Anda di halaman 1dari 7

STUDI KASUS PASIEN

DEMAM BERDARAH DENGUE

KELOMPOK A-10
Anggraeni Ayu W

1102011028

Airiza Aszelea A

1102010011

Farizky Baskoro

1102011100

Fatima Zahra

1102011101

Fatimah Alia

1102011102

Kekar Yogantoro

1102011135

Lusy Cristi

1102011143

Lusy Novitasari

1102011144

Luthfia Rozanah

1102011145

NAMA PEMBIMBING
dr. Sugma Agung P, MD, MARS

MODUL KEPANITERAAN KEDOKTERAN KELUARGA


BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
JAKARTA
| 1

I.

BERKAS PASIEN
1. Identitas Pasien
a. Nama
b. Jenis Kelamin
c. Usia
d. Anak ke
e. Agama
f. Alamat
g. Suku
h. Pekerjaan
i. Pendidikan

: Ny. P
: Perempuan
: 29 Tahun
:4
: Islam
: Jalan Al-bahar
: Jawa
: Buruh cuci
: Sekolah Dasar

2. Anamnesis
a. Keluhan Utama:
Pasien merasa demam tinggi yang sudah 2 hari ini, tampak lemah dan lesu, pasien
juga merasakan sakit kepala, nyeri di sekitar mata, serta ditemukannya ruam
merah pada kulit.
b. Keluhan Tambahan:
Pasien mengalami mimisan, tanpa sebab yang jelas.
c. Riwayat Penyakit Sekarang:
Pasien dibawa oleh suaminya ke klinik terdekat dari rumah, dikarenakan keadaan
Ny. P tidak kunjung membaik. Pasien menceritakan bahwa 5 hari yang lalu pasien
sempat membersihkan tempat penampungan air pada sore hari. Dan sudah 2 hari
ini pasien demam tinggi, lemah, lesu, sakit kepala, nyeri disekitar mata, muncul
ruam merah, serta mimisan.
d. Riwayat Penyakit Dahulu:
Menurut suaminya, keluhan ini yang pertama kali dikeluhkan oleh pasien karena
sebelumnya pasien tidak pernah sakit seperti ini.
e. Riwayat Penyakit Keluarga:
2 minggu yang lalu , Ayah pasien yang juga tinggal satu rumah dengan pasien
sempat dirawat di rumah sakit karena menderita demam berdarah.
f. Riwayat Sosial Ekonomi:
Ny. P yang bekerja sehari-hari nya sebagai buruh cuci berpenghasilan sebesar Rp.
1.000.000,-/bulan. Dan suami Ny.P yang bekerja sebagai supir angkuran umum
berpenghasilan kurang lebih sebesar Rp 1.500.000/bulan. Aspek sosial ekonomi
pada keluarga ini tergolong menengah ke bawah. Hal ini mempengaruhi riwayat
penyakit pasien dan Ayah pasien. Serta pendidikan pasien terhadap sanitasi serta
pengetahuannya terhadap penyakit.
g. Riwayat Kebiasaan:
Tempat penampungan air yang berada di kamar mandi rumah pasien jarang
dibersihkan. Karena pasien sendiri yang bekerja sebagai buruh cuci, apabila

| 2

sampai rumah pasien hanya bisa membersihkan rumah sekedarnya, memasak, dan
istirahat, karena sudah lelah dengan pekerjaannya sehari-hari.
3. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan Umum:
Keadaan umum tampak lemah dan lesu , kesadaran compos mentis
b. Vital Sign:
Tekanan darah
Denyut nadi
Pernapasan
Suhu (aksila)
c. Status Generalis:
Berat badan
Kesan
Tinggi badan
Kesan
Kepala
UUB
Rambut
Kulit

Thoraks
Inspeksi
Palpasi
Perkusi

: 100/85 mmHg
: 80 kali/menit
: 16 kali/menit
: 39C
: 55 kilogram
: Normal
: 153 cm
: Normal
: Normocephal
: Cekung (-)
: Hitam, tumbuh normal
: Terdapat ruam merah
Mata
: Konjungtiva anemis
ODS (-/-), sklera ikterik ODS (-/-), pupil bulat ODS,
reflex cahaya ODS (+/+)
Hidung
: Septum nasi tidak deviasi
dan tidak terdapat sekret dan kelainan lainnya
Telinga
: Dalam batas normal dan tidak
keluar sekret
Mulut
: Mukosa bibir kering, bibir
tidak sianosis, lidah tidak kotor, faring tidak hiperemis,
dan tonsil tidak membesar
Leher
: Tidak terdapat pembesaran
kelenjar getah bening (KGB) dan trakea berada di tengah
serta tidak deviasi
: Pergerakan dinding dada simetris kanan dan kiri
: Fremitus vocal dan taktil simetris
: Terdengar sonor seluruh lapang paru
Auskultasi : Vesikuler kanan dan kiri, ronkhi (-/-),
wheezing (-/-), bunyi jantung I dan II regular, murmur
dan gallop (-)

Abdomen
| 3

Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Ekstremitas

: Perut terlihat datar dan simetris pada seluruh lapang


: Hebar dan lien tidak teraba membesar
: Terdengar timpani di seluruh lapang abdomen
: Bising usus (-/-)

d. Status Lokalis:
Terdapat ruam merah pada kedua tangan pasien.
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan darah

| 4

II.

DIAGNOSIS HOLISTIK
1. Aspek Personal: (Alasan kedatangan, harapan, kekhawatiran)
Pasien dibawa berobat ke klinik dekat rumah oleh suami pasien karena keadaan
pasien tidak kunjung membaik. Pasien mulai demam tinggi sejak 2 hari yang lalu,
tampak lemah, lesu, dan timbul ruam merah, serta merasa nyeri di kepala dan di
sekitar mata.. Harapan suami pasien setelah berobat ke klinik agar dokter
memberikan obat yang sesuai dan istrinya sehat kembali.
2. Aspek Klinik: (Diagnosis kerja dan diagnosis banding)
Berdasarkan autoanamnesis pasien merasa demam tinggi yang sudah dirasakan 2 hari
ini, merasa lemah, lesu, serta nyeri di kepala dan di mata, dan juga mulai timbul ruam
merah pada kedua tangannya.
Diagnosis Pasien
: Demam Berdarah Dengue
Diagnosis Banding
: Tifoid
3. Aspek Resiko Internal: (Faktor-faktor internal yang mempengaruhi masalah
kesehatan pasien)
Pasien kurang memperhatikan kebersihan tempat penampungan air yang berada di
kamar mandi rumahnya. Sehingga sudah hampir 2 bulan lamanya, tempat
penampungan air di rumahnya tidak dikuras.
4. Aspek Psikososial Keluarga: (Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi masalah
kesehatan pasien)
Pengetahuan yang dimiliki pasien dan keluarga pasien yang minim tentang
pentingnya menguras tempat penampungan air. Hal lain yang mempengaruhi adalah
keadaan ekonomi yang digolongkan menengah ke bawah sehingga keluarga ini tidak
mempunyai dana untuk kesehatan.
5. Aspek Fungsional: (Tingkat kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari baik di
dalam maupun di luar rumah, fisik maupun mental)
Pasien sudah 2 hari ini tidak bekerja sebagai buruh cuci, dan juga tidak melakukan
aktivitas apapun di rumah, pasien hanya berbaring saja di atas tempat tidurnya.

III.

RENCANA PENANGANAN DAN PENATALAKSANAAN

| 5

No
.
1.

Aspek

Kegiatan

Aspek Personal

2.

Aspek Keluarga

3.

Aspek
Komunitas

Sasaran

Hasil yang diharapkan

Edukasi kepada pasien dan suami Pasien dan


pasien tentang penyakit yang suami.
dialami oleh pasien, yaitu
Demam
Berdarah
Dengue.
Menjelaskan definisi, penyebab,
gejala,
pencegahan,
dan
pengobatan).
Menginformasikan kepada pasien
dan suami untuk menguras

tempat penampungan air kamar


mandinya 1 minggu sekali.
Pasien akan melakukan rawat
inap dalam beberapa hari.

Pasien dapat memahami


dengan
baik
tentang
penyakit
yang
sedang
dialami olehnya sehingga di
kemudian hari ia dapat
mengupayakan pencegahan
untuk penyakit tersebut agar
tidak terulang kembali
penyakit yang sama.
Pasien dapat sembuh
dengan sempurna tanpa
meninggalkan kelainan
apapun serta dapat
melakukan aktivitas dengan
baik.

Pasien dan
keluarga.

Pasien mendapat penangan


ketika melakukan perawatan
secara rawat inap.
Pasien sembuh dan keluarga
tidak
ada
lagi
yang
menderita penyakit.

Menganjurkan pasien , suami,


serta keluarga pasien yang
tinggal bersama pasien agar
memperhatikankesehatan
secara khusus dan menyeluruh.
Memberikan perhatian kepada
pasien agar lekas sembuh.
Memperhatikan kebersihan
rumah.
Memperhatikan tempat-tempat
penampungan air yang tergenang
di sekitar rumah.
Menggunakan obat anti nyamuk.
Melapor ke ketua RT setempat
atas kasus ini.
Melakukan penyuluhan pola
hidup bersih dan sehat, untuk
masyarakat setempat.
Melakukan penyuluhan
mengenai 3M.
Melakukan fogging atau
pengasapan.
Memberikan bubuk abate ke

Seluruh
anggota
masyarakat
.

Tidak
ada
anggota
masyarakat yang terkena
Demam Berdarah Dengue

| 6

dalam tempat penampungan air.


Meningkatkan kewaspadaan dini

| 7