P, Putthita P. 2009.
Extraction Methods for Tuberose Oil and
Their Chemical Components. Kasetsart J.
(Nat. Sci.) 43 : 204 211

LAMPIRAN

Lampiran 1. Aparatus Clavenger

Lampiran 2. Aparatus Aufhauser

Lampiran 3. Plat Enfleurasi

Lampiran 4. Ekstraksi Bunga Sedap Malam dengan Etanol

Lampiran 5. Evaporasi etanol dari minyak sedap malam