Anda di halaman 1dari 20

1. Sebutkan Tipe-tipe demam beserta definisinya!

Adapun tipe-tipe demam yang sering dijumpai antara lain:


Jenis Demam
Demam Septiik

Penjelasan
Pada demam ini, suhu badan berangsur
naik ke tingkat yang tinggi sekali pada
malam hari dan turun kembali ke
tingkat di atas normal pada pagi hari

Demam Hektik

Pada demam ini, suhu badan berangsur


naik ke tingkat yang tinggi sekali pada
malam hari dan turun kembali ke tingkat
yang normal pada pagi hari

Demam Remiten

Pada demam ini, suhu badan dapat turun


setiap hari tetapi tidak pernah mencapai

Demam Intermiten

suhu normal
Pada demam ini, suhu badan turun ke
tingkat yang normal selama beberapa jam

Demam Kontinyu

dalam satu hari.


Pada demam ini, terdapat variasi suhu
sepanjang hari yang tidak berbeda lebih

Demam Siklik

dari satu derajat.


Pada demam ini, kenaikan suhu badan
selama beberapa hari yang diikuti oleh
periode bebas demam untuk beberapa hari
yang kemudian diikuti oleh kenaikan suhu
seperti semula

(http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31365/4/Chapter%20II.pdf)

2. Sebutkan 9 Nama Regio di abdomen!


Regio hipokondrium dextra
Organ-organ

: Hepar, esophagus, kandung empedu.

Regio Epigastrium
Organ-organ

: Gaster pars pyloricum, corpus pancreas, duodenum pars cranialis.

Regio Hipokondrium sinistra


Organ-organ

: Lien, cauda pancreas, gaster pars corpus dan pars fundus

Regio Lumbalis dextra


Organ-organ

: Colon ascenden, renal dextra

Regio Umbilicalis
Organ-organ

: Jejunum, ileum, colon tranversum, omentum

Regio Lumbalis sinistra


Organ-organ

: Renal sinistra, colon descenden

Regio Inguinal dextra


Organ-organ

: Caecum, ovarium, tuba valopi dextra (wanita), appendix vermiformis

Regio Supra pubis


Organ-organ

: Vesika urinaria, uterus

Regio Inguinal sinistra


Organ-organ

: Colon sigmoid, ovarium sinistra

(http://blue-cat-ita.blogspot.com/2009/08/regio-abdominis-part-1.html)

(http://medical-dictionary.thefreedictionary.com/pubic+region).

3. Apa saja diagnosis kelainan kongenital pada regio umbilikal?


Omfalokel
merupakan defek dinding abdomen pada garis tengah dengan berbagai derajat
ukuran, disertai hernia visera yang ditutupi oleh membran yang di terdiri atas
peritoneum di lapisan dalam dan amnion dilapisan luar serta
Whartons Jelly di antara lapisan tersebut. Pembuluh darahberada di dalam membran,
bukan pada dinding tubuh. Isi dari hernia antara lainberbagai jenis dan dan jumlah usus,
sering sebagian dari hati dan kadang-kadangorgan lainnya. Sedangkan tali pusat
terdapat pada puncak kantong ini. Defek inimungkin terletak di pusat atas, tengah atau
bawah abdomen dan ukuran sertalokasi memiliki implikasi yang penting dalam
penanganannya.
Gastroskisis
adalah defek pada dinding abdomen yang biasanya tepat disebeah kanan dari
masuknya korda umbilikus ke dalam tubuh. Ada juga yangterletak di sebelah kiri,
namun kasusnya jarang. Sejumlah usus dan kadang-kadang bagian dari organ abdomen
lain ikut mengalami herniasi keluar dindingabdomen dengan tanpa adanya membran
yang menutupi ataupun kantung
Hernia umbilikalis

merupakan defek dinding abdomen persis dipusatumbilikus, berupa herniasi utuh


yang hanya tertutup peritoneum dan kulit yangterdapat waktu lahir. Omentum dan usus
dapat mesuk ke dalam kantong hernia,khususnya bila bayi menangis
Sumber : Reksoprodjo S. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. 2002. Staf Pengajar
BagianIlmu

Bedah

Fakultas

Kedokteran

Universitas

Indonesia.

Binarupa

Aksara.Jakarta
4. Apakah Bahasa latin Mual?
Nausea
Sumber : Dorland, W.A Newman. 2002. Kamus Kedokteran Dorland Edisi 29. Jakarta: EGC.
5. Sebutkan definisi DBD menurut WHO!
Demam yang berlangsung selama 2-7 hari. Disertai dengan manifestasi perdarahan atau
tes torniquet positif, trombositopenia (<100.000 sel/mm 3). Dan ditemukan plasma
leakage yang ditandai dengan hemokonsentrasi (Hematokrit meningkat 20% atau 20%
, efusi pleura, asites, proteinemia) .
Sumber: www.cdc.gov
6. Apakah perbedaan Aedes Aegepti dan Aedes Albopictus beserta sifat-sifat nya

Nyamuk Aedes aegypti

Nyamuk Aedes albopictus

Ciri-ciri
- Pada tubuhnya tampak bercak hitam-putih
- Bila dilihat dengan kaca pembesar, di sisi
kanan-kiri punggungnya tampak gambar dua
buah arit berwarna putih

Ciri-ciri
- bercak-bercak putih di badan. Bila dilihat
dengan kaca pembesar tampak di median
punggungnya ada garis putih

Sifat:
- Paling sering hinggap di baju-baju yang
menggantung dan berada di tempat-tempat
gelap

Sifat:
- Waktu menggigitnya pun sama dengan
Aedes aegypti, yaitu di pagi dan sore hari.
-Bertelurnya di air tergenang, misalnya pada

- suka bertelur di air yang bersih


Nyamuk ini menggigit di pagi dan sore hari,
antara pukul 08.00 - 12.00 dan 15.00 - 17.00

kaleng-kaleng bekas yang menampung air


hujan di halaman rumah
- Pada musim penghujan, nyamuk ini banyak
terdapat di kebun atau halaman rumah karena
di situ terdapat banyak tempat yang terisi air

Sumber : http://arda.students-blog.undip.ac.id/2009/11/10/penentuan-jenis-kelamin-nyamuk
7. Apakah isi zat dari fogging?
Malathion dan Pyrenthrum.
Dosis nya yaitu 5% Malathion dalam minyak tanah/diesel (1 liter Malathion dalam 19
liter pelarut), atau
0.1% ekstrak Pyrenthrum dalam minyak tanah/diesel (1 liter ekstrak Pyrenthrum 2%
dicampur dengan 19 liter pelarut).
Sumber : https://silahuddinm.wordpress.com/2012/09/28/pedoman-fogging-untukpengendalian-wabah/
8. Berapakah dosis abate?
Dosis abate yang digunakan adalah 1 gram/10 liter air
Sumber : YANTI, LENI FEBRI YANTI (2005) DAYA BUNUH ABATE 1G DENGAN
BAHAN BAHAN PENYANGGA TERHADAP JENTIK NYAMUK Aedes
aegypti. Undergraduate thesis, Diponegoro University.
9. Sebutkan definisi Asi eksklusif!
ASI eksklusif adalah air susu ibu yang diminum dari usia 0-6 bulan, tanpa diikuti dengan
makanan atau minuman selain ASI
Sumber : Buku Ajar Neonatologi IDAI 2010
10. Sebutkan 4 pola pertumbuhan!
Pola-pola pertumbuhan ada 4 yaitu :
1) Pola pertumbuhan umum (general patern)
Contoh : tulang panjang, otot skelet (pada neonatus 20-25% berat badan
setelah dewasa 40% berat badan), sistem pencernaan, pernapasan, peredaran
darah dan volume darah.
2) Pola pertumbuhan neural (brain & head patern)
Perkembangan otak, tulang tengkorak, mata dan telinga

3) Pola pertumbuhan limfoid (lymphoid patern)


Organ lmfoid secara cepat mengalami pertumbuhan , sehingga pada usia
sekitar 12 tahun mencapai 200% dan berangsur menurun lagi sampai usia
dewasa mencapai 100%. Dengan keadaan ini anak-anak pada masa pubertas
relative lebih kuat daya tahan tubuhnya.
4) Pola pertumbuhan genital (reproductive patern)
Contoh : tungkai memanjang dan melebar, pertumbuhan terus berlangsung
sampai epifise menutup dan pertumbuhan tinggi berhenti,
Sumber: Soetjiningsih. 1995. In Ranuh, Gde (Eds). Tumbuh Kembang Anak.
Jakarta : EGC. hal. 25-26.
11. Sebutkan jenis kuman pertusis
1.Bordetella Pertusis
2.Hemopilus pertusis
Sumber : Herry garna.2005. pedoman diagnosis dan terapi ilmu kesehatan anak edisi ke
3.Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran.Bandung
12. Sebutkan jenis kuman difteri
Corynebacterium diphteriae
Sumber : Herry garna.2005. pedoman diagnosis dan terapi ilmu kesehatan anak edisi ke
3.Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran.Bandung
13. Apakah nama toksin yang dihasilkan difteri?
Nama panjang toksin difteri adalah : Diphtheria toxin (NAD+ dipthamide ADP
ribosyltransferase)
Nama pendek toksin difteri adalah : Diphtheria toxin
Sumber : EMBL-EBI (molecular Biology Laboratory, hinxton, UK) diunduh
www.ebi.ac.uk/interpro/entry/ipr00512
14. Sebutkan nama lain campak
Morbili, Rubeola, Measles, Germany Measles.
(Sumber : Garna Herry, Morbili, Dalam Buku Pedoman Diagnosis Dan Terapi Ilmu
Kesehatan Anak Edisi Ke 3. Bandung, 2005. Halaman 234)
15. Bagaimanakah patogenesis polio dapat menyebabkan kelumpuhan?
Virus Polio masuk melalui mulut dan hidung.Kemudian berkembang biak di dalam
tenggorokan dan mukosa saluran cerna (plaque peyeri). Lalu diserap dan disebarkan
melalui pembuluh darah dan getah bening. Dengan masa inkubasi selama 7-14 hari. Pada
masa ini virus melakukan replikasi dan tubuh berreaksi dengan membentuk antibodi

spesifik. Apabila imunitas terhadap virus lebih kuat maka virus dapat dinetralkan, namun
apabila proliferasi virus lebih cepat dari pembentukan antibodi maka akan timbul viremia
dan gejala klinis. Virus polio dapat menyerang susunan saraf tertentu . Daerah yang biasa
nya terkena pada poliomielitis yaitu:
- Medulla spinalis terutama pada kornu anterior
- Batang otak di bagian nukleus vestibularis, formatio retikularis
- Cerebellum terutama bagian vermis
- Substansia nigra dan nukleus rubra
- Talamus dan hipotalamus
- Korteks serebri hanya bagian motorik
Sumber : Vujaya Hendy.2011.Vaksinasi Polio. Banjarmasin: Bagian Ilmu kesehatan
Anak RSUD Ulin Banjarmasin.

16. Apakah alasan pemerintah memberikan vaksin campak pada usia 9 bulan?
Disaat bayi berumur 6 bulan imunitas pasif terhadap campak yang diturunkan ibu
melalui uteroplasental mulai menurun di tubuh bayi. Alasan pemerintah memberikan
vaksin campak pada usia 9 bulan yaitu dengan alasan karena angka kejadian campak
masih tinggi dan sering dijumpai pada bayi usia 6-9 bulan. Dengan demikian di
Indonesia dianjurkan pemberian imunisasi campak pada bayi berusia 6-9 bulan ketika
kekebalan pasif yang diperoleh dari ibu menghilang. Akan tetapi harus mendapat
suntikan ulang setelah berumur 15 bulan.
Sumber: www.penyakitcampak.com/vaksin-penyakit-campak/
17. Dimanakah lokasi pemberian imunisasi BCG ? bagaimanakah cara pemberiannya?
Vaksin BCG diberikan intrakutan di daerah lengan kanan atas pada insersio M.
deltoideus sesuai anjuran WHO
Sumber : ( Suyitno Hariyono, BCG, Dalam Buku Pedoman Imunisasi Di Indonesia Edisi
Ke 4. Jakarta, 2011. Halaman 49)
Cara pemberian :

Posisi seorang anak yang paling nyaman untuk suntikan didaerah deltoid ialah

duduk di atas pangkuan ibu atau pengasuhnya.


Lengan yang akan disuntik dipegang menempel pada tubuh bayi, sementara

lengan lainnya diletakkan di belakang tubuh orang tua atau pengasuh.


Lokasi deltoid yang benar adalah penting supaya vaksinasi berlangsung aman dan
berhasil.

Posisi yang salah akan menghasilkan suntikan subkutan yang tidak benar dan
meningkatkan resiko penetrasi saraf.
Untuk mendapatkan lokasi deltoid yang baik membuka lengan atas dari pundak ke
siku. Lokasi yang paling baik adalah pada tengah otot, yaitu separuh antara
akromion dan insersi pada tengah humerus. Jarum suntik ditusukkan membuat 45 0
-600 mengarah pada akromion. Bila bagian bawah deltoid yang disuntik, ada risiko
trauma saraf radialis karena saraf tersebut melingkar dan muncul dari otot trisep.

(Rahajoe, N.N. et al. Tuberkulosis (Vaksin BCG) dalam Buku Imunisasi di Indonesia.
Edisi kedua. Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jakarta, 2005.)
18. Dimanakah lokasi pemberian imunisasi Hepatitis B? Apakah perbedaan pemberian
pada bayi dan anak usia 1 tahun?
Pada anak disuntikan di lengan dengan cara intramuskular, sedangkan pada bayi
di paha lewat anterolateral (antero = otot otot bagian depan, lateral = otot bagian luar).
Vastus lateralis adalah otot bayi yang tebal dan besar, yang mengisi bagian anterolateral
paha. Vaksin harus disuntikan ke dalam batas antara sepertiga otot bagian atas dan tengah
yang merupakan bagian yang paling tebal dan padat. Jarum harus membuat sudut 45 o-60o
terhadap permukaan kulit, dengan jarum kearah lutut, maka jarum tersebut harus
menembus kulit selebar ujung jari di atas (ke arah proksimal) batas hubungan bagian atas
dan sepertiga tengah otot.
Untuk mendapatkan lokasi deltoid yang baik membuka lengan atas dari pundak
ke siku. Lokasi yang paling baik adalah pada tengah otot, yaitu separuh antara
akromnion dari insersi pada tengah humerus. Jarum suntik ditusukkan membuat sudut
45o-60o mengarah pada akromnion. Bila bagian bawah deltoid yang disuntik, ada risiko
trauma saraf radialis karena saraf tersebut melingkar dan muncul dari otot trisep.
(Hidayat, B. et Pujiarto, P.S. Hepatitis B dalam Buku Imunisasi di Indonesia. Edisi
kedua. Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jakarta, 2005.)
19. Pemeriksaan Composmentis dilihat dengan pemeriksaan apa?
Menguji tingkat kesadaran secara Kualitatif
1. ComposMentis (conscious), yaitu kesadaran normal, sadar sepenuhnya, dapat
menjawab semua pertanyaan tentang keadaan sekelilingnya.

2. Apatis, yaitu keadaan kesadaran yang segan untuk berhubungan dengan sekitarnya,
sikapnya acuh tak acuh.
3. Delirium, yaitu gelisah, disorientasi (orang, tempat, waktu), memberontak, berteriakteriak, berhalusinasi, kadang berhayal.
4. Somnolen (Obtundasi, Letargi), yaitu kesadaran menurun, respon psikomotor yang
lambat, mudah tertidur, namun kesadaran dapat pulih bila dirangsang (mudah
dibangunkan) tetapi jatuh tertidur lagi, mampu memberi jawaban verbal.
5. Stupor (soporo koma), yaitu keadaan seperti tertidur lelap, tetapi ada respon terhadap
nyeri.
6. Coma (comatose), yaitu tidak bisa dibangunkan, tidak ada respon terhadap rangsangan
apapun (tidak ada respon kornea maupun reflek muntah, mungkin juga tidak ada respon
pupil terhadap cahaya).
Sumber : Ruhyanudin Faqih. 2011.Pemeriksaan Neurologis. Diunduh
http://faqudin.staff.umm.ac.id/files/2011/09/PEMERIKSAAN-NEUROLOGIS.pdf
20. Dimanakah lokasi pemeriksaan suhu tubuh?
1. Arteri pulmonalis
Suhu tubuh yang diangap palin mendekati suhu yang terukur oleh thermostat di
hipotalamus adalah suhu darah arteri pulmonalis, tetapi pengukuran tersebut
merupakan cara invasiv, menggunakan kateter arteri pulmonal sehingga hanya sesuai
digunakan untuk perawatan intensif tau pasien badan tertentu.
2. Esofagus
Suhu esofagus dianggap suhu yang mendekati suhu inti karena dekat dengan arteri
yang membawa darah dari jantung ke otak, dan lebih tidak invasive dibandingkan
dengan pengukuran suhu arteri pulmonalis. Namun suhu esofagus tidak sama
sepanjang esophagus. Pada esofagus bagian atas dipengaruhi udara trakeal sedankan
bagian 1/3 bawah paralel dengan suhu aliran daerah arteri pulmonalis.
3. Kandung kemih
Kandung kemih merupakan tempat lain yang digunakan untuk pengukuran suhu
tubuh, karena diasumsikan bahwa urin merupakan hasil filtrasi darah yang ekuivalen
dengan 20% curah jantung dan merefleksikan suhu rata-rata aliran darah yang
melalui ginjal pada satuan waktu tertentu. Namun tingkat keakuratan pengukuran
suhu sangat tergantung dari jumlah urin yang keluar.
4. Rektal

Suhu rektal diangap sebagai baku emas dalam pengukuran suhu karena bersifat
praktis dan akurat dalam estimasi rutin suhu tubuh. Namun demikian ditemukan
beberapa kelemahan. Bezinger dkk menyatakan pada rektum tidak ditemukan sistem
termoregulasi. Suhu rektal lebih tinggi dibandingkan tempat lain (arteri pulmonalis),
hal ini mungkin akibat aktivitas metabolik bakteri feses. Nilai suhu rektal
dipengaruhi oleh kedalaman insersi termometer, kondisi aliran darah, dan ada atau
tidaknya feses. Selain itu terapat risiko perforasi rektal dan infeksi nosokomial.
5. Oral
Pengukuran oral lebih disukai karena kemudahan dalam teknik penukurannya,
demikian juga dengan responnya terhadap perubahan suhu inti tubuh. Suhu
sublingual cukup dapat diterima secara klinis karena arteri utamanya merupakan
cabang arteri karotid eksterna dan mempunyai respon yang cepat terhadap
perubahan suhu ini.
6. Aksila
Pengukuran suhu aksila relative mudah bagi pemeriksa, nyaman bagi pasien, dan
mempunyai risiko yang paling kecil untuk penyebaran penyakit. Kelemahan
pengukuran suhu aksila terletak pada sensitivitasnya yang rendah dan mempunyai
variasi suhu yan tinggi dan sangat sipengaruhi suhu lingkungan.
7. Membran timpani
Secara teoritis membran timpani merupakan tempat yang ideal untuk pengukuran
suhu inti karena terdapat arteri yang berhubungan dengan pusat termoregulasi.
Termometer membran timpani saat ini menggunakan metode infrared radiation
emitted detectors (IRED). Walaupun dari segi kenyaman cukup baik, pengukuran
suhu membran timpani hingga saat ini jarang dipergunakan karena variasi nilai suhu
yang berkorelasi denga suhu oral atau rektal cukup besar.
8. Kulit
Proses kehilangan panas melalui kulit dimungkinkan karena panas diedarkan melalui
pembuluh darah dan juga disuplai langsung ke fleksus arteri kecil melalui
anastomosis arteriovenosa yang mengandung banyak otot. Kecepatan aliran dalam
fleksus arteriovenosa yang cukup tinggi menyebabkan konduksi panas dari inti
tubuh ke kulit menjadi sangat efisien. Dengan demikian, kulit merupakan radiator
panas yang efektif untuk keseimbangan suhu tubuh.
9. Vagina

Suhu tubuh basal adalah suhu terendah yang dicapai oleh tubuh selama istirahat atau
dalam keadaan istirahat (tidur). Pengukuran suhu basal dilakukan pada pagi hari
segera setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas lainnya.
Tujuan pencatatan suhu basal untuk mengetahui kapan terjadinya masa subur atau
ovulasi. Suhu basal tubuh diukur dengan alat yang berupa termometer basal.
Termometer basal ini dapat digunakan secara per vagina, atau melalui dubur dan
ditempatkan pada lokasi serta waktu yang sama selama 5 menit.
Suhu normal tubuh sekitar 35,5-36 derajat Celcius. Pada waktu ovulasi, suhu akan
turun terlebih dahulu dan naik menjadi 37-38 derajat kemudian tidak akan kembali
pada suhu 35 derajat Celcius. Pada saat itulah terjadi masa subur atau
ovulasi.
(Sumber : Wahidiyat Iskandar, Pemeriksaan Fisis, Dalam buku Diagnosis Fisis
Pada Anak Edisi Ke-2. Jakarta, 2003. Halaman 18)
21. Sebutkan kelainan kongenital di daerah sublingual!
Ankiloglossia (tounge tie)
Adalah perlekatan sebagian atau seluruh lidah ke dasar mulut. Frenulum lingualis
melekat pada posisi bervariasi, yang paling parah terletak pada ujung anterior
lidah. Pergerakan dapat terhambat dan penderita tidak dapat menyentuh palatum
durum pada posisi terbuka .Bicara dapat terganggu.Pada kasus ringan tidak
membutuhkan perawatan, sedangkan kasus berat dapat dilakukan tindakan bedah.
Sumber : Sudiono,Jantih.2008.Gangguan tumbuh kembang.EGC:jakarta.
22. Sebutkan definisi dari tekanan nadi!
adalah pengembangan yang teraba pada pergelangan tangan diatas arteri radialis berupa
gelombang tekanan yang mengembangkan dinding arteri pada saat gelombang tersebut
menjalar. Gelombang tekanan yang menjalar di sepanjang arteri ditimbulkan oleh darah
yang terdorong ke dalam aorta selama systole
sumber:http://aboutdoublr.blogspot.com/2013/12/pengertian-tekanan-darah-denyutnadi.html
23. Sebutkan cara pemeriksaan lingkar kepala! Dan pembagian protuberantia
oksipitalis

Cara pengukuran lingkar kepala ialah dengan meletakan pita melingkari kepala
melalui glabela pada dahi, bagian atas alis mata, dan bagian belakang kepala pasien yang
paling menonjol yaitu protuberansia oksipitalis kemudian kembali lagi ke dahi.
(Sumber: S. Matondang Corry, Wahidiyat Iskandar, Sastroasmoro Sudigdo,
Diagnosa Fisik pada Anak. Edisi ke dua, Sagung seto jakarta :2003. Hal. 180)
Pembagian protuberantia oksipitalis

Protuberansia oksipitalis eksterna

Protuberansia oksipitalis interna


Sumber : Putz, R., Pabst, R. Sobotta Atlas of Human Anatomy. 14th Edition. Urban

and

Fisher. Munich : 2008

24. Apakah perbedaan tinggi badan dan panjang badan?


Definisi Tinggi Badan adalah antropometri (ukuran tubuh) yang menggambarkan
keadaan pertumbuhan skeletal. Perbedaan Tinggi badan dan panjang badan adalah
terletak di usia dan posisi pengukuran. Panjang badan diukur pada posisi tidur terlentang
untuk anak usia 0-2 tahun dan setelah usia 2 tahun tinggi badan diukur sebagai tinggi
badan.
Sumber : www.idai.or.id
25. Apakah kepanjangan dari NCHS?
NCHS kepanjangan dari National Center for Health Statistics.
Sumber : www.cdc.gov/growthcharts/
26. Bagaimanakah penulisan diagnosis malnutrisi ringan?
Malnutrisi Energi Protein derajat Ringan
Sumber :Sastroasmoro Sudigdo.2007. Panduan pelayanan Medis Departemen Ilmu
Kesehatan Anak RSCM. Jakarta :Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSCM
27. Apakah yang dimaksud dengan wasting?
kurus
Sumber : Pryanto Endy.2009. Menu sehari-hari untuk tumbuh kembang anak. Jakarta:
Agromedia Pustaka.
28. Apakah definisi dari turgor kulit?
Kelenturan atau elastisitas kulit

Sumber:

http://ocw.usu.ac.id/course/download/129-KEPERAWATAN-MERDIKAL-

BEDAH/kmb_slide_pengkajian_sistem_integumen.pdf&rct=j&q=&esrc=s&sa=U&ved=
0CBMQFjAAahUKEwjOpbHu1OvGAhVIE6YKHcxlC7k&sig2=iD_frZk7RxcJxsJWUa
iIXw&usg=AFQjCNEmrjDyTIOyQIBQ0B17h6V6FUCH_A
29. Sebutkan kelainan bentuk kepala!
Dolichocephaly /scaphocephaly
Scaphocephaly (Pengucapan: skaf-O-sef-aly), berasal

dari skaphe; Yunani

(perahu

ringan atau perahu), menggambarkan / mendeskripsikan berbagai keadaan spesifik


dari kepala yang memanjang sempit menyerupai perahu terbalik. Ini adalah jenis
gangguan sefalika yang terjadi ketika adanya penutupan prematur dari penutupan
tulang sagital. Penutupan tulang sagital bergabung bersama dua tulang parietal
tengkorak. Scaphocephaly adalah keadaan yang paling banyak ditemukan dari kondisi
craniosynostosis yang ditandai oleh kepala panajang dan sempit.

Plagiocephaly
Plagiocephaly adalah kondisi yang ditandai oleh distorsi asimetris (satu sisi datar)
dari tengkorak. Jika pendataran cranium terletak di kedua area anterior frontal
bentuk plagicepephaly ini bisa di kembalikan ke bentuk semula (normal).

Brachycephaly

Brachycephaly, juga dikenal sebagai sindrom kepala datar, adalah jenis gangguan
tulang kepala. Hal ini terjadi ketika penyatuan koronal sutura prematur,
menyebabkan diameter depan ke belakang (anteroposterior) menjadi lebih
pendek. Penyatu bagian koronal adalah sendi fibrosa yang menyatukan tulang
frontal dengan dua tulang parietal tengkorak. Tulang parietal membentuk atas dan
sisi tengkorak. Kelainan ini dapat dilihat pada sindroma dwon.

Acrocephaly
Adalah sebagai suatu kondisi di mana ada malformasi, wajah tengkorak, tangan dan
kaki. Ini adalah gangguan bawaan. Hal ini juga disebut sebagai sindrom lengkungan
branchial. Ini mempengaruhi lengkungan brakialis pertama yang juga dikenal
sebagai lengkungan faring. Hal ini juga dikenal sebagai sindrom Apert. Ini adalah
jenis syndactyly Acrocephaly. Lengkung faring adalah prekursor dari rahang dan
rahang bawah. Gangguan dalam pengembangan lengkungan brakialis dalam
perkembangan janin menciptakan efek jangka panjang.

Oxycephaly/ Turricephaly
Oxycephaly bisanya terdapat dalam derajat/ tingkatan yang berbeda dari keparahan
dan biasanya seharusnya hasil dari prematur synostosis tulang membentuk kubah
carnial.
Insiden ini lebih banyak antara laki-laki dan menunjukkan faktor keturunan, orbit
sangat dangkal karena terjadinya perpindahan dari sphemoid mengarah ke
exophthalmos. Dalam banyak kasus ada Strabismus divergen karena arah miring
peningkatan luar sumbu orbital. Tengkorak biasanya menyempit dan kubah yang

tinggi lebih runcing dan berbentuk kubah. Sebuah diameter antero-posterior pendek
dengan dahi miring agak tinggi khas Oxycephaly.

Trigonocephaly
(Yunani: 'trigonon' = segitiga, = kepala 'kephale') adalah suatu kondisi bawaan
prematur penutupan dari sutura metopic (Yunani: 'metopon' = dahi) mengarah ke
kening/ dahi berbentuk segitiga. Penggabungan dari dua tulang frontal mengarah ke
pembatasan pertumbuhan dan ekspansi transversal pertumbuhan paralel. Ini dapat
terjadi sindrom yang melibatkan kelainan lain atau terisolasi.

Kleeblattschdel
Kleeblattschdel (Jerman: kleeblatt = daun semanggi; schdel = tengkorak, kranium)
adalah konsekuensi dari gabungan sagittal, koronal, synostoses lambdoid. Tengkorak
daun semanggi dikaitkan dengan melotot daerah temporal dan mata proptotic. Pasien
umumnya memiliki gangguan neurologis yang parah. Kleeblattsch: Sebuah
malformasi kongenital dimana tulang tengkorak bergabung menjadi tiga lobus.
Kondisi ini juga dapat dikaitkan dengan hydrocephalus dan kelainan bentuk wajah
dan tulang. Juga disebut daun semanggi deformitas tengkorak.

Sumber : David P. Rice, Craniofacial Sutures: Developmet, Disease and Treatment. Vol 3.
Karger. Finlandia 2008, halaman 84-86.

30. Apa sajakah yang dinilai pada pemeriksaan kornea?


1. Melihat defek epitel kornea dengan uji flouresin
2.Melihat ada tidaknya kebocoran pada kornea dengan Uji festel
3.Melihat kelengkungan kornea dengan keratometer
4.menilai keseragaman dan ratanya permukaan retina dengan fotokeratoskop
Sumber :Hidayati Nur Ilmi.2012. pemeriksaan Konjungtiva dan Kornea.
31. Apakah nama penyakit dengan gejala klinis tidak dapat menoleh?
Spasmodik tortikolis
adalah kekakuan dari pada otot-otot leher, yang disebabkan oleh kontraksi klonik
atau tonik dari otot-otot servikal pada leher dengan gejala terjadi kekakuan pada
sistem saraf dan terdapatnya hysteria. Juga merupakan bentuk dari distonia dengan
karakteristik intermitten dan gerakan involunter dari kepala yang rekuren bersamaan
dengan terjadinya kontraksi dari otot leher.
Sumber : https://idmgarut.wordpress.com/2009/01/29/spasmodik-tortikolis/
32. Apakah bahasa inggris dari cuping hidung?
Alar lobule nose

Sumber : http://www.intechopen.com/books/skin-grafts-indications-applications-andcurrent-research/lower-third-nasal-skin-grafting
33. Sebutkan batas-batas faring!
Batas Faring Superior : os sphenoid
Batas Faring Anterior : Cavum nasi, Cavum oris, Epiglotis
Batas Faring Posterior: Vertebra servical
Batas Faring Inferior : Esofagus
Sumber : Rusmarjono dan Hermani Bambang. 2007. Buku Ajar Ilmu Kesehatan
Telinga Hidung Tenggorok Kepala & Leher. Jakarta, Edisi ke-6: 212-215;
217-218.

34. Apakah bahasa latin dari gusi?


Gingiva
Sumber : Dorland, W.A Newman. 2002. Kamus Kedokteran Dorland Edisi 29. Jakarta:
EGC

35. Apakah yang dinilai pada bising jantung?


Bising jantung terjadi akibat adanya aliran turbulen darah melalui jalan yang sempit, baik
itu penyempitan mutlak/ organik maupun penyempitan relatif (jumlah darah yang
berlebih melalui lubang/ lumen yang normal).
Untuk menentukan adanya bising, seluruh dinding thoraks harus diperiksa secara
sistematis dan cermat, bahkan juga pada daerah leher dan abdomen. Pada setiap bising
harus diperinci berturut-turut :

Waktu terjadinya bising pada siklus jantung, apakah pada fase sistolik, diastolik,
atau terus menerus.

Kontur bising, apakah platu, Kresendo, dekresendo, atau kresendo-dekresendo.

Derajat bising, yang dibagi dalam skala 1-6 :

1. Derajat I, bising sangat lemah yang hanya terdengar oleh pemeriksa yang
berpengalaman di tempat yang tenang.

2. Derajat II, bising lemah tapi mudah di dengar, penjalaran terbatas.


3. Derajat III, bising cukup keras, tidak disertai dengan getaran bising, penjalaran
sedang sampai luas
4. Derajat IV, bising yang keras dengan disertai getaran bising, penjalaran luas.
5. Derajat V, bising keras, yang juga terdengar meskipun stetoskop tidak seluruhnya
menempel di dinding thoraks, penjalaran luas.
6. Derajat VI, bising sangat keras, terdengar bila stetoskop diangkat 1 cm dari
dinding thoraks, Penjalaran sangat luas.

Pungtum maksimum yaitu tempat terdengarnya bising paling keras.

Penjalaran, yang dapat terjadi melalui 2 cara yaitu penjalaran ke semua arah/ tidak
spesifik akibat konduksi dinding dada dan penjalaran yang khas sesuai dengan
aliran darah. Penentuan jenis penjalaran yang kedua ini mempunyai nilai
diagnostic yang lebih penting.

Tinggi nada (pitch), pada bayi dan anak tinggi nada bising berkisar pada frekuensi
medium. Nada yang sangat tinggi atau sangat rendah penting untuk diagnostik.

Kualitas bising, yang dapat bersifat kasar, vibrasi, meniup tanpa vibrasi dan lainlain

Perubahan intensitas akibat fase respirasi atau perubahan posisi. Anak besar dapat
diminta menahan nafas waktu inspirasi atau ekspirasi. Anak diperiksa pada posisi
telentang, miring ke kiri, dan duduk dengan posisi membungkuk ke depan.

Secara umum bising dapat dibagi dalam :


1. Bising organik, tejadi akibat kelainan struktural pada system kardiovaskuler.
2. Bising fungsional, yang terjadi akibat kedaan curah jantung yang meningkat.
Misalnya pada anemia, demam, tirotoksikosis, latihan fisik, ansietas, dan lain-lain.

3. Bising inosen, ialah bising normal yang disebabkan turbulensi fisiologis atau
vibrasi dalam ruang jantung/ pembuluh darah. Pelbagai bising inosen dapat
ditemukan pada 50-70% anak normal.
Sumber :(http://belibis-a17.com/2010/05/21/murmur-bising-jantung/)
36. Sebutkan kelainan-kelainan pada dinding dada beserta definisinya!
1. Pektus ekskavatum (funnel chest): sternum bagian bawah serta rawan iga masuk
kedalam, terutama saat inspirasi dapat terjadi pada kelainan kongenital seperti
hipertropi adenoid yang berat. Dan dapat juga terlihat pada sindrom marfan atau
sindrom noonan.
2. Pektus kraniatum (pigeon chest) : sernum menonjol kearah luar biasanya
disertai dengan depresi vertikal pada daerah kostokondral. Dapat terlihat pada
rakhitis, osteoporosis, sindrom marfan, sindrom noonan dan penyakit Morquio.
3. Barrel chest, torak emfisematous : dada berbentuk bulat seperti tong, ditandai
oleh sternum yang terdorong kedepan dengan iga-iga horizontal. Biasanya
terdapat pada penyakit paru obstruksi kronik dan emfisema.

(1)

(2)

(3)

Sumber :(Diagnosis Fisik pada Anak edisi ke-2 hal 68)


37. Sebutkan definisi trofi otot
Trofi adalah penurunan ukuran suatu sel atau jaringan. Trofi otot dapat terjadi akibat
tidak digunakannya otot atau terjadinya pemutusan saraf yang mempersarafi otot
tersebut. Pada trofi otot, ukuran myofibril berkurang.

Sumber : J Corwin, Elizabeth. 2008. In Egi Komara Yudha, dkk (Eds). Buku Saku
Patofisiologi. Jakarta : EGC.
38. Sebutkan apa itu keheksia?
kaheksia adalah suatu kondisi buruk yang menggambarkan kondisi progresif perubahan
bentuk tubuh menjadi kurus
Sumber : http://fandik-prasetiyawan.blogspot.com/2013/01/asuhan-keperawatan-padapasien-kaheksia.html
39. Apakah perbedaan perempuan dan wanita?
Pengertian dalam kamus
Dalam KBBI, kata perempuan bermakna (1) orang (manusia) yg mempunyai puki, dapat
menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan menyusui; wanita; (2) istri; bini: nya sedang
hamil; (3) betina (khusus untuk hewan), sedangkan kata wanita bermakna perempuan
dewasa: kaum , kaum putri (dewasa).
Sumber : http://seperlima.com/2014/10/02/perbedaan-makna-perempuan-dan-wanita/

40.Apakah nama daerah antara anus dan vagina?


Perineum
Sumber : R.putz dan R.pabst.2010. Atlas Anatomi Manusia Sobotta.Jakarta:CDC.